SAAT IMPIAN BELUM MENJADI KENYATAAN

SAAT IMPIAN BELUM MENJADI KENYATAAN

Setiap orang mempunyai impianya masing-masing, ada yang ingin menjdai seorang dokter, polisi, tentara, guru, pengusaha dan yang lainnya. Tentunya tak mudah bagi seseorang untuk mewujudkan mimpi tersebut, perlu perjuangan,keistiqomahan, dan semangat pantang menyerah. Adakalanya impian tersebut tercapai, dan ada juga impian tersebut belum tercapai atau belum jadi kenyataan.

Tak mudah menerimanya dengan lapang dada ketika harapan dan impian kita tidak sesuai dengan harapan kita,atau belum menjadi kenyataan, tak sedikit ada orang yang shok, menyerah dengan keadaan, bahkan prustasi. Sungguh wajar jika kita kecewa, ketika impian kita belum jadi kenyataan, namun mestinya kita jangan terlalu berlarut-larut dalam kekecewaan tersebut. Lantas bagaimana sikap kita saat impian belum menjadi kenyataan ?

Sahabat mq, saat impian kita belum menjadi kenyataan janganlah kita focus pada kegagalannya, atau terhadap hal yang belum dicapainya, namun ada baiknya kita melakukan hal hal sebagai berikut :

Pertama yang harus kita kedepankan adalah kita memahami begitu indahnya takdir dari allah swt. karena tidaklah impian kita belum terjadi semuanya adalah kehendak allah swt, dan yakini bahwa ini adalah takdir terbaik buat kita. Terbaik buat kita belum tentu terbaik menurut allah, namun terbaik menurut allah adalah barang pasti terbaik buat kita. Sebagaimana firman allah swt dalam Qur’an Surat Al-baqarah ayat 216

و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

Yang kedua, senantiasa berpositif thinking. Karena boleh jadi allah telah mempersiapkan takdir lain yang lebih baik dari yang apa kita pikirkan. Karena sesungguhnya allah memberikan sesuatu terhadap hambanya sesuai apa yang hambanya butuhkan, bukan apa yang hambanya inginkan.

Yang ketiga adalah besarkan hati, bahwasannya tugas kita hanyalah berikhtiar semaksimal mungkin, adapun hasil hanyalah allah yang menentukannya, jangan pernah kecewa atas ikhtiar terbaik yang kita lakukan, yakini bahwa selalu ada hikmah atas segala  sesuatu. Mungkin tindakan yang dilakukan sekarang belum menjadi hasil yang kita harapkan, namun jika kita sudah melakukannya dengan yang terbaik bisa jadi itu menjdai jalan membuka kebaikan-kebaikan lain yang telah allah persiapkan buat kita.

Yang keempat adalah bertaubat kepada allah swt. Boleh jadi kenapa impian kita belum terwujud meskipun kita sudah berikhtiar yang terbaik namun belum saja terwujud, itu diakibatkan oleh dosa-dosa kita kepada allah yang belum diampuni, dan harus segera ditaubati. Dan boleh jadi juga allah belum mewujudkannya, karena kitanya belum pantas untuk mendapatkannya. Maka tugas kita adalah berusaha untuk menjdai pantas dengan terus memperbaiki diri dan memantaskan diri kepada allah swt. Tak lupa juga luruskan niat, bahwa impian kita kelak merupakan bagian sarana kita untuk beribadah kepada allah dan menambah keyakinan kita bahwa allahlah yang maha kuasa dan maha mengetahui.

Sahabat mq, berikut diatas langkah-langkah ketika impian belum terwujud, maka dari itu selalu kedepankan berprasangka baik kepada allahswt, karena allah lah yang lebih mengetahui ketimbang kita,jangan pernah pantang menyerah dengan impian kita, ketika kita memutuskan itu adalah impian kita, maksimalkan ikhtiar, karena yakinlah bahwa usaha tidak akan menghianati hasil, namun tetap hati kita senantiasa dibimbing bahwasannya semuanya tidak terlepas dari campur tangan allah swt.

 

 

 

HAMBA YANG DICINTAI ALLAH

HAMBA YANG DICINTAI ALLAH

Selama ini kita terlapau sibuk berusaha untuk dicintai mahluknya, tetapi lupa untuk berusaha agar  dicintai Rabnya, yakni Allah swt. Dicintai oleh mahluk pasti ada batasnya, baik itu dibatasi oleh waktu, oleh fisik, dan keterbatsan umur mahluk tersebut. Namun tidak ketika kita dicintai oleh Allah swt, sudah tentu, hal itu tidak akan ada batasnya, karena kecintaan Allah tidak dibatasi oleh waktu, sifat, dan yang lainnya. Selama  hamba tersebut senantiasa melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Nya. Namun yang menjadi permaslahannya, apakah kita sudah layak menjadi hamba yang dicintai Allah ? lantas bagaimana caranya agar kita senantiasa dicintai oleh swt?.

Sesungguhnya, ciri kekasih Allah itu tidak takut kepada apapun dan siapapun. Jangankan tidak dicintai mahluk, dihina, dicaci, bahkan diancam dibunuh sekalipun dia tidak akan takut. Hal ini menjadikan kesedihan atas dunia menjauh dari dirinya, ketakutannya hanya satu, yaitu takut tersisih dari sisi Allah Ta’ala. Selain keyakinan penuhnya kepada Allah, dia juga pasti istiqamah, patuh kepada Allah, serta hatinya yang bersih.

Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah SAW mengemukakan, “Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Allah memanggil Jibril seraya berfirman: ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala mencintai Fulan, maka cintailah ia’.  Kemudian Jibril mencintai orang itu dan berkata kepada penghuni langit: ‘Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia’ Penghuni langit pun akhirnya mencintai orang itu. Setelah itu kecintaannya diteruskan kepada penghuni bumi.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Begitu beruntungnya bagi hamba-hamabanya yang dicintai Allah

Cinta Allah itu nyata adanya dan tidak akan mengecewakan, lain halnya ketika dicintai mahluknya, bisa saja orang yang mencintai kita suatu saat akan mengecewakan kita atau bahkan berbalik membenci atau dibenci oleh kita.

Sejatinya cinta dan kasih sayang Allah itu menyeluruh bagi seluruh mahluknya, hal itu karena maha rohman dan rahimnya Allah, kasih sayang Allah tidak memandang orang tersebut ahli ibadah, jarang ibadah atau bahkan kufur kepada Allah. Hal itu terbukti orang yang jarang beribadah atau bahkan orang yang kufur kepada Allah, Allah senantiasa memberikan mereka nikmatnya  hidup, nikmatnya kesehatan, nikmatnya materi, bahkan mungkin saja orang-orang yang jauh dari Allah kelihatan lebih sukses dan senang dengan kehidupannya. Namun satu hal yang harus diperhatikan oleh umat muslim, sesungguhnya Allah memilih hambanya untuk dicintai, bukan semata dicintai dengan dilapangkan persoalan duniawi saja, akan tetapi ketika Allah mencintai hambanya yaitu dengan Allah memberikan kemudahn baginya untuk nikmatnya beribadah sehingga dengan ibadah tersebut menghantarkannya kepada kebahagiaan yang hakiki yakni kebahagiaan di akhirat yaitu dengan diberikannya surga. Yang mana nikmatnya surga itu lebih jauh dari pada nikmatnya dunia, suatu keterangan menjelaskan bahwa perbandingan nikmat ukhrowi (surga) dengan nikmat dunia yaitu satu berbanding sembilan, bahkan kenikmatan dunia yang hanya satu Allah bagikan kepada seluruh mahluknya di dunia, tetapi nikmat surga yang sembilan, Allah hanya berikan kepada penduduk surga, yakni hamba-hamba pilhan Allah, dan hamba-hambanya yang Alloh cintai.

Hampa rasanya hidup sebagai seorang manusia, tapi Allah Ta’ala tidak menyintainya

Hina rasanya hidup bergelimang harta dan bertakhta, berpangkat tinggi dan punya pengaruh, terkenal dan banyak kawan, panjang umur dan punya pengalaman luas bila Allah tak lagi menyayanginya.

Sebab tak ada cinta dan kasih sayang yang melebihi rasa cinta dan kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Betapapun seseorang sangat besar rasa cintanya kepada harta, takhta, jabatan, anak dan istri, atau apapun yang ada di dunia ini, maka semua itu tak akan pernah bisa mengalahkan rasa cinta Allah kepadanya. Allah Ta’ala menyintai hamba-Nya melebihi hamba itu menyintai apapun yang ada di dunia ini termsuk dirinya sendiri.

 

 

 

HUKUM BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH

HUKUM BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH

Sebagai seorang muslim tentunya jujur dalam setiap kata dan perbuatan merupakan fondasi dari terciptanya akhlak mulia, dan menjadi fondasi keterpercayaan seseorang. Namun adakalanya ketika kita  ingin berusaha berkata jujur kepada siapapun, namun kita terkadang sulit untuk meyakinkan seseorang atas kejujuran kita. Untuk meyakinkan seseorang, tanpa kita sadari kita sering mendengar ucapan sumpah, sumpah digunakan untuk mencari kebenaran, baik oleh orang yang mengaku bahwa ia benar, atau orang yang meminta kebenaran dari orang lain. Misalnya, saat seseorang mengatakan sesuatu sedangkan orang tidak mempercayainya, maka ia menggunakan ucapan atau sumpah untuk memperkuat perkataannya demi meyakinkan orang lain, termasuk ucapan sumpah “Demi Allah” sering terdengar dalam keseharian kita.

Bersumpah dengan menyebut nama Allah

mengatasnamakan Allah bahwa Allah akan berbuat sesuatu, atau sebaliknya, bersumpah mengatasnamakan Allah bahwa allah tidak akan berbuat sesuatu. Contohnya adalah ketika seseorang mengucapkan “Demi Allah,  Allah pasti akan memasukkan kamu kedalam surga” atau “demi Allah, Allah pasti tidak akan memasukkan kamu kedalam surga”, itulah makna bersumpah atas nama Allah. Allah bebas bersumpah sesuai apa yang ia kehendaki, seperti yang sering allah firmankan dalam ayat-ayat alqur’an, contohnya adalah demi masa di ayat pertama surat al-asr, atau demi waktu dhuha seperti di ayat pertama surat ad-dhuha. Sedangkan kita tidak boleh bersumpah kecuali dengan nama Allah, karena bersumpah dengan kepada selain Allah merupakan salah satu bentuk tindak kemusyrikan bahkan bisa menjerumuskan kepada tindak kekufuran.

Mengucap sumpah bukanlah hal yang sepele

Tidak dibenarkan seorang muslim bersumpah untuk suatu kebohongan. sebagaimana juga dilarang bagi seorang muslim untuk memberikan sumpah palsu karena sesungguhnya hal itu termasuk ke dalam dosa besar. Sahabat mq, islam membolehkan umatnya untuk mengucapkan sumpah hanya dalam kondisi tertentu,  dan ketika kita bersumpah haruslah bertanggung jawab atas kebenaran sumpah tersebut, seperti yang Allah firmankan dalam al-qur’an surat al-maidah ayat 89, yang artinya  “dan jagalah sumpah-sumpah kalian”. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun pernah bersabda, “terdapat tiga golongan yang tidak akan Allah ajak bicara dan tidak dilihat oleh Allah pada hari kiamat, dan tidak juga Allah sucikan bagi mereka adzab yang pedih, yaitu orang yang telah beruban tapi malah berzina,    orang miskin tetapi sombong, dan pedagang yang sering bersumpah palsu atas dagangannya”.

Hal hal yang harus diperhatikan  dalam bersumpah

Pertama, janganlah terlalu mudah mengucap sumpah atau terlalu sering mengucap sumpah, sebab sumpah bukanlah hal yang sepele. Kedua, bersumpah dengan mengatasnamakan selain allah artinya adalah suatu tindak kesyirikan. Ketiga, tidak diperbolehkan bersumpah atas sesuatu yang tidak benar, atau sumpah palsu. Keempat, berhati-hati dengan sumpah kosong, yaitu sumpah yang diucapkan seseorang ketika tidak berniat untuk bersumpah terhadap sesuatu yang ia yakini, dan ternyata sesuatu itu tidak seperti yang ia yakini.  misalnya ketika dengan yakin memberikan kabar bahwa seseorang telah meninggal, dan ternyata seseorang tersebut masih hidup.

Bagaimana  dengan seseorang yang melanggar sumpahnya?

Jika seseorang bersumpah untuk melakukan sesuatu namun tidak jadi melakukannya, atau jika seseorang bersumpah untuk meninggalkan sesuatu lalu kemudian ia melakukannya, maka ia harus membayar denda untuk itu, denda ini diberikan atas sumpahnya yang tidak terlaksana dan agar ia tidak mendapat dosa atas sumpahnya itu. Sebagaimana firman Allah dalam  surat al-maidah ayat 89, yang artinya “ Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya). Sahabat mq, betapa beratnya tanggung jawab sebuah sumpah, terutama kewajiban kita di mana kita tidak boleh bersumpah selain kepada Allah. Oleh karena itu, berhati-hatilah mengucap sumpah pada hal yang tidak terlalu penting, dan jika kita tidak bisa mempertanggung jawabkan sumpah tersebut.
TANDA-TANDA HUSNUL KHOTIMAH

TANDA-TANDA HUSNUL KHOTIMAH

Sahabat mq, pernahkah terbayangkan oleh kita jika ketika kita meninggal, kita dapat mengucapkan “laa ilaaha illallah”?. Tentu saja setiap orang mendambakan jika diakhir hidupnya atau di saat sakaraatul maut lidah kita ringan mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallah, dan meninggal dalam keadaan khusnunl khotimah.

Setiap mahluk diciptakan oleh allah selalu berkaitan dengan batasan waktu, dimana ada awal disitu juga ada akhir, ketika ajal sudah menjemput maka tak ada yang mampu menghalanginya, setiap manusia berharap agar akhir hayatnya dalam keadaan baik atau lebih dikenal dengan husnul khotiman.

Lantas sahabat mq, apakah anda mengenal tanda-tanda orang yang mendapatkan husnul khotimah?

Imam suyuthi dalam kitab syarah as-shudur fi hal al-mauta wa al-kubur, mengutip sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam tirmidzi dan imam al-hakim dari sahabat anas, yang artinya “ketika Allah menghendaki hambanya menjadi baik, maka Allah akan menuntunnya, bagaimana Allah menuntunnya?, lantas nabi menjawab, allah akan menuntunnya unntuk berbuat hal-hal baik sebelum ia meninggal” ( hr tirmidzi dan al-hakim).

Dalam kitab faidhul qadir, imam al-munawi menjelaskan bawha, orang yang dikehendaki oleh allah baik akhir hayatnya akan dimudahkan untuk bertaubat dan selalu melakukan amal kebaikan.

Ada beberapa tanda orang yang meninggal dalam khusnul khotimah

Pertama, yaitu mati karena memepertahankan kehormatannya, atau hartanya ingin dirampas orang lain.

Dari sa’id bin zaid, dari nabi shallallahu ‘alaihi wa salla, beliau bersabda “siapa yang dibunuh karena membela hartanya, maka ia akan syahid, siapa yang dibunuh karena membela keluarganya, maka ia syahid, siapa yang dibunuh karena membela darahnya atau karena membela agamanya, maka ia syahid.

Yang kedua,  yaitu meninggal karena sedang menjaga wilayah perbatasan di jalan allah ta’ala.

Dalam HR muslim, jika kita berjaga sehari semalam di daerah perbatasan, lebih baik daripada puasa berserta shalat malam selama satu bulan, dan jika seandainya meninggal, maka pahalanya akan diberikan rezeki baginya, dan ia terjaga dari fitnah.

Selanjutnya sahabat mq tanda-tanda jika mendapatkan husnul khotimah yaitu, meninggal dunia dengan kening berkeringat.

Dalam kasus ini, para ulama mengatakan bahwa hal ini dapat diibaratkan bahwa betapa beratnya kematian, dan keluarnya keringat di kening tersebut pertanda bahwa sebagai penghapusan dosa atau dtinggikan derajatnya’ insya allah.

Yang terakhir, yaitu ketika meninggal dunia pada malam atau hari jumat.

Tanda ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan abdullah bin umar ra. Beliau mendengar bahwa nabi saw bersabd, “tidaklah seorang muslim meninggal dunia pada hari jumat atau malamnya,  melainkan allah akan melindunginya dari fitnah siksa kubur.

Sahabat mq, sebagai umat islam tentunya cita-cita terakhir kita sebelum menghadap sang khalik adalah mendapatkan husnul khatimah.

Selain bermodal taqwa dan terus berupaya meningkatkan kualitas ibadah kita, para ulama telah mengajarkan beragam amalan untuk menghadapi husnul khatimah.

Allah swt mengingatkan tentang sunatullah yang berlaku dalam kematian seseorang, ada yang wafatkan dalam keadaan husnul khotimah, dan sebaliknya sebagai su’ul khitumah. Allah swt berfirman dalam qs ar-ra’ad ayat 28  yang artinya, “yaitu orang-orang yang dimatikan oleh para malaikuat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri sambil berkata: kami sekali-kali tidak ada mengajarkan sesuatu kejahatanpun, lalu malaikat menjawab, ada sesungguhnya allah maha mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”.

Seorang nabi yang sudah mendapatkan jaminan akhiratnya, tetap selalu berusaha dan berdo’a  agar meraih husnul khotimah,  contoh yang dapat kita ambil yaitu kisah nabi yusuf as, ketika di puncak keberhasilannya menjadi salah seorang pembesar istana, ia justru bermohon agar husnul khotimah, seperti yang dikatakan dalam qs yusuf ayat 101 yang artinya “wafatkanlah aku dalam keadaan islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shalih”.

Sahabat mq, tentu husnul khotimah adalah akhir yang baik saat kematian, namun untuk menghantarkan ke tujuan mulia tersebut harus diawali dengan evaluasi amal yang bersifat berkelanjutan, karena kita tidak ada yang mengetahui dengan pasti kapan kematian akan menjemput.

 

WAKTU YANG BAIK UNTUK BERDOA

WAKTU YANG BAIK UNTUK BERDOA

 

Sahabat mq, terkadang keinginan-keinginan yang dipanjatkan melalui doa-doa masih belum juga terkabulkan. Oleh sebab itu, sahabat mq hendaknya mengetahui kapan waktu-waktu yang tepat untuk berdoa.

Allah memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan  kemuliaan yang berbeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, agar mendapatkan kesuksesan, keberuntungan, kemenangan, dan keselamatan.

Adapun waktu-waktu mustajab tersebut antara lain :

Pertama, saat sepertiga akhir malam

Sepertiga malam terkahir merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa, bahkan di waktu tersrbut merupakan waktu yang paling mustajab.  Seperti diriwayatkan di HR. Bukhari, “Allah turun ke dunia apabila tinggal sepertiga malam terakhir dan berkata, ada sesiapa yang memohon kepada ku untuk aku kabulkan?, ada sesiapa yang meminta kepadaku untuk aku berikan? Ada sesiapa yang beristighfar kepadaku untuk aku ampunkan?”.

Selanjutnya yang ke dua, yaitu ketika berbuka puasa

Dari Abdullah bin’amr bin ash radhiyallahu’anhu, bahwa dia mendengar rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pada saat berbuka puasa ada doa yang tidak ditolak”. Syaikh muhammad bin shalih al-‘utsaimin menjelaskan bahwa, asalnya waktu mustajab adalah sebelum berbuka puasa, karena inilah keadaan seseorang hamba masih berpuasa, saat badan masih sedikit lemah dan butuh makanan serta butuh dengan rabb-nya.

Yang ke tiga adalah selepas shalat fardhu

Dari abu umamah, sesungguhnya rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat ditanya mengenai doa yang paling didengar oleh allah subhanau wa ta’ala, beliau menjawab “di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu.

Kemudian, adakah lagi waktu-waktu yang mustajab untuk dikabulkannya doa?

Yang ke empat yaitu, berdo’a pada hari jumat

dari abu hurairah radhiyallahu’ anhu bahwa abul qasim shallallahu’ alaihi wa sallam bersabda, “sesungguhnya pada hari jumat, pada satu saat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada allah melainkan akan diberikan padanya. Beliau berisyarat dengan tanggannya akan sedikit waktu  tersebut, dan kemungkinan besar waktu tersebut berada pada saat imam atau khatib menaiki mimbar hingga selesai shalat jumat, atau hingga selesai shalat ashar bagi orang yang menunggu shalat maghrib”.

Selanjutnya yang ke enam, pad waktu bangun tidur

Pada malam hari bagi orang yang sebelum tidur dalam keadaan suci dan berdzikir kepada allah, dari ‘amr bin ‘anbasah radhiyallahu ‘anhu bahwa rasulullah saw bersabda, “tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari, kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan allah akan mengabulkannya”. menurut an-nihayah fi gharibil, yang dimaksud terbangun tanpa sengaja pada malam hari yaitu dengan “ta’ara minal lail”, yaitu terbangun dari tidur pada malam hari.

Dan waktu terakhir yang baik saat berdoa adalah pada saat kehujunan

Imam An-nawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu kehujanan tidak ditolak, atau jarang ditolak. Karena pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim, dari sahl bin a’ad, radhiyallahu ‘anhu bahwasanya rasulullah saw bersabda “dua doa yang tidak pernah ditolak adalah saat waktu adzan, dan doa pada waktu kehujanan.

Sahabat mq, sudah begitu lama agar doa dan harapan segera terwujud. Beberapa waktu terus menanti dan menanti, namun tak juga impian itu datang, kadang juga putus asa karena sudah seringkali memohon pada allah.

Sikap seseorang muslim adalah tetap terus berdo’a karena allah begitu dekat pada orang yang berdoa, bisa jadi terkabulnya doa tersebut tertunda, atau allah akan mengganti permintaan tadi dengan yang lainnya, pasti pilihan allah adalah yang terbaik.

Kedekatan allah pada orang yang berdoa adalah kedekatan khusus. Allah beigut dekat pada orang-orang yang berdoa dan yang beribdahan pada-nya, sebagaimana disebutkan dalam hadist bahwa, tempat yang paling dekat antara seorang hamba dengan allah adalah ketia ia sujud.

Dengan mengetahui hal ini,  seharusnya seseorang tidak meninggalkan berdoa pada rabbnya yang tidak mungkin menyia-nyiakan doa hamba-nya. Pahamilah bahwa allah benar-benar begitu dekat dengan  orang yang berdoa, artinya allah akan mudah mengabulkan doa setiap hamba. Sehingga tidak pantas seorang hamba putus asa dari janji allah yang maha mengabulkan setiap doa.

 

KEUTAMAAN MENUTUP AIB 	SAUDARANYA (MUSLIM)

KEUTAMAAN MENUTUP AIB SAUDARANYA (MUSLIM)

 

Secara tidak sadar, lisan ini sering mengucap hal yang mungkin tak sepatutnya untuk diucapkan, olehkarenanya sadar kah jika lisan ini sangat mudah dalam menuturkan aib saudara kita?,  akan kah kita sadar jika allah swt sangat membenci  hal tersebut?.

Aib secara bahasa artinya cacat atau kekurangan

sebagian ulama mazhab hanafi menjelaskan aib dengan pengertian “suatu bagian yang tidak ada dari asal penciptaannya dan hal itu dianggap sebagai kekurangan”. Dari hadits tersebut di dapatkan bahwa, aib adalah suatu kekurangan, yang mana kekurangan ini harus ditutupi, sebagaimana rasulullah saw bersabda, “barang siapa yang menutupi aib saudaranya muslim, allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat, dan barang siapa mengumbar aib saudaranya muslim, maka allah akan mengumbar aibnya hingga terbukalah kejelekannya di dalam rumahnya/ (HR. Ibnu majah).

Seorang ulama yang dikenal dengan nama syekh ‘utsaimin mengatakan, jika seseorang melihat saudaranya melakukan kemaksiatan yang jelas, bila yang lebih utama menutupi aibnya, maka sepantasnya untuk menutupnya, hanya saja jika aib itu menjadi kebiasaan yang buruk dari saudaranya, maka tidak mengapa untuk menasehatinya agar tidak melakukannya. Adapun masalah menutupi perbuatan buruknya, dilakukan jika engkau melihat bahwa maslahatnya adalah dengan cara menutupinya, baik yang berkaitan dengan perbuatan-perbuatan keji, ataupun selainnya.

Dari abu barzah al-aslami, rasululullah saw bersabda “wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya, tapi keimanannya belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian mengumpat seorang muslim dan jangan pula mencari-cari kesalahannya, sebab siapa saja yang mencari-cari kesalahan orang lain, maka allah akan mencari-cari kesalahannya. Maka siapa saja yang allah telah mencari-cari kesalahannya, allah tetap akan menampakan kesalahannya meskipun ia ada di dalam rumahnya. (HR Abu dawud). Hadits rasulullah ini memberikan peringatan kepada kita untuk menjaga lisa, tidak membicara kan kekurangan orang lain dan mencari-cari kesalahannya, karna setiap manusia dimuka bumi ini pernah berbuat salah, baik yang disengaja ataupun tidak disengaja.

Menggunjing termasuk dosa besar yang dilarang dalam islam

Allah swt berfirman, “wahai orang-orang yang beriman!, jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain, apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?, tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada allah, sungguh allah maha penerima tobat, maha penyayang” (QS. Al- Hujurat:12). Maka jika menggunjingkan saudara kita, jika hal tersebut memang benar adanya, hal itu menjadi ghibah, dan jika salah, hal tersebut menjadi fitnah.

Sahabat mq, kita harus sadari, jika manusia bukanlah malaikat yang terbebas dari dosa, manusia dapat berbuat benar, ataupun  berbuat salah, tidak ada manusia yang sempurna dalam segalanya, selalu ada  kekurangan yang menyertai nya, nabi muhammad saw bersabda,  “setiap anak adam pernah berbuat salah dan sebaik-baiknya yang berbuat salah adalah yang bertobat dari kesalahannya” (HR. Tirmidzi).  Oleh sebab itu, tidak ada alasan untuk manusia merendahkan orang yang pernah melakukan kesalahan, ataupun menghina masa lalu saudara kita, karena pada dasarnya, setiap manusia memiliki cela yang masih allah tutupi. Imam ahmad bin hambal, ketika dipuji oleh seseorang dia berkata, demi allah, seandainya engkau mengetahui apa yang ada padaku berupa dosa dan kesalahan, niscaya engkau taburkan tanah di atas kepalaku.

Islam memerintahkan umatnya untuk menutupi aib saudaranya sesama muslim

Islam memerintahkan umatnya untuk menutupi aib saudaranya sesama muslim, dan bagi mereka yang mau menutupi aib saudaranya tersebut, akan memperoleh keuntungan dan keutamaan yang sangat besar, keutamaan tersebut ialah allah swt akan menutupi aib orang tersebut, baik di dunia dan di akhirat kelak. Sesuai dengan hadits rasulullah saw, “Barangsiapa yang meringankan (menghilangkan) kesulitan seorang muslim, kesulitan-kesulitan duniawi, maka allah akan meringankan (menghilangkan) baginya kesulitan di akhirat kelak. Barangsiapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang mengalami kesulitan di dunia, maka allah akan memudahkan baginya kemudahan (urusan) di dunia dan akhirat,  dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia,  maka allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat, sesungguhnya allah akan senantiasa menolong seorang hamba, jika ia selalu  menolong saudaranya.” (HR. Tirmidzi). keutamaan yang lain yang akan diperoleh orang yang senantiasa menutup aib orang lain ibarat ia menghidupkan bayi yang dikubur hidup-hidup. Siapa melihat aurat aib orang lain lalu menutupinya, maka seakan-akan ia menghidupkan bayi yang dikubur hidup-hidup (HR.Abu daud).

Sahabat mq, sebagai seorang muslim, kita harus belajar menjaga kekurangan orang lain, renungi aib sendiri tanpa harus memikirkan kelemahan saudara muslim lainnya, jangan sampai semut kecil di ujung laut kelihatan, tapi gajah dipelupuk mata tak nampak. Dalam artian jangan sampai keselahan kecil orang lain kita mengetahuinya, tapi tak sadar dengan kesalahan kita yang amat besar. Alangkah baiknya jika kita menutup rapat aib sesama dan menjaga kehormatannya.

PENTINGANYA MENJAGA PANDANGAN

PENTINGANYA MENJAGA PANDANGAN

 

Mata adalah salah satu anggota tubuh yang sangat penting bagi kehidupan kita,  dengan mata kita bisa melihat ciptaan allah yang maha kuasa,  berinteraksi dengan lingkungan sekitar dengan mudah karena itu patut kita syukuri nikmat yang diberikan allah subhanahu wa ta’ala.

Salah satu cara mensyukuri nikmat pengelihatan adalah dengan bijak menggunakan mata kita, mata mempunyai hak yang harus ditunaikan penggunaannya sesuai dengan kehendak allah. mata tidak bisa dipakai seeenaknya untuk memandang, tetapi harus dikendalikan dengan menjaga pandangan mata atau ghadul bashar.

Seringkali kebanyakan dari kita sulit untuk menjaga pandangan, terlebih cukup banyak godaan terhadap pandangan mata di sekeliling kita, mulai di jalan saat keluar rumah, di tempat kerja, juga pasar atau pertokoan. Selain itu media elektronik, media cetak, media sosial, yang memuat foto atau video juga bisa memancing pandangan mata yang tidak terjaga, yang akibatnya kasus pelecehan seksual pun sering terjadi akibat tidak terjaganya pandangan mata.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam al-qur’an surat  nur ayat 30 dan 31 yang potongan artinya “katakanlah kepada laki-laki yang beriman hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.  Katakanlah kepada perempuan yang berim  hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”.

Menurut tafsir ibnu katsir, ayat tersebut merupakan perintah dari allah subhanahu wa ta’ala kepada hamba-hambanya yang beriman untuk menjaga atau menahan pandangan mereka dari hal-hal yang diharamkan, maka janganlah memandang kecuali memandang hal-hal yang diperbolehkan dan juga perintah untuk menahan diri memandang hal-hal yang diharamkan.

Selain itu menundukkan pandangan mata merupakan dasar dan sarana untuk menjaga kemaluan, oleh karena itulah dalam ayat tersebut allah lebih dulu menyebut perintah untuk menahan pandangan mata daripada untuk menjaga kemaluan.

Bahaya apa saja yang akan terjadi jika tidak menjaga pandangan?

Jika seseorang mengumbar pandangan matanya maka dirinya telah mengumbar syahwat hatinya, sehingga matapun bisa berbuat durhaka karena memandang, Itulah yang dinamakan zina mata.

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “mata itu berzina, zina mata adalah dengan melihat yang diharamkan,  zina hati adalah dengan membayangkan, sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan semua itu” (Hadits riwayat Ahmad).

Dalam hadits ini, rasulullah membeberkan bahaya yang akan terjadi yang dimulai dari tidak menjaga pandangan. Beliau menyebutkan zina mata pertama kali karena inilah yang menjadi dasar dari zina tangan, kaki, hati, dan kemaluan. Kemaluan akan menjadi pembukti dari semua zina itu jika akhirnya benar-benar berzina, atau mendustakannya jika tidak berzina.

Pandangan yang tidak terjaga akan memberikan pengaruh negatif pada pikiran dan hati

Pandangan yang tidak terjaga akan memberikan pengaruh negatif pada pikiran dan hati, yaitu menimbulkan syahwat yang tidak pada tempatnya, sehingga timbul kasus perzinaan yang bermula dari ketidakmampuan seseorang menahan pandangan haram terhadap lawan jenis yang bukan mahram.

Sedangkan di era digital yang kita jalani saat ini, memang banyak fitnah yang bertebaran di sekitar kita,  bisa jadi ketika iman dan rasa takut kepada allah sedang luntur, maka dengan mudah pandangan dan syahwat akan terumbar, sehingga melalaikan perintah allah subhanahu wa ta’ala. Oleh karena itu allah membalas hamba-nya yang istiqomah melaksanakan perintah-nya dengan ganjaran pahala yang besar.

Seperti sabda rasulullah sallallahu alaihi wasallam, “memandang wanita adalah panah beracun dari berbagai macam panah iblis, barangsiapa yang meninggalkannya karena takut kepada allah, maka allah akan memberi balasan iman kepadanya yang terasa manis baginya”. ( Hadits riwayat al-hakim).

Salah satu cara yang disarankan rasulullah untuk menahan pandangan mata adalah dengan menikah

“wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang mampu untuk menikah, maka menikahlah, karena menikah itu lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan”. (Hadits Riwayat Bukhari).

Jadi marilah kita sama-sama menjaga pandanagan, sepintas mengubar pandangan sesuatu yang bukan menjadi masalah besar, namun nyatanya justru dimulai dari pandanganlah bermula awalnya perzinaan, oleh karena itu sebaik-baik laki-laki ataupun perempuan ialah yang menundukan pandangannya, dan adapun yang dituangkan oleh hadist diatas ketika hendak sudah mampu menikah, maka hendaklah menikah, karena itu lebih mampu untuk menjaga pandangan.

Semoga allah ta’ala memberikan keteguhan ke dalam hati kita untuk dapat menjaga pandangan mata kita dari yang haram dan menjauhkan kita dari berbagai fitnah yang dapat merusak keimanan kita.

 

TIPS MENGATASI BIBIR KERING DAN PECAH-PECAH MENGGUNAKAN MADU

TIPS MENGATASI BIBIR KERING DAN PECAH-PECAH MENGGUNAKAN MADU

Sahabat mq, mungkin sahabat pernah atau bahkan sering mengalami bibir kering dan pecah-pecah, terlebih kala cuaca panas melanda, tidak jarang kita merasakan permasalahan bibir kering, sehingga kondisi terparahnya adalah bibir menjadi pecah-pecah. Kondisi bibir pecah-pecah cukup sangat menganggu aktifitas makan kita, karena dapat mengubah selera dan mood makan kita, oleh karena itu ketika kita sudah terserang atau terkena bibir kering dan pecah-pecah hendaklah segera mengobatinya, namun ternyata ada cara herbal untuk mengatasi bibir kering dan pecah-pecah tanpa menggunakan obat kimia atau obat apotik lainnya, yaitu dengan menggunakan madu.

Mungkin sebelumnya untuk mengatasi permasalahan ini, banyak yang menggunakan pelembab bibir yang mengandung bahan kimia sebagai alternatif untuk melembabkan bibir, padahal sebenarnya kita dapat menggunakan bahan alami yang lebih aman dan praktis, salah satu bahan alami yang dapat kita gunakan adalah madu, sebab madu memiliki kandungan yang bermanfaat untuk melembabkan kulit bibir yang kering bisa menjadi lebih lembap dan terasa nyaman jika dioleskan madu karena madu memiliki sifat higroskopis, yakni mampu menyerap kelembapan dari udara dan menahannya di permukaan kulit.

Saat madu di oleskan pada bibir ia akan meresap ke dalam dan zat-zat yang berkhasiat menyembuhkan akan bekerja. Zat antioksidan pada madu akan membantu memperbaiki sel-sel yang rusak. Nutrisi lain pada madu seperti vitamin B dan zinc juga akan diserap dan mempercepat proses penyembuhan.

Madu juga bisa berperan sebagai anti bakteri yang mencegah terjadinya infeksi dan anti inflamasi yang bisa meredakan peradangan sehingga madu sangat membantu untuk mengatasi bibir kering dan pecah-pecah secara alami. Adapun bagaimana caranya, berikut simak penjelasnnya debagai berikut :

Cara mengatasi bibir kering dan pecah-pecah dengan madu

Pertama, oleskan madu pada bibir secara merata,

Hal ini karena kandungan vitamin b, vitamin c dan kalsium yang terdapat dalam madu mampu melembkan bibir dan memperbaiki tekstur kulit kering secara alami.

Ke dua, Hindari menjilat bibir

ketika bibir kering, kebanyakan orang akan reflek menjilat bibir atau memasukkan ke dalam mulut. Kebiasaan ini disebut-sebut dapat melembapkan bibir kering dengan cepat.

Faktanya, hal itu cuma mitos, lho! Perlu diketahui bahwa air liur atau saliva akan menguap dengan cepat, justru akan meninggalkan bibir yang lebih kering daripada sebelumnya. Yang ada, bibir malah makin pecah-pecah.

Ke tiga, Penuhi kebutuhan cairan tubuh

Selain bikin haus, kekurangan cairan tubuh juga bisa membuat bibir jadi kering. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan tubuh, terutama jika Anda sering berkeringat atau cuaca di luar sedang panas. Jumlah kebutuhan air setiap orang berbeda-beda, tergantung dari usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisiknya sehari-hari. Namun, setidaknya minum air minimal 8 gelas sehari untuk mejaga kesehatan tubuh sekaligus mengatasi bibir kering dan pecah-pecah.

Ke empat, pijat bibir selama beberapa menit

Setelah bibir terolesi rata oleh madu, pijat bibir dalam beberapa menit agar sel kulit mati yang menempel pada bibir dapat terkelupas dengan baik,  hingga akhirnya akan menghasilkan kulit baru yang lebih sehat.

Ke Lima,bilas bibir dengan air bersih

membilas bibir dengan air bersih dimaksudkan agar kulit mati yang sudah kering dapat mengelupas secara sempurna, sehingga kulit bibir menjadi lebih sehat dan bersih dari sisa kulit mati.

Jadi untuk mengatasi bibir kering dan pecah-pecah tidak harus saja menggunakan obat kimia, tapi ada yang lebih aman, dan lebih herbal yaitu dengan menggunakan madu. Insyaa Allah banyak manfaat dan keberkahan. Selamat mencoba 😊

 

 

 

KISAH INSPIRATIF BERLAKU ISTIQOMAH

KISAH INSPIRATIF BERLAKU ISTIQOMAH

Dalam beribadah kepada Allah swt perlu yang namanya istiqomah, karena sebagaimana kita ketahui bahwa tingkat keimanan seseorang itu terkadang naik dan turun (Yazid wa yankus) maka berlaku istiqomah perlu dilatih dalam diri seseorang, karena tidak banyak orang yang mencoba untuk hijrah atau mencoba menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, akhirnya terpeleset karena tidak istiqomah dan kembali pada perbuatan sebelumnya lagi.

Istiqomah terlihat gampang namun sulit untuk dilaksanakan

Istiqomah terlihat gampang namun sulit untuk dilaksanakan, karena istiqomah perlu didasari niat yang lurus, serta tekad yang bulat dan sungguh-sungguh. Bahkan ada ulama yang mengatakan kalau istiqomah itu adalah lebih baik dari pada 1000 karomah, hal ini nampak bahwa tidak semua orang yang dapat berlaku istiqomah, nyatanya dalam berhijrahpun yang paling sulit untuk dilakukan adalah istiqomahnya. Nyata adanya di akhir-akhir ini banyak dikalangan para artis, para pemuda yang memutuskan untuk berhijrah namun gagal dalam hal istiqomah, karena menjadi pribadi yang istiqomah itu banyak sekali tantangan dan godaannya.

Lantas apa yang dimaksud dengan istiqomah ?

Istiqomah adalah konsisten dalam melakukan kebaikan. Istiqomah harus teguh pada satu pendirian dan tidak tergoyahkan dalam berbagai rintangan untuk mendapatkan Ridha Allah swt. Orang yang beristiqomah selalu kokoh dalam menjaga kaidahnya, dan orang yang Istiqomah tidak akan tergoyahkan keimanannya dalam menjalani tantangan hidupnya.

Istiqomah melahirkan tauhid atau keyakinan kepada allah swt, karena istiqomah erat kaitannya dengan perasaan diawasi oleh allah swt. Orang yang istiqomah tidak mungkin meninggalkan sesuatu yang ia dirikan dikarenakan tidak ada yang melihatnya, tapi orang yang bertekad istiqomah dimanapun, kapanpun, ada yang melihat atau tidakpun bukan menjadi halangan untuk ia melaksanakan apa yang ia yakini dan ingin ia dirikan.

kisah inspiratif tentang buah dari berlaku istiqomah

Mungkin kita sering mendengar tentang kisah inspiratif tentang buah dari berlaku istiqomah, dianataranya yaitu kisah sahabat rasul saw yakni bilal bin rabbah, kisah ini terkenal  bahwa selepas salat subuh berjamaah, Rasulullah memanggil Bilal dan bertanya kepadanya “katakanlah kepadaku, apa amalanmu yang paling besar pahalanya yang kamu kerjakan dalam Islam? Karena sesungguhnya aku mendengar hentakkan sandalmu di surga.” Suara sandal Bilal terdengar oleh Rasulullah ketika ia berada di surga pada malam Isra’ Mi’raj. Bilalpun menjawab “Setiap aku berwudhu, kapanpun itu, baik siang maupun malam, aku selalu melakukan salat dengan wudhu tersebut,” jawab bilal. Jadi bilal merupakan orang yang selalu menjaga kesehariannya dengan berwudhu, setiap wudhunya itu batal, maka ia akan berwudhu lagi kemudian melakukan salat dua rakaat setelah wudhu tersebut.

Kemudian kisah seorang pemuda yang senantiasa istiqomah shalat shubuh, yang mana kisah ini diceritakan oleh Khalid al-Jubair seorang dokter konsultan penyakit jantung di Riyadh. Bahwa beliau suatu hari melihat pasennya yang menjelang sakaratul maut, sebelumnya beliau tahu kalau pasen tersebut merupan seorang yang rajin shalat subuh berjamaah, menjelang kematiannya dokter kholid melihat pemuda itu memegang tangan perawat, sedangkan perawat itu mendekatkan telinganya ke mulut sang pasien yang sedang berbisik kepadanya, Beberapa saat kemudian pemuda itu melepaskan tangan sang perawat, kemudian mengucap, “Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah” , dia berulang kali membacanya sampai dia meninggal dunia. Dan perawat itu pun menangis, dr kholid  heran melihat perawat itu menangis, karena ini bukan pertama kali dia melihat orang meninggal atau sekarat, ketika dia agak tenang, dokterpin  bertanya, “Apa yang dibisikkan pemuda itu kepadamu dan kenapa kamu menangis..?” dia menjawab, “dokter khalid, ketika dia melihat anda menyuruh saya untuk segera menanganinya serta anda mondar-mandir, dia tahu bahwa Anda adalah orang yang bertanggung jawab merawatnya, lalu dia memanggil saya dan berbisik, “katakan kepada dokter jantung itu, janganlah dia menyusahkan diri sebab aku ini sudah mati. Demi Allah, aku sungguh melihat bidadari dan aku melihat tempatku di surga.” kemudian dia melepaskan tangan saya.

Demekina kisah-kisah atau cerita inspirasi tentang orang orang yang berlaku istiqomah. Oleh karena itu istiqomah itu penting bagi seorang muslim,karena amalan yang dilakukan secara berkelanjutan akan menjadi ladang pahala dan menjadi perantara dalam mendekatkan diri kepada Allah, juga akan memperbesar ketaatan terhadap segala perintah Allah. Amal yang kontinyu pasti berat dilakukan. Tapi, itu biasanya terjadi hanya pada awalnya saja. Ibarat memutar sebuah roda, terasa berat hanya pada awal putaran tapi pada putaran kedua dan ketiga-nya, roda itu akan lebih mudah diputar. Demi-kian juga dengan kondisi jiwa manusia. Wallahu’alam.

Sahabat mq, sejatinya tujuan hidup dalam islam  adalah untuk beribadah kepada Allah,  bersikap istiqomah dalam beribadah bisa memperbesar peluang untuk mendapatkan pahala, mendekatkan diri kepada allah, dan masuk surga. Karena itulah,  kita sebagai pemeluk agama islam perlu memupuknya agar dalam diri kita tumbuh sifat yang istiqomah dan menjadi pribadi yang taat beragama dan beribadah kepada Allah.

LARANGAN ZINA

LARANGAN ZINA

Saat ini perbuatan zina, selingkuh, hubungan seks bebas dan hamil di luar nikah menjadi salah satu fenomena yang sangat menakutkan yang sudah tidak asing lagi, ditengah pergaulan bebas yang semakin marak terjadi, namun disisi lain keputusan untuk menikah muda ataupun poligami yang diperbolehkan oleh agama islam, menjadi hal yang masih dipergunjingkan, bahkan menjadi kontroversi  ditengah masyarakat modern saat ini. Hal tersebut menjadi salah satu penanda semakin lunturnya iman islam manusia saat ini.

Menurut pandangan islam perbuatan zina merupakan dosa besar yang dilarang oleh Allah swt

Menurut pandangan islam perbuatan zina merupakan dosa besar yang dilarang oleh Allah swt, sesuai dengan firman Allah “dan janganlah kamu mendekati zina,sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk”. (Q.S. Al-isra : 32). Secara tegas Allah telah memberi predikat terhadap perbuatan zina melalui ayat tersebut, sebagai perbuatan keji dan terkutuk, bukan hanya itu bahkan Allah melarang melakukan perbuatan yang mendekati perbuatan zina. Allah pun menyamakan kedudukan perbuatan zina dengan dosa-dosa besar lainnya, dan mengancam para pelakunya dengan siksaan keras di hari kiamat kelak.

Rasulullah saw pun bersabda “wahai umat manusia, takutlah terhadap perbuatan zina karena perbuatan ini akan mengakibatkan enam perkara yang tiga di dunia, dan yang tiga lagi di akherat, adapun hal yang akan menimpa di dunia ialah pertama dapat menghilangkan wibawa, kedua dapat mengakibatkan kefakiran, yang ketiga dapat mengurangi umur. Dan tiga lagi yang akan dijatuhkan di akherat pertama mendapat marah dari allah, dan yang kedua mendapat banyak dosa, dan yang ketiga mendapat siksaan di neraka”. (Hadits ini juga ditulis oleh imam sayuthi dalam kitabnya al-jami’ al-kabir, dan al-kharrathy meriwayatkan dalam kitab masawi al-akhlak.)”.

Sahabat mq, saat kita mendengar kata zina, hal pertama yang pasti terfikirkan oleh kita adalah perbuatan seksual yang dialkukan oleh laki-laki dan perempuan yang belum terikat oleh ikatan pernikahan, namun sebenarnya yang dimaksud dengan zina adalah segala macam perbuatan yang kita lakukan yang mengandung unsur zina.

Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh imam Bukhori, Rasulullah saw telah bersabda yang artinya “setiap bani adam mempunyai bagian dari zina, maka kedua matapun berzina, dan zinanya adalah melalui penglihatan, kedua tangan berzina, zinanya adalah menyentuh, kedua kaki berzina dan zinanya adalah melangkah menuju perzinahan, mulut berzina, zinanya adalah mencium, hati dengan keinginan, dan berangan-angan, dan kemaluannya lah yang membenarkan atau mengagalkannya.

Jenis-jenis zina

Sahabat mq, dari hadist-hadist diatas dapat disimpulkan bahwa ada beberapa jenis zina, yaitu pertama zina mata adalah zina yang dilakukan saat muslim atau muslimah memandang lawan jenisnya, menatap matanya dan berlama-lama bertatapan dengannya, yang kedua adalah  zina tangan yaitu  zina yang dilakukan oleh dua orang yang bergandengan tangan dengan yang bukan mahramnya, zina kaki yaitu zina yang terjadi saat salah seorang muslim atau muslimah melangkahkan kakinya menuju perzinahan, zina mulut yaitu zina ini tidak hanya saat muslimin atau muslimah berciuman dengan yang bukan mahramnya, tapi  juga saat seorang muslimin atau muslimah membicarakan lawan jenisnya, dan zina hati yaitu saat muslim atau muslihan berangan-angan atau memikirkan tentang lawang jenisnya

Kelima zina ini termaksud macam-macam zina kecil, namaun jangan pernah menyepelekan hal-hal kecil, karena dari hal kecil inilah yang akan menjerumuskan kita menuju hal yang besar.

Cara menghindari perbuatan zina

Diantara banyaknya pintu-pintu menuju kemaksiatan zinah, banyak sekali hal-hal yang dapat  kita lakukan untuk menghindari hal-hal tersebut, yaitu salah satunya dengan mendekatkan diri kepada allah swt, membaca al-quraan dan mengkajinya atau memahami maknanya dengan baik, menghindari tempat-tempat maksiat yang dapat menjerumuskan kita kepada perbuatan-perbuatan zina, berteman dengan orang-orang soleh karena merekalah yang akan mengingatkan kita akan bahaya-bahaya berzina, membaca buku-buku tentang keislaman sehingga kita tidak akan mudah terpengaruh dengan hal-hal yang bisa menjerumuskan dan bertentangan dengan ajaran islam, dak tak lupa untuk menghadiri majelis-majelis taklim dan kegiatan keagamaan lainnya agar mengerti lebih jauh tentang apa yang diperbolehkan ataupun dilarang oleh agama islam.