Perintah Salat Saat Isra Mi’raj Didapati Oleh Rasulullah SAW

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Terjemah: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat“. (QS. Al isra: 1)

Seluruh umat muslim tahu bahwa Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa sangat penting yang terjadi pada bulan Rajab. Peristiwa Isra Miraj sendiri merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW ketika mendapatkan perintah salat dari Allah SWT. Isra Miraj merupakan perjalanan agung Nabi Muhammad SAW menuju langit ke-7 untuk menerima perintah salat dari Allah SWT. Kisah tersebut terjadi pada suatu malam pada tanggal 27 Rajab.

Isra merupakan perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Yerussalem. Sedangkan Miraj merupakan kisah perjalanan Nabi dari bumi naik ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (akhir penggapaian) untuk menerima perintah Allah SWT menjalankan salat lima waktu dalam sehari semalam.

Salat lima waktu merupakan kewajiban bagi umat Islam yang sudah akil balig. Salat ini dikerjakan lima kali dalam sehari yakni zuhur empat rakat, ashar (empat), magrib (tiga), isya (empat) dan subuh (dua).

اَقِمِ الصَّلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْاٰنَ الْفَجْرِۗ اِنَّ قُرْاٰنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا

Terjemah:”Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) Subuh. Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)“. (QS. Al Isra: 78)

Perintah Mendirikan Salat

Hidup Sehat dengan Salat

Saat berada di langit ketujuh, Rasulullah bertemu dengan Nabi Ibrahim. Rasulullah kemudian melanjutkan perjalanan hingga ke langit tertinggi, Shidratul-Muntaha. Di tempat itu, Allah SWT memberikan perintah kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya untuk mendirikan shalat 50 kali dalam sehari.

Setelah mengunjungi langit tertinggi, Rasulullah kembali. Ketika sampai di tempat Nabi Musa, beliau ditanya, “Apa yang telah diwajibkan Rabbmu atas umatmu?” Rasulullah pun menjawab pertanyaan tersebut, lalu Musa meminta Rasulullah untuk menghadap Allah dan meminta keringanan. Rasulullah pun menuruti saran tersebut dan meminta keringanan. Permintaan Rasulullah didengar hingga kewajiban salat menjadi lima kali sehari.

Sumber: Radio 102,7 MQFM Bandung, Khazanah MQ, 16.00

ARTIKEL TERBARU