Category: KHAZANAH MQ

Kandungan Surah Al-Fatihah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ – ١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ – ٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ – ٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ – ٤ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ – ٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ – ٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ – ٧ Terjemahan: “Dengan nama Allah

Makna Ghuluw (Melampaui Batas, Berlebih-lebihan) dalam Islam

Islam merupakan agama peradaban. Islam bukan agama kekerasan atau agama fasis, sebagaimana dituduhkan sebagian kalangab Barat. Sebaliknya, Islam menolak kedzaliman dan teror. Kita, umat Islam, diperintakan untuk menghormati sesama manusia meski berbeda agama dan warna kulit. Seorang muslim ini laksana lebah. Ia mengonsumsi makanan yang baik, dan memproduksi sesuatu yang

Keutamaan Membaca Al-Qur’an: Perintah Menjaga Hafalan dan Peringatan Melalaikannya

Membaca merupakan suatu aktivitas untuk menambah ilmu pengetahuan dan juga wawasan berpikir. Kebiasaan membaca merupakan hal positif bagi sebuah keluarga yang ingin mendambakan tumbuhnya kecerdasan intelektual. Kebiasaan membaca hendaknya diterapkan pada anak sejak usia dini. Ayat Al-Quran yang pertama kali turun kepada Nabi Muhammad adalah Iqro’ artinya, bacalah. Perintah membaca

Berikut Macam-Macam Syirik

Kata syirik berasal dari “syaraka” yang bermakna bersekutu dua orang misalnya seseorang berkata asyraka billah artinya bahwa dia sederajat dengan allah SWT. Syirik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti menyekutukan Allah SWT dengan yang lain. Misalnya pengakuan kemampuan ilmu dari pada kemampuan dan kekuatan Allah SWT, peribadatan selain kepada Allah

Hukum Potong Tangan dalam QS. Al-Ma’idah Ayat 38

Al-Quran adalah kalamullah yang diturunkan kepada Rasul-Nya yang terakhir Muhammad Saw untuk menjadi al-Hudan dan al-Furqan bagi umat manusia dalam kehidupannya di bumi Allah ini. Oleh karena itu Allah menetapkan bermacam ketentuan- ketentuan yang harus dilaksanakan oleh manusia jika mereka ingin hidup dengan sejahtera baik di dunia ataupun di akhirat

Jangan Merasa Paling Baik dengan Merendahkan Orang Lain

Dalam menjalani kehidupan ini, setiap manusia pasti akan berjumpa dengan lika-liku yang membuatnya merasakan kebahagian dan kesedihan secara silih berganti. Ketika jalan hidup membawa kita ke puncak kesuksesan, maka hanya kebahagiaan yang memenuhi diri kita. Seakan-akan semua hal yang ada di semesta ini mendukung semua rencana dan mewujudkan semua keinginan

Janganlah Membuka Aib Sesama, Sementara Allah Menjaganya

Sesama manusia harus saling menjaga rasa aman, tentram dan damai. Jalinan dan tali persaudaraan harus terjaga sesama Muslim. Merangkul dan menasihati dengan tutur yang baik adalah ciri indahnya Islam. Sesama muslim hendaknya tidak mencari-cari aib orang lain dan kesalahan orang lain. Ketika Allah dengan rasa kasih sayang dan cinta kepada

Memahami Tiga Pilar Ibadah: Cinta, Takut, dan Harap Kepada Allah

Secara umum ibadah memiliki arti segala sesuatu yang dilakukan manusia atas dasar patuh terhadap pencipta-Nya sebagai jalan untuk mendekatka diri kepada-Nya. Ibadah menurut bahasa (etimologis) adalah diambil dari kata ta’abbud yang berarti menundukkan dan mematuhi. Ibadah dalam bahasa Arab berasal dari kata abda’ yang berarti menghamba. Jadi, meyakini bahwasanya dirinya

Ber-prasangka Baiklah Kepada Allah

Secara bahasa ḥusnuẓẓan berasal dari dua kata, yaitu ḥusnu dan zan yang artinya berbaik sangka. Secara istilah, ḥusnuẓẓan diartikan berbaik sangka terhadap segala ketentuan dan ketetapan Allah yang diberikan kepada manusia. Ḥusnuẓẓan merupakan salah satu bagian dari akhlak terpuji. Lawan dari ḥusnuẓẓan adalah su’uzzan yang artinya jahat sangka. Su’uzzan haram

Ketika Nabi Musa Mengingatkan Tentang Nikmat Allah

Nabi Musa mengingatkan kepada kaumnya tentang nikmat Allah terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 20-26: وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنْبِيَاءَ وَجَعَلَكُمْ مُلُوكًا وَآتَاكُمْ مَا لَمْ يُؤْتِ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ (20) يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا