Ketika Rasulullah Dihina

Sahabat MQ, ada pihak yang terang-terangan membenci Rasulullah shalallahu alaihi wasalam. Mereka menunjukkan permusuhan dengan nyata.

Orang – orang yang membenci Rasulullah dan dakwahnya ini sudah ada sejak zaman nabi dulu. Di awal Rasulullah memperkenalkan Islam, Rasul dicaci maki, dilempar kotoran ketika sedang salat, bahkan ketika beliau berdakwah ke Thaif untuk meminta perlindungan, beliau disambut dengan lemparan batu. Hingga kini, tak berhenti mereka yang menyatakan permusuhan kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasalam.

Sikap Muslim ketika Rasulullah Dihina

Sahabat MQ, para ulama menjelaskan, kita sebagai umat islam memiliki peran yang berbeda-beda dalam menyikapi penghinaan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Peran dari orang yang berada di pemerintahan, yang menjadi ulama, atau yang menjadi rakyat biasa. Membela Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam itu bertingkat-tingkat sesuai dengan kemampuannya.

Ketika Nabi shalallahu ‘alahi wa sallam dihina dan dicaci, maka wajib bagi seluruh kaum muslimin untuk membela Rasulullah, menunjukkan ekspresi marah dan tidak rida karena agama. Namun, kita juga perlu tetap bersikap tenang dan mengambil peran sesuai dengan wewenang kita yang diatur oleh syariat.

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan ihwal penghinaan Nabi shalallahu alaihi wasalam.

  1. Ketika ada yang menghina nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tentu kita sebagai muslim wajib menunjukkan sikap tidak rida dan marah karena agama. Akan tetapi, tentu kita perlu tetap bersikap tenang dan bertindak sesuai dengan wewenang kita yang telah diatur dalam syariat.
  2. Orang yang berhak menghukum penghina Nabi shalallahu’ alaihi wa sallam adalah pemerintah. Jika dia ada di negara muslim, maka pemerintah yang memiliki wewenang menjatuhkan hukuman mati. Jika dia di negara yang tidak menerapkan syariat Islam, maka boleh dibunuh atas izin pemimpin muslim atau melalui jalan jihad yang syar’i.
  3. Setiap kita memiliki wewenang masing-masing dan hendaknya tidak melampui wewenang tersebut. Mengingkari kemungkaran memiliki tingkatan, tidak semua harus dengan tangan atau pedang. Mengingkari sesuatu dapat dilakukan terkadang dengan lisan saja/ dan bahkan terkadang mengingkari dengan hati diiringi dengan kesabaran//

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda/ “Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya. Jika tidak bisa, maka dengan lisannya. Jika tidak bisa juga, maka dengan hatinya. Itulah selemah-lemahnya iman.”

Sahabat MQ, hal yang harus kita perhatikan saat ada yang menghina Nabi shalallahu alaihi wasalam adalah jika kita mengingkari kemungkaran dengan cara yang tidak hikmah, akan menghasilkan bahaya yang lebih besar.

Misalnya, peristiwa penyerangan terhadap kantor media charlie hebdo, karena mereka melakukan penghinaan terhadap Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, ada beberapa dampak yang terjadi, seperti: timbul serangan balasan kepada kaum muslimin berupa penembakan, pemboman, pembakaran, maupun kekerasan fisik lainnya.

Ya, kita kesal dan marah dengan mereka yang menghina Rasulullah shalallahu alaihi wasalam, akan tetapi sikap kita pun menentukan segalanya. Maka berhati-hati dalam bersikap dan berkata.

Ingatlah kisah ketika seorang kakek yahudi tua yang gemar menghina Nabi shalallahu alaihi wasalam di pasar setiap hari. Namun Rasulullah terus menyuapi makan kakek tersebut setiap harinya.

Hingga suatu hari, sang kakek merasa heran, karena yang memberikan ia makan hari ini berbeda dengan biasanya. kakek itu bertanya, “kemana yang biasa menyuapiku?’’

Saat itu, kakek baru tahu bahwa yang menyuapinya makanan setiap hari adalah Rasulullah shalallahu alaihi wasalam, padahal ketika Rasulullah ada di situ, kakek tersbut tak pernah berhenti menghina beliau. Ia kaget dan saat itu pula sang kakek masuk islam.

Sahabat MQ, kita marah Rasulullah dihina. Namun melalui sikap kita yang baik, semoga menjadi pembuka jalan pintu hidayah bagi mereka yang saat ini jauh dengan islam. Karena telah terbukti, islam dihina, Rasulullah dicaci maki, Islam difitnah sebagai teroris, justru semakin berbondong-bondong orang memeluk islam, merasakan indahnya agama Allah subhanahu wa ta’ala.

 

ARTIKEL TERBARU