Jagalah Kebersihan Lingkungan: Bagaimana Bisa Kita Membersihkan Hati Jika yang Terlihat Saja Tidak Mau Kita Bersihkan

Dalam kehidupan makhluk bernyawa kebersihan merupakan salah satu pokok dalam memelihara kelangsungan eksistensinya, sehingga tidak ada satupun makhluk kecuali berusaha untuk membersihkan dirinya, walaupun makhluk tersebut dinilai kotor. Pembersihan diri tersebut, secara fisik misalnya, ada yang menggunakan air, tanah, air dan tanah. Bagi manusia membersihkan diri tersebut dengan tanah dan air tidak cukup, tetapi ditambah dengan
menggunakan dedaunan pewangi, malahan pada zaman modern sekarang menggunakan sabun mandi, bahkan untuk pembersih wajah ada sabun khusus dan lain sebagainya. Pada manusia konsep kebersihan, bukan hanya secara fisik, tetapi juga psikhis, sehingga dikenal istilah kebersihan jiwa, kebersihan hati, kebersihan spiritual dan lain sebagaianya. Tidak sampai pada itu saja, tetapi juga aspek kebersihan rumah yang tak kalah penting, logikanya bagaimana bisa kita membersihkan hati yang tak terlihat jika yang terlihat dengan mata kita saja, kita enggan untuk membersihkannya. Kebersihan lingkungan rumah mempunyai arti sebuah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di antaranya, debu, sampah, dan bau.

Implementasi Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah ini memiliki konsep tentunya terhadap kebersihan sebagain dari iman dalam pengaktualisasian dengan solusi metode yang Islami. Agama dan ajaran Islam menaruh perhatian amat tinggi pada kebersihan, baik lahiriah (fisik) maupun batiniyah (psikis). Kebersihan lahiriyah itu tidak dapat dipisahkan dengan kebersihan batiniyah. Oleh karena itu, ketika seorang Muslim melaksanakan ibadah tertentu harus membersihkan terlebih dahulu aspek lahiriyahnya. Ajaran Islam yang memiliki aspek akidah, ibadah, muamalah, dan akhlak ada kaitan dengan seluruh kebersihan ini. Hal ini terdapat dalam tata cara ibadah secara keseluruhan. Orang yang mau shalat misalnya, diwajibkan bersih fisik dan psikhisnya. Secara fisik badan, pakaian, dan tempat shalat harus bersih, bahkan suci. Secara psikhis atau akidah harus suci juga dari perbuatan syirik.

Allah SWT mengingatkan manusia untuk menjaga kebersihan karena bersih itu sangat penting bagi manusia. Hidup bersih menurut Islam mencakup jasmaniah dan rohania, fisik dan mental yang sehat, keimanan dan ketaqwaan yang mantab, prilaku yang terpuji serta lingkungan yang nyaman dan menyenangkan.

Rasulullah SAW melalui berbagai haditsnya mengajarkan agar umat Islam menjadi pelopor dalam hal menjaga kebersihan. Baik kebersihan badan, pakaian, maupun lingkungan. Berikut ini merupakan kandungan hadis-hadis Rasulullah SAW tersebut :

Diriwayatkan dari Abi Malik al-Asy’ari dia berkata, Rasulullah SAW bersabda kebersihan adalah sebagian dari iman dan bacaan hamdalah dapat memenuhi mizan (timbangan), dan bacaan subhanallahi walhamdulillah memenuhi kolong langit, bumi, dan shalat adalah cahaya dan shadaqah adalah pelita, dan sabar adalah sinar, dan Al Quran adalah pedoman bagimu.” (HR. Muslim)

Berdasarkan hadits di atas dapat dipahami bahwa kebersihan, kesucian, dan keindahan merupakan sesuatu yang disukai oleh Allah SWT. Jika kita melakukan sesuatu yang disukai oleh Allah SWT, tentu mendapatkan nilai dihadapan-Nya, yakni berpahala. Dengan kata lain, kotor, jorok, sampah berserakan, lingkungan yang semrawut dan tidak indah itu tidak disukai oleh Allah SWT.

ARTIKEL TERBARU

  • Cara Sederhana Menumbuhkan Rasa Empati Anak

    Sahabat MQ, menumbuhkan dan mengajarkan rasa empati pada anak sangatlah penting. Dengan adanya rasa empati, anak dapat membangun dan menjalin hubungan dengan orang-oramg di sekitar.…

    Read More
  • Mencontoh Rasulullah dalam Bercanda

    Sahabat MQ, bercanda memang diperlukan dalam hidup. Namun ternyata esensi dari bercanda itu tidak identik dengan lucu, tapi bercanda itu untuk bahagia. Maka, seperti apakah…

    Read More
  • “Prank” dalam Islam

    Sahabat MQ, dalam pergaulan sehari-hari, seringkali kita melakukan sesuatu untuk membuat orang tertawa atau agar membuat suasana lebih cair dengan cara menjaili teman kita atau…

    Read More