KEAGUNGAN DAN KEMULIAN RASULULLAH SAW

KEAGUNGAN DAN KEMULIAN RASULULLAH SAW

Saat ini banyak orang yang mengaku cinta kepada nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi perbuatannya tidak mencerminkan dari kecintaannya kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah mengharuskan adanya penghormatan, ketundukan dan keteladanan kepada beliau serta mendahulukan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam atas segala ucapan makhluk, serta mengagungkan Sunnah-sunnahnya.

Sebagai umatnya, kita harus mengetahui dan mengenali keagungan dan kemulian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena bagaimana kita akan mencintainya kalau kita tidak berusaha untuk mengenalnya. Mungkin saat ini kita tidak akan pernah bertemu dengan rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tapi kita bisa mengenali beliau dengan cara mempelajari kisah-kisah beliau, mempelajari sifat-sifat beliau, dan mengamalkan sunnah-sunnah beliau.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah khotamul anbiyya (penutup para nabi)

Tidak  akan ada nabi kembali yang diutus setelah nabi Muhammad saw, karena beliaulah nabi terakhir yang Allah utus ke muka bumi, dan sebagai pamungkus para nabi.  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun Allah utus bukan hanya untuk satu zaman. Bukan hanya untuk satu umat saja. Dan bukan hanya untuk satu tempat. Kenabian Muhammad meliputi seluruh zaman, seluruh tempat dan seluruh umat. Sebagaimana firman Allah swt dalam Qur’an Surat Saba ayat 28 b:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيراً وَنَذِيراً وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Dan Kami tidak Mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Nabi muhammad saw adalah rohmatan lil alaamiin

Nabi muhammad saw adalah rohmatan lil alaamiin yaitu rahmat bagi seluruh alam, yakni kehadiran dan ajaran  beliau tidak hanya dirasakan oleh bangsa arab saja, tidak hanya dirasakan oleh kaum muslimin saja, tidak pula membedakan rahmatnya terhadap jenis golongan, ras, dan sebagainya, tapi hadirnya beliau merupakan rahmat bagi seluruh golongan, kalangan, bangsa dan yang lainnya.

Bentuk konkrit bahwa nabi muhammad adalah rahmat bagi seluruh alam, yakni ajarannya memberikan nilai-ninlai kasih sayang bagi umat manusia, tertanamnya rasa saling menghormati walaupun berbeda agama, tidak membedakan manusia dari jenis atau golongannya, baik itu dari kalangan orang miskin atau kaya, laki-laki atau perempuan, buruh atau pengusaha, semuanya sama, hanya saja yang membedakan adalah ketaqwaannya kepada Allo swt.

Rasulullah saw merupakan insan terbaik dan suri teladan terbaik bagi seluruh umat manusia

Sebagaimana firman Allah swt :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasûlullâh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allâh dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allâh ( QS. Al-Ahzâb:21).

Maka tidak ada satupun di dunia ini yang lebih baik ahalaknya dari pada nabi Muhammad saw. Bahkan kemulian ahlak beliau telah nampak sebelum beliau mendapatkan risalah kenabian, yakni ketika nabi muhammad masih kecil.

Julukan yang diberikan bangsa Arab kepada nabi muhammad kecil

Pada waktu itu bangsa arab telah memberikan julukan kepda nabi Muhammad kecil dengan julukan Al-Amin yang artinya orang yang dapat dipercaya atau orang yang terpercaya. Julukan ini beliau dapatkan karena nabi muhammad saw senantiasa bersikap jujur dan terpercaya dalam kehidupan sehari-harinya.

Kemudian julukan Al-Amin semakin disematkan kepada nabi muhammad sejak beliau mulai berdagang pada usia 17 tahun. Pada waktu itu nabi muhammad telah memimpin ekspedisi dagang yang mana banyak orang quraisy yang menitipkan dagang kepada beliau. Hal itu karena ladang kejujuran nabi muhammad yang mengakibatkan orang-orang mentipkan dagang kepada beliau. Dan keran sifat Al-Aminlah yang membuat nabi muhammad sukses dalam berdagang, serta sifat inilah yang membuat siti khodizah tertarik dan menikah dengan nabi muhammad saw.

Keagungan dan kemulian beliau tak lekang oleh waktu, Beliau lah suri teladan  bagi umat muslim, dan hendaklah umat muslim menjadikan nabi muhammad saw sebagaia idola dalam kehidupannya, dan menjdaikan role model dalam segal aspek pribadinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HUKUM BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH

HUKUM BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH

Sebagai seorang muslim tentunya jujur dalam setiap kata dan perbuatan merupakan fondasi dari terciptanya akhlak mulia, dan menjadi fondasi keterpercayaan seseorang. Namun adakalanya ketika kita  ingin berusaha berkata jujur kepada siapapun, namun kita terkadang sulit untuk meyakinkan seseorang atas kejujuran kita. Untuk meyakinkan seseorang, tanpa kita sadari kita sering mendengar ucapan sumpah, sumpah digunakan untuk mencari kebenaran, baik oleh orang yang mengaku bahwa ia benar, atau orang yang meminta kebenaran dari orang lain. Misalnya, saat seseorang mengatakan sesuatu sedangkan orang tidak mempercayainya, maka ia menggunakan ucapan atau sumpah untuk memperkuat perkataannya demi meyakinkan orang lain, termasuk ucapan sumpah “Demi Allah” sering terdengar dalam keseharian kita.

Bersumpah dengan menyebut nama Allah

mengatasnamakan Allah bahwa Allah akan berbuat sesuatu, atau sebaliknya, bersumpah mengatasnamakan Allah bahwa allah tidak akan berbuat sesuatu. Contohnya adalah ketika seseorang mengucapkan “Demi Allah,  Allah pasti akan memasukkan kamu kedalam surga” atau “demi Allah, Allah pasti tidak akan memasukkan kamu kedalam surga”, itulah makna bersumpah atas nama Allah. Allah bebas bersumpah sesuai apa yang ia kehendaki, seperti yang sering allah firmankan dalam ayat-ayat alqur’an, contohnya adalah demi masa di ayat pertama surat al-asr, atau demi waktu dhuha seperti di ayat pertama surat ad-dhuha. Sedangkan kita tidak boleh bersumpah kecuali dengan nama Allah, karena bersumpah dengan kepada selain Allah merupakan salah satu bentuk tindak kemusyrikan bahkan bisa menjerumuskan kepada tindak kekufuran.

Mengucap sumpah bukanlah hal yang sepele

Tidak dibenarkan seorang muslim bersumpah untuk suatu kebohongan. sebagaimana juga dilarang bagi seorang muslim untuk memberikan sumpah palsu karena sesungguhnya hal itu termasuk ke dalam dosa besar. Sahabat mq, islam membolehkan umatnya untuk mengucapkan sumpah hanya dalam kondisi tertentu,  dan ketika kita bersumpah haruslah bertanggung jawab atas kebenaran sumpah tersebut, seperti yang Allah firmankan dalam al-qur’an surat al-maidah ayat 89, yang artinya  “dan jagalah sumpah-sumpah kalian”. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun pernah bersabda, “terdapat tiga golongan yang tidak akan Allah ajak bicara dan tidak dilihat oleh Allah pada hari kiamat, dan tidak juga Allah sucikan bagi mereka adzab yang pedih, yaitu orang yang telah beruban tapi malah berzina,    orang miskin tetapi sombong, dan pedagang yang sering bersumpah palsu atas dagangannya”.

Hal hal yang harus diperhatikan  dalam bersumpah

Pertama, janganlah terlalu mudah mengucap sumpah atau terlalu sering mengucap sumpah, sebab sumpah bukanlah hal yang sepele. Kedua, bersumpah dengan mengatasnamakan selain allah artinya adalah suatu tindak kesyirikan. Ketiga, tidak diperbolehkan bersumpah atas sesuatu yang tidak benar, atau sumpah palsu. Keempat, berhati-hati dengan sumpah kosong, yaitu sumpah yang diucapkan seseorang ketika tidak berniat untuk bersumpah terhadap sesuatu yang ia yakini, dan ternyata sesuatu itu tidak seperti yang ia yakini.  misalnya ketika dengan yakin memberikan kabar bahwa seseorang telah meninggal, dan ternyata seseorang tersebut masih hidup.

Bagaimana  dengan seseorang yang melanggar sumpahnya?

Jika seseorang bersumpah untuk melakukan sesuatu namun tidak jadi melakukannya, atau jika seseorang bersumpah untuk meninggalkan sesuatu lalu kemudian ia melakukannya, maka ia harus membayar denda untuk itu, denda ini diberikan atas sumpahnya yang tidak terlaksana dan agar ia tidak mendapat dosa atas sumpahnya itu. Sebagaimana firman Allah dalam  surat al-maidah ayat 89, yang artinya “ Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya). Sahabat mq, betapa beratnya tanggung jawab sebuah sumpah, terutama kewajiban kita di mana kita tidak boleh bersumpah selain kepada Allah. Oleh karena itu, berhati-hatilah mengucap sumpah pada hal yang tidak terlalu penting, dan jika kita tidak bisa mempertanggung jawabkan sumpah tersebut.
TANDA-TANDA HUSNUL KHOTIMAH

TANDA-TANDA HUSNUL KHOTIMAH

Sahabat mq, pernahkah terbayangkan oleh kita jika ketika kita meninggal, kita dapat mengucapkan “laa ilaaha illallah”?. Tentu saja setiap orang mendambakan jika diakhir hidupnya atau di saat sakaraatul maut lidah kita ringan mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallah, dan meninggal dalam keadaan khusnunl khotimah.

Setiap mahluk diciptakan oleh allah selalu berkaitan dengan batasan waktu, dimana ada awal disitu juga ada akhir, ketika ajal sudah menjemput maka tak ada yang mampu menghalanginya, setiap manusia berharap agar akhir hayatnya dalam keadaan baik atau lebih dikenal dengan husnul khotiman.

Lantas sahabat mq, apakah anda mengenal tanda-tanda orang yang mendapatkan husnul khotimah?

Imam suyuthi dalam kitab syarah as-shudur fi hal al-mauta wa al-kubur, mengutip sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam tirmidzi dan imam al-hakim dari sahabat anas, yang artinya “ketika Allah menghendaki hambanya menjadi baik, maka Allah akan menuntunnya, bagaimana Allah menuntunnya?, lantas nabi menjawab, allah akan menuntunnya unntuk berbuat hal-hal baik sebelum ia meninggal” ( hr tirmidzi dan al-hakim).

Dalam kitab faidhul qadir, imam al-munawi menjelaskan bawha, orang yang dikehendaki oleh allah baik akhir hayatnya akan dimudahkan untuk bertaubat dan selalu melakukan amal kebaikan.

Ada beberapa tanda orang yang meninggal dalam khusnul khotimah

Pertama, yaitu mati karena memepertahankan kehormatannya, atau hartanya ingin dirampas orang lain.

Dari sa’id bin zaid, dari nabi shallallahu ‘alaihi wa salla, beliau bersabda “siapa yang dibunuh karena membela hartanya, maka ia akan syahid, siapa yang dibunuh karena membela keluarganya, maka ia syahid, siapa yang dibunuh karena membela darahnya atau karena membela agamanya, maka ia syahid.

Yang kedua,  yaitu meninggal karena sedang menjaga wilayah perbatasan di jalan allah ta’ala.

Dalam HR muslim, jika kita berjaga sehari semalam di daerah perbatasan, lebih baik daripada puasa berserta shalat malam selama satu bulan, dan jika seandainya meninggal, maka pahalanya akan diberikan rezeki baginya, dan ia terjaga dari fitnah.

Selanjutnya sahabat mq tanda-tanda jika mendapatkan husnul khotimah yaitu, meninggal dunia dengan kening berkeringat.

Dalam kasus ini, para ulama mengatakan bahwa hal ini dapat diibaratkan bahwa betapa beratnya kematian, dan keluarnya keringat di kening tersebut pertanda bahwa sebagai penghapusan dosa atau dtinggikan derajatnya’ insya allah.

Yang terakhir, yaitu ketika meninggal dunia pada malam atau hari jumat.

Tanda ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan abdullah bin umar ra. Beliau mendengar bahwa nabi saw bersabd, “tidaklah seorang muslim meninggal dunia pada hari jumat atau malamnya,  melainkan allah akan melindunginya dari fitnah siksa kubur.

Sahabat mq, sebagai umat islam tentunya cita-cita terakhir kita sebelum menghadap sang khalik adalah mendapatkan husnul khatimah.

Selain bermodal taqwa dan terus berupaya meningkatkan kualitas ibadah kita, para ulama telah mengajarkan beragam amalan untuk menghadapi husnul khatimah.

Allah swt mengingatkan tentang sunatullah yang berlaku dalam kematian seseorang, ada yang wafatkan dalam keadaan husnul khotimah, dan sebaliknya sebagai su’ul khitumah. Allah swt berfirman dalam qs ar-ra’ad ayat 28  yang artinya, “yaitu orang-orang yang dimatikan oleh para malaikuat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri sambil berkata: kami sekali-kali tidak ada mengajarkan sesuatu kejahatanpun, lalu malaikat menjawab, ada sesungguhnya allah maha mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”.

Seorang nabi yang sudah mendapatkan jaminan akhiratnya, tetap selalu berusaha dan berdo’a  agar meraih husnul khotimah,  contoh yang dapat kita ambil yaitu kisah nabi yusuf as, ketika di puncak keberhasilannya menjadi salah seorang pembesar istana, ia justru bermohon agar husnul khotimah, seperti yang dikatakan dalam qs yusuf ayat 101 yang artinya “wafatkanlah aku dalam keadaan islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shalih”.

Sahabat mq, tentu husnul khotimah adalah akhir yang baik saat kematian, namun untuk menghantarkan ke tujuan mulia tersebut harus diawali dengan evaluasi amal yang bersifat berkelanjutan, karena kita tidak ada yang mengetahui dengan pasti kapan kematian akan menjemput.

 

PENTINGANYA MENJAGA PANDANGAN

PENTINGANYA MENJAGA PANDANGAN

 

Mata adalah salah satu anggota tubuh yang sangat penting bagi kehidupan kita,  dengan mata kita bisa melihat ciptaan allah yang maha kuasa,  berinteraksi dengan lingkungan sekitar dengan mudah karena itu patut kita syukuri nikmat yang diberikan allah subhanahu wa ta’ala.

Salah satu cara mensyukuri nikmat pengelihatan adalah dengan bijak menggunakan mata kita, mata mempunyai hak yang harus ditunaikan penggunaannya sesuai dengan kehendak allah. mata tidak bisa dipakai seeenaknya untuk memandang, tetapi harus dikendalikan dengan menjaga pandangan mata atau ghadul bashar.

Seringkali kebanyakan dari kita sulit untuk menjaga pandangan, terlebih cukup banyak godaan terhadap pandangan mata di sekeliling kita, mulai di jalan saat keluar rumah, di tempat kerja, juga pasar atau pertokoan. Selain itu media elektronik, media cetak, media sosial, yang memuat foto atau video juga bisa memancing pandangan mata yang tidak terjaga, yang akibatnya kasus pelecehan seksual pun sering terjadi akibat tidak terjaganya pandangan mata.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam al-qur’an surat  nur ayat 30 dan 31 yang potongan artinya “katakanlah kepada laki-laki yang beriman hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.  Katakanlah kepada perempuan yang berim  hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”.

Menurut tafsir ibnu katsir, ayat tersebut merupakan perintah dari allah subhanahu wa ta’ala kepada hamba-hambanya yang beriman untuk menjaga atau menahan pandangan mereka dari hal-hal yang diharamkan, maka janganlah memandang kecuali memandang hal-hal yang diperbolehkan dan juga perintah untuk menahan diri memandang hal-hal yang diharamkan.

Selain itu menundukkan pandangan mata merupakan dasar dan sarana untuk menjaga kemaluan, oleh karena itulah dalam ayat tersebut allah lebih dulu menyebut perintah untuk menahan pandangan mata daripada untuk menjaga kemaluan.

Bahaya apa saja yang akan terjadi jika tidak menjaga pandangan?

Jika seseorang mengumbar pandangan matanya maka dirinya telah mengumbar syahwat hatinya, sehingga matapun bisa berbuat durhaka karena memandang, Itulah yang dinamakan zina mata.

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “mata itu berzina, zina mata adalah dengan melihat yang diharamkan,  zina hati adalah dengan membayangkan, sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan semua itu” (Hadits riwayat Ahmad).

Dalam hadits ini, rasulullah membeberkan bahaya yang akan terjadi yang dimulai dari tidak menjaga pandangan. Beliau menyebutkan zina mata pertama kali karena inilah yang menjadi dasar dari zina tangan, kaki, hati, dan kemaluan. Kemaluan akan menjadi pembukti dari semua zina itu jika akhirnya benar-benar berzina, atau mendustakannya jika tidak berzina.

Pandangan yang tidak terjaga akan memberikan pengaruh negatif pada pikiran dan hati

Pandangan yang tidak terjaga akan memberikan pengaruh negatif pada pikiran dan hati, yaitu menimbulkan syahwat yang tidak pada tempatnya, sehingga timbul kasus perzinaan yang bermula dari ketidakmampuan seseorang menahan pandangan haram terhadap lawan jenis yang bukan mahram.

Sedangkan di era digital yang kita jalani saat ini, memang banyak fitnah yang bertebaran di sekitar kita,  bisa jadi ketika iman dan rasa takut kepada allah sedang luntur, maka dengan mudah pandangan dan syahwat akan terumbar, sehingga melalaikan perintah allah subhanahu wa ta’ala. Oleh karena itu allah membalas hamba-nya yang istiqomah melaksanakan perintah-nya dengan ganjaran pahala yang besar.

Seperti sabda rasulullah sallallahu alaihi wasallam, “memandang wanita adalah panah beracun dari berbagai macam panah iblis, barangsiapa yang meninggalkannya karena takut kepada allah, maka allah akan memberi balasan iman kepadanya yang terasa manis baginya”. ( Hadits riwayat al-hakim).

Salah satu cara yang disarankan rasulullah untuk menahan pandangan mata adalah dengan menikah

“wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang mampu untuk menikah, maka menikahlah, karena menikah itu lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan”. (Hadits Riwayat Bukhari).

Jadi marilah kita sama-sama menjaga pandanagan, sepintas mengubar pandangan sesuatu yang bukan menjadi masalah besar, namun nyatanya justru dimulai dari pandanganlah bermula awalnya perzinaan, oleh karena itu sebaik-baik laki-laki ataupun perempuan ialah yang menundukan pandangannya, dan adapun yang dituangkan oleh hadist diatas ketika hendak sudah mampu menikah, maka hendaklah menikah, karena itu lebih mampu untuk menjaga pandangan.

Semoga allah ta’ala memberikan keteguhan ke dalam hati kita untuk dapat menjaga pandangan mata kita dari yang haram dan menjauhkan kita dari berbagai fitnah yang dapat merusak keimanan kita.

 

TIPS MENGATASI BIBIR KERING DAN PECAH-PECAH MENGGUNAKAN MADU

TIPS MENGATASI BIBIR KERING DAN PECAH-PECAH MENGGUNAKAN MADU

Sahabat mq, mungkin sahabat pernah atau bahkan sering mengalami bibir kering dan pecah-pecah, terlebih kala cuaca panas melanda, tidak jarang kita merasakan permasalahan bibir kering, sehingga kondisi terparahnya adalah bibir menjadi pecah-pecah. Kondisi bibir pecah-pecah cukup sangat menganggu aktifitas makan kita, karena dapat mengubah selera dan mood makan kita, oleh karena itu ketika kita sudah terserang atau terkena bibir kering dan pecah-pecah hendaklah segera mengobatinya, namun ternyata ada cara herbal untuk mengatasi bibir kering dan pecah-pecah tanpa menggunakan obat kimia atau obat apotik lainnya, yaitu dengan menggunakan madu.

Mungkin sebelumnya untuk mengatasi permasalahan ini, banyak yang menggunakan pelembab bibir yang mengandung bahan kimia sebagai alternatif untuk melembabkan bibir, padahal sebenarnya kita dapat menggunakan bahan alami yang lebih aman dan praktis, salah satu bahan alami yang dapat kita gunakan adalah madu, sebab madu memiliki kandungan yang bermanfaat untuk melembabkan kulit bibir yang kering bisa menjadi lebih lembap dan terasa nyaman jika dioleskan madu karena madu memiliki sifat higroskopis, yakni mampu menyerap kelembapan dari udara dan menahannya di permukaan kulit.

Saat madu di oleskan pada bibir ia akan meresap ke dalam dan zat-zat yang berkhasiat menyembuhkan akan bekerja. Zat antioksidan pada madu akan membantu memperbaiki sel-sel yang rusak. Nutrisi lain pada madu seperti vitamin B dan zinc juga akan diserap dan mempercepat proses penyembuhan.

Madu juga bisa berperan sebagai anti bakteri yang mencegah terjadinya infeksi dan anti inflamasi yang bisa meredakan peradangan sehingga madu sangat membantu untuk mengatasi bibir kering dan pecah-pecah secara alami. Adapun bagaimana caranya, berikut simak penjelasnnya debagai berikut :

Cara mengatasi bibir kering dan pecah-pecah dengan madu

Pertama, oleskan madu pada bibir secara merata,

Hal ini karena kandungan vitamin b, vitamin c dan kalsium yang terdapat dalam madu mampu melembkan bibir dan memperbaiki tekstur kulit kering secara alami.

Ke dua, Hindari menjilat bibir

ketika bibir kering, kebanyakan orang akan reflek menjilat bibir atau memasukkan ke dalam mulut. Kebiasaan ini disebut-sebut dapat melembapkan bibir kering dengan cepat.

Faktanya, hal itu cuma mitos, lho! Perlu diketahui bahwa air liur atau saliva akan menguap dengan cepat, justru akan meninggalkan bibir yang lebih kering daripada sebelumnya. Yang ada, bibir malah makin pecah-pecah.

Ke tiga, Penuhi kebutuhan cairan tubuh

Selain bikin haus, kekurangan cairan tubuh juga bisa membuat bibir jadi kering. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan tubuh, terutama jika Anda sering berkeringat atau cuaca di luar sedang panas. Jumlah kebutuhan air setiap orang berbeda-beda, tergantung dari usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisiknya sehari-hari. Namun, setidaknya minum air minimal 8 gelas sehari untuk mejaga kesehatan tubuh sekaligus mengatasi bibir kering dan pecah-pecah.

Ke empat, pijat bibir selama beberapa menit

Setelah bibir terolesi rata oleh madu, pijat bibir dalam beberapa menit agar sel kulit mati yang menempel pada bibir dapat terkelupas dengan baik,  hingga akhirnya akan menghasilkan kulit baru yang lebih sehat.

Ke Lima,bilas bibir dengan air bersih

membilas bibir dengan air bersih dimaksudkan agar kulit mati yang sudah kering dapat mengelupas secara sempurna, sehingga kulit bibir menjadi lebih sehat dan bersih dari sisa kulit mati.

Jadi untuk mengatasi bibir kering dan pecah-pecah tidak harus saja menggunakan obat kimia, tapi ada yang lebih aman, dan lebih herbal yaitu dengan menggunakan madu. Insyaa Allah banyak manfaat dan keberkahan. Selamat mencoba 😊

 

 

 

LARANGAN ZINA

LARANGAN ZINA

Saat ini perbuatan zina, selingkuh, hubungan seks bebas dan hamil di luar nikah menjadi salah satu fenomena yang sangat menakutkan yang sudah tidak asing lagi, ditengah pergaulan bebas yang semakin marak terjadi, namun disisi lain keputusan untuk menikah muda ataupun poligami yang diperbolehkan oleh agama islam, menjadi hal yang masih dipergunjingkan, bahkan menjadi kontroversi  ditengah masyarakat modern saat ini. Hal tersebut menjadi salah satu penanda semakin lunturnya iman islam manusia saat ini.

Menurut pandangan islam perbuatan zina merupakan dosa besar yang dilarang oleh Allah swt

Menurut pandangan islam perbuatan zina merupakan dosa besar yang dilarang oleh Allah swt, sesuai dengan firman Allah “dan janganlah kamu mendekati zina,sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk”. (Q.S. Al-isra : 32). Secara tegas Allah telah memberi predikat terhadap perbuatan zina melalui ayat tersebut, sebagai perbuatan keji dan terkutuk, bukan hanya itu bahkan Allah melarang melakukan perbuatan yang mendekati perbuatan zina. Allah pun menyamakan kedudukan perbuatan zina dengan dosa-dosa besar lainnya, dan mengancam para pelakunya dengan siksaan keras di hari kiamat kelak.

Rasulullah saw pun bersabda “wahai umat manusia, takutlah terhadap perbuatan zina karena perbuatan ini akan mengakibatkan enam perkara yang tiga di dunia, dan yang tiga lagi di akherat, adapun hal yang akan menimpa di dunia ialah pertama dapat menghilangkan wibawa, kedua dapat mengakibatkan kefakiran, yang ketiga dapat mengurangi umur. Dan tiga lagi yang akan dijatuhkan di akherat pertama mendapat marah dari allah, dan yang kedua mendapat banyak dosa, dan yang ketiga mendapat siksaan di neraka”. (Hadits ini juga ditulis oleh imam sayuthi dalam kitabnya al-jami’ al-kabir, dan al-kharrathy meriwayatkan dalam kitab masawi al-akhlak.)”.

Sahabat mq, saat kita mendengar kata zina, hal pertama yang pasti terfikirkan oleh kita adalah perbuatan seksual yang dialkukan oleh laki-laki dan perempuan yang belum terikat oleh ikatan pernikahan, namun sebenarnya yang dimaksud dengan zina adalah segala macam perbuatan yang kita lakukan yang mengandung unsur zina.

Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh imam Bukhori, Rasulullah saw telah bersabda yang artinya “setiap bani adam mempunyai bagian dari zina, maka kedua matapun berzina, dan zinanya adalah melalui penglihatan, kedua tangan berzina, zinanya adalah menyentuh, kedua kaki berzina dan zinanya adalah melangkah menuju perzinahan, mulut berzina, zinanya adalah mencium, hati dengan keinginan, dan berangan-angan, dan kemaluannya lah yang membenarkan atau mengagalkannya.

Jenis-jenis zina

Sahabat mq, dari hadist-hadist diatas dapat disimpulkan bahwa ada beberapa jenis zina, yaitu pertama zina mata adalah zina yang dilakukan saat muslim atau muslimah memandang lawan jenisnya, menatap matanya dan berlama-lama bertatapan dengannya, yang kedua adalah  zina tangan yaitu  zina yang dilakukan oleh dua orang yang bergandengan tangan dengan yang bukan mahramnya, zina kaki yaitu zina yang terjadi saat salah seorang muslim atau muslimah melangkahkan kakinya menuju perzinahan, zina mulut yaitu zina ini tidak hanya saat muslimin atau muslimah berciuman dengan yang bukan mahramnya, tapi  juga saat seorang muslimin atau muslimah membicarakan lawan jenisnya, dan zina hati yaitu saat muslim atau muslihan berangan-angan atau memikirkan tentang lawang jenisnya

Kelima zina ini termaksud macam-macam zina kecil, namaun jangan pernah menyepelekan hal-hal kecil, karena dari hal kecil inilah yang akan menjerumuskan kita menuju hal yang besar.

Cara menghindari perbuatan zina

Diantara banyaknya pintu-pintu menuju kemaksiatan zinah, banyak sekali hal-hal yang dapat  kita lakukan untuk menghindari hal-hal tersebut, yaitu salah satunya dengan mendekatkan diri kepada allah swt, membaca al-quraan dan mengkajinya atau memahami maknanya dengan baik, menghindari tempat-tempat maksiat yang dapat menjerumuskan kita kepada perbuatan-perbuatan zina, berteman dengan orang-orang soleh karena merekalah yang akan mengingatkan kita akan bahaya-bahaya berzina, membaca buku-buku tentang keislaman sehingga kita tidak akan mudah terpengaruh dengan hal-hal yang bisa menjerumuskan dan bertentangan dengan ajaran islam, dak tak lupa untuk menghadiri majelis-majelis taklim dan kegiatan keagamaan lainnya agar mengerti lebih jauh tentang apa yang diperbolehkan ataupun dilarang oleh agama islam.

 

 

3 JENIS CARA PENGABULAN DO’A

3 JENIS CARA PENGABULAN DO’A

Do’a merupakan senjatanya umat muslim, karena sebagaimana firman Allah swt dalam Qur’an Surat Al-mukmin ayat 60 :

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Artinya : berdo’alah kepada Ku (Allah), niscaya akan ku kabulkan permintaanmu….

Berdo’a merupakan suatu hal yang sepatutnya yang dilakukan oleh seorang hambanya kepada Rabnya, karena sejatinya tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari pertolongan Allah swt. Namun ada 3 jenis do’a berdasarkan cara pengabulannya, yaitu sebagai berikut :

Jenis doa yang pertama,

saat kita berdoa kepadah Allah maka doa tersebut langsung dikabulkan oleh Allah swt, contohnya ketika nabi zakaria as memohon untuk diberikan keturununan untuk meneruskan agama Allah walaupun umurnya yang sudah tua renta, namun nabi zakaria tak patah arang,  pada saat itu juga Allah swt langsung memberi jawaban atas doanya dan istrinyapun hamil atas izin Allah. Seperti dijelaskan di dalam quran surat al-anbiya ayat 90 yang artinya, “maka kami mengabulkan doanya, dan kami anugerahkan kepadanya yahya, dan kami jadikan istrinya dapat mengandung sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik, dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas, dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada kami.

Jenis doa yang kedua

yakni, doa yang akan dikabulkan ketika kita sudah mampu menerimanya,  sebagai contoh adalah kisah nabi muhammad memohon tentang pemindahan kiblat umat islam, yakni kiblat baru ke ka’bah, dan hal tersebut baru dikabulkan Allah  tiga tahun setelah hijrah, hal ini mengandung makna jika Allah akan  menjawab doa kita ketika kita siap untuk hal tersebut.

Jenis doa ketiga

Jenis do’a yang ketiga yang dikabulkan Allah adalah saat Allah mengganti doa kita dengan suatu hal yang jauh lebih baik dari doa yang kita lantunkan, karna allah mengetahu yang kita butuhkan seperti yang tertera dalam al-quran surat al-baqarah ayat 216 yang berarti, boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Bagaimana agar doa cepat dikabulkan?               

Setiap manusia pasti memiliki keinginan atas kesulitan ataupun harapan yang ingin dipanjatkan kepada allah swt, jika kepercayaan kita sedang goyah, percayalah kalau Allah swt mendengarkan semua doa kita, jika merasa belum dikabulkan maka bersabarlah.  Berikut ini hal-hal yang mampu mempercepat doa kita terkabul oleh allah swt:

Yang pertama sahabat mq, carilah waktu yang mustajab, yaitu ketika hari arafah, ramadhan, ketika safar, dan ketika seorang hamba dalam keadaan berpuasa, dan ketika waktu sepertiga malam terakhir, sesuai dengan hadits rasulullah saw “bahwa Allah turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman: siapa yang berdoa kepada-ku, aku kabulkan, siapa yang meminta-ku, aku beri, dan siapa yang minta ampunan pasti aku ampuni.” (hr. Muslim).

Hal yang kedua percepatan dikabulkannya doa adalah dengan menghadap kiblat dan mengangkat tangan, selanjutnya berdoalah dengan khusyu, rendah hati, dan penuh harap kepada Allah. Berdoalah dengan suara lirih sambil merendah hanya dihadapan Allah swt, dan ketika memanjatkan doa awalilah dengan memuji allah swt, dan bershalawat kepada nabi.

Dalam hadits qudsi allah berfirman,“wahai hamba-ku, kalian semua kelaparan kecuali orang yang aku berikan makan, maka mintalah makan kepadaku, niscaya aku akan berikan, wahai hamba-ku kalian semua tidak berpakaian kecuali yang aku berikan pakaian, maka mintalah pakaian kepada-ku niscaya akan aku berikan (hr. Muslim no. 2577).

Dan yang terakhir sahabat mq, berdoalah dengan penuh keyakinan jikalau Allah maha mendengar doa hamba-hambanya lagi maha mengabulkan, maka dari itu kita tidak boleh merasa pesimis atas doa yang kita panjatkan, karena sesungguhnya Allah itu tergantung prasangka hamba-nya ketika ia berdoa padanya.

Jadi sahabat MQ, apapun harapan kita dan sebesar apapun cita-cita kita, kita jangan pernah sesekali untuk berhenti berharap atas rahmat Allah, sesungguhnya rahmat Allah itu sangatlah luas tergantung ikhtiar kita untuk menjemputnya. Salah satu bentuk ikhtiar kita sebagai umat muslim, yakni berdo’a kepada Allah dengan sepenuh hati dengan diiringi rasa harap dan keyakinan bahwa do’a kita akan dikabul, baik sesuai dengan apa yang dipinta kita, baik itu ditangguhkan terlebih dahulu hingga kita benar-benar tepat atas harapan kita itu, ataupun Allah mengkabulkannya tidak sesuai dengan harap kita, namun itu lebih baik menurut Allah dan lebih baik buat kita, hanya kita belum menyadarinya.

 

 

 

MAKNA RIZQI DALAM ISLAM

MAKNA RIZQI DALAM ISLAM

Sahabat mq, perkara yang paling dibutuhkan oleh umat manusia sepanjang hayat dalam menjalani kehidupan dunia ini adalah rezeki. Namun demikian,  ada sebagian dari  manusia yang terjebak dengan  pemikiran, bahwa rezeki Allah  hanya  berupa materi atau uang. menurut kamus besar bahasa Indonesia, kata rezeki memiliki makna, segala sesuatu yang dipakai untuk memelihara kehidupan yang diberikan oleh tuhan berupa makanan, atau disebut dengan nafkah. tercantum dalam quran surat al baqarah ayat 22 yang artinya, Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan langit sebagai atap dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan, sebagai rezeki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi allah, padahal kamu mengetahui.

Ibn al-jauzi berkata, bahwa di dalam alquran, rezeki itu mencakup sepuluh hal

Ibn al-jauzi berkata, bahwa di dalam alquran, rezeki itu mencakup sepuluh hal, pertama adalah pemberian manusia yang beriman akan menginfakkan sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadanya,  seperti tercantum dalam qs al-baqarah ayat 3. Rezeki yang kedua bermakna, makanan. makna rezeki yang ketiga berupa makan siang dan makan malam, tercantum dalam qs maryam ayat  62. makna rezeki yang  keempat adalah hujan. Kemudian yang kelima adalah nafkah, atau pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Keenam, adalah buah-buahan. dan pengertian rezeki yang ketujuh, adalah pahala. makna rezeki yang  kedelapan, berarti surga. kesembilan adalah rezeki berupa tanaman, dan binatang ternak. dan makna rezeki di dalam al-quran yang kesepuluh adalah rasa syukur kepada Allah.

Jika ditelisik lebih dalam, mungkin kaitan masalah rezeki di dalam alquran akan melebihi dari sepuluh hal. namun dari hal ini, kita dapat memahami dengan jelas, bahwa hanya Allah lah sebaik-baik pemberi rezeki.

Makna rezeki atau “ar-rizqu” menurut al-manzhur rahimahullah dalam kitabnya lisan al ‘arab terdiri dari dua macam

sahabat mq, rezeki atau “ar-rizqu” menurut al-manzhur rahimahullah dalam kitabnya lisan al ‘arab, terdiri dari dua macam, pertama yang bersifat zhahirah atau tampak terlihat, semisal bahan makanan pokok, pakaian, rumah,harta kekayaan. dan yang kedua yang bersifat batiniyah, yaitu hal yang berhhubungan dengan hati, jiwa, ataupun, berbentuk pengetahuan, dan ilmu-ilmu. Dari gambaran yang disampaikan ibnu al manzhur, maka kita dapat mengetahui bahwa hakikat rizki tidak hanya berwujud harta, atau materi saja. seperti asumsi kebanyakan orang, namun ia bersifat lebih luas dari itu, semua kebaikan dan maslahat yang dinikmati seorang hamba, terhitung sebagai rezeki dari allah swt.

Bagaimana Cara allah menurunkan rezeki ?

Sahabat mq, menurut sebuah hadist, rezeki juga bermakna  segala sesuatu yang bermanfaat,  yang  Allah halalkan untukmu, entah berupa pakaian makanan sampai pada istri, itu semua termasuk rezeki begitu pula anak laki-laki,  atau anak perempuan, termasuk rezeki. termasuk pula dalam hal ini adalah kesehatan, pendengaran, dan penglihatan, Dan sedekahlah adalah cara yang baik untuk mensyukurinya, sesungguhnya tidak akan berkurang harta yang disedekahkan kecuali bertambah dan bertambah.” (hr tirmidzi).

Sahabat mq, karena dimensi,cakupan, dan sisi rezeki yang begitu luas, jelas tidak mungkin ada sosok manusia, yang mampu mengurus masalah rezeki ini. Hanya Allah yang dapat mengatur dan karena itu allah swt yang maha kaya menjamin rezeki, dari setiap makhluk yang diciptakan-nya.

Namun ,hal tersebut tidak membenarkan umat islam untuk berpangku tangan ataupun berleha-leha, sebab Rasulullah saw dan para sahabat bukanlah sosok manusia yang menyandarkan rezekinya dengan cara pasif, namun mereka mencontohkan makna kerja keras dan kesungguhan, tentu dengan cara yang Allah ridhoi. Rasulullah saw bersabda, berusaha keraslah, untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan minta tolonglah kepada Allah, dan jangan bersikap lemah, hadits riwayat muslim.

Sahabat mq, bagaimana caranya allah menurunkan rezeki kepada hamba-hambanya di muka bumi ini?,  al-quran pun mampu menjawab pertanyaan ini. Dijelaskan dalam quran surat an-najm ayat 6 yang artinya, tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakan.

Rezeki pun dapat diraih manusia dengan banyak jalan, diantara dengan banyak bersyukur, memperbanyak istighfar, bershadaqoh, menikah dan memiiliki anak. Maka Allah swt pun akan memberikan rezeki yang berlimpah dan dari jalan yang tidak terduga.

Sahabat mq, setiap muslim berhak untuk hidup layak, aman, damai, dan bahagia. menurut al-qur’an, hidup layak merupakan hak, sekaligus kewajiban  mendasar dan utama, dalam islam, sehingga ajaran al-qur’an dan hadits mendorong manusia untuk mencari rezeki yang halal dan thayyib. Rasulullah saw telahbersabda, wahai manusia bertaqwalah kamu kepada allah, pakailah cara baik untuk mencari rezeki. Rasulullah juga menegaskan, serta mengingatkan kepada manusia agar berhati-hati dalam mencari harta, dan menganjurkan mereka untuk selektif  dalam memperolehnya, sehingga harta yang menjadi hak miliknya benar-benar halal, sebagaiman yang telah disabdakan, dari abu huraerah, Rasulllah saw bersabda, pasti akan datang pada manusia suatu azaman dimana seseorang tidak peduli lagi dari mana hartanya diperoleh, apakah dari yang halal atau dari yang haram” (h.r. bukhari dan abu ya’la).

Maka dari itu sahabat mq, marilah kita perluas makna rezeki yang ada , dengan mensyukuri seluruh nikmat yang kita miliki saat ini, nikmat sehat, iman, islam , nikmat keluarga ataupun pekerjaan ataupun aktivitas yang kita miliki saat ini, patutnya kita syukuri dalam-dalam dengan banyak bersyukur, niscaya allah pun akan menambah rezeki yang akan kita dapatkan di muka bumi ini.

 

DISIPLIN WAKTU

DISIPLIN WAKTU

 

Didalam al-quran Allah sering mengingatkan perihal waktu, itu terlihat dari banyak nama surat yang erat kaitannya dengan waktu semisal surat Al-fajr, Al-asri, Ad-duha, Al-lail dan sebagainya, Hal itu tersirat bahwa waktu itu suatu hal yang bisa dikatakan memberikan efek positif dan bisa juga memberikan efek negatif. Tergantung bagaimana sahabat menggunakannya, kalau waktu digunakan dengan hal yang baik dan seoptimal mungkin maka akan memberikan efek positif kepada penggunanya, sebaliknya jikalau waktu itu digunakan kepada hal yang negatif atau disia-siakan,dibiarkan berlalu begitu saja maka akan menjadi senjata makan tuan bagi penggunanya. Bahkan dalam suatu perkataan Imam Syafi’i Rahimullah, “Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang menebasmu. Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan.”

 

Islam adalah agama yang rahmatan lil alaamiin yaitu rahmat bagi seluruh alam

Islam adalah agama yang rahmatan lil alaamiin yaitu rahmat bagi seluruh alam, rahmat bagi pemeluk-pemeluknya, tidaklah suatu yang bermanfaat bagi manusia kecuali islam sudah mengaturnya dan memberikan pedomannya. Maka dari itu hendaklah umat muslim sangat memperhatikan perihal waktu, jangan sampai waktu yang Allah berikan kepada kita, kita sia-siakan begitu saja. Sudahlah cukup Allah mengingatkan dalam beberapa firmannya, begitu nampak jelas dalam qur’an surat Al-asri bahwa seluruh manusia pada dasarnya dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang memanfaatkan waktunya dengan beriman kepada Allah, orang-orang yang beramal shaleh, dan orang-orang yang saling mengingatkan dalam ketaatan dan kesabaran.

Sejatinya umat islam telah Allah ingatkan pula dalam kesehariannya, yaitu dalam pelaksanaan shalat 5 waktu, lagi-lagi Allah mengingatkannya agar hambanya benar-benar memperhartikan akan petingnya waktu. Dengan adanya shalat wajib yang senantiasa dilaksanakan 5 waktu dalam sehari yaitu subuh, dzuhur, ashar, magrib, dan isya ternyata Allah senantiasa ingin mengajarkan kita tentang makna disiplin dalam waktu. Waktu orang beriman ternyata adalah waktu yang berharga karena dalam islam waktu merupakan modal untuk meraih kebahagiaan dunia akhirat, sempurnanya keimanan seseorang adalah ketika ia sudah mampu untuk menjauhkan diri dari hal yang sia-sia, dan shalat 5 waktulah yang menjadi patokan waktu disiplin terbaik umat islam. Bahkan dari hadist riwayat bukhari dan muslim sholat tepat pada waktunya merupakan amalan paling utama yang mana setelahnya adalah birul walidain dan juga berjuang di Jalan Allah (jihad Fisabilillah).

Memanfaatkan waktu adalah sesuatu yang mudah diucapkan tetapi sulit untuk diterapkan

Memanfaatkan waktu adalah sesuatu yang mudah diucapkan tetapi sulit untuk diterapkan oleh diri ini atau mungkin oleh sebagian besar manusia.  Banyak sekali hal yang sudah direncanakan tetapi batal dilakukan hanya gara-gara tidak pandai memanfaatkan waktu. Padahal waktu tidak akan pernah kembali, waktu tidak pernah bisa kembali. Membiarkan waktu terbuang sia-sia dengan anggapan esok masih ada waktu merupakan salah satu tanda tidak memahami pentingnya waktu. Padahal waktu dan kesempatan tidak pernah datang untuk kedua kalinya atau tidak pernah terulang. Ada pepatah Arab yang menyebutkan, “ Tidak akan kembali hari-hari yang telah lampau”. Bahkan Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua nikmat, dimana banyak manusia tertipu di dalamnya, yakni kesehatan dan kesempatan.” (HR Bukhori).

Marilah kita memanfaatkan waktu dan kesempatan yang kita miliki untuk melakukan hal-hal yang produktif, sehingga tidak terbuang percuma. Kita tidak pernah tahu berapa banyak waktu yang kita miliki karenanya selagi kita masih memilikinya kita harus mampu memanfaatkan sebaik-baiknya, sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan baik amalannya, dan sejelek-jelek manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan jelek amalannya.” (HR. Ahmad).

 

 

ADAB MAKAN DALAM ISLAM TERNYATA MEMBUAT SEHAT DAN LEBIH MENAMBAH NIKMAT

ADAB MAKAN DALAM ISLAM TERNYATA MEMBUAT SEHAT DAN LEBIH MENAMBAH NIKMAT

Sahabat ternyata begitu sempurna agama yang telah di karuniakan Allah kepada kita yaitu ISLAM dengan seluruh aspek di dalamnya, semuanya detail tersusun rapih itu semua ternyata tidak lain untuk diri kita sendiri yang melakukan amalan kebaikan tersebut

jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri (QS Al Isra’ ayat 7)

Salah satu kebaikan yang bisa kita lakukan langsung adalah memperhatikan adab. Adab yang ternyata selain memperindah amal kebaikan memiliki banyak manfaat yang sangat luar biasa bagi kehidupan manusia. Mengenai adab yang sangat banyak sekali sebagai pengiring setiap amalan di keseharian, kali ini kita coba kupas terlebih dahulu adab yang paling mudah kita amalkan dan berharap kita bisa langsung merasakan manfaatnya, adalah adab makan dan minum.

Adab Makan dan Minum yang ternyata berdampak positif bagi kesehatan

Sahabat, ternyata Allah dan Rasul Nya tidak semata-mata menganjurkan dan melarang hamba-Nya serta Umatnya kalau tidak ada hikmah atau kebaikan baginya. Begitu indahnya islam sampai hal yang paling kecilpun diperhatikannya. Mungkin selama ini kita tidak sadar kalau hal-hal yang sepele tersebut berdampak besar bagi kesehatan kita, seperti contohnya dalam hal Adab makan dan minum, mungkin secara sekilas hal itu hanya sekedar aturan semata tapi tahukah sabat? Hal itu bukan hanya sekdar aturan tapi ada hikmah dan dampak positif bagi kesehatan manusia. Berikut adab makan dan minum yang berdampak kepada kesehatan manusia :

Adab pertama,  adalah memilih makanan yang halal juga baik bagi diri kita.

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik(thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya” (QS Al maidah : 88)

Makanan yang halal lagi baik ternyata sahabat merupakan adab  pertama yang perlu kita perhatikan karena memilih berarti sama halnya kita berniat, dan segala sesuatu tergantung niat nya, dengan niat memilah milih makanan yang baik lagi halal, tentu kita akan meraih kesehatan dan keberkahan insyaAllah.

Makanan yang halal adalah makanan yang jauh dari hal yang di larang Allah SWT. Berikut dalam firman Nya makanan yang haram atau tidak boleh dimakan :

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.” (QS. Al Maidah: 3).

Adab yang ke dua,  adalah makan dan minum dengan posisi duduk.

Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian makan dan minum sambil berdiri. Apabila dia lupa maka hendaknya dia muntahkan.”

Dalam hadist ini jelas bahwa Rasulullah saw melarang kita untuk tidak makan dan minum sambil beridiri. Adapun tahukah sahabat apa hikmah dari dilarangnya kita makan dan minum jangan sambil beridi dan diharuskan harus sambil duduk, yaitu makan dan minum sambil berdiri dapat mengganggu bahkan merusak sistem pencernaan, dan ginjal tidak dapat melakukan proses penyaringan dengan baik.

Adab ketiga, dalam makan adalah makan dan minum hendaklah dengan tangan kanan.

berdasarkan hadits Ibnu Umar radhiallahu’anhuma:  “jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya” (HR. Muslim no. 2020).

Dan dari segi kesehatan dan norma juga sudah jelas bahwa kita dianjurkan untuk makan dan minum dengan tangan kanan , secara norma tidak sopan atau tidak beradab ketika kita makan pakai tangan kiri, serta dalam kesehatanpun terbukti kalau tangan kanan lebih higenis ketimbang dengan tangan kiri, karena sebagaimana sahabat ketahui kalau tanagn kiri suka digunakan untuk membersihkan (membasuh) dubur atau kemaluan setelah buang air.

Adab ke empat, adalah makan secukupnya dan tidak berlebihan.

Sebagaimana firman Allah swt dalam QS. Al-A’raf: 31

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوٓا

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.”

Dalam segi kesehatan makan dan minum secara berlebihan sangatlah tidak dianjurkan,karena hal tersebut merupakan sumber dari penyakit. Biasanya oarang yang berlebihan dalam makan dapat mengakibatkan kelebihan berat badan atau Obesitas, dan ketika sudah mengalami obesitas penyakit yang lainnya ikut bersarang seperti koleterol, diabetes, asam lambung, dan darah tinggi.

Ataupun dalam segi produktivitaspun kita akan terganggu jika kita makan secara berelebihan, yang efeknya dapat membuat kita malas dan mudah mengantuk.

Berikut diatas adab adab makan yang dapat membuat sehat dan membuat makan lebih nikmat, jadi marilah sahabat kita melaksanakan adab-adab makan diatas selain kita mendapat pahala karena mengikuti tuntunan dan anjuran Rasulullah saw, sahabat juga dapat mersakan dampak positif dari membiasakan suatu hal yang telah dicontohkan oleh Rasul, kaerana sekali lagi tidaklah Rasulullah saw menganjurkan atau melarang sesuatu kalau tidak ada hikmah atau dampak positif yang terkandung, hanya disini tugas kita perlu mengimani sunnah-sunnah nya, mengamalkannya, serta menggali hikmah atas penetapannya. Insyaa Allah semuanya akan berkah dan bernilai pahala, Huwallahu A’lam Bissowwab.