KITAISTIMEWA, BERSAMA MENUJU KEBAIKAN

Allah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya, Maksudnya adalah Allah swt menciptakan manusia ini dengan sebegitu baiknya, hingga segala hal yang ada dalam tubuh manusia ini sempurna dan fungsional untuk melakukan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada makhluk lain yang diciptakan sesempurna penciptaaan manusia. Selain itu Allah menciptakan manusia juga dengan  diberikan akal pikiran, agar manusia dapat mencari cara termudah dalam memanfaatkan segala sesuatu disekitarnya. Namun pada  intinya, mengapa Allahh ciptakan manusia ini dengan sebaik-baik bentuk adalah agar manusia bersyukur atas nikmat ini dan agar manusia lebih mudah untuk beribadah kepada Nya. Sebagaiamana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam al quran surat at tin ayat 4,

لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Artinya : “sungguh kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.

Allah swt juga menciptakan manusia itu sebagai khalifah di bumi. Allah mempercayakan kepada manusia untuk menjadi khalifah (pemimpin) di bumi, meskupun sebelumnya para malaikat mempertanyakannya perihal kekhilafahan manusia di bumi, karena manusia itu sering membuat kehancuran, namun sungguh Allah maha tahu dan Allah punya rencana sendiri atas kehendaknya.  Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُواْ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاء وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

Artinya : “Dan ingatlah ketika tuhanmu berfirman, kepada para malaikat aku hendak menjadikan khalifah di bumi, mereka berkata apakah engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana?, sedangkan kami bertasbih memujimu dan menyucikan namamu, Dia berfirman, sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Quran surat al baqarah ayat 30)

Dalam kesempurnaan manusia yang telah Allah ciptakan, Allah pula menciptkan manusia itu berbeda-beda, yakni terdiri dari suku dan bangsa. Namun berbeda itu untuk saling mengenal, bukan untuk saling menghujjah, karena  Allah subahanahu wa ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya :  “wahai manusia, sungguh kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal, sungguh yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa, sungguh Allah maha mengetahui, maha teliti. (Quran surat al hujurat ayat 13)

Perbedaan pula merupakan bagian dari tanda kekuasaan Allah SWT.  Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦ خَلْقُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَٰنِكُمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّلْعَٰلِمِينَ

Artinya ; “Dan diantara tanda-tanda kebesarannya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu, dan warna kulitmu, sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang yang mengetahui. (Quran surat Ar rum ayat 22)

Dalam suatu kisah diceritakan, saat rasulullah masih hidup, perbedaan pendapat di hadapan umat dapat selesai di hadapan rasulullah. Namun setelah rasulullah wafat ajaran islam diteruskan oleh para shahabatnya, yang suatu ketika mengalami perbedaan pendapat, umar bin khatab mengusulkan kepada abu bakar radhiyallahu anhu untuk membukukan al quran karena banyaknya prajurit islam, penghapal al quran yang syahid di medan jihad, sehingga umar khawatir al quran akan hilang. Pada mulanya abu bakar tidak setuju dengan pendapat umar, karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah memerintahkannya dengan segala pertimbangan, terutama mengenai kemaslahatannya yang besar jika al quran dibukuka, akhirnya abu bakar setuju dengan usulan umar.

Sahabat mq,dengan kesempurnaan yang Allah berikan kepada kita selaku manusia, dan atas kepercayaan Allah kita dikasih amanah sebagai khalifah di muka bumi, maka hendaklah kita memaksimalkan potensi dan kesempatan yang Allah berikan kepada kita, maksimalkan untuk mencari ridha Allah swt dan senantiasa bersama menuju kebaikan.

 

 

ARTIKEL TERBARU