Makna dalam Lafaz Azan

Lima kali dalam sehari, seorang muazin mengumandangkan azan. Susul menyusul, saut-menyaut bergantian dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Selesai di negeri yang satu, berpindah ke negeri yang lain, berputar terus selama matahari masih terbit dan terbenam. Di balik merdunya suara azan yang berkumandang. Ada keistimewaan tersendiri dari setiap lafaz azan.

Allahu Akbar

Sebuah kalimat yang mengandung arti seruan kepada umat muslim. Ketika ingin mencapai kemenangan dimulai dengan menyebut nama Allah yang Mahabesar. Memulai segala sesuatu dan meyakini bahwa Allah Mahabesar, maka akan berdampak pada rasa percaya diri dalam diri seorang hamba dan tidak akan takut terhadap apa pun di dunia kecuali takut kepada Allah subahanahu wa ta’ala. 

Asyhadu alla illaha illallah

Ungkapan yang memberikan panduan kepada seseorang yang hendak memulai sesuatu agar memurnikan niatnya karena Allah. Dan apa pun yang ia lakukan harus bertujuan ibadah. Karena, tidak ada satu pun pekerjaan yang dikerjakan manusia, kecuali bernilai ibadah.

Asyhadu anna muhammadar rasulullah

Panggilan ini berarti memberikan petunjuk kepada manusia untuk mencontoh sang teladan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasalam.

Hayya alash shalah

Artinya sebagai panggilan untuk segera melaksanakan salat. Dan memberikan arahan kepada setiap yang akan memulai sesuatu, hendaklah mengawalinya dengan ibadah salat.

Hayya ‘alal falah

Bermakna ajakan sebagai tujuan akhir dari usaha manusia, yaitu kesuksesan. Akan tetapi, kesuksesan ini baru akan diperoleh jika memulai dengan nama Allah, memurnikan niat untuk ibadah, mencontoh Rasulullah shallallahu alaihi wasalam, dan mengawalinya dengan ibadah salat.

Allahu akbar

Allah Mahabesar. Dengan ungkapan Allah Mahabesar setelah meraih kemenangan, akan menyadarkan manusia, bahwa kesuksesan dan keberhasilan yang diperolehnya adalah berkat bantuan dan pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala.

Laa ilaaha illallah

Tiada tuhan yang berkah disembah selain Allah, memiliki makna bahwa kesuksesan yang diraih seorang manusia harus benar-benar dipergunakan untuk tujuan ibadah kepada Allah. Sehingga, kesuksesan yang sudah diraih dapat memberikan manfaat untuk menjadi manusia yang berguna, bermanfaat, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah subahanahu wa ta’ala, caranya melalui ibadah dari segi kuantitas dan kualitas.

Allah berfirman dalam Alquran surat Al Anfal ayat 10, “Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah.”

Sahabat MQ, ketika azan berkumandang, maka kita harus mengakhiri segala aktivitas yang sedang kita kerjakan untuk meneruskan salat. Karena salat-lah prioritas kita dan segala aktivitas yang kita lakukan hanya selingan dalam menunggu waktu salat berikutnya.

 

(Konten ini disiarkan dalam Program Mozaik Islam, setiap Sabtu-Ahad pukul 18.00 WIB)

ARTIKEL TERBARU