ESENSI LAFADZ LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH

Sahabat MQ, di dalam hidup ini tidak ada yang kebetulan, semua yang terjadi pasti ada dalam kekuasaan Alloh, dan terjadi atas izin Alloh. Baik atau buruk perbuatan kita semua dalam penglihatanNya dan akan ada balasan sesuai yang diperbuatnya. Allah swt berfirman :

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Artinya:

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz) (Q.S Al An-am 6 : 59)

Kita dianjurkan untuk bisa menyebutkan la haula wala kuwata illah billah, dan orang yang sudah bisa menyebutkan lahaula wala kuwata illah billah dengan benar, maka tauhiid nya sudah benar-benar bulat dan juga sudah bisa semakin yakin bahwa segala sesuatu yang ada di jagat raya ini adalah ciptaan dan juga sesuai dengan kehendak dan izin Alloh Ta’ala.

Semua makhluk yang ada di jagat raya ini pasti akan meminta pertolongan Alloh

Segala kerumitan yang ada di dunia ini ada pada pengurusan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, dan semua itu mudah bagi Alloh Azza Wa Jala. Semua urusan di jagat raya ini ada pada genggaman Alloh  Subhanahu Wa Ta’ala dan tidak ada yang lepas dari pengurusan itu. Oleh karena itu alangkah baiknya kita meminta pertolongan hanya kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala

Sungguh bahagia orang yang bisa meyakini bahwa segala sesuatu ada pada pengurusan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, maka hidupnya akan senantiasa bahagia, karena dengan istiqomah dalam keyakinan ini, maka akan mendatangkan ketenangan dan juga rasa sabar, karena dia sudah meyakini bahwa segala sesuatu ada pada kekuasaan dan izin Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Segala urusan ada pada izin Alloh Subhanahu Wa Ta’ala

Tidak akan mati sesuatu makhluk jika memang belum pada waktunya dan juga belum mendapatkan izin Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, begitu juga dengan sebaliknya.

La haula wa la kuwata illah billah, adalah kalimat yang bisa terlepas dari perbuatan sombong. Karena ketika kita merasa segala kebaikan itu adalah pertolongan dan izin Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, maka secara otomatis rasa untuk bisa membanggakan diri akan hilang.

wasiat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada abu dzar al-ghifari

عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: أَوْصَانِيْ خَلِيْلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ : بِحُبِّ الْمَسَاكِيْنِ وَأَنْ أَدْنُوَ مِنْهُمْ، وَأَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلُ مِنِّي وَلاَ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوقِيْ، وَأَنْ أَصِلَ رَحِمِيْ وَإِنْ جَفَانِيْ، وَأَنْ أُكْثِرَ مِنْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، وَأَنْ أَتَكَلَّمَ بِمُرِّ الْحَقِّ، وَلاَ تَأْخُذْنِيْ فِي اللهِ لَوْمَةُ لاَئِمٍ، وَأَنْ لاَ أَسْأَلَ النَّاسَ شَيْئًا.

Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Kekasihku (Rasulullah) Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: (1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, (2) beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku, (3) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahmiku meskipun mereka berlaku kasar kepadaku, (4) aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan lâ haulâ walâ quwwata illâ billâh (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah), (5) aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit, (6) beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, dan (7) beliau melarang aku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada manusia”.

Kalimat “lâ haulâ walâ quwwata illâ billâh merupakan kalimat yang mempunyai makna tauhiid, yakni ketika meyakini lafadz tersebut, maka hendaknya diiringi dengan keyakinan hati bahwasannya kita sebagai mahluk benar-benar tidak ada daya dan kekuatan sekecil apapun tanpa  pertolongan dan rahmat Allah Subhanahu Wa  Ta’ala.

 

ARTIKEL TERBARU