WAKTU YANG BAIK UNTUK BERDOA

WAKTU YANG BAIK UNTUK BERDOA

 

Sahabat mq, terkadang keinginan-keinginan yang dipanjatkan melalui doa-doa masih belum juga terkabulkan. Oleh sebab itu, sahabat mq hendaknya mengetahui kapan waktu-waktu yang tepat untuk berdoa.

Allah memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan  kemuliaan yang berbeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, agar mendapatkan kesuksesan, keberuntungan, kemenangan, dan keselamatan.

Adapun waktu-waktu mustajab tersebut antara lain :

Pertama, saat sepertiga akhir malam

Sepertiga malam terkahir merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa, bahkan di waktu tersrbut merupakan waktu yang paling mustajab.  Seperti diriwayatkan di HR. Bukhari, “Allah turun ke dunia apabila tinggal sepertiga malam terakhir dan berkata, ada sesiapa yang memohon kepada ku untuk aku kabulkan?, ada sesiapa yang meminta kepadaku untuk aku berikan? Ada sesiapa yang beristighfar kepadaku untuk aku ampunkan?”.

Selanjutnya yang ke dua, yaitu ketika berbuka puasa

Dari Abdullah bin’amr bin ash radhiyallahu’anhu, bahwa dia mendengar rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pada saat berbuka puasa ada doa yang tidak ditolak”. Syaikh muhammad bin shalih al-‘utsaimin menjelaskan bahwa, asalnya waktu mustajab adalah sebelum berbuka puasa, karena inilah keadaan seseorang hamba masih berpuasa, saat badan masih sedikit lemah dan butuh makanan serta butuh dengan rabb-nya.

Yang ke tiga adalah selepas shalat fardhu

Dari abu umamah, sesungguhnya rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat ditanya mengenai doa yang paling didengar oleh allah subhanau wa ta’ala, beliau menjawab “di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu.

Kemudian, adakah lagi waktu-waktu yang mustajab untuk dikabulkannya doa?

Yang ke empat yaitu, berdo’a pada hari jumat

dari abu hurairah radhiyallahu’ anhu bahwa abul qasim shallallahu’ alaihi wa sallam bersabda, “sesungguhnya pada hari jumat, pada satu saat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada allah melainkan akan diberikan padanya. Beliau berisyarat dengan tanggannya akan sedikit waktu  tersebut, dan kemungkinan besar waktu tersebut berada pada saat imam atau khatib menaiki mimbar hingga selesai shalat jumat, atau hingga selesai shalat ashar bagi orang yang menunggu shalat maghrib”.

Selanjutnya yang ke enam, pad waktu bangun tidur

Pada malam hari bagi orang yang sebelum tidur dalam keadaan suci dan berdzikir kepada allah, dari ‘amr bin ‘anbasah radhiyallahu ‘anhu bahwa rasulullah saw bersabda, “tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari, kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan allah akan mengabulkannya”. menurut an-nihayah fi gharibil, yang dimaksud terbangun tanpa sengaja pada malam hari yaitu dengan “ta’ara minal lail”, yaitu terbangun dari tidur pada malam hari.

Dan waktu terakhir yang baik saat berdoa adalah pada saat kehujunan

Imam An-nawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu kehujanan tidak ditolak, atau jarang ditolak. Karena pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim, dari sahl bin a’ad, radhiyallahu ‘anhu bahwasanya rasulullah saw bersabda “dua doa yang tidak pernah ditolak adalah saat waktu adzan, dan doa pada waktu kehujanan.

Sahabat mq, sudah begitu lama agar doa dan harapan segera terwujud. Beberapa waktu terus menanti dan menanti, namun tak juga impian itu datang, kadang juga putus asa karena sudah seringkali memohon pada allah.

Sikap seseorang muslim adalah tetap terus berdo’a karena allah begitu dekat pada orang yang berdoa, bisa jadi terkabulnya doa tersebut tertunda, atau allah akan mengganti permintaan tadi dengan yang lainnya, pasti pilihan allah adalah yang terbaik.

