Sedih Secukupnya, Bahagia Secukupnya, Syukur Sebanyak-Banyaknya

Jika sedang bersedih, bersedihlah dengan iman yang kuat kepada Allah, agar kesedihan yang kita dapati tidak menjadi kesedihan yang berlebihan, kesedihan yang masih bisa dikendalikan. Sebab kesedihan yang berlebihan akan membuat seseorang merasa stress bahkan frustasi. Berbahagialah seperlunya jangan terlalu berlebihan, sebab jika kau terlalu bahagia jatuhnya kau bukan berbahagia tapi bersenang-senang. Dan bersenang-senang itu cenderung pada sesuatu yang tidak baik, bisa membuatmu lupa diri. Namun jangan lupa untuk selalu bersyukur sebanyak-banyaknya, agar kau bisa merasakan nikmatnya hidup dengan banyak bersyukur.

Siang dan malam akan terus silih berganti, begitupun bahagia dan sedih. Jika kamu sekarang bahagia, ingat kamu akan menghadapi kesedihan setelahnya, jika kamu sedih sekarang, ingat kebahagiaan akan segera menghampirimu. Tidak ada satupun yang bisa menghindari roda kehidupan ini, tapi yang terpenting bagaimana kita menyikapinya ketika bahagia dan ketika sedih. Pikirkanlah bagaimana caranya ketika kita bahagia jangan sampai lupa daratan dan lupa langit dan pikirkanlah bagaimana caranya ketika sedih tapi hati tetap bahagia.

Saat kita bahagia, maka berbahagialah secukupnya, jangan berlebihan sampai mengambil ini itu, mau ini mau itu. Dan ketika sedih, sedihlah seperlunya, jangan berkepanjangan dan jangan pula diratapi. Pengen menangis, silahkan menangis, cukup beberapa saat saja menangisnya, setelah itu tersenyum kembali. Tanpa kita sadari, sebenarnya kebahagiaan itu sepenuhnya ada dalam kontroling diri kita sendiri. Kalau kita ingin tetap bahagia disaat sedih, maka ubahlah sudut pandangmu saat melihat permasalahan yang ada. Jangan menganggap bahwa musibah yang sedang Anda alami adalah suatu kesengsaraan seumur hidup.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَن تَرِثُوا۟ ٱلنِّسَآءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا۟ بِبَعْضِ مَآ ءَاتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّآ أَن يَأْتِينَ بِفَٰحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَيَجْعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Terjemah:”Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.“(QS : An-Nisa ayat 19)

ARTIKEL TERBARU

  • Cara Sederhana Menumbuhkan Rasa Empati Anak

    Sahabat MQ, menumbuhkan dan mengajarkan rasa empati pada anak sangatlah penting. Dengan adanya rasa empati, anak dapat membangun dan menjalin hubungan dengan orang-oramg di sekitar.…

    Read More
  • Mencontoh Rasulullah dalam Bercanda

    Sahabat MQ, bercanda memang diperlukan dalam hidup. Namun ternyata esensi dari bercanda itu tidak identik dengan lucu, tapi bercanda itu untuk bahagia. Maka, seperti apakah…

    Read More
  • “Prank” dalam Islam

    Sahabat MQ, dalam pergaulan sehari-hari, seringkali kita melakukan sesuatu untuk membuat orang tertawa atau agar membuat suasana lebih cair dengan cara menjaili teman kita atau…

    Read More