PENTINGANYA MENJAGA PANDANGAN

PENTINGANYA MENJAGA PANDANGAN

 

Mata adalah salah satu anggota tubuh yang sangat penting bagi kehidupan kita,  dengan mata kita bisa melihat ciptaan allah yang maha kuasa,  berinteraksi dengan lingkungan sekitar dengan mudah karena itu patut kita syukuri nikmat yang diberikan allah subhanahu wa ta’ala.

Salah satu cara mensyukuri nikmat pengelihatan adalah dengan bijak menggunakan mata kita, mata mempunyai hak yang harus ditunaikan penggunaannya sesuai dengan kehendak allah. mata tidak bisa dipakai seeenaknya untuk memandang, tetapi harus dikendalikan dengan menjaga pandangan mata atau ghadul bashar.

Seringkali kebanyakan dari kita sulit untuk menjaga pandangan, terlebih cukup banyak godaan terhadap pandangan mata di sekeliling kita, mulai di jalan saat keluar rumah, di tempat kerja, juga pasar atau pertokoan. Selain itu media elektronik, media cetak, media sosial, yang memuat foto atau video juga bisa memancing pandangan mata yang tidak terjaga, yang akibatnya kasus pelecehan seksual pun sering terjadi akibat tidak terjaganya pandangan mata.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam al-qur’an surat  nur ayat 30 dan 31 yang potongan artinya “katakanlah kepada laki-laki yang beriman hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.  Katakanlah kepada perempuan yang berim  hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”.

Menurut tafsir ibnu katsir, ayat tersebut merupakan perintah dari allah subhanahu wa ta’ala kepada hamba-hambanya yang beriman untuk menjaga atau menahan pandangan mereka dari hal-hal yang diharamkan, maka janganlah memandang kecuali memandang hal-hal yang diperbolehkan dan juga perintah untuk menahan diri memandang hal-hal yang diharamkan.

Selain itu menundukkan pandangan mata merupakan dasar dan sarana untuk menjaga kemaluan, oleh karena itulah dalam ayat tersebut allah lebih dulu menyebut perintah untuk menahan pandangan mata daripada untuk menjaga kemaluan.

Bahaya apa saja yang akan terjadi jika tidak menjaga pandangan?

Jika seseorang mengumbar pandangan matanya maka dirinya telah mengumbar syahwat hatinya, sehingga matapun bisa berbuat durhaka karena memandang, Itulah yang dinamakan zina mata.

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “mata itu berzina, zina mata adalah dengan melihat yang diharamkan,  zina hati adalah dengan membayangkan, sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan semua itu” (Hadits riwayat Ahmad).

Dalam hadits ini, rasulullah membeberkan bahaya yang akan terjadi yang dimulai dari tidak menjaga pandangan. Beliau menyebutkan zina mata pertama kali karena inilah yang menjadi dasar dari zina tangan, kaki, hati, dan kemaluan. Kemaluan akan menjadi pembukti dari semua zina itu jika akhirnya benar-benar berzina, atau mendustakannya jika tidak berzina.

Pandangan yang tidak terjaga akan memberikan pengaruh negatif pada pikiran dan hati

Pandangan yang tidak terjaga akan memberikan pengaruh negatif pada pikiran dan hati, yaitu menimbulkan syahwat yang tidak pada tempatnya, sehingga timbul kasus perzinaan yang bermula dari ketidakmampuan seseorang menahan pandangan haram terhadap lawan jenis yang bukan mahram.

Sedangkan di era digital yang kita jalani saat ini, memang banyak fitnah yang bertebaran di sekitar kita,  bisa jadi ketika iman dan rasa takut kepada allah sedang luntur, maka dengan mudah pandangan dan syahwat akan terumbar, sehingga melalaikan perintah allah subhanahu wa ta’ala. Oleh karena itu allah membalas hamba-nya yang istiqomah melaksanakan perintah-nya dengan ganjaran pahala yang besar.

Seperti sabda rasulullah sallallahu alaihi wasallam, “memandang wanita adalah panah beracun dari berbagai macam panah iblis, barangsiapa yang meninggalkannya karena takut kepada allah, maka allah akan memberi balasan iman kepadanya yang terasa manis baginya”. ( Hadits riwayat al-hakim).

Salah satu cara yang disarankan rasulullah untuk menahan pandangan mata adalah dengan menikah

“wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang mampu untuk menikah, maka menikahlah, karena menikah itu lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan”. (Hadits Riwayat Bukhari).

Jadi marilah kita sama-sama menjaga pandanagan, sepintas mengubar pandangan sesuatu yang bukan menjadi masalah besar, namun nyatanya justru dimulai dari pandanganlah bermula awalnya perzinaan, oleh karena itu sebaik-baik laki-laki ataupun perempuan ialah yang menundukan pandangannya, dan adapun yang dituangkan oleh hadist diatas ketika hendak sudah mampu menikah, maka hendaklah menikah, karena itu lebih mampu untuk menjaga pandangan.

Semoga allah ta’ala memberikan keteguhan ke dalam hati kita untuk dapat menjaga pandangan mata kita dari yang haram dan menjauhkan kita dari berbagai fitnah yang dapat merusak keimanan kita.

 

TIPS MENGATASI BIBIR KERING DAN PECAH-PECAH MENGGUNAKAN MADU

TIPS MENGATASI BIBIR KERING DAN PECAH-PECAH MENGGUNAKAN MADU

Sahabat mq, mungkin sahabat pernah atau bahkan sering mengalami bibir kering dan pecah-pecah, terlebih kala cuaca panas melanda, tidak jarang kita merasakan permasalahan bibir kering, sehingga kondisi terparahnya adalah bibir menjadi pecah-pecah. Kondisi bibir pecah-pecah cukup sangat menganggu aktifitas makan kita, karena dapat mengubah selera dan mood makan kita, oleh karena itu ketika kita sudah terserang atau terkena bibir kering dan pecah-pecah hendaklah segera mengobatinya, namun ternyata ada cara herbal untuk mengatasi bibir kering dan pecah-pecah tanpa menggunakan obat kimia atau obat apotik lainnya, yaitu dengan menggunakan madu.

Mungkin sebelumnya untuk mengatasi permasalahan ini, banyak yang menggunakan pelembab bibir yang mengandung bahan kimia sebagai alternatif untuk melembabkan bibir, padahal sebenarnya kita dapat menggunakan bahan alami yang lebih aman dan praktis, salah satu bahan alami yang dapat kita gunakan adalah madu, sebab madu memiliki kandungan yang bermanfaat untuk melembabkan kulit bibir yang kering bisa menjadi lebih lembap dan terasa nyaman jika dioleskan madu karena madu memiliki sifat higroskopis, yakni mampu menyerap kelembapan dari udara dan menahannya di permukaan kulit.

Saat madu di oleskan pada bibir ia akan meresap ke dalam dan zat-zat yang berkhasiat menyembuhkan akan bekerja. Zat antioksidan pada madu akan membantu memperbaiki sel-sel yang rusak. Nutrisi lain pada madu seperti vitamin B dan zinc juga akan diserap dan mempercepat proses penyembuhan.

Madu juga bisa berperan sebagai anti bakteri yang mencegah terjadinya infeksi dan anti inflamasi yang bisa meredakan peradangan sehingga madu sangat membantu untuk mengatasi bibir kering dan pecah-pecah secara alami. Adapun bagaimana caranya, berikut simak penjelasnnya debagai berikut :

Cara mengatasi bibir kering dan pecah-pecah dengan madu

Pertama, oleskan madu pada bibir secara merata,

Hal ini karena kandungan vitamin b, vitamin c dan kalsium yang terdapat dalam madu mampu melembkan bibir dan memperbaiki tekstur kulit kering secara alami.

Ke dua, Hindari menjilat bibir

ketika bibir kering, kebanyakan orang akan reflek menjilat bibir atau memasukkan ke dalam mulut. Kebiasaan ini disebut-sebut dapat melembapkan bibir kering dengan cepat.

Faktanya, hal itu cuma mitos, lho! Perlu diketahui bahwa air liur atau saliva akan menguap dengan cepat, justru akan meninggalkan bibir yang lebih kering daripada sebelumnya. Yang ada, bibir malah makin pecah-pecah.

Ke tiga, Penuhi kebutuhan cairan tubuh

Selain bikin haus, kekurangan cairan tubuh juga bisa membuat bibir jadi kering. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan tubuh, terutama jika Anda sering berkeringat atau cuaca di luar sedang panas. Jumlah kebutuhan air setiap orang berbeda-beda, tergantung dari usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisiknya sehari-hari. Namun, setidaknya minum air minimal 8 gelas sehari untuk mejaga kesehatan tubuh sekaligus mengatasi bibir kering dan pecah-pecah.

Ke empat, pijat bibir selama beberapa menit

Setelah bibir terolesi rata oleh madu, pijat bibir dalam beberapa menit agar sel kulit mati yang menempel pada bibir dapat terkelupas dengan baik,  hingga akhirnya akan menghasilkan kulit baru yang lebih sehat.

Ke Lima,bilas bibir dengan air bersih

membilas bibir dengan air bersih dimaksudkan agar kulit mati yang sudah kering dapat mengelupas secara sempurna, sehingga kulit bibir menjadi lebih sehat dan bersih dari sisa kulit mati.

Jadi untuk mengatasi bibir kering dan pecah-pecah tidak harus saja menggunakan obat kimia, tapi ada yang lebih aman, dan lebih herbal yaitu dengan menggunakan madu. Insyaa Allah banyak manfaat dan keberkahan. Selamat mencoba 😊

 

 

 

LARANGAN ZINA

LARANGAN ZINA

Saat ini perbuatan zina, selingkuh, hubungan seks bebas dan hamil di luar nikah menjadi salah satu fenomena yang sangat menakutkan yang sudah tidak asing lagi, ditengah pergaulan bebas yang semakin marak terjadi, namun disisi lain keputusan untuk menikah muda ataupun poligami yang diperbolehkan oleh agama islam, menjadi hal yang masih dipergunjingkan, bahkan menjadi kontroversi  ditengah masyarakat modern saat ini. Hal tersebut menjadi salah satu penanda semakin lunturnya iman islam manusia saat ini.

Menurut pandangan islam perbuatan zina merupakan dosa besar yang dilarang oleh Allah swt

Menurut pandangan islam perbuatan zina merupakan dosa besar yang dilarang oleh Allah swt, sesuai dengan firman Allah “dan janganlah kamu mendekati zina,sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk”. (Q.S. Al-isra : 32). Secara tegas Allah telah memberi predikat terhadap perbuatan zina melalui ayat tersebut, sebagai perbuatan keji dan terkutuk, bukan hanya itu bahkan Allah melarang melakukan perbuatan yang mendekati perbuatan zina. Allah pun menyamakan kedudukan perbuatan zina dengan dosa-dosa besar lainnya, dan mengancam para pelakunya dengan siksaan keras di hari kiamat kelak.

Rasulullah saw pun bersabda “wahai umat manusia, takutlah terhadap perbuatan zina karena perbuatan ini akan mengakibatkan enam perkara yang tiga di dunia, dan yang tiga lagi di akherat, adapun hal yang akan menimpa di dunia ialah pertama dapat menghilangkan wibawa, kedua dapat mengakibatkan kefakiran, yang ketiga dapat mengurangi umur. Dan tiga lagi yang akan dijatuhkan di akherat pertama mendapat marah dari allah, dan yang kedua mendapat banyak dosa, dan yang ketiga mendapat siksaan di neraka”. (Hadits ini juga ditulis oleh imam sayuthi dalam kitabnya al-jami’ al-kabir, dan al-kharrathy meriwayatkan dalam kitab masawi al-akhlak.)”.

Sahabat mq, saat kita mendengar kata zina, hal pertama yang pasti terfikirkan oleh kita adalah perbuatan seksual yang dialkukan oleh laki-laki dan perempuan yang belum terikat oleh ikatan pernikahan, namun sebenarnya yang dimaksud dengan zina adalah segala macam perbuatan yang kita lakukan yang mengandung unsur zina.

Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh imam Bukhori, Rasulullah saw telah bersabda yang artinya “setiap bani adam mempunyai bagian dari zina, maka kedua matapun berzina, dan zinanya adalah melalui penglihatan, kedua tangan berzina, zinanya adalah menyentuh, kedua kaki berzina dan zinanya adalah melangkah menuju perzinahan, mulut berzina, zinanya adalah mencium, hati dengan keinginan, dan berangan-angan, dan kemaluannya lah yang membenarkan atau mengagalkannya.

Jenis-jenis zina

Sahabat mq, dari hadist-hadist diatas dapat disimpulkan bahwa ada beberapa jenis zina, yaitu pertama zina mata adalah zina yang dilakukan saat muslim atau muslimah memandang lawan jenisnya, menatap matanya dan berlama-lama bertatapan dengannya, yang kedua adalah  zina tangan yaitu  zina yang dilakukan oleh dua orang yang bergandengan tangan dengan yang bukan mahramnya, zina kaki yaitu zina yang terjadi saat salah seorang muslim atau muslimah melangkahkan kakinya menuju perzinahan, zina mulut yaitu zina ini tidak hanya saat muslimin atau muslimah berciuman dengan yang bukan mahramnya, tapi  juga saat seorang muslimin atau muslimah membicarakan lawan jenisnya, dan zina hati yaitu saat muslim atau muslihan berangan-angan atau memikirkan tentang lawang jenisnya

Kelima zina ini termaksud macam-macam zina kecil, namaun jangan pernah menyepelekan hal-hal kecil, karena dari hal kecil inilah yang akan menjerumuskan kita menuju hal yang besar.

Cara menghindari perbuatan zina

Diantara banyaknya pintu-pintu menuju kemaksiatan zinah, banyak sekali hal-hal yang dapat  kita lakukan untuk menghindari hal-hal tersebut, yaitu salah satunya dengan mendekatkan diri kepada allah swt, membaca al-quraan dan mengkajinya atau memahami maknanya dengan baik, menghindari tempat-tempat maksiat yang dapat menjerumuskan kita kepada perbuatan-perbuatan zina, berteman dengan orang-orang soleh karena merekalah yang akan mengingatkan kita akan bahaya-bahaya berzina, membaca buku-buku tentang keislaman sehingga kita tidak akan mudah terpengaruh dengan hal-hal yang bisa menjerumuskan dan bertentangan dengan ajaran islam, dak tak lupa untuk menghadiri majelis-majelis taklim dan kegiatan keagamaan lainnya agar mengerti lebih jauh tentang apa yang diperbolehkan ataupun dilarang oleh agama islam.

 

 

3 JENIS CARA PENGABULAN DO’A

3 JENIS CARA PENGABULAN DO’A

Do’a merupakan senjatanya umat muslim, karena sebagaimana firman Allah swt dalam Qur’an Surat Al-mukmin ayat 60 :

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Artinya : berdo’alah kepada Ku (Allah), niscaya akan ku kabulkan permintaanmu….

Berdo’a merupakan suatu hal yang sepatutnya yang dilakukan oleh seorang hambanya kepada Rabnya, karena sejatinya tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari pertolongan Allah swt. Namun ada 3 jenis do’a berdasarkan cara pengabulannya, yaitu sebagai berikut :

Jenis doa yang pertama,

saat kita berdoa kepadah Allah maka doa tersebut langsung dikabulkan oleh Allah swt, contohnya ketika nabi zakaria as memohon untuk diberikan keturununan untuk meneruskan agama Allah walaupun umurnya yang sudah tua renta, namun nabi zakaria tak patah arang,  pada saat itu juga Allah swt langsung memberi jawaban atas doanya dan istrinyapun hamil atas izin Allah. Seperti dijelaskan di dalam quran surat al-anbiya ayat 90 yang artinya, “maka kami mengabulkan doanya, dan kami anugerahkan kepadanya yahya, dan kami jadikan istrinya dapat mengandung sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik, dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas, dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada kami.

Jenis doa yang kedua

yakni, doa yang akan dikabulkan ketika kita sudah mampu menerimanya,  sebagai contoh adalah kisah nabi muhammad memohon tentang pemindahan kiblat umat islam, yakni kiblat baru ke ka’bah, dan hal tersebut baru dikabulkan Allah  tiga tahun setelah hijrah, hal ini mengandung makna jika Allah akan  menjawab doa kita ketika kita siap untuk hal tersebut.

Jenis doa ketiga

Jenis do’a yang ketiga yang dikabulkan Allah adalah saat Allah mengganti doa kita dengan suatu hal yang jauh lebih baik dari doa yang kita lantunkan, karna allah mengetahu yang kita butuhkan seperti yang tertera dalam al-quran surat al-baqarah ayat 216 yang berarti, boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Bagaimana agar doa cepat dikabulkan?               

Setiap manusia pasti memiliki keinginan atas kesulitan ataupun harapan yang ingin dipanjatkan kepada allah swt, jika kepercayaan kita sedang goyah, percayalah kalau Allah swt mendengarkan semua doa kita, jika merasa belum dikabulkan maka bersabarlah.  Berikut ini hal-hal yang mampu mempercepat doa kita terkabul oleh allah swt:

Yang pertama sahabat mq, carilah waktu yang mustajab, yaitu ketika hari arafah, ramadhan, ketika safar, dan ketika seorang hamba dalam keadaan berpuasa, dan ketika waktu sepertiga malam terakhir, sesuai dengan hadits rasulullah saw “bahwa Allah turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman: siapa yang berdoa kepada-ku, aku kabulkan, siapa yang meminta-ku, aku beri, dan siapa yang minta ampunan pasti aku ampuni.” (hr. Muslim).

Hal yang kedua percepatan dikabulkannya doa adalah dengan menghadap kiblat dan mengangkat tangan, selanjutnya berdoalah dengan khusyu, rendah hati, dan penuh harap kepada Allah. Berdoalah dengan suara lirih sambil merendah hanya dihadapan Allah swt, dan ketika memanjatkan doa awalilah dengan memuji allah swt, dan bershalawat kepada nabi.

Dalam hadits qudsi allah berfirman,“wahai hamba-ku, kalian semua kelaparan kecuali orang yang aku berikan makan, maka mintalah makan kepadaku, niscaya aku akan berikan, wahai hamba-ku kalian semua tidak berpakaian kecuali yang aku berikan pakaian, maka mintalah pakaian kepada-ku niscaya akan aku berikan (hr. Muslim no. 2577).

Dan yang terakhir sahabat mq, berdoalah dengan penuh keyakinan jikalau Allah maha mendengar doa hamba-hambanya lagi maha mengabulkan, maka dari itu kita tidak boleh merasa pesimis atas doa yang kita panjatkan, karena sesungguhnya Allah itu tergantung prasangka hamba-nya ketika ia berdoa padanya.

Jadi sahabat MQ, apapun harapan kita dan sebesar apapun cita-cita kita, kita jangan pernah sesekali untuk berhenti berharap atas rahmat Allah, sesungguhnya rahmat Allah itu sangatlah luas tergantung ikhtiar kita untuk menjemputnya. Salah satu bentuk ikhtiar kita sebagai umat muslim, yakni berdo’a kepada Allah dengan sepenuh hati dengan diiringi rasa harap dan keyakinan bahwa do’a kita akan dikabul, baik sesuai dengan apa yang dipinta kita, baik itu ditangguhkan terlebih dahulu hingga kita benar-benar tepat atas harapan kita itu, ataupun Allah mengkabulkannya tidak sesuai dengan harap kita, namun itu lebih baik menurut Allah dan lebih baik buat kita, hanya kita belum menyadarinya.

 

 

 

MAKNA RIZQI DALAM ISLAM

MAKNA RIZQI DALAM ISLAM

Sahabat mq, perkara yang paling dibutuhkan oleh umat manusia sepanjang hayat dalam menjalani kehidupan dunia ini adalah rezeki. Namun demikian,  ada sebagian dari  manusia yang terjebak dengan  pemikiran, bahwa rezeki Allah  hanya  berupa materi atau uang. menurut kamus besar bahasa Indonesia, kata rezeki memiliki makna, segala sesuatu yang dipakai untuk memelihara kehidupan yang diberikan oleh tuhan berupa makanan, atau disebut dengan nafkah. tercantum dalam quran surat al baqarah ayat 22 yang artinya, Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan langit sebagai atap dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan, sebagai rezeki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi allah, padahal kamu mengetahui.

Ibn al-jauzi berkata, bahwa di dalam alquran, rezeki itu mencakup sepuluh hal

Ibn al-jauzi berkata, bahwa di dalam alquran, rezeki itu mencakup sepuluh hal, pertama adalah pemberian manusia yang beriman akan menginfakkan sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadanya,  seperti tercantum dalam qs al-baqarah ayat 3. Rezeki yang kedua bermakna, makanan. makna rezeki yang ketiga berupa makan siang dan makan malam, tercantum dalam qs maryam ayat  62. makna rezeki yang  keempat adalah hujan. Kemudian yang kelima adalah nafkah, atau pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Keenam, adalah buah-buahan. dan pengertian rezeki yang ketujuh, adalah pahala. makna rezeki yang  kedelapan, berarti surga. kesembilan adalah rezeki berupa tanaman, dan binatang ternak. dan makna rezeki di dalam al-quran yang kesepuluh adalah rasa syukur kepada Allah.

Jika ditelisik lebih dalam, mungkin kaitan masalah rezeki di dalam alquran akan melebihi dari sepuluh hal. namun dari hal ini, kita dapat memahami dengan jelas, bahwa hanya Allah lah sebaik-baik pemberi rezeki.

Makna rezeki atau “ar-rizqu” menurut al-manzhur rahimahullah dalam kitabnya lisan al ‘arab terdiri dari dua macam

sahabat mq, rezeki atau “ar-rizqu” menurut al-manzhur rahimahullah dalam kitabnya lisan al ‘arab, terdiri dari dua macam, pertama yang bersifat zhahirah atau tampak terlihat, semisal bahan makanan pokok, pakaian, rumah,harta kekayaan. dan yang kedua yang bersifat batiniyah, yaitu hal yang berhhubungan dengan hati, jiwa, ataupun, berbentuk pengetahuan, dan ilmu-ilmu. Dari gambaran yang disampaikan ibnu al manzhur, maka kita dapat mengetahui bahwa hakikat rizki tidak hanya berwujud harta, atau materi saja. seperti asumsi kebanyakan orang, namun ia bersifat lebih luas dari itu, semua kebaikan dan maslahat yang dinikmati seorang hamba, terhitung sebagai rezeki dari allah swt.

Bagaimana Cara allah menurunkan rezeki ?

Sahabat mq, menurut sebuah hadist, rezeki juga bermakna  segala sesuatu yang bermanfaat,  yang  Allah halalkan untukmu, entah berupa pakaian makanan sampai pada istri, itu semua termasuk rezeki begitu pula anak laki-laki,  atau anak perempuan, termasuk rezeki. termasuk pula dalam hal ini adalah kesehatan, pendengaran, dan penglihatan, Dan sedekahlah adalah cara yang baik untuk mensyukurinya, sesungguhnya tidak akan berkurang harta yang disedekahkan kecuali bertambah dan bertambah.” (hr tirmidzi).

Sahabat mq, karena dimensi,cakupan, dan sisi rezeki yang begitu luas, jelas tidak mungkin ada sosok manusia, yang mampu mengurus masalah rezeki ini. Hanya Allah yang dapat mengatur dan karena itu allah swt yang maha kaya menjamin rezeki, dari setiap makhluk yang diciptakan-nya.

Namun ,hal tersebut tidak membenarkan umat islam untuk berpangku tangan ataupun berleha-leha, sebab Rasulullah saw dan para sahabat bukanlah sosok manusia yang menyandarkan rezekinya dengan cara pasif, namun mereka mencontohkan makna kerja keras dan kesungguhan, tentu dengan cara yang Allah ridhoi. Rasulullah saw bersabda, berusaha keraslah, untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan minta tolonglah kepada Allah, dan jangan bersikap lemah, hadits riwayat muslim.

Sahabat mq, bagaimana caranya allah menurunkan rezeki kepada hamba-hambanya di muka bumi ini?,  al-quran pun mampu menjawab pertanyaan ini. Dijelaskan dalam quran surat an-najm ayat 6 yang artinya, tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakan.

Rezeki pun dapat diraih manusia dengan banyak jalan, diantara dengan banyak bersyukur, memperbanyak istighfar, bershadaqoh, menikah dan memiiliki anak. Maka Allah swt pun akan memberikan rezeki yang berlimpah dan dari jalan yang tidak terduga.

Sahabat mq, setiap muslim berhak untuk hidup layak, aman, damai, dan bahagia. menurut al-qur’an, hidup layak merupakan hak, sekaligus kewajiban  mendasar dan utama, dalam islam, sehingga ajaran al-qur’an dan hadits mendorong manusia untuk mencari rezeki yang halal dan thayyib. Rasulullah saw telahbersabda, wahai manusia bertaqwalah kamu kepada allah, pakailah cara baik untuk mencari rezeki. Rasulullah juga menegaskan, serta mengingatkan kepada manusia agar berhati-hati dalam mencari harta, dan menganjurkan mereka untuk selektif  dalam memperolehnya, sehingga harta yang menjadi hak miliknya benar-benar halal, sebagaiman yang telah disabdakan, dari abu huraerah, Rasulllah saw bersabda, pasti akan datang pada manusia suatu azaman dimana seseorang tidak peduli lagi dari mana hartanya diperoleh, apakah dari yang halal atau dari yang haram” (h.r. bukhari dan abu ya’la).

Maka dari itu sahabat mq, marilah kita perluas makna rezeki yang ada , dengan mensyukuri seluruh nikmat yang kita miliki saat ini, nikmat sehat, iman, islam , nikmat keluarga ataupun pekerjaan ataupun aktivitas yang kita miliki saat ini, patutnya kita syukuri dalam-dalam dengan banyak bersyukur, niscaya allah pun akan menambah rezeki yang akan kita dapatkan di muka bumi ini.

 

DISIPLIN WAKTU

DISIPLIN WAKTU

 

Didalam al-quran Allah sering mengingatkan perihal waktu, itu terlihat dari banyak nama surat yang erat kaitannya dengan waktu semisal surat Al-fajr, Al-asri, Ad-duha, Al-lail dan sebagainya, Hal itu tersirat bahwa waktu itu suatu hal yang bisa dikatakan memberikan efek positif dan bisa juga memberikan efek negatif. Tergantung bagaimana sahabat menggunakannya, kalau waktu digunakan dengan hal yang baik dan seoptimal mungkin maka akan memberikan efek positif kepada penggunanya, sebaliknya jikalau waktu itu digunakan kepada hal yang negatif atau disia-siakan,dibiarkan berlalu begitu saja maka akan menjadi senjata makan tuan bagi penggunanya. Bahkan dalam suatu perkataan Imam Syafi’i Rahimullah, “Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang menebasmu. Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan.”

 

Islam adalah agama yang rahmatan lil alaamiin yaitu rahmat bagi seluruh alam

Islam adalah agama yang rahmatan lil alaamiin yaitu rahmat bagi seluruh alam, rahmat bagi pemeluk-pemeluknya, tidaklah suatu yang bermanfaat bagi manusia kecuali islam sudah mengaturnya dan memberikan pedomannya. Maka dari itu hendaklah umat muslim sangat memperhatikan perihal waktu, jangan sampai waktu yang Allah berikan kepada kita, kita sia-siakan begitu saja. Sudahlah cukup Allah mengingatkan dalam beberapa firmannya, begitu nampak jelas dalam qur’an surat Al-asri bahwa seluruh manusia pada dasarnya dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang memanfaatkan waktunya dengan beriman kepada Allah, orang-orang yang beramal shaleh, dan orang-orang yang saling mengingatkan dalam ketaatan dan kesabaran.

Sejatinya umat islam telah Allah ingatkan pula dalam kesehariannya, yaitu dalam pelaksanaan shalat 5 waktu, lagi-lagi Allah mengingatkannya agar hambanya benar-benar memperhartikan akan petingnya waktu. Dengan adanya shalat wajib yang senantiasa dilaksanakan 5 waktu dalam sehari yaitu subuh, dzuhur, ashar, magrib, dan isya ternyata Allah senantiasa ingin mengajarkan kita tentang makna disiplin dalam waktu. Waktu orang beriman ternyata adalah waktu yang berharga karena dalam islam waktu merupakan modal untuk meraih kebahagiaan dunia akhirat, sempurnanya keimanan seseorang adalah ketika ia sudah mampu untuk menjauhkan diri dari hal yang sia-sia, dan shalat 5 waktulah yang menjadi patokan waktu disiplin terbaik umat islam. Bahkan dari hadist riwayat bukhari dan muslim sholat tepat pada waktunya merupakan amalan paling utama yang mana setelahnya adalah birul walidain dan juga berjuang di Jalan Allah (jihad Fisabilillah).

Memanfaatkan waktu adalah sesuatu yang mudah diucapkan tetapi sulit untuk diterapkan

Memanfaatkan waktu adalah sesuatu yang mudah diucapkan tetapi sulit untuk diterapkan oleh diri ini atau mungkin oleh sebagian besar manusia.  Banyak sekali hal yang sudah direncanakan tetapi batal dilakukan hanya gara-gara tidak pandai memanfaatkan waktu. Padahal waktu tidak akan pernah kembali, waktu tidak pernah bisa kembali. Membiarkan waktu terbuang sia-sia dengan anggapan esok masih ada waktu merupakan salah satu tanda tidak memahami pentingnya waktu. Padahal waktu dan kesempatan tidak pernah datang untuk kedua kalinya atau tidak pernah terulang. Ada pepatah Arab yang menyebutkan, “ Tidak akan kembali hari-hari yang telah lampau”. Bahkan Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua nikmat, dimana banyak manusia tertipu di dalamnya, yakni kesehatan dan kesempatan.” (HR Bukhori).

Marilah kita memanfaatkan waktu dan kesempatan yang kita miliki untuk melakukan hal-hal yang produktif, sehingga tidak terbuang percuma. Kita tidak pernah tahu berapa banyak waktu yang kita miliki karenanya selagi kita masih memilikinya kita harus mampu memanfaatkan sebaik-baiknya, sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan baik amalannya, dan sejelek-jelek manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan jelek amalannya.” (HR. Ahmad).