Kedekatan allah pada orang yang berdoa adalah kedekatan khusus. Allah beigut dekat pada orang-orang yang berdoa dan yang beribdahan pada-nya, sebagaimana disebutkan dalam hadist bahwa, tempat yang paling dekat antara seorang hamba dengan allah adalah ketia ia sujud.

Dengan mengetahui hal ini,  seharusnya seseorang tidak meninggalkan berdoa pada rabbnya yang tidak mungkin menyia-nyiakan doa hamba-nya. Pahamilah bahwa allah benar-benar begitu dekat dengan  orang yang berdoa, artinya allah akan mudah mengabulkan doa setiap hamba. Sehingga tidak pantas seorang hamba putus asa dari janji allah yang maha mengabulkan setiap doa.

 

KEUTAMAAN MENUTUP AIB 	SAUDARANYA (MUSLIM)

KEUTAMAAN MENUTUP AIB SAUDARANYA (MUSLIM)

 

Secara tidak sadar, lisan ini sering mengucap hal yang mungkin tak sepatutnya untuk diucapkan, olehkarenanya sadar kah jika lisan ini sangat mudah dalam menuturkan aib saudara kita?,  akan kah kita sadar jika allah swt sangat membenci  hal tersebut?.

Aib secara bahasa artinya cacat atau kekurangan

sebagian ulama mazhab hanafi menjelaskan aib dengan pengertian “suatu bagian yang tidak ada dari asal penciptaannya dan hal itu dianggap sebagai kekurangan”. Dari hadits tersebut di dapatkan bahwa, aib adalah suatu kekurangan, yang mana kekurangan ini harus ditutupi, sebagaimana rasulullah saw bersabda, “barang siapa yang menutupi aib saudaranya muslim, allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat, dan barang siapa mengumbar aib saudaranya muslim, maka allah akan mengumbar aibnya hingga terbukalah kejelekannya di dalam rumahnya/ (HR. Ibnu majah).

Seorang ulama yang dikenal dengan nama syekh ‘utsaimin mengatakan, jika seseorang melihat saudaranya melakukan kemaksiatan yang jelas, bila yang lebih utama menutupi aibnya, maka sepantasnya untuk menutupnya, hanya saja jika aib itu menjadi kebiasaan yang buruk dari saudaranya, maka tidak mengapa untuk menasehatinya agar tidak melakukannya. Adapun masalah menutupi perbuatan buruknya, dilakukan jika engkau melihat bahwa maslahatnya adalah dengan cara menutupinya, baik yang berkaitan dengan perbuatan-perbuatan keji, ataupun selainnya.

Dari abu barzah al-aslami, rasululullah saw bersabda “wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya, tapi keimanannya belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian mengumpat seorang muslim dan jangan pula mencari-cari kesalahannya, sebab siapa saja yang mencari-cari kesalahan orang lain, maka allah akan mencari-cari kesalahannya. Maka siapa saja yang allah telah mencari-cari kesalahannya, allah tetap akan menampakan kesalahannya meskipun ia ada di dalam rumahnya. (HR Abu dawud). Hadits rasulullah ini memberikan peringatan kepada kita untuk menjaga lisa, tidak membicara kan kekurangan orang lain dan mencari-cari kesalahannya, karna setiap manusia dimuka bumi ini pernah berbuat salah, baik yang disengaja ataupun tidak disengaja.

Menggunjing termasuk dosa besar yang dilarang dalam islam

Allah swt berfirman, “wahai orang-orang yang beriman!, jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain, apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?, tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada allah, sungguh allah maha penerima tobat, maha penyayang” (QS. Al- Hujurat:12). Maka jika menggunjingkan saudara kita, jika hal tersebut memang benar adanya, hal itu menjadi ghibah, dan jika salah, hal tersebut menjadi fitnah.

