Ketauladanan Siti Hajar

Sahabat MQ, di bulan Dzulhijjah ini ingatan kita tertuju pada hari raya Islam. Tinggal menghitung hari umat Islam akan merayakan Idul Adha. Salah satu amalan sunnah yang banyak di kerjakan yaitu berqurban.

Dengan menggali sirahnya lebih dalam, ternyata terdapat pengorbanan besar dari seorang wanita yang sampai saat ini masih dikenang dan ditauladani oleh umat Islam amalan-amalan shalehnya.

Wanita tersebut ialah Siti Hajar, wanita yang cantik, mulia, sabar dan juga tegar. Siti Hajar merupakan istri kedua dari Nabi Ibrahim AS. Kemudian dikaruniai anak yang bernama Nabi Ismail As yang kehadirannya dinanti-nantikan oleh Nabi Ibrahim AS selama menikah dengan istri pertamanya, Siti sarah.

Siti Sarah yang awalnya menyarankan Nabi Ibrahim AS menikah lagi agar memiliki keturunan. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, Siti Sarah cemburu kepada Siti Hajar yangmenjadi istri kedua Nabi Ibrahim AS.

Atas kecemburuan Siti Sarah, Nabi Ibrahim AS akhirnya memutuskan untuk membawa Siti Hajar ke tempat yang jauh menuju Baitul Haram. Siti Hajar Bersama putranya Nabi Islmail AS dibawa menuju ke suatu lembah yang tiada rumput maupun tumbuhan sekali pun yang hidup disana, juga tidak ada air dan tanda-tanda kehidupan.

Dalam kondisi sendirian tanpa ditemani sang suami Siti Hajar terus-menerus menyusui Nabi Ismail As, tak terasa perbekalan air dan kurma hampir habis. Akhirnya, Siti Hajar berhenti sejenak untuk menyusui hingga air susunya kering.

Tak ingin anaknya kehausan, Siti Hajar berlari-lari kecil ke bukit Safa kemudian ke bukit Marwah untuk mencari pertolongan. Akan tetapi tidak ada seorang pun yang ia temui di lembah yang tandus tersebut. Satu-satunya pertolongan yang dilakukan Siti Hajar yaitu hanya kepada Allah SWT.

Tidak lama Siti Hajar mendengar suara yang muncul dari sebuah mata air. Ia pun mendekatinya dan membuat gundukan di sekitar air tersebut agar tidak mengalir kemana-mana. Air tersebut diberikan kepada anaknya yang sudah kehausan. Dengan kesabaran dan keimanannya, Siti Hajar dan Nabi Ismail AS berhasil melewati ujian tersebut. Hingga akhirnya mata air yang diberikan Allah SWT kepada Siti Hajar kita kenal dengan nama air Zamzam.

ARTIKEL TERBARU

  • Cara Sederhana Menumbuhkan Rasa Empati Anak

    Sahabat MQ, menumbuhkan dan mengajarkan rasa empati pada anak sangatlah penting. Dengan adanya rasa empati, anak dapat membangun dan menjalin hubungan dengan orang-oramg di sekitar.…

    Read More
  • Mencontoh Rasulullah dalam Bercanda

    Sahabat MQ, bercanda memang diperlukan dalam hidup. Namun ternyata esensi dari bercanda itu tidak identik dengan lucu, tapi bercanda itu untuk bahagia. Maka, seperti apakah…

    Read More
  • “Prank” dalam Islam

    Sahabat MQ, dalam pergaulan sehari-hari, seringkali kita melakukan sesuatu untuk membuat orang tertawa atau agar membuat suasana lebih cair dengan cara menjaili teman kita atau…

    Read More