CIRI ORANG YANG YAKIN KEPADA ALLAH

Orang yang ikhlas betul betul sudah tidak mencari kedudukan disisi makhluk, dan orang yang yakin kepada Allah, sudah tidak peduli apakah orang lain akan memuji atau mencaci dirinya, karena itu semua tidak ada apa apa nya, yang ada apa apa nya adalah Allah ridho atau tidak kepada dirinya.

Ketika seseorang sudah menginginkan Allah suka kepada dirinya, maka standar dirinya akan melampaui standar orang yang menginginkan makhluk menyukai dirinya. Karena seseorang yang  sukses dalam pandangan Islam itu adalah “Ahli Taqwa” yang mana nanti ujungnya atau goalnya adalah husnul khatimah, adapun gelar, pangkat, jabatn dll hanya cobaan bukanlah  tanda kesuksesan.

Orang yang yakin pada Allah pasti syukur

Orang yang yakin kepada Allah pasti bersykur, karena ia yakin semua nikmat datang dari Allah. Dan kaalau seseorang adalah ahli syukur maka pasti akan ahli terimakasih pada makhluk, yang menjadi jalan nikmat Allah. Sungguh orang yang  yakin pada Allah maka akan syukur dalam segala keadaan, karena dia yakin dengan syukurlah nikmatnya bisa bertambah.

Nikmat itu hanya Allah yang megang, hanya Allah yang bagikan, maka dengan syukur kepada Allah lah maka kemudian nikmatnya bertambah. Boleh jadi kita  mempunyai keinginan, tapi yang membuat bertambahnya nikmat bukan karena hebatnya keinginan kita, tapi karena hebatnya syukur terhadap Allah swt.

Orang yang bersukur hatinya akan yakin kepada  Allah, lisannya selalu memuji Allah, akan berterimakasih kepada yang jadi jalan nikmat, dan akan menggunakan nikmat itu untuk semakin taat.

Ciri ahli syukur adalah ibadahnya jadi semakin kuat.

Punya rumah besar tidak tahu syukur, tidak akan bahagia, maka syukur jugalah yang akan mendatangkan kebahagiaan. Lantas syukur dulu atau nikmat dulu? kalau orang yang kurang yakin dia akan menunggu dulu nikmat baru bersyukur, tapi kalau orang yang sudah yakin dia akan bersyukur dulu.

orang yang yakin kepada Allah tidak akan sibuk dengan penilaian orang pada dirinya, sebab yang dia lihat adalah apa yang Allah tahu tentang dosanya. Bagaimana kita sibuk dengan penilaian orang atas kebaikan kita, sedangkan Allah melihat kebneran terhadap kita. Allah tahu kualitas  shalat yang belum khsyu’, ngaji yang belum tartil, dan hati yang jarang yakin kepada  Allah.  Maka jatuhnya orang yang yakin ke Allah akan lebih banyak bertaubat. Sungguh jika orang-orang tidak suka terhadap kita, itu bukan suatu ancaman, tapi ketika Allah benci terhadap kita, maka itu adalah petaka, dan dosalah yang membuat Allah benci.

Maka orang yang yakin kepada Allah akan lebih banyak menangisi dosanya dan jarang sibuk dengan keburukan oranglain kepada dirinya, karena dia tidak terancam dengan keburukan orang lain pada dirinya, dan itu bisa terlihat dari istighfarnya.

Apa lagi ciri orang yang yakin? dia akan sabar menghadapi situasi apapun, karena dia yakin dirinya milik Allah, Innaalillaahi wa inna ilaihi raaji’uun…

Semua yang kita miliki adalah mutlak kepemilikan Allah

Kita ini milik Allah, kita ini ciptaan Allah, Allah Maha Baik, Allah Maha Bijaksana, Allah Maha Penyayang, dan ketika Allah memberikan cobaan yang tidak cocok dengan keinginan kita, siapa yang lebih tahu yang terbaik untuk kita? kita atau yang menciptakan kita?  Maka tiada yang lebih tahu dari yang menciptakan kita, yakni Allah swt.

Allah ingin agar kita mulia dengan cara Allah. Allah ingin membersihkan kita dari dosa maka Allah kasih bala kepahitan, bergugurlah dosa dosa kita, karena dosa dosa kitalah yang mengancam kita, sedang kita nya kurang bertaubat, maka Allah kasih penghapusnya.

 

SUMBER KETAQWAAN ADALAH KEYAKINAN KEPADA ALLAH SWT

SUMBER KETAQWAAN ADALAH KEYAKINAN KEPADA ALLAH SWT

Kemuliaan itu tidak digantungkan kepada topeng duniawi. Maka penting sekali bagi kita untuk menggunakan standar kesuksesan itu yang seperti apa. Standar bagi kita sebagai orang yang beriman adalah ketaqwaan. Sederhananya begini, orang yang sukses adalah orang yang paling bertaqwa, yang hatinya yakin ke Allah  yang berbuah patuh dan pasrah ke Allah.

Menghadirkan keyakinan kepada Allah

Adapun menghadirkan keyakinan kepada Allah  swt dalam hati itu tidak mudah, dan tentunya ada tahapannya, adapun tahapannya diantaranya :

  1. Ilmul yaqin

Ilmu yaqin adalah keyakinan akan keberadaan Allah swt berdasar ilmu pengetahuan tentang sebab akibat atau melalui hukum kausalita, seperti keyakinan dari para ahli ilmu kalam. Misalnya apa saja yang ada di alam semesta ini adalah sebagai akibat dari sebab yang telah ada sebelumnya. Sedangkan sebab yang telah ada sebelumnya yang juga merupakan akibat dari sebab yang sebelumnya lagi, sehingga sampai pada satu sebab yang tidak diakibatkan oleh sesuatu sebab, yang disebabkan penyebab pertama atau causa prima, dan itulah Tuhan.