Sahabat mq, kita harus sadari, jika manusia bukanlah malaikat yang terbebas dari dosa, manusia dapat berbuat benar, ataupun  berbuat salah, tidak ada manusia yang sempurna dalam segalanya, selalu ada  kekurangan yang menyertai nya, nabi muhammad saw bersabda,  “setiap anak adam pernah berbuat salah dan sebaik-baiknya yang berbuat salah adalah yang bertobat dari kesalahannya” (HR. Tirmidzi).  Oleh sebab itu, tidak ada alasan untuk manusia merendahkan orang yang pernah melakukan kesalahan, ataupun menghina masa lalu saudara kita, karena pada dasarnya, setiap manusia memiliki cela yang masih allah tutupi. Imam ahmad bin hambal, ketika dipuji oleh seseorang dia berkata, demi allah, seandainya engkau mengetahui apa yang ada padaku berupa dosa dan kesalahan, niscaya engkau taburkan tanah di atas kepalaku.

Islam memerintahkan umatnya untuk menutupi aib saudaranya sesama muslim

Islam memerintahkan umatnya untuk menutupi aib saudaranya sesama muslim, dan bagi mereka yang mau menutupi aib saudaranya tersebut, akan memperoleh keuntungan dan keutamaan yang sangat besar, keutamaan tersebut ialah allah swt akan menutupi aib orang tersebut, baik di dunia dan di akhirat kelak. Sesuai dengan hadits rasulullah saw, “Barangsiapa yang meringankan (menghilangkan) kesulitan seorang muslim, kesulitan-kesulitan duniawi, maka allah akan meringankan (menghilangkan) baginya kesulitan di akhirat kelak. Barangsiapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang mengalami kesulitan di dunia, maka allah akan memudahkan baginya kemudahan (urusan) di dunia dan akhirat,  dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia,  maka allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat, sesungguhnya allah akan senantiasa menolong seorang hamba, jika ia selalu  menolong saudaranya.” (HR. Tirmidzi). keutamaan yang lain yang akan diperoleh orang yang senantiasa menutup aib orang lain ibarat ia menghidupkan bayi yang dikubur hidup-hidup. Siapa melihat aurat aib orang lain lalu menutupinya, maka seakan-akan ia menghidupkan bayi yang dikubur hidup-hidup (HR.Abu daud).

Sahabat mq, sebagai seorang muslim, kita harus belajar menjaga kekurangan orang lain, renungi aib sendiri tanpa harus memikirkan kelemahan saudara muslim lainnya, jangan sampai semut kecil di ujung laut kelihatan, tapi gajah dipelupuk mata tak nampak. Dalam artian jangan sampai keselahan kecil orang lain kita mengetahuinya, tapi tak sadar dengan kesalahan kita yang amat besar. Alangkah baiknya jika kita menutup rapat aib sesama dan menjaga kehormatannya.

KISAH INSPIRATIF BERLAKU ISTIQOMAH

KISAH INSPIRATIF BERLAKU ISTIQOMAH

Dalam beribadah kepada Allah swt perlu yang namanya istiqomah, karena sebagaimana kita ketahui bahwa tingkat keimanan seseorang itu terkadang naik dan turun (Yazid wa yankus) maka berlaku istiqomah perlu dilatih dalam diri seseorang, karena tidak banyak orang yang mencoba untuk hijrah atau mencoba menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, akhirnya terpeleset karena tidak istiqomah dan kembali pada perbuatan sebelumnya lagi.

Istiqomah terlihat gampang namun sulit untuk dilaksanakan

Istiqomah terlihat gampang namun sulit untuk dilaksanakan, karena istiqomah perlu didasari niat yang lurus, serta tekad yang bulat dan sungguh-sungguh. Bahkan ada ulama yang mengatakan kalau istiqomah itu adalah lebih baik dari pada 1000 karomah, hal ini nampak bahwa tidak semua orang yang dapat berlaku istiqomah, nyatanya dalam berhijrahpun yang paling sulit untuk dilakukan adalah istiqomahnya. Nyata adanya di akhir-akhir ini banyak dikalangan para artis, para pemuda yang memutuskan untuk berhijrah namun gagal dalam hal istiqomah, karena menjadi pribadi yang istiqomah itu banyak sekali tantangan dan godaannya.

Lantas apa yang dimaksud dengan istiqomah ?

Istiqomah adalah konsisten dalam melakukan kebaikan. Istiqomah harus teguh pada satu pendirian dan tidak tergoyahkan dalam berbagai rintangan untuk mendapatkan Ridha Allah swt. Orang yang beristiqomah selalu kokoh dalam menjaga kaidahnya, dan orang yang Istiqomah tidak akan tergoyahkan keimanannya dalam menjalani tantangan hidupnya.

Istiqomah melahirkan tauhid atau keyakinan kepada allah swt, karena istiqomah erat kaitannya dengan perasaan diawasi oleh allah swt. Orang yang istiqomah tidak mungkin meninggalkan sesuatu yang ia dirikan dikarenakan tidak ada yang melihatnya, tapi orang yang bertekad istiqomah dimanapun, kapanpun, ada yang melihat atau tidakpun bukan menjadi halangan untuk ia melaksanakan apa yang ia yakini dan ingin ia dirikan.

kisah inspiratif tentang buah dari berlaku istiqomah

Mungkin kita sering mendengar tentang kisah inspiratif tentang buah dari berlaku istiqomah, dianataranya yaitu kisah sahabat rasul saw yakni bilal bin rabbah, kisah ini terkenal  bahwa selepas salat subuh berjamaah, Rasulullah memanggil Bilal dan bertanya kepadanya “katakanlah kepadaku, apa amalanmu yang paling besar pahalanya yang kamu kerjakan dalam Islam? Karena sesungguhnya aku mendengar hentakkan sandalmu di surga.” Suara sandal Bilal terdengar oleh Rasulullah ketika ia berada di surga pada malam Isra’ Mi’raj. Bilalpun menjawab “Setiap aku berwudhu, kapanpun itu, baik siang maupun malam, aku selalu melakukan salat dengan wudhu tersebut,” jawab bilal. Jadi bilal merupakan orang yang selalu menjaga kesehariannya dengan berwudhu, setiap wudhunya itu batal, maka ia akan berwudhu lagi kemudian melakukan salat dua rakaat setelah wudhu tersebut.

Kemudian kisah seorang pemuda yang senantiasa istiqomah shalat shubuh, yang mana kisah ini diceritakan oleh Khalid al-Jubair seorang dokter konsultan penyakit jantung di Riyadh. Bahwa beliau suatu hari melihat pasennya yang menjelang sakaratul maut, sebelumnya beliau tahu kalau pasen tersebut merupan seorang yang rajin shalat subuh berjamaah, menjelang kematiannya dokter kholid melihat pemuda itu memegang tangan perawat, sedangkan perawat itu mendekatkan telinganya ke mulut sang pasien yang sedang berbisik kepadanya, Beberapa saat kemudian pemuda itu melepaskan tangan sang perawat, kemudian mengucap, “Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah” , dia berulang kali membacanya sampai dia meninggal dunia. Dan perawat itu pun menangis, dr kholid  heran melihat perawat itu menangis, karena ini bukan pertama kali dia melihat orang meninggal atau sekarat, ketika dia agak tenang, dokterpin  bertanya, “Apa yang dibisikkan pemuda itu kepadamu dan kenapa kamu menangis..?” dia menjawab, “dokter khalid, ketika dia melihat anda menyuruh saya untuk segera menanganinya serta anda mondar-mandir, dia tahu bahwa Anda adalah orang yang bertanggung jawab merawatnya, lalu dia memanggil saya dan berbisik, “katakan kepada dokter jantung itu, janganlah dia menyusahkan diri sebab aku ini sudah mati. Demi Allah, aku sungguh melihat bidadari dan aku melihat tempatku di surga.” kemudian dia melepaskan tangan saya.

Demekina kisah-kisah atau cerita inspirasi tentang orang orang yang berlaku istiqomah. Oleh karena itu istiqomah itu penting bagi seorang muslim,karena amalan yang dilakukan secara berkelanjutan akan menjadi ladang pahala dan menjadi perantara dalam mendekatkan diri kepada Allah, juga akan memperbesar ketaatan terhadap segala perintah Allah. Amal yang kontinyu pasti berat dilakukan. Tapi, itu biasanya terjadi hanya pada awalnya saja. Ibarat memutar sebuah roda, terasa berat hanya pada awal putaran tapi pada putaran kedua dan ketiga-nya, roda itu akan lebih mudah diputar. Demi-kian juga dengan kondisi jiwa manusia. Wallahu’alam.

