Mempersiapkan Hari Raya Idul Adha

Sahabat MQ, tinggal menghitung hari menuju Idul Adha, di mana kita berkurban dan meneladani kesalehan Nabi Ibrahim dan putranya. Banyak kebaikan dari keluarga Ibrahim yang patut kita teladani.

Sebelum mempersiapkan kurban, ada beberapa hal yang perlu kita pahami dan perhatikan (terutama yang berkaitan dengan masalah finansial.

  • Pahami Esensi Hari Raya Idul Adha

Hal ini supaya kita tidak terjebak eforianya saja dan melupakan esensinya. Kita bisa kembali berkaca pada kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan untuk menyembelih kurban. Tanpa kata tapi, Nabi Ismail pun justru mendorong ayahnya untuk menjalankan perintah Allah. Dan ketika akan disembelih, Nabi Ismail Allah gantikan dengan seekor kambing.

  • Hukumnya Sunnah Muakadah

Kurban secara syariat hukumnya sunnah muakad atau sunnah yang diutamakan. Maksudnya, diusahakan untuk melakukannya, tapi ada syarat kemampuan. Jika dari sisi keuangan cukup, maka keluarkan untuk berkurban.

Terkadang syarat kemampuan ini menjadi penghalang, misal kita belum memiliki dananya. Hal yang tak kalah penting adalah ikhtiar kita untuk memampukan diri kita untuk berkurban. Kalau saatnya berkurban, tabungan belum sampai, insya Allah niat dan pahala kita sudah sampai. Allah mengetahui hal ini.

  • Perhatikan Protokol Kesehatan

Di bulan juli ini, belum ada penurunan angka penderita COVID-19. Maka yang perlu diperhatikan, protokol kesehatan saat menyembelih kurban hingga distribusi daging kurbannya. Diharapkan proses penyembelihan kurban ini sesuai dengan prosedur atau tata laksana yang dianjurkan oleh Pemerintah.

  • Kebutuhan Meningkat

Saat ini, kita akan melaksanakan kurban di tahun kedua pandemi. Sementara itu, kebutuhan sehari-hari meningkat karena akan adanya kebijakan PPN untuk sembako. Meskipun ini belum diimplementasikan, tetapi kadang-kadang pasar itu sudah mendahului kebijakan dan masyarakat sudah pasang kuda-kuda, karena PPN 12% ini akan dibebankan kepada pembeli. Jadi, dari sisi pengeluaran rutin, kita bisa mengira-ngira ada kenaikan pengeluaran 12% tidak hanya di kebutuhan pokok, namun juga transportasi, komunikasi, dan lainnya yang akan terkena imbasnya. Oleh karena itu, pikirkan juga mengenai hal ini sebelum berkurban, karena kurban ini sunnah muakadah, lakukan sesuai kemampuan kita.

Sahabat MQ, sebagai seorang muslim, tentu kita ingin sekali berkurban. Maka, niatkan dari sekarang dan usahakan agar kita mampu untuk berkurban.

 

(Intisari dari siaran Inspirasi Pagi – Perencanaan Keuangan bersama Febiola Ariyanti. Perbincangan mengenai perencanaan keuangan ini hadir setiap Rabu pukul 07.30 – 08.30 di MQFM Bandung)

ARTIKEL TERBARU