Memelihara Hewan dalam Islam

Sahabat MQ, tidak sedikit umat Islam yang memelihara binatang, seperti kucing, kelinci, burung, dan lainnya. Memelihara hewan tujuannya berbeda dengan pemeliharaan hewan ternak, hewan pekerja, atau hewan yang dipelihara karena alasan-alasan ekonomi.

Dalam Alquran dan hadis, setiap muslim dianjurkan mencintai binatang. Sebab hal tersebut merupakan aspek kedudukan manusia sebagai khalifah di bumi.

Imam Nawawi menjelaskan, berbuat baik kepada setiap binatang atau makhluk hidup merupakan bentuk sedekah sebagaimana yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasalam.

“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman atau menabur benih tanaman, kemudian burung atau binatang ternak memakan tanaman, kecuali merupakan sedekah baginya.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Attirmidzi)

Anjuran Berbuat Baik kepada Binatang

Islam menganjurkan pemeluknya agar berbuat baik kepada binatang, karena dapat membukakan pintu ampunan dan ridha dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Dikisahkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda, seorang lelaki sedang berjalan di suatu jalan dan merasa sangat haus, lalu ia menemukan sebuah sumur dan turun kedalamnya, ia minum dan kemudian keluar, tiba-tiba ada seekor anjing yang menjulurkan lidahnya, dia makan tanah lembab karena hausnya.

Orang itu lalu berkata, “anjing ini telah mengalami kehausan seperti yang aku alami.”

Lalu ia kembali turun ke sumur kemudian mengisi sepatunya dengan air dan memeganginya dengan mulutnya lalu memberi minum anjing itu, maka Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya.”

Para sahabat kemudian bertanya, “wahai Rasulullah, apakah terhadap hewan-hewan ada pahala bagi kami?” Beliau shallallahu alaihi wasalam bersabda, “pada setiap makhluk hidup mendapat pahala.” (HR. Muslim)

Islam tidak semata-mata menganjurkan umatnya menyayangi binatang, tetapi juga memberi ancaman atau sanksi yang cukup tegas bagi yang menelantarkan binatang.

Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda, “seorang wanita diadzab karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati kelaparan, maka dia masuk neraka karenanya, ‘engkau tidak memberinya makan dan tidak pula engkau beri minum ketika engkau mengurungnya, dan tidak pula engkau membiarkannya agar dia makan binatang-binatang tanah.” (HR. Bukhari)

Artinya, Islam membolehkan memelihara hewan, bahkan dengan cara mengurung sekalipun, asalkan terjamin makan, minum, dan kesehatannya. Akan tetapi, jika sampai melalaikan kewajiban tersebut, Allah akan memberikan sanksi atas perbuatan tersebut.

Oleh karena itu, jika di rumah ada binatang peliharaan, hendaknya diperlakukan dengan baik dan tidak lupa untuk memberikan kasih sayang.

Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda, “Barangsiapa menyayangi meskipun terhadap hewan sembelihan, niscaya Allah akan merahmatinya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari) 

(Konten ini disiarkan dalam program Mozaik Islam, setiap Sabtu-Ahad pukul 17.00 WIB)

ARTIKEL TERBARU