  1. Ainul yaqin

Ainul yaqin adalah keyakinan yang dialami oleh orang yang telah melewati tahap pertama, yaitu ilmu al yaqin , sehingga setiap kali dia melihat sesuatu kejadian, tanpa melalui proses sebab akibat lagi dia langsung meyakini akan wujud Allah; sebagaimana ucapan:

Sayyidina Abu Bakar As Siddiq ra.:

 

ﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺇِﻻَّ ﻭَﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺍﻟﻠﻪَ ﻓِﻴْﻪِ

“Tiadalah aku melihat sesuatu, kecuali aku melihat Allah pada sesuatu tersebut”

  1. Haqqul yaqin

Haqqul yaqin adalah keyakinan dimiliki oleh orang yang telah menyadari bahwa alam semesta ini pada hakekatnya adalah bayangan dari Penciptanya, sehingga dia dapat merasakan wujud yang sejati itu hanyalah Allah, sedangkan lainnya hanyalah bukti dari wujud yang sejati tersebut, yaitu Allah swt. (http:// wakidyusuf.wordpress.com)

Ciri orang yang Haqqul Yaqin

Jika  tingkat keyakinan kita kepada Allah sudah sampai pada haqqul yaqin maka hasilnya adalah dua ciri nya yakni, ROJA’ (harap) dan KHOUF (takut) nya hanya ke Allah. Maka makin kurang yakin maka harap dan takutnya kepada selain Allah, dan ini akan membuat capek, gelisah tiada akhir, sengsara tiada akhir, nelangsa selama lamanya. Alarmnya adalah hati kita, maka kalau kita ingin sukses yang kita kejar adalah ketaqwaan.

Topeng dunia hanyalah fatamorgana

Tidak usah minder dengan topeng dunia, karena itu sesuka Allah saja membagikannya. Jangan kagum pada orang yang dikasih dunia, biasa saja, karena itu semua milik Allah, bukan karena kehebatan dia karunia kekayaannya. Jangan kagum pada topeng dunia, karena dunia ini memang tidak ada apa apanya disisi Allah, tapi kagumlah kepada orang yang dikaruniai Allah, keyakinan, kepatuhan dan kepasrahan kepada Allah.

Makin yakin kepada Allah pasti dia harapnya hanya pada Allah

Kalau dia sudah yakin kepada Allah maka lihat akhlaqnya, dalam berbuat apapun pasti akan dia akan ikhlas (apapun perbuatan atau amlannya semata karena Allah swt). Makin yakin kepada Allah, makin ikhlas, karena orang yang sudah yakin kepada Allah mau apa cari sesuatu selain dari Allah? sedang selain Allah adalah makhluk yang tidak bisa memberikan manfaat dan mudarat tanpa izin Allah. Maka jika ergabung seluruh makhluk dan jin mau memberi sebutir nasi pada manusia, kalau Allah tidak izinkan, tidak akan jadi. Puji caci ember jatuh sama saja, hanya gelombang udara yang merambat ke telinga, ga ada apa apa nya.

 

ORANG YANG PALING MULIA DI  SISI ALLAH

ORANG YANG PALING MULIA DI SISI ALLAH

Allah lah yang menciptakan langit bumi berikut segala isinya. Tidak ada satupun yang ada di jagat ini kecuali ciptaan Allah. Dialah Allah swt yang memiliki segala-galanya, semua yang ada di alam semesta ini adalah milik Allah semata, tidak ada makhluk yang memiliki bahkan dirinya sendiri pun bukan milik kita. Dialah Allah swt yang mengurus segala galanya, tidak ada satupun makhluk yang ada di alam ini kecuali Allah yang mengurusnya setiap saat, yang menghidupkannya, yang memberi makan, memberi minum, memberi udara, tidak ada yang lepas termasuk kita, setiap saat diurus Allah.

Rahman & Rahimnya Allah swt

Dialah Allah swt yang Maha Baik, yang walaupun kita tidak baik, Allah tetap berbuat baik pada kita setiap saat. Dialah Allah swt yang Maha Adil tidak pernah menyakiti berbuat dzolim, semua keburukan yang menimpa kita adalah buah dari pilihan kita karena berbuat buruk, Allah tidak pernah berbuat buruk  pada hamba hambanya. Dialah yang Maha Pengasih Maha Penyayang, kita bisa seperti ini karena limpahan kasih sayangNya, Allah mendahukukan rahmatNya daripada azabNya.

Dialah yang mempertemukan  kita, mengumpulkan kita, memperhatikan kita. Allah menyimak semua yang terucap, mengetahui apa yang terpikir, Allah mengetahui apa yang terlintas di hati kita, Allah maha tahu, tidak ada rahasia bagi Allah. Tidak ada yang bisa terjadi di alam ini kecuali dengan izinnya, tidak ada satupun nikmat yang datang kepada kita kecuali Allah yang menghendaki, tidak ada satupun musibah yang bisa menimpa kecuali dengan izin Allah. Berbahagialah bagi orang yang yakin kepada Allah karena disanalah kebahagiaan yang hakiki, kemuliaan dan keselamatan.

Siapakah orang yang sukses?

