Transgender, Melawan Kodrat Ilahi

Transgender adalah sebutan bagi yang memiliki identitas gender atau ekspresi gender yang berbeda saat lahir. Orang transgender juga terkadang disebut sebagai orang transseksual.

Melalui bantuan medis, saat ini bisa untuk mengganti identitas gender, yang semula laki-laki menjadi perempuan, atau menjadi laki-laki dari semula perempuan.

Transgender tidak terlepas dari penyebutan propaganda LGBT; lesbian, gay, biseksual, transgender. Terhimpun dalam jenis perilaku seks menyimpang, transgender kini sudah mulai dipilih menjadi jalan hidup sejumlah orang.

Dan akhir-akhir ini, sejumlah figur dan selebriti muncul dan diduga melakukan transgender. Pemberitaan seputar transgender tak ayal ditemukan bertebaran di media sosial. Selain itu, beberapa acara stasiun televisi justru menghadirkan figur-figur tersebut sebagai bintang untuk tayangannya.

Muatan konten transgender sudah mulai hadir hampir pada seluruh aspek keseharian. Kendati demikian, maraknya perbincangan isu transgender ini sedikit banyak menjadi hal yang lumrah dan biasa untuk didengar. Fenomena tersebut disusul dengan mulai menjamurnya konten informasi dan muatan entertainmen yang mengangkat isu transgender.

Islam Memandang Transgender

Fenomena perilaku sejenis ini sebenarnya sudah lama terjadi. Alquran telah mengabarkan cerita kaum sodom, kisah kaum Nabi Luth alaihissalam yang gemar melakukan hubungan sesama jenis. Kaumnya berperilaku menyimpang dari fitrah, Nabi Luth berdakwah menyeru kaumnya untuk bertaubat kepada Allah dan kembali kepada fitrah yang diberikan oleh Allah.

Akibat tidak memenuhi seruan Nabi Luth alaihissalam, Allah menimpakan lahar panas kepada kaum sodom. Kemaksiatan ini telah jelas menjadi faktor kemurkaan Allah subhanahu wa ta’ala. Karena, Allah telah menciptakan manusia sesuai dengan fitrahnya. Allah berfirman:

“Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (Qs. Adz-dzariat : 49)

Penciptaan manusia dengan masing-masing proporsi secara adil adalah wujud kebesaran Allah. Untuk itu, sebagai makhluk-Nya, manusia harus senantiasa mengingat Allah dengan bertakwa dan berislam.

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasalam bersabda : “Allah mengutuk laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR.Ahmad)

 

(Konten ini disiarkan dalam Program Mozaik Islam, setiap Sabtu-Ahad pukul 17.00 WIB)

ARTIKEL TERBARU