Ghibah di Zaman Rasulullah

Sahabat MQ, Islam melarang keras perbuatan ghibah. Mayoritas ulama menghukumi ghibah sebagai dosa besar. Dalil lain yang menjelaskan beratnya dosa ghibah yaitu firman Allah,

Dan janganlah kalian saling mencela, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman.” (Qs. Al Hujurat : 11)

Perkara ghibah ini pun terjadi di zaman Nabi shallallahu alaihi wasalam. Suatu ketika Zaid bin Tsabit, seorang sahabat anshar yang masih muda, tetapi mempunyai kedekatan dengan Nabi shallallahu alaihi wasalam dan memiliki kelebihan di bidang ilmu Alquran, sedang berada di antara sahabat ahlush shuffah.

Ia menceritakan beberapa riwayat atau hadits yang pernah didengarnya langsung dari Rasulullah shallallahu alaihi wasalam. Walau kelihatannya mereka tampak senang mendengarkan, tetapi ada beberapa orang sahabat yang tampak kurang berkenan.

Tiba-tiba datang seorang utusan yang datang kepada Nabi shallallahu alaihi wasalam dengan membawa daging yang cukup banyak. Salah seorang dari mereka berkata, “Wahai Zaid, masuklah ke rumah Rasulullah dan katakan bahwa kami sudah cukup lama tidak makan daging, mungkin beliau akan memberikan sebagian daging itu untuk kami!!”

Ketika Zaid bangkit menuju rumah Nabi shallallahu alaihi wasalam, sebagian dari mereka berkata, “Lihatlah zaid ini, bukankah kita semua bertemu dengan Rasulullah sebagaimana dia bertemu dengan beliau (maksudnya, tidak ada kelebihan zaid terhadap mereka), mengapa ia duduk di sini mengajarkan hadits kepada kita??”

Setelah diizinkan, Zaid masuk ke rumah Nabi shallallahu alaihi wasalam dan menyampaikan permintaan atau pesan para sahabat ahlush shuffah itu. Tetapi Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda : “Katakan kepada mereka bahwa saat ini mereka sedang makan daging!!”

Zaid bin Tsabit tampak terheran-heran dengan perkataan Nabi shallallahu alaihi wasalam. Ia melihat sendiri bahwa mereka tidak makan apapun, bahkan tampaknya mereka sedang lapar. Tanpa membantah dan menjelaskan apa yang dilihatnya, Zaid kembali ke ahlush shuffah dan menyampaikan pesan Nabi shallallahu alaihi wasalam. Mereka pun berkata, “Demi Allah, sudah sekian lama kami tidak memakan daging!!”

Zaid kembali kepada Nabi shallallahu alaihi wasalam, menyampaikan perkataan sahabat ahlush shuffah itu, tetapi dengan tegas Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda, “Saat ini mereka sedang makan daging!!”

Zaid menemui para sahabat itu dan menyampaikan pesan Nabi. Mereka bangkit, datang berombongan menuju rumah Nabi shallallahu alaihi wasalam. Setelah mereka berkumpul, Nabi shallallahu alaihi wasalam keluar rumah dan berkata, “Kalian semua baru saja makan daging saudaramu ini (sambil menunjuk zaid). Dan bekas daging itu masih tersisa di gigi-gigimu itu. Meludahlah sekarang supaya kalian dapat melihat merahnya daging itu!!”

Benar saja, begitu mereka meludah, tampaklah warna merah darah di antara ludahnya. Mereka langsung bertaubat kemudian meminta maaf dan meminta kehalalan dari Zaid bin Tsabit. Setelah tahu duduk persoalannya, dengan senang hati zaid memaafkan mereka.

Dalam riwayat yang lain, Nabi shallallahu alaihi wasalam sedang berjalan-jalan bersama dengan beberapa orang sahabat. Tiba-tiba tercium bau busuk seperti bau bangkai terbawa angin. Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda, “sesungguhnya ada orang munafik yang menggunjing orang-orang muslim, karena itulah bertiup angin yang berbau busuk ini!!”

ARTIKEL TERBARU