MEMULIHKAN SEMANGAT YANG PATAH

MEMULIHKAN SEMANGAT YANG PATAH

Setiap orang memiliki cita-cita dan harapan yang ingin digapai, cita-cita dan harapan merupakan suatu hal yang dapat menggairahkan kita untuk bekerja keras dalam menggapainya. Namun dalam perjalanannya, tentu tak semudah membalikan tangan, perlu perjuangan, pengorbanan dan keistiqomahan yang sungguh-sungguh.

Tak sedikit orang yang gagal dalam ikhtiar untuk menggapai cita-citanya, faktornya banayak sekali, baik karena lelahnya perjuangan yang tak kunjung samapi pada titik temu apa yang kita harapkan, ada yang gagal karena tergoda oleh bisikan nafsu semata, ada juga yang karena bentuk ikhtiar yang hari ke harinya sudah mulai tidak istiqomah, dan ada juga karena hilangnya keyakinan pada diri akan capaian cita-cita tersebut, serta banyak faktor yang lainnya.

Tantangan  dalam mengapai cita-cita

Sahabat MQ, terkadang memupuk semangat pada diri kita, bisa dikatakan mudah, karena disana kita memiliki tujan, yakni cita-cita dan harapan-harapan kita. Biasanya ketika kita memiliki tujuan yang akan dicapai, diri kita senantiasa hendak termotivasi untuk bisa merealisasikannya. Namun yang menjadi terasa sulitnya itu adalah mengkonsistenkan atau mengistiqomahkan  semangat yang kista miliki. Naik turunnya girah (semagat) pada diri kita itu menjadi tantangan dalam proses pencapaian cita-cita dan harapan kita.

Lantas bagaimana cara mengatasi atau memupuk kembali semangat kita yang mulali turun?

Dalam mengatasi atau memupuk kembali semangat  kita yang mulai turun yang pertama adalah Luruskan dan benahi niat kita. Maka dalam pembenahan niat ini, niatkan apa yang menjadi cita-cita dan harapan kita ada nilai ibadah dan ada nilai kebaikan buat orang lain. Karena  barang siapa yang ingin berniat dengan niat yang baik dalam amalnya, harus melihat faktor pendorong yang mengajaknya untuk mengerjakan amal tersebut, sehingga dia bersungguh-sungguh yang menjadi pendorong utama adalah ridho Allah, taat kepada-Nya dan mengerjakan perintah-Nya.

Maka dengan ini niatan itu akan menjadi karena Allah –ta’ala-, kemudian setelah itu ia harus menjaga pendorong utama untuk beramal, murni karena Allah, tidak berpaling darinya di tengah-tengah amal, hati dan niatnya tidak berubah-ubah, tidak berpaling kepada selain Allah, dan tidak dihinggapi kesyirikan lainnya. Seperti dalam hikayat di zaman para sahabat berikut ini :

Kisah sang palnglima perang dalam membangkitkan semangat perjuangan

Menjelang perang mu’tah rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menujuk tiga orang panglima, mereka adalah zaid bin haritsah, ja’far bin abi thalib dan abdullah bin rawahah. Kemudian berangkatlah 3000 pasukan kaum muslimin menuju medan jihad, namun ketika rombongan sampai di ma’an, kaum muslimin mendapat kabar bahwa pasukan yang akan mereka hadapi berjumlah dua ratus ribu orang bersenjata lengkap, tentu kabar ini mengguncang semangat pasukan muslimin.

Seseorang kemudian menyampaikan usulan, “kita tulis saja surat kepada rasulullah, kita sampaikan kepada beliau jumlah musuh kita, bisa jadi beliau akan mengirimkan pasukan tambahan”, mendengar usulan tersebut, ada yang setuju dan ada pula yang tidak memberi tanggapan, hingga suasana hening sesaat.

Tiba-tiba, abdullah bin rawahah sang panglima ketiga berseru, “saudara-saudaraku, sesungguhnya apa yang tidak kalian sukai ini justru merupakan tujuan dan cita-cita keberangkatan kita, tidakkah kalian merindukan syahid? kita memerangi musuh bukan mengandalkan senjata, kekuatan atau banyaknya jumlah pasukan, melainkan kita memerangi mereka dengan mengandalkan agama yang allah swt muliakan kita karenanya. Maka dari itu, majulah dengan barokah Allah!, kita pasti memperoleh satu di antara dua kebaikan, yakni menang atau syahid!”. seluruh pasukan kembali bersemangat dan meneriakkan takbir, “Allahu akbar!”.

