PERTOLONGAN ALLAH TERHADAP HAMBANYA

PERTOLONGAN ALLAH TERHADAP HAMBANYA

Kita senantiasa memohon kepada Alloh Ta’ala agar kita bisa diberikan jalan yang lurus pada setiap sholat kita. Dan sungguh yakinlah bahwa Alloh ta’ala mendengar doa kita jika kita memang khusyu dalam meminta pertolongan tersebut. Oleh karena itu Alloh Ta’ala mendengar doa kita dan mengabulkannya, walaupun caranya memang tidak kita sukai, tapi ingatlah bahwa itu adalah sebaik-baik cara oleh Alloh Ta’ala

Allah swt sangat senang jika hambanya berdo’a meminta pertolangan kepadaNya

Sejatinya tidak ada keberhasilan seorangpun tanpa pertolongan dari Allah swt. Sifat pemurahnya Allah jelas sangat beda dengan sifat pemurahnya manusia, jikalau manusia akan keberatan ketika terus menerus diminta pertolongan, sebaliknya dengan Allah swt sangat suka ketika hambanya senantiasa meminta pertolngan kepadaNya. Bahkan orang yang menolak pertolongan dari Alloh Ta’ala adalah termasuk golonga :

  1. Orang yang Ujub.

Orang ujub susah menerima pertolongan dari Alloh Ta’ala karena keinginannya adalah hanya ingin diberi kesenangan dan tidak menerima cara yang dia tidak sukai.

  1. Orang yang Sombong

Orang yang sombong pun susah dalam menerima pertolongan Alloh, karena jika dikoreksi walaupun koreksi itu adalah baik,  orang tersebut akan menolaknya.

  1. Orang yang senang dalam mencari alasan.

Jika kita senang membela diri untuk mencari alasan padahal kita salah,  maka orang ini akan susah sekali mendapatkan pertolongan Alloh Ta’ala.

Pertolongan Allah itu menyeluruh kepada setiap mahluknya

Pertolongan Allah itu tidak memandang apapun terhadap mahluknya, terlebih kepada hamba-hambanya yang taat kepadaNya, walaupun pertolongan Allah itu tidak selalu nampak atau kelihatan secara dzohir, tapi yakinlah setiap hembusan nafas kita tidak terlepas dari kasih sayang dan pertolongan Allah swt.

Jika kita hidup dengan diberi hidayah maka yang hendak  kita lakukan adalah :

  1. Sempatkan waktu untuk bisa mentafakuri diri.

Jangan terlalu sibuk terhadap urusan dunia kita,  karena kita perlu siapkan waktu untuk bisa mentafakuri diri. Dari waktu setelah sholatlah kita bisa mentafakuri diri dan mengingat akan dosa-dosa yang pernah kita lakukan.

  1. Mendatangi guru atau orang yang berilmu.

Kita harus senang mencari ilmu,  apalagi untuk zaman sekarang yang memang mudah sekali mendapatkan ilmu,  contohnya adalah dari internet untuk mendapatkannya. Tapi tetap bahwa mencari ilmu dengan mendatangi kajian adalah lebih baik.

  1. bercermin diri

Kita harus bisa melihat diri kita dengan sebenar-benarnya, dan juga memilki seseorang yang bisa melihat diri kita sendiri dengan sebenar-benarnya. Karena dengan memiliki seseorang yang bisa mengkoreksi,  kita bisa melihat kekurangan kita untuk nantinya bisa diperbaiki. Dan tidak ada salahnya kita dikritik dan dikoreksi oleh orang lain,  justru rugilah orang yang tidak mau dikritik atau dikoreksi oleh orang lain.

  1. Bijak terhadap orang yang tidak menyukai kita.

Kita bisa sikapi orang yang tidak suka kepada kita dengan bijaksana,  karena orang yang tidak suka dengan kita cenderung memiliki waktu lebih untuk melihat kesalahan-kesalahan kita dan bisa kita pakai untuk dijadikan bahan renungan kita untuk bertobat.

Adapun Jika kita diperlakukan tidak baik oleh orang lain maka yang harus kita lakukan adalah :

  1. Pelajaran agar kita tidak boleh melakukan keburukan yang sama.
  2. Bisa menjadi ladang riyadoh (latihan) untuk bisa melakukan kebaikan.
  3. Kita bisa mendapatkan ladang evaluasi diri kita.
  4. Bisa menjadi ladang amal kebaikan kepada kita.

Ketika kita dipertemukan dengan seseorang yang melakukan keburukan,  maka itu adalah bentuk suatu cara Alloh Ta’ala untuk mengingatkan kita agar tidak melakukan keburukan tersebut.  Begitu juga ketika kita diperlihatkan oleh Alloh tentang kebaikan orang lain, maka itu adalah bentuk pelajaran dari Alloh agar kita bisa meniru kebaikan tersebut.

SEGALA PUJIAN HANYA MILIK ALLAH DAN ATAS KARUNIA ALLAH SWT

SEGALA PUJIAN HANYA MILIK ALLAH DAN ATAS KARUNIA ALLAH SWT

Segala Pujian itu semuanya atas karunia Allah swt, dan karena Alloh menutupi aib, kekurangan, dosa, dan kejelakan diri. Mungkin orang lain memandang kita sholeh, baik, dermawan dan sebagainya, namun  itu hanya kata orang lain, tapi diri kitalah yang tahu bagaimana diri kita yang sesungguhnya. Mungkin bisa jadi sangat jauh dari kata sholeh, baik dan dermawan karna begitu banyak aib dan dosa yang Alloh tutupi dari diri kita.

Kita pun jangan sampai terlena oleh pujian makhluk karna dari pujian itu akan datang berapa banyak maksiat yang dapat mengotori hati kita.Sibuklah degan apa-apa yang Alloh suka dan Alloh pasti mengetahui nya dari pada kita sibuk dengan apa yang orang lain ketahui, karna akan cenderung membagus-baguskan topeng dari pada isi nya.

