Etika Komunikasi dalam Al-Qur’an

Konsep tentang komunikasi tidak hanya berkaitan dengan masalah cara berbicara efektif saja melainkan juga etika bicara. Semenjak memasuki era reformasi, masyarakat Indonesia berada dalam suasana euforia, bebas bicara tentang apa saja, terhadap siapapun, dengan cara bagaimanapun. Al-Qur’an menyebut komunikasi sebagai salah satu fitrah manusia. Untuk mengetahui bagaimana manusia seharusya berkomunikasi. Al-Qur’an memberikan kata kunci (keyconcept) yang berhubungan dengan hal itu. Al-Syaukani, misalnya mengartikan kata kunci al-bayan sebagai kemampuan berkomunikasi. Selain itu, kata kunci yang dipergunakan Al-Qur’an untuk komunikasi ialah al-qaul.

Al-Qur’an menyebut komunikasi sebagai salah satu fitrah manusia. Untuk mengetahui bagaimana manusia seharusya berkomunikasi. Al-Qur’an memberikan kata kunci (keyconcept) yag berhubungan dengan hal itu. Al-Syaukani, misalnya mengartikan kata kunci al-bayan sebagai kemampuan berkomunikasi. Selain itu, kata kunci yang dipergunakan AlQur’an untuk komunikasi ialah al-qaul. Dari al-qaul ini, Jalaluddin Rakhmat menguraikan prinsip, qaulan sadidan yakni kemampuan berkata benar atau berkomunikasi dengan baik.

Dengan komunikasi, manusia mengekspresikan dirinya, membentuk jaringan interaksi sosial, dan mengembangkan kepribadiannya. Para pakar komunikasi sepakat dengan para psikolog bahwa kegagalan komunikasi berakibat fatal baik secara individual maupun sosial. Secara individual, kegagalan komunikasi menimbulkan frustasi; demoralisasi, alienasi, dan penyakit-penyakit jiwa lainnya. Secara sosial, kegagalan komunikasi menghambat saling pengertian, menghambat kerja sama, menghambat toleransi, dan merintangi pelaksanaan norma-norma sosial Al-Qur’an menyebut komunikasi sebagai salah satu fitrah manusia. Dalam QS. Al-Rahman (55) / 1 – 4:

Terjemahnya :”(tuhan) yang Maha pemurah, ,Yang telah mengajarkan Al-Qur’an. Dia menciptakan manusia. Mengajarnya pandai berbicara.”

Al-Qur’an menyatakan bahwa berbicara yang benar, menyampaikan pesan yang benarbenar adalah prasyarat untuk kebesaran, kebaikan, kemaslahatan dan amal. Apabila ingin sukses dalam karir, ingin memperbaiki masyarakat, maka kita harus menyebarkan pesan yang benar. Dengan perkataan lain, masyarakat menjadi rusak apabila isi pesan komunikasi tidak benar, apabila isi pesan komunikasi tidak benar, apabila orang menyembunyikan kebenaran karena takut menghadapai establishmen atau rezim yang menegakkan sistemnya di atas penipuan atau penutupan kebenaran menurut Al-Qur’an tidak akan bertahan lama.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Terjemah:”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar“(QS. Al-Ahzab:70)

ARTIKEL TERBARU

  • Cara Sederhana Menumbuhkan Rasa Empati Anak

    Sahabat MQ, menumbuhkan dan mengajarkan rasa empati pada anak sangatlah penting. Dengan adanya rasa empati, anak dapat membangun dan menjalin hubungan dengan orang-oramg di sekitar.…

    Read More
  • Mencontoh Rasulullah dalam Bercanda

    Sahabat MQ, bercanda memang diperlukan dalam hidup. Namun ternyata esensi dari bercanda itu tidak identik dengan lucu, tapi bercanda itu untuk bahagia. Maka, seperti apakah…

    Read More
  • “Prank” dalam Islam

    Sahabat MQ, dalam pergaulan sehari-hari, seringkali kita melakukan sesuatu untuk membuat orang tertawa atau agar membuat suasana lebih cair dengan cara menjaili teman kita atau…

    Read More