Sahabat mq, kisah tadi mengajarkan kita untuk melihat kembali niat dalam langkah kebaikan yang kita tempuh, yakni melakukan segala sesuatu karena dan untuk allah ta’ala. Dengan itulah kita dapat memulihkan semangat yang patah.

Sumber: kisahmuslim.com

SUDAHKAH KITA BERTAUBAT ATAS DOSA-DOSA YANG KITA LAKUKAN?

Sahabat MQ, Jika kita renungkan,  Berapa jumlah dosa yang sering kita lakukan setiap hari?, berapa kalli kita melanggar perintah Allah swt, berapa sering kita lalai terhadap perintah Allah swt ?mungkin saja jika kita mencoba untuk menghitungnya,  pasti akan sulit untuk menghitungnya.

Kita terancam oleh dosa dan perbuatan maksiat yang kita lakukan, maksiat sering dilakukan tetapi penghapusnya jarang. Maka masalah terbesar kita sebenarnya adalah kita tidak bersungguh-sungguh dalam bertobat kepada Alloh Ta’ala.

Masih yakinkah, dan layakkah kita masuk surganya Allah?

Jika berkaca kepada amal kita dan begitu banyaknya kekhilapan dan dosa-dosa yang kita lakukan, mungkin kita tidak layak untuk masuk surga, bahkan tidak pernah layak. Lantas siapkah kita masuk neraka ?, tentunya siapa yang siap, dan siapa yang mau masuk neraka?, orang jahat sekalipun pasti tidak mau masuk neraka. Bagaimana tidak,neraka merupakan tempat yang ciptakan dan Allah sediakan untuk menghukum orang-orang yang kufur dan berbuat dosa, yang siksaannya sanagat pedih dan kejam.

Mari sahabat, perbanyak istighfar. Semoga dengan istighfar kita ini, Alloh Ta’ala bisa menerima segala ampunan dari perbuatan dosa dan maksiat yang pernah kita lakukan. Kareana tidak ada yang paling kita harapkan kecuali karunia dan ampunan swt.

Bertaubat atas segala kesalahan dan kekhilapan kita

Kita adalah mahluk yang senantiasa hilap dan lupa,merupakan suatu keharusan dan kewajiban kita bertaubat dan memohon ampun kepada Allah swt. Seberapa besarpun dosa-dosa kita di masa lalu, jika kita mentaubatinya, dengan syarat bersungguh-sungguh, serta berjanji kepada diri untuk tidak mengulanginya lagi, dan menggantinya dengan amal-amal yang shaleh, maka niscaya dengan kemaha ghofur dan rahimannya Allah, Allah akan mengampuninya, karena sesungguhnya Allah adalah Zat yang maha pemurah, lagi maha pengampun.

Taubat bukan sebatas di lisan

Sahabat MQ, taubat bukan hanya sebatas lisan, tapi keinginan dan usaha sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya lagi. Dan sungguh Alloh mencintai orang yang bertobat. Jangan pernah malu untuk mengakui diri ini salah di hadapanNya. Sebagaimana Alloh Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Albaqarah [2]: 222)

Allah sangat gembira menerima taubat seorang hamba

Dalam suatu riwayat hadist bahwasannya :

“Allah Ta’ala sangat gembira menerima taubat seseorang kamu, melebihi kegembiraan seseorang yang menemukan kembali barangnya yang hilang.” (HR. Muslim)

Dalam riwayatnya lagi, yaitu hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwasannya: “Sungguh kegembiraan Allah karena taubatnya hamba-Nya melebihi kegembiraan salah seorang dari kalian terhadap hewan tunggangannya di sebuah padang pasir yang luas, namun tiba-tiba hewan tersebut lepas, padahal di atasnya ada makanan dan minuman hingga akhirnya dia merasa putus asa untuk menemukannya kembali. kemudian ia beristirahat di bawah pohon, namun di saat itu, tiba-tiba dia mendapatkan untanya sudah berdiri di sampingnya. Ia pun segera mengambil tali kekangnya kemudian berkata; ‘Ya Allah Engkau hambaku dan aku ini tuhan-Mu.’ Dia telah salah ucap karena terlalu senang.” (HR. Muslim)

Sahabatku, marilah kita memperbanyak istighfar. Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam yang tanpa dosa saja, dalam sehari bisa beristighfar sebanyak seratus kali, apalagi kita yang penuh dosa, seharusnya bisa lebih banyak lagi. Istighfar itu salah satu jalan keluar dari masalah, melapangkan saat kita dalam kesempitan, dan pembuka pintu rejeki.

“Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Alloh memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Ahmad )

TIPS MEMASAK SEMPURNA

TIPS MEMASAK SEMPURNA

Sahabat mq, memasak merupakan kegiatan sehari-hari para ibu rumah tangga, yang mana hasil dari pasakan tersebut kita hidangkan untuk orang-orang terkasih kita. Namun tak semuanya bunda dan ibu jago memasak loh?, bahkan mungkin gak sedikit para bunda yang belum bisa memasak, terlebih mungkin bagi para istri yang baru saja berumah tangga dan belum terbiasa memasak semasa hidup dengan keluarganya.

Sahabat mq, tentunya para bunda atau sebagai istri mengharapkan kegiatan memasak dapat berakhir pada masakan yang disukai oleh anggota keluarga. Yahhh selain enak, minimal hasil pasakannya tidak gosong atau tidak masih mentah. Pastinya hal itu ada tekniknya lohh yang mungkin sebagaian para bunda sudah pada mengetahuinya, namun sedikit sharing yahh bagi para istri dan bunda yang baru belajar masak, yaitu salah satu teknik masakan yang biasa dilakukan orang-orang, adalah teknik memasak melalui proses penggorengan. berikut beberapa kiat atau tips agar kegiatan menggoreng di rumah dapat menghasilkan masakan lezat dan pas di mulut.

Tips pertama Memasak bahan terkecil hingga terbesar

Sahabat mq, agar dapat menghasilkan makanan dengan tingkat kematangan yang merata, para bunda perlu memperhatikan urutan bahan masakan yang harus dimasukan pertama hingga yang terakhir. Oleh karenanya setelah memastikan suhu wajan sudah pas untuk menggoreng, sebaiknya sahabat memasukan bahan masakan dari mulai potongan bahan terkecil hingga terbesar.

Tips ke dua Menggunakan bumbu praktis

Sahabat mq, jika sahabat memiliki waktu yang terbatas untuk menggoreng, sahabat dapat menambahkan bumbu seperti cengkih, bawang putih, atau rosemary, kedalam wajan.  Bumbu-bumbu tersebut dapat memberikan rasa pada masakan, dengan waktu yang singkat. sehingga masakan akan tetap lezat meski hanya digoreng dalam waktu singkat.

Tips ke tiga Menurunkan suhu kompor

Sahabat mq, agar masakan anda dapat matang dengan pas, anda juga perlu memperhatikan suhu kompor. saat masakan hampir matang, segera kecilkan api, atau langsung matikan kompor, sehingga bahan di dalam wajan akan matang hanya dengan panas yang masih tersisa.

Tips ke empat Kendalikan suhu minyak dengan cermat

Suhu panas pada minyak juga harus diperhatikan, jangan sampai minyak suhunya terlalu  panas, agar bahan yang mau kita pasak tidak cepat matang, biarkan bumbunya meresap terlebih dahulu, oleh karena itu pastikan suhunya sesuai standar yaitu saran sih tidak boleh lebih dari 205 derajat Celcius. Lebih dari suhu itu minyak sudah mencapai titik asap. Api kompor juga harus dikendalikan. Semakin kecil api, maka minyak semakin lama panas, alhasil ketika menggoreng bahan makanan minyak yang menyerap akan lebih banyak. Terlalu besar api kompor, menyebabkan suhu meningkat dengan cepat ke titik asap.

Tips ke lima Sesuaikan banyak makanan dengan minyak

Untuk menggoreng Perbandingan makanan dan minyak goreng adalah 1:5 > 1:6. Jika minyak kurang, maka suhu dapat turun terlalu rendah. Jika makanan terlampau sedikit dari minyak, maka minyak goreng yang akan rusak.