 

 

ADAB MAKAN DALAM ISLAM TERNYATA MEMBUAT SEHAT DAN LEBIH MENAMBAH NIKMAT

ADAB MAKAN DALAM ISLAM TERNYATA MEMBUAT SEHAT DAN LEBIH MENAMBAH NIKMAT

Sahabat ternyata begitu sempurna agama yang telah di karuniakan Allah kepada kita yaitu ISLAM dengan seluruh aspek di dalamnya, semuanya detail tersusun rapih itu semua ternyata tidak lain untuk diri kita sendiri yang melakukan amalan kebaikan tersebut

jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri (QS Al Isra’ ayat 7)

Salah satu kebaikan yang bisa kita lakukan langsung adalah memperhatikan adab. Adab yang ternyata selain memperindah amal kebaikan memiliki banyak manfaat yang sangat luar biasa bagi kehidupan manusia. Mengenai adab yang sangat banyak sekali sebagai pengiring setiap amalan di keseharian, kali ini kita coba kupas terlebih dahulu adab yang paling mudah kita amalkan dan berharap kita bisa langsung merasakan manfaatnya, adalah adab makan dan minum.

Adab Makan dan Minum yang ternyata berdampak positif bagi kesehatan

Sahabat, ternyata Allah dan Rasul Nya tidak semata-mata menganjurkan dan melarang hamba-Nya serta Umatnya kalau tidak ada hikmah atau kebaikan baginya. Begitu indahnya islam sampai hal yang paling kecilpun diperhatikannya. Mungkin selama ini kita tidak sadar kalau hal-hal yang sepele tersebut berdampak besar bagi kesehatan kita, seperti contohnya dalam hal Adab makan dan minum, mungkin secara sekilas hal itu hanya sekedar aturan semata tapi tahukah sabat? Hal itu bukan hanya sekdar aturan tapi ada hikmah dan dampak positif bagi kesehatan manusia. Berikut adab makan dan minum yang berdampak kepada kesehatan manusia :

Adab pertama,  adalah memilih makanan yang halal juga baik bagi diri kita.

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik(thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya” (QS Al maidah : 88)

Makanan yang halal lagi baik ternyata sahabat merupakan adab  pertama yang perlu kita perhatikan karena memilih berarti sama halnya kita berniat, dan segala sesuatu tergantung niat nya, dengan niat memilah milih makanan yang baik lagi halal, tentu kita akan meraih kesehatan dan keberkahan insyaAllah.

Makanan yang halal adalah makanan yang jauh dari hal yang di larang Allah SWT. Berikut dalam firman Nya makanan yang haram atau tidak boleh dimakan :

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.” (QS. Al Maidah: 3).

Adab yang ke dua,  adalah makan dan minum dengan posisi duduk.

Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian makan dan minum sambil berdiri. Apabila dia lupa maka hendaknya dia muntahkan.”

Dalam hadist ini jelas bahwa Rasulullah saw melarang kita untuk tidak makan dan minum sambil beridiri. Adapun tahukah sahabat apa hikmah dari dilarangnya kita makan dan minum jangan sambil beridi dan diharuskan harus sambil duduk, yaitu makan dan minum sambil berdiri dapat mengganggu bahkan merusak sistem pencernaan, dan ginjal tidak dapat melakukan proses penyaringan dengan baik.

Adab ketiga, dalam makan adalah makan dan minum hendaklah dengan tangan kanan.

berdasarkan hadits Ibnu Umar radhiallahu’anhuma:  “jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya” (HR. Muslim no. 2020).

Dan dari segi kesehatan dan norma juga sudah jelas bahwa kita dianjurkan untuk makan dan minum dengan tangan kanan , secara norma tidak sopan atau tidak beradab ketika kita makan pakai tangan kiri, serta dalam kesehatanpun terbukti kalau tangan kanan lebih higenis ketimbang dengan tangan kiri, karena sebagaimana sahabat ketahui kalau tanagn kiri suka digunakan untuk membersihkan (membasuh) dubur atau kemaluan setelah buang air.

Adab ke empat, adalah makan secukupnya dan tidak berlebihan.

Sebagaimana firman Allah swt dalam QS. Al-A’raf: 31

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوٓا

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.”

Dalam segi kesehatan makan dan minum secara berlebihan sangatlah tidak dianjurkan,karena hal tersebut merupakan sumber dari penyakit. Biasanya oarang yang berlebihan dalam makan dapat mengakibatkan kelebihan berat badan atau Obesitas, dan ketika sudah mengalami obesitas penyakit yang lainnya ikut bersarang seperti koleterol, diabetes, asam lambung, dan darah tinggi.

Ataupun dalam segi produktivitaspun kita akan terganggu jika kita makan secara berelebihan, yang efeknya dapat membuat kita malas dan mudah mengantuk.

Berikut diatas adab adab makan yang dapat membuat sehat dan membuat makan lebih nikmat, jadi marilah sahabat kita melaksanakan adab-adab makan diatas selain kita mendapat pahala karena mengikuti tuntunan dan anjuran Rasulullah saw, sahabat juga dapat mersakan dampak positif dari membiasakan suatu hal yang telah dicontohkan oleh Rasul, kaerana sekali lagi tidaklah Rasulullah saw menganjurkan atau melarang sesuatu kalau tidak ada hikmah atau dampak positif yang terkandung, hanya disini tugas kita perlu mengimani sunnah-sunnah nya, mengamalkannya, serta menggali hikmah atas penetapannya. Insyaa Allah semuanya akan berkah dan bernilai pahala, Huwallahu A’lam Bissowwab.

 

 

 

 

Faktor Runtuhnya turki utsmani

Faktor Runtuhnya turki utsmani

Pada tanggal 3 maret 1924 M Khalifah terakhir resmi dibubarkan, 1 abad kurang atau lebih tepatnya sampai sekarang  95 tahun silam kekhilafahan Turki Utsmani atau kesultanan Utsmani runtuh. Hal ini merupakan suatu kedukaan bagi seluruh umat islam, karena Islam pada waktu itu pernah berjaya di benua Eropa dan bahkan hampir menguasi dua per tiga dunia. Dan pada waktu itu umat islam tidak dinaungi lagi oleh sistem ke khilafahan. Adapun penyebab keruntuhan turki ustmani ada dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal keruntuhan Turki Utsmani

Faktor internal keruntuhan turki Utsmani yaitu ketika penyakit Al-wahn sudah masuk kedalam diri umat islam terutama dikalangan para penjabatnya, karena tidaklah turki utsmani jatuh atau lemah kecuali ketika dipimpin oleh para pemimpin yang hubbu dunnya, yang ada al-wahn didalam dirinya, yang mana ini sudah rasul peringatkan empat belas setengah abad yang lalu dalam sabdanya, bahwasannya Alwahn ini adalah virus yang sangat berbahaya yaitu “Hubbud Dunya Wa Karaahiyatil Maut” yaitu cinta dunia dan takut akan kematian. Jadi betapa alwhn itu sangat berbahaya sekali karena dapat merontokan keimanan sesorang, dan keyakinan akan adanya kehidupan setelah kematian.

Awal mula atau benih-benih keruntuhan Turki Utsmani yaitu terlihat pada abad ke 18, dan pada waktu itu sejarah mencatat kalau para Sultan berpenampilan glamor, hidup bermewah-mewahan. sampailah salah seorang sultan yang menghitan anaknya sampai pestanya 45 hari, dan itu menghabiskan harta kerajaan yang sangat banyak sekali. Jadi disini bisa melihat bahwasannya ketika Al wahn sudah Ada pada diri umat islam, hal tersebut dapat menyebabkan umat lain tidak dapat menyegani lagi umat islam. Karena Rasulullah saw bersabda : “ Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745).

faktor Exsternal keruntuhan Turki Utsmani

sedangkan diantara faktor exsternal yaitu ketika munculnya Westernisasi atau  ide-ide barat tentang skularisme, Plurasime, librelalisme. Kemudian dimunculkannya isu-isu yang membuat memecah belah antar kelompok dan golongan, sampai kemudian muncullah  gerakan-gerakan yang mengusung pemikiran liberal yang diusung oleh orang-orang yahudi, setelah tokoh-tokoh muda turki diberangkatkan ke barat, sehingga tercemarlah pemikiran pemuda-pemuda turki yang pastinya sebelumnya ada pengdoktrinan kepada para tokoh muda turki, dan setelah kembali ke turki dengan pemikiran dan ideologis ala baratnya yaitu liberal menganggap kalau sistem pemerintahan dengan khilafah sudah tidak cocok lagi diterapkan di Turki dengan mempunyai maksud “gerkan pembaharuan”. Samapai kepada puncaknya yaitu terjadilah konspirasi besar yang dilakukan oleh orang yahudi sampai kemudian runtuhlah Turki Utsmani.

Itulah diantara faktor besar yang mengakibatkan runtuhnya Turki Utsmani, walaupun masih banyak faktor yang lainnya yang diantaranya adalah :

Karena wilayah kekuasaan terlalu luas  sehingga mempersulit proses administrasi, penduduk yang heterogen sehingga memerlukan oraganisasi pemerintahan yang teratur, kelemahan penguasa terutama dalam hal kepemimpinan, adanya budaya pungli yang mana pungli telah menggejala di tubuh kerajaan Turki Usmani sehingga pada setiap jabatan yang ingin dicapai seseorang harus membayar untuk mendapatkannya, pemberontakan tentara Jenissasri yaitu tentara yang dibina sendiri oleh Turki Usmani ini terhitung beberapa kali melakukan pemberontakan yakni pada tahun 1525 M, tahun 1632 M, tahun 1727 M, dan 1826 M. Dan karena  ekonomi merosot akibat peperangan demi peperangan yang tak kunjung usai, sehingga perekonomian Turki Usmani merosot tajam. Banyak biaya perang yang harus dikeluarkan, sedangkan dalam kondisi perang pemasukan dipastikan berkurang akibat keamanan dan kenyamanan tidak terjamin.

 

 

HUKUM RASISME DALAM ISLAM

HUKUM RASISME DALAM ISLAM

Pengertian Istilah Rasisme Dalam Pandangan/Khazanah Keilmuan Islam

Pengertian istilah Rasisme dalam pandangan/khazanah keilmuan islam yaiutu disebut dengan al unsuriyyah yang berarti panatisme golongan atau dalam kata padanan lainnya adalah Ta’asuf, ashabiyyah, alsinnah, alwannun  yang berarti mengidentifikasikan/mengidentitaskan dirinya.

contohnya yang sedang marak sekarang-sekarang yaitu  ujaran Kebencian yang sifatnya rasisme, diantaranya : kepada orang yang berkulit hitam dilbilang “Negro,Gelap, Lutung dll”, kepada orang arab disebut “Unta Arab”, dan sebutan yang lainnya.

Islam Melarang Adanya Rasisme

Islam melarang adanya Rasisme, terlebih dengan konsep Islama Universal persaudaraan menolak perbedaan semua RAS manusia. Karena itu, sejatinya Rasisme tidak mempunyai tempat dalam islam. Karena hal tersebut dapat memicu kebencian, adanya dendam, sakit hati dan dapat memecah belah yang satu dengan yang lainnya.

Hukum Rasisme Dalam Islam

Maka dari itu Hukum Rasisme dalam Islam adalah “Haram” ,karena  dapat menyakiti, memecah belah, membuat orang saling curiga, dendam, benci, dan jauh dari harapan islam yang sejatinya islam adalah Rahmatan Lil Alaamiin yaitu Rahmat bagi seluruh alam.

Dalil Larangan Rasisme

Adapun dalil mengenai terlarangnya Rasisme yaitu pada QS. Al-Hujurat ayat 11

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Kemudian dalam Hadist yang diriwayatkan oleh imam Ahmad, yaitu ketiaka dalam khotbah terakhir Nabi Muhammad SAW yang menjunjung tinggi kemanusiaan terlepas dari warna atau ras, yaitu yang artinya: “Semua manusia adalah dari Adam dan Hawa, seorang Arab tidak memiliki keunggulan atas non-Arab maupun non-Arab memiliki keunggulan apapun lebih dari Arab; juga putih memiliki keunggulan lebih dari hitam,  juga tidak, hitam memiliki keunggulan apapun lebih putih kecuali dengan ketakwaan dan tindakan yang baik.”

Sikap Menghadapi Orang Yang Rasis

Lantas apa sikap kita ketika ada oarng yang rasis terhadap kita ?

Merujuk kepada firman Allah swt QS. Al-Qhosos ayat 55 yang artinya : “Dan apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil”.

Dalam artian kita memalingkannya, tak usah melawannya kembali dan tak perlu menyimpan dendam terhadap orang  yang telah berkata buruk atau rasis terhadap kita, dan apabila kita meladeninya maka akan semakin menjadi, dan mungkin apa bedanya kita dengan dia kalau akhirnya kita mencelanya kembali, dan level kita sama dengan dia yang berkata rasis terhadap kita.  biar perkataan buruknya tersebut menjadi amal mereka yang tentunya Allah akan balas atas perbuatannya tersebut, dan hendaknya bagi kita jangan bergaul dengan orang yang bahil, dalam artian kita jangan menjadikannya sebagai teman dekat, hanyalah sebatas teman biasa.

 

 

 

 

PERIODE DAKWAH RASULULLAH SAW

PERIODE DAKWAH RASULULLAH SAW

Diawal dakwah rasulullah saw, rasulullah saw melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi yakni selama tiga tahun,dan tidak banyak yang masuk islam pada waktu itu. Karena pada saat itu masanya disebut dengan masa jahiliyah, yaitu orang tahu atas Allah swt, tapi tidak benar-benar mengenal-Nya, kemudian yang didakwahkan Rasulullah saw pada waktu itu sangatlah asing bagi bangsa Arab, yakni mentauhidkan Allah swt, sementara mereka menyekutukan Allah swt.

Sehingga bisa kita bayangkan betapa beratnya dakwah Rasulullah saw pada waktu itu, sehingga Rasulullah saw bersabda : “Bada’al islamu ghoriban wasaya’udu ghoriba kama bada’a fatuuba lil ghoroba“ ,

“Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing itu”. (HR.Ahmad)

Sahabat yang pertama masuk islam

Menurut sejarawan Muslim Arab, Ibn Ishaaq (wafat antara 150-159 H/761-770 M), selama tiga tahun pertama, tatkala Rasulullah saw berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Beliau menyeru orang-orang yang beliau meyakini dapat merahasiakan pesan yang dibawanya.  Di antara mereka yang masuk Islam pada periode ini adalah Khadijah, Waraqah, Ali bin Abi Thalib, Abu Bakr, Zaid bin Haritsah, Sa’ad bin Abi Waqas, Utsman bin ‘Affan, Zubair bin Awwam, Abd al-Rahman bin ‘Auf, Abdullah bin Mas’ud, dan beberapa orang budak (termasuk Bilal bin Rabah). Kesemuanya ini disebut dengan al-sabiqun al-awwalun‎) adalah orang-orang terdahulu yang pertama kali masuk/memeluk islam.

Dakwah Secara Terang-terangan

Setelah tiga tahun, melalui sebuah wahyu, Allah memerintahkan Rasulullah saw untuk menyampaikan secara terbuka. “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatnmu yang terdekat (QS. As-Syu’ara’ : 214). Rasulullah saw lau mengumpulkan 30 orang kerabatnya di rumah beliau dan menyeru mereka pada islam.

Nabi Muhammad mulai terbuka menjalankan dakwah secara terang-terangan. Mula-mula beliau mengundang kerabat karibnya bangsa Quraisy dalam sebuah jamuan, pada kesempatan itu beliau menyampaikan ajarannya. Namaun ternyata hanya sedikit yang menerimanya, sebagian menolak dengan halus, sebagian menolak dengan kasar, salah satunya Abu Lahab dan istrinya Ummu Jamil. Mereka membenci ajaran yang dibawa Nabi Muhammad saw,

Sebelum kelahiran nabi Muhammad, orang-orang Arab Quraisy adalah para penyembah berhala

Sebelum kelahiran nabi Muhammad, orang-orang Arab Quraisy adalah para penyembah berhala. Mereka suka membunuh sebagian yang lain hanya karena hal-hal yang sepele. Oleha karena itu ketika nabi Muhammad mengajak mereka untuk menyembah Allah yang maha Esa untuk meninggalkan kepercayaan merekea, mereka marah besar. Mereka yang semula cinta kepadanya berubah menjadi kebencian dan kemarahan. Sedangkan mereka yang semula membenarkan Nabi Muhammad telah berubah menjadi orang-orang yang mendustakannya.

Rasulullah Saw Berdakwah Dengan Kemuliaan Akhlaknya

Rasulullah saw berdakwah dengan kemuliaan akhlaknya, pada saat awal-awal dakwahnya di Mekkah adalah menggunakan metode dakwah dengan hikmah dan uswah hasanah. Metode yang lebih mengedepankan pada nasihat yang baik dan uswah hasanah ini, menjadi strategi yang sangat efektif dalam melancarkan dakwah Rasulullah saw pada waktu itu.

Memberikan nasihat dan contoh yang baik, dengan sasarn dakwah orang-orang terdekat beliau telah memunculkan sebuah ketertarikan tersendiri, karena sosok nabi Muhammad saw yang mempunyai kredibiltas baik, yaitu sosok yang tidak pernah berbohong dan dapat dipercaya. Sehingga dengan metode dakwah seperti ini, banyak para sahabt yang masuk islam dan ikut menyebarkan ajaran islam.

Rasulullah Saw Hanya Sebagai Hamba Allah Dan Mahluk Utusan Allah

Namun meskipun demikian, Rasulullah saw hanya sebagai hamba Allah dan mahluk utusan Allah , beliau hanya melaksanakan perintah Allah swt untuk berdakwah terhadap kaumnya agar menyembah Allah swt, tidak dengan membrikan taufik dan hidayah, karena mutlak bagi Allah lah yang berhak memberikan taufik dan hidayah atas seseorang. Hal ini terbukti dengan tidak masuk islamnya paman tercinta Rasulullah saw yaitu Abu Thalib, yang mana Abu Thalib sangat  berperan penting bahakan melindungi rasulullah saw selama dalam periode dakwahnya rasulullah saw. Namun sampai akhir hayatnya Abu thalib, beliau tidak pernah masuk islam, dan hal ini yang membuat kesedihan yang sangat mendalam bagi Rasulullah SAW.