MEMAKNAI TUJUAN HIDUP

MEMAKNAI TUJUAN HIDUP

Pada dasarnya, orang yang beriman sudah memliki tujuan hidup yang sudah jelas ditentukan dalam Al-quranul kariim (pedomannya umat islam), yakni untuk beribadah kepada Allah swt. Namun selain beribadah kepada Allah swt, untuk memenuhi kebutuhan hidup di bumi kita juga berusaha berikhtiar mengoptimalkan potensi yang Allah berikan kepada tiap-tiap orang, yang pada akhirnya semuanya tetap saja  kita niatkan untuk beribadah.

Setiap orang memiliki tujuan hidupnya masing-masing

Memiliki tujuan hidup adalah hal mendasar untuk manusia supaya bisa mengarahkan episode kehidupnya dengan maksimal. Setiap orang harus memiliki tujuan hidup, sekecil apa pun itu. walaupun tak jarang banyak orang yang kebingungan mencari tujuan hidup dan pada akhirnya menjalani hidup dengan ala kadarnya. Walhasil, mereka tidak  menemukan kebahagiaannya sendiri.

Memiliki tujuan hidup itu penting

Memiliki tujuan hidup memang penting agar segala bentuk ikhtiar kehidupan kita lebih terarah ke arah yang mau kita tuju, namun sebatas memiliki tujuan hidup tanpa memaknainya, jelas akan susah untuk mewujudkannya, yang ada kita hanya akan menjadi sosok orang yang ambisius, tidak bersyukur, diliputi perasaan kekhawatiran, gampang prustasi dan yang ditakutkan adalah menghalalkan segara cara agar tujuannya tercapai.

Lantas bagaimana agar bisa  memakanai tujuan hidup kita ?

Adapun beberapa cara atau tahapan untuk memaknai tujuan hidup, agar senantiasa proses atau ikhtiar kita dalam mewujudkan tujuan hidup lebih terarah dan bernilai ibadah, diantaranya yaitu :

  1. Syukuri terhadap capaian kita sekarang.

Bersyukur adalah salah satu kunci ketenangan dalam mewujudkan tujuan hidup atau impian kita, karena jika kita lupa untuk mensyukurinya yang ada kita akan selalu berada dalam tekanan.

  1. Berlatih atau belajar skill yang kita akan dalami.

Skill atau kemampuan yang menunjang dapat mempercepat akan capaian impian kita, namun skill dan kemampuan itu tidak secara tiba-tiba berada pada diri kita, namun perlu dilatih dan belajar tentang keilmuannya.

  1. Jangan terlalu khawatir akan proses yang belum maksimal.

Dalam prosesnya, terkadang tidak selalu sesuai dengan yang kita harapkan, namun ketidak sesuain itu bagian dari proses, dan tidak untuk kita khawatirkan, melainkan jadikan itu  sebagai motipasi dalam capaian kita.

  1. Tentukan alur keahlian atau passion bidang kita.

Supaya tujuan hidup kita lebih terarah dan fokus, maka tentukan alur keahlian atau passion bidang kita, sehingga dalam proses pencapaiannya kita benar-benar memaksimalkan keahlian bidang kita.

  1. Perbanyak relasi dan silaturahmi

Sebagaimana dalam sabda rasulullah saw, bahwa salah satu pembuka rizki itu adalah bersilaturahmi, dan sudah barang tentu ketika kita sering bersilatu rahmi maka akan terjalin beberapa relasi dengan orang-orang yang kita kunjungi, dan ketika sudah terjalin relasi maka ada saja jalan yang Allah pertemukan dengan tujuan hidup kita.

  1. Kerjakan secara step by step, terstruktur, dan terarah

Dalam  ikhtiarnya maka kita kerjakan secara step by step, dari langkah satu ke langkang yang lainnya secara sistemastis dan struktur serta terarah, agar apa yang menjadi tujuan hidup kita lebih maksiamal dalam capaiannya, dan kita tidak banyak membuang energi dan waktu kepada hal yang sia-sia.

  1. Meminta do’a kepada ke dua orang tua, dan orang-orang shaleh

Do’a merupakan senjata orang muslim, terlebih orang yang mendo’akan tersebut adalah orang tua kita serta orang-orang shaleh, karena salah satu do’a yang cepat Allah kabulkan adalah do’a orangtua kepada anaknya, serta do’a orang-orang yang shaleh yang jarang melakukan dosa kecil.

  1. Perbnayak sedekah, dan menolong orang lain.

Sudah menjadi sunatullah, ketika kita mempermudah urusan orang lain maka Allah akan mudahkan urusan kita,begitupun ketika kita banyak menolong orang lain maka akan Allah kirimkan orang-orang untuk menolong kita.

  1. Hindari hal-hal yang riba dan subhat

Menjauhi hal-hal yang riba dan subhat adalah kunci keberkahan hidup, dan yakinlah ketika Allah memberkahi hidup kita, maka akan Allah muliakan kehidupan kita.

  1. Terus belajar dari siapapun

Setiap kejadian, setiap pertemuan dengan siapapun sealalu ada pembelajaran yang dapat kita petik ilmunya, oleh karena itu pintar-pintarlah kita mengambil hikmah dan pembelajaran dari setiap kejadian.

Dengan ini mudah-mudahan selain kita mengoptimalkan ikhtiar kita dalam pencapaian tujuan hidup kita, tapi kita juga bisa lebih memaknai segala bentuk ikhtiarnya serta mendapat keberkahan dari Allah swt.

 

BELAJAR DARI KECEWA

BELAJAR DARI KECEWA

Setiap orang pasti pernah merasakan kecewa, rasa kecewa muncul ketika harapan atau ekspektasi tidak sesuai dengan harapan kita, atau lebih tegasnya rasa kecewa muncul ketika kita bersandar atau berharap kepada selain Allah swt.

Bila kita terlalu berharap kepada mahluk, maka kita akan menemukan kekecewaan yang teramat mendalam, karena sesungguhnya mahluk itu adalah dzat yang penuh dengan kekurangan yang belum tentu bisa membantu memecahkan persoalan kita, beda halnya dengan Allah Rab sang pencipta alam, yang tidak ada sedikitpun kekurangan pada Nya.

Dalam perkataan sayyidina Ali bin Abi thalib Radiallahu anhu bahwasannya beliau sudah merasakan segala kepahitan atau kekecewaan, dan sungguh rasa kecewa yang paling mendalam adalah ketika berharap kepada selain Allah.

Sebagai seorang muslim yang menyatakan bahwa Allah sebagai Tuhan, dan dzat yang patut kita sembah dan pintakan pertolongan, maka sudah selayaknya segala sesuatunya kita mohonkan bantuan dan pengharapan kita pada Allah swt.

Allah swt berfirman :

وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ…

“Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Al-Maidah : 23)

Jangan mengadu dan meminta sesuatu kebutuhan atau hajat selain kepada Allah Swt

Jangan mengadu dan meminta sesuatu kebutuhan atau hajat selain kepada Allah Swt, karena bagaimana ia akan mengabulkan permintaanmu, sedangkan ia juga tak berdaya tanpa seizin dan pertolongan Allah.  Orang yang menyandarkan  atau menggantungkan nasib kepada sesuatu  selain Allah berarti ia tertipu oleh sesuatu bayangan fatomorgana.

Mengutip dari perkataan Imam Syafi’i bahwasannya “ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan atasmu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya”.

Semua yang terjadi kepada manusia adalah kehendak Allah swt

Saat kita kecewa, bersedih, menangis, terluka itu semua bagian dari qodo dan qodarnya Allah, yang Allah tetapkan kepada manusia dan semua mahluk-Nya.

Memiliki rasa kecewa adalah normal bagi setiap mannusia, karena itu merupakan bagian dari lika liku kehidupan, namun sebagai seorang muslim apa sikap yang harus dilakukan ketika merasa dikecewakan?

Sikap seorang muslim ketika merasa dikeceweakan

Sebagai seorang muslim tentunya harus lebih bijaksana ketika kita merasa kecewa pada hal apapun, adapun tips atau sikap yang harus dilakukan ketika merasa kecewa :

  1. Jangan berlarut-larut dalam kekecewaan

Berlarut-larut dalam kekecewaan bukanlah solusi, yang ada akan menambah keterpurukan kepada diri kita.

  1. Move on

Kecewa adalah hal yang wajar dan setaip manusia pasti mengalaminya, namun menjadi gak wajar ketika kita berlarut-larut atas kekecewaan tersebut. Maka dari itu sebaik-baik ketika merasa dikecewakan yaitu lupakan dan  Move on, serta focus kemabali kepada  perjalanan kehidupan kita yang selanjutnya.

  1. Meyakini bahwa ini bagian dari qodo dan qodarnya Allah swt

Tidak ada suatu perbuatan yang bukan dari qodo dan qodarnya Allah, jauh sebelum manusia diciptakan Allah ke alam bumi, maka sesungguhnya Allah telah mencatat di lauhil mahfudz tentang seluruh takdir manusia. Oleh karena itu menerima dan bersabar atas ketentuan Allah yang diberikan kepada kita, termasuk rasa kecewa adalah bagian dari ibadah kita kepada Allah, bahkan menjadi salah satu rukun iman kita, yaitu iman kepada qodo dan qodar.

  1. Ambil hikmahnya

Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu selalu terdapat hikmah dan pelajaran, maka dari itu yakinlah bahwa tidak ada sesuatu yang menimpa pada diri kita, melainkan didalamnya terdapat hikmah yang dapat kita petik.

  1. Bersyukur

Syukur merupakan kunci dari kelapangan hati seseorang, meskipun kita kecewa tetap jangan pernah berhenti bersyukur, karena bisa saja ada orang disekitar kita yang ujijannya lebih dalam lagi dari pada kita.

Sahabat mq, belajar dari kecewa itu tidak mudah, perlu keikhlasan dan kelapangan hati kepada Allah swt. Memiliki rasa kecewa wajar saja, karena setiap orangpun pasti pernah merasakannya, namun selaku seorang muslim yang baik, maka alangkah baiknya kita senantiasa bertawakal kepada Allah, dan selalu berhusnudzon bahwa hal ini akan ada hikmah yang terbaik buat kita.

 

 

4 GOLONGAN MANUSIA YANG DIRINDUKAN SURGA

4 GOLONGAN MANUSIA YANG DIRINDUKAN SURGA

Surga adalah tempat dimana semua keindahan, kenikmatan, dan kenyamanan ada, tempat dimana suatu kebahagian yang kekal (abadi) yang hanya dihuni dan Allah sediakan bagi hamba-hambanya yang taat kepada Nya selama hidupnya di dunia.

setiap orang mendambakan akan surga, karena disanalah segala kenikmatan Allah berikan kepada seluruh penghuni surga, suatu kenikmatan yang tidak bisa tergambarkan oleh akal fikiran manusia. Namun surga hanya Allah sediakan bagi hamaba-hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada Allah ta’ala. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits Qudsi :

أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ ذُخْرًا َلْهَ مَا أُطْلِعْتُمْ عَلَيْهِ ، ثُمَّ قَرَأَ ( فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ )

 

“Aku telah siapkan untuk hamba Ku yang shalih : Kenikmatan surga yang tidak pernah tidak dilihat mata, tidak pernah didengar telinga dan tidak pernah terbetik di dalam hati manusia. Sebagai simpanan baginya, yang kalian belum pernah melihatnya.

Banyak orang yang berharap dan merindukan akan surga, namun disisi lain dalam suatu riwayat bahwasannya surgapun merindukan terhadap penghuninya. Yakni Surga merindukan terhadap 4 golongan yang akan menjadi penghuninya kelak, golongan yang bagaimanakah yang dirindukan oleh surga? Berikut penjelasan 4 golongan yang dirindukan surga.

Sebagaimana hadist Rasulullah SAW, ada 4 golongan manusia yang dirindukan syurga;

الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَا لِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ .رواه أبوداود والترمذي عن ابن عباس

Artinya :

Surga itu merindukan kepada 4 golongan: orang yang membaca Al Quran, orang yang menjaga lidah, orang yang memberi makan orang yang sedang kelaparan, dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan.

Dari hadist diatas dijelaskan bahwa 4 golongan yang dirindukan surga adalah sebagai berikut :

  1. Orang yang senantiasa membaca alqur’an.

Alqur’an adalah kalam Allah yang Allah wahyukan kepada Nabi Muhammad saw untuk disampaikan kepada umatnya. Alqur’an merupakan pedoman hidup bagi umat muslim, dan bernilai pahala bagi setiap orang yang membacanya. Dari setiap huruf yang dibacakannya,  Allah berikan 10 kebaikan. Bisa kita bayangkan jika kita membacanya satu hari hari satu juz, berapa kebaikan yang kita peroleh. Terlebih ketika kita memahaminya, menghafalkannya dan mengamalkan isinya, maka berapa pahala yang Allah limpahkan kepada kita. Namun tetap kuncinya adalah ikhlas karena Allah swt.

Kemudian Alqur’an juga akan menjadi syafaat bagi para pembacanya, sebagaimana sabda Rasulullah saw : “Bacalah Al-Qur’an karena Al-Quran akan datang pada hari kiamat nanti sebagai pemberi syafaat bagi yang membacanya (dengan tadabbur dan mengamalkannya)”.

  1. Orang yang selalu menjaga lisannya

Dua yang dapat mencelakakan manusia, yaitu yang berada diantara dua bibir (yaitu lidah), dan yang berada diantara dua kaki (yaitu kemaluan). Manusia sering terpeleset oleh lidah atau lisannya yang mengakibatkan sakit hati saudaranya. Bahkan dalam suatu pepatah mengatakan bahwasannya lidah itu lebih tajam dari pada pedang. Hal ini saking berbahayanya lidah ketika kita tidak dapat menjaganya. Maka disini pantas ketika orang yang dapat menjaga lisannya dalam artian tidak pernah melukai hati saudaranya dengan lisannya, maka orang yang demikian telah dirindukan oleh surga.

  1. Orang yang memberi makan orang yang kelaparan, seperti fakir miskin, yatim piatu

Sejatinya dalam harta kita terdapat hak-hak mereka. Insya Allah jika kita memberikan hak mereka maka kita akan mendapatkan pahala,. Namun jika kita membiarkan anak yatim terlantar, fakir miskin kelaparan, maka kita akan di cap sebagai pendusta agama, sebagaimana firman Allah yang terdapat di dalam QS Al Maun: 1-3

  1. Orang yang berpuasa di bulan ramadhan

Puasa di bulan ramadhan merupakan salah satu rukun islam, yakni salah satu yang menjadi tegaknya keislaman seseorang. Berpuasa bukan hanya menahan tidak makan dan minum saja melainkan menjaga panca indra kita serta syahwat kita untuk tidak melakukan hal-hal kejelekan. Orang yang berpuasa cenderung bisa lebih menahan diri baik itu pandangannya, syhwatnya, lisannya, bahakan perbuatan-perbuatannya, karena takut membatalkan puasanya.

Dan orang yang berpuasa di bulan ramadhan sebagaiman dalam firman-Nya, yaitu dapat meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt.

 

Itulah ke empat golongan yang dirindukan oleh surga, oleh karena itu marilah kita senantiasa berlomba-lomba untuk meraih ridho Allah swt serta menjadi orang yang kelak di rindukan oleh surga. Karena sungguh kennikmatan yang kekal dan abadi serta kenikmatan yang amat yang tidak akan ditemukan di dunia adalah kenikmatan surga yang Allah berikan kepada hambanya yang beriman dan bertaqwa.

 

 

 

 

TIPS  KENALI BERITA HOAX SOAL KESEHATAN

TIPS KENALI BERITA HOAX SOAL KESEHATAN

Sahabat mq, berita seputar kesehatan selain memang penting, juga menjadi salah satu informasi yang sering dicari oleh masyarakat. Karena sehat adalah modal kita dalam melaksanakan segala aktivitas kita, baik itu kerja, kuliah, mengurus rumah tangga, bahkan ibadah. Jika badan kita sehat, otomatis dalam melaksanak rangkaian aktivitaspun bisa lebih epektif dan produktivitaspun cenderung meningkat. Namun sayangnya walaupun informasi kesehatan saat ini sudah lebih mudah untuk didapatkan, banyak pula berita tidak benar, dan mengada-ngada yang tersebar di berbagai media. Disisi lain media memudahkan kita untuk mencari informasi dengan cepat, namun disisi lain juga banyak berita hoax yang bertebaran dan tak bertanggung jawab. Oleh karenanya berikut cara tepat mengenali berita hoax seputar kesehatan :

Pertama, Mencari sumber yang memiliki reputasi baik

Sahabat mq, carilah sumber informasi kesehatan dari organisasi atau jurnal yang memang sudah memiliki reputasi penelitian yang baik dan terpercaya.  hal ini karena, informasi dari organisasi seperti ini pasti telah ditulis dengan hati-hati, dilakukan dalam proses peninjauan yang ketat,  juga sudah diperiksa oleh para ahli yang berpengalaman.

Ke dua, Mencari lebih dari satu sumber info

Sahabat mq, untuk mendapat keyakinan tentang suatu informasi kesehatan yang sedang anda cari tahu, sebaiknya carilah penelitian dari jurnal lain tentang pembahasan yang sama, kemudian amati dengan seksama, dan bandingkan kesimpulan dari penelitian yang sudah dilakukan.

Sahabat bisa dapatkan minimal 10 jurnal penelitian dengan kesimpulan yang serupa, ketika hal itu sudah anda dapatkan, maka penelitian itu dapat anda percaya. Hal ini demi menjaga ke hati-hatian dan meyakinkan diri kita.

ke tiga, Menanyakan pada dokter

Sahabat mq, anda juga dapat memberikan dan menanyakan kebenaran dari  semua informasi kesehatan yang sudah didapatkan melalui media online kepada dokter keluarga anda atau dokter dimana sahabat berobat ketika sakit, atau bahkan sekarang lebih modern lagi bisa menanyakan di aplikasi tanya dokter. hal ini agar anda lebih dapat memahami kebenaran tentang informasi yang sedang anda pertanyakan, langsung kepada ahlinya.

Ke empat, Mengikuti kata hati

Sahabat mq,hal lain yang perlu anda perhatikan ketika sedang mencari informasi mengenai kesehatan adalah dengan mengikuti kata hati, verivikasi segala informasi yang sudah didapat dengan menanyakan kembali pada hati anda, apakah itu benar atau keliru. Mengikuti hati memang kelihatan tidak rasional, namun maksudnya ketika sahabat sudah melakukan proses tabayyun atau klarivikasi secara step by stepnya maka dikembalikan lagi pada keyakinan hati kita. Namun jikalau kita sudah melakukan klarivikasi sesuai langkah-langkah diatas kemungkinan besar info tersebut benar.

Sahabat mq, tentunya selain terus menjalanklan pola hidup yang baik untuk terus menjaga kesehatan, kita juga memerlukan asupan ilmu agar tidak hanya meyakini suatu hal berdasarkan dari pendapat orang lain saja, tetapi juga berdasarkan berbagai sumber penelitian yang sudah dilakukan oleh ahlinya. Alangkah baiknya juga kita mempelajari mengenai dunia kesehatan, minimalnya sahabat mempelajari seputar gaya hidup sehat, dan cara-cara pengobatan yang sederhana untuk diri kita sendiri. Terlebih sekarang banyak sekali lembaga-lembaga kesehatan baik dinas maupun swasta  yang senantiasa memberikan seminar dan kuliah umum kesehatan. Mengetahui seputar kesehatan sangatlah penting, hal ini setidaknya dapat mencegah diri dari serangan penyakit. Walaupun pada dasarnya penyakit itu datangnya dari Allah swt, namun ikhtiar adalah jalan yang disukai Allah. Minimal ikhtiar itu menjadi ibadah buat kita.

 

 

SAAT IMPIAN BELUM MENJADI KENYATAAN

SAAT IMPIAN BELUM MENJADI KENYATAAN

Setiap orang mempunyai impianya masing-masing, ada yang ingin menjdai seorang dokter, polisi, tentara, guru, pengusaha dan yang lainnya. Tentunya tak mudah bagi seseorang untuk mewujudkan mimpi tersebut, perlu perjuangan,keistiqomahan, dan semangat pantang menyerah. Adakalanya impian tersebut tercapai, dan ada juga impian tersebut belum tercapai atau belum jadi kenyataan.

Tak mudah menerimanya dengan lapang dada ketika harapan dan impian kita tidak sesuai dengan harapan kita,atau belum menjadi kenyataan, tak sedikit ada orang yang shok, menyerah dengan keadaan, bahkan prustasi. Sungguh wajar jika kita kecewa, ketika impian kita belum jadi kenyataan, namun mestinya kita jangan terlalu berlarut-larut dalam kekecewaan tersebut. Lantas bagaimana sikap kita saat impian belum menjadi kenyataan ?

Sahabat mq, saat impian kita belum menjadi kenyataan janganlah kita focus pada kegagalannya, atau terhadap hal yang belum dicapainya, namun ada baiknya kita melakukan hal hal sebagai berikut :

Pertama yang harus kita kedepankan adalah kita memahami begitu indahnya takdir dari allah swt. karena tidaklah impian kita belum terjadi semuanya adalah kehendak allah swt, dan yakini bahwa ini adalah takdir terbaik buat kita. Terbaik buat kita belum tentu terbaik menurut allah, namun terbaik menurut allah adalah barang pasti terbaik buat kita. Sebagaimana firman allah swt dalam Qur’an Surat Al-baqarah ayat 216

و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

Yang kedua, senantiasa berpositif thinking. Karena boleh jadi allah telah mempersiapkan takdir lain yang lebih baik dari yang apa kita pikirkan. Karena sesungguhnya allah memberikan sesuatu terhadap hambanya sesuai apa yang hambanya butuhkan, bukan apa yang hambanya inginkan.

Yang ketiga adalah besarkan hati, bahwasannya tugas kita hanyalah berikhtiar semaksimal mungkin, adapun hasil hanyalah allah yang menentukannya, jangan pernah kecewa atas ikhtiar terbaik yang kita lakukan, yakini bahwa selalu ada hikmah atas segala  sesuatu. Mungkin tindakan yang dilakukan sekarang belum menjadi hasil yang kita harapkan, namun jika kita sudah melakukannya dengan yang terbaik bisa jadi itu menjdai jalan membuka kebaikan-kebaikan lain yang telah allah persiapkan buat kita.

Yang keempat adalah bertaubat kepada allah swt. Boleh jadi kenapa impian kita belum terwujud meskipun kita sudah berikhtiar yang terbaik namun belum saja terwujud, itu diakibatkan oleh dosa-dosa kita kepada allah yang belum diampuni, dan harus segera ditaubati. Dan boleh jadi juga allah belum mewujudkannya, karena kitanya belum pantas untuk mendapatkannya. Maka tugas kita adalah berusaha untuk menjdai pantas dengan terus memperbaiki diri dan memantaskan diri kepada allah swt. Tak lupa juga luruskan niat, bahwa impian kita kelak merupakan bagian sarana kita untuk beribadah kepada allah dan menambah keyakinan kita bahwa allahlah yang maha kuasa dan maha mengetahui.

Sahabat mq, berikut diatas langkah-langkah ketika impian belum terwujud, maka dari itu selalu kedepankan berprasangka baik kepada allahswt, karena allah lah yang lebih mengetahui ketimbang kita,jangan pernah pantang menyerah dengan impian kita, ketika kita memutuskan itu adalah impian kita, maksimalkan ikhtiar, karena yakinlah bahwa usaha tidak akan menghianati hasil, namun tetap hati kita senantiasa dibimbing bahwasannya semuanya tidak terlepas dari campur tangan allah swt.

 

 

 

HAMBA YANG DICINTAI ALLAH

HAMBA YANG DICINTAI ALLAH

Selama ini kita terlapau sibuk berusaha untuk dicintai mahluknya, tetapi lupa untuk berusaha agar  dicintai Rabnya, yakni Allah swt. Dicintai oleh mahluk pasti ada batasnya, baik itu dibatasi oleh waktu, oleh fisik, dan keterbatsan umur mahluk tersebut. Namun tidak ketika kita dicintai oleh Allah swt, sudah tentu, hal itu tidak akan ada batasnya, karena kecintaan Allah tidak dibatasi oleh waktu, sifat, dan yang lainnya. Selama  hamba tersebut senantiasa melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Nya. Namun yang menjadi permaslahannya, apakah kita sudah layak menjadi hamba yang dicintai Allah ? lantas bagaimana caranya agar kita senantiasa dicintai oleh swt?.

Sesungguhnya, ciri kekasih Allah itu tidak takut kepada apapun dan siapapun. Jangankan tidak dicintai mahluk, dihina, dicaci, bahkan diancam dibunuh sekalipun dia tidak akan takut. Hal ini menjadikan kesedihan atas dunia menjauh dari dirinya, ketakutannya hanya satu, yaitu takut tersisih dari sisi Allah Ta’ala. Selain keyakinan penuhnya kepada Allah, dia juga pasti istiqamah, patuh kepada Allah, serta hatinya yang bersih.

Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah SAW mengemukakan, “Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Allah memanggil Jibril seraya berfirman: ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala mencintai Fulan, maka cintailah ia’.  Kemudian Jibril mencintai orang itu dan berkata kepada penghuni langit: ‘Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia’ Penghuni langit pun akhirnya mencintai orang itu. Setelah itu kecintaannya diteruskan kepada penghuni bumi.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Begitu beruntungnya bagi hamba-hamabanya yang dicintai Allah

Cinta Allah itu nyata adanya dan tidak akan mengecewakan, lain halnya ketika dicintai mahluknya, bisa saja orang yang mencintai kita suatu saat akan mengecewakan kita atau bahkan berbalik membenci atau dibenci oleh kita.

Sejatinya cinta dan kasih sayang Allah itu menyeluruh bagi seluruh mahluknya, hal itu karena maha rohman dan rahimnya Allah, kasih sayang Allah tidak memandang orang tersebut ahli ibadah, jarang ibadah atau bahkan kufur kepada Allah. Hal itu terbukti orang yang jarang beribadah atau bahkan orang yang kufur kepada Allah, Allah senantiasa memberikan mereka nikmatnya  hidup, nikmatnya kesehatan, nikmatnya materi, bahkan mungkin saja orang-orang yang jauh dari Allah kelihatan lebih sukses dan senang dengan kehidupannya. Namun satu hal yang harus diperhatikan oleh umat muslim, sesungguhnya Allah memilih hambanya untuk dicintai, bukan semata dicintai dengan dilapangkan persoalan duniawi saja, akan tetapi ketika Allah mencintai hambanya yaitu dengan Allah memberikan kemudahn baginya untuk nikmatnya beribadah sehingga dengan ibadah tersebut menghantarkannya kepada kebahagiaan yang hakiki yakni kebahagiaan di akhirat yaitu dengan diberikannya surga. Yang mana nikmatnya surga itu lebih jauh dari pada nikmatnya dunia, suatu keterangan menjelaskan bahwa perbandingan nikmat ukhrowi (surga) dengan nikmat dunia yaitu satu berbanding sembilan, bahkan kenikmatan dunia yang hanya satu Allah bagikan kepada seluruh mahluknya di dunia, tetapi nikmat surga yang sembilan, Allah hanya berikan kepada penduduk surga, yakni hamba-hamba pilhan Allah, dan hamba-hambanya yang Alloh cintai.

Hampa rasanya hidup sebagai seorang manusia, tapi Allah Ta’ala tidak menyintainya

Hina rasanya hidup bergelimang harta dan bertakhta, berpangkat tinggi dan punya pengaruh, terkenal dan banyak kawan, panjang umur dan punya pengalaman luas bila Allah tak lagi menyayanginya.

Sebab tak ada cinta dan kasih sayang yang melebihi rasa cinta dan kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Betapapun seseorang sangat besar rasa cintanya kepada harta, takhta, jabatan, anak dan istri, atau apapun yang ada di dunia ini, maka semua itu tak akan pernah bisa mengalahkan rasa cinta Allah kepadanya. Allah Ta’ala menyintai hamba-Nya melebihi hamba itu menyintai apapun yang ada di dunia ini termsuk dirinya sendiri.