4 GOLONGAN MANUSIA YANG DIRINDUKAN SURGA

4 GOLONGAN MANUSIA YANG DIRINDUKAN SURGA

Surga adalah tempat dimana semua keindahan, kenikmatan, dan kenyamanan ada, tempat dimana suatu kebahagian yang kekal (abadi) yang hanya dihuni dan Allah sediakan bagi hamba-hambanya yang taat kepada Nya selama hidupnya di dunia.

setiap orang mendambakan akan surga, karena disanalah segala kenikmatan Allah berikan kepada seluruh penghuni surga, suatu kenikmatan yang tidak bisa tergambarkan oleh akal fikiran manusia. Namun surga hanya Allah sediakan bagi hamaba-hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada Allah ta’ala. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits Qudsi :

أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ ذُخْرًا َلْهَ مَا أُطْلِعْتُمْ عَلَيْهِ ، ثُمَّ قَرَأَ ( فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ )

 

“Aku telah siapkan untuk hamba Ku yang shalih : Kenikmatan surga yang tidak pernah tidak dilihat mata, tidak pernah didengar telinga dan tidak pernah terbetik di dalam hati manusia. Sebagai simpanan baginya, yang kalian belum pernah melihatnya.

Banyak orang yang berharap dan merindukan akan surga, namun disisi lain dalam suatu riwayat bahwasannya surgapun merindukan terhadap penghuninya. Yakni Surga merindukan terhadap 4 golongan yang akan menjadi penghuninya kelak, golongan yang bagaimanakah yang dirindukan oleh surga? Berikut penjelasan 4 golongan yang dirindukan surga.

Sebagaimana hadist Rasulullah SAW, ada 4 golongan manusia yang dirindukan syurga;

الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَا لِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ .رواه أبوداود والترمذي عن ابن عباس

Artinya :

Surga itu merindukan kepada 4 golongan: orang yang membaca Al Quran, orang yang menjaga lidah, orang yang memberi makan orang yang sedang kelaparan, dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan.

Dari hadist diatas dijelaskan bahwa 4 golongan yang dirindukan surga adalah sebagai berikut :

  1. Orang yang senantiasa membaca alqur’an.

Alqur’an adalah kalam Allah yang Allah wahyukan kepada Nabi Muhammad saw untuk disampaikan kepada umatnya. Alqur’an merupakan pedoman hidup bagi umat muslim, dan bernilai pahala bagi setiap orang yang membacanya. Dari setiap huruf yang dibacakannya,  Allah berikan 10 kebaikan. Bisa kita bayangkan jika kita membacanya satu hari hari satu juz, berapa kebaikan yang kita peroleh. Terlebih ketika kita memahaminya, menghafalkannya dan mengamalkan isinya, maka berapa pahala yang Allah limpahkan kepada kita. Namun tetap kuncinya adalah ikhlas karena Allah swt.

Kemudian Alqur’an juga akan menjadi syafaat bagi para pembacanya, sebagaimana sabda Rasulullah saw : “Bacalah Al-Qur’an karena Al-Quran akan datang pada hari kiamat nanti sebagai pemberi syafaat bagi yang membacanya (dengan tadabbur dan mengamalkannya)”.

  1. Orang yang selalu menjaga lisannya

Dua yang dapat mencelakakan manusia, yaitu yang berada diantara dua bibir (yaitu lidah), dan yang berada diantara dua kaki (yaitu kemaluan). Manusia sering terpeleset oleh lidah atau lisannya yang mengakibatkan sakit hati saudaranya. Bahkan dalam suatu pepatah mengatakan bahwasannya lidah itu lebih tajam dari pada pedang. Hal ini saking berbahayanya lidah ketika kita tidak dapat menjaganya. Maka disini pantas ketika orang yang dapat menjaga lisannya dalam artian tidak pernah melukai hati saudaranya dengan lisannya, maka orang yang demikian telah dirindukan oleh surga.

  1. Orang yang memberi makan orang yang kelaparan, seperti fakir miskin, yatim piatu

Sejatinya dalam harta kita terdapat hak-hak mereka. Insya Allah jika kita memberikan hak mereka maka kita akan mendapatkan pahala,. Namun jika kita membiarkan anak yatim terlantar, fakir miskin kelaparan, maka kita akan di cap sebagai pendusta agama, sebagaimana firman Allah yang terdapat di dalam QS Al Maun: 1-3

  1. Orang yang berpuasa di bulan ramadhan

Puasa di bulan ramadhan merupakan salah satu rukun islam, yakni salah satu yang menjadi tegaknya keislaman seseorang. Berpuasa bukan hanya menahan tidak makan dan minum saja melainkan menjaga panca indra kita serta syahwat kita untuk tidak melakukan hal-hal kejelekan. Orang yang berpuasa cenderung bisa lebih menahan diri baik itu pandangannya, syhwatnya, lisannya, bahakan perbuatan-perbuatannya, karena takut membatalkan puasanya.

Dan orang yang berpuasa di bulan ramadhan sebagaiman dalam firman-Nya, yaitu dapat meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt.

 

Itulah ke empat golongan yang dirindukan oleh surga, oleh karena itu marilah kita senantiasa berlomba-lomba untuk meraih ridho Allah swt serta menjadi orang yang kelak di rindukan oleh surga. Karena sungguh kennikmatan yang kekal dan abadi serta kenikmatan yang amat yang tidak akan ditemukan di dunia adalah kenikmatan surga yang Allah berikan kepada hambanya yang beriman dan bertaqwa.

 

 

 

 

TUJUAN DICIPTAKANNYA MANUSIA

TUJUAN DICIPTAKANNYA MANUSIA

Sahabat mq, pernahkah terpikirkan mengapa Allah menciptakan manusia? .Kita lahir, kecil, dewasa, tua, dan akhirnya mati untuk meninggalkan dunia. Sering kita habiskan waktu hanya dengan makan, minum, tidur, dan bersenang-senang. Padahal ada tujuan dari penciptaan kita hidup di dunia,  penciptaan manusia bukan hanya sekedar permainan dan sia-sia. namun ada hikmah besar yang terkandung di dalamnya.

Semua bermula dari bagaimana Allah menciptakan manusia. Manusia tidaklah tercipta sebagai hasil dari evolusi makhluk lainnya.

Al-qur’an telah menegaskan bahwa manusia diciptakan secara khusus, sebagaimana firman Allah dalam Qur;an Surat shaad ayat 71 hingga 72 yang artinya :

“sesungguhnya aku akan menciptakan manusia dari tanah, maka apabila telah kusempurnakan kejadiannya dan kutiupkan kepadanya roh ciptaan-ku, maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”.

Rasulullah shalallahu alaihi wasalam juga bersabda mengenai penciptaan manusia, “sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah atau air mani, kemudian menjadi ‘alaqah – segumpal darah, kemudian menjadi mudhghah – segumpal daging, lalu seorang malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya. (Hadits Riwayat Bukhari Dan Muslim)

Proses penciptaan manusia dalam islam

Manusia berasal dari setetes mani, 40 hari kemudian menjadi segumpal darah, kemudian menjadi segumpal daging. barulah di hari ke-120, Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan daging yang bertulang, dan dia memerintahkan malaikat untuk meniupkan ruh padanya serta mencatat empat hal, yaitu rizki,  ajal, amal, dan sengsara atau bahagia.

Ruh adalah sesuatu yang membuat manusia hidup dan ini sepenuhnya urusan Allah. Allah berfirman dalam Qur’an  Surat Al Isra Ayat 85, yang artinya :

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh, katakanlah: “ruh itu termasuk urusan tuhanku,  dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Mengenai  penciptaan manusia ini juga berkaitan dengan iman kepada takdir. Allah telah mentakdirkan segala sesuatu sejak 50 ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi. Kemudian di alam Rahim,  Allah pun memerintahkan malaikat untuk mencatat kembali empat hal, yaitu rizki, ajal, amal, sengsara atau Bahagia.

Tentang rizki,  Allah yang maha pemurah telah menetapkan rizki bagi seluruh makhluk-nya, dan setiap makhluk tidak akan mati apabila rizkinya belum sempurna. Berkaitan dengan ajal, Allah maha kuasa untuk menghidupkan makhluk, mematikan, dan membangkitkannya kembali. dan setiap makhluk tidak mengetahui berapa jatah umurnya, juga tidak mengetahui kapan serta dimana akan meninggal.

Allah swt mencatat amal baik dan buruk manusia

Allah  subhanahu wa ta’ala telah mencatat amal-amal setiap makhluk-nya, baik dan buruknya.  Akan tetapi setiap makhluk Allah pasti akan beramal. Amal baik atau pun amal buruk, dan malaikat pun mencatat mengenai sengsara atau bahagianya, apakah akan berada di surga atau neraka.

Meski segala sesuatunya telah Allah gariskan, bukan berarti kita menjadi enggan beramal shaleh. Allah telah mentakdirkan akhir kehidupan setiap hamba, namun Allah yang maha bijaksana juga menjelaskan jalan-jalan untuk mencapai kebahagiaan. Sebagaimana Allah yang maha pemurah telah mentakdirkan rizki bagi setiap hamba-nya, namun dia juga memerintahkan hamba-nya keluar untuk mencarinya.

Tujan diciptakan manusia

Allah menciptakan manusia dengan menitipkan dua hal didalamnya, pertama agar manusia memiliki ilmu tentang Allah Ta’ala. Dalam surat ath thalaq ayat 12 Allah berfirman, yang artinya :

”Allah lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi, perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasannya Allah itu maha kuasa atas segala sesuatu, dan agar kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.

Kedua, agar manusia beribadah hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala, sebagaimana yang Allah sebutkan dalam surat adz dzariyat ayat 56,  Bahwa Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada Allah swt.

Sahabat mq, dengan mengetahui bagaimana Allah menciptakan kita, maka kita pun harus mengenal Allah dan beribadah kepada-Nya, karena Ketika seorang hamba mengenal Allah, mengenal nama-nama Allah yang baik, dan mengenal kesempurnaan sifat Allah ta’ala,  bahwa tidak ada satu pun makhluk yang mampu menandingi Allah dalam kesempurnaan sifat tersebut, tentu hamba tersebut akan beribadah hanya kepada Allah saja.

 

 

 

 

JALAN HIJRAH

JALAN HIJRAH

Setiap orang  pernah melakukan salah sebelum menemukan kebenaran, namun orang salah tidak mustahil bisa menjadi orang yang baik dan benar. Pintu hidayah selalu terbuka bagi setiap orang yang Allah kehendaki.  Perjalanan kesalahan terkadang lebih mampu membuat banyak orang tersadar, hingga akhirnya bisa mengambil pelajaran.

Jangan pernah berputus asa atas rahmat Allah

Kesalahan yang telah diperbuat di masa lalu bukan berarti kita akan menjadi orang jahat selamanya, kesempatan menjadi orang baik selalu terbuka bagi hambanya  yang punya harapan untuk brtaubat, punya niat memperbaiki diri maka ampunan dan rahmat Allah selalu terbuka bagi hambanya yang bertaubat. Sebagimana firman Allah swt :

ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ

“Alloh cinta kepada orang-orang yang sering bertaubat dan bersuci.” (QS. Al Baqarah: 222)

وَإِنِّى لَغَفَّارٌۭ لِّمَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحًۭا ثُمَّ ٱهْتَدَىٰ

“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal sholih, kemudian tetap di jalan yang benar..” (QS. Ath Thahaa: 82)

Ketika hidayah Allah menghampiri

Maka dari itu ketika hidayah Allah menghampiri kita, maka segeralah sambut hidayah tersebut dengan segera bertaubat dan memohon amun kepada Allah swt, bertaubatlah dengan sebenar-benarnya bertaubat, sesali atas dosa-dosa yang telah diperbuat dimasa lalu, dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi serta menggantinya dengan amal baik dan menjalankan seluruh perintah Allah swt dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena sesungguhnya Allah swt adalah zat yang maha pengampun lagi maha penyayang serta sesungguhnya Allah menyukai hambanya yang berdosa lalu segera bertaubat kepada-Nya.

Memutuskan berhijrah

Memutuskan untuk berhijrah tak semudah membalikan tangan, perlu kesungguhan dan keistiqomahan, serta lingkungan yang mendukung untuk meraih hidayah Allah. Banyak orang yang telah berhijrah, namun kembali lagi kedalam kesalahan karena tidak bisa istiqomah dalam hijrahnya. Orang bilang, menjaga cinta lebih banyak tantangannya dibanding ketika baru memulai, kiranya bukan hanya cinta, segala aspek dalam kehidupan juga sering dihadapkan pada peliknya menjaga hal yang sudah ada. Begitupun dengan berhijrah, karena istiqomah dalam proses jalan hijrah lebih sulit dibanding dengan ketika awal-awal memutuskan berhijrah.

Godaan dan tangtangan berhijrah

Sejatinya mengerjakan suatu kebaikan selalu dihadapkan dengan godaan dan tangtangan, karena jelas setan tidak akan pernah ridho ketika melihat manusia berada dalam jalan Allah, karena syetan telah berjanji kepada Allah swt untuk menggoda manusia agar kufur kepada Allah dan menjadi temannya kelak di neraka. Godaan dan tangtangan berhijrah sangatlah berat, karena ketika manusia memutuskan untuk berhijrah kepada jalan yang lurus (jalan Allah swt) maka disana syetan akan merasakan kesakitan yang amat, karena telah kehilangan pengikutnya yang kembali kepada jalan Allah. Maka dari itu syetan akan terus menggodanya kembali agar senantiasa gagal dalam proses berhijrahnya.

Godaan demi godaan terus menerus bermunculan, baik itu dari keluarg, dari sahabat sahabat yang belum hijrah, dari rekan kerja, peraturan kantor yang tidak mendukung, bahkan dari diri sendiri yang terus beranggapan bahwa dirinya belum pantas melakukan hal kebaikan, karena merasa kotor setelah sekian lama berada dalam kegelapan. Tantangan tersebut akan terus menggoncang keyakinan orang berhijrah, namun ketika orang tersebut berhasil melewatinya maka orang tersebut adalah orang yang Allah naungi kasih sayang, serta Allah limpahi keberkahan dalam hidupnya. Karena Allah tidak akan melihat keburukan seseorang di masa lalu, yang Allah lihat adalah bagaimana  seseorang di masa sekarang.

Menjaga keistiqomahan beribadah

Menjaga kebiasaan shalat dan bangun tidur tepat waktu, menjaga agar rumah selalu bisa terasa bersih dan nyaman  nyatanya semua membutuhkan usaha lebih ketika dihadapkan pada kata penjagaan. Tidak semua orang dapat berhasil menempuh jalan hijrahnya, diperlukan niat yang lurus ketika berhijrah, pribadi yang sungguh-sungguh dalam berhijrah, serta lingkungan yang mendukung, Sehingga ketika dihadapkan dengan situasi yang membuat goyah jalan hijrah kita, senantiasa akan ada yang mengingatkan dan meluruskan kembali jalan hijrahnya.

Hijrah menjadi orang yang lebih baik perlu pengorbanan, karena disanalah ujain keimanan dan kelurusan niat diuji, bagi orang yang benar-benar berhijrah maka seberapa besarpun rintangannya maka tidak akan tergoyah sedikitpun, bahkan ia akan semakin mantap dengan jalan hijrahnya, namun bagi orang yang setengah-setengah dalam hijrahnya ada niat atau tujuan lain dalam berhijrahnya, maka ia akan mudah tergoncang dan bisa jadi gagal dalam proses hijrahnya. Maka dari itu   hal yang harus diperhatikan ketika memutuskan berhijrah adalah luruskan niat.

 

TIPS AGAR HIDUP MEMILIKI MAKNA

TIPS AGAR HIDUP MEMILIKI MAKNA

Sahabat mq, setiap orang menginginkan jika hidupnya memiliki makna, tidak sebatas mengerjakan rutinitas hari demi harinya. Pekerjaan yang menyibukan, targetan dan ambisi yang belum tercapai membuat waktu ke waktunya tak terasa hanya dihabiskan di ruang kerja, belum lagi semakin bertambahnya usia, aktivitas yang dilakukan juga akan semakin beragam, rutinitas yang dilakukan setiap hari terkadang membuat kita merasa bosan atau bisa sampai tertekan. Padahal ada beberapa hal sederhana yang mungkin dapat membuat hidup kita lebih bermakna dalam melakukan setiap aktivitas sehari-hari.

berikut ini tips agar hidup anda lebih bermakna :

Pertama, banyak bersyukur

Hal sederhana yang sering terlewatkan sebelum kita memulai aktivitas, adalah mengucap rasa syukur. Padahal dengan kita sering bersyukur atas apapun, rasa lelah yang kita dapatkan akan terobati dan membuat kita lebih menikmati hidup ini.  Syukur adalah bentuk dari rasa terima kasih kepada-Nya atas semua yang telah Allah lapangkan dan mudahkan untuk kita. Dengan bersyukur membuat hidup kita tidak banyak tungtutan, dan menikmati apa yang telah dimiliki, karena tidak sedikit orang yang prustasi atau stress adalah oleh yang tidak pernah bersyukur, akhirnya hidupnya akan penuh dengan tekanan dan tungtutan.

Ke dua, Mengatur suasana hati

Sahabat mq. membangun mood saat akan memulai hari bisa anda lakukan agar tidak merasa tertekan saat menghadapi rutinitas, kita  tidak perlu melakukan hal yang berat, cukup menyesap secangkir minuman favorit seperti teh sambil bersiap-siap untuk berkegiatan.

Meluangkan waktu untuk berinteraksi

Sahabat mq, sebagai mahluk sosial yang baik, hendaklah kita senantiasa meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan orang-orang disekitar kita, dengan tetangga, dengan saudara, dan utamnaya dengan anggota keluarga kita. Mungkin jika kuliah yang melelahkan, menangani klien yang beragam, hingga reward dari kantor yang tidak sesuai dengan harapan, bisa menjadi sesuatu yang memberatkan. Namun sesibuk dan seberat apapun hari kita, menyempatkan sedikit waktu untuk tetap berinteraksi dengan orang-orang di sekitar, akan membantu kita mengalihkan pikiran yang terbelenggu akan pekerjaan atau deadline.

Ke empat, Luangkan waktu untuk me time

Rutinitas yang berjalan secara terus-menerus bisa membuat kita tertekan, ada baiknya mensisipi sedikit waktu untuk diri sendiri, daripada apa yang kita lakukan berdampak negatif, kita bisa menggunakan waktu tersebut untuk relax sejenak di tengah-tengah kesibukan dengan melakukan perjalanan liburan atau quality time bersama keluarga.

Ke lima, Senantiasa menebar kebaikan

Sahabat mq, berbuat baik bukan suatu hal yang mudah, dan tidak setiap orang bisa melakukannya. Mungkin kita juga terlalu egois dengan senantiasa hanya memikirkan diri sendiri dan hanya bergelut dengan kesibukan kita. Dengan berbuat baik dan menebar efek positif bisa membuat hidup kita lebih bermakna dan senantiasa bermanfaat tida hanya bagi sendiri, tetapi bermanfaat bagi orang-orang disekitar kita.

Sahabat mq, hidup dalam pandangan Islam adalah kebermaknaan dalam kualitas secara berkesinambungan dari kehidupan dunia sampai akhirat, hidup yang penuh arti dan manfaat bagi lingkungan seekitarnya. Oleh karena itu, tiada dipandang berarti (dipandang hidup) ketika seseorang melupakan dan meninggalkan kewajiban-kewajiban yang telah diatur Islam. Membuat hari-hari kita lebih bermakna sangat menyenangkan, terlebih hal tersebut dapat memberikan kebaikan bagi orang lain serta membuahkan  nilai ibadah, dan terkadang memulai rutinitas dengan hal-hal sederhana, dapat membuat hari kita lebih bermakna, selama diniatkan untuk beribadah di jalan Allah SWT.

 

CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Begitu banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita selaku hambanya, mulai dari nikmat hidup, nikmat sehat, nikmat berkeluarga, nikmat bersilaturahmi, hingga nikmat yang paling tinggi yaitu nikmat iman dan islam. Seringkali kita lupa terhadap nikmat yang Allah berikan kepada kita, namun dengan kemaha rahim dan rahman Nya, Allah swt tidak pernah mencabut secara menyeluruh nikmat yang Allah berikan kepada hambanya. Bahkan kalau kita menelaahnya secara seksama, tidak ada satu detik pun yang terlepas dari nikmat Allah swt dalam kehidupan sehari-hari kita.

Penting bagi kita semua, untuk mensyukuri nikmat Allah swt

Sebagaimana firman Allah swt dalam Qur’an Surat Ibrahim ayat 7:

‎وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhan kalian memaklumatkan, “Sesungguh­nya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian; dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”.

Bersyukur kepada Allah swt itu bisa dengan berbagai cara

Penting bagi kita semua untuk mengedapankan rasa syukur dalam kehidupan kita, ketimbang banyak mengeluh, karena dibanding dengan masalah-masalah yang kita punya, niscaya nikmat yang Allah berikan kepada kita itu jauh lebih besar. Maka hendaknya apapun yang terjadi kita senantiasa tetap bersyukur kepada Allah swt.

Cara bersyukur kepada Allah swt bisa dengan 4 cara, dianatanya yaitu :

  1. Dengan cara menjaga dan menggunakan sebaik baiknya.

Menjaga nikmat yang Allah berikan kepada kita dan menggunakan dengan sebaik-baiknya merupakan bagian dari rasa syukur kita kepada Allah swt. Karena dengan kita menjaga dan menggunakan dengan sebaik-baiknya maka kita telah menjalankan amanah yang Allah titipkan kepada kita. Maka dari itu janganlah diantara kita semua menyia-nyiakan nikmat yang Allah berikan terlebih kita menggunakannya kepada hal yang tidak diridhoi Allah, alih-alih Allah akan menambahkan nikmat tersebeut melainkan Allah akan murka dan mencabut nikmatnya.

  1. Meyakini bahwa segala bentuk kenikmatan tersebut datangnya hanya dari Allah SWT semata.

Hal ini menjdai penopang keimanan kita kepada Allah swt, karena tidak sedikit ketika kita mendapatkan suatu kenikmatan yang mana nikmat tersebut Allah pelentarakan kepada makhluknya, kita seringkali lebih cenderung bersyukur kepada mahluknya, dan lupa kepada Allah sebagai hakikat  pemebri nikmat yang jelas nikmat tersebut hakikatnya adalah pemberian dari Allah swt. Maka dari itu perlu kita perbaiki dan benahi dengan meyakini segala bentuk kenikmatan yang kita dapatkan itu berasal dari Allah swt, dengan senantiasa menambah keimanan kita dan rasa syukur kita kepada Allah swt.

  1. Selalu berpikir/berperilaku baik (husnuzhan).

Khusnudzon atau berprasanngka baik kepada Allah adalah kunci rasa syukur kepada Allah swt. Karena nikmat yang Allah berikan kepada hambanya, tidak selalu berupa kesenangan dan kebahagiaan, tetapi terkadang nikmat yang Allah berikan kepada hamba-Nya bisa berupa ujian dan rasa sedih. Namun dalam hal ini kembali kepada bagaimana kita menerimanya. Jikalau kita menerimanya yang demikian hanya semata ujian, maka tiadak lain tidak akan ada hikmah yang kita dapatkan. Namun ketika ujian tersebut kita gali hikmahnya dan kita syukuri atas kejadian tersebut, maka akan banyak hikmah yang kita dapatkan, bahkan bisa jadi terselip kenikmatan yang Allh berikan kepada hambanya yang bersyukur.

  1. Menjalankan segala yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarangnya.

Sangat jelas, sebagai hambanya kita senantiasa ditungtut untuk m enjalankan segala perintah Allah swt, dan menjauhi segala larangan-Nya. Dan yang demikianlah itu merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah swt kita telah diciptakn sebagai hamabanya, dan telah diciptakan dengan bentuk yang sempurna, dan menjadi kholipah atau pemimpin di muka bumi ini.