Sahabat mq, sejatinya tujuan hidup dalam islam  adalah untuk beribadah kepada Allah,  bersikap istiqomah dalam beribadah bisa memperbesar peluang untuk mendapatkan pahala, mendekatkan diri kepada allah, dan masuk surga. Karena itulah,  kita sebagai pemeluk agama islam perlu memupuknya agar dalam diri kita tumbuh sifat yang istiqomah dan menjadi pribadi yang taat beragama dan beribadah kepada Allah.

MENELADANI KISAH KHANSA BINTI AMRU

MENELADANI KISAH KHANSA BINTI AMRU

Sahabat mq, ketaatan seorang hamba kepada ibu adalah cerminan ketaatan hambanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. begitu besar kemuliaan seorang anak yang dapat membahagiakan ibunya, namun tentu lebih besar lagi jika seorang anak dapat  membahagiakan ibunya serta menjalankan perintah Allah swt.

Sahabat mungkin pernah mendengar nama seorang shohabiyyah yang bernama khansa binti amru. Beliaulah Sebaik-baik kisah tentang keridhaan seorang ibu, sosok sahabiyah yang mempersembahkan keempat anaknya sebagai syuhada, hingga ia digelari sebagai “ibunda para syuhada”.

Khansa binti amru digambarkan sebagai sosok yang mulia

Khansa binti amru digambarkan sebagai sosok yang mulia, murah hati, tenang, pemberani, dan jujur. Sertab ia pun memiliki kelebihan lain, yakni bersyair. Syairnya indah seperti jiwanya, kata-katanya pun menghujam seperti tekadnya.

Khansa menikah dengan rawahah bin abdul aziz as sulami, dari pernikahan itu, ia mendapatkan empat orang anak laki-laki, khansa memiliki kasih sayang terhadap suami dan keempat anaknya yang tiada tara. Kasih sayang dan ilmu yang berlimpah ia berikan kepada anak-anaknya, sehingga keempat anaknya itu menjadi pahlawan islam tersohor, yang wafat sebagai syuhada pada perang qadisiyah.

kisah syahidnya keempat putra khansa binti amru terjadi saat perang qadisiyah

kisah syahidnya keempat putra khansa binti amru terjadi saat perang qadisiyah. Namaun  sebelum peperangan dimulai, terjadi perdebatan yang sengit di rumah al-khansa, karena  keempat putranya saling memperebutkan kesempatan untuk ikut berperang melawan tentara persia, mereka berdebat tentang siapa yang harus tinggal di rumah bersama ibunda mereka. Ke empat anak khansa tujuannya sangatlah mulia mereka ingin memenuhi panggilan Allah dengan berjihad di medan perang, namun merekapun tidak memalingkan atas kewajiabnnya akan berbakti dan berkhidmat kepada ibunya, sehingga mereka berdebat tentang pembagian tugas siapa yang ikut berperang dan siapa yang harus diam di rumah menjaga ibundanya.

Hingga pada akhirnya pertengkaran itu terdengar oleh al-khansa, mendengar perdebatan anak-anaknya perihal keikut sertaannya dalam berjihad di medan perang, khansa segera  mengumpulkan semua anak-anaknya, dan berkata “ bahwa memeluk agama islam bukan merupakan sebuah paksaan, begitupun dengan berhijrah, yang harus dilakukan atas kehendak sendiri”. Kemudian lanjutnya  tidak pantas baginya untuk mengkhianati ayahanda dari keempat anaknya, ataupun membuat malu paman mereka, atau mencoreng tanda di kening keluarganya.

Dengan begitu, al khansa memberikan pesan pada keempat anaknya untuk berjihad di jalan allah, dan membantu Rasulullah shallalhu alaihi wa sallam, dengan berujar,  “jika kalian melihat perang di jalan-nya, sing-sing-kanlah lengan baju kalian dan berangkatlah, majulah hingga barisan depan, niscaya engkau akan mendapatkan pahala di akhirat tepatnya di negeri keabadian.

Setelah khansa memberikan ridha bagi keempat anaknya untuk berjihad,  tanpa berlama-lama bergegaslah anak-anaknya ke medan jihad. Dengan ridho dari ibunya ke empat anak khansa  saling berjuang melawan musuh-musuh Allah, dan berhasil membunuh banyak pasukan persia, hingga pada akhirnya syahid datang dan menjemput ke empat anak khansa.

Mendapati kabar kematian keempat putranya di hari yang sama, al khansa dengan kemuliannya dan kepasrahan yang tinggi kepada Allah bahwa anak-anaknya hanyalah titipan dari Allah swt, menerimanya dengan penuh keridaan, tidak seperti kebanyakan ibu yang lainnya. Dalam hati khansa mungkin sangatlah bersedih karena telah ditinggalkan keempat anaknya sekaligus, yang mana khansa sangat menyayangi anaknya, namun rasa sedih itu tidak sebanding dengan rasa keimanannya kepada Tuhannya.

Keteguhan iman al khansa terpancar dari keikhklasan kematian ke 4 anaknya

Keteguhan iman al khansa terpancar begitu indah dari bagaimana ia menyambut kabar itu, sambil berkata “alhamdulillah”,  yang telah memuliakanku dengan syahidnya putra-putraku. semoga Allah, segera menjemputku dan mempertemukan aku dengan mereka dalam naungan rahmat-Nya di firdaus-nya yang luas.

Keikhlasan dirinya sebagai seseorang yang mengandung anak-anaknya selama sembilan bulan tidak terbandingi nilainya. hingga doanya untuk dipertemukan dengan keempat putranya yang syuhada. Sampai pada kemudian  ia wafat pada masa permulaan khalifah ustman bin affan radiallahu anhu, tepatnya pada 24 hijriyah.

Sahabat mq, keridaan al khansa dalam melepaskan putra-putranya sungguh merupakan suatu keutamaan yang harus diteladani setiap ibu dari keluarga muslim. Meskipun kita semua tahu betapa besarnya cinta orang tua kepada buah hatinya, yang bahkan rela mengorbankan apa saja demi anak-anaknya.

Sejujurnya,  melepas kepergian orang yang kita cintai memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun kisah keikhlasan wanita mulia al khansa binti amru, telah memberikan keteladanan, semoga allah subhanahu wa ta’alla senantiasa meneguhkan hati kita dengan keimanan yang kuat, untuk dapat rida dengan apapun yang telah ditakdirkan-Nya.

 

BERLAKU IHSAN

BERLAKU IHSAN

Sahabat mq kata ihsan (berbuat baik) merupakan kebalikan dari kata al isaa-ah (berbuat buruk), yakni perbuatan seseorang untuk melakukan perbuatan yang ma’ruf dan menahan diri dari dosa. Dia mendermakan kebaikan kepada hamba allah yang lainnya baik melalui hartanya, kehormatannya,  ilmunya,  maupun raganya.

Adapun yang dimaksud ihsan bila dinisbatkan kepada peribadatan kepada Allah adalah sebagaimana yang disabdakan oleh Rasululluah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadist jibril :

“’wahai rasulullah, apakah ihsan itu? ‘ beliau menjawab, ‘kamu menyembah allah seakan-akan kamu melihat-nya, maka jika kamu tidak melihat-nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (h.r. muslim 102).

Dalam hadits jibril, tingkatan islam yang ketiga ini memiliki satu rukun. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan mengenai ihsan, yaitu engkau beribadah kepada allah seakan-akan engkau melihat-nya, dan jika engkau tidak mampu melihat-nya,  Allah akan melihatmu. itulah pengertian ihsan dan rukunnya.

ihsan mencakup dua macam, yakni ihsan dalam beribadah kepada Allah dan ihsan dalam menunaikan hak sesama makhluk

Syaikh ‘abdurrahman as sa’di rahimahullah menjelaskan, bahwa ihsan mencakup dua macam, yakni ihsan dalam beribadah kepada Allah dan ihsan dalam menunaikan hak sesama makhluk.

Ihsan dalam beribadah kepada allah maknanya beribadah kepada allah seolah-olah melihat-Nya atau merasa diawasi oleh-Nya. Sedangkan ihsan dalam hak makhluk adalah dengan menunaikan hak-hak mereka. Ihsan kepada makhluk ini terbagi dua, yaitu yang wajib dan sunnah.

Yang hukumnya wajib misalnya berbakti kepada orang tua dan bersikap adil dalam bermuamalah. Sedangkan yang sunnah misalnya memberikan bantuan tenaga atau harta yang melebihi batas kadar kewajiban seseorang. Salah satu bentuk ihsan yang paling utama adalah berbuat baik kepada orang yang berbuat jelek kepada kita, baik dengan ucapan atau perbuatannya.

keutamaan seorang muhsin yang bertakwa kepada Allah

Dijelaskan dalam hadits abu qatadah radhiyallahu ‘anhu, bahwa nabi muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjelaskan dalam sabdanya:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“sesungguhnya allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat ihsan.” (qs. An nahl: 128).

Dalam ayat ini Allah menunjukkan keutamaan seorang muhsin yang bertakwa kepada Allah, yang tidak meninggalkan kewajibannya dan menjauhi segala yang haram. Kebersamaan Allah dalam ayat ini adalah kebersamaan yang khusus. kebersamaan khusus yakni dalam bentuk pertolongan, dukungan, dan petunjuk jalan yang lurus sebagai tambahan dari kebersamaan allah yang umum, yakni pengilmuan Allah. Makna dari firman Allah (dan orang-orang yang berbuat ihsan) adalah yang mentaati rabbnya, yakni dengan mengikhlaskan niat dan tujuan dalam beribadah serta melaksankanan syariat allah dengan petunjuk yang telah dijelasakan oleh rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Makna ihsan yang hendak diajarkan oleh Rasulullah kepada umatnya

Makna ihsan yang hendak diajarkan oleh Rasulullah kepada umatnya, diantaranya saat kita menyembah Allah, kita mesti menghadirkan Allah di depan kita, dan merasa bahwa kita sedang berhadap-hadapan dengan-Nya. Dengan demikian, maka ketika seseorang sedang melakukan peribadatan kepada-Nya, ia tak akan berani melakukan tindakan-tindakan yang tak semestinya, dilakukan di hadapan Allah Ta’ala. yang akan dilakukan adalah bagaimana sebisa mungkin ibadah yang sedang dilakukannya, terlaksana dengan baik dan sempurna, khusyuk dan khudlu’.

Orang yang berihsan dalam beribadah akan berpenampilan sebaik mungkin, karena ia merasa sedang berhadapan langsung dengan Allah. Ia gunakan pakaian terbaiknya, dengan wewangian, rambut tersisir rapi, tanpa ada kotoran yang menempel di badannya, dan kebaikan lainnya. Hal ini pula yang akan ia lakukan dalam beribadah, meski ia tak benar-benar melihat tuhannya, karena ia merasa selalu dilihat oleh Allah.

Sahabat mq  sikap ihsan ini harus berusaha kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita berbuat amalan kataatan, maka perbuatan itu selalu kita niatkan untuk Allah. Sebaliknya, jika terbesit niat di hati kita untuk berbuat keburukan, maka kita tidak mengerjakannya karena sikap ihsan yang kita miliki.

Seseorang yang sikap ihsannya kuat akan rajin berbuat kebaikan karena dia berusaha membuat senang Allah yang selalu melihatnya. Sebaliknya dia malu berbuat kejahatan karena dia selalu yakin Allah melihat perbuatannya.

Ihsan adalah puncak prestasi dalam ibadah, muamalah, dan akhlak seorang hamba

Ihsan adalah puncak prestasi dalam ibadah, muamalah, dan akhlak seorang hamba. Oleh karena itu, semua orang yang menyadari akan hal ini tentu akan berusaha dengan seluruh potensi diri yang dimilikinya agar sampai pada tingkat tersebut. Siapa pun kita, apa pun profesi kita, di mata Allah tidak ada yang lebih mulia dari yang lain, kecuali mereka yang telah naik ke tingkat ihsan dalam seluruh amalannya. Kalau kita cermati pembahasan di atas, untuk meraih  derajat ihsan, sangat erat kaitannya dengan benarnya pengilmuan seseorang tentang nama-nama dan sifat-sifat allah.