IKHLAS

Ikhlas merupakan ilmu tingkat tinggi, yaitu gampang diucapkan tapi sulit dikerjakan. Tak jarang kebanyakan orang mengalami kesulitan dalam bertindak ikhlas, karena ikhlas adalah memurnikan tujuan semata karena Allah swt, dan membersihkan hati dari rasa ingin diberi pamrih oleh mahluk. Sulitnya mewujudkan ikhlas karena hati manusia selalu berbolak-balik, terlebih terdorong oleh perasaan hawa nafsu dan gangguan syetan yang selalu ingin menyesatkan manusia.

Pengertian Ikhlas

Ikhas adalah melakukan segala sesuatu yang baik semata-mata hanya mengharap kepada Allah Swt saja tidak mengharap kepada pujian dari mahluk. Oleh karenanya orang yang ikhlas hanya kepada Allah Swt yang dituju sehingga jika mendapat pujian dari seseorang atau tidak, tidak menjadikannya sombong atau lupa diri dan tidak pula kecewa karena yang dituju hanya Allah semata, tidak ada harapan dari pujian mahluk atau berharap kepada mahluk. Hatinya orang yang ikhlas pasti dijamin tenang tidak mudah terpengaruh oleh pujian atau celaan dari siapa saja baik dari kawan maupun lawan.

Sesungguhnya tujuan utama agama Islam adalah agar manusia beribadah kepada Allah Ta’ala dengan Ikhlas. Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

Dan mereka tidaklah diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya (Qs. Al Bayyinah: 5).

Ikhlas merupakan bagian kunci dari diterimanya amal ibadah

Diantara syarat diterimanya ibadah yaitu Ikhlas dan sesuai dengan tuntunan rasul. Menjaga keihlasan dalam ibadah tidaklah mudah, dan disanalah tantangan kita beribadah kepada Allah swt,  tak sedikit orang yang terjerumus dalam hal keikhlasan, karena tantangan ikhlas itu muncul tidak hanya pas pelaksanaan amal dilakukan, melainkan tantangan atau godaan keikhlasan muncul bisa sebelum, pas pelaksanaan, setelah, atau bahkan dalam waktu yang lama setelah amal itu dilaksanakan.

Sebagai contoh tantangan ikhlas sebelum melaksanakan amal, yaitu ketika kita akan melaksanakan suatu amal baik, kemudian terbesit dalam hati kita bahwa “jika saya melakukan itu maka saya akan dapat pujian yang baik dari calon mertua atau dari dosen atau dari atasan saya misalnya. Maka amalan ibadah itu meskipun luar biasa, tapi tak berniali disisi Allah, karena amalnya tersebut ada harapan mendapatkan pujian dari seseorang.

Contoh tantangan ikhlas ketika melaksanakan amal, yaitu ketika seseorang sedang melaksanakan amal baik, misal sedang kajian, atau sedang melaksanakan acara bakti sosial, kemudian orang tersebut memotret kegiatan tersebut terus mempostingnya di media sosial, dan terbesit dalam hatinya rasa bangga terhadap diri serta ada persaan ingin menunjukan bahwa dirinya sedang beramal kebaikan. Itu juga merupakan tindakan amal baik yang tidak ikhlas.

Atau bahkan ujian keikhlasan muncul setelah amal kebaikan itu telah dilaksanakan, seperti misalnya, kita berbuat baik kepada seseorang, dan setelah itu orang yang kita perlakukan baik kepada kita malah berkhianat kepada kita, kemudian kita mengumbarkannya kepada orang-orang atas rasa kekecewaannya kepada orang tersebut dengan berdalih kalau selama ini kebaikannya tidak dihargai oleh orang tersebut dan malah dikhianati. Maka yang demikian termasuk pula hilang keikhlasannya atas tindakannya mengungkit-ngungkit kembali kebaikanya yang telah ia lakukan, yang mungkin saja sebelumnya dirinya sudah berusaha untuk ikhlas, namun setelah kejaian tersebut, meskipun ada indikasi seperti itu tetap saja karena masih ada harapan kepada mahluk, buktinya masih ada perasaan kecewa atas balasan dari mahluk. Mestinya apapun balasannya terhadap kita, ketika kita sudah berbuat baik pada seseorang maka orang yang ikhlas tidak akan mempersoalkannya, karena yang diharapkan orang ikhlas adalah balasan dar Allah swt, bukan dari mahluk.

Ikhlasan  itu adalah pekerjaan  hati

Ikhlasan  itu adalah pekerjaan  hati dan di dukung dari niat yang lurus karena Allah semata. Maka orang yang ikhlas itu tidak mudah terbawa suasana, melakukan atau tidaknya melakukan sesuatu semata-mata karena mengejar ridho-Nya, bukan karena dorongan mahluk. Ikhlas merupan rahasia Allah dan hambanya, dan hanya diketahui oleh malaikat untuk mencatatnya.

ARTIKEL TERBARU