Khasiat Alam Melalui Buah Kersen

Buah Kersen merupakan buah yang memiliki nama lain buah talok dengan nama latin Muntingia calabura L. termasuk family dari tanaman Elaecarpaceae ialah sejenis buah berukuran kecil, rasanya manis, memiliki warna hijau saat muda dan berwarna merah cerah saat matang.Buah kersen ini terasa lengket di tangan ketika dipetik. Apabila dimakan buah ini berair dengan rasa yang sangat manis, memiliki aroma yang khas tetapi tidak tajam, bijinya sangat halus dan berwarna kekuningan. Buah kersen biasanya dimakan langsung dalam keadaan segar.

Sebagian orang mungkin sudah tidak asing lagi dengan buah kersen, masyarakat lain menyebut buah kersen dengan nama buah keres, seri, ceri-cerian dan masih banyak lagi sebutan untuk buah ini. Pohon buah kersen sendiri banyak
ditemukan dimana-mana dan dianggap sebagai tanaman liar. Kersen atau keres dengan nama ilmiah Muntinga Calabura, yang sering digunakan anak-anak untuk bermain atau dimakan ini kaya akan manfaat bagi
kesehatan.

Potensi gizi yang terkandung dalam buah karsen beberapa diantaranya  adalah kandungan vitamin C pada 100 gram buah kersen segar adalah 80.5 mg. Banyaknya komposisi senyawa yang terdapat dalam buah kersen, membuat buah kersen berkhasiat sebagai obat, antara lain: menurunkan panas, menghambat perkembangan sel kanker, dan mengobati asam urat. Vitamin C yang terdapat dalam buah kersen juga bermanfaat bagi kesehatan, antara lain: untuk menangkal sel-sel rusak akibat radikal bebas dan menghambat penuaan dini.

Mengonsumsi buah kersen secara rutin setiap hari ampuh mengurangi rasa sakit akibat asam urat, bahkan menormalkannya kembali

pengobatan penyakit asam urat bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan sendi serta menurunkan kadar asam urat dalam darah. Penggunaan obat sintesis dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan efek
samping yang tidak diinginkan, serta dilihat dari aspek ekonomi, obat sintesis memberatkan pasien dalam hal biaya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengembangan dari bahan alam yang lebih murah dan memiliki potensi lebih baik yaitu obat herbal, mengingat sumber daya alam di Indonesia beragam akan tanaman obat.

Salah satu obat dari bahan alam yang berpotensi untuk mengobati penyakit asam urat adalah buah kersen (Muntingia calabura L.). Buah kersen mengandung kadar purin rendah. Buah kersen juga memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga dapat melarutkan purin yang mengendap pada ginjal atau persendian. Kandungan kimia dari buah kersen yang berperan penting untuk mengobati penyakit asam urat adalah flavonoid dan vitamin C. Senyawa flavonoid dalam buah kersen berkhasiat untuk mengurangi peradangan pada sendi, sedangkan vitamin C dapat membantu meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urine dengan proses diuresis.

Selain buah, rebusan daun kersen bersifat antiseptik yang mampu membunuh mikroba yang berbahaya bagi tubuh

Sifat antiseptik dalam daun kersen berasal dari senyawa yang terkandung seperti tanin, flavonoid dan saponin. Sehingga mampu menekan pertumbuhan bakteri berbahaya seperti C. diphtheriae, S. aureus, P. vulgaris, S. epidermidis, dan K. Rhizophil. Cukup dengan makan buah atau minum air rebusannya untuk mendapatkan khasiat ini.

Perpaduan buah dan daun kersen ternyata punya sifat anti tumor yang bisa menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh

Kandungan antioksidan dalam buah kersen berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh, sehingga dapat melawan radikal bebas penyebab kanker dan tumor. Antioksidan ini berasal dari vitamin A, C, dan betakaroten di dalamnya. Sedang kandungan flavonoid yang dimiliki oleh daun kersen diketahui dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Sehingga mengonsumsinya secara teratur sangat efektif dalam menghambat pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh.

Sahabat MQ, itulah beberapa manfaat utama dari buah  kersen yang belum banyak orang mengetahuinya. Pelajari khasiat alam agar dapat kita manfaatkan dengan baik. Memperhatikan khasiat alam sama dengan memperhatikan kesehatan kita, sebab apa yang telah Allah ciptakan pasti mengandung makna dan manfaat di dalamnya.

ARTIKEL TERBARU