Apa yang penting bagi kita dipuji atau di koreksi?

Kebanyakan dari kita, mungkin lebih memilih untuk dipuji ketimbang dikorekai, karena secara dari nafsu, nafsu lebih mencintai pujian dari pada kritikan.  Pada hakikatnya segala yang ingin terlihat bagus oleh orang lain itu tidak perlu, namun  yang perlu itu adalah kita jadi orang baik, bagus karna ingin terlihat orang itu bukan urusan kita yang penting urusan kita itu adalah jadi Orang Baik. Kalau sudah jadi orang baik mau dicaci, dihina, disakiti tidak akan sakit hati karna semuanya bukan karna ingin dipuji, tetapi semata karena mengharap ridha sang Illahi.  Dikagumi, dipuji, dihargai, dibalas budii itu tidak perlu namun  yang kita perlukan bagiaman menjadi Orang Baik.

Bagaimana ketika amal atau kebaikankan kita tidak dipuji?

Dipuji atau tidaknya amal kita bukan jadi masalah bagi kita, karna hal itu bukan wilayah kita, yang menjadi wilayah kita adalah sikap kita disukai Alloh atau tidak. Efek dipuji dan dihina oleh makhluk untuk diri kita itu tidak ada apa-apa nya dan yang orang lain katakan kepada kita itu tetap saja semuanya atas kehendak Alloh. Dan yang paling penting kalau dipuji kita salah menyikapinya, maka akan menjadi sombong jatuhnya.

Mau bahagia?, tipsnya gak banyak kok.!

Makna bahagia itu adalah ketika hati kita memiliki ketanangan. Mungkin ada yang beranggapan kalau bahagia itu ketika memiliki harta yang melimpah, memiliki istri yang cantik, memiliki jabatan yang tinggi atau mungkin juga kita merasa bahagia ketika mendapatkan banyak pujian dari orang, terhindari dari cacian orang lain . Namun kesemuanya itu tidak akan menjadi bahagia, ketika hati kita tidak tenang.

Semua yang terjadi pasti atas izin dan ketentuan Alloh

Mau sebanyak apapun orang mengejek tapi semuanya tetap atas ketentuan Alloh. Jangan banyak berharap dan meminta kepada manusia karna semakin kita banyak berharap kepada makhluk maka akan semakin sakit hati.

Orang yang Beriman kalau dipuji itu malu karna dia yakin bahwa pujian itu tidak pantas untuk dirinya. Bayangkan saja kalau setiap dosa yang kita lakukan langsung Alloh balas pasti tidak akan ada orang yang ingin dekat dengan kita apalagi dihargai orang.

Jadi jangan merasa diri terhormat karna ilmu dan jabatan,  karna Alloh tau kita ini seperti apa, tau diri ini begitu banyak dosa nya. Terus berusaha menjadi pribadi yang senantiasa ikhlas karena Allah semata. Berikut tips  5 Rahasia agar menjadi Ikhlas :

  1. Jangan Diketahui Amalan Rahasia oleh Orang Lain
  2. Jangan Ingin Dilihat Orang Lain
  3. Jangan Ingin Dipuji
  4. Jangan Ingin Dihargai
  5. angan Ingin Dibalas Budii

Berusahalah menjadi orang yang setiap waktu nya semakin produktif dan terus lakukan PDLT  (Perbaiki Diri Lakukan yang Terbaik ) sampai ajal menjemput  menjadi baik dan Husnul Khatimah.

HIDUP DALAM BIMBINGAN ISLAM

HIDUP DALAM BIMBINGAN ISLAM

Islam adalah agama untuk penyerahan diri semata-mata kepada Allah, yakni hidup kita, hati kita, seluruh amalan yang kita lakukan semata kita pasrahkan kepada Allah swt. Islam adalah  agama semua nabi, agama yang sesuai dengan fitrah manusia, agama yang menjadi petunjuk manusia, mengatur hubungan antara manusia dengan Rabbnya dan manusia dengan lingkungannya.

Sahbaat MQ,Jika kita diharuskan masuk kehutan,  tetapi ada 2 pilihan.

  1. Masuk ke hutan dengan ilmu dan pengalamannya sendiri, atau
  2. Masuk ke hutan dengan melapor dan memasrahkan diri kepada pemilik hutan.

Karena sudah ada penguman barang siapa yang patuh,  maka akan di bimbing hingga sampai tujuan. Kira kira yang mana perjalanan yang akan dinikmati?  Orang dengan pilihan pertama?  Atau ke dua? Kira kira orang yang paling letih itu orang dengan pilihan pertama? Atau ke dua?

Dua duanya sama sama perjalanan di hutan,  tapi yang paling efektif adalah pilihan nomor 2.

Ilustrasi kecil tentang kehidupan.

Pilihan no satu adalah orang yang belum beragama,  yang hidup dengan mengandalkan akal dan ikhtiar sendiri. Sedangkan pilihan no dua adalah orang yang benar benar memasrahkan hidupnya kepada Alloh karena yakin bahwa Alloh akan berikan yang terbaik untuk dia dan dilindungi dalam jaminan Alloh.

Maka itulah hidup, kita tinggal pilih saja ingin ambil pilihan seperti apa?  Hidup sendiri?  Atau hidup yang senantiasa di tolong oleh Alloh?

Yang harus kita pikirkan saat ini adalah bagaimana berjuang menjadi orang yang layak untuk di tuntun dan di jamin oleh Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah maha tahu tentang permasalahan mahluknya

Alloh tau masalah kita? Alloh tau keperluan kita? Alloh mengetahui semuanya,  maka dalam hidup ini yang harus kita lakukan adalah berjuang menjadi orang yang layak mendapati jaminan dari Alloh.

Bagaimana caranya?

Dalam hal ini kita ita harus mempunyai dua mujahadah, yaitu :

Mujahadah adalah mengelarkan segala daya dan upaya supaya Alloh menyukai kita,  dan mujahadah yang bagus adalah mujahadah yang fokus kepada hati yang bersih dan amal yang diterima. Karena hati itu harus selalu dibersihkan,  dibersihkan dari apa?  Dibersihkan dari Alihah, yaitu tuhan-tuhan yang selama ini bersemayam di hati kita.  Karena Alloh itu tidak suka dengan kemusrikan,  maka kita harus sering memeriksa hati kita ini ada siapa dan apa yang selama ini mendominasi hati kita yang harap dan takutnya kepada selain Alloh.

Apa yang kita dapat jika memiliki hati yang bersih?

Manfaat memiliki hati yang bersih :

  1. Hatinya akan bersih, dan akan diberi ketenangan. Orang yang hatinya bersih tidak akan gelisah dengan urusan dunia. Karena harap dan takutnya hanya kepada Alloh.
  2. Lebih mementingkan apa yang disukai Alloh dari apa yang disukai dirinya sendiri.
  3. Kita akan merasa ringan & mudah dalam taat.
  4. Sulit berbuat maksiat.

Yakinlah bahwa kita semua adalah ciptaan Alloh Ta ‘ala dan yakinlah bahwa Alloh lah yang selalu memberikan bisikan yang terbaik kepada kita.Semua tubuh kita ini adalah milik Alloh dan yang mengurusnya adalah Alloh Ta’ala. Sehingga segala perbuatan dan juga apa yang kita katakan pastilah Alloh Ta’ala tahu dan juga Alloh Ta’ala pasti tahu akan niat dibalik apa yang kita lakukan tersebut.

Orang yang sudah yakin kepada Alloh Ta’ala, pastilah dia sudah meyakini dengan sebaik-baiknya bahwa Allah Ta’ala lah yang memiliki segala kekuasaan dan juga segala keputusan. Dan yakinlah bahwa keyakinan ini bisa diraih hanya dengan adanya ilmu.

 

FOKUS MENJAGA HATI DAN AMAL

FOKUS MENJAGA HATI DAN AMAL

Tidak ada satupun di alam semesta ini, kecuali ciptaan Allah swt. Tidak ada satupun di jagat raya ini , kecuali milik Allah swt. Tidak ada satupun isi alam semesta ini, kecuali Allah yang mengurusnya di setiap saatnya. Tidak ada yang bisa terjadi, tanpa seizin Allah swt. Bahkan bergabungnya jin dan manusia menginginkan atau membantah sesuatu, tidak akan pernah terwujud tanpa seizin Allah swt.

Allah swt mengetahui segalanya terhadap seluruh mahluknya

Allah swt mengetahui segala-galanya terhadap seluruh mahluknya, tetapi fokus yang menjadi penilaian Allah kepada mahluknya bukan dari bnetuknya ataupun dari fisiknya, melainkan dari hati dan amal-amalnya. Sebagimana dalam sabda Rasulullah saw :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564).

Orang yang fokus mencari kedudukan disisi Allah adalah orang yang fokus memperbaiki niat dan amalnya

Maka dari itu kesibukan yang sesungguhnya adalah fokus kepada dua hal ini, yaitu fokus memperbaiki hati dan amal kita. Siapapun yang akan mencari kedudukan disisi Allah swt, seyogyanya haruslah fokus, bagaimana hatinya memiliki derajat Qolbus salim, dan amal-amalnya yang diterima oleh Allah swt.

Baik buruknya amal tergantung dari niatnya

Semua orang bisa berbuat amal, tetapi kalau hatinya salah, maka jadi masalah. Karena apapun amal kita, seberapa besar kecilnya amal kita itu tergantung kepada niat kita, tentunya niat yang baik berawal dari hati yang baik pula. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah saw :

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907].

Hadits ini menjelaskan bahwa setiap amalan benar-benar tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan balasan dari apa yang ia niatkan. Balasannya sangat mulia ketika seseorang berniat ikhlas karena Allah, namun ketika seseorang  berniat beramal hanya karena mengejar dunia seperti karena mengejar wanita, yang mana  dalam hadits disebutkan contoh amalannya yaitu hijrah, ada yang berhijrah karena Allah dan ada yang berhijrah karena mengejar dunia. Maka balasan dari Allah swt adalah sesuai dengan niatnya. Jadi beruntunglah orang yang berniat lurus karena Allah, dan merugilah orang yang beramal ada persaan bukan karena Allah, walaupun tercapai dari niat sisi dunianya, namun disisi Allah amal tersebut tidak ada nilainya.

Jadi jangan merasa aman dengan banyaknya ilmu dan banyaknya amal, karena belum tentu dengan ilmu dan amal tersebut dapat mengantarkan kita ke surga, selama dalam hatinya masih ada harapan terhadap mahluk.

Aman itu kalau kita bersungguh-sungguh setiap saat untuk riadoh (melatih diri) dengan sungguh-sungguh melepaskan keinginan mempunyai kedudukan disisi mahluk, karena yang demikianlah yang merusak amal-amal kita. Betapa sering kita ingin diakaui , dipuji, dikagumi oleh mahluk, yang mana yang demikian itu hanyalah kepuasan semata, tetapi merusak terhadap amal kita dan keberkahan amal kita.

 

 

 

 

 

 

HARI KIAMAT

HARI KIAMAT

Salah satu rukun iman yang 6 diantaranya yaitu beriman kepada hari akhir. Yang mana sebagaimana telah Allah jelaskan dalam beberapa firmannya, bahwa suata saat alam ini akan hancur sehancur-hancurnya, bumi mengguncangkan perutnya, gunung meletus, air laut tumpah ke darat, pelanet-pelanet bertabrakan, halilintar menyambar, angin taupan bertiup, semua yang bernyawa akan mati, maka inilah yang dinamakan dengan kiamat. Sebagaimana firman Allah swt dalam QS. Al-Waqi’ah ayat 1-9 :

إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ ﴿١﴾لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ﴿٢﴾خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ ﴿٣﴾إِذَا رُجَّتِ الْأَرْضُ رَجًّا ﴿٤﴾وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا ﴿٥﴾فَكَانَتْ هَبَاء مُّنبَثًّا ﴿٦﴾

Artinya :

Apabila terjadi hari kiamat, terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal).  (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya,  maka jadilah dia debu yang beterbangan.

Hari kiamat akan datang dengan tiba-tiba

Hari kiamat itu pasti akan kedatangannya, namun untuk waktu tepatnya Allah merahasiakannya, tidak seoangpun yang tahu kapan hari kiamat itu terjadi, sekalipun rasulullah saw pun. Terjadinya hari kiamat mutlak kuasanya Allah swt, dan Allah berhak menentukan kapanpun terjadinya hari kiamat, namun hari kiamat tidak akan terjadi sebelum tanda-tanda yang rasul saw gambarkan belum terjadi. Namun percayalah bahwa hari kiamat akan datang dengan tiba-tiba, supaya tiap-tiap diri itu dibales dengan apa yang ia usahakan selama hidupnya di dunia. Sebagaimana firman Allah swt dalam Qur;’an Surah Al A’raf (Q.S 7, ayat 187)

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي ل ا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلا هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِوَالأرْضِ لا تَأْتِيكُمْ إِل ا بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

Artinya :
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Huru-hara hari kiamat

Hari kiamat adalah hari yang besar perkaranya dan berat huru haranya. Pada hari itu, hamba-hamba dihantui rasa takut dan terkejut, dan terangkat padanya pandangan-pandangan gelap. Hari dimana seluruh manuusia lebih sibuk mememntingkan  dirinya sendiri, tanpa memperhatikan anaknya, saudaranya, suami atau istrinya, serta ibu atau bapaknya. Karena pada waktu itu tidak ada lagi kesempatan memperhatikan orang lain, melainkan memperhatikan diri sendirinya pun tidak akan sempat.

Pada hari itu tidak ada lagi tempat perlindungan. Karena seluruh alam, baik di bumi maupun di langit mengalami kehancuran. Tidak ada satu orangpun yang dapat selamat dari peristiwa hari kiamat. Seluruh mahluk hidup serta benda-benda yang ada di langit dan di bumi hancur lebur, dan tidak ada sedikitpun yang tersisa dan selamat.

Hari kiamat, bukti kemaha besaran dan kemaha benaran Allah swt

Disinilah bukti kemaha besaran dan kemaha benaran Allah swt, bahwa hari kiamat akan benar-benar terjadi tinggal menunggu kapan terjadinya hari tersebut. Percaya akan adanya hari kiamat bagian dari keabsahan keimanan kita, karena beriman kepada hari kiamat adalah salah satu dari rukun iman, yang wajib umat muslim mengimaninya.

Percaya atau mengimani terhadap hari kiamat, bukan untuk membuat kita pesimis akan kengerian peristiwanya, melainkan hendaknya tertanam di hati setiap orang muslim, untuk senantiasa meningkatkan bekal kita menuju kehidupan di akhirat setelah terjadinya hari kiamat. Karena kelak selepas hari kiamat terjadi akan ada hari seluruh manusia dibangkitkan dan akan menjalani kehidupan yang sesungguhnya, yaitu kehidupan di kampung akhirat.

 

 

 

MEMANFAATKAN DAN MENSYUKURI KARUNIA ALLAH

MEMANFAATKAN DAN MENSYUKURI KARUNIA ALLAH

Allah SWT telah menciptakan kita dengan sangat sempurna, dan sebagai wujud syukur atas hal tersebut kita dituntut untuk senantiasa menggunakan segala potensi yang ada di dalam diri kita, salah satu nya adalah memunculkan kreatifitas. kreatifitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Kreatifitas biasanya akan memunculkan  inovasi, yaitu kemampuan untuk memperbaharui hal-hal yang telah ada.

mengapa kreatifitas sangat dibutuhkan?

karena tanpa adanya kreatifitas kita akan tergilas roda perubahan yang semakin cepat. nah bagaimana agar kita bisa memunculkan kreatifitas dalam diri kita yaitu dengan senantiasa menambah ilmu dan pengetahuan, disamping kesungguhan, kerja keras, kesabaran, dan kreatifitas. Dengan itu kita bisa lebih produktif dan mampu meng-create segala sesuatu menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan bernilai.

Memanfaatkan potensi dan kreativitas dengan beramal shaleh

Salah satu jalan untuk memanfaatkan potensi dan kreativitas  di dalam diri kita dengan diniatkan meraih kemuliaan dari Allah adalah dengan memperbanyak amal saleh atas potensi dan kreativitas yang kita miliki, yaitu amal yang bisa dirasakan manfaatnya oleh orang-orang sekitar kita. Orang yang hadirnya membawa manfaat niscaya dia akan menjadi orang yang dimuliakan, baik oleh yang di langit maupun di bumi. Sebaliknya siapa saja yang kehadirannya membawa mudharat, sehebat apapun dia, semua itu tidak akan membawa sedikit pun kemuliaan baginya. Dia akan dipandang hina dan jatuh kredibilitasnya di hadapan sesamanya. maka penting ya sahabat memastikan agar kehadiran kita tidak membawa apa-apa bagi lingkungan sekitar, selain keberkahan dan kemanfataan.