Bersyukur adalah ciri orang yang beriman, karena syukur adalah cara menunjukan bahwa adanya nikmat Allah pada diri kita. Orang yang bersyukur adalah orang yang senantiasa khusnudzon kepada Allah swt,  dan merupakan orang yang tahu diri bahwa dirinya tidaklah terlepas dari segala kenikmatan yang berikan kepadanya.

 

 

 

CARA MENIRU ORANG SUKSES

CARA MENIRU ORANG SUKSES

Berbicara dengan meniru, tidak selalu dikaitkan dengan suatu hal yang negatif saja, karena kata meniru itu sendiri mempunyai makna yang luas. Boleh jadi jika kita meniru karya orang lain dan mengakui itu adalah karya kita, maka yang demikian itu adalah tindakan yang tidak boleh dan yang seperti itu melanggar hak cipta dan merupakan suatu kegiatan plagiatisme. Namun yang dimaksud meniru disini adalah bagaimana kita meneladani sifat atau sikaf seseorang yang memberikan epek positif pada diri kita.

Lantas hal apa saja yang harus kita tiru ?, siapakah yang harus kita tiru ? dan bagaimana tindakan selanjutnya ketika kita meniru orang dengan niat menjadi pribadi yang baik seperti orang yang kita tiru itu?. Maka disini ada tiga urusan yang menjadi fokus pembahsan mengenai kiat meniru orang sukses. Yaitu Amati, Tiru, dan Istiqomah.

Rasulullah saw adalah role model kesuksesan di dunia maupun di akhirat

kata sukses disini tidak hanya sukses pada urusan dunia, melainkan sukses pada urusan dunia dan akhirat. Bagi umat muslim satu satunya orang yang pertama kita tiru kesukseannya baik pada urusan dunia maupun akhirat, yakni adalah baginda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Beliau lah uswatun hasanah atau sebaik-baiknya yang menjadi suri teladan bagi umat muslim. Ahlaknya yang mulia, tutur katanya yang baik, cara berkomunikasinya yang tepat serta banyak hal lain yang wajib kita tiru dari sosok nabi muhammad saw. Nabi muhammad adalah sosok seorang yang sukses tidak hanya di urusan dunia tapi beliau juga merupakan sosok yang sukses pada urusan akhirat.

Di dunia kita tahu, kalau nabi muhammad saw adalah selain seorang utusan Allah, beliau seorang priseden umat muslim, seoarang panglima perang, seorang yang memegang kunci baitul mal atau kalau sekarang adalah mnteri keuangan, beliau seorang pemimpin yang cerdas, hebat dan berpengaruh di dunia, dan banyak lagi kesuksesan beliau di dunia. Kemudian dalam urusan akhirat jelas beliaulah orang yang paling taat kepada Allaha, orang yang paling zuhud, orang yang paling qona’ah, orang yang paling berkurban dan berjuang di jalan allah, serta beliau sudah Allah kasih jaminan surga baginya.

Cara meniru orang sukses

Selain rasulullah saw, mungkin kita juga bisa meniru orang-orang yang menurut kita dipandang telah sukses dan meiliki rekam jejak yang baik dan sukses dibidangnya. Sebagai contoh ketika kita ingin meniru orang yang sukses dalam hal berbisnis maka kita harus tahu siapa orang yang sukses dalam hal berbisnis. Dulu mungkin pada zaman sahabat  yang pandai berbisnis adalah abdur rahman bin auf, said ibnu abdi waqas, talhah. Kalau dizaman sekarang kita bisa lihat ustadz yusuf mansur, aagym, dan yang lainnya. Maka setelah tahu siapa yang mau kita tiru, ikuti langkah-langkahnya yaitu dengan amati, tiru, dan istiqomah.

Maka untuk langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengamati.

Yaitu mengamati bagaimana kehidupan kesehariannya, ruhiyahnya, sikapnya, ahlaknya, pengambilan keputusannya, dan yang lainnya. Kita bandingkan dengan apa yang telah kita perbuat, mana yang belum kita lakukan, mana yang harus kita evaluasi, dan mana yang harus kita perbaiki.

Yang kedua adalah tiru langkah-langkah yang menjadi kiat suksesnya

Setelah kita mengetahui kiat-kiat apa saja yang menjadi jalan kesuksesannya, maka kita tiru dan amalkan kedalam progres ikhtiar kita. Baik dalam hal ruhiyahnya kita perbaiki, sikap dan kebiasaanya kita perbaiki semaksimal mungkin, pengambilan keputusannya, dan yang lainnya. Maksimalkan kita tiru kebiasaan kebiasaan baiknya. Bahakan kalau bisa kita maksimalkan semampu kita.

Yang ke tiga adalah istiqomah

Kiat selanjutnya adalah mengistiqomahkan diri kita terhadap hal-hal kebaikan yang sudah kita tiru. Jadi seorang yang sukses tidak semudah membalikan tangan, meskipun kita sudah tau kiat-kiatnya, sudah meniru kebiasan-kebiasan yang dilakukan orang sukses, maka selanjutnya adalah mengistiqomahkannya. Meniru kebiasan-kebiasaan orang yang sukses mungkin bisa saja kita bisa melakukannya, tapi mengistiqomahkannya dan menjadikannya sebagai habit atau kebiasaan kita itu yang dirasakan kesulitannya.

Maka dari itu meniru orang sukses itu gak salah, selama tahap-tahapnya benar dan syar’i, terlebih kalau yang menjadi pigurnya adalah orang sukses yang taat ibadahnya. Namun pada intinya yang menjadi patokan kesuksean itu adalah ketika kita senantiasa menjaga hubungan dengan Allah, dan mempunyai huibungan baik juga dengan sesama manusia.

QANA’AH

QANA’AH

 

Sahabat  mq, akan kah selama ini kita sudah merasa cukup dengan apa yang Allah berikan kepada kita ?, ataukah selama ini kita lebih banyak merasa iri dengan harta ataupun kehidupan yang orang lain miliki?, jika hal tersebut masih kita rasakan, hal itu menandakan kita belum memiliki sifat qonaah dan masih jauh dari rasa syukur.

Rasulullah sallahu ‘alaihi wa salam telah mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa qanaah, yaitu menerima apa yang telah allah berikan kepada kita, dan mensyukurinya. Dari Abdullah bin ‘amr bin al-‘ash, bahwa Rasulullah saw bersabda, sungguh sangat beruntung seorang yang masuk islam, kemudian mendapatkan rezeki yang secukupnya, dan Allah menganugerahkan kepadanya sifat qana’ah. (merasa cukup dan puas) dengan rezeki yang Allah berikan kepadanya.

Sahabaat mq, qona’ah berasal dari bahasa arab yaang berasal kata dari kata qona’a  yang berarti ‘cukup’, atau merasa cukup.  Banyak yang mengartikan bahwa qona’ah adalah menerima apa adanya, tanpa ada ikhtiar dan usaha selanjutnya. Hal tersebut adalah hal yang keliru, karena orang yang qona’ah itu adalah orang yang telah berikhtiar dengan maksimal, dan menerima hasil ikhtiarnya tersebut dengan rasa syukur, bagaimanapun hasil ikhtiarnya, mumuaskan atau tidak, dia akan berusaha dengan lebih baik lagi. Seseorang yang bersikap qana’ah adalah jika dia ridha,  maka qana’ah adalah meridhai apa yang allah bagikan di dunia ini, baik sedikit ataupun banyak, dan memasrahkan segala urusan kepada-nya.

Qana’ah lahir dari kesadaran diri sendiri

Sejatinya Sikap qana’ah lahir dari kesadaran diri, bahwa yang menentukan besar kecilnya rezeki, dan siapa saja yang dilapangkan maupu atau yang disempitkan rezekinya adalah kuasa dari allah swt. Sebagaimana firman-Nya yang artinya “Sesungguhnya tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang dia kehendaki, dan menyempitkannya. Sesungguhnya dia maha mengetahui lagi maha melihat akan hamba-hamba-Nya (QS. Al-israa (17):30). selain itu, sikap qana’ah lahir dari kesadaran, bahwa ukuran kemuliaan dan kekayaan seseorang, tidak terletak dari banyak sedikitnya rezeki yang dimilikinya, melainkan dari sikap qana’ah atas rezeki yang diterimanya.  Rasulullah saw bersabda, jauhilah segala yang haram, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling baik ibadahnya. Puaslah dengan setiap rezeki yang allah berikan kepadamu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling kaya/ HR. Tirmidzi, Ahmad Thabrani, Baihaqi, dan abu ya’la).

keutamaan dan hikmah memiliki sifat qonaah.  

Ada banyak keutamaan dan hikmah ketika memiliki sifat qana’ah, karena sejatinya qana’ah itu adalah sifat terpuji yang dicontohkan oleh rasulullah saw, adapun beberapa hikmah dan keutamaan memiliki sifat qana’ah yaitu sebagai berikut :

Pertama, menjadikan diri kita memiliki ketenangan hati

Dengan qana’ah akan menjadikan kita tidak mencari-cari, atau menginginkan apa yang ada di tangan orang lain, sehingga diri ini tidak akan risau dan gelisah karna kita merasa cukup dengan segala apa yang kita miliki saat ini.  selain itu, qana’ah juga membuat kita tidak mengeluhkan apa yang telah diberikan oleh allah swt.

Yang kedua,  Menjadikan kita sebagai pribadi yang selalu bersyukur

Rasulullah saw bersabda, jadilah kamu orang yang wara, karena dengan demikian kamu menjadi orang yang lebih banyak beribadah, dan jadilah kamu orang yang bersikap qana’ah, maka dengan demikian, kamu menjadi manusia yang lebih banyak bersyukur. (HR. Baihaqi).

Ketiga, akan terhindar dari sifat putus asa

Atas ujian dan cobaan yang diberikan oleh allah, sehingga kita pun akan menjadi muslim yang beruntung. Rasulullah saw bersabda, “sungguh beruntung orang yang masuk islam, mendapat rezeki secukupnya, dan ia merasa cukup dengan apa yang telah allah berikan kepada-nya (HR. Muslim).

Yang keempat, akan merasakan manisnya iman

Seperti hadis rasulullah saw, akan merasakan kemanisan (kesempurnaan) iman, orang yang rida kepada allah ta’ala sebagai rabb-nya, dan islam sebagai agamanya, serta nabi muhammad saw sebagai rasulnya (HR. Muslim).

Sahabat mq, sikap qana’ah harus direalisasikan setelah adanya  ikhtiar. Sikap qana’ah tidak diletakkan sebelum kita berikhtiar, sebab qana’ah adalah sikap menerima atau ridha, terhadap hasil yang kita dapatkan setelah kita berikhtiar.  Qana’ah akan melahirkan upaya meningkatkan kualitas diri agar kita mendapatkan hasil yang lebih baik di hari-hari berikutnya,  yang direalisasikan dengan sikap sabar dan tawakal kepada allah swt.

 

 

PENTINGNYA ILMU DALAM BERKELUARGA

PENTINGNYA ILMU DALAM BERKELUARGA

Keluarga merupakan harta yang paling berharga, karena keluargalah tempat kita untuk mendapatkan ketentraman dari Allah swt, keluarga adalah tempat merencanakan kehidupan terbaik kelak di akhirat, kehidupan bersama keluarga di surga-Nya Allah swt. Seringkali menjadi sebuah semboyan bahwa Rumahku adalah Surgaku, sudah barang tentu yang mengisi rumah adalah keluarga. Rumah kita bisa menjadi surganya kita di dunia, kalau yang mengisinya merasakan ketenraman, dan  kenyamanan. Namun sebaliknya rumah kita akan serasa bergejolak, kalau  yang mengisinya dipenuhi dengan  rasa kebencian, ketidak harmonisan, dan jauh dari Allah swt.

Kasus perceraian dan ketidak harmonisan dalam berkeluarga

Seringkali kita temui dari beberapa kasus perceraian dan ketidaak harmonisan suatu keluarga, bukan dari faktor ekonomi saja, melainkan dari faktor keilmuan dalam hal berumah tangga. Menjalin bahtera rumah tangga tidak cukup dengan modal mapan saja, karena mapan tak menjamin keluarga bahagia, mapan mungkin salah satu faktor kebahagiaan bagi kalangan tertentu, namun modal utamanya adalah keilmuan dalam mengelola rumah tangga, dengan ilmu bisa membuat rumah tangga yang sederhana bisa jadi sangat bahagia. Dimana, disana suatu pasangan bisa saling memahami, saling menurunkan ego, dan mengetahui manajemen komflik ketika berada dalam ujian rumah tangga.

Ujian dalam berumah tangga

Setiap keluarga atau pasangan pasti mengalami yang namanya ujian dalam berumah tangga, baik itu komplik dengan pasangan (suami atau istri), konflik dengan orangtua atau mertua, konflik dengan saudara, bahkan konflik dengan anak. Tak semuanya bisa diselsaikan dengan uang, bisa jadi uang saat itu tidak berharga baginya, karena keharmonisan dalam berkeluarga, rasa saling memiliki, rasa saling menghormati, dan rasa saling menghargai dalam rumah tangga adalah kuci kebahagiaan.

Acapkalai seseorang yang diuji dalam rumah tangga tidak dengan ilmunya, maka rumah tangganya bukanlah kebahagian atau rasa sakinah mawaddah dan rohmah yang ia dapatkan, tapi kebencian, tuntutan demi tuntutan yang ia ajukan kepada pasangannya, dan rasa ketidak puasan dengan pelayanan dan pemberian dari pasangannya. Berbeda dengan suatu pasangan atau keluarga yang dijalani dengan ilmunya dan tungtunan syariat islam, maka tatkala pernikahan atau keluarganya diuji akan dihadapi dengan penuh rasa cinta dan ikhlas serta akan fokus kepada penyelasainnya, dengan tak saling meningkatkan ego, dan saling memahami satu sama lain. Maka ketika ujian melanda, rumah tangganya akan semakin indah disaat semuanya terlalui sudah, dan akan bertambah rasa cintanya bersama selami karunia-Nya.

Di sinilah pentingnya ilmu. Baik tentang fiqih, komunikasi, manajemen ekonomi, psikologi, dan lain sebagainya yang terangkum dalam dua bidang ilmu; Kalam Allah Ta’ala dan Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Kehiduoan belkeluarga merupakan kehidpuan yang mempunyai harapan dan cita-cita

Hidup berkeluarga itu merupakan sebuah kehidpuan yang mempunyai harapan dan cita-cita, bukan sekedar kebersamaan tapi tentang bagaimana kedepannya terlebih kehidpuan kita di akhirat kelak.  Harapannya yaitu membentuk keluarga yang bahagia dan kekal, memiliki anak dan keturunan yang shaleh dan shalehah,  serta lewat keluargalah surga kita di dunia dan di akhirat tercipta.

Dengan adanya ilmu, rumah tangga atau berkeluarga, akan berjalan sesuai dengan rute yang telah digariskan-Nya. Bahkan, ketika ada indikasi melenceng, ilmu pulalah yang memberikan petunjuk. Oleh karena itu fahamkanlah seluruh anggota keluarga kita kepada ilmu, khususnya ilmu agama. Berikanlah perhatian, dan kepedulian kepada anggota keluarga kita, ajak berdiskusi, dan libatkan anggota keluaraga sesuai dengan perannya masing-masing. Akhirnya semoga kita senantiasa membersamai keluarga kita, dimanapun, kapanpun dan dalam keadaan apapun,  Dan semoga Allah kumpulkan dengan keluarga di surga-Nya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TIPS  KENALI BERITA HOAX SOAL KESEHATAN

TIPS KENALI BERITA HOAX SOAL KESEHATAN

Sahabat mq, berita seputar kesehatan selain memang penting, juga menjadi salah satu informasi yang sering dicari oleh masyarakat. Karena sehat adalah modal kita dalam melaksanakan segala aktivitas kita, baik itu kerja, kuliah, mengurus rumah tangga, bahkan ibadah. Jika badan kita sehat, otomatis dalam melaksanak rangkaian aktivitaspun bisa lebih epektif dan produktivitaspun cenderung meningkat. Namun sayangnya walaupun informasi kesehatan saat ini sudah lebih mudah untuk didapatkan, banyak pula berita tidak benar, dan mengada-ngada yang tersebar di berbagai media. Disisi lain media memudahkan kita untuk mencari informasi dengan cepat, namun disisi lain juga banyak berita hoax yang bertebaran dan tak bertanggung jawab. Oleh karenanya berikut cara tepat mengenali berita hoax seputar kesehatan :

Pertama, Mencari sumber yang memiliki reputasi baik

Sahabat mq, carilah sumber informasi kesehatan dari organisasi atau jurnal yang memang sudah memiliki reputasi penelitian yang baik dan terpercaya.  hal ini karena, informasi dari organisasi seperti ini pasti telah ditulis dengan hati-hati, dilakukan dalam proses peninjauan yang ketat,  juga sudah diperiksa oleh para ahli yang berpengalaman.

Ke dua, Mencari lebih dari satu sumber info

Sahabat mq, untuk mendapat keyakinan tentang suatu informasi kesehatan yang sedang anda cari tahu, sebaiknya carilah penelitian dari jurnal lain tentang pembahasan yang sama, kemudian amati dengan seksama, dan bandingkan kesimpulan dari penelitian yang sudah dilakukan.

Sahabat bisa dapatkan minimal 10 jurnal penelitian dengan kesimpulan yang serupa, ketika hal itu sudah anda dapatkan, maka penelitian itu dapat anda percaya. Hal ini demi menjaga ke hati-hatian dan meyakinkan diri kita.

ke tiga, Menanyakan pada dokter

Sahabat mq, anda juga dapat memberikan dan menanyakan kebenaran dari  semua informasi kesehatan yang sudah didapatkan melalui media online kepada dokter keluarga anda atau dokter dimana sahabat berobat ketika sakit, atau bahkan sekarang lebih modern lagi bisa menanyakan di aplikasi tanya dokter. hal ini agar anda lebih dapat memahami kebenaran tentang informasi yang sedang anda pertanyakan, langsung kepada ahlinya.

