3 JENIS CARA PENGABULAN DO’A

3 JENIS CARA PENGABULAN DO’A

Do’a merupakan senjatanya umat muslim, karena sebagaimana firman Allah swt dalam Qur’an Surat Al-mukmin ayat 60 :

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Artinya : berdo’alah kepada Ku (Allah), niscaya akan ku kabulkan permintaanmu….

Berdo’a merupakan suatu hal yang sepatutnya yang dilakukan oleh seorang hambanya kepada Rabnya, karena sejatinya tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari pertolongan Allah swt. Namun ada 3 jenis do’a berdasarkan cara pengabulannya, yaitu sebagai berikut :

Jenis doa yang pertama,

saat kita berdoa kepadah Allah maka doa tersebut langsung dikabulkan oleh Allah swt, contohnya ketika nabi zakaria as memohon untuk diberikan keturununan untuk meneruskan agama Allah walaupun umurnya yang sudah tua renta, namun nabi zakaria tak patah arang,  pada saat itu juga Allah swt langsung memberi jawaban atas doanya dan istrinyapun hamil atas izin Allah. Seperti dijelaskan di dalam quran surat al-anbiya ayat 90 yang artinya, “maka kami mengabulkan doanya, dan kami anugerahkan kepadanya yahya, dan kami jadikan istrinya dapat mengandung sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik, dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas, dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada kami.

Jenis doa yang kedua

yakni, doa yang akan dikabulkan ketika kita sudah mampu menerimanya,  sebagai contoh adalah kisah nabi muhammad memohon tentang pemindahan kiblat umat islam, yakni kiblat baru ke ka’bah, dan hal tersebut baru dikabulkan Allah  tiga tahun setelah hijrah, hal ini mengandung makna jika Allah akan  menjawab doa kita ketika kita siap untuk hal tersebut.

Jenis doa ketiga

Jenis do’a yang ketiga yang dikabulkan Allah adalah saat Allah mengganti doa kita dengan suatu hal yang jauh lebih baik dari doa yang kita lantunkan, karna allah mengetahu yang kita butuhkan seperti yang tertera dalam al-quran surat al-baqarah ayat 216 yang berarti, boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Bagaimana agar doa cepat dikabulkan?               

Setiap manusia pasti memiliki keinginan atas kesulitan ataupun harapan yang ingin dipanjatkan kepada allah swt, jika kepercayaan kita sedang goyah, percayalah kalau Allah swt mendengarkan semua doa kita, jika merasa belum dikabulkan maka bersabarlah.  Berikut ini hal-hal yang mampu mempercepat doa kita terkabul oleh allah swt:

Yang pertama sahabat mq, carilah waktu yang mustajab, yaitu ketika hari arafah, ramadhan, ketika safar, dan ketika seorang hamba dalam keadaan berpuasa, dan ketika waktu sepertiga malam terakhir, sesuai dengan hadits rasulullah saw “bahwa Allah turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman: siapa yang berdoa kepada-ku, aku kabulkan, siapa yang meminta-ku, aku beri, dan siapa yang minta ampunan pasti aku ampuni.” (hr. Muslim).

Hal yang kedua percepatan dikabulkannya doa adalah dengan menghadap kiblat dan mengangkat tangan, selanjutnya berdoalah dengan khusyu, rendah hati, dan penuh harap kepada Allah. Berdoalah dengan suara lirih sambil merendah hanya dihadapan Allah swt, dan ketika memanjatkan doa awalilah dengan memuji allah swt, dan bershalawat kepada nabi.

Dalam hadits qudsi allah berfirman,“wahai hamba-ku, kalian semua kelaparan kecuali orang yang aku berikan makan, maka mintalah makan kepadaku, niscaya aku akan berikan, wahai hamba-ku kalian semua tidak berpakaian kecuali yang aku berikan pakaian, maka mintalah pakaian kepada-ku niscaya akan aku berikan (hr. Muslim no. 2577).

Dan yang terakhir sahabat mq, berdoalah dengan penuh keyakinan jikalau Allah maha mendengar doa hamba-hambanya lagi maha mengabulkan, maka dari itu kita tidak boleh merasa pesimis atas doa yang kita panjatkan, karena sesungguhnya Allah itu tergantung prasangka hamba-nya ketika ia berdoa padanya.

Jadi sahabat MQ, apapun harapan kita dan sebesar apapun cita-cita kita, kita jangan pernah sesekali untuk berhenti berharap atas rahmat Allah, sesungguhnya rahmat Allah itu sangatlah luas tergantung ikhtiar kita untuk menjemputnya. Salah satu bentuk ikhtiar kita sebagai umat muslim, yakni berdo’a kepada Allah dengan sepenuh hati dengan diiringi rasa harap dan keyakinan bahwa do’a kita akan dikabul, baik sesuai dengan apa yang dipinta kita, baik itu ditangguhkan terlebih dahulu hingga kita benar-benar tepat atas harapan kita itu, ataupun Allah mengkabulkannya tidak sesuai dengan harap kita, namun itu lebih baik menurut Allah dan lebih baik buat kita, hanya kita belum menyadarinya.

 

 

 

MAKNA RIZQI DALAM ISLAM

MAKNA RIZQI DALAM ISLAM

Sahabat mq, perkara yang paling dibutuhkan oleh umat manusia sepanjang hayat dalam menjalani kehidupan dunia ini adalah rezeki. Namun demikian,  ada sebagian dari  manusia yang terjebak dengan  pemikiran, bahwa rezeki Allah  hanya  berupa materi atau uang. menurut kamus besar bahasa Indonesia, kata rezeki memiliki makna, segala sesuatu yang dipakai untuk memelihara kehidupan yang diberikan oleh tuhan berupa makanan, atau disebut dengan nafkah. tercantum dalam quran surat al baqarah ayat 22 yang artinya, Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan langit sebagai atap dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan, sebagai rezeki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi allah, padahal kamu mengetahui.

Ibn al-jauzi berkata, bahwa di dalam alquran, rezeki itu mencakup sepuluh hal

Ibn al-jauzi berkata, bahwa di dalam alquran, rezeki itu mencakup sepuluh hal, pertama adalah pemberian manusia yang beriman akan menginfakkan sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadanya,  seperti tercantum dalam qs al-baqarah ayat 3. Rezeki yang kedua bermakna, makanan. makna rezeki yang ketiga berupa makan siang dan makan malam, tercantum dalam qs maryam ayat  62. makna rezeki yang  keempat adalah hujan. Kemudian yang kelima adalah nafkah, atau pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Keenam, adalah buah-buahan. dan pengertian rezeki yang ketujuh, adalah pahala. makna rezeki yang  kedelapan, berarti surga. kesembilan adalah rezeki berupa tanaman, dan binatang ternak. dan makna rezeki di dalam al-quran yang kesepuluh adalah rasa syukur kepada Allah.

Jika ditelisik lebih dalam, mungkin kaitan masalah rezeki di dalam alquran akan melebihi dari sepuluh hal. namun dari hal ini, kita dapat memahami dengan jelas, bahwa hanya Allah lah sebaik-baik pemberi rezeki.

Makna rezeki atau “ar-rizqu” menurut al-manzhur rahimahullah dalam kitabnya lisan al ‘arab terdiri dari dua macam

sahabat mq, rezeki atau “ar-rizqu” menurut al-manzhur rahimahullah dalam kitabnya lisan al ‘arab, terdiri dari dua macam, pertama yang bersifat zhahirah atau tampak terlihat, semisal bahan makanan pokok, pakaian, rumah,harta kekayaan. dan yang kedua yang bersifat batiniyah, yaitu hal yang berhhubungan dengan hati, jiwa, ataupun, berbentuk pengetahuan, dan ilmu-ilmu. Dari gambaran yang disampaikan ibnu al manzhur, maka kita dapat mengetahui bahwa hakikat rizki tidak hanya berwujud harta, atau materi saja. seperti asumsi kebanyakan orang, namun ia bersifat lebih luas dari itu, semua kebaikan dan maslahat yang dinikmati seorang hamba, terhitung sebagai rezeki dari allah swt.

Bagaimana Cara allah menurunkan rezeki ?

Sahabat mq, menurut sebuah hadist, rezeki juga bermakna  segala sesuatu yang bermanfaat,  yang  Allah halalkan untukmu, entah berupa pakaian makanan sampai pada istri, itu semua termasuk rezeki begitu pula anak laki-laki,  atau anak perempuan, termasuk rezeki. termasuk pula dalam hal ini adalah kesehatan, pendengaran, dan penglihatan, Dan sedekahlah adalah cara yang baik untuk mensyukurinya, sesungguhnya tidak akan berkurang harta yang disedekahkan kecuali bertambah dan bertambah.” (hr tirmidzi).

Sahabat mq, karena dimensi,cakupan, dan sisi rezeki yang begitu luas, jelas tidak mungkin ada sosok manusia, yang mampu mengurus masalah rezeki ini. Hanya Allah yang dapat mengatur dan karena itu allah swt yang maha kaya menjamin rezeki, dari setiap makhluk yang diciptakan-nya.

Namun ,hal tersebut tidak membenarkan umat islam untuk berpangku tangan ataupun berleha-leha, sebab Rasulullah saw dan para sahabat bukanlah sosok manusia yang menyandarkan rezekinya dengan cara pasif, namun mereka mencontohkan makna kerja keras dan kesungguhan, tentu dengan cara yang Allah ridhoi. Rasulullah saw bersabda, berusaha keraslah, untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan minta tolonglah kepada Allah, dan jangan bersikap lemah, hadits riwayat muslim.

Sahabat mq, bagaimana caranya allah menurunkan rezeki kepada hamba-hambanya di muka bumi ini?,  al-quran pun mampu menjawab pertanyaan ini. Dijelaskan dalam quran surat an-najm ayat 6 yang artinya, tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakan.

Rezeki pun dapat diraih manusia dengan banyak jalan, diantara dengan banyak bersyukur, memperbanyak istighfar, bershadaqoh, menikah dan memiiliki anak. Maka Allah swt pun akan memberikan rezeki yang berlimpah dan dari jalan yang tidak terduga.

Sahabat mq, setiap muslim berhak untuk hidup layak, aman, damai, dan bahagia. menurut al-qur’an, hidup layak merupakan hak, sekaligus kewajiban  mendasar dan utama, dalam islam, sehingga ajaran al-qur’an dan hadits mendorong manusia untuk mencari rezeki yang halal dan thayyib. Rasulullah saw telahbersabda, wahai manusia bertaqwalah kamu kepada allah, pakailah cara baik untuk mencari rezeki. Rasulullah juga menegaskan, serta mengingatkan kepada manusia agar berhati-hati dalam mencari harta, dan menganjurkan mereka untuk selektif  dalam memperolehnya, sehingga harta yang menjadi hak miliknya benar-benar halal, sebagaiman yang telah disabdakan, dari abu huraerah, Rasulllah saw bersabda, pasti akan datang pada manusia suatu azaman dimana seseorang tidak peduli lagi dari mana hartanya diperoleh, apakah dari yang halal atau dari yang haram” (h.r. bukhari dan abu ya’la).

Maka dari itu sahabat mq, marilah kita perluas makna rezeki yang ada , dengan mensyukuri seluruh nikmat yang kita miliki saat ini, nikmat sehat, iman, islam , nikmat keluarga ataupun pekerjaan ataupun aktivitas yang kita miliki saat ini, patutnya kita syukuri dalam-dalam dengan banyak bersyukur, niscaya allah pun akan menambah rezeki yang akan kita dapatkan di muka bumi ini.

 

PENYEBAB NYERI KEPALA SAAT KEHUJANAN

PENYEBAB NYERI KEPALA SAAT KEHUJANAN

Di bulan november ini kita sudah memasuki musim penghujan, tentunya kita sangat bersyukur setelah beberapa bulan ke belakang kita mengalami musim kemarau yang cukup panjang, banayak pesawahan, dan pertanian yang kekeringan yang mengakibatkan gagal panen, bahkan tak sedikit para warga yang kekurangan air bersih, efek dari musim kemarau yang cukup panjang. Mungkin disebagian daerah banyak para warganya yang melaksanakan shalat istisqa (shalat meminta hujan), dan alhamdulillah mulai saat ini dibeberapa daerahpun sudah memasuki musim penghujan, mungkin saat ini tidak ada lagi kekeringan ladang, dan pertanian, tidak ada ada lagi kekeurangan air bersih, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan menuju musim penghujan.  Ketika musim hujan, suhu tubuh akan cenderung lebih dingin, hal ini membuat badan akan lebih rentan untuk terkena penyakit seperti flu dan batuk. Akan tetapi, gelaja yang paling sering terjadi ketika datang musim hujan adalah rasa pusing yang dialami ketika terlanjur kehujanan, berikut bebrapa penyebab dari sakit kepala yang dirasakan setelah terkena air hujan:

Satu, Perubahan suhu tubuh yang mendadak

Sahabat mq, pada umumnya penyebab orang menjadi sakit setelah kehujanan disebabkan oleh paparan suhu dingin yang tidak biasa atau berubah secara mendadak, sehingga langsung menurunkan sistem kekebalan tubuh, dan penyempitan pembuluh darah.

Air hujan akan membuat suhu tubuh lebih dingin, terutama di area kepala, kondisi ini membuat tubuh berusaha untuk mengeluarkan energi yang lebih besar untuk mengurangi rasa dingin, hal inilah yang memicu orang menjadi sakit kepala.

Ke dua,Terkena infeksi bakteri

Sahabat mq, ketika hujan atau cuaca dingin, biasanya virus dapat menyebar menjadi lebih cepat, lalu menginfeksi satu sama lain, yang membuat sistem kekebalan tubuh menjadi menurun, dan akhirnya hal ini membuat seseorang menjadi lebih mudah terkena gejala sakit kepala.

Ke tiga, Kandungan di air hujan

Sahabat mq, air hujan yang turun, mengandung gas atau senyawa yang bersifat asam. hujan yang turun rintik-rintik atau gerimis membuat konsentrasi asam dari gas dan senyawa ini

Ke empat, Pakaian yang lembab

Baju yang basah dan lembab saat terkena air hujan, juga dapat menjadi pemicu timbulnya rasa pusing di kepala. paparan cuaca dingin yang ikut menyerap pada baju yang dikenakan, akan membuat suhu tubuh semakin dingin, hal inilah yang membuat kita akan merasa pusing setelah terkena hujan.

Sahabat mq, asupan suplemen ataupun vitamin, dapat membantu kita untuk menjaga kekebalan tubuh saat mengalami musim penghujan, persediaan jas hujan, dan payung, serta jaket, juga dapat menjadi pilahan untuk membantu tubuh agar selalu dalam kondisi hangat.

Adapun cara untuk mengatasi agar tidak sakit kepala ini, ternyata ada cara yang mudah dan sebenarnya sudah dikenal luas oleh masyarakat, khususnya para orang tua, yakni mandi dan berkeramas. Hanya saja, ada baiknya kita mandi dengan menggunakan air hangat, bukannya dengan air dingin. Dengan melakukan hal itu, maka pembuluh darah pada tubuh akan kembali ke ukuran normal sehingga membuat distribusi oksigen menuju otak dan berbagai bagian tubuh lainnya akan kembali optimal. Hal ini juga akan berimbas pada hilangnya sakit kepala. Dan demi mencegah sakit kepala karena hujan-hujanan, ada baiknya kita selalu menyediakan payung yang bisa setiap saat kita pakai saat hujan turun. Mungkin sahabat bisa mempersiapkannya dengan senantiasa membawa payung ketika akan keluar rumah, karena sebagaimana dalam peribahaspun “Sedia Payung Sebelum Hujan”. Semoga di musim penghujan ini senantiasa kita semua ada dalam kesehatan, serta hujan yang Allah turunkan ke bumi menjadi sumber keberkahan, aamiin 😊

 

 

 

DISIPLIN WAKTU

DISIPLIN WAKTU

 

Didalam al-quran Allah sering mengingatkan perihal waktu, itu terlihat dari banyak nama surat yang erat kaitannya dengan waktu semisal surat Al-fajr, Al-asri, Ad-duha, Al-lail dan sebagainya, Hal itu tersirat bahwa waktu itu suatu hal yang bisa dikatakan memberikan efek positif dan bisa juga memberikan efek negatif. Tergantung bagaimana sahabat menggunakannya, kalau waktu digunakan dengan hal yang baik dan seoptimal mungkin maka akan memberikan efek positif kepada penggunanya, sebaliknya jikalau waktu itu digunakan kepada hal yang negatif atau disia-siakan,dibiarkan berlalu begitu saja maka akan menjadi senjata makan tuan bagi penggunanya. Bahkan dalam suatu perkataan Imam Syafi’i Rahimullah, “Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang menebasmu. Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan.”

 

Islam adalah agama yang rahmatan lil alaamiin yaitu rahmat bagi seluruh alam

Islam adalah agama yang rahmatan lil alaamiin yaitu rahmat bagi seluruh alam, rahmat bagi pemeluk-pemeluknya, tidaklah suatu yang bermanfaat bagi manusia kecuali islam sudah mengaturnya dan memberikan pedomannya. Maka dari itu hendaklah umat muslim sangat memperhatikan perihal waktu, jangan sampai waktu yang Allah berikan kepada kita, kita sia-siakan begitu saja. Sudahlah cukup Allah mengingatkan dalam beberapa firmannya, begitu nampak jelas dalam qur’an surat Al-asri bahwa seluruh manusia pada dasarnya dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang memanfaatkan waktunya dengan beriman kepada Allah, orang-orang yang beramal shaleh, dan orang-orang yang saling mengingatkan dalam ketaatan dan kesabaran.

Sejatinya umat islam telah Allah ingatkan pula dalam kesehariannya, yaitu dalam pelaksanaan shalat 5 waktu, lagi-lagi Allah mengingatkannya agar hambanya benar-benar memperhartikan akan petingnya waktu. Dengan adanya shalat wajib yang senantiasa dilaksanakan 5 waktu dalam sehari yaitu subuh, dzuhur, ashar, magrib, dan isya ternyata Allah senantiasa ingin mengajarkan kita tentang makna disiplin dalam waktu. Waktu orang beriman ternyata adalah waktu yang berharga karena dalam islam waktu merupakan modal untuk meraih kebahagiaan dunia akhirat, sempurnanya keimanan seseorang adalah ketika ia sudah mampu untuk menjauhkan diri dari hal yang sia-sia, dan shalat 5 waktulah yang menjadi patokan waktu disiplin terbaik umat islam. Bahkan dari hadist riwayat bukhari dan muslim sholat tepat pada waktunya merupakan amalan paling utama yang mana setelahnya adalah birul walidain dan juga berjuang di Jalan Allah (jihad Fisabilillah).

Memanfaatkan waktu adalah sesuatu yang mudah diucapkan tetapi sulit untuk diterapkan

Memanfaatkan waktu adalah sesuatu yang mudah diucapkan tetapi sulit untuk diterapkan oleh diri ini atau mungkin oleh sebagian besar manusia.  Banyak sekali hal yang sudah direncanakan tetapi batal dilakukan hanya gara-gara tidak pandai memanfaatkan waktu. Padahal waktu tidak akan pernah kembali, waktu tidak pernah bisa kembali. Membiarkan waktu terbuang sia-sia dengan anggapan esok masih ada waktu merupakan salah satu tanda tidak memahami pentingnya waktu. Padahal waktu dan kesempatan tidak pernah datang untuk kedua kalinya atau tidak pernah terulang. Ada pepatah Arab yang menyebutkan, “ Tidak akan kembali hari-hari yang telah lampau”. Bahkan Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua nikmat, dimana banyak manusia tertipu di dalamnya, yakni kesehatan dan kesempatan.” (HR Bukhori).

Marilah kita memanfaatkan waktu dan kesempatan yang kita miliki untuk melakukan hal-hal yang produktif, sehingga tidak terbuang percuma. Kita tidak pernah tahu berapa banyak waktu yang kita miliki karenanya selagi kita masih memilikinya kita harus mampu memanfaatkan sebaik-baiknya, sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan baik amalannya, dan sejelek-jelek manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan jelek amalannya.” (HR. Ahmad).

 

 

ADAB MAKAN DALAM ISLAM TERNYATA MEMBUAT SEHAT DAN LEBIH MENAMBAH NIKMAT

ADAB MAKAN DALAM ISLAM TERNYATA MEMBUAT SEHAT DAN LEBIH MENAMBAH NIKMAT

Sahabat ternyata begitu sempurna agama yang telah di karuniakan Allah kepada kita yaitu ISLAM dengan seluruh aspek di dalamnya, semuanya detail tersusun rapih itu semua ternyata tidak lain untuk diri kita sendiri yang melakukan amalan kebaikan tersebut

jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri (QS Al Isra’ ayat 7)

Salah satu kebaikan yang bisa kita lakukan langsung adalah memperhatikan adab. Adab yang ternyata selain memperindah amal kebaikan memiliki banyak manfaat yang sangat luar biasa bagi kehidupan manusia. Mengenai adab yang sangat banyak sekali sebagai pengiring setiap amalan di keseharian, kali ini kita coba kupas terlebih dahulu adab yang paling mudah kita amalkan dan berharap kita bisa langsung merasakan manfaatnya, adalah adab makan dan minum.

Adab Makan dan Minum yang ternyata berdampak positif bagi kesehatan

Sahabat, ternyata Allah dan Rasul Nya tidak semata-mata menganjurkan dan melarang hamba-Nya serta Umatnya kalau tidak ada hikmah atau kebaikan baginya. Begitu indahnya islam sampai hal yang paling kecilpun diperhatikannya. Mungkin selama ini kita tidak sadar kalau hal-hal yang sepele tersebut berdampak besar bagi kesehatan kita, seperti contohnya dalam hal Adab makan dan minum, mungkin secara sekilas hal itu hanya sekedar aturan semata tapi tahukah sabat? Hal itu bukan hanya sekdar aturan tapi ada hikmah dan dampak positif bagi kesehatan manusia. Berikut adab makan dan minum yang berdampak kepada kesehatan manusia :

Adab pertama,  adalah memilih makanan yang halal juga baik bagi diri kita.

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik(thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya” (QS Al maidah : 88)

Makanan yang halal lagi baik ternyata sahabat merupakan adab  pertama yang perlu kita perhatikan karena memilih berarti sama halnya kita berniat, dan segala sesuatu tergantung niat nya, dengan niat memilah milih makanan yang baik lagi halal, tentu kita akan meraih kesehatan dan keberkahan insyaAllah.

Makanan yang halal adalah makanan yang jauh dari hal yang di larang Allah SWT. Berikut dalam firman Nya makanan yang haram atau tidak boleh dimakan :

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.” (QS. Al Maidah: 3).

Adab yang ke dua,  adalah makan dan minum dengan posisi duduk.

Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian makan dan minum sambil berdiri. Apabila dia lupa maka hendaknya dia muntahkan.”

Dalam hadist ini jelas bahwa Rasulullah saw melarang kita untuk tidak makan dan minum sambil beridiri. Adapun tahukah sahabat apa hikmah dari dilarangnya kita makan dan minum jangan sambil beridi dan diharuskan harus sambil duduk, yaitu makan dan minum sambil berdiri dapat mengganggu bahkan merusak sistem pencernaan, dan ginjal tidak dapat melakukan proses penyaringan dengan baik.

Adab ketiga, dalam makan adalah makan dan minum hendaklah dengan tangan kanan.

berdasarkan hadits Ibnu Umar radhiallahu’anhuma:  “jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya” (HR. Muslim no. 2020).

Dan dari segi kesehatan dan norma juga sudah jelas bahwa kita dianjurkan untuk makan dan minum dengan tangan kanan , secara norma tidak sopan atau tidak beradab ketika kita makan pakai tangan kiri, serta dalam kesehatanpun terbukti kalau tangan kanan lebih higenis ketimbang dengan tangan kiri, karena sebagaimana sahabat ketahui kalau tanagn kiri suka digunakan untuk membersihkan (membasuh) dubur atau kemaluan setelah buang air.

Adab ke empat, adalah makan secukupnya dan tidak berlebihan.

Sebagaimana firman Allah swt dalam QS. Al-A’raf: 31

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوٓا

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.”

Dalam segi kesehatan makan dan minum secara berlebihan sangatlah tidak dianjurkan,karena hal tersebut merupakan sumber dari penyakit. Biasanya oarang yang berlebihan dalam makan dapat mengakibatkan kelebihan berat badan atau Obesitas, dan ketika sudah mengalami obesitas penyakit yang lainnya ikut bersarang seperti koleterol, diabetes, asam lambung, dan darah tinggi.

Ataupun dalam segi produktivitaspun kita akan terganggu jika kita makan secara berelebihan, yang efeknya dapat membuat kita malas dan mudah mengantuk.

Berikut diatas adab adab makan yang dapat membuat sehat dan membuat makan lebih nikmat, jadi marilah sahabat kita melaksanakan adab-adab makan diatas selain kita mendapat pahala karena mengikuti tuntunan dan anjuran Rasulullah saw, sahabat juga dapat mersakan dampak positif dari membiasakan suatu hal yang telah dicontohkan oleh Rasul, kaerana sekali lagi tidaklah Rasulullah saw menganjurkan atau melarang sesuatu kalau tidak ada hikmah atau dampak positif yang terkandung, hanya disini tugas kita perlu mengimani sunnah-sunnah nya, mengamalkannya, serta menggali hikmah atas penetapannya. Insyaa Allah semuanya akan berkah dan bernilai pahala, Huwallahu A’lam Bissowwab.

 

 

 

 

MENELADANI KISAH KHANSA BINTI AMRU

MENELADANI KISAH KHANSA BINTI AMRU

Sahabat mq, ketaatan seorang hamba kepada ibu adalah cerminan ketaatan hambanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. begitu besar kemuliaan seorang anak yang dapat membahagiakan ibunya, namun tentu lebih besar lagi jika seorang anak dapat  membahagiakan ibunya serta menjalankan perintah Allah swt.

Sahabat mungkin pernah mendengar nama seorang shohabiyyah yang bernama khansa binti amru. Beliaulah Sebaik-baik kisah tentang keridhaan seorang ibu, sosok sahabiyah yang mempersembahkan keempat anaknya sebagai syuhada, hingga ia digelari sebagai “ibunda para syuhada”.

Khansa binti amru digambarkan sebagai sosok yang mulia

Khansa binti amru digambarkan sebagai sosok yang mulia, murah hati, tenang, pemberani, dan jujur. Sertab ia pun memiliki kelebihan lain, yakni bersyair. Syairnya indah seperti jiwanya, kata-katanya pun menghujam seperti tekadnya.

Khansa menikah dengan rawahah bin abdul aziz as sulami, dari pernikahan itu, ia mendapatkan empat orang anak laki-laki, khansa memiliki kasih sayang terhadap suami dan keempat anaknya yang tiada tara. Kasih sayang dan ilmu yang berlimpah ia berikan kepada anak-anaknya, sehingga keempat anaknya itu menjadi pahlawan islam tersohor, yang wafat sebagai syuhada pada perang qadisiyah.

kisah syahidnya keempat putra khansa binti amru terjadi saat perang qadisiyah

kisah syahidnya keempat putra khansa binti amru terjadi saat perang qadisiyah. Namaun  sebelum peperangan dimulai, terjadi perdebatan yang sengit di rumah al-khansa, karena  keempat putranya saling memperebutkan kesempatan untuk ikut berperang melawan tentara persia, mereka berdebat tentang siapa yang harus tinggal di rumah bersama ibunda mereka. Ke empat anak khansa tujuannya sangatlah mulia mereka ingin memenuhi panggilan Allah dengan berjihad di medan perang, namun merekapun tidak memalingkan atas kewajiabnnya akan berbakti dan berkhidmat kepada ibunya, sehingga mereka berdebat tentang pembagian tugas siapa yang ikut berperang dan siapa yang harus diam di rumah menjaga ibundanya.

Hingga pada akhirnya pertengkaran itu terdengar oleh al-khansa, mendengar perdebatan anak-anaknya perihal keikut sertaannya dalam berjihad di medan perang, khansa segera  mengumpulkan semua anak-anaknya, dan berkata “ bahwa memeluk agama islam bukan merupakan sebuah paksaan, begitupun dengan berhijrah, yang harus dilakukan atas kehendak sendiri”. Kemudian lanjutnya  tidak pantas baginya untuk mengkhianati ayahanda dari keempat anaknya, ataupun membuat malu paman mereka, atau mencoreng tanda di kening keluarganya.

Dengan begitu, al khansa memberikan pesan pada keempat anaknya untuk berjihad di jalan allah, dan membantu Rasulullah shallalhu alaihi wa sallam, dengan berujar,  “jika kalian melihat perang di jalan-nya, sing-sing-kanlah lengan baju kalian dan berangkatlah, majulah hingga barisan depan, niscaya engkau akan mendapatkan pahala di akhirat tepatnya di negeri keabadian.

Setelah khansa memberikan ridha bagi keempat anaknya untuk berjihad,  tanpa berlama-lama bergegaslah anak-anaknya ke medan jihad. Dengan ridho dari ibunya ke empat anak khansa  saling berjuang melawan musuh-musuh Allah, dan berhasil membunuh banyak pasukan persia, hingga pada akhirnya syahid datang dan menjemput ke empat anak khansa.

Mendapati kabar kematian keempat putranya di hari yang sama, al khansa dengan kemuliannya dan kepasrahan yang tinggi kepada Allah bahwa anak-anaknya hanyalah titipan dari Allah swt, menerimanya dengan penuh keridaan, tidak seperti kebanyakan ibu yang lainnya. Dalam hati khansa mungkin sangatlah bersedih karena telah ditinggalkan keempat anaknya sekaligus, yang mana khansa sangat menyayangi anaknya, namun rasa sedih itu tidak sebanding dengan rasa keimanannya kepada Tuhannya.

Keteguhan iman al khansa terpancar dari keikhklasan kematian ke 4 anaknya

Keteguhan iman al khansa terpancar begitu indah dari bagaimana ia menyambut kabar itu, sambil berkata “alhamdulillah”,  yang telah memuliakanku dengan syahidnya putra-putraku. semoga Allah, segera menjemputku dan mempertemukan aku dengan mereka dalam naungan rahmat-Nya di firdaus-nya yang luas.

Keikhlasan dirinya sebagai seseorang yang mengandung anak-anaknya selama sembilan bulan tidak terbandingi nilainya. hingga doanya untuk dipertemukan dengan keempat putranya yang syuhada. Sampai pada kemudian  ia wafat pada masa permulaan khalifah ustman bin affan radiallahu anhu, tepatnya pada 24 hijriyah.

Sahabat mq, keridaan al khansa dalam melepaskan putra-putranya sungguh merupakan suatu keutamaan yang harus diteladani setiap ibu dari keluarga muslim. Meskipun kita semua tahu betapa besarnya cinta orang tua kepada buah hatinya, yang bahkan rela mengorbankan apa saja demi anak-anaknya.

Sejujurnya,  melepas kepergian orang yang kita cintai memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun kisah keikhlasan wanita mulia al khansa binti amru, telah memberikan keteladanan, semoga allah subhanahu wa ta’alla senantiasa meneguhkan hati kita dengan keimanan yang kuat, untuk dapat rida dengan apapun yang telah ditakdirkan-Nya.

 

Faktor Runtuhnya turki utsmani

Faktor Runtuhnya turki utsmani

Pada tanggal 3 maret 1924 M Khalifah terakhir resmi dibubarkan, 1 abad kurang atau lebih tepatnya sampai sekarang  95 tahun silam kekhilafahan Turki Utsmani atau kesultanan Utsmani runtuh. Hal ini merupakan suatu kedukaan bagi seluruh umat islam, karena Islam pada waktu itu pernah berjaya di benua Eropa dan bahkan hampir menguasi dua per tiga dunia. Dan pada waktu itu umat islam tidak dinaungi lagi oleh sistem ke khilafahan. Adapun penyebab keruntuhan turki ustmani ada dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal keruntuhan Turki Utsmani

Faktor internal keruntuhan turki Utsmani yaitu ketika penyakit Al-wahn sudah masuk kedalam diri umat islam terutama dikalangan para penjabatnya, karena tidaklah turki utsmani jatuh atau lemah kecuali ketika dipimpin oleh para pemimpin yang hubbu dunnya, yang ada al-wahn didalam dirinya, yang mana ini sudah rasul peringatkan empat belas setengah abad yang lalu dalam sabdanya, bahwasannya Alwahn ini adalah virus yang sangat berbahaya yaitu “Hubbud Dunya Wa Karaahiyatil Maut” yaitu cinta dunia dan takut akan kematian. Jadi betapa alwhn itu sangat berbahaya sekali karena dapat merontokan keimanan sesorang, dan keyakinan akan adanya kehidupan setelah kematian.

Awal mula atau benih-benih keruntuhan Turki Utsmani yaitu terlihat pada abad ke 18, dan pada waktu itu sejarah mencatat kalau para Sultan berpenampilan glamor, hidup bermewah-mewahan. sampailah salah seorang sultan yang menghitan anaknya sampai pestanya 45 hari, dan itu menghabiskan harta kerajaan yang sangat banyak sekali. Jadi disini bisa melihat bahwasannya ketika Al wahn sudah Ada pada diri umat islam, hal tersebut dapat menyebabkan umat lain tidak dapat menyegani lagi umat islam. Karena Rasulullah saw bersabda : “ Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745).

faktor Exsternal keruntuhan Turki Utsmani

sedangkan diantara faktor exsternal yaitu ketika munculnya Westernisasi atau  ide-ide barat tentang skularisme, Plurasime, librelalisme. Kemudian dimunculkannya isu-isu yang membuat memecah belah antar kelompok dan golongan, sampai kemudian muncullah  gerakan-gerakan yang mengusung pemikiran liberal yang diusung oleh orang-orang yahudi, setelah tokoh-tokoh muda turki diberangkatkan ke barat, sehingga tercemarlah pemikiran pemuda-pemuda turki yang pastinya sebelumnya ada pengdoktrinan kepada para tokoh muda turki, dan setelah kembali ke turki dengan pemikiran dan ideologis ala baratnya yaitu liberal menganggap kalau sistem pemerintahan dengan khilafah sudah tidak cocok lagi diterapkan di Turki dengan mempunyai maksud “gerkan pembaharuan”. Samapai kepada puncaknya yaitu terjadilah konspirasi besar yang dilakukan oleh orang yahudi sampai kemudian runtuhlah Turki Utsmani.

Itulah diantara faktor besar yang mengakibatkan runtuhnya Turki Utsmani, walaupun masih banyak faktor yang lainnya yang diantaranya adalah :

Karena wilayah kekuasaan terlalu luas  sehingga mempersulit proses administrasi, penduduk yang heterogen sehingga memerlukan oraganisasi pemerintahan yang teratur, kelemahan penguasa terutama dalam hal kepemimpinan, adanya budaya pungli yang mana pungli telah menggejala di tubuh kerajaan Turki Usmani sehingga pada setiap jabatan yang ingin dicapai seseorang harus membayar untuk mendapatkannya, pemberontakan tentara Jenissasri yaitu tentara yang dibina sendiri oleh Turki Usmani ini terhitung beberapa kali melakukan pemberontakan yakni pada tahun 1525 M, tahun 1632 M, tahun 1727 M, dan 1826 M. Dan karena  ekonomi merosot akibat peperangan demi peperangan yang tak kunjung usai, sehingga perekonomian Turki Usmani merosot tajam. Banyak biaya perang yang harus dikeluarkan, sedangkan dalam kondisi perang pemasukan dipastikan berkurang akibat keamanan dan kenyamanan tidak terjamin.

 

 

Manfaat Belajar Bahasa Untuk Otak Manusia

Manfaat Belajar Bahasa Untuk Otak Manusia

Sahabat MQ, Otak memegang kendali penuh dalam proses produksi bahasa pada manusia. Sebagai bagian dari sistem saraf manusia, ada bagian-bagian otak yang mengatur bagaimana ujaran atau tulisan dihasilkan oleh manusia. Otak terdiri dari dua bagian, yaitu batang otak dan korteks serebral. Koroteks serebral inilah yang mengatur fungsi intelektual dan bahasa. Korteks serebral terbagi lagi menjadi dua bagian, yaitu hemisfer kanan dan hemisfer kiri. Hemisfer kanan tidak sebanyak diuraikan hemisfer kiri disini, karena pengaturan bahasa diyakini lebih banyak terdapat di area hemisfir kiri. Wernicke dan barca adalah dua bagian hal yang tidak bisa dilepaskan bila kita berbicara tentang proses bahasa manusia. Wernicke adalah bagian otak yang bertanggung jawab terhadap pemahaman bahasa dan berbicara.

Komunikasi merupakan suatu kegiatan yang pasti dilakukan oleh setiap manusia

Komunikasi merupakan suatu kegiatan yang pasti dilakukan oleh setiap manusia, karena manusia merupakan makhluk sosial, yang sejatinya tidak akan terlepas dari kegiatan-kegiatan sosial, yang diantaranya yang paling utama dan dilakukan setiap harinya oleh manusia adalah berinteraksi atau berkomunikasi.  Setiap orang pasti ingin melakukan proses komunikasi secara lancar, agar tujuan yang dimaksud lebih mudah tercapai dan difahami oleh lawan bicara kita.

Maka dari itu mempelajari bahasa, merupakan salah satu alat penunjang dalam kelancaran berkomunikasi, namun, selain itu ternyata mempelajari bahasa juga memiliki manfaat untuk otak manusia,  berikut manfaat mempelajari bahasa untuk otak manusia.

manfaat mempelajari bahasa untuk otak manusia

Pertama, meningkatkan potensi sel otak

penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di lund university (swedia) membuktikan bahwa lebih banyak belajar bahasa, akan meningkatkan ukuran, dan aktivitas di area otak yang terpisah dari pusat bahasa.

Dalam penelitian ini ditemukan fakta bahwa mahasiswa bahasa mengalami pertumbuhan hippo-campus yang lebih besar, hippo-campus adalah bagian otak yang berkaitan dengan pembelajaran dan navigasi spasial. Selain itu, area lain yang juga turut berkembang yaitu bagian korteks serebral atau lapisan otak paling luar.

Kedua, melindungi dari penyakit Alzheimer dan demensia

Penilitian yang dilakukan di inggris oleh seorang ilmuan di university of edin-burgh inggris, dan nizam institute of medical sciences india, menemukan fakta/ bahwa mempelajari dua bahasa dapat melindungi otak dari penyakit alzheimer. Penyakit ini adalah penyakit otak yang mengakibatkan penurunan daya ingat, kemampuan berfikir dan berbicara, serta perubahan perilaku secara bertahap, kondisi ini banyak ditemukan pada orang yang sudah lanjut usia, yaitu orang-orang diatas 65 tahun. Selain itu juga menyebabkan pertumbuhan penyakit demensia, yaitu kumpulan penyakit dengan gejala-gejala yang mana mengakibatkan perubahan pada pasien dalam cara berfikir dan berinteraksi dengan orang lain. Seringkali memori jangka pendek, fikiran, kemampuan berbicara dan kemampuan motorik terpengaruh dapat mengalami perlambatan, dibanding menggunakan obat.

Ketiga, memproses informasi secara efisien.

belajar bahasa akan melatih otak untuk mengeluarkan informasi yang sesuai dan dibutuhkan. Otak dapat memilih informasi yang relevan, sehingga informasi yang tidak berhubungan tidak akan memenuhi pikiran, dengan begitu, proses kerja dan berpikir akan berfungsi secara maksimal.

Keempat, Otak lebih tajam

Hal ini dirasakan bagi sahabat-sahabat yang belajar bahasa Asing pada usia dewasa. Sahabat yang menguasai dua atau lebih bahasa asing memiliki kemampuan yang lebih baik dalam membaca dan juga kecerdasan.

Kelima, pengambil keputusan yang baik

Orang yang berfikir dalam bahasa lain ternyata cenderung membuat keputusan yang rasional, orang yang melakukan proses berfikir dalam bahasa lain juga tidak terlalu menggunakan emosi saat membuat keputusan.

 

 

HUKUM RASISME DALAM ISLAM

HUKUM RASISME DALAM ISLAM

Pengertian Istilah Rasisme Dalam Pandangan/Khazanah Keilmuan Islam

Pengertian istilah Rasisme dalam pandangan/khazanah keilmuan islam yaiutu disebut dengan al unsuriyyah yang berarti panatisme golongan atau dalam kata padanan lainnya adalah Ta’asuf, ashabiyyah, alsinnah, alwannun  yang berarti mengidentifikasikan/mengidentitaskan dirinya.

contohnya yang sedang marak sekarang-sekarang yaitu  ujaran Kebencian yang sifatnya rasisme, diantaranya : kepada orang yang berkulit hitam dilbilang “Negro,Gelap, Lutung dll”, kepada orang arab disebut “Unta Arab”, dan sebutan yang lainnya.

Islam Melarang Adanya Rasisme

Islam melarang adanya Rasisme, terlebih dengan konsep Islama Universal persaudaraan menolak perbedaan semua RAS manusia. Karena itu, sejatinya Rasisme tidak mempunyai tempat dalam islam. Karena hal tersebut dapat memicu kebencian, adanya dendam, sakit hati dan dapat memecah belah yang satu dengan yang lainnya.

Hukum Rasisme Dalam Islam

Maka dari itu Hukum Rasisme dalam Islam adalah “Haram” ,karena  dapat menyakiti, memecah belah, membuat orang saling curiga, dendam, benci, dan jauh dari harapan islam yang sejatinya islam adalah Rahmatan Lil Alaamiin yaitu Rahmat bagi seluruh alam.

Dalil Larangan Rasisme

Adapun dalil mengenai terlarangnya Rasisme yaitu pada QS. Al-Hujurat ayat 11

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Kemudian dalam Hadist yang diriwayatkan oleh imam Ahmad, yaitu ketiaka dalam khotbah terakhir Nabi Muhammad SAW yang menjunjung tinggi kemanusiaan terlepas dari warna atau ras, yaitu yang artinya: “Semua manusia adalah dari Adam dan Hawa, seorang Arab tidak memiliki keunggulan atas non-Arab maupun non-Arab memiliki keunggulan apapun lebih dari Arab; juga putih memiliki keunggulan lebih dari hitam,  juga tidak, hitam memiliki keunggulan apapun lebih putih kecuali dengan ketakwaan dan tindakan yang baik.”

Sikap Menghadapi Orang Yang Rasis

Lantas apa sikap kita ketika ada oarng yang rasis terhadap kita ?

Merujuk kepada firman Allah swt QS. Al-Qhosos ayat 55 yang artinya : “Dan apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil”.

Dalam artian kita memalingkannya, tak usah melawannya kembali dan tak perlu menyimpan dendam terhadap orang  yang telah berkata buruk atau rasis terhadap kita, dan apabila kita meladeninya maka akan semakin menjadi, dan mungkin apa bedanya kita dengan dia kalau akhirnya kita mencelanya kembali, dan level kita sama dengan dia yang berkata rasis terhadap kita.  biar perkataan buruknya tersebut menjadi amal mereka yang tentunya Allah akan balas atas perbuatannya tersebut, dan hendaknya bagi kita jangan bergaul dengan orang yang bahil, dalam artian kita jangan menjadikannya sebagai teman dekat, hanyalah sebatas teman biasa.

 

 

 

 

KE SURGA BERSAMA KELUARGA

KE SURGA BERSAMA KELUARGA

Ke surga bersama dengan keluarga menjdai dambaan atau keinginan setiap orang, karena betapa beruntungnya ketika kita bisa bersama-sama masuk surga dengan orang-orang yang kita cintai. Namun tentunya hal itu tidak mudah seperti yang kita fikirkan, kita bisa bersama-sama masuk surga dengan keluarga jika kita selama di dunia saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran, namun justru kalau sebaliknya, dalam keluarganya tidak ada salaing mengingatkan dengan kata lain cuek satu sama lain, maka yang ada justru akan menjadi fitnah dan salaing mencelakakan.

Makna  keluaraga adalah

Makna  keluaraga adalah sekelompok orang atas dasar syariat hukum allah swt  membina suatau ikatan, yang bertujuan selamat di dunia dan di akhirat, saling menyelamatkan, dan saling menjaga . Hunna Libaasul Lakum Wa Antum Libasul Lahunna,  “mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka”, yakni Pakaian yang menutupi dikala panas, dan melindugi saat sejuk.

Betapa indah, dan bahagianya jika kita masuk surga bersama-bersama dengan keluarga, karena tujuan akhir dr pernikahan yakni tiada lain ingin berkumpul bersama dengan keluarga di surga.

 

Cara Mewujudkan Masuk Surga Bersama Keluarga

Adapun cara untuk mewujudkannya yaitu, jadikan keluarga tersebut sebagai ladang untuk ibadah, baik itu suami, istri, dan anak. Semuanya terdapat ladang beribadah didalamnya, seperti suami menafkahi anak dan istrinya, istri melayani suaminya serta mendidik anak-anaknya, dan anak menghormati serta berbakti kepada orang tua. Ksesmuanya dapat menajdi ibadah dengan disandarkan niat dan iklas karena Allah swt, terlebih dalam keluarga saling memotivasi atas melaksanakan kebaikan, dan mengingatkan atas larangan keburukan.

Sebagaimana firman Allah swt :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
[at-Tahrîm/66:6]

Qatâdah rahimahullah berkata, “(Menjaga keluarga dari neraka adalah dengan) memerintahkan mereka untuk bertakwa kepada Allâh dan melarang mereka dari kemaksiatan kepada Allâh Azza wa Jalla , dan mengatur mereka dengan perintah Allâh Azza wa Jalla , memerintahkan mereka untuk melaksanakan perintah Allâh Azza wa Jalla , dan membantu mereka untuk melaksanakan perintah Allâh. Maka jika engkau melihat suatu kemaksiatan yang merupakan larangan Allâh, maka engkau harus menghentikan dan melarang keluarga(mu) dari kemaksiatan itu”. (Tafsir Ibnu katsir)

Sesama keluarga harus saling mempeunyai rasa tanggung jawab

Sesama keluarga harus saling mempeunyai rasa tanggung jawab dalam hal saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketaatan, terlebih terhadap keluarganya sendiri,karena untuk membawa keluarga agar taat kepada Allah swt, bukan hanya kewajiban seoarang suami saja, tapi semua anggota keluarga mempunyai peranan untuk mengarahkan keluarganya untuk masuk surga. Dalam satu keluarga harus tertanam rasa saling peduli, namun bukan hanya sekdear peduli mengenai kebutuhannya di dunia, tapi peduli juga akan kebutuhannya di akhirat, yakni menjauhkannya dari api neraka dan mengarahkannya kepada surga.

Buku Abdullah Nashih Ulwan Menjelaskan Mengenai Bagaimana Kita Care (Peduli) Kepada Keluarga

Didalam buku Abdullah Nashih Ulwan menjelaskan mengenai bagaimana kita care (peduli) kepada keluarga yaitu dianataranya :

  1. Memperhatikan aspek iman atau aqidahnya, yakni terkait dengan Lafadz Laa Ilaaha Illallah, jauhkan dari hal-hal yang bersifat mistis dan hal-hal yang dapat mengakibatkan pemurtadan.
  2. Peduli terkait moral,dan Yaitu mengawasi dan mendidiknya dengan baik yang sesuai dengan ahlak yang dicontohkan baginda Rasulullah saw.
  3. Peduli terhadap aspek fisik, yaitu berkenaan dengan aspek kesehatan ,jasmanianya, makan dan minum yang halal atau dari hasil yang halal bukan dari hasil yang haram, melatih fisik, serta olahraganya, dan lain-lain.
  4. Rasio atau akalnya, yaitu perhatikan mengenai metode pembelajarannya, bimbing agar keluarga kita menyenangi belajar agama, dan haus terhadap ilmu, jangan sampai keluarga kita mempunyai akal yang bodoh yang buta terhadap ilmu dan agama.
  5. Kejiwaannya, yaitu hindarkan mereka dari rasa takut, minder, pemarah, hasud, iri, dengki, dan lai-lain.
  6. Aspek sosialnya,yaitu ajarkan mengenai menjaga hak orang lain, sopan santun, menghargai orang lain, tidak meremehkan orang dan yang lainnya.
  7. Seksual, yaitu maksudnya diberikanpengertian akan kebutuhan biologisnya yang telah diatur oleh norma, dan agama.

Maka dari itu, keluarga adalah teman yang melebihi daripada teman biasa. Sebagai satu ikatan darah yang berjuang bersama untuk meraih ridha Akkah di dunia dan mendapatkan surga Allah di akhirat.