Indahnya perbedaan dan saling melengkapi

Potensi yang Allah berikan kepada setiap hambanya pasti berbeda-beda, namun begitulah indahnya karunia dan rahmat Allah. justru dengan segala perbedaan yang Allah karuniakan kepada setiap hambanya akan menjadi rahmat dan kebaikan jika kita saling melengkapi, bersyukur atas yang Allah karuniakan dan tidak ngedumel atas kelebihan potensi yang orang lain miliki. Maka dari itu hendaknya kita senantiasa mensyukri atas nikmat dan potensi yang Allah berikan kepada kita, sehingga akhirnya Allah memberikan keberkahan atas rasa syukur yang Allah berikan kepada kita.

Lantas, sudahkah hari ini kita mensyukuri atas nikmat dan potensi yang Allah berikan kepada kita?

atau justru kita  lebih sering membandingkan nikmat dan potensi yang ada pada orang lain? Rasulullah telah memerintahkan kita untuk senantiasa mensyukuri  apa yang kita miliki, sesungguhnya sikap syukur akan mendatangkan nikmat yang lebih besar lagi. Allah tidak akan pernah salah membagi-bagi rahmat dan karunia-Nya kepada Mahluk-mahlukNya, maka  ketika kita sakit, yakinlah bahwa masih ada orang lain yang lebih parah sakitnya daripada kita. Ketika kita dalam kondisi sulit secara ekonomi. maka yakinlah masih banyak mereka yang keadaannya tidak lebih baik dari kita. Ketika kita melihat ada orang lain yang memiiki harta dan kedudukan jauh di atas kita padahal dia tidak lebih pintar disbanding kita, maka segeralah mengingat bahwa kita telah diberi karunia yang tidak dia miliki.

Syukur mendatangkan rahmat

Mensyukuri atas nikmat dan karunia yang Allah berikan kepada kita, salahsatunya yaitu dengan kita bersedekah kepada orang yang lebih membuntuhkan, karena diblik karunia yang Allah berikan kepada kita, diluarsana banyak yang nasibnya tidak seberuntung kita, maka dari itu agar nikmat dan karunia kita menjadi berkah salah satu ungkapan rasa syukur kita, yaitu dengan bersedekah kepada orang-orang kiranya membutuhkan.

Sedekah membawa berkah

sungguh tidak akan  berkurang harta kita karena melakukan sedekah apalagi kita gemar bersedekah setiap ba’da subuh. Karena malaikat mendoakan orang yang  bersedekah setelah shalat subuh. Malaikat meminta kepada Allah SWT agar melipatgandakan ganjaran orang yang bersedekah diwaktu-waktu tersebut. Darimanakah balasan yang akan kita terima? dari jalan yang tidak disangka-sangka oleh manusia. Sungguh, Allah SWT yang terus mencukupkan rezeki untuk kita dan kita akan senantiasa diberikan ketenangan dalam hidup. yuk sahabat mq  kita sama-sama latih diri kita untuk senantiasa gemar bersedekah.

 

 

3 GOLONGAN YANG DICINTAI ALLAH

3 GOLONGAN YANG DICINTAI ALLAH

Setiap orang yang beriman memiliki keinginan dicintai oleh Allah swt, dan tidak ada seorangpun diantara orang yang beriman yang ingin dimurkai oleh Allah swt. Jangankan dimurkai oleh Allah, dimarahi oleh teman atau tetangga misalnya, kita terkadang merasa tidak enak,  dunia merasa sempit untuk bergerak-gerik karena takut bertemu dengan orang yang memerahi kita. Padahal kalau kita hanya dimarahi oleh teman atau tetangga kita, kita bisa saja menghindar, pergi atau pindah ke tempat lain, tahun depan kita kembali lagi barangkali sudah bisa berdamai. Tapi jikalau Allah yang murka kepada kita, padahal alam ini milik Nya belaka, rasanya kemana lagi langit tempat kita bernaung, dan kemana lagi bumi tempat kita berpijak.

Setiap orang beriman ingin dicintai Allah

Setiap orang beriman ingin dicintai Allah, tapi tidak setiap orang beriman mau melakukan perbuatan-perbuatan, kalau dikerjakannya Allah akan cinta kepadanya, dan setiap orang beriman tidak  ingin dimurki Allah, tapi ada saja orang yang beriman tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan yang justru dimurkai oleh Allah swt.

Dalam suatu hadist kudsi, dimana Allah swt berfirman, melalui lisan Rasulullah saw :

أحب ثلاثاً وحبي لثلاث أشد:أحب الغني السحي .. وحبي للفقير السحي أشد.وأحب الفقير المتواضع .. وحبي للغني المتواضع أشد,وأحب الشيخ الطائع .. وحبي للشاب الطائع أشد.

Artinya :

Aku cinta kata Allah pada tiga macam golongan manusia tapi aku lebih cinta kepada tiga macam lagi. Jadi ada 3 yang dicintai Allah, tapi ada 3 hal lain yang lebih dicintai oleh Allah.

Yang pertama:

حب الغني السحي .. وحبي للفقير السحي أشد

“Aku cinta pada orang-orang kaya yang pemurah tapi aku lebih cinta orang fakir yang pemurah.”

Allah swt mencintai orang kaya yang dermawan, karena ia telah mensyukuri karunia kelebihan harta yang telah Allah berikan kepadanya, tapi sungguh Allah lebih mencintai orang yang fakir namun ia pemurah meskipun dengan ke fakirannya. Betapa mulyanya, ketika orang yang kekurangan dengan hartanya, justru ia malah lebih mementingkan kepentingan orang lain dengan memberikan apa yang ia punya, walaupun ia tahu dirinya membutuhkannya. Maka tidak lain orang yang seprti itu adalah orang yang hanya mengharapkan karunia dari Allah, dan Allahpun sangat mencintainya dengan kedermawanannya.

Golongan kedua:

وأحب الفقير المتواضع .. وحبي للغني المتواضع أشد

“Aku cinta orang fakir yang rendah hati dan cintaku lebih besar pada orang kaya yang rendah hati.”

Allah mencintai orang yang fakir dan rendah hati, karena sifat rendah hati adalah kebalikan dari sifat sombong, sedangkan sombong adalah sifatnya syetan, dan ketika seseorang menjauhi sifat yang dimiliki syetan dan memiliki sifat kebalikannya, yang secara syariat dan sosial itu  adalah perbuatan yang baik, maka sungguh Allah sangat mencintai orang yang memiliki sifat tersebut. Namun Allah lebih mencintai ketika justri orang yang kaya, yang sebagian besar identiknya dengan sifat sombong, namun justru ini memiliki sifat yang rendah hati.

Dan golongan ketiga:

وأحب الشيخ الطائع .. وحبي للشاب الطائع أشد.

“Aku cinta orang tua yang bertobat dan cintaku lebih besar pada pemuda yang bertobat.”

Allah sangat merindukan orang-orang yang bertaubat, bahkan taubatnya seorang pendosa lebih Allah rindukan ketimbang dzikirnya orang yang shaleh. Maksudnya dengan kema Rahmanannya Allah, Allah memberikan harapan bagi orang-orang yang berdosa untuk memperbaiki dirinya dan bertaubat kepada Allah swt, krena sesungguhnya Allah adalah zat yang maha penerima taubat.

Terlepas dari Allah mencintai orang-orang yang bertaubat, cinta Allah lebih besar kepada pemuda yang bertaubat. Karena kalau saja masa pemuda merupakan masa dimana masa pencarian diri, masa yang masih mudah terbawa arus kesana-kesini, terlebih pergaulan zaman sekarang sangatlah bebas, hingga memungkinkan bagi para pemuda untuk jarang mengingat Allah, dan menyesali atau bertaubat atas perbuatan-perbuatan buruknya. Maka demikian, ketika ada seorang pemuda justru ia lebih mendekatkan dirinya kepada Allah dan senantiasa bertaubat atas dosa-dosanya, maka yang demikian itu kecintaan Allah lebih besar ketimbang orang  yang sudah tua yang bertaubat.

Ketiga golongan tersebut merupakan suatu hal yang sangat langka dipermukaan bumi ini, namun langka bukan berarti tidak ada. Maka beruntunglah kepada orang-orang yang masuk kepada 3 golongan tersebut.

 

 

 

KEDUDUKAN PEREMPUAN DALAM ISLAM

KEDUDUKAN PEREMPUAN DALAM ISLAM

Salah satu dari misi islam, ialah mengangkat harkat dan martabat manusia, yang sebelumnya dibedakan oleh warna kulit, oleh suku bangsa dan bahasa, seluruhnya diikat oleh satu aqidah. Menghilangkan perbedaan akibat warna kulit, suku bangsa, dan bahasa. Termasuk dalam upaya itu, islam telah mengangkat harkat dan martabat perempuan.

Kedudukan perempuan sebelum islam datang

Sebelum islam datang, nasib perempuan nyaris hanya berputar di segitiga saja, yakni sumur, dapur, dan kasur. Seolah-olah wanita tidak bisa berbuat lebih banyak dari pada itu. Bahkan ditengah masyarakat jahiliyah, bayi perempuan dianggap mendatangkan aib, sehingga pada waktu itu bayi perempuan dikubur hidup-hidup. Maka katika  islam datang  dengan tegas mencanangkan suatu revolusi yang mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan. Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

اَلْمَرْأَةُ عِمَادُ الْبِلَادِ اِذَاصَلُحَتْ صَلُحَ الْبِلَادُ وَاِذَافَسَدَتْ فَسَدَ الْبِلَادُ (حديث)

 

“ Wanita adalah tiang negara jika wanitanya baik maka baiklah negara, dan bila wanita buruk maka negara juga ikut buruk”.

Karena itu wanita yang paling berperan didalam kehidupan rumah tangga, karena dalam diri wanita mempunyai peran ganda dalam kehidupan rumah tangga, yaitu mengandung, melahirkan, mendidik, mengasuh dan membesarkan. Sehingga mengapa demikian wanita disebutkan sebagai tihang nya Negara, karena dari Rahim seorang perempuanlah  generasi suatu bangsa terlahir ke dunia, dibawah kasih saying seorang ibulah seorang anak akan tumbuh besar, dan dibawah bimbingan dan didikan seorang ibulah seorang anak memiliki kepribadian yang kelak dapat menentukan terhadap maju mundurnya suatu Negara.

kisah-kisah perempuan dalam Al-qur’an

Dalam berbagai ayat Al-quranul karim menjelaskan tentang perempuan dan peranannya. Al-quran bercerita tentang siti hawa, Al-quran bercerita tentang anak perempuan nabi adam yaitu Iqlima dan labuda yang menyebabkan qabil dan habil saling bunuhu membunuh, Al-qura’an bercerita tentang siti mariyam (ibu dari nabi isya As), Al-qur’an bercerita tentang  2 putri nabi Yusuf yang akhirnya salah satunya menjadi istri dari nabi Musa As, Alqur’an menceritakan tentang ratu Balqis yang merupakan seorang wanita yang berkuasa di negeri Saba’ yang demikian besar pengaruhnya dan wawasannya, dan banyak lagi Al-qur’an menceritakan keadaan kaum perempusn, sampai-sampai dalam Al-qur’an ada suatu surah yang bernama surah An-nisa.

Al-qur’an telah menempatkan perempuan dalam suatu posisi yang mulia

Ini seluruhnya berarti bahwa Al-qur’an telah menempatkan kaum perempuan dalam suatu posisi yang mulai, dan terpuji. Alqur’an telah memeebrikan emansipasi bahwa perempuan  berhak mengejar kemajuan sebagaimana halnya kaum laki-laki. Tetapi sungguh demikian  Al-qur’an pun tetap memebrikan batasa-batasannya, sepanjang emansipasi itu tidak bertentangan dengan qodrat perempuan  itu sendiri.

