MENJAGA HATI KETIKA DIUJI

Sahabat MQ,  dalam hidup ini ada pilihan dan rencana, yang itu kadang tidak terwujud sesuai harapan dan rencana kita, mengapa? karena Allah juga punya rencana terhadap hambanya, dan yang pasti akan terjadi adalah rencananya Allah.  Namun segala sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan kita itulah yang sering  kita anggap sebagai masalah dan kita sikapi dengan ketidaksabaran,  sering mengeluh, merasa kecewa, merasa diperlakukan tidak adil, merasa  diri sangat menderita.

kecenderungan kita ketika mendapatakan ujian adalah sering  mengadu pada manusia

Setelah itu biasanya kecenderungan kita sering  mengadu pada manusia, curhat pada orang yang salah dengan niat yang salah karena hanya  ingin mencari pembenaran bukan mencari solusi. Kita tidak dapat mengendalikan anggota tubuh kita agar Allah ridha, terkadang kita sering kotor hati, soudzhon, kecewa, dan  menyalahkan Allah, padahal ujian terberat kita  bukan pada saat  menghadapi ketidak sesesuaian antara harapan dan kenyataan tapi apakah kita  mampu mengendalikan hati agar tidak terjatuh dalam dosa.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْئٌ فَلاَ تَقُل:ْ لَوْ أَنِّيْ فَعَلْتُ، كَانَ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ: قَدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ

“…Jika sesuatu menimpamu, maka janganlah mengatakan, ‘Se-andainya aku melakukannya, niscaya akan demikian dan demikian.’ Tetapi ucapkanlah, ‘Sudah menjadi ketentuan Allah, dan apa yang dikehendakinya pasti terjadi… .’” [3]

Sesungguhnya apa yang terjadi kepada setiap orang, itu merupakan kehendak Allah subhanahu wa ta’aala, yang telah Allah tetapkan kepada tiap-tiap manusia. Sebesar apapun kita berkehendak, tidak akan mengubah ketetapan Allah swt, kewajban manusia hanyalah berikhtiar, dan hasilnya tetaplah Allah yang menentukan. Begitupun dengan ujian yang menimpa kita, yang jelas-jelas itu bagian dari sekenario Allah buat hambanya.

Allah menjadikan dunia penuh dengan ujian

Tidak mudah memang ketika kita dihadapkan dengan ujian, namun yakinlah setiap ujian pasti ada jalan keluarnya dan pasti ada hikmah dan pelajaran didalamnya. Allah menjadikan dunia penuh dengan ujian karena dengan ujian itu Allah ingin pilah dan pilih siapa orang-orang yang berhak masuk ke dalam surgaNya dan siapa yang ia akan dimasukkan ke dalam api neraka. Allah Ta’ala berfirman:

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَأَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ ﴿٢﴾وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّـهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ ﴿٣﴾

Artinya :

Apakah manusia mengira akan dibiarkan berkata: “Kami beriman”, sementara ia tidak diuji?. Sungguh Allah telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka dengan ujian itu Allah mengetahui siapa yang jujur imannya dan siapa yang dusta keimanannya. (QS. Al-Ankabut :2-3)

Cara kita agar  bisa menjaga hati ketika sedang menghadapi masalah

lalu apa yang seharusnya kita lakukan ?  Hal yang harsus kita lakukan yaitu milikilah  rasa takut kepada Allah dan hanya  berharap pertolongan Allah, serta tidak terpancing menyikapinya dengan kotor hati, karena itulah bukti kelulusan kita mengadapi masalah itu,  sehingga kita bisa  mendapat predikat takwa.

selanjutnya, bagaimana cara kita agar  bisa menjaga hati ketika sedang menghadapi masalah ?

  1. Kita harus lebih bayak menyingat Allah, kebaikan Allah, kemaha agungan Allah dari pada masalahnya, lebih banyak berdzikir, tidak menyalahkan orang lain.
  2. Menumbuhkan rasa cinta kepada Allah, dengan mengingat kebaikan Allah, tidak focus pada masalah.
  3. Menanamkan rasa menang, dalam memerangi nafsu dan menang dalam menaklukan bisikan syetan.
  4. Menyibukkan diri kita dnegan berbagai ketaatan, menghibur diri dengan berbuat baik, menolong dan membantu orang lain
  5. Berorientasi pada Akhirat dan berjalan menuju Allah.
  6. Memunculkan adanya rasa takut atas dosa hati, dengan terus  mensucikan hati dan meminta pertolongan kepada Allah.

Sahabat MQ, semoga dengan keenam cara ini kita bisa menjaga hati kita ketika diuji, dan menjadi sebaik-baik nya hamba yang Allah cintai.

ARTIKEL TERBARU