TUJUAN DICIPTAKANNYA MANUSIA

Sahabat mq, pernahkah terpikirkan mengapa Allah menciptakan manusia? .Kita lahir, kecil, dewasa, tua, dan akhirnya mati untuk meninggalkan dunia. Sering kita habiskan waktu hanya dengan makan, minum, tidur, dan bersenang-senang. Padahal ada tujuan dari penciptaan kita hidup di dunia,  penciptaan manusia bukan hanya sekedar permainan dan sia-sia. namun ada hikmah besar yang terkandung di dalamnya.

Semua bermula dari bagaimana Allah menciptakan manusia. Manusia tidaklah tercipta sebagai hasil dari evolusi makhluk lainnya.

Al-qur’an telah menegaskan bahwa manusia diciptakan secara khusus, sebagaimana firman Allah dalam Qur;an Surat shaad ayat 71 hingga 72 yang artinya :

“sesungguhnya aku akan menciptakan manusia dari tanah, maka apabila telah kusempurnakan kejadiannya dan kutiupkan kepadanya roh ciptaan-ku, maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”.

Rasulullah shalallahu alaihi wasalam juga bersabda mengenai penciptaan manusia, “sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah atau air mani, kemudian menjadi ‘alaqah – segumpal darah, kemudian menjadi mudhghah – segumpal daging, lalu seorang malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya. (Hadits Riwayat Bukhari Dan Muslim)

Proses penciptaan manusia dalam islam

Manusia berasal dari setetes mani, 40 hari kemudian menjadi segumpal darah, kemudian menjadi segumpal daging. barulah di hari ke-120, Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan daging yang bertulang, dan dia memerintahkan malaikat untuk meniupkan ruh padanya serta mencatat empat hal, yaitu rizki,  ajal, amal, dan sengsara atau bahagia.

Ruh adalah sesuatu yang membuat manusia hidup dan ini sepenuhnya urusan Allah. Allah berfirman dalam Qur’an  Surat Al Isra Ayat 85, yang artinya :

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh, katakanlah: “ruh itu termasuk urusan tuhanku,  dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Mengenai  penciptaan manusia ini juga berkaitan dengan iman kepada takdir. Allah telah mentakdirkan segala sesuatu sejak 50 ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi. Kemudian di alam Rahim,  Allah pun memerintahkan malaikat untuk mencatat kembali empat hal, yaitu rizki, ajal, amal, sengsara atau Bahagia.

Tentang rizki,  Allah yang maha pemurah telah menetapkan rizki bagi seluruh makhluk-nya, dan setiap makhluk tidak akan mati apabila rizkinya belum sempurna. Berkaitan dengan ajal, Allah maha kuasa untuk menghidupkan makhluk, mematikan, dan membangkitkannya kembali. dan setiap makhluk tidak mengetahui berapa jatah umurnya, juga tidak mengetahui kapan serta dimana akan meninggal.

Allah swt mencatat amal baik dan buruk manusia

Allah  subhanahu wa ta’ala telah mencatat amal-amal setiap makhluk-nya, baik dan buruknya.  Akan tetapi setiap makhluk Allah pasti akan beramal. Amal baik atau pun amal buruk, dan malaikat pun mencatat mengenai sengsara atau bahagianya, apakah akan berada di surga atau neraka.

Meski segala sesuatunya telah Allah gariskan, bukan berarti kita menjadi enggan beramal shaleh. Allah telah mentakdirkan akhir kehidupan setiap hamba, namun Allah yang maha bijaksana juga menjelaskan jalan-jalan untuk mencapai kebahagiaan. Sebagaimana Allah yang maha pemurah telah mentakdirkan rizki bagi setiap hamba-nya, namun dia juga memerintahkan hamba-nya keluar untuk mencarinya.

Tujan diciptakan manusia

Allah menciptakan manusia dengan menitipkan dua hal didalamnya, pertama agar manusia memiliki ilmu tentang Allah Ta’ala. Dalam surat ath thalaq ayat 12 Allah berfirman, yang artinya :

”Allah lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi, perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasannya Allah itu maha kuasa atas segala sesuatu, dan agar kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.

Kedua, agar manusia beribadah hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala, sebagaimana yang Allah sebutkan dalam surat adz dzariyat ayat 56,  Bahwa Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada Allah swt.

Sahabat mq, dengan mengetahui bagaimana Allah menciptakan kita, maka kita pun harus mengenal Allah dan beribadah kepada-Nya, karena Ketika seorang hamba mengenal Allah, mengenal nama-nama Allah yang baik, dan mengenal kesempurnaan sifat Allah ta’ala,  bahwa tidak ada satu pun makhluk yang mampu menandingi Allah dalam kesempurnaan sifat tersebut, tentu hamba tersebut akan beribadah hanya kepada Allah saja.

 

 

 

 

ARTIKEL TERBARU