Kalau emansipasi dan hak asasi sudah tidak sesuai lagi dengan qodrat kewanitaan, pada akhirnya bukan mengangkat harkat dan martabat seorang perempuan, justru malah merendahkan harkat dan martabat perempuan itu sendiri. Seperia ada sebagian besar perempuan yang mana mereka berteriak menuntut tentang persamaan hak, tetapi mereka melupa apa batasan persamaan hak itu sendiri.

Islam dengan segala konsepnya mengangkat harkat martabat kaum perempuan

Sesungguhnya islam dengan segala konsepnya mengangkat harkat martabat kaum perempuan itu, memberikan keleluasaan untuk maju bersama kaum laki-laki, sepanjang tidak menginjak-nginjak qodrat perempuan itu sendiri.  Kalau sudah sampai kepada menginjak qodrat kewanitaan, maka akan merendahkan derajat kaum perempuan.

Sebab apa ? secara fisik dan sikis, agaknya seoarang laki-laki telah diqodratkan untuk memimpin dan membimbing kaum perempuan. Laki-laki itu Allah ciptakan dengan diberi fisik yang kuat, kekar untuk memikul dan melaksanakan tugas-tugas yang berat. Sedangkan perempuan pada umumnya, adalah mahluk yang lembut dan ayu.

Namun meskipun demikian, justru islam memuliakan seorang perempuan sesuai dengan qodratnya perempuan. Yaitu perempuan untuk dijaga, dilindungi, dinafkahi, dan dimuliakan sesuai kadarnya. Karena dengan  jasa seoarang perempuanlah kelak nantia akan lahir seoarang keturunan penerus bangsa dan Negara.

 

UJIAN HIDUP

UJIAN HIDUP

Sejatinya ujian itu akan selalu ada dalam kehidupan kita, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan hidup di dunia sebagai tempat ujjian untuk menguji siapa yang bersungguh-sungguh, dan untuk mencari keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah menjadikan dunia penuh dengan ujian karena dengan ujian itu Allah ingin mengetahui dan pilah  pilih siapa orang-orang yang berhak masuk ke dalam surgaNya dan siapa yang ia akan dimasukkan ke dalam api neraka. Allah Ta’ala berfirman :

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَأَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ ﴿٢﴾وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّـهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ ﴿٣﴾

Artinya :

Apakah manusia mengira akan dibiarkan berkata: “Kami beriman”, sementara ia tidak diuji?. Sungguh Allah telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka dengan ujian itu Allah mengetahui siapa yang jujur imannya dan siapa yang dusta keimanannya. (QS. Al-Ankabut :2-3)

Jika seseorang telah berani menyatakan bahwa dirinya beriman, maka barulah akan Nampak kadar kualitas keimanan yang dimiliki seseorang.

Mengapa orang yang beriman, justru yang diberi ujian oleh Allah swt?

Analoginya simple, bahwa orang yang mengikuti ulangan di sekolah, tentu adalah anak-anak sekolah, kalau tidak sekolah tentu saja tidak akan mendapatkan ujian sekolah. Kemudian ketika seseorang semakin tinggi kelasnya, maka semakin berat soal ujian yang diberikannya, karena menyesuaikan dengan tahap kemampuan dan kelas dari masing-masing murid.

Demikian juga dalam kehidupan beragama, justru yang beriman yang mendapat ujian dari Allah swt, semakin tinggi nilai kualitas keimanannya akan semakin berat ujian dan cobaan yang diberikannya.

Nabi Muhammad saw pernah memperingatkan dalab sabdanya :

الأنبياء ثم الأمثل فالأمثل فيبتلى الرجل على حسب دينه فإن كان دينه صلبا اشتد بلاؤه وإن كان في دينه رقة ابتلى على حسب دينه فما يبرح البلاء بالعبد حتى يتركه يمشى على الأرض ما عليه خطيئة

“(Orang yang paling keras ujiannya adalah) para nabi, kemudian yang semisalnya dan yang semisalnya, diuji seseorang sesuai dengan kadar agamanya, kalau kuat agamanya maka semakin keras ujiannya, kalau lemah agamanya maka diuji sesuai dengan kadar agamanya. Maka senantiasa seorang hamba diuji oleh Allah sehingga dia dibiarkan berjalan di atas permukaan bumi tanpa memiliki dosa.” (HR. At-Tirmidzy, Ibnu Majah, berkata Syeikh Al-Albany: Hasan Shahih)

Setiap orang Diuji berdasarkan keteguhan dan kekuatannya berpegang kepada agamanya, jadi semakin teguh kita berpegang kepada ajaran agama, semakin dekat dengan aturan-aturan agama semakin berat ujian dan cobaan yang datang menimpa kehidupan.

Allah swt menjelaskan jenis-jenis ujian yang diberikan kepada orang-orang yang beriman, dalam Qur’an surat al-baqarah ayat 155 Allah swt menjelaskan

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

 

Artinya :

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

Dalam ayat diatas bahwasannya kelak orang beriman akan diuji:

  1. Rasa takut, yang mungkin kadang-kadang tidak beralasan, namun menimbulkan kegelisahan didalam kehidupan kita. Seperti takut miskin, takut kehilangan jabata, bahakan takut akan mati.
  2. Kelaparan dan kekeringan, yang mana terkadang justru orang beriman allah uji dengan tidak dilimpahkan berupa kebutuhan kebutuhan hidupnya.
  3. Kekurangan harta, yang meliputi seluruh kekurangan yang bersangkutan dengan harta, baik bencana dari langit, tenggelam, kehilangan, raja-raja yang dholim, dan perompak jalanan yang merampas harta dan sebagainya.
  4. Kekuranga jiwa, Yakni kematian dan pembunuhan yang terjadi di medan jihad.
  5. Kekurangan buah-buahan, Yakni yang disebabkan oleh penyakit, atau pendapat lain mengatakan maknanya adalah kematian anak keturunan.

Berikut adalah ujian yang Allah timpakan kepada orang yang beriman. Ujian yang Allah berikan bukan semata untuk menghukum orang beriman, melainkan untuk memberikan tantangan akan keimanannya kepada Allah swt. Karena layaknya sebuah pohon, semakin tinggi pohonnya, maka akan semakin deras angina yang menerpanya. Lantas  jika kita gak mau diterjang angin, jadilah rumput, tapi inget rumput itu harus siap untuk diinjak.

 

KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN

KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN

Sudah menjadi keyakinan dalam kehidupan kita, bahwa segala yang ada permulaannya itu akan ada penghabisannya, setiap yang punya awal mesti punya akhir, tidak ada keabadian dalam kehidupan dunia ini. Semuanya datang dan pergi silih berganti, berubah oleh pergeseran masa dan pertukaran waktu. Demikianlah kalau kita mau renungi kehidupan dari alam di sekitar kita, sejak dari kehidupan tumbuh-tumbuhan, binatang, sampai pada kehidupan kita mahluk yang bernama manusia.

Tahapan kehidupan manusia

Lihatlah kita manusia misalnya, dimulai dari sejak kita terlahir ke alam ini, keluar dari dalam rahim  ibu, menjadi bayi yang merah tidak berdaya, untuk kemudian berangsur meningkat menjadi anak-anak, dari kehidupan anak-anak berubah lagi menjadi remaja, dengan segala keceriaan dan kelincahannya, dan dari masa remaja naik lagi menuju usia dewasa, untuk kemudian berangsur menuju hari tua, lalu setelah kita memasuki hari tua, sehari, seminggu, sebulan, setahun, hingga sampailah kita pada batas waktu yang telah ditentukan oleh Allah,yang dinamakan ajal, dan bertemulah kita dengan yang disebut Maut.

Setiap mahluk yang bernyawa akan mengalami kematian

Setiap mahluk yang bernyawa akan mengalami yang namanya kematian, karena kematian itu pasti adanya kepada setiap mahluk, bahkan malaikat pencabut nyawapun akan Allah cabut nyawanya, dan tidak ada yang kekal didunia ini keculai Allah zat yang maha kekal. Allah swt berfirman :

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّن قَبْلِكَ الْخُلْدَ ۖ أَفَإِن مِّتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ

Artinya :

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), Maka apabila jikalau mati, Apakah mereka akan kekal?” [al-Anbiyâ’/ 21:34].

Di dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya :

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan” [al-‘Ankabût/29:57]

Perubahan-perubahan pada diri manusia

Kalau seja kita mau merenung, perubahan-perubahan yang terjadi pada diri kita, seharusnya membuat diri kita insaf, dan sadar. Dikala remaja, kita begitu lincah, punya rambut yang hitam, ikal berderai, punya lesung di pipi, punya senyum yang indah menawan setiap orang yang melihat,punya kulit yang kencang dan bersih, maka mana kala kita memasuki hari tua, perubahan perontalpun terjadi, kulit mulai menjadi keriput, rambut yang tadinya hitam ikal berderai mulai memutih, nikmat berkurang, gigi yang tadinya utuh dan sanggup mengunyah apa saja perlahan mengurang.

Bila maut datang menjemput kita, apakah selsailah kehidupan kita sampai disitu ?

Sahabat mq, kalau saja lahir  merupakan perpindahan hidup dari alam rahim ke alam dunia, maka mati hakikatnya adalah perpindahan hidup, dari alam dunia ini ke alam kehidupan yang berikutnya, yang dinamakan dengan alam barjah.

Alangkah tidak adalinya Allah, kalau saja tidak ada lagi kehidupan setelah kematian, karena apa gunanya manusia yang beribadah dengan yang tidak beribadah, apa bedanya oarang yang senantiasa melakukan kebaikan dengan orang yang tidak pernah melakukan kebaikan, atau bahkan dengan orang yang senantiasa berlaku buruk atau dosa.

Kehidupan setelah meninggal dunia

Tapi dengan kemaha adilan dan maha kuasaanya Allah swt, maka yakinlah setalah seluruh manusia mati akan dihidupkan kembali menuju kehidupan Akhirat, yang mana inilah kehidupan sesungguhnya, kehidupan yang abadi, kehidpuan balasan bagi setiap amal manusia.

Maka bagi mereka yang selama didunia taat dan beribadah kepada Allah swt, berbahagialah bagi mereka, karena mereka akan mendapatkan balasan berupa surganya Allah swt, yang mana tidak ada kenikmatan di dunia seindah dan senikmat surga,  yang didalamnya penuh dengan kenikmatan serta tidak ada sedikitpun kekurangan didalamnya.

Dan celakalah bagi mereka yang selam hidupnya di dunia kufur terhadap Allah dan sering melakukan dosa, karena balesan bagi mereka adalah nerka, yang mana neraka merupakan seburuk-buruknya tempat yang Allah sediakan bagi mahluknya yang berdosa dan kufur kepada Allah. Mereka disiksa dengan seburuk-buruknya siksaan, dan sungguh terdapatlah pada hati mereka rasa penyesalan yang amat dalam, karena tidak melaksanaan ketaatan dan tidak mengimani Allah swt.

Sebagaiamana dalam firman Allah swt :

وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ () وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ () حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ () لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ ()

Artinya :

Dan katakanlah: “Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.” (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. [Qs.Al-Mu’minun :97-100]