Ke empat, Mengikuti kata hati

Sahabat mq,hal lain yang perlu anda perhatikan ketika sedang mencari informasi mengenai kesehatan adalah dengan mengikuti kata hati, verivikasi segala informasi yang sudah didapat dengan menanyakan kembali pada hati anda, apakah itu benar atau keliru. Mengikuti hati memang kelihatan tidak rasional, namun maksudnya ketika sahabat sudah melakukan proses tabayyun atau klarivikasi secara step by stepnya maka dikembalikan lagi pada keyakinan hati kita. Namun jikalau kita sudah melakukan klarivikasi sesuai langkah-langkah diatas kemungkinan besar info tersebut benar.

Sahabat mq, tentunya selain terus menjalanklan pola hidup yang baik untuk terus menjaga kesehatan, kita juga memerlukan asupan ilmu agar tidak hanya meyakini suatu hal berdasarkan dari pendapat orang lain saja, tetapi juga berdasarkan berbagai sumber penelitian yang sudah dilakukan oleh ahlinya. Alangkah baiknya juga kita mempelajari mengenai dunia kesehatan, minimalnya sahabat mempelajari seputar gaya hidup sehat, dan cara-cara pengobatan yang sederhana untuk diri kita sendiri. Terlebih sekarang banyak sekali lembaga-lembaga kesehatan baik dinas maupun swasta  yang senantiasa memberikan seminar dan kuliah umum kesehatan. Mengetahui seputar kesehatan sangatlah penting, hal ini setidaknya dapat mencegah diri dari serangan penyakit. Walaupun pada dasarnya penyakit itu datangnya dari Allah swt, namun ikhtiar adalah jalan yang disukai Allah. Minimal ikhtiar itu menjadi ibadah buat kita.

 

 

KEAGUNGAN DAN KEMULIAN RASULULLAH SAW

KEAGUNGAN DAN KEMULIAN RASULULLAH SAW

Saat ini banyak orang yang mengaku cinta kepada nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi perbuatannya tidak mencerminkan dari kecintaannya kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah mengharuskan adanya penghormatan, ketundukan dan keteladanan kepada beliau serta mendahulukan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam atas segala ucapan makhluk, serta mengagungkan Sunnah-sunnahnya.

Sebagai umatnya, kita harus mengetahui dan mengenali keagungan dan kemulian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena bagaimana kita akan mencintainya kalau kita tidak berusaha untuk mengenalnya. Mungkin saat ini kita tidak akan pernah bertemu dengan rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tapi kita bisa mengenali beliau dengan cara mempelajari kisah-kisah beliau, mempelajari sifat-sifat beliau, dan mengamalkan sunnah-sunnah beliau.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah khotamul anbiyya (penutup para nabi)

Tidak  akan ada nabi kembali yang diutus setelah nabi Muhammad saw, karena beliaulah nabi terakhir yang Allah utus ke muka bumi, dan sebagai pamungkus para nabi.  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun Allah utus bukan hanya untuk satu zaman. Bukan hanya untuk satu umat saja. Dan bukan hanya untuk satu tempat. Kenabian Muhammad meliputi seluruh zaman, seluruh tempat dan seluruh umat. Sebagaimana firman Allah swt dalam Qur’an Surat Saba ayat 28 b:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيراً وَنَذِيراً وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Dan Kami tidak Mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Nabi muhammad saw adalah rohmatan lil alaamiin

Nabi muhammad saw adalah rohmatan lil alaamiin yaitu rahmat bagi seluruh alam, yakni kehadiran dan ajaran  beliau tidak hanya dirasakan oleh bangsa arab saja, tidak hanya dirasakan oleh kaum muslimin saja, tidak pula membedakan rahmatnya terhadap jenis golongan, ras, dan sebagainya, tapi hadirnya beliau merupakan rahmat bagi seluruh golongan, kalangan, bangsa dan yang lainnya.

Bentuk konkrit bahwa nabi muhammad adalah rahmat bagi seluruh alam, yakni ajarannya memberikan nilai-ninlai kasih sayang bagi umat manusia, tertanamnya rasa saling menghormati walaupun berbeda agama, tidak membedakan manusia dari jenis atau golongannya, baik itu dari kalangan orang miskin atau kaya, laki-laki atau perempuan, buruh atau pengusaha, semuanya sama, hanya saja yang membedakan adalah ketaqwaannya kepada Allo swt.

Rasulullah saw merupakan insan terbaik dan suri teladan terbaik bagi seluruh umat manusia

Sebagaimana firman Allah swt :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasûlullâh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allâh dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allâh ( QS. Al-Ahzâb:21).

Maka tidak ada satupun di dunia ini yang lebih baik ahalaknya dari pada nabi Muhammad saw. Bahkan kemulian ahlak beliau telah nampak sebelum beliau mendapatkan risalah kenabian, yakni ketika nabi muhammad masih kecil.

Julukan yang diberikan bangsa Arab kepada nabi muhammad kecil

Pada waktu itu bangsa arab telah memberikan julukan kepda nabi Muhammad kecil dengan julukan Al-Amin yang artinya orang yang dapat dipercaya atau orang yang terpercaya. Julukan ini beliau dapatkan karena nabi muhammad saw senantiasa bersikap jujur dan terpercaya dalam kehidupan sehari-harinya.

Kemudian julukan Al-Amin semakin disematkan kepada nabi muhammad sejak beliau mulai berdagang pada usia 17 tahun. Pada waktu itu nabi muhammad telah memimpin ekspedisi dagang yang mana banyak orang quraisy yang menitipkan dagang kepada beliau. Hal itu karena ladang kejujuran nabi muhammad yang mengakibatkan orang-orang mentipkan dagang kepada beliau. Dan keran sifat Al-Aminlah yang membuat nabi muhammad sukses dalam berdagang, serta sifat inilah yang membuat siti khodizah tertarik dan menikah dengan nabi muhammad saw.

Keagungan dan kemulian beliau tak lekang oleh waktu, Beliau lah suri teladan  bagi umat muslim, dan hendaklah umat muslim menjadikan nabi muhammad saw sebagaia idola dalam kehidupannya, dan menjdaikan role model dalam segal aspek pribadinya.