Apa yang Harus Kita Lakukan Ketika Sakit?

Sahabat MQ, di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, terdapat hikmah yang sangat banyak. Ibnul qoyyim rahimahullah memberikan nasehat:

“Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah. Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.”

Lalu, apa yang harus kita lakukan ketika sakit?

  • Rida dengan Ketetapan Allah

Sahabat MQ, ketika kita sakit, kita harus merasa rida dengan ketatapan Allah ta’ala. Bersabar dan berprasangka baik kepada Allah bahwa ketetapan Allah itu pasti baik.

Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Janganlah salah seorang diantara kalian mati kecuali dalam keadaan berprasangka baik kepada allah ta’ala.

  • Posisikan Diri antara Rasa Takut dan Harap

Takut akan adzab Allah karena dosa-dosa yang kita lakukan dan harapan mendapatkan rahmat-Nya.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam:

Tidaklah terkumpul pada hati seorang hamba perasaan seperti ini takut dan harap, kecuali Allah akan berikan apa yang ia harapkan dan Allah amankan dia dari apa yang ia takutkan.”

  • Tidak Berharap Meninggal

Sekalipun sakit yang dideritanya bertambah parah, akan tetapi tetap tidak diperbolehkan untuk mengharapkan kematian.

  • Tetap Tunaikan Kewajiban

Jika orang yang sakit tersebut memiliki tanggungan kewajiban kepada orang lain yang belum tertunaikan dan dia mampu untuk menunaikannya maka hendaknya ia segera menunaikannya. Namun jika tidak, hendaknya ia menulis wasiat tentang kewajiban yang belum ia tunaikan.

Nabi shallallahu ’alaihi wasallam telah bersabda:

Barang siapa yang pernah menganiaya saudaranya baik terhadap kehormatannya atau hartanya maka hendaknya ia selesaikan (permasalahan tersebut) hari ini (di dunia), sebelum dia dituntut untuk menunaikannya, ketika sudah tidak ada lagi dinar maupun dirham (hari kiamat). Jika ia memiliki (pahala) amalan shalih maka akan diambil sesuai dengan tingkat kedzalimannya dan jika ternyata ia tidak memiliki pahala kebaikan maka dosa orang yang terdzalimi tersebut akan ditimpakan kepadanya.

Sahabat MQ, ingatlah sesungguhnya cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-nya. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Sesungguhnya Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka dia akan memberi mereka cobaan.” (Hr. Tirmidzi)

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini. Aamin.

 

(Konten ini disiarkan dalam Segmen Mozaik Islam, setiap Sabtu – Ahad pukul 17.00 WIB)

ARTIKEL TERBARU

  • Mengapa Kucing Bersembunyi Sebelum Mati?

    Kucing merupakan salah satu hewan yang dipelihara oleh manusia. Jika kita mengamati secara seksama, kucing menghilang secara tiba-tiba jika sudah tua dan akan mati. Melihat…

    Read More
  • Siapa yang Pantas Menjadi Ulama?

    Sahabat MQ, tidak mudah menjadi ulama, bukan hanya mencapai derajatnya, namun juga tanggung jawab yang diembankan kepadanya. Ulama adalah pewaris para nabi, begitulah Nabi Muhammad shalallahu…

    Read More
  • Makna Ulama

    Sahabat mq istilah ulama saat ini tengah menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Jika kita telisik, apakah makna dari ulama ini? Kata ulama merupakan bentuk jamak…

    Read More