Category: MQ SIANG

Meneladani Al-Malik

Sahabat mq, cara meneladani Al-Malik yang bisa kita lakukan adalah dengan menjadikan Allah Al-Malik, Dzat yang menguasai hari pembalasan, sebagai orientasi tertinggi dalam hidup. Kemudian berusahalah untuk hanya memberikan kesetiaan kepada Allah ta’ala, kepada Rasul Allah dan orang orang yang mengagumkan nama Allah. Selanjutnya, berpasrah diri terhadap ketetapa Allah ta’ala,

Mengaplikasikan Sifat Al-Malik dalam Diri

Sahabat MQ, bagaimana cara meneladani Al-Malik? Pertama, tanamkan keyakinan di dalam diri bahwa tidak ada yang layak dijadikan harapan dan sumber kekuatan selain Allah Al-Malik. Kedua, berusaha menjalankan perintah dan larangan Allah ta’ala sepenuh kemampuan dan sepenuh keikhlasan. Ketiga, berusaha menjadi raja diri dengan menguasai diri dan hawa nafsu. Keempat,

Tujuan Tertinggi Manusia

Sahabat MQ, tujuan hidup tertinggi manusia adalah harta kekayaan. Hal yang dapat menyita rasa cinta kita dan memalingkan kita dari perjalanan menuju Allah ta’ala adalah harta kekayaan. Apabila kita sedang dianugerahi harta kekayaan yang berlebih, kita layak berhati-hati menggunakannya. Sikapilah dengan wajar. Selanjutnya, bisnis atau perniagaan. Karena sesungguhnya bisnis adalah

Tantangan Mendekat Kepada Allah

Sahabat MQ, perjalanan menuju Allah Al-Malik, bukanlah perkerjaan yang mudah. Kita harus siap dengan beragam godaan yang akan melalaikan dan menyesatkan kita dari tempat tujuan. Pertama, orang tua. Ketika seseorang lebih cinta kepada orangtua karena menganggap orangtua adalah pemberi segala kebutuhannya. Kedua, anak keturunan. Jadikanlah kehadiran anak sebagai penyemangat untuk

Allah, Al-Malik

Sahabat MQ, tahukah Anda berapa kali kata Al-malik terulang dalam Alquran? Kata Al-malik terulang sebanyak lima kali dalam Al-quran. Al-malik mengandung arti penguasaan terhadap sesuatu disebabkan oleh kekuatan pengendalian dan keshahihannya. Al-malik biasa di terjemahkan juga dengan raja, karena Allah ta’ala yang menguasai dan menangani perintah dan larangan, anugerah dan

Kuasa Allah Didasari dengan Kasih Sayang

Sahabat MQ, tahukah anda setiap pemilik rahmat belum tentu memiliki kekuasaan? Seorang ibu yang menyayangi anaknya, memiliki rahmat atas anaknya, tapi tidak memiliki kekuatan atas anaknya, tidak bisa menentukan nasibnya dan mengawasi segala gerak-geriknya. Tentunya berbeda dengan Al-malik. Allah  berkuasa atas hambaNya. Kekuasaan Allah atas makhlukNya didasari oleh makhluk Allah.

Dzat yang Mahamenguasai Segala Sesuatu

Sahabat MQ, Ali bin Abi Thalib mengungkapkan salah satu sifat Allah subhanahu wa ta’ala. Yaitu, Allah ta’ala tidak memerlukan keta’atan dan tidak pula cemas dengan ketidakta’atan manusia. Ketidakbutuhan dan ketidakbergantungan Allah ta’ala kepada apa pun dan kepada siapa pun menunjukan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala yang menguasai segala sesuatu. Oleh

Kekuasaan Allah

Sahabat MQ, tidak ada sesuatu pun yang terjadi di dunia ini selain atas izin Allah subhanahu wa ta’ala. Allah berfirman dalam surat Ali-imran ayat 26 : “Katakanlah wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau

Meneladani Ar-Rahman dan Ar-Rahim

Sahabat MQ, bagaimana cara untuk meneladani Ar-rahman dan ar-rahim? Pertama, mohonlah selalu limpahan rahmat dan kasih sayangNya dalam setiap doa dan munajat yang kita lakukan. Kedua, renungkanlah betapa luasnya rahmat dan kasih sayang Allah azza wa jalla dan kehadirannya di dalam semesta. Ketiga, pergaulilah manusia, hewan, tumbuhan, dan semua yang

Dzat yang Mahapengasih dan Mahapenyayang

Sahabat MQ, tidaklah kasih sayang melekat pada diri seseorang, kecuali akan memperindah orang tersebut. Begitupun sebaliknya, jika kita menebar kebencian, maka hal itulah yang akan kita dapatkan. Sudah sepantasnya kita merindukan kasih sayang, perhatian, dan perlindungan Allah ta’ala. Untuk kemudian meneladaninya dengan menjadikan diri kita sebagai penebar kasih sayang kepada