Tips ke enam Melakukan teknik dengan benar

Sahabat mq, bahan makanan yang digoreng dengan benar akan terlihat pada warnanya setelah matang.  terdapat  tiga warna kematangan pada masakan yang digoreng,

Pertama, warna kuning keemasan, kemudian memudar menjadi warna emas yang lebih gelap, dan akhirnya menjadi warna cokelat titik-titik.

Sahabat mq, berikut tips-tips menggoreng sempurna, selamat mencoba dan berusahalah melakukan yang terbaik buat keluarga tercinta kita, karena  salah satu usaha untuk memberikan kepuasan kepada keluarga, dapat kita lakukan dengan cara menyajikan makanan yang sesuai dengan  selera. oleh karena itu, agar dapat memberikan kesenangan tersebut, kita dapat senantiasa  memperhatikan teknik memasak yang sesuai dan benar.

 

 

HIDUP TIDAK HANYA DI DUNIA SAJA

HIDUP TIDAK HANYA DI DUNIA SAJA

Dunia adalah ladang untuk beramal, sedangkan akhirat adalah negeri balasan, baik surga maupun neraka. Balasan kita diakhirat sesuai apa yang kita lakukan di dunia. Tidaklah semata-mata  seseorang mendapatkan balasan surga, kecuali orang tersebut melakukan amal-amal shaleh dan tidak melakukan ke musyrikan kepada Allah swt. Pun sebaliknya tidaklah semata-mata seseorang mendapatkan balasan siksa  neraka, kecuali orang tersebut melakukan kekufuran atau sering melakukan hal keburukan. Tentunya Allah swt akan membalas seseorang  terhadap apa yang ia kerjakan selama hidupnya di dunia. Allah Ta’ala berfirman :

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ * وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Artinya ;

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (QS. Az Zalzalah: 7-8).

Keadilan Dzat Yang Maha Adil

Allah swt tentunya zat yang maha Adil,tidaklah Allah swt membiarkan orang-orang kufur, orang-orang yang senantiasa berhura-hura, orang-orang yang senantiasa terlena akan dunia dan lupa beribadah kepada Allah swt, padahal tugas dari ciptakannya manusia adalah beribadah kepada Allah swt, maka mereka yang demikian akan menerima balasannya sesuai apa yang dia lakukaannya di dunia.

Tentunya Allah swt akan meng adzabnya dan memasukannya kedalam nerka-Nya yang mana itulah seburuk-buruknya balasan. Sehingga mereka akan merasakan penyesalan yang amat sangat mengenai perbuatannya selama di dunia. Merekapun memohon-mohon kepada Allah swt untuk diberikan kesempatan supaya dikembalikan lagi ke dunia, agar mereka bisa beribadah kepada Allah swt. Namun tidaklah ia bisa kembali lagi ke dunina, karena sesungguhnya itulah hari pembalasan Allah yang nyata, dan hari  penyesalan orang-orang kafir, dan musyrik.

Sungguh kita hidup tidak hanya di dunia saja, melainkan setelah kita mati nanti  kelak akan dibangkitn kembali, dan akan merasakan kehiupan yang sesungguhnya, yaitu kampung akhirat. Allah swt berfirman :

 وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ وَمَا لَهُمْ بِذَلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

Artinya ;

Dan mereka berkata,’Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa.’ Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.” (QS. Al-Jatsiyah [45]: 24).

Janganlah salah fokus dalam hidup di dunia

Sahabat MQ, Janganlah kita salah fokus dalam hidup ini, pasti akan merasa lelah dan tidak pernah merasa cukup jika kekayaan dunia yang menjadi tujuan. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sering berdoa:

اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

 “Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina.”

“Ya Alloh, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, penjagaan diri dari segala keburukan dan kekayaan hati yang selalu merasa cukup dengan pemberian-Mu”  (HR. Muslim no. 2721)

Dan hendaklah kita juga senantiasa meminta kekuatan kepada Allah swt dengan senantiasa mengawali aktivitas kita di pagi hari dengan membaca :

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, laa hawla wa laa quwwata ollaa billaah

Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemudian dia membaca doa di atas ini,maka akan disampaikan kepadanya, ‘Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi kebutuhannya, dan kamu dilindungi.’ Seketika itu setan-setan pun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya, ’Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.(HR. Abu Daud, no. 5095; Turmudzi, no. 3426; dinilai shahih oleh Al-Albani)

 

MANUSIA ADALAH MAHLUK YANG PALING SEMPURNA

MANUSIA ADALAH MAHLUK YANG PALING SEMPURNA

Manusia adalah mahluk Allah yang paling sempurna, dibanding mahluk Allah yang lainya. Memang dari sekian ribu ciptaan Allah yang ada, manusia-lah ciptaanNya yang paling sempurna, karena manusia diberikan oleh Allah segala komponen yang tidak dimiliki oleh ciptaan yang lainnya. Manusia mengemban amanah yang berat karena kesiapannya untuk menjadi seorang manusia. Kesempurnaan ciptaanmanusia Allah abadikan dalam firmannya, yakni dalam QS. Attin ayat 4 :

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Artinya:

“sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Yang membedakan manusia dengan mahluk yang lainnya

Namun yang paling dapat membdakan manusia dengan mahluk lainnya yaitu manusia diberikan akal fikiran. Dengan karunia akal dan fikiran yang Allah swt berikan kepada manusia, manusia dapat berfikir dan dapat membedakan mana yang baik dengan yang buruk baik itu untuk dirinya, maupun baik buruk dari segi aturan syariat.

Namun dalam hal ini, kita tidak boleh salah mengartikannya, karena  maksud dari kata makhluk paling sempurna disini, bukan dengan artian manusia mahluk paling benar dan paling suci. Justru karena sempurna bagi manusia artinya lengkaplah sudah segala karakter, sifat, sikap dan tindakan manusia bisa apapun itu. Sempurna kejahatannya sampai sempurna kebaikannya. Itulah kita manusia sehingga menjadi sempurna karena segala hal telah disertakan pada diri kita dalam penciptaan_Nya.

Manusia meurpakan mahluk paling kumplit dan komplek

Allah berikan manusia akal dan nafsu, setiap  hari sejak bangun tidur sampai tidur kembali terjadi pergolakan perjuangan antara bisikan akal dan nafsu. Terkadang akal menang dengan menuruti segala perintah dan larangan Allah swt, maka pada saat itu ada pada posisi yang mulia, yang mungkin bisa saja lebih mulia dari malaikat.

Karena jika malaikat hanya diberikan akal saja tidak diberikan nafsu (syahwat), maka pantaslah malaikat tidak pernah melakukan dosa, pantaslah malaikat jika terus beribadah kepada Allah swt, karena Allah swt hilangkan syahwatnya, jadi tidak ada kemauan dalam dirinya selain hanya beribadah dan menuruti perintah Allah swt.

Namaun terkadang nafsu yang menang, yang mana dalam hal ini membuat turun kemulian kita dihadapan Allah swt, dan bisa saja derajat kita sama kayak binatang, bahkan lebih rendah dari binatang, dan  lebih buas dari pada binatang.

Kenapa manusia bisa rendah dari pada binatang ?

karena jikalau binatang hanya diberikan nafsu saja oleh Allah swt, maka pantaslah ia tidak pernah malu dan tak pernah merasa bersalah jikalau melakukan hal-hal yang tak senonoh dari segi norma manusia. Dan tindakannyapun tidak akan Allah pertanggung jawabkan  kelak di akhirat.

Agama pengendali nafsu

Maka agar akal bisa mengendalikan nafsu, maka Allah swt menurunkan agama, yang mana disini fungsi agama, bukan untuk menghilangkan nafsu, tetapi mengendalikan, dan mengatur nafsu kita agar sesuai dengan  kolidornya yakni ditempatkan posisi nafsu pada tempatnya.

Sebagai misal, seorang laki-laki mempunyai ketertarikan kepada perempuan, pun sebaliknya perempuan ada ketertarikan kepada kaum laki-laki. Maka disini agama yaitu mengaturnya agar untuk menyalurkan nafsunya sesuai dengan yang disyari’atkan Allah swt, yaitu dengan cara pernikahan. Beda halnya ketika agama tidak dilibatkan dalam pengendalian nafsu,  maka ketika nafsu yang naik ketimbang akal, maka yang terjadilah perzinahan, pemerkosaan dan hal-hal buruk lainnya.

Memiliki nafsu (syahwat) itu wajar, karena sejatinya manusia Allah ciptakan dengan diberikan nafsu. Justru dengan Allah swt berikan nafsu kepada manusia, ini yang menentukan derajat manusia dihadapan Allah swt, entah itu bisa jadi mansia yang  mulia, bahkan  lebih mulia dari malaikat. Atau menjadi hina, bahkan lebih hina dari pada hewan.

 

 

STANDAR ORANG YANG BAIK

STANDAR ORANG YANG BAIK

Tidak boleh kita berburuk sangka dan mencegah orang yang berburuk sangka kepada kita. Kita perlu terimakasih kepada orang yang membuat kita tercegah dari perbutan buruk, dan Alloh Maha Mengabulkan Doa maka bersyukur lah kalau kita memiliki teman yang dapat mengingatkan kita berbuat maksiat.

Orang yang diperbudak nafsu

Orang yang diperbudak nafsu ciri khas nya adalah orang yang jauh dengan Alloh dan cenderung tidak ingin dikoreksi. Sedangkan orang yang bukan karna nafsu adalah orang yang dekat dengan Alloh dan dia akan suka dengan orang orang yang mengoreksi dirinya.

Kalau orang sibuk membuat alasan dan mencari alasan dari koreksi orang ini ciri khas orang yang sulit untuk berubah. Dan orang yang bersyukur kepada Alloh, berterimakasih dan berusaha keras fokus ini ciri ciri orang yang cepat berubah nya. Maka cari lah kawan yang membantu kita mengingat kesalahan, keburukan diri kita, dapat membantu kita lebih baik, membantu kita menjadi tau kekurangan diri dan memotivasi kita untuk berubah lebih baik.

Pujian adalah racun

Orang pada umum nya ingin di puji dan sangat jarang mencari teman seperti itu. Manusia tidak akan membawa apapun, semuanya karunia dari Alloh. Karena manusia bergitu banyak mengharapkan pujian yang dapat merusak akhlak kita tapi kalau itu adalah pujian yang baik, itu boleh selama tidak menjadi merusak akhlak dan hati kita.

Kritik yang ideal

Kritik yang ideal itu kritik nya benar dan caranya baik, sopan dan isi nya akurat. Tapi akan Alloh swt datangkan orang yang kritik kita dengan cara yang berbeda/kurang baik tapi isi nya baik, maka kita sikapi isinya dengan syukuri dan caranya menjadi ladang amal untuk kita bersabari. Tapi kalau kritik nya jelek tapi caranya baik dan sopan kita sikapi isinya dengan disabari dan caranya disyukuri. Tapi kalau ada orang yang kirtik kita isi dan cara jelek maka kita harus double sabar.

Orang yang tidak ingin di kritik  itu ciri orang yang sombong

Kritikan memang terkadang membuat kita tidak nyaman, namun percayalah ketika adalah orang yang mengkritik, itu pertanda orang tersebut perhatian kepada kita. Karena dengan kritikan tersebut kita jadi tahuh apa yang menjadi kekurangan, dan kelemahan kita. Bagus nya kalau ada yang koreksi maka kita harus langsung hati ini kembali ke Alloh,  karna Alloh yang menggerakannya.

Standar orang yang baik adalah orang yang membantu kita menjadi lebih baik, bukan orang yang senang menyanjung-nyanjung kita yang cenderung membuat kita jadi orang munafiq karna senang dipuji dan disanjung.

Bersyukur atas nikmat teman yang senantiasa mengarahkan kita kepada ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah swt

Kemudian untuk menyeimbangkan kehidupan kita, maka carilah guru yang dapat mendekatkan kita kepada Alloh swt, membuat kita semakin yakin kepada Alloh, mengajak kita untuk menjadi lebih baik dan lebih mengenal Alloh swt, itu lah guru terbaik yang harus kita cari dan syukuri. Begitupun teman, kita harus bisa mencari teman yang mengajak kita ke jalan yang lurus dan benar, bukan teman yang menjerumuskan kita kedalam kemaksiatan.

Maka diantara yang harus kita syukuri adalah teman atau sahabat yang senantiasa mengingatkan dan membuat kita lebih dekat dan taat kepada Allah swt. Ketika dengannya semakin ingat dan dekat kepada Alloh itu lah orang orang yang sangat harus kita syukuri dan harus kita jaga, dan senantiasa kita mencoba untuk membalas budi kepadanya, karena orang yang tahu berterimakasih dan balas budi, maka akan Alloh tambah karunia nya kepadanya.

 

DO’A MERUPAKAN BENTUK KEPASRAHAN HAMBA ALLAH SWT KEPADA RAB-NYA

DO’A MERUPAKAN BENTUK KEPASRAHAN HAMBA ALLAH SWT KEPADA RAB-NYA

Sejatinya tidak ada daya dan kekuatan bagi setiap mahluk, kecuali campur tangan dan pertolongan Allah swt. Oleh karenanya setiap segala bentuk usaha yang dilakukan kita sebagai hamba Allah, jangan lupa untuk menyandarkannya kepada Allah swt. Diantaranya dengan berdo’a kepada Allah swt. Karena do’a adalah senjatanya orang muslim, dan bentuk kepasrahan kita kepada Allah serta wujud tauhid kita bahwa Allah lah yang mengurus, mengatur kita dan alam semeta ini. Tidak ada yang sangat berpengaruh di sisi Allah yang melampaui kekuatan do’a.

Sebagaimana dalam firmannya :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.( QS Al Mu’min ayat 60)

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS Al Baqarah ayat 186)

Ada fasilitas yang sangat harus kita manfaatkan yaitu fasilitas do’a. Karena kita tidak dirancang untuk menyelesaikan masalah, persoalan dengan kemampuan kita, melainkan hasil campur tangan dan pertolongan Allah swt.

Allah karuniakan beragam persoala bukan untuk diselesaikan sendiri, melainkan agar:

  1. Kita semakin dekat dengan Allah.
  2. Kita semakin sadar bahwa kita itu hamba dan Allah itu tuhan kita.
  3. Kita semakin sadar bahwa kita ini tidak berdaya dan Allah yang Maha Kuasa.

Seperti adanya virus corona, sebetulnya kejadian ini adalah untuk mengenalkan kekuasaan Allah yang menyelimuti segala galanya, dan mengenalkan kelemahan diri. Apapun yang terjadi, yang Allah sukai adalah kita benar benar memposisikan diri sebagai hamba Allah. Karena selama ini kita sering tidak jadi memposisikan diri sebagai hamba Allah, melainkan hamba gelar, hamba popularitas, hamba harta, hamba jabatan, dan  hamba topeng kita.

Apa saja sih hamba itu dihadapan Allah?

  1. Hamba itu tidak ada daya kekuatan kecuali diberikan dengan izin Allah.

Jadi harus menyadari bahwa kita ini tidak sanggup nafas kecuali Allah yang memberi nafas, kita tidak bisa menghindari maksiat kecuali Allah yang nolong, kita tidak bisa taat kecuali Allah yang bimbing.

Kita ini tidak ada daya, sedang Allah penguasa langit dan bumi, berkuasa atas segala galanya. Makin kita merasa kuat. Merasa hebat, tidak mengingat kekuasaan Allah, nah ini mulai bermasalah hidup kita. Tidak ada yang banyak uang, tidak ada yang jago, tidak ada yang hebat, pinter, yang ada hanyalah kekuasaan Allah saja.

Maka jangan pernah kita merasa aman, merasa hebat dengan apa yang kita miliki, mudah bagi Allah mengambil segalanya. Kalau mau do’anya mustajab, posisikan selalu laa hawlaa wa laa quwwata illaa billlaahil ‘aliyyil ‘adzhiim…

  1. Harus yakin bahwa kita ini tidak punya apa apa, yang ada seluruhnya milik Allah.

Bahkan tubuh inipun bukan milik kita, semua cuma titipan, dibagi oleh Allah, ditahan oleh Allah ,ini adalah amalan hati. Jadi nanti kita tidak akan takjub pada orang yang dititipi Allah, harta, pangkat, jabatan, apapun topeng dunia, karena kita tahu itu semua Allah yang bagikan.

  1. Kita ini bodoh, tidak tahu apa apa kecuali Allah yang menunjuki. Allah tahu segala galanya.

Bahkan kita tidak tahu tentang diri kita sendiri, semua ilmu datang dari Allah, dan mudah bagi Allah mengambilnya. Makanya harus selalu minta ke Allah, tanpa petunjuk dari Allah, kita tidak tahu.

MENJAGA KEIHKLASAN

MENJAGA KEIHKLASAN

Sahabat MQ, semoga Allah menerima amal-amal kita, karena ternyata yang penting bukan hