HATI YANG TENANG

Semua orang menginginkan ketenangan hati, karena ketenangan hati tidak dapat dibeli, ketenangan hati tidak dapat diukur oleh materi, ketengan hati tidak dapat disetarakan dari seberapa sukses pencapaian kita, karena banyak orang yang kaya raya dengan harta yang melimpah, tidak ada rasa ketenangan dalam hatinya, banayak orang yang sudah mendapatkan segalanya, sudah merasakan keindahan dan berkeliling dunia, namun belum nampak dalam hatinya rasa ketenangan.

Ketenangan hati bukan Nampak dari fisik

Bila kita melihat raut wajah orang yang tenang, cerah, maka ketahuilah ketenangan bukan terletak pada wajahnya, bila kita melihat orang melangkahkan kakinyadengan tenang, penuh wibawa, maka ketenangan bukan pada kakinya, bila tampak ayunan tangannya tidak tergesa-gesa, maka bahagia bukan pada tangannya.

Dimanakah letak ketenangan dan  kebahagaia itu?

Ketahuilah dalam jasad ada segumpal/sekepal/sesuap daging, maka kalau segumpal darah itu baik, maka yang lain akan ikut menjadi baik, dan kalau yang segumpal itu rusak, maka diapun akan menjadi rusak. Itulah yang menjadikan mata, telinga, tangan, kaki serta yang segumpal itu pulatempat rindu, benci, marah, ridha, ikhlas, fasik, hasad, kufur, disanalah bersemayam rindu dan benci.

Lantas apakah yang segumpal darah itu ?

Itulah qalbun (hati), yang mana dalam al-qur’an memiliki arti “yang berbolak-balik”. Maka dari itu hati itu sifatnya adalah berbolak-balik. Kadang hati merasakan kebahagian, terkadang pula merasakan sedih, terkadang pagi hati tenang, sore datang menjadi susah, kadang pagi hati lapang, petang tiba, diapun gundah.

Lantas bagaimana yang dapat membuat hati menjadi tenang ?

Maka firman Allah swt dalam Qur’an Surat Ar-Ra’du ayat ke 28

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ (٢٨)

 

Artinya :  (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Dan dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash Radiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya) :

“Sesungguhnya hati-hati bani Adam seluruhnya berada diantara dua jemari Ar Rohman laksana satu hati Ia bolak-balikkan hati tersebut sekehandaknya.” Kemudian Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam berdoa : “Ya Allah Dzat yang membolak-balikkan hati palingkanlah hatiku untuk mentaati-Mu”.

Sumber ketenangan jiwa dan ketentraman hati yang hakiki adalah dengan berzikir  kepada Allah

Maka dari itu hendaklah setiap orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala wajib mempunyai keyakinan , bahwa sumber ketenangan jiwa dan ketentraman hati yang hakiki adalah dengan berzikir  kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, membaca al-Qur’an, berdoa kepada-Nya dengan menyebut nama-nama-Nya yang maha Indah, dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya, serta menjauhi segala larangan-Nya. Bahkan,ketika kita benar-benar mendalaminya, maka tidak ada sesuatupun yang lebih besar mendatangkan ketentraman dan kebahagiaan bagi hati manusia melebihi berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah lah zat yang memberikan rasa ketenangan

Sungguh hanya Allah lah zat yang memberikan rasa ketenangan, Allah pula yang membuat hati seseorang gelisah, begitupun hati kita adalah milik Allah, mungkin dia ada dalam diri kita, tapi bukan milik kita. Bahkan apa yang ada di bumi, di langit hanyalah milik Allah, oleh karenanya balikan semuanya kepada Allah ta’ala, karena dari Allah untuk Allah.

Dari sini kita telah mengetahui bahwa segala sesuatu itu bersal dari Allah, dan kembali untuk Allah, Allah berikan kepada kita agar kita senantiasa meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah. Karena dengan mendekatkan diri kita serta menambah kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala kita akan menemukan jalan keluar dari segala masalah yang kita jumpai dari arah yang tidak disangka-sangka, apapun masalah yang menimpa hamba tersebut.

 

 

 

ISLAM AGAMA YANG BENAR

ISLAM AGAMA YANG BENAR

Isalam hadir ke muka bumi sebagai rahmatan lil alaamiin, yakni rahmat bagi seluruh alam. Islam datang dengan kebaikan dan penuh keberkahan yang meliputi segala sesuatu, islam adalah syariat yang didalamnya dapat memperbaiki keadaan masyarakat,menjamin keamanan harta, kehormatan, dan segala sisi kehidupan.

Islam adalah agama yang sempurna, agama yang benar dan tidak ada agama yang diridhai Allah kecuali Islam. Sebagaimana firman Allah swt dalam QS. Ali Imran ayat 19 :

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

artinya : “Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam”

dalam ayat diatas menegaskan bahwa satu-satunya agama yang benar dan diridhai Allah adalah islam. Islam adalah sebuah agama yang telah mendapatkan jaminan pertolongan dan kemenangan dari Allah ta’ala bagi siapa saja yang berpegang teguh dengannya dengan sebenar-benarnya.

 

Kebenaran islam Allah tegaskan dalam firman-firmannya yaitu sebagi berikut :

Allah Azza wa Jalla berfirman:

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

“Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang ada dilangit dan di bumi berserah diri kepada-Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada-Nya-lah mereka dikembalikan ?” [QS. Ali ‘Imran: 83]

Kemudian ditegaskan dalam ayat selanjutnya yaitu dalam QS Ali ‘Imran ayat 85,

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.” [QS.Ali ‘Imran: 85]

Agama Islam adalah ajaran yang mencakup akidah/keyakinan dan syariat/hukum. Islam adalah ajaran yang sempurna, baik ditinjau dari sisi aqidah maupun syariat-syariat yang diajarkannya, pun agama Islam menempatkan akal manusia pada tempat yang sebaik-baiknya.

Kebeneran agama Islam bukan semata ditinjau dari sudut pandang orang-orang muslim yang sudah jelas-jelas memiliki keyakinan akan kebenarannya, tetapi kebenaran diinul islam ditinjau dari aspek-aspek nyata yang nampak kebenarannya dapat dimengerti oleh akal manusia.

Yang demikian itu nampak, bahwa islam  mengandung ajaran-ajaran yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia (syumul), agama Islampun berlaku untuk seluruh umat manusia sampai akhir zaman (al-’umum), agama Islam mengandung ajaran-ajaran yang sesuai fitrah manusia, sebagaimana dalam firman Allah swt :

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya : Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS. Ar-Ruum/30 ayat 30).

Fitrah Allah maksudnya adalah ciptaan Allah, karena manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama, yaitu: agama tauhid, kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka hal itu tidaklah wajar. Mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantaran pengaruh lingkungan.

Kebenaran agama islam hanaya akan dapat dirasakan kepada hamba-hamba yang Allah berikan taufik dan hidayah kepadanya. Dalam artian meskipun islam itu rahmat bagi seluruh alam, namun orang yang mengimani dan menerimanya bahwa islam adalah agama yang benar yang Allah turunkan ke muka bumi hanyalah bagi orang-orang yang kepadanya turun taufik dan hidayah dari Allah. Oleh karena itu sungguuh beruntung bagi kita yang terlahir di lingkungan yang semenjak kecil kita sudah memegang islam, karena tidak ada nikmat yang paling tinggi selain nikmat iman dan islam.

 

 

 

IKHLAS

IKHLAS

Ikhlas merupakan ilmu tingkat tinggi, yaitu gampang diucapkan tapi sulit dikerjakan. Tak jarang kebanyakan orang mengalami kesulitan dalam bertindak ikhlas, karena ikhlas adalah memurnikan tujuan semata karena Allah swt, dan membersihkan hati dari rasa ingin diberi pamrih oleh mahluk. Sulitnya mewujudkan ikhlas karena hati manusia selalu berbolak-balik, terlebih terdorong oleh perasaan hawa nafsu dan gangguan syetan yang selalu ingin menyesatkan manusia.

Pengertian Ikhlas

Ikhas adalah melakukan segala sesuatu yang baik semata-mata hanya mengharap kepada Allah Swt saja tidak mengharap kepada pujian dari mahluk. Oleh karenanya orang yang ikhlas hanya kepada Allah Swt yang dituju sehingga jika mendapat pujian dari seseorang atau tidak, tidak menjadikannya sombong atau lupa diri dan tidak pula kecewa karena yang dituju hanya Allah semata, tidak ada harapan dari pujian mahluk atau berharap kepada mahluk. Hatinya orang yang ikhlas pasti dijamin tenang tidak mudah terpengaruh oleh pujian atau celaan dari siapa saja baik dari kawan maupun lawan.

Sesungguhnya tujuan utama agama Islam adalah agar manusia beribadah kepada Allah Ta’ala dengan Ikhlas. Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

Dan mereka tidaklah diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya (Qs. Al Bayyinah: 5).

Ikhlas merupakan bagian kunci dari diterimanya amal ibadah

Diantara syarat diterimanya ibadah yaitu Ikhlas dan sesuai dengan tuntunan rasul. Menjaga keihlasan dalam ibadah tidaklah mudah, dan disanalah tantangan kita beribadah kepada Allah swt,  tak sedikit orang yang terjerumus dalam hal keikhlasan, karena tantangan ikhlas itu muncul tidak hanya pas pelaksanaan amal dilakukan, melainkan tantangan atau godaan keikhlasan muncul bisa sebelum, pas pelaksanaan, setelah, atau bahkan dalam waktu yang lama setelah amal itu dilaksanakan.

Sebagai contoh tantangan ikhlas sebelum melaksanakan amal, yaitu ketika kita akan melaksanakan suatu amal baik, kemudian terbesit dalam hati kita bahwa “jika saya melakukan itu maka saya akan dapat pujian yang baik dari calon mertua atau dari dosen atau dari atasan saya misalnya. Maka amalan ibadah itu meskipun luar biasa, tapi tak berniali disisi Allah, karena amalnya tersebut ada harapan mendapatkan pujian dari seseorang.

Contoh tantangan ikhlas ketika melaksanakan amal, yaitu ketika seseorang sedang melaksanakan amal baik, misal sedang kajian, atau sedang melaksanakan acara bakti sosial, kemudian orang tersebut memotret kegiatan tersebut terus mempostingnya di media sosial, dan terbesit dalam hatinya rasa bangga terhadap diri serta ada persaan ingin menunjukan bahwa dirinya sedang beramal kebaikan. Itu juga merupakan tindakan amal baik yang tidak ikhlas.

Atau bahkan ujian keikhlasan muncul setelah amal kebaikan itu telah dilaksanakan, seperti misalnya, kita berbuat baik kepada seseorang, dan setelah itu orang yang kita perlakukan baik kepada kita malah berkhianat kepada kita, kemudian kita mengumbarkannya kepada orang-orang atas rasa kekecewaannya kepada orang tersebut dengan berdalih kalau selama ini kebaikannya tidak dihargai oleh orang tersebut dan malah dikhianati. Maka yang demikian termasuk pula hilang keikhlasannya atas tindakannya mengungkit-ngungkit kembali kebaikanya yang telah ia lakukan, yang mungkin saja sebelumnya dirinya sudah berusaha untuk ikhlas, namun setelah kejaian tersebut, meskipun ada indikasi seperti itu tetap saja karena masih ada harapan kepada mahluk, buktinya masih ada perasaan kecewa atas balasan dari mahluk. Mestinya apapun balasannya terhadap kita, ketika kita sudah berbuat baik pada seseorang maka orang yang ikhlas tidak akan mempersoalkannya, karena yang diharapkan orang ikhlas adalah balasan dar Allah swt, bukan dari mahluk.

Ikhlasan  itu adalah pekerjaan  hati

Ikhlasan  itu adalah pekerjaan  hati dan di dukung dari niat yang lurus karena Allah semata. Maka orang yang ikhlas itu tidak mudah terbawa suasana, melakukan atau tidaknya melakukan sesuatu semata-mata karena mengejar ridho-Nya, bukan karena dorongan mahluk. Ikhlas merupan rahasia Allah dan hambanya, dan hanya diketahui oleh malaikat untuk mencatatnya.

LARANGAN TIDUR KEMBALI SETELAH SHALAT SUBUH

LARANGAN TIDUR KEMBALI SETELAH SHALAT SUBUH

Salah satu nikmat yang Allah berikan kepada hambanya adalah nikmat tertidur, karena sudah menjdai fitrah manusia untuk mengistirahatkan tubuh yang telah dipakai serangkaian aktifitas di siang hari dengan tidur di malam hari. Tidur juga sangat bermanfaat bagi tubuh manusia, selain tubuh manusia memang membutuhkan istirahat, ada beberapa proses di dalam tubuh manunsia yang hanya akan berjalan secara maksimal ketika tertidur. Oleh karena itu manusia membutuhkan tidur yang nyenyak agar ketika terbangun dan kembali menjalani aktivitas, akan merasa segar dan bersemangat kembali.

Namun terkadang beberapa diantara kita tidur di waktu yang kurang tepat, salah satunya adalah tidur kembali setelah melaksanakan shalat subuh. Biasanya hal tersebut disebabkan karena malamnya kurang maksimal tidurnya yang efeknya badan masih merasakan kelelahan ketika bangun, tetapi meskipun begitu, tidur setelah shubuh juga merupakan sesuatu yang tidak dianjurkan di dalam islam.

Islam tidak menganjurkan untuk tidak tidur di pagi hari atau  tertidur kembali ketika setelah melaksankan sahalt subuh

Islam tidak menganjurkan untuk tidak tidur di pagi hari atau  tertidur kembali ketika setelah melaksankan sahalt subuh, karena hal tersebut dapat membuat kefakiran. Kefakiran disini tidak hanya dalam segi materi, tetapi  fakir ilmu, fakir rasa sehat, fakir atas rahmat Allah yang Allah tebarkan pada hamba-hambanya pada pagi hari.

Tidak bisa dipungkiri tidur setelah shalat subuh memang selalu menjadi waktu menggoda untuk kembali ke tempat tidur, dan menghangatkan diri di balik selimut. Namun tidur setelah menjalankan sholat subuh, atau di waktu matahari masih belum terbit ternyata memiliki banyak efek negatif?

Perspektif fiqih mengenai tidur setelah sholat subuh

Sahabat mq, menurut perspektif fiqih terdapat beberapa pendapat terkait hukum tidur setelah subuh dalam islam.  pendapat pertama menyatakan bahwa tidur setelah subuh dibolehkan dalam islam, hal ini didasarkan pada tidak adanya dalil yang secara tegas melarang tidur setelah subuh, pendapat ke dua  adalah tidur setelah subuh dibolehkan, jika ada kebutuhan yang mendesak, misalnya karena tidak bisa tidur malam, atau insomnia, atau karena ada pekerjaan yang harus dikerjakan hingga subuh. sedangkan pendapat kedua menyatakan, bahwa hukum tidur setelah subuh adalah makruh, alasannya adalah karena pada saat itulah  Allah swt membagikan rezeki bagi hamba-hamba-nya.

Efek negatif tidur kembali setelah sholat subuh

Dari uraian singkat di atas, dapat dikatakan bahwa tidur setelah subuh sangat tidak dianjurkan dalam islam, karena dapat mendatangkan kerugian, atau efek yang tidak baik kita, adapun dampak atau efek tidur setelah subuh  yaitu sebagi berikut :

Yang pertama adalah kita sangat merugi karna tidak memperolah keberkahan di waktu pagi.

Rasulullah saw bersabda, “ya allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi hari mereka. (HR. Abu daud).

Yang kedua adalah menghambat datangnya rizki.

Ibnu qayyim al-jauziyyah rahimahullah berkata, tidur setelah subuh mencegah rezeki,  karena waktu subuh adalah waktu makhluk mencari rezeki mereka, dan waktu dibagikannya rezeki. 

Yang ketiga yang membuat kita rugi adalah tidak memperoleh kebaikan

 Ibnu qayyim menjelaskan/,tidur setelah shalat subuh, hingga matahari terbit. Karena waktu tersebut adalah waktu memanen ghonimah,

Yang keempat adalah mampu menimbulkan rasa malas

Ibnu qayyim yang mengatakan, banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan.

Yang kelima adalah dapat menimbulkan berbagai macam penyakit

Ibnu qayyim menjelaskan, tidur pagi juga menyebabkan berbagai penyakit badan, diantaranya adalah melemahkan syahwat. (zaadul ma’ad, 4/222)/

Yang keenam dampak dari tidur setelah subuh adalah tidak baik untuk kesehatan.

Tidur setelah subuh dapat menyebabkan terganggunya kesehatan, hal ini disebabkan karena ketika kita tidur di waktu pagi metabolisme tubuh yang seharusnya mulai bekerja menjadi terhambat, dan ketika kita terbangun tubuh akan terasa lemas atau tidak terasa segar.

Sahabat mq, banyak cara untuk membuat kita terjaga diwaktu subuh dan yaitu mengisinya dengan berbagai macam, seperti tilawah, berdzikir, muraja’ah, dan dilanjutkan dengan aktifitas harian seperti membersihkan rumah ataupun menyiapkan perlengkapan aktifitas kita,  sehingga alangkah lebih baik jika kita menggunakan waktu pagi untuk aktivitas yang bermanfaat untuk dunia ataupun untuk urusan akhirat.

 

 

TUJUAN DICIPTAKANNYA MANUSIA

TUJUAN DICIPTAKANNYA MANUSIA

Sahabat mq, pernahkah terpikirkan mengapa Allah menciptakan manusia? .Kita lahir, kecil, dewasa, tua, dan akhirnya mati untuk meninggalkan dunia. Sering kita habiskan waktu hanya dengan makan, minum, tidur, dan bersenang-senang. Padahal ada tujuan dari penciptaan kita hidup di dunia,  penciptaan manusia bukan hanya sekedar permainan dan sia-sia. namun ada hikmah besar yang terkandung di dalamnya.

Semua bermula dari bagaimana Allah menciptakan manusia. Manusia tidaklah tercipta sebagai hasil dari evolusi makhluk lainnya.

Al-qur’an telah menegaskan bahwa manusia diciptakan secara khusus, sebagaimana firman Allah dalam Qur;an Surat shaad ayat 71 hingga 72 yang artinya :

“sesungguhnya aku akan menciptakan manusia dari tanah, maka apabila telah kusempurnakan kejadiannya dan kutiupkan kepadanya roh ciptaan-ku, maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”.

Rasulullah shalallahu alaihi wasalam juga bersabda mengenai penciptaan manusia, “sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah atau air mani, kemudian menjadi ‘alaqah – segumpal darah, kemudian menjadi mudhghah – segumpal daging, lalu seorang malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya. (Hadits Riwayat Bukhari Dan Muslim)

Proses penciptaan manusia dalam islam

Manusia berasal dari setetes mani, 40 hari kemudian menjadi segumpal darah, kemudian menjadi segumpal daging. barulah di hari ke-120, Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan daging yang bertulang, dan dia memerintahkan malaikat untuk meniupkan ruh padanya serta mencatat empat hal, yaitu rizki,  ajal, amal, dan sengsara atau bahagia.

Ruh adalah sesuatu yang membuat manusia hidup dan ini sepenuhnya urusan Allah. Allah berfirman dalam Qur’an  Surat Al Isra Ayat 85, yang artinya :

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh, katakanlah: “ruh itu termasuk urusan tuhanku,  dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Mengenai  penciptaan manusia ini juga berkaitan dengan iman kepada takdir. Allah telah mentakdirkan segala sesuatu sejak 50 ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi. Kemudian di alam Rahim,  Allah pun memerintahkan malaikat untuk mencatat kembali empat hal, yaitu rizki, ajal, amal, sengsara atau Bahagia.

Tentang rizki,  Allah yang maha pemurah telah menetapkan rizki bagi seluruh makhluk-nya, dan setiap makhluk tidak akan mati apabila rizkinya belum sempurna. Berkaitan dengan ajal, Allah maha kuasa untuk menghidupkan makhluk, mematikan, dan membangkitkannya kembali. dan setiap makhluk tidak mengetahui berapa jatah umurnya, juga tidak mengetahui kapan serta dimana akan meninggal.

Allah swt mencatat amal baik dan buruk manusia

Allah  subhanahu wa ta’ala telah mencatat amal-amal setiap makhluk-nya, baik dan buruknya.  Akan tetapi setiap makhluk Allah pasti akan beramal. Amal baik atau pun amal buruk, dan malaikat pun mencatat mengenai sengsara atau bahagianya, apakah akan berada di surga atau neraka.

Meski segala sesuatunya telah Allah gariskan, bukan berarti kita menjadi enggan beramal shaleh. Allah telah mentakdirkan akhir kehidupan setiap hamba, namun Allah yang maha bijaksana juga menjelaskan jalan-jalan untuk mencapai kebahagiaan. Sebagaimana Allah yang maha pemurah telah mentakdirkan rizki bagi setiap hamba-nya, namun dia juga memerintahkan hamba-nya keluar untuk mencarinya.

Tujan diciptakan manusia

Allah menciptakan manusia dengan menitipkan dua hal didalamnya, pertama agar manusia memiliki ilmu tentang Allah Ta’ala. Dalam surat ath thalaq ayat 12 Allah berfirman, yang artinya :

”Allah lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi, perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasannya Allah itu maha kuasa atas segala sesuatu, dan agar kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.

Kedua, agar manusia beribadah hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala, sebagaimana yang Allah sebutkan dalam surat adz dzariyat ayat 56,  Bahwa Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada Allah swt.

Sahabat mq, dengan mengetahui bagaimana Allah menciptakan kita, maka kita pun harus mengenal Allah dan beribadah kepada-Nya, karena Ketika seorang hamba mengenal Allah, mengenal nama-nama Allah yang baik, dan mengenal kesempurnaan sifat Allah ta’ala,  bahwa tidak ada satu pun makhluk yang mampu menandingi Allah dalam kesempurnaan sifat tersebut, tentu hamba tersebut akan beribadah hanya kepada Allah saja.

 

 

 

 

JALAN HIJRAH

JALAN HIJRAH

Setiap orang  pernah melakukan salah sebelum menemukan kebenaran, namun orang salah tidak mustahil bisa menjadi orang yang baik dan benar. Pintu hidayah selalu terbuka bagi setiap orang yang Allah kehendaki.  Perjalanan kesalahan terkadang lebih mampu membuat banyak orang tersadar, hingga akhirnya bisa mengambil pelajaran.

Jangan pernah berputus asa atas rahmat Allah

Kesalahan yang telah diperbuat di masa lalu bukan berarti kita akan menjadi orang jahat selamanya, kesempatan menjadi orang baik selalu terbuka bagi hambanya  yang punya harapan untuk brtaubat, punya niat memperbaiki diri maka ampunan dan rahmat Allah selalu terbuka bagi hambanya yang bertaubat. Sebagimana firman Allah swt :

ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ

“Alloh cinta kepada orang-orang yang sering bertaubat dan bersuci.” (QS. Al Baqarah: 222)

وَإِنِّى لَغَفَّارٌۭ لِّمَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحًۭا ثُمَّ ٱهْتَدَىٰ

“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal sholih, kemudian tetap di jalan yang benar..” (QS. Ath Thahaa: 82)

Ketika hidayah Allah menghampiri

Maka dari itu ketika hidayah Allah menghampiri kita, maka segeralah sambut hidayah tersebut dengan segera bertaubat dan memohon amun kepada Allah swt, bertaubatlah dengan sebenar-benarnya bertaubat, sesali atas dosa-dosa yang telah diperbuat dimasa lalu, dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi serta menggantinya dengan amal baik dan menjalankan seluruh perintah Allah swt dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena sesungguhnya Allah swt adalah zat yang maha pengampun lagi maha penyayang serta sesungguhnya Allah menyukai hambanya yang berdosa lalu segera bertaubat kepada-Nya.

Memutuskan berhijrah

Memutuskan untuk berhijrah tak semudah membalikan tangan, perlu kesungguhan dan keistiqomahan, serta lingkungan yang mendukung untuk meraih hidayah Allah. Banyak orang yang telah berhijrah, namun kembali lagi kedalam kesalahan karena tidak bisa istiqomah dalam hijrahnya. Orang bilang, menjaga cinta lebih banyak tantangannya dibanding ketika baru memulai, kiranya bukan hanya cinta, segala aspek dalam kehidupan juga sering dihadapkan pada peliknya menjaga hal yang sudah ada. Begitupun dengan berhijrah, karena istiqomah dalam proses jalan hijrah lebih sulit dibanding dengan ketika awal-awal memutuskan berhijrah.

Godaan dan tangtangan berhijrah

Sejatinya mengerjakan suatu kebaikan selalu dihadapkan dengan godaan dan tangtangan, karena jelas setan tidak akan pernah ridho ketika melihat manusia berada dalam jalan Allah, karena syetan telah berjanji kepada Allah swt untuk menggoda manusia agar kufur kepada Allah dan menjadi temannya kelak di neraka. Godaan dan tangtangan berhijrah sangatlah berat, karena ketika manusia memutuskan untuk berhijrah kepada jalan yang lurus (jalan Allah swt) maka disana syetan akan merasakan kesakitan yang amat, karena telah kehilangan pengikutnya yang kembali kepada jalan Allah. Maka dari itu syetan akan terus menggodanya kembali agar senantiasa gagal dalam proses berhijrahnya.

Godaan demi godaan terus menerus bermunculan, baik itu dari keluarg, dari sahabat sahabat yang belum hijrah, dari rekan kerja, peraturan kantor yang tidak mendukung, bahkan dari diri sendiri yang terus beranggapan bahwa dirinya belum pantas melakukan hal kebaikan, karena merasa kotor setelah sekian lama berada dalam kegelapan. Tantangan tersebut akan terus menggoncang keyakinan orang berhijrah, namun ketika orang tersebut berhasil melewatinya maka orang tersebut adalah orang yang Allah naungi kasih sayang, serta Allah limpahi keberkahan dalam hidupnya. Karena Allah tidak akan melihat keburukan seseorang di masa lalu, yang Allah lihat adalah bagaimana  seseorang di masa sekarang.

Menjaga keistiqomahan beribadah

Menjaga kebiasaan shalat dan bangun tidur tepat waktu, menjaga agar rumah selalu bisa terasa bersih dan nyaman  nyatanya semua membutuhkan usaha lebih ketika dihadapkan pada kata penjagaan. Tidak semua orang dapat berhasil menempuh jalan hijrahnya, diperlukan niat yang lurus ketika berhijrah, pribadi yang sungguh-sungguh dalam berhijrah, serta lingkungan yang mendukung, Sehingga ketika dihadapkan dengan situasi yang membuat goyah jalan hijrah kita, senantiasa akan ada yang mengingatkan dan meluruskan kembali jalan hijrahnya.

Hijrah menjadi orang yang lebih baik perlu pengorbanan, karena disanalah ujain keimanan dan kelurusan niat diuji, bagi orang yang benar-benar berhijrah maka seberapa besarpun rintangannya maka tidak akan tergoyah sedikitpun, bahkan ia akan semakin mantap dengan jalan hijrahnya, namun bagi orang yang setengah-setengah dalam hijrahnya ada niat atau tujuan lain dalam berhijrahnya, maka ia akan mudah tergoncang dan bisa jadi gagal dalam proses hijrahnya. Maka dari itu   hal yang harus diperhatikan ketika memutuskan berhijrah adalah luruskan niat.

 

CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Begitu banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita selaku hambanya, mulai dari nikmat hidup, nikmat sehat, nikmat berkeluarga, nikmat bersilaturahmi, hingga nikmat yang paling tinggi yaitu nikmat iman dan islam. Seringkali kita lupa terhadap nikmat yang Allah berikan kepada kita, namun dengan kemaha rahim dan rahman Nya, Allah swt tidak pernah mencabut secara menyeluruh nikmat yang Allah berikan kepada hambanya. Bahkan kalau kita menelaahnya secara seksama, tidak ada satu detik pun yang terlepas dari nikmat Allah swt dalam kehidupan sehari-hari kita.

Penting bagi kita semua, untuk mensyukuri nikmat Allah swt

Sebagaimana firman Allah swt dalam Qur’an Surat Ibrahim ayat 7:

‎وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhan kalian memaklumatkan, “Sesungguh­nya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian; dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”.

Bersyukur kepada Allah swt itu bisa dengan berbagai cara

Penting bagi kita semua untuk mengedapankan rasa syukur dalam kehidupan kita, ketimbang banyak mengeluh, karena dibanding dengan masalah-masalah yang kita punya, niscaya nikmat yang Allah berikan kepada kita itu jauh lebih besar. Maka hendaknya apapun yang terjadi kita senantiasa tetap bersyukur kepada Allah swt.

Cara bersyukur kepada Allah swt bisa dengan 4 cara, dianatanya yaitu :

  1. Dengan cara menjaga dan menggunakan sebaik baiknya.

Menjaga nikmat yang Allah berikan kepada kita dan menggunakan dengan sebaik-baiknya merupakan bagian dari rasa syukur kita kepada Allah swt. Karena dengan kita menjaga dan menggunakan dengan sebaik-baiknya maka kita telah menjalankan amanah yang Allah titipkan kepada kita. Maka dari itu janganlah diantara kita semua menyia-nyiakan nikmat yang Allah berikan terlebih kita menggunakannya kepada hal yang tidak diridhoi Allah, alih-alih Allah akan menambahkan nikmat tersebeut melainkan Allah akan murka dan mencabut nikmatnya.

  1. Meyakini bahwa segala bentuk kenikmatan tersebut datangnya hanya dari Allah SWT semata.

Hal ini menjdai penopang keimanan kita kepada Allah swt, karena tidak sedikit ketika kita mendapatkan suatu kenikmatan yang mana nikmat tersebut Allah pelentarakan kepada makhluknya, kita seringkali lebih cenderung bersyukur kepada mahluknya, dan lupa kepada Allah sebagai hakikat  pemebri nikmat yang jelas nikmat tersebut hakikatnya adalah pemberian dari Allah swt. Maka dari itu perlu kita perbaiki dan benahi dengan meyakini segala bentuk kenikmatan yang kita dapatkan itu berasal dari Allah swt, dengan senantiasa menambah keimanan kita dan rasa syukur kita kepada Allah swt.

  1. Selalu berpikir/berperilaku baik (husnuzhan).

Khusnudzon atau berprasanngka baik kepada Allah adalah kunci rasa syukur kepada Allah swt. Karena nikmat yang Allah berikan kepada hambanya, tidak selalu berupa kesenangan dan kebahagiaan, tetapi terkadang nikmat yang Allah berikan kepada hamba-Nya bisa berupa ujian dan rasa sedih. Namun dalam hal ini kembali kepada bagaimana kita menerimanya. Jikalau kita menerimanya yang demikian hanya semata ujian, maka tiadak lain tidak akan ada hikmah yang kita dapatkan. Namun ketika ujian tersebut kita gali hikmahnya dan kita syukuri atas kejadian tersebut, maka akan banyak hikmah yang kita dapatkan, bahkan bisa jadi terselip kenikmatan yang Allh berikan kepada hambanya yang bersyukur.

  1. Menjalankan segala yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarangnya.

Sangat jelas, sebagai hambanya kita senantiasa ditungtut untuk m enjalankan segala perintah Allah swt, dan menjauhi segala larangan-Nya. Dan yang demikianlah itu merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah swt kita telah diciptakn sebagai hamabanya, dan telah diciptakan dengan bentuk yang sempurna, dan menjadi kholipah atau pemimpin di muka bumi ini.

Bersyukur adalah ciri orang yang beriman, karena syukur adalah cara menunjukan bahwa adanya nikmat Allah pada diri kita. Orang yang bersyukur adalah orang yang senantiasa khusnudzon kepada Allah swt,  dan merupakan orang yang tahu diri bahwa dirinya tidaklah terlepas dari segala kenikmatan yang berikan kepadanya.

 

 

 

CARA MENIRU ORANG SUKSES

CARA MENIRU ORANG SUKSES

Berbicara dengan meniru, tidak selalu dikaitkan dengan suatu hal yang negatif saja, karena kata meniru itu sendiri mempunyai makna yang luas. Boleh jadi jika kita meniru karya orang lain dan mengakui itu adalah karya kita, maka yang demikian itu adalah tindakan yang tidak boleh dan yang seperti itu melanggar hak cipta dan merupakan suatu kegiatan plagiatisme. Namun yang dimaksud meniru disini adalah bagaimana kita meneladani sifat atau sikaf seseorang yang memberikan epek positif pada diri kita.

Lantas hal apa saja yang harus kita tiru ?, siapakah yang harus kita tiru ? dan bagaimana tindakan selanjutnya ketika kita meniru orang dengan niat menjadi pribadi yang baik seperti orang yang kita tiru itu?. Maka disini ada tiga urusan yang menjadi fokus pembahsan mengenai kiat meniru orang sukses. Yaitu Amati, Tiru, dan Istiqomah.

Rasulullah saw adalah role model kesuksesan di dunia maupun di akhirat

kata sukses disini tidak hanya sukses pada urusan dunia, melainkan sukses pada urusan dunia dan akhirat. Bagi umat muslim satu satunya orang yang pertama kita tiru kesukseannya baik pada urusan dunia maupun akhirat, yakni adalah baginda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Beliau lah uswatun hasanah atau sebaik-baiknya yang menjadi suri teladan bagi umat muslim. Ahlaknya yang mulia, tutur katanya yang baik, cara berkomunikasinya yang tepat serta banyak hal lain yang wajib kita tiru dari sosok nabi muhammad saw. Nabi muhammad adalah sosok seorang yang sukses tidak hanya di urusan dunia tapi beliau juga merupakan sosok yang sukses pada urusan akhirat.

Di dunia kita tahu, kalau nabi muhammad saw adalah selain seorang utusan Allah, beliau seorang priseden umat muslim, seoarang panglima perang, seorang yang memegang kunci baitul mal atau kalau sekarang adalah mnteri keuangan, beliau seorang pemimpin yang cerdas, hebat dan berpengaruh di dunia, dan banyak lagi kesuksesan beliau di dunia. Kemudian dalam urusan akhirat jelas beliaulah orang yang paling taat kepada Allaha, orang yang paling zuhud, orang yang paling qona’ah, orang yang paling berkurban dan berjuang di jalan allah, serta beliau sudah Allah kasih jaminan surga baginya.

Cara meniru orang sukses

Selain rasulullah saw, mungkin kita juga bisa meniru orang-orang yang menurut kita dipandang telah sukses dan meiliki rekam jejak yang baik dan sukses dibidangnya. Sebagai contoh ketika kita ingin meniru orang yang sukses dalam hal berbisnis maka kita harus tahu siapa orang yang sukses dalam hal berbisnis. Dulu mungkin pada zaman sahabat  yang pandai berbisnis adalah abdur rahman bin auf, said ibnu abdi waqas, talhah. Kalau dizaman sekarang kita bisa lihat ustadz yusuf mansur, aagym, dan yang lainnya. Maka setelah tahu siapa yang mau kita tiru, ikuti langkah-langkahnya yaitu dengan amati, tiru, dan istiqomah.

Maka untuk langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengamati.

Yaitu mengamati bagaimana kehidupan kesehariannya, ruhiyahnya, sikapnya, ahlaknya, pengambilan keputusannya, dan yang lainnya. Kita bandingkan dengan apa yang telah kita perbuat, mana yang belum kita lakukan, mana yang harus kita evaluasi, dan mana yang harus kita perbaiki.

Yang kedua adalah tiru langkah-langkah yang menjadi kiat suksesnya

Setelah kita mengetahui kiat-kiat apa saja yang menjadi jalan kesuksesannya, maka kita tiru dan amalkan kedalam progres ikhtiar kita. Baik dalam hal ruhiyahnya kita perbaiki, sikap dan kebiasaanya kita perbaiki semaksimal mungkin, pengambilan keputusannya, dan yang lainnya. Maksimalkan kita tiru kebiasaan kebiasaan baiknya. Bahakan kalau bisa kita maksimalkan semampu kita.

Yang ke tiga adalah istiqomah

Kiat selanjutnya adalah mengistiqomahkan diri kita terhadap hal-hal kebaikan yang sudah kita tiru. Jadi seorang yang sukses tidak semudah membalikan tangan, meskipun kita sudah tau kiat-kiatnya, sudah meniru kebiasan-kebiasan yang dilakukan orang sukses, maka selanjutnya adalah mengistiqomahkannya. Meniru kebiasan-kebiasaan orang yang sukses mungkin bisa saja kita bisa melakukannya, tapi mengistiqomahkannya dan menjadikannya sebagai habit atau kebiasaan kita itu yang dirasakan kesulitannya.

Maka dari itu meniru orang sukses itu gak salah, selama tahap-tahapnya benar dan syar’i, terlebih kalau yang menjadi pigurnya adalah orang sukses yang taat ibadahnya. Namun pada intinya yang menjadi patokan kesuksean itu adalah ketika kita senantiasa menjaga hubungan dengan Allah, dan mempunyai huibungan baik juga dengan sesama manusia.

QANA’AH

QANA’AH

 

Sahabat  mq, akan kah selama ini kita sudah merasa cukup dengan apa yang Allah berikan kepada kita ?, ataukah selama ini kita lebih banyak merasa iri dengan harta ataupun kehidupan yang orang lain miliki?, jika hal tersebut masih kita rasakan, hal itu menandakan kita belum memiliki sifat qonaah dan masih jauh dari rasa syukur.

Rasulullah sallahu ‘alaihi wa salam telah mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa qanaah, yaitu menerima apa yang telah allah berikan kepada kita, dan mensyukurinya. Dari Abdullah bin ‘amr bin al-‘ash, bahwa Rasulullah saw bersabda, sungguh sangat beruntung seorang yang masuk islam, kemudian mendapatkan rezeki yang secukupnya, dan Allah menganugerahkan kepadanya sifat qana’ah. (merasa cukup dan puas) dengan rezeki yang Allah berikan kepadanya.

Sahabaat mq, qona’ah berasal dari bahasa arab yaang berasal kata dari kata qona’a  yang berarti ‘cukup’, atau merasa cukup.  Banyak yang mengartikan bahwa qona’ah adalah menerima apa adanya, tanpa ada ikhtiar dan usaha selanjutnya. Hal tersebut adalah hal yang keliru, karena orang yang qona’ah itu adalah orang yang telah berikhtiar dengan maksimal, dan menerima hasil ikhtiarnya tersebut dengan rasa syukur, bagaimanapun hasil ikhtiarnya, mumuaskan atau tidak, dia akan berusaha dengan lebih baik lagi. Seseorang yang bersikap qana’ah adalah jika dia ridha,  maka qana’ah adalah meridhai apa yang allah bagikan di dunia ini, baik sedikit ataupun banyak, dan memasrahkan segala urusan kepada-nya.

Qana’ah lahir dari kesadaran diri sendiri

Sejatinya Sikap qana’ah lahir dari kesadaran diri, bahwa yang menentukan besar kecilnya rezeki, dan siapa saja yang dilapangkan maupu atau yang disempitkan rezekinya adalah kuasa dari allah swt. Sebagaimana firman-Nya yang artinya “Sesungguhnya tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang dia kehendaki, dan menyempitkannya. Sesungguhnya dia maha mengetahui lagi maha melihat akan hamba-hamba-Nya (QS. Al-israa (17):30). selain itu, sikap qana’ah lahir dari kesadaran, bahwa ukuran kemuliaan dan kekayaan seseorang, tidak terletak dari banyak sedikitnya rezeki yang dimilikinya, melainkan dari sikap qana’ah atas rezeki yang diterimanya.  Rasulullah saw bersabda, jauhilah segala yang haram, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling baik ibadahnya. Puaslah dengan setiap rezeki yang allah berikan kepadamu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling kaya/ HR. Tirmidzi, Ahmad Thabrani, Baihaqi, dan abu ya’la).

keutamaan dan hikmah memiliki sifat qonaah.  

Ada banyak keutamaan dan hikmah ketika memiliki sifat qana’ah, karena sejatinya qana’ah itu adalah sifat terpuji yang dicontohkan oleh rasulullah saw, adapun beberapa hikmah dan keutamaan memiliki sifat qana’ah yaitu sebagai berikut :

Pertama, menjadikan diri kita memiliki ketenangan hati

Dengan qana’ah akan menjadikan kita tidak mencari-cari, atau menginginkan apa yang ada di tangan orang lain, sehingga diri ini tidak akan risau dan gelisah karna kita merasa cukup dengan segala apa yang kita miliki saat ini.  selain itu, qana’ah juga membuat kita tidak mengeluhkan apa yang telah diberikan oleh allah swt.

Yang kedua,  Menjadikan kita sebagai pribadi yang selalu bersyukur

Rasulullah saw bersabda, jadilah kamu orang yang wara, karena dengan demikian kamu menjadi orang yang lebih banyak beribadah, dan jadilah kamu orang yang bersikap qana’ah, maka dengan demikian, kamu menjadi manusia yang lebih banyak bersyukur. (HR. Baihaqi).

Ketiga, akan terhindar dari sifat putus asa

Atas ujian dan cobaan yang diberikan oleh allah, sehingga kita pun akan menjadi muslim yang beruntung. Rasulullah saw bersabda, “sungguh beruntung orang yang masuk islam, mendapat rezeki secukupnya, dan ia merasa cukup dengan apa yang telah allah berikan kepada-nya (HR. Muslim).

Yang keempat, akan merasakan manisnya iman

Seperti hadis rasulullah saw, akan merasakan kemanisan (kesempurnaan) iman, orang yang rida kepada allah ta’ala sebagai rabb-nya, dan islam sebagai agamanya, serta nabi muhammad saw sebagai rasulnya (HR. Muslim).

Sahabat mq, sikap qana’ah harus direalisasikan setelah adanya  ikhtiar. Sikap qana’ah tidak diletakkan sebelum kita berikhtiar, sebab qana’ah adalah sikap menerima atau ridha, terhadap hasil yang kita dapatkan setelah kita berikhtiar.  Qana’ah akan melahirkan upaya meningkatkan kualitas diri agar kita mendapatkan hasil yang lebih baik di hari-hari berikutnya,  yang direalisasikan dengan sikap sabar dan tawakal kepada allah swt.

 

 

KEAGUNGAN DAN KEMULIAN RASULULLAH SAW

KEAGUNGAN DAN KEMULIAN RASULULLAH SAW

Saat ini banyak orang yang mengaku cinta kepada nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi perbuatannya tidak mencerminkan dari kecintaannya kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah mengharuskan adanya penghormatan, ketundukan dan keteladanan kepada beliau serta mendahulukan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam atas segala ucapan makhluk, serta mengagungkan Sunnah-sunnahnya.

Sebagai umatnya, kita harus mengetahui dan mengenali keagungan dan kemulian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena bagaimana kita akan mencintainya kalau kita tidak berusaha untuk mengenalnya. Mungkin saat ini kita tidak akan pernah bertemu dengan rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tapi kita bisa mengenali beliau dengan cara mempelajari kisah-kisah beliau, mempelajari sifat-sifat beliau, dan mengamalkan sunnah-sunnah beliau.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah khotamul anbiyya (penutup para nabi)

Tidak  akan ada nabi kembali yang diutus setelah nabi Muhammad saw, karena beliaulah nabi terakhir yang Allah utus ke muka bumi, dan sebagai pamungkus para nabi.  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun Allah utus bukan hanya untuk satu zaman. Bukan hanya untuk satu umat saja. Dan bukan hanya untuk satu tempat. Kenabian Muhammad meliputi seluruh zaman, seluruh tempat dan seluruh umat. Sebagaimana firman Allah swt dalam Qur’an Surat Saba ayat 28 b:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيراً وَنَذِيراً وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Dan Kami tidak Mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Nabi muhammad saw adalah rohmatan lil alaamiin

Nabi muhammad saw adalah rohmatan lil alaamiin yaitu rahmat bagi seluruh alam, yakni kehadiran dan ajaran  beliau tidak hanya dirasakan oleh bangsa arab saja, tidak hanya dirasakan oleh kaum muslimin saja, tidak pula membedakan rahmatnya terhadap jenis golongan, ras, dan sebagainya, tapi hadirnya beliau merupakan rahmat bagi seluruh golongan, kalangan, bangsa dan yang lainnya.

Bentuk konkrit bahwa nabi muhammad adalah rahmat bagi seluruh alam, yakni ajarannya memberikan nilai-ninlai kasih sayang bagi umat manusia, tertanamnya rasa saling menghormati walaupun berbeda agama, tidak membedakan manusia dari jenis atau golongannya, baik itu dari kalangan orang miskin atau kaya, laki-laki atau perempuan, buruh atau pengusaha, semuanya sama, hanya saja yang membedakan adalah ketaqwaannya kepada Allo swt.

Rasulullah saw merupakan insan terbaik dan suri teladan terbaik bagi seluruh umat manusia

Sebagaimana firman Allah swt :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasûlullâh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allâh dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allâh ( QS. Al-Ahzâb:21).

Maka tidak ada satupun di dunia ini yang lebih baik ahalaknya dari pada nabi Muhammad saw. Bahkan kemulian ahlak beliau telah nampak sebelum beliau mendapatkan risalah kenabian, yakni ketika nabi muhammad masih kecil.

Julukan yang diberikan bangsa Arab kepada nabi muhammad kecil

Pada waktu itu bangsa arab telah memberikan julukan kepda nabi Muhammad kecil dengan julukan Al-Amin yang artinya orang yang dapat dipercaya atau orang yang terpercaya. Julukan ini beliau dapatkan karena nabi muhammad saw senantiasa bersikap jujur dan terpercaya dalam kehidupan sehari-harinya.

Kemudian julukan Al-Amin semakin disematkan kepada nabi muhammad sejak beliau mulai berdagang pada usia 17 tahun. Pada waktu itu nabi muhammad telah memimpin ekspedisi dagang yang mana banyak orang quraisy yang menitipkan dagang kepada beliau. Hal itu karena ladang kejujuran nabi muhammad yang mengakibatkan orang-orang mentipkan dagang kepada beliau. Dan keran sifat Al-Aminlah yang membuat nabi muhammad sukses dalam berdagang, serta sifat inilah yang membuat siti khodizah tertarik dan menikah dengan nabi muhammad saw.

Keagungan dan kemulian beliau tak lekang oleh waktu, Beliau lah suri teladan  bagi umat muslim, dan hendaklah umat muslim menjadikan nabi muhammad saw sebagaia idola dalam kehidupannya, dan menjdaikan role model dalam segal aspek pribadinya.