Manajemen Waktu bagi Muslimah Ketika Work From Home

Waktu adalah salah satu nikmat tertinggi yang Allah berikan kepada manusia. Sudah sepatutnyalah manusia itu memanfaatkannya dengan seefektif dan seefisien mungkin. Waktu yang ada kita gunakan untuk menjalankan tugas sebagai seorang hamba Allah di muka bumi ini. Karena pentingnya waktu inilah maka, Allah bersumpah pada permulaan berbagai surat dalam Al Quran. Salah satu diantaranya adalah Quran surat Al-Ashr ayat 1-3.

Yang artinya : Demi masa. Sungguh, manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, serta saling menasihati untuk  kebenaran dan menasihati untuk kesabaran.

Sahabat MQ Kerja dari rumah alias work from home sekarang menjadi sebuah kebiasaan baru bagi kita. Bagi seorang muslimah dalam menghadapi situasi seperti ini tentu bukan perkara yang mudah,  apalagi bagi muslimah yang sudah menjadi seorang ibu. Perlu adanya pemanfaatan waktu yang baik, karena semuanya harus tetap dikerjakan seperti bersih-bersih rumah, menjaga anak, melayani suami dan mengerjakan pekerjaan  yang biasanya dilakukan di kantor. Agar sahabat MQ tetap professional untuk mengerjakan pekerjaan kantor dan tidak mengabaikan kewajiban yang lainnya, berikut tips agar dapat mengatur waktu dengan lebih optimal saat bekerja dari rumah.

Sadar dengan kondisi yang dialami

Penting sekali bagi kita khususnya Muslimah untuk tetap menjaga kesadaran. Sadar bahwa kita sekarang hidup dalam situasi yang berdeda. Sebelum pandemi ini berlangsung, biasanya muslimah yang bekerja di kantor diam di rumah kurang lebih hanya 12 jam saja, dan sisanya bekerja di kantor. Dengan begitu pekerjaan masing-masing seperti di rumah dan di kantor dapat dikerjaan dengan maksimal karena kita dapat focus untuk melakukannya.

Akan tetapi dalam kondisi saat ini, kita harus lebih pintar mengatur waktu lebih ekstra. Terutama bagi seorang muslimah yang sudah menjadi seorang ibu. Pekerjaan rumah seolah tidak kunjung selesai, apalagi anak-anak juga selalu meminta bantuan kita untuk mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Jika tidak pintar mengolah waktu, ada salah satu pekerjaan yang diabaikan. Maka dari itu,  perlu menjaga kesadaran untuk teta produksi meski dalam situasi yang berbeda.

Tentukan waktu untuk bekerja dan beristirahat

Bekerja di rumah dapat terasa lebih fleksibel. Walaupun sedang bekerja di rumah, bukan berarti waktu untuk bekerja jadi tidak teratur. Tetapkanlah waktu untuk bekerja. Sahabat MQ bisa mengikuti jam kerja kantor biasanya. Contohnya, saat di kantor Anda biasa mulai bekerja pukul 09.00, maka Anda pun mulai berkegiatan pada pukul tersebut.

Fokuskan waktu bekerja hanya untuk mengerjakan pekerjaan. Jangan lupa informasikan orang lain di rumah mengenai waktu bekerja, agar mereka pun bisa mengetahui bagaimana mereka bisa mendukung Anda.

Ketika bekerja di kantor, Sahabat MQ pun punya waktu khusus untuk beristirahat. Hal ini juga penting untuk diterapkan ketika melakukan work from home, lho. Tak hanya bekerja yang penting, beristirahat pun sama pentingnya. Jangan sampai Anda terlalu larut dalam pekerjaan, juga jangan sampai terlalu banyak bersantai. Dengan mengatur waktu untuk bekerja dan beristirahat, Anda pun menyeimbangkan keduanya.

Sama dengan sistem waktu kerja, ketika masuk waktu istirahat, fokuslah untuk beristirahat. Anda juga harus menjaga kedisiplinan diri. Ketika sudah habis waktu beristirahat, kembalilah bekerja.

Buat list pekerjaan

Sehari sebelumnya, buatlah to-do-list alias daftar aktivitas yang perlu dilakukan. Selain menuliskan seluruh aktivitas, buatlah skala prioritas untuk aktivitas-aktivitas tersebut. Urutkanlah aktivitas atau tugas mana yang harus selesai terlebih dahulu. Hal yang paling penting dari membuat to-do-list adalah menuntaskan segala hal yang telah Anda tulis. Tentunya, butuh kedisiplinan dan tekad yang kuat, bukan?.

Itulah cara agar sahabat MQ dapat mengatur waktu saat bekerja dari rumah. Allah memberikan waktu yang sama bagi kita dalam satu hari. Hanya saja ada yang memanfaatkan dengan baik dan sebaliknya. Waktu kita saat inilah yang dapat menentukan masa depan kita. Jangan lupa tetap bersyukur dan pandai menggali hikmah agar kita senantiasa dibersamai Allah dalam situsi seperti ini.

ARTIKEL TERBARU

  • Menolong dengan Rasa Ikhlas

    Manusia adalah makhluk individu dan sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk melakukan interaksi dengan individu yang lain dalam rangka untuk memenuhi kebutuhannnya.…

    Read More
  • Ketika Nabi Musa Mengingatkan Tentang Nikmat Allah

    Nabi Musa mengingatkan kepada kaumnya tentang nikmat Allah terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 20-26: وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ…

    Read More
  • Makanan-Makanan Ini Tidak Boleh Dipanaskan

    Sudah menjadi hal yang biasa ketika makanan tidak habis akan dipanaskan kembali ketika ingin dikonsumsi kemudian. Makanan dipanaskan dengan tujuan agar tidak basi dan menghemat…

    Read More