TIPS TETAP FOKUS SAAT KONSENTRASI TERBAGI

TIPS TETAP FOKUS SAAT KONSENTRASI TERBAGI

Sahabat mq, seringkali kita merasa tidak fokus ketika konsentrasi terbagi-bagi dengan beberapa pekerjaan didepan kita. Hal itu mungkin bisa jadi hal yang wajar, karena kemampuan tingkat konsentrasi seseorang dan daya kerja otak seseoarang berbeda-beda, tidak semua orang dapat fockus ketika konsentrasi kita terbagi-bagi oleh beberapa pekerjaan didepan kita. Namun yang menjadi soal justru yang membagi konsentrasi kita bukanlah tugas pekerjaan kita melainkan banyak hal yang dapat mengganggu konsentrasi kita. Terlebih dizaman sekarang yang serba digital, kita lebih sering tidak fokus dalam bekerja, karena konsentrasi kita terbagi dengan gadget kita diantaranya media sosial, toko online, game dan yang lainnya.

Kurangnya fokus nyatanya dapat berimplikasi pada kerugian, baik pada diri sendiri, terlebih jikalau kita seorang karyawan dapat membuat kerugian materiil perusahaan, salah satunya adalah terbengkalainya tugas yang tengah dikerjakan. Sehingga tenggat waktu yang sebelumnya telah ditentukan menjadi tidak tercapai.

Untuk menangani ketidak fokusan tersebut, berikut tips agar tetap fokus saat konsentrasi terbagi :

Pertama, Membuat dan menyusun rencana kerja

Sahabat mq, hal pertama yang perlu dilakukan agar anda mudah menjaga konsentrasi dan fokus dengan apa yang sedang dikerjakan, adalah membuat serta menyusun rencana pekerjaan yang akan dilakukan saat itu.  Kita dapat mulai untuk membuat susunan rencana kerja untuk satu hari dengan terstuktur dan sistematis. Dengan demikian kita akan tahu apa saja yang akan,dan harus dilakukan, serta dapat dengan mudah menentukan prioritas dan menyelesaikan pekerjaan dengan efektif dan efisien  serta mendapatkan  hasil yang maksimal.

Ke dua, Mencari tahu hal yang menyebabkan hilang fokus

Sahabat mq. hal lain yang dapat anda lakukan untuk menjaga fokus saat mengerjakan perkerjaan, adalah dengan mencari tau hal yang dapat membuat kita sering kehilangan fokus. beberapa contoh umumnya seperti faktor kelelahan, rasa lapar, kecanduan gadget, hingga masalah personal atau ketagihan akan media sosial. Kita harus benar-benar cari tahu penyebab terbesarnya yang mengakibatkan hilangnya konsentrasi dan fokus kita, sehingga setelah kita menemukannyya, hendaklah kita mengevaluasi dan meninggalkan hal tersebut, dan kembali fokus pada pekerjaan kita.

Ke tiga, Jauhkan dari Aktifitas ‘Online’  atau aktifitas lainya yang Mengganggu Konsentrasi kita

Tak dimungkiri, salah satu penyebab hilangnya konsentrasi dan menjadi tidak fokus dalam mengerjakan sesuatu adalah aktifitas online yang mudah diakses di kantor, seperti gadget, media sosial, dan lainnya.Terlebih lagi saat ini kantor-kantor telah memfasilitasi ruang kerja dengan WiFi berkecepatan tinggi. Tak heran jika hal tersebut membuat banyak karyawan menjadi sering mengecek ponsel maupun membuka situs hiburan seperti facebook atau sekadar streaming Youtube. Oleh karenanya untuk membuat Anda menjadi lebih fokus, hindari penggunaan fasilitas online utamanya yang berkaitan dengan hiburan seperti media sosial, situs streaming, hingga situs belanja online yang belakangan juga marak digunakan untuk mencari barang diskonan.

Ke empat, Berikan hadiah atau apresiasi diri

Sahabat mq, jika kita termasuk tipikal orang yang menyukai reward, cobalah untuk memberikan hadiah pada diri kita sendiri, apabila akita dapat menyelesaikan tugas tepat waktu. Dengan memiliki reward, setidaknya hal tersebut mampu untuk memancing motivasi kita, dan seiring berjalannya waktu kita akan terbiasa mengerjakan sesuatu tepat pada waktunya.

Sahabat mq, kualitas suatu pekerjaan yang baik tentunya dapat dihasilkan ketika tubuh serta fikiran, dalam kondisi yang baik. Agar dapat secara maksimal mengerjakan sesuatu, maka kita juga perlu memahami dan bersikap tegas pada diri, untuk tidak mudah goyah pada hal-hal yang dapat membuat kita lalai, dan bekerja dengan tidak maksimal. Dan hasil yang maksimalpun tak lepas dari bagaimana cara kita mengerjakannya. Tentu saja, konsentrasi dan fokus dalam mengerjakan pekerjaan adalah kunci untuk mendapatkan hasil yang optimal. Untuk itu, lakukan cara-cara di atas untuk mendapatkan konsentrasi dan fokus yang dibutuhkan.

 

 

 

 

 

PERTOLONGAN ALLAH TERHADAP HAMBANYA

PERTOLONGAN ALLAH TERHADAP HAMBANYA

Kita senantiasa memohon kepada Alloh Ta’ala agar kita bisa diberikan jalan yang lurus pada setiap sholat kita. Dan sungguh yakinlah bahwa Alloh ta’ala mendengar doa kita jika kita memang khusyu dalam meminta pertolongan tersebut. Oleh karena itu Alloh Ta’ala mendengar doa kita dan mengabulkannya, walaupun caranya memang tidak kita sukai, tapi ingatlah bahwa itu adalah sebaik-baik cara oleh Alloh Ta’ala

Allah swt sangat senang jika hambanya berdo’a meminta pertolangan kepadaNya

Sejatinya tidak ada keberhasilan seorangpun tanpa pertolongan dari Allah swt. Sifat pemurahnya Allah jelas sangat beda dengan sifat pemurahnya manusia, jikalau manusia akan keberatan ketika terus menerus diminta pertolongan, sebaliknya dengan Allah swt sangat suka ketika hambanya senantiasa meminta pertolngan kepadaNya. Bahkan orang yang menolak pertolongan dari Alloh Ta’ala adalah termasuk golonga :

  1. Orang yang Ujub.

Orang ujub susah menerima pertolongan dari Alloh Ta’ala karena keinginannya adalah hanya ingin diberi kesenangan dan tidak menerima cara yang dia tidak sukai.

  1. Orang yang Sombong

Orang yang sombong pun susah dalam menerima pertolongan Alloh, karena jika dikoreksi walaupun koreksi itu adalah baik,  orang tersebut akan menolaknya.

  1. Orang yang senang dalam mencari alasan.

Jika kita senang membela diri untuk mencari alasan padahal kita salah,  maka orang ini akan susah sekali mendapatkan pertolongan Alloh Ta’ala.

Pertolongan Allah itu menyeluruh kepada setiap mahluknya

Pertolongan Allah itu tidak memandang apapun terhadap mahluknya, terlebih kepada hamba-hambanya yang taat kepadaNya, walaupun pertolongan Allah itu tidak selalu nampak atau kelihatan secara dzohir, tapi yakinlah setiap hembusan nafas kita tidak terlepas dari kasih sayang dan pertolongan Allah swt.

Jika kita hidup dengan diberi hidayah maka yang hendak  kita lakukan adalah :

  1. Sempatkan waktu untuk bisa mentafakuri diri.

Jangan terlalu sibuk terhadap urusan dunia kita,  karena kita perlu siapkan waktu untuk bisa mentafakuri diri. Dari waktu setelah sholatlah kita bisa mentafakuri diri dan mengingat akan dosa-dosa yang pernah kita lakukan.

  1. Mendatangi guru atau orang yang berilmu.

Kita harus senang mencari ilmu,  apalagi untuk zaman sekarang yang memang mudah sekali mendapatkan ilmu,  contohnya adalah dari internet untuk mendapatkannya. Tapi tetap bahwa mencari ilmu dengan mendatangi kajian adalah lebih baik.

  1. bercermin diri

Kita harus bisa melihat diri kita dengan sebenar-benarnya, dan juga memilki seseorang yang bisa melihat diri kita sendiri dengan sebenar-benarnya. Karena dengan memiliki seseorang yang bisa mengkoreksi,  kita bisa melihat kekurangan kita untuk nantinya bisa diperbaiki. Dan tidak ada salahnya kita dikritik dan dikoreksi oleh orang lain,  justru rugilah orang yang tidak mau dikritik atau dikoreksi oleh orang lain.

  1. Bijak terhadap orang yang tidak menyukai kita.

Kita bisa sikapi orang yang tidak suka kepada kita dengan bijaksana,  karena orang yang tidak suka dengan kita cenderung memiliki waktu lebih untuk melihat kesalahan-kesalahan kita dan bisa kita pakai untuk dijadikan bahan renungan kita untuk bertobat.

Adapun Jika kita diperlakukan tidak baik oleh orang lain maka yang harus kita lakukan adalah :

  1. Pelajaran agar kita tidak boleh melakukan keburukan yang sama.
  2. Bisa menjadi ladang riyadoh (latihan) untuk bisa melakukan kebaikan.
  3. Kita bisa mendapatkan ladang evaluasi diri kita.
  4. Bisa menjadi ladang amal kebaikan kepada kita.

Ketika kita dipertemukan dengan seseorang yang melakukan keburukan,  maka itu adalah bentuk suatu cara Alloh Ta’ala untuk mengingatkan kita agar tidak melakukan keburukan tersebut.  Begitu juga ketika kita diperlihatkan oleh Alloh tentang kebaikan orang lain, maka itu adalah bentuk pelajaran dari Alloh agar kita bisa meniru kebaikan tersebut.

SEGALA PUJIAN HANYA MILIK ALLAH DAN ATAS KARUNIA ALLAH SWT

SEGALA PUJIAN HANYA MILIK ALLAH DAN ATAS KARUNIA ALLAH SWT

Segala Pujian itu semuanya atas karunia Allah swt, dan karena Alloh menutupi aib, kekurangan, dosa, dan kejelakan diri. Mungkin orang lain memandang kita sholeh, baik, dermawan dan sebagainya, namun  itu hanya kata orang lain, tapi diri kitalah yang tahu bagaimana diri kita yang sesungguhnya. Mungkin bisa jadi sangat jauh dari kata sholeh, baik dan dermawan karna begitu banyak aib dan dosa yang Alloh tutupi dari diri kita.

Kita pun jangan sampai terlena oleh pujian makhluk karna dari pujian itu akan datang berapa banyak maksiat yang dapat mengotori hati kita.Sibuklah degan apa-apa yang Alloh suka dan Alloh pasti mengetahui nya dari pada kita sibuk dengan apa yang orang lain ketahui, karna akan cenderung membagus-baguskan topeng dari pada isi nya.

Apa yang penting bagi kita dipuji atau di koreksi?

Kebanyakan dari kita, mungkin lebih memilih untuk dipuji ketimbang dikorekai, karena secara dari nafsu, nafsu lebih mencintai pujian dari pada kritikan.  Pada hakikatnya segala yang ingin terlihat bagus oleh orang lain itu tidak perlu, namun  yang perlu itu adalah kita jadi orang baik, bagus karna ingin terlihat orang itu bukan urusan kita yang penting urusan kita itu adalah jadi Orang Baik. Kalau sudah jadi orang baik mau dicaci, dihina, disakiti tidak akan sakit hati karna semuanya bukan karna ingin dipuji, tetapi semata karena mengharap ridha sang Illahi.  Dikagumi, dipuji, dihargai, dibalas budii itu tidak perlu namun  yang kita perlukan bagiaman menjadi Orang Baik.

Bagaimana ketika amal atau kebaikankan kita tidak dipuji?

Dipuji atau tidaknya amal kita bukan jadi masalah bagi kita, karna hal itu bukan wilayah kita, yang menjadi wilayah kita adalah sikap kita disukai Alloh atau tidak. Efek dipuji dan dihina oleh makhluk untuk diri kita itu tidak ada apa-apa nya dan yang orang lain katakan kepada kita itu tetap saja semuanya atas kehendak Alloh. Dan yang paling penting kalau dipuji kita salah menyikapinya, maka akan menjadi sombong jatuhnya.

Mau bahagia?, tipsnya gak banyak kok.!

Makna bahagia itu adalah ketika hati kita memiliki ketanangan. Mungkin ada yang beranggapan kalau bahagia itu ketika memiliki harta yang melimpah, memiliki istri yang cantik, memiliki jabatan yang tinggi atau mungkin juga kita merasa bahagia ketika mendapatkan banyak pujian dari orang, terhindari dari cacian orang lain . Namun kesemuanya itu tidak akan menjadi bahagia, ketika hati kita tidak tenang.

Semua yang terjadi pasti atas izin dan ketentuan Alloh

Mau sebanyak apapun orang mengejek tapi semuanya tetap atas ketentuan Alloh. Jangan banyak berharap dan meminta kepada manusia karna semakin kita banyak berharap kepada makhluk maka akan semakin sakit hati.

Orang yang Beriman kalau dipuji itu malu karna dia yakin bahwa pujian itu tidak pantas untuk dirinya. Bayangkan saja kalau setiap dosa yang kita lakukan langsung Alloh balas pasti tidak akan ada orang yang ingin dekat dengan kita apalagi dihargai orang.

Jadi jangan merasa diri terhormat karna ilmu dan jabatan,  karna Alloh tau kita ini seperti apa, tau diri ini begitu banyak dosa nya. Terus berusaha menjadi pribadi yang senantiasa ikhlas karena Allah semata. Berikut tips  5 Rahasia agar menjadi Ikhlas :

  1. Jangan Diketahui Amalan Rahasia oleh Orang Lain
  2. Jangan Ingin Dilihat Orang Lain
  3. Jangan Ingin Dipuji
  4. Jangan Ingin Dihargai
  5. angan Ingin Dibalas Budii

Berusahalah menjadi orang yang setiap waktu nya semakin produktif dan terus lakukan PDLT  (Perbaiki Diri Lakukan yang Terbaik ) sampai ajal menjemput  menjadi baik dan Husnul Khatimah.

DENGAN DZIKIR HATI MENJADI TENANG

DENGAN DZIKIR HATI MENJADI TENANG

Dzikrullah merupakan  suatu amalan yang dapat mendatangkan maghfirullah (ampunan Allah). Allah swt memerintahkan setiap orang beriman untuk mengingat-Nya. Dalam istilah aslinya disebut dzikrullah. Sebagaimana Allah swt berfirman dalam Qs. Al-Baqarah ayat 152 dan Qs. Al-Ahzab ayat 41 :

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Artinya :

Karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepada kalian dan bersyukurlah kalian kepada-Ku serta janganlah (sekali-kali) kalian mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS al-Baqarah [2]: 152).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Artinya :
Dia berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS al-Ahzab [33]: 41).

Kalau kita ingin diampuni dosanya, ingin hidup bahagia, serta ingin diperlakukan spesial oleh Alloh swt, maka perbanyaklah dzikrullah. Dan ketahuilah, dzikrullah menjadi suatu perintah karna salah satu rukun iman dan rukun islam semuanya dzikir kepada Alloh.

Maka diukurnya kualitas seseorang dihadapan Allah swt yaitu  dengan banyak nya dzikirullah atau berdzikir kepada Allah swt. Dan kata Rosulullah shalallahu alaihi wa sallam, bahwasannya  orang yang tidak berdzikir, seperti orang yang antara hidup dan mati.  Maka dari itu  kita sangat perlu untuk mengevaluasi diri kita seberapa banyak dzikir kepada Alloh.

Dzikir membuat hati sakinah (tenang).

Yang membuat hati kita tenang, yakni  hanyalah Alloh swt. Oleh karenanya dengan kita memperbanyak dzikir kepada Alloh, Allah tenangkan hati kita dikala hati kita sedang  gelisah. Dengan izinNya lah Alloh membuat kita bisa berfikir lebih jernih dan jitu.

Mendengar, melihat, ingin sesuatu semuanya ciptaan Alloh maka ingat lah kepada Alloh dan meminta lah kepada Alloh. Dan tiadalah musibah yang dapat menimpa kita sekcil apapun kecuali atas izin Alloh.

Masalah terbesar kita adalah banyak mikir kurangnya berdzikir.

Banayaknya masalah dalam kehidupan kita, bisa jadi karena terlalu banyak mikir, terlalu mentuhanka ikhtiar, tapi kurang berdzikir. Tidak dilibatkannya Allah di setiap ikhtiar yang kita lakoni, maka yang ada diri kita akan setres dan galau. Oleh karenanya tanamkan didalam hati kita, disetiap langkah dan hembusan nafas kita untuk berdzikir kepada Allah swt.

Sebenarnya dalam shalatpun semua nya terkandung dzikirullah, tapi kebanyakan dari kita adalah berdzikir hanya dilisan saja, yakni berdzikir tapi dihati tidak berdzikir. Memantapkan hati ketika berdzikir itu bisa dilatih. misalnya kalau kita ingin berlatih belum bisa dzikir dengan hati maka bisa diawali dengan dzikir dengan lisan nanti akan berlanjut dzikir dengan hati.Dan kalau kita sulit berdzikir dan kurang yakin ke Alloh maka teruslah meminta kepada Alloh.

Dzikir adalah kunci keberhasilan

Penting sekali bagi kita untuk senantiasa dzikrullah, kalau kita ingin beruntung kata kunci nya adalah dzikrullah. Dzikrullah adalah mengingat Allah dan ada tingkatannya, berikut tingkatannya:

– Ada yang mengingat Allah hanya karena ilmu saja (ilmul yakin)

– Ada yang mengingat Allah dan bisa merasakan perbuatan-perbuatan Allah (ainul yakin)

– Ada yang mengingat Allah dan sangat yakin akan Allah melihat kita serta sudah melewati ilmunya dan proses muhajadah (haqul yakin)

Sahabat MQ, seyogyanya dzikir kita itu harus meningkat terus karena kalau tidak maka ketenangan hati kita akan kurang.  Ahli dzikir itu mereka akan sabar dengan apa yang terjadi karena mereka yakin apa yang menimpa pada dirinya adalah dengan izin Allah dan sudah di ukur oleh Allah serta pasti ada kebaikan di dalamnya.

Ayoo sahabat kita tingkatkan dzikirnya mulai dari dzikir lisan dan mulai sambil mentafakuri setiap perbuatan Allah dan dzikirlah dengan hati yang penuh keyakinan kepada Allah Ta’ala.

Semua ini tidak akan terjadi kecuali dengan pertolongan Allah makan teruslah berdoa

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik”

[Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu]

(HR. Abu Daud dan Ahmad, shahih).

Memaknai Kehidupan Rumah Tangga bersama Keluarga Nabi Syu’aib

Memaknai Kehidupan Rumah Tangga bersama Keluarga Nabi Syu’aib

Keluarga merupakan kelompok terkecil dalam tatanan umat. Oleh karenanya baik buruk umat sangat bergantung kepada baik buruknya keluarga. Seandainya instrumen terpenting umat ini tidak dibina dengan baik dan benar, maka mustahil mengharapkan terwujudnya kehormatan dan kemuliaan Islam.

Mengingat begitu pentingnya peranan keluarga, maka Islam memberikan perhatian yang sangat besar pada pembinaan keluarga dengan referensi yg tetap merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunah Rasul.

Dalam Al-Qur’an terdapat banyak potret keluarga, meskipun terjadi pada masa dan lingkungan yang berbeda dengan saat ini, akan tetapi tetap mengandung banyak hikmah dan pelajaran berharga yang senantiasa kekal sepanjang zaman. Salah satu pelajaran berharga tentang kehidupan berumah tangga dapat kita ambil dari keluarga Nabi Syu’aib bersama kedua puterinya dan Nabi Musa.

Lari dari Mesir untuk menghindari pengejaran tentara Fir’aun, Nabi Musa as. tiba di sebuah negeri yang bernama Madyan. Di sana ia melihat kerumunan manusia yang sedang berdesak-desakan untuk mengambil air dari sebuah sumur. Tak jauh dari kerumunan itu tampak dua orang gadis sedang berdiri menunggu hingga kerumunan itu bubar. Musa mendekati kedua gadis tersebut dan bertanya, “Kenapa dengan kalian?” Keduanya menjawab, “Kami tidak bisa mengambil air sampai mereka semua selesai, sementara ayah kami sudah sangat tua”. Tanpa pikir panjang lagi, Nabi Musa as. segera membantu kedua gadis itu untuk mengambil air.

Tidak berapa lama setelah itu, salah seorang dari kedua gadis itu disuruh oleh ayahnya untuk  mengundang Nabi Musa as. (Gadis itu menyampaikan undangan sambil malu-malu), hal ini dibalas oleh Nabi Musa as. dengan bijak dan berwibawa, Nabi Musa as. meminta gadis itu untuk berjalan di belakangnya sehingga terjaga pandangan dan bisikan hati dari hal-hal yang dihembuskan oleh setan dan hawa nafsu. Muru`ah (harga diri) laki-laki muslimlah yang  mendorong Nabi Musa as. untuk menjaga hati dan juga ‘iffah (kesucian diri) gadis itu.

 

{فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَاءَهُ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ} [القصص : 25]

Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: “Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami”. Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu’aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu’aib berkata: “Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu”.

Ternyata ayah sang gadis bermaksud menawarkan Nabi Musa untuk menikahi salah seorang puterinya. Tawaran itu pun dibalas oleh Nabi Musa dengan penuh mulia yaitu pengabdian selama lebih kurang delapan tahun sebagai mahar dari pernikahan tersebut.

 

Dari petikan kisah ini ada beberapa pelajaran berharga yang dapat kita ambil.

PERTAMA

Nabi Syu’aib as. menjadi teladan bahwa ayah memiliki peran yang sangat penting dan besar dalam pendidikan dan pembinaan anak gadisnya sehingga puterinya dapat tumbuh menjadi muslimah shalihah yang taat, berbakti dan mampu menjaga kehormatan diri dan keluarganya.

KEDUA

Nabi Syu’aib as. menjadi teladan bahwa ayah harus mengambil sikap berani, tegas dan bijak dalam mengestafetkan tanggung jawab dunia akhirat atas puterinya kepada laki-laki shaleh dan bertanggung jawab yang layak menjadi imam bagi buah hatinya. Bukanlah sebuah aib ketika orang tua menawarkan puterinya kepada seorang pemuda yang ia kagumi pribadi dan agamanya. Bahkan itu sudah menjadi hal yang lumrah di masa Rasulullah saw. dan salafusshaleh. Diriwayatkan bahwa Umar r.a. menawarkan puterinya, Hafshah kepada Abu Bakar, tapi Abu Bakar tidak memberikan jawaban. Kemudian Umar menawarkannya kepada Utsman, tetapi Utsman mohon maaf tidak bisa menerima tawaran tersebut. Umar sempat merasa kurang enak memperoleh reaksi yang demikian dari kedua sahabatnya tersebut. Ternyata di balik usaha Umar untuk mencarikan suami yang saleh bagi puterinya, Allah swt. telah menakdirkan seorang suami terbaik dan paling ideal untuk putrinya yaitu Rasulullah saw.

✒ Nabi Syu’aib as. telah mengambil sebuah keputusan yang  berani ketika ia menikahkan salah seorang puterinya dengan seorang pemuda asing (Nabi Musa as) yang tidak memiliki apa-apa selain agama. Faktor ini pulalah yang seharusnya menjadi pertimbangan utama bagi setiap orang tua muslim dalam mencarikan jodoh untuk buah hatinya. Rasulullah saw bersabda, “Apabila datang kepadamu pemuda yang kamu sukai agamanya maka nikahkanlah ia (dengan puterimu), karena kalau tidak akan timbullah fitnah”.   Hubungan suami istri adalah hubungan sakral yang akan terjalin untuk selama-lamanya. Seandainya orang tua tidak cermat dan bijak  memilihkan calon pasangan untuk anak-anaknya maka sulit  mengharapkan mereka akan memperoleh kehidupan yang bahagia, damai dan harmonis dalam mengarungi bahtera rumah tangganya.

✒Faktor lain yang menjadi pertimbangan bagi Nabi Syu’aib as untuk menikahkan salah satu puterinya dengan Nabi Musa as. adalah bahwa Nabi Musa adalah seorang pekerja keras dan penuh tanggung jawab. Hal ini tampak dari bantuan yang diberikannya pada kedua gadis puteri Nabi Syu’aib saat mengambil air. Bahkan Nabi Musa as. memberikan mahar  dalam bentuk pengabdian kerja kepada Nabi Syu’aib as. selama delapan tahun.

KETIGA

Sikap puteri Nabi Syu’aib as. yang menerima pilihan ayahnya menjadi teladan bagi para gadis, bukanlah kuno dan tidak menghargai hak asasi jika ayah memilihkan calon suami yang shaleh dan bertanggung jawab untuk menjadi imam bagi dirinya.

KEEMPAT

Ibadah ritual yang baik, tidak cukup bila tidak diikuti dengan aplikasi nyata dari ibadah tersebut dan hubungan yang baik dengan sesama. Dua puteri Nabi Syu’aib memberikan pesan bahwa ketaatan dan aktivitas ibadah bukan berarti tidak berinteraksi dengan sesama, mereka berdua tetap berhubungan dengan kaumnya … mengantri mengambil air dengan tetap memperhatikan adab serta akhlak Islami yang mulia.

KELIMA

Kaum Nabi Syu’aib as. dikaruniai harta yang berlimpah namun mereka musyrik serta suka melakukan kecurangan dalam timbangan dan takaran. Nabi Syu’aib ‘alaihissalam mengajak mereka untuk beribadah hanya kepada Allah, melarang berbuat syirik, memerintahkan agar berbuat adil dan jujur dalam bermuamalah, mengingatkan mereka agar jangan merugikan orang lain, serta menyampaikan ancaman Allah  dengan azab yang mengepung mereka di dunia juga di akhirat nanti. Kita bisa mengambil pelajaran, di lingkungan yang bagaimanapun … sebagai hamba yang beriman kepada Allah, seyogyanya kita tetap memiliki jati diri yang utuh, istiqamah dalam ketaatan dan terus berjuang untuk menegakan kebenaran, tidak begitu saja terpengaruh oleh lingkungan !!!

Demikianlah sekelumit potret  keluarga Nabi Syu’aib sebagai keluarga teladan dalam Al-Qur’an.  Bersama kita jadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman dan sumber inspirasi utama, karena tidak ada manhaj (konsep) hidup yang lebih sempurna selain yang telah digariskan oleh Al-Qur’an dan Sunnah.

 

sumber : Kajian Rumahku surgaku-radio mqfm @umiike

HIDUP DALAM BIMBINGAN ISLAM

HIDUP DALAM BIMBINGAN ISLAM

Islam adalah agama untuk penyerahan diri semata-mata kepada Allah, yakni hidup kita, hati kita, seluruh amalan yang kita lakukan semata kita pasrahkan kepada Allah swt. Islam adalah  agama semua nabi, agama yang sesuai dengan fitrah manusia, agama yang menjadi petunjuk manusia, mengatur hubungan antara manusia dengan Rabbnya dan manusia dengan lingkungannya.

Sahbaat MQ,Jika kita diharuskan masuk kehutan,  tetapi ada 2 pilihan.

  1. Masuk ke hutan dengan ilmu dan pengalamannya sendiri, atau
  2. Masuk ke hutan dengan melapor dan memasrahkan diri kepada pemilik hutan.

Karena sudah ada penguman barang siapa yang patuh,  maka akan di bimbing hingga sampai tujuan. Kira kira yang mana perjalanan yang akan dinikmati?  Orang dengan pilihan pertama?  Atau ke dua? Kira kira orang yang paling letih itu orang dengan pilihan pertama? Atau ke dua?

Dua duanya sama sama perjalanan di hutan,  tapi yang paling efektif adalah pilihan nomor 2.

Ilustrasi kecil tentang kehidupan.

Pilihan no satu adalah orang yang belum beragama,  yang hidup dengan mengandalkan akal dan ikhtiar sendiri. Sedangkan pilihan no dua adalah orang yang benar benar memasrahkan hidupnya kepada Alloh karena yakin bahwa Alloh akan berikan yang terbaik untuk dia dan dilindungi dalam jaminan Alloh.

Maka itulah hidup, kita tinggal pilih saja ingin ambil pilihan seperti apa?  Hidup sendiri?  Atau hidup yang senantiasa di tolong oleh Alloh?

Yang harus kita pikirkan saat ini adalah bagaimana berjuang menjadi orang yang layak untuk di tuntun dan di jamin oleh Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah maha tahu tentang permasalahan mahluknya

Alloh tau masalah kita? Alloh tau keperluan kita? Alloh mengetahui semuanya,  maka dalam hidup ini yang harus kita lakukan adalah berjuang menjadi orang yang layak mendapati jaminan dari Alloh.

Bagaimana caranya?

Dalam hal ini kita ita harus mempunyai dua mujahadah, yaitu :

Mujahadah adalah mengelarkan segala daya dan upaya supaya Alloh menyukai kita,  dan mujahadah yang bagus adalah mujahadah yang fokus kepada hati yang bersih dan amal yang diterima. Karena hati itu harus selalu dibersihkan,  dibersihkan dari apa?  Dibersihkan dari Alihah, yaitu tuhan-tuhan yang selama ini bersemayam di hati kita.  Karena Alloh itu tidak suka dengan kemusrikan,  maka kita harus sering memeriksa hati kita ini ada siapa dan apa yang selama ini mendominasi hati kita yang harap dan takutnya kepada selain Alloh.

Apa yang kita dapat jika memiliki hati yang bersih?

Manfaat memiliki hati yang bersih :

  1. Hatinya akan bersih, dan akan diberi ketenangan. Orang yang hatinya bersih tidak akan gelisah dengan urusan dunia. Karena harap dan takutnya hanya kepada Alloh.
  2. Lebih mementingkan apa yang disukai Alloh dari apa yang disukai dirinya sendiri.
  3. Kita akan merasa ringan & mudah dalam taat.
  4. Sulit berbuat maksiat.

Yakinlah bahwa kita semua adalah ciptaan Alloh Ta ‘ala dan yakinlah bahwa Alloh lah yang selalu memberikan bisikan yang terbaik kepada kita.Semua tubuh kita ini adalah milik Alloh dan yang mengurusnya adalah Alloh Ta’ala. Sehingga segala perbuatan dan juga apa yang kita katakan pastilah Alloh Ta’ala tahu dan juga Alloh Ta’ala pasti tahu akan niat dibalik apa yang kita lakukan tersebut.

Orang yang sudah yakin kepada Alloh Ta’ala, pastilah dia sudah meyakini dengan sebaik-baiknya bahwa Allah Ta’ala lah yang memiliki segala kekuasaan dan juga segala keputusan. Dan yakinlah bahwa keyakinan ini bisa diraih hanya dengan adanya ilmu.

 

SETIAP WAKTU ADALAH AMAL SHALEH

Agama Islam adalah agama yang paling banyak melihat waktu, karena setiap waktu yang ada pasti sudah diatur dalam segala hal. Oleh karena itu seharusnya umat Islam adalah umat yang paling bisa mendapatkan kualitas waktu yang terbaik. Karena segala aturan sudah diberi arahan yang terbaik oleh Alloh Ta’ala. Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).

Setiap waktu pasti ada hak Alloh Ta’ala di dalamnya

Dan seseorang yang serius dalam memakai waktu nya, pastilah dalam waktu tersebut terdapat ilmu-ilmu dan hikmah yang bisa didapatkan dan juga dipelajari. Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ.مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. (lngatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri.Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (QS. Qaf 50: Ayat 16-18)

Apa yang mencirikan seseorang memiliki tingkatan iman yang tinggi ?

Yang menjadi ciri seseorang memiliki tingkatan keyakinan yang tinggi adalah dari keyakinan hauf dan rodja kita kepada Alloh Ta’ala. Dan jika seseorang sudah yakin kepada hal tersebut, maka dia akan susah jatuh akan keimanannya.

Orang yang sudah yakin kepada Alloh Ta’ala, pastilah dia sudah meyakini dengan sebaik-baiknya bahwa Allah Ta’ala lah yang memiliki segala kekuasaan dan juga segala keputusan.Dan yakinlah bahwa keyakinan ini bisa diraih hanya dengan adanya ilmu.

Keberuntungan itu berbanding lurus dengan keyakinan. Jika kita sudah yakin kepada Alloh Ta’ala, pastilah keberuntungan dan juga kebaikan bisa kita dapatkan. Dan juga jika kita yakin akan keyakinan ini, pasti kita bisa selalu berbuat ikhlas. Jika dia diberi ujian maka dia akan sabar, dan jika diberi nikmat dia akan syukur.

Dalam menuntun ilmu kita bisa mendapatkan pengetahuan, tapi yang paling penting adalah bagaimana kita bisa meyakini Alloh Ta’ala dengan ilmu yang kita dapatkan. Dan keyakinan itu menjadi ada ketika kita bisa mengamalkan keyakinan itu dengan akhlak yang mulia.

Setiap waktu kita itu harus bisa menjadi amal sholeh

Segala aktifitas yang kita lakukan adalah amal sholeh. Karena jika kita mati, hal yang kita bawa hanyalah amal sholeh. Oleh karena itu perbanyaklah beramal sholeh, karena dengan beramal sholeh kita bisa mendapatkan ridho dan bantuan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Jika kita ingin melakukan amal sholeh maka yang perlu kita perhatikan adalah :

  1. Niatnya Ikhlas
  2. Amalnya sesuai dengan apa yang diajarkan oleh ajaran Islam

Inti dari sabar adalah dari bagaimana kita bisa  menahan diri dari segala nafsu. Karena biasanya yang disukai oleh Alloh Ta’ala itulah yang tidak disukai oleh nafsu.

Dan yang perlu kita perhatikan pada waktu kita adalah :

  1. Setiap waktu harus bisa menjadi penguat iman.
  2. Setiap waktu harus bisa menjadi penambah ilmu.
  3. Setiap waktu bisa menjadi sebuah dakwah walaupun itu kecil.
  4. Setiap waktu bisa menjadi jalan kita untuk bisa menahan segala nafsu yang buruk bagi kita.
FOKUS MENJAGA HATI DAN AMAL

FOKUS MENJAGA HATI DAN AMAL

Tidak ada satupun di alam semesta ini, kecuali ciptaan Allah swt. Tidak ada satupun di jagat raya ini , kecuali milik Allah swt. Tidak ada satupun isi alam semesta ini, kecuali Allah yang mengurusnya di setiap saatnya. Tidak ada yang bisa terjadi, tanpa seizin Allah swt. Bahkan bergabungnya jin dan manusia menginginkan atau membantah sesuatu, tidak akan pernah terwujud tanpa seizin Allah swt.

Allah swt mengetahui segalanya terhadap seluruh mahluknya

Allah swt mengetahui segala-galanya terhadap seluruh mahluknya, tetapi fokus yang menjadi penilaian Allah kepada mahluknya bukan dari bnetuknya ataupun dari fisiknya, melainkan dari hati dan amal-amalnya. Sebagimana dalam sabda Rasulullah saw :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564).

Orang yang fokus mencari kedudukan disisi Allah adalah orang yang fokus memperbaiki niat dan amalnya

Maka dari itu kesibukan yang sesungguhnya adalah fokus kepada dua hal ini, yaitu fokus memperbaiki hati dan amal kita. Siapapun yang akan mencari kedudukan disisi Allah swt, seyogyanya haruslah fokus, bagaimana hatinya memiliki derajat Qolbus salim, dan amal-amalnya yang diterima oleh Allah swt.

Baik buruknya amal tergantung dari niatnya

Semua orang bisa berbuat amal, tetapi kalau hatinya salah, maka jadi masalah. Karena apapun amal kita, seberapa besar kecilnya amal kita itu tergantung kepada niat kita, tentunya niat yang baik berawal dari hati yang baik pula. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah saw :

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907].

Hadits ini menjelaskan bahwa setiap amalan benar-benar tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan balasan dari apa yang ia niatkan. Balasannya sangat mulia ketika seseorang berniat ikhlas karena Allah, namun ketika seseorang  berniat beramal hanya karena mengejar dunia seperti karena mengejar wanita, yang mana  dalam hadits disebutkan contoh amalannya yaitu hijrah, ada yang berhijrah karena Allah dan ada yang berhijrah karena mengejar dunia. Maka balasan dari Allah swt adalah sesuai dengan niatnya. Jadi beruntunglah orang yang berniat lurus karena Allah, dan merugilah orang yang beramal ada persaan bukan karena Allah, walaupun tercapai dari niat sisi dunianya, namun disisi Allah amal tersebut tidak ada nilainya.

Jadi jangan merasa aman dengan banyaknya ilmu dan banyaknya amal, karena belum tentu dengan ilmu dan amal tersebut dapat mengantarkan kita ke surga, selama dalam hatinya masih ada harapan terhadap mahluk.

Aman itu kalau kita bersungguh-sungguh setiap saat untuk riadoh (melatih diri) dengan sungguh-sungguh melepaskan keinginan mempunyai kedudukan disisi mahluk, karena yang demikianlah yang merusak amal-amal kita. Betapa sering kita ingin diakaui , dipuji, dikagumi oleh mahluk, yang mana yang demikian itu hanyalah kepuasan semata, tetapi merusak terhadap amal kita dan keberkahan amal kita.

 

 

 

 

 

 

TIPS  CEGAH TIPES DI MUSIM HUJAN

TIPS CEGAH TIPES DI MUSIM HUJAN

Sahabat mq, musim hujan biasanya menjadi musim dimana sering bermucunculan penyakit-penyakit, baik itu filek, flu, pusing, migren dan masuk angin. Karena pada musim hujan merupakan masa di mana kuman penyebab penyakit semakin aktif berkembang biak, hal ini karena saat musim hujan, udara dan beberapa tempat menjadi lembab, yang tentu saja kondisi ini sangat disukai oleh bakteri untuk berkembang biak, termasuk bakteri penyebab tipes.

Tipes atau tifoid merupakan salah satu penyakit yang cukup berbahaya, selain masa penyembuhannya cukup lama, dan biasanya orang yang terkena penyakit tifes atau tifoid harus dilakukan perawatan, penyakit tifes juga bisa menyebabkan berbagai komplikasi yang berbahaya.

Lantas bagaimana cara pencegahan penyakit tifes atau tifoid ketika dimusim penghujan ?, berikut tips atau cara mencegah penyakit tipes di musim hujan :

Yang pertama, Melakukan imunisasi

Sahabat mq, melakukan vaksin termasuk dalam salah satu cara untuk mencegah tipes di musim hujan.  Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, vaksin tifoid diberikan untuk anak di atas usia dua tahun. vaksin ini juga perlu dilakukan setiap tiga tahun sekali, bagi orang dewasa, sebelum melakukan vaksin, sebaiknya untuk dapat berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

Yang kedua, Menjaga kebersihan

Sahabat mq, menjaga kebersihan diri dan tempat tinggal merupakan suatu hal yang wajib dan perlu dilakukan, baik saat musim hujan, maupun kemarau. Terlebih dalam agama islampun Rasulullah saw mengajarkan kepada kita umatnya untuk senantiasa menjaga kebersihan. Bahkan dalam sabdanyapun Rasulullah saw berkata bahwa “Kebersihan itu sebagian dari Iman”.  Maka dari itu menjaga kebersihan itu harus sudah tertanam dalam kesadaran masing-masing, karena tidak hanya untuk menghindari virus yang dapat menyerang di saat musim hujan, tapi untuk menghindari dari penyakit-penyakit yang lainnya, yang biasanya wabah penyakit itu berawal dari tempat yang kurang bersih.

Kemudian  biasakan untuk selalu mencuci tangan dan kaki, dengan sabun, hal ini karena, infeksi bakteri salmonella typhi, atau bakeri yang mendatangkan penyakit virus, dapat datang dari mana saja, termasuk dari tangan dan kaki.

Yang ketiga, Selektif dalam memakan jajanan

Sahabat mq, penyakit tipes dapat menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi. Oleh karena itu, sebaiknya sahabat lebih selektif dalam memilih jaja-nan jalanan yang hendak dimakan,  karena makanan yang dibiarkan terbuka lebih berisiko dihinggapi oleh lalat, dan darisanalah awal mula penyebaran bakteri, yaitu bakteri dari lalat yang dibawa dari tempat-tempat kotor yang ia hinggapi ke makanan yang dihinggapi lalat pula.

Yang ke empat, Menjaga daya tahan tubuh

Sahabat mq, penyakit akan sangat mudah menginfeksi orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah, apalagi di musim hujan, sistem kekebalan tubuh mudah sekali menurun, maka dari itu, jagalah daya tahan tubuh, agar tetap kuat.  misalnya dengan memiliki waktu tidur yang cukup, dan banyak mengkonsumsi buah serta sayur yang mengandung vitamin c.

Yang ke lima, Gaya hidup yang sehat

Sahabat mq, sumber penyakit biasanya berawal dari gaya hidup yang gak sehat, memiliki gaya hidup yang sehat terlihat gampang, namun tidak banyak orang yang bisa melaksankannya. Perlu keinginan, kesungguhan dan komitmen untuk menciptakan gaya hidup yang sehat.

Apa saja gaya hidup sehat itu ?, diantarnya yaitu dengan membiasakan makan teratur dan dengan makanan yang cukup gizinya, tidak banyak begadang, dan berolahraga yang rutin dan terjadwal.

Sahabat mq, tipes merupakan penyakit yang dapat menular dan menyebar ke seluruh tubuh, maka dari itu kebersihan diri, serta lingkungan perlu untuk selalu dijaga, dan diperhatikan secara serius, serta senantiasa menjaga daya tahan tubuh, dan membiasakan pola hidup yang sehat. Namun apabila sudah terlanjur terkena tipes, segera lakukan penanganan yang tepat, agar tidak sampai mengalami komplikasi serius yang berakibat fatal.

 

 

Sumber            : hellosehat.com

 

HARI KIAMAT

HARI KIAMAT

Salah satu rukun iman yang 6 diantaranya yaitu beriman kepada hari akhir. Yang mana sebagaimana telah Allah jelaskan dalam beberapa firmannya, bahwa suata saat alam ini akan hancur sehancur-hancurnya, bumi mengguncangkan perutnya, gunung meletus, air laut tumpah ke darat, pelanet-pelanet bertabrakan, halilintar menyambar, angin taupan bertiup, semua yang bernyawa akan mati, maka inilah yang dinamakan dengan kiamat. Sebagaimana firman Allah swt dalam QS. Al-Waqi’ah ayat 1-9 :

إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ ﴿١﴾لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ﴿٢﴾خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ ﴿٣﴾إِذَا رُجَّتِ الْأَرْضُ رَجًّا ﴿٤﴾وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا ﴿٥﴾فَكَانَتْ هَبَاء مُّنبَثًّا ﴿٦﴾

Artinya :

Apabila terjadi hari kiamat, terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal).  (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya,  maka jadilah dia debu yang beterbangan.

Hari kiamat akan datang dengan tiba-tiba

Hari kiamat itu pasti akan kedatangannya, namun untuk waktu tepatnya Allah merahasiakannya, tidak seoangpun yang tahu kapan hari kiamat itu terjadi, sekalipun rasulullah saw pun. Terjadinya hari kiamat mutlak kuasanya Allah swt, dan Allah berhak menentukan kapanpun terjadinya hari kiamat, namun hari kiamat tidak akan terjadi sebelum tanda-tanda yang rasul saw gambarkan belum terjadi. Namun percayalah bahwa hari kiamat akan datang dengan tiba-tiba, supaya tiap-tiap diri itu dibales dengan apa yang ia usahakan selama hidupnya di dunia. Sebagaimana firman Allah swt dalam Qur;’an Surah Al A’raf (Q.S 7, ayat 187)

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي ل ا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلا هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِوَالأرْضِ لا تَأْتِيكُمْ إِل ا بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

Artinya :
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Huru-hara hari kiamat

Hari kiamat adalah hari yang besar perkaranya dan berat huru haranya. Pada hari itu, hamba-hamba dihantui rasa takut dan terkejut, dan terangkat padanya pandangan-pandangan gelap. Hari dimana seluruh manuusia lebih sibuk mememntingkan  dirinya sendiri, tanpa memperhatikan anaknya, saudaranya, suami atau istrinya, serta ibu atau bapaknya. Karena pada waktu itu tidak ada lagi kesempatan memperhatikan orang lain, melainkan memperhatikan diri sendirinya pun tidak akan sempat.

Pada hari itu tidak ada lagi tempat perlindungan. Karena seluruh alam, baik di bumi maupun di langit mengalami kehancuran. Tidak ada satu orangpun yang dapat selamat dari peristiwa hari kiamat. Seluruh mahluk hidup serta benda-benda yang ada di langit dan di bumi hancur lebur, dan tidak ada sedikitpun yang tersisa dan selamat.

Hari kiamat, bukti kemaha besaran dan kemaha benaran Allah swt

Disinilah bukti kemaha besaran dan kemaha benaran Allah swt, bahwa hari kiamat akan benar-benar terjadi tinggal menunggu kapan terjadinya hari tersebut. Percaya akan adanya hari kiamat bagian dari keabsahan keimanan kita, karena beriman kepada hari kiamat adalah salah satu dari rukun iman, yang wajib umat muslim mengimaninya.

Percaya atau mengimani terhadap hari kiamat, bukan untuk membuat kita pesimis akan kengerian peristiwanya, melainkan hendaknya tertanam di hati setiap orang muslim, untuk senantiasa meningkatkan bekal kita menuju kehidupan di akhirat setelah terjadinya hari kiamat. Karena kelak selepas hari kiamat terjadi akan ada hari seluruh manusia dibangkitkan dan akan menjalani kehidupan yang sesungguhnya, yaitu kehidupan di kampung akhirat.