Banyak yang mengagap sukses itu kalau punya gelar panjang, harta melimpah, kedudukan tinggi, popularitas. Kalau itu yang dianggap sukses berati Allah tidak adil. Tapi Allah Maha Adil, karena setiap orang yang membagikan rezekinya adalah Allah, sesuka Allah dalam membagikannya, tidak harus karena pintar dulu atau karena kerja keras dulu kemudian dapat rezeki.

Indikator sukses

Sejatinya dalam islam makna sukses itu tidak selalu memiliki kebahagiaan secara pandangan manusia umumnya, melainkan makna sukses dalam islam adalah ketika Allah ridho terhadapnya, dan Allah memuliakannya. Dan tidak ada yang ridhoi dan Allah muliakan disisi Allah kecuali orang yang bertaqwa. Sebagaimana dalam Qur’an Surat  AL hujurat ayat 13 :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya :

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Orang yang bertaqwa pantaslah Allah muliakan disisi Allah. karena orang yang bertaqwa ialah orang yang senantiasa menjalankan seluruh perintah Allah swt, dan menjauhi seluruh larangaNya. Mungkin sebagai gambaran kecilnya kitapun merasa senang dan akan memuliakan seseorang ketika seseorang tersebut kepada kita senantiasa taat, mematuhi apa yang kita perintahkan dan menjauhi apa yang kita larang. Maka dalam hati kita ada perasaan terkesan terhadap orang tersebut dan timbullah rasa peduli kita kepada orang tersebut. Begitupun Allah swt terhadap orang bertaqwa, atas segala ketaatannya apa yang Allah perintahkan dan Allah Larang maka Allah memuliakan orang tersebut. Maka beruntunglah orang yang bertaqwa karena kesuksean sesungguhnya ketia Allah ridha dan Allah memuliakannya. Karena ketika Allah ridha dan Allah hendak memuliakannya, apa yang Allah tidak berikan kepadanya, jangankan kebahagiaan di dunia, kebahagiaan akhiratpun Allah berikan kepada Orang yang bertaqwa.

PERTOLONGAN ALLAH TERHADAP HAMBANYA

PERTOLONGAN ALLAH TERHADAP HAMBANYA

Kita senantiasa memohon kepada Alloh Ta’ala agar kita bisa diberikan jalan yang lurus pada setiap sholat kita. Dan sungguh yakinlah bahwa Alloh ta’ala mendengar doa kita jika kita memang khusyu dalam meminta pertolongan tersebut. Oleh karena itu Alloh Ta’ala mendengar doa kita dan mengabulkannya, walaupun caranya memang tidak kita sukai, tapi ingatlah bahwa itu adalah sebaik-baik cara oleh Alloh Ta’ala

Allah swt sangat senang jika hambanya berdo’a meminta pertolangan kepadaNya

Sejatinya tidak ada keberhasilan seorangpun tanpa pertolongan dari Allah swt. Sifat pemurahnya Allah jelas sangat beda dengan sifat pemurahnya manusia, jikalau manusia akan keberatan ketika terus menerus diminta pertolongan, sebaliknya dengan Allah swt sangat suka ketika hambanya senantiasa meminta pertolngan kepadaNya. Bahkan orang yang menolak pertolongan dari Alloh Ta’ala adalah termasuk golonga :

  1. Orang yang Ujub.

Orang ujub susah menerima pertolongan dari Alloh Ta’ala karena keinginannya adalah hanya ingin diberi kesenangan dan tidak menerima cara yang dia tidak sukai.

  1. Orang yang Sombong

Orang yang sombong pun susah dalam menerima pertolongan Alloh, karena jika dikoreksi walaupun koreksi itu adalah baik,  orang tersebut akan menolaknya.

  1. Orang yang senang dalam mencari alasan.

Jika kita senang membela diri untuk mencari alasan padahal kita salah,  maka orang ini akan susah sekali mendapatkan pertolongan Alloh Ta’ala.

Pertolongan Allah itu menyeluruh kepada setiap mahluknya

Pertolongan Allah itu tidak memandang apapun terhadap mahluknya, terlebih kepada hamba-hambanya yang taat kepadaNya, walaupun pertolongan Allah itu tidak selalu nampak atau kelihatan secara dzohir, tapi yakinlah setiap hembusan nafas kita tidak terlepas dari kasih sayang dan pertolongan Allah swt.

Jika kita hidup dengan diberi hidayah maka yang hendak  kita lakukan adalah :

  1. Sempatkan waktu untuk bisa mentafakuri diri.

Jangan terlalu sibuk terhadap urusan dunia kita,  karena kita perlu siapkan waktu untuk bisa mentafakuri diri. Dari waktu setelah sholatlah kita bisa mentafakuri diri dan mengingat akan dosa-dosa yang pernah kita lakukan.

  1. Mendatangi guru atau orang yang berilmu.

Kita harus senang mencari ilmu,  apalagi untuk zaman sekarang yang memang mudah sekali mendapatkan ilmu,  contohnya adalah dari internet untuk mendapatkannya. Tapi tetap bahwa mencari ilmu dengan mendatangi kajian adalah lebih baik.

  1. bercermin diri

Kita harus bisa melihat diri kita dengan sebenar-benarnya, dan juga memilki seseorang yang bisa melihat diri kita sendiri dengan sebenar-benarnya. Karena dengan memiliki seseorang yang bisa mengkoreksi,  kita bisa melihat kekurangan kita untuk nantinya bisa diperbaiki. Dan tidak ada salahnya kita dikritik dan dikoreksi oleh orang lain,  justru rugilah orang yang tidak mau dikritik atau dikoreksi oleh orang lain.

  1. Bijak terhadap orang yang tidak menyukai kita.

Kita bisa sikapi orang yang tidak suka kepada kita dengan bijaksana,  karena orang yang tidak suka dengan kita cenderung memiliki waktu lebih untuk melihat kesalahan-kesalahan kita dan bisa kita pakai untuk dijadikan bahan renungan kita untuk bertobat.

Adapun Jika kita diperlakukan tidak baik oleh orang lain maka yang harus kita lakukan adalah :

  1. Pelajaran agar kita tidak boleh melakukan keburukan yang sama.
  2. Bisa menjadi ladang riyadoh (latihan) untuk bisa melakukan kebaikan.
  3. Kita bisa mendapatkan ladang evaluasi diri kita.
  4. Bisa menjadi ladang amal kebaikan kepada kita.

Ketika kita dipertemukan dengan seseorang yang melakukan keburukan,  maka itu adalah bentuk suatu cara Alloh Ta’ala untuk mengingatkan kita agar tidak melakukan keburukan tersebut.  Begitu juga ketika kita diperlihatkan oleh Alloh tentang kebaikan orang lain, maka itu adalah bentuk pelajaran dari Alloh agar kita bisa meniru kebaikan tersebut.

SEGALA PUJIAN HANYA MILIK ALLAH DAN ATAS KARUNIA ALLAH SWT

SEGALA PUJIAN HANYA MILIK ALLAH DAN ATAS KARUNIA ALLAH SWT

Segala Pujian itu semuanya atas karunia Allah swt, dan karena Alloh menutupi aib, kekurangan, dosa, dan kejelakan diri. Mungkin orang lain memandang kita sholeh, baik, dermawan dan sebagainya, namun  itu hanya kata orang lain, tapi diri kitalah yang tahu bagaimana diri kita yang sesungguhnya. Mungkin bisa jadi sangat jauh dari kata sholeh, baik dan dermawan karna begitu banyak aib dan dosa yang Alloh tutupi dari diri kita.

Kita pun jangan sampai terlena oleh pujian makhluk karna dari pujian itu akan datang berapa banyak maksiat yang dapat mengotori hati kita.Sibuklah degan apa-apa yang Alloh suka dan Alloh pasti mengetahui nya dari pada kita sibuk dengan apa yang orang lain ketahui, karna akan cenderung membagus-baguskan topeng dari pada isi nya.

Apa yang penting bagi kita dipuji atau di koreksi?

Kebanyakan dari kita, mungkin lebih memilih untuk dipuji ketimbang dikorekai, karena secara dari nafsu, nafsu lebih mencintai pujian dari pada kritikan.  Pada hakikatnya segala yang ingin terlihat bagus oleh orang lain itu tidak perlu, namun  yang perlu itu adalah kita jadi orang baik, bagus karna ingin terlihat orang itu bukan urusan kita yang penting urusan kita itu adalah jadi Orang Baik. Kalau sudah jadi orang baik mau dicaci, dihina, disakiti tidak akan sakit hati karna semuanya bukan karna ingin dipuji, tetapi semata karena mengharap ridha sang Illahi.  Dikagumi, dipuji, dihargai, dibalas budii itu tidak perlu namun  yang kita perlukan bagiaman menjadi Orang Baik.

Bagaimana ketika amal atau kebaikankan kita tidak dipuji?

Dipuji atau tidaknya amal kita bukan jadi masalah bagi kita, karna hal itu bukan wilayah kita, yang menjadi wilayah kita adalah sikap kita disukai Alloh atau tidak. Efek dipuji dan dihina oleh makhluk untuk diri kita itu tidak ada apa-apa nya dan yang orang lain katakan kepada kita itu tetap saja semuanya atas kehendak Alloh. Dan yang paling penting kalau dipuji kita salah menyikapinya, maka akan menjadi sombong jatuhnya.

Mau bahagia?, tipsnya gak banyak kok.!

Makna bahagia itu adalah ketika hati kita memiliki ketanangan. Mungkin ada yang beranggapan kalau bahagia itu ketika memiliki harta yang melimpah, memiliki istri yang cantik, memiliki jabatan yang tinggi atau mungkin juga kita merasa bahagia ketika mendapatkan banyak pujian dari orang, terhindari dari cacian orang lain . Namun kesemuanya itu tidak akan menjadi bahagia, ketika hati kita tidak tenang.

Semua yang terjadi pasti atas izin dan ketentuan Alloh

Mau sebanyak apapun orang mengejek tapi semuanya tetap atas ketentuan Alloh. Jangan banyak berharap dan meminta kepada manusia karna semakin kita banyak berharap kepada makhluk maka akan semakin sakit hati.

Orang yang Beriman kalau dipuji itu malu karna dia yakin bahwa pujian itu tidak pantas untuk dirinya. Bayangkan saja kalau setiap dosa yang kita lakukan langsung Alloh balas pasti tidak akan ada orang yang ingin dekat dengan kita apalagi dihargai orang.

Jadi jangan merasa diri terhormat karna ilmu dan jabatan,  karna Alloh tau kita ini seperti apa, tau diri ini begitu banyak dosa nya. Terus berusaha menjadi pribadi yang senantiasa ikhlas karena Allah semata. Berikut tips  5 Rahasia agar menjadi Ikhlas :

  1. Jangan Diketahui Amalan Rahasia oleh Orang Lain
  2. Jangan Ingin Dilihat Orang Lain
  3. Jangan Ingin Dipuji
  4. Jangan Ingin Dihargai
  5. angan Ingin Dibalas Budii

Berusahalah menjadi orang yang setiap waktu nya semakin produktif dan terus lakukan PDLT  (Perbaiki Diri Lakukan yang Terbaik ) sampai ajal menjemput  menjadi baik dan Husnul Khatimah.

HIDUP DALAM BIMBINGAN ISLAM

HIDUP DALAM BIMBINGAN ISLAM

Islam adalah agama untuk penyerahan diri semata-mata kepada Allah, yakni hidup kita, hati kita, seluruh amalan yang kita lakukan semata kita pasrahkan kepada Allah swt. Islam adalah  agama semua nabi, agama yang sesuai dengan fitrah manusia, agama yang menjadi petunjuk manusia, mengatur hubungan antara manusia dengan Rabbnya dan manusia dengan lingkungannya.

Sahbaat MQ,Jika kita diharuskan masuk kehutan,  tetapi ada 2 pilihan.

  1. Masuk ke hutan dengan ilmu dan pengalamannya sendiri, atau
  2. Masuk ke hutan dengan melapor dan memasrahkan diri kepada pemilik hutan.

Karena sudah ada penguman barang siapa yang patuh,  maka akan di bimbing hingga sampai tujuan. Kira kira yang mana perjalanan yang akan dinikmati?  Orang dengan pilihan pertama?  Atau ke dua? Kira kira orang yang paling letih itu orang dengan pilihan pertama? Atau ke dua?

Dua duanya sama sama perjalanan di hutan,  tapi yang paling efektif adalah pilihan nomor 2.

Ilustrasi kecil tentang kehidupan.

Pilihan no satu adalah orang yang belum beragama,  yang hidup dengan mengandalkan akal dan ikhtiar sendiri. Sedangkan pilihan no dua adalah orang yang benar benar memasrahkan hidupnya kepada Alloh karena yakin bahwa Alloh akan berikan yang terbaik untuk dia dan dilindungi dalam jaminan Alloh.

Maka itulah hidup, kita tinggal pilih saja ingin ambil pilihan seperti apa?  Hidup sendiri?  Atau hidup yang senantiasa di tolong oleh Alloh?

Yang harus kita pikirkan saat ini adalah bagaimana berjuang menjadi orang yang layak untuk di tuntun dan di jamin oleh Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah maha tahu tentang permasalahan mahluknya

Alloh tau masalah kita? Alloh tau keperluan kita? Alloh mengetahui semuanya,  maka dalam hidup ini yang harus kita lakukan adalah berjuang menjadi orang yang layak mendapati jaminan dari Alloh.

Bagaimana caranya?

Dalam hal ini kita ita harus mempunyai dua mujahadah, yaitu :

Mujahadah adalah mengelarkan segala daya dan upaya supaya Alloh menyukai kita,  dan mujahadah yang bagus adalah mujahadah yang fokus kepada hati yang bersih dan amal yang diterima. Karena hati itu harus selalu dibersihkan,  dibersihkan dari apa?  Dibersihkan dari Alihah, yaitu tuhan-tuhan yang selama ini bersemayam di hati kita.  Karena Alloh itu tidak suka dengan kemusrikan,  maka kita harus sering memeriksa hati kita ini ada siapa dan apa yang selama ini mendominasi hati kita yang harap dan takutnya kepada selain Alloh.

Apa yang kita dapat jika memiliki hati yang bersih?

Manfaat memiliki hati yang bersih :

  1. Hatinya akan bersih, dan akan diberi ketenangan. Orang yang hatinya bersih tidak akan gelisah dengan urusan dunia. Karena harap dan takutnya hanya kepada Alloh.
  2. Lebih mementingkan apa yang disukai Alloh dari apa yang disukai dirinya sendiri.
  3. Kita akan merasa ringan & mudah dalam taat.
  4. Sulit berbuat maksiat.

Yakinlah bahwa kita semua adalah ciptaan Alloh Ta ‘ala dan yakinlah bahwa Alloh lah yang selalu memberikan bisikan yang terbaik kepada kita.Semua tubuh kita ini adalah milik Alloh dan yang mengurusnya adalah Alloh Ta’ala. Sehingga segala perbuatan dan juga apa yang kita katakan pastilah Alloh Ta’ala tahu dan juga Alloh Ta’ala pasti tahu akan niat dibalik apa yang kita lakukan tersebut.

Orang yang sudah yakin kepada Alloh Ta’ala, pastilah dia sudah meyakini dengan sebaik-baiknya bahwa Allah Ta’ala lah yang memiliki segala kekuasaan dan juga segala keputusan. Dan yakinlah bahwa keyakinan ini bisa diraih hanya dengan adanya ilmu.

 

FOKUS MENJAGA HATI DAN AMAL

FOKUS MENJAGA HATI DAN AMAL

Tidak ada satupun di alam semesta ini, kecuali ciptaan Allah swt. Tidak ada satupun di jagat raya ini , kecuali milik Allah swt. Tidak ada satupun isi alam semesta ini, kecuali Allah yang mengurusnya di setiap saatnya. Tidak ada yang bisa terjadi, tanpa seizin Allah swt. Bahkan bergabungnya jin dan manusia menginginkan atau membantah sesuatu, tidak akan pernah terwujud tanpa seizin Allah swt.

Allah swt mengetahui segalanya terhadap seluruh mahluknya

Allah swt mengetahui segala-galanya terhadap seluruh mahluknya, tetapi fokus yang menjadi penilaian Allah kepada mahluknya bukan dari bnetuknya ataupun dari fisiknya, melainkan dari hati dan amal-amalnya. Sebagimana dalam sabda Rasulullah saw :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564).

Orang yang fokus mencari kedudukan disisi Allah adalah orang yang fokus memperbaiki niat dan amalnya

Maka dari itu kesibukan yang sesungguhnya adalah fokus kepada dua hal ini, yaitu fokus memperbaiki hati dan amal kita. Siapapun yang akan mencari kedudukan disisi Allah swt, seyogyanya haruslah fokus, bagaimana hatinya memiliki derajat Qolbus salim, dan amal-amalnya yang diterima oleh Allah swt.

Baik buruknya amal tergantung dari niatnya

Semua orang bisa berbuat amal, tetapi kalau hatinya salah, maka jadi masalah. Karena apapun amal kita, seberapa besar kecilnya amal kita itu tergantung kepada niat kita, tentunya niat yang baik berawal dari hati yang baik pula. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah saw :

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907].

Hadits ini menjelaskan bahwa setiap amalan benar-benar tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan balasan dari apa yang ia niatkan. Balasannya sangat mulia ketika seseorang berniat ikhlas karena Allah, namun ketika seseorang  berniat beramal hanya karena mengejar dunia seperti karena mengejar wanita, yang mana  dalam hadits disebutkan contoh amalannya yaitu hijrah, ada yang berhijrah karena Allah dan ada yang berhijrah karena mengejar dunia. Maka balasan dari Allah swt adalah sesuai dengan niatnya. Jadi beruntunglah orang yang berniat lurus karena Allah, dan merugilah orang yang beramal ada persaan bukan karena Allah, walaupun tercapai dari niat sisi dunianya, namun disisi Allah amal tersebut tidak ada nilainya.

Jadi jangan merasa aman dengan banyaknya ilmu dan banyaknya amal, karena belum tentu dengan ilmu dan amal tersebut dapat mengantarkan kita ke surga, selama dalam hatinya masih ada harapan terhadap mahluk.

Aman itu kalau kita bersungguh-sungguh setiap saat untuk riadoh (melatih diri) dengan sungguh-sungguh melepaskan keinginan mempunyai kedudukan disisi mahluk, karena yang demikianlah yang merusak amal-amal kita. Betapa sering kita ingin diakaui , dipuji, dikagumi oleh mahluk, yang mana yang demikian itu hanyalah kepuasan semata, tetapi merusak terhadap amal kita dan keberkahan amal kita.

 

 

 

 

 

 

HARI KIAMAT

HARI KIAMAT

Salah satu rukun iman yang 6 diantaranya yaitu beriman kepada hari akhir. Yang mana sebagaimana telah Allah jelaskan dalam beberapa firmannya, bahwa suata saat alam ini akan hancur sehancur-hancurnya, bumi mengguncangkan perutnya, gunung meletus, air laut tumpah ke darat, pelanet-pelanet bertabrakan, halilintar menyambar, angin taupan bertiup, semua yang bernyawa akan mati, maka inilah yang dinamakan dengan kiamat. Sebagaimana firman Allah swt dalam QS. Al-Waqi’ah ayat 1-9 :

إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ ﴿١﴾لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ﴿٢﴾خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ ﴿٣﴾إِذَا رُجَّتِ الْأَرْضُ رَجًّا ﴿٤﴾وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا ﴿٥﴾فَكَانَتْ هَبَاء مُّنبَثًّا ﴿٦﴾

Artinya :

Apabila terjadi hari kiamat, terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal).  (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya,  maka jadilah dia debu yang beterbangan.

Hari kiamat akan datang dengan tiba-tiba

Hari kiamat itu pasti akan kedatangannya, namun untuk waktu tepatnya Allah merahasiakannya, tidak seoangpun yang tahu kapan hari kiamat itu terjadi, sekalipun rasulullah saw pun. Terjadinya hari kiamat mutlak kuasanya Allah swt, dan Allah berhak menentukan kapanpun terjadinya hari kiamat, namun hari kiamat tidak akan terjadi sebelum tanda-tanda yang rasul saw gambarkan belum terjadi. Namun percayalah bahwa hari kiamat akan datang dengan tiba-tiba, supaya tiap-tiap diri itu dibales dengan apa yang ia usahakan selama hidupnya di dunia. Sebagaimana firman Allah swt dalam Qur;’an Surah Al A’raf (Q.S 7, ayat 187)

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي ل ا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلا هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِوَالأرْضِ لا تَأْتِيكُمْ إِل ا بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

Artinya :
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Huru-hara hari kiamat

Hari kiamat adalah hari yang besar perkaranya dan berat huru haranya. Pada hari itu, hamba-hamba dihantui rasa takut dan terkejut, dan terangkat padanya pandangan-pandangan gelap. Hari dimana seluruh manuusia lebih sibuk mememntingkan  dirinya sendiri, tanpa memperhatikan anaknya, saudaranya, suami atau istrinya, serta ibu atau bapaknya. Karena pada waktu itu tidak ada lagi kesempatan memperhatikan orang lain, melainkan memperhatikan diri sendirinya pun tidak akan sempat.

Pada hari itu tidak ada lagi tempat perlindungan. Karena seluruh alam, baik di bumi maupun di langit mengalami kehancuran. Tidak ada satu orangpun yang dapat selamat dari peristiwa hari kiamat. Seluruh mahluk hidup serta benda-benda yang ada di langit dan di bumi hancur lebur, dan tidak ada sedikitpun yang tersisa dan selamat.

Hari kiamat, bukti kemaha besaran dan kemaha benaran Allah swt

Disinilah bukti kemaha besaran dan kemaha benaran Allah swt, bahwa hari kiamat akan benar-benar terjadi tinggal menunggu kapan terjadinya hari tersebut. Percaya akan adanya hari kiamat bagian dari keabsahan keimanan kita, karena beriman kepada hari kiamat adalah salah satu dari rukun iman, yang wajib umat muslim mengimaninya.

Percaya atau mengimani terhadap hari kiamat, bukan untuk membuat kita pesimis akan kengerian peristiwanya, melainkan hendaknya tertanam di hati setiap orang muslim, untuk senantiasa meningkatkan bekal kita menuju kehidupan di akhirat setelah terjadinya hari kiamat. Karena kelak selepas hari kiamat terjadi akan ada hari seluruh manusia dibangkitkan dan akan menjalani kehidupan yang sesungguhnya, yaitu kehidupan di kampung akhirat.

 

 

 

MEMANFAATKAN DAN MENSYUKURI KARUNIA ALLAH

MEMANFAATKAN DAN MENSYUKURI KARUNIA ALLAH

Allah SWT telah menciptakan kita dengan sangat sempurna, dan sebagai wujud syukur atas hal tersebut kita dituntut untuk senantiasa menggunakan segala potensi yang ada di dalam diri kita, salah satu nya adalah memunculkan kreatifitas. kreatifitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Kreatifitas biasanya akan memunculkan  inovasi, yaitu kemampuan untuk memperbaharui hal-hal yang telah ada.

mengapa kreatifitas sangat dibutuhkan?

karena tanpa adanya kreatifitas kita akan tergilas roda perubahan yang semakin cepat. nah bagaimana agar kita bisa memunculkan kreatifitas dalam diri kita yaitu dengan senantiasa menambah ilmu dan pengetahuan, disamping kesungguhan, kerja keras, kesabaran, dan kreatifitas. Dengan itu kita bisa lebih produktif dan mampu meng-create segala sesuatu menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan bernilai.

Memanfaatkan potensi dan kreativitas dengan beramal shaleh

Salah satu jalan untuk memanfaatkan potensi dan kreativitas  di dalam diri kita dengan diniatkan meraih kemuliaan dari Allah adalah dengan memperbanyak amal saleh atas potensi dan kreativitas yang kita miliki, yaitu amal yang bisa dirasakan manfaatnya oleh orang-orang sekitar kita. Orang yang hadirnya membawa manfaat niscaya dia akan menjadi orang yang dimuliakan, baik oleh yang di langit maupun di bumi. Sebaliknya siapa saja yang kehadirannya membawa mudharat, sehebat apapun dia, semua itu tidak akan membawa sedikit pun kemuliaan baginya. Dia akan dipandang hina dan jatuh kredibilitasnya di hadapan sesamanya. maka penting ya sahabat memastikan agar kehadiran kita tidak membawa apa-apa bagi lingkungan sekitar, selain keberkahan dan kemanfataan.

Indahnya perbedaan dan saling melengkapi

Potensi yang Allah berikan kepada setiap hambanya pasti berbeda-beda, namun begitulah indahnya karunia dan rahmat Allah. justru dengan segala perbedaan yang Allah karuniakan kepada setiap hambanya akan menjadi rahmat dan kebaikan jika kita saling melengkapi, bersyukur atas yang Allah karuniakan dan tidak ngedumel atas kelebihan potensi yang orang lain miliki. Maka dari itu hendaknya kita senantiasa mensyukri atas nikmat dan potensi yang Allah berikan kepada kita, sehingga akhirnya Allah memberikan keberkahan atas rasa syukur yang Allah berikan kepada kita.

Lantas, sudahkah hari ini kita mensyukuri atas nikmat dan potensi yang Allah berikan kepada kita?

atau justru kita  lebih sering membandingkan nikmat dan potensi yang ada pada orang lain? Rasulullah telah memerintahkan kita untuk senantiasa mensyukuri  apa yang kita miliki, sesungguhnya sikap syukur akan mendatangkan nikmat yang lebih besar lagi. Allah tidak akan pernah salah membagi-bagi rahmat dan karunia-Nya kepada Mahluk-mahlukNya, maka  ketika kita sakit, yakinlah bahwa masih ada orang lain yang lebih parah sakitnya daripada kita. Ketika kita dalam kondisi sulit secara ekonomi. maka yakinlah masih banyak mereka yang keadaannya tidak lebih baik dari kita. Ketika kita melihat ada orang lain yang memiiki harta dan kedudukan jauh di atas kita padahal dia tidak lebih pintar disbanding kita, maka segeralah mengingat bahwa kita telah diberi karunia yang tidak dia miliki.

Syukur mendatangkan rahmat

Mensyukuri atas nikmat dan karunia yang Allah berikan kepada kita, salahsatunya yaitu dengan kita bersedekah kepada orang yang lebih membuntuhkan, karena diblik karunia yang Allah berikan kepada kita, diluarsana banyak yang nasibnya tidak seberuntung kita, maka dari itu agar nikmat dan karunia kita menjadi berkah salah satu ungkapan rasa syukur kita, yaitu dengan bersedekah kepada orang-orang kiranya membutuhkan.

Sedekah membawa berkah

sungguh tidak akan  berkurang harta kita karena melakukan sedekah apalagi kita gemar bersedekah setiap ba’da subuh. Karena malaikat mendoakan orang yang  bersedekah setelah shalat subuh. Malaikat meminta kepada Allah SWT agar melipatgandakan ganjaran orang yang bersedekah diwaktu-waktu tersebut. Darimanakah balasan yang akan kita terima? dari jalan yang tidak disangka-sangka oleh manusia. Sungguh, Allah SWT yang terus mencukupkan rezeki untuk kita dan kita akan senantiasa diberikan ketenangan dalam hidup. yuk sahabat mq  kita sama-sama latih diri kita untuk senantiasa gemar bersedekah.

 

 

3 GOLONGAN YANG DICINTAI ALLAH

3 GOLONGAN YANG DICINTAI ALLAH

Setiap orang yang beriman memiliki keinginan dicintai oleh Allah swt, dan tidak ada seorangpun diantara orang yang beriman yang ingin dimurkai oleh Allah swt. Jangankan dimurkai oleh Allah, dimarahi oleh teman atau tetangga misalnya, kita terkadang merasa tidak enak,  dunia merasa sempit untuk bergerak-gerik karena takut bertemu dengan orang yang memerahi kita. Padahal kalau kita hanya dimarahi oleh teman atau tetangga kita, kita bisa saja menghindar, pergi atau pindah ke tempat lain, tahun depan kita kembali lagi barangkali sudah bisa berdamai. Tapi jikalau Allah yang murka kepada kita, padahal alam ini milik Nya belaka, rasanya kemana lagi langit tempat kita bernaung, dan kemana lagi bumi tempat kita berpijak.

Setiap orang beriman ingin dicintai Allah

Setiap orang beriman ingin dicintai Allah, tapi tidak setiap orang beriman mau melakukan perbuatan-perbuatan, kalau dikerjakannya Allah akan cinta kepadanya, dan setiap orang beriman tidak  ingin dimurki Allah, tapi ada saja orang yang beriman tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan yang justru dimurkai oleh Allah swt.

Dalam suatu hadist kudsi, dimana Allah swt berfirman, melalui lisan Rasulullah saw :

أحب ثلاثاً وحبي لثلاث أشد:أحب الغني السحي .. وحبي للفقير السحي أشد.وأحب الفقير المتواضع .. وحبي للغني المتواضع أشد,وأحب الشيخ الطائع .. وحبي للشاب الطائع أشد.

Artinya :

Aku cinta kata Allah pada tiga macam golongan manusia tapi aku lebih cinta kepada tiga macam lagi. Jadi ada 3 yang dicintai Allah, tapi ada 3 hal lain yang lebih dicintai oleh Allah.

Yang pertama:

حب الغني السحي .. وحبي للفقير السحي أشد

“Aku cinta pada orang-orang kaya yang pemurah tapi aku lebih cinta orang fakir yang pemurah.”

Allah swt mencintai orang kaya yang dermawan, karena ia telah mensyukuri karunia kelebihan harta yang telah Allah berikan kepadanya, tapi sungguh Allah lebih mencintai orang yang fakir namun ia pemurah meskipun dengan ke fakirannya. Betapa mulyanya, ketika orang yang kekurangan dengan hartanya, justru ia malah lebih mementingkan kepentingan orang lain dengan memberikan apa yang ia punya, walaupun ia tahu dirinya membutuhkannya. Maka tidak lain orang yang seprti itu adalah orang yang hanya mengharapkan karunia dari Allah, dan Allahpun sangat mencintainya dengan kedermawanannya.

Golongan kedua:

وأحب الفقير المتواضع .. وحبي للغني المتواضع أشد

“Aku cinta orang fakir yang rendah hati dan cintaku lebih besar pada orang kaya yang rendah hati.”

Allah mencintai orang yang fakir dan rendah hati, karena sifat rendah hati adalah kebalikan dari sifat sombong, sedangkan sombong adalah sifatnya syetan, dan ketika seseorang menjauhi sifat yang dimiliki syetan dan memiliki sifat kebalikannya, yang secara syariat dan sosial itu  adalah perbuatan yang baik, maka sungguh Allah sangat mencintai orang yang memiliki sifat tersebut. Namun Allah lebih mencintai ketika justri orang yang kaya, yang sebagian besar identiknya dengan sifat sombong, namun justru ini memiliki sifat yang rendah hati.

Dan golongan ketiga:

وأحب الشيخ الطائع .. وحبي للشاب الطائع أشد.

“Aku cinta orang tua yang bertobat dan cintaku lebih besar pada pemuda yang bertobat.”

Allah sangat merindukan orang-orang yang bertaubat, bahkan taubatnya seorang pendosa lebih Allah rindukan ketimbang dzikirnya orang yang shaleh. Maksudnya dengan kema Rahmanannya Allah, Allah memberikan harapan bagi orang-orang yang berdosa untuk memperbaiki dirinya dan bertaubat kepada Allah swt, krena sesungguhnya Allah adalah zat yang maha penerima taubat.

Terlepas dari Allah mencintai orang-orang yang bertaubat, cinta Allah lebih besar kepada pemuda yang bertaubat. Karena kalau saja masa pemuda merupakan masa dimana masa pencarian diri, masa yang masih mudah terbawa arus kesana-kesini, terlebih pergaulan zaman sekarang sangatlah bebas, hingga memungkinkan bagi para pemuda untuk jarang mengingat Allah, dan menyesali atau bertaubat atas perbuatan-perbuatan buruknya. Maka demikian, ketika ada seorang pemuda justru ia lebih mendekatkan dirinya kepada Allah dan senantiasa bertaubat atas dosa-dosanya, maka yang demikian itu kecintaan Allah lebih besar ketimbang orang  yang sudah tua yang bertaubat.

Ketiga golongan tersebut merupakan suatu hal yang sangat langka dipermukaan bumi ini, namun langka bukan berarti tidak ada. Maka beruntunglah kepada orang-orang yang masuk kepada 3 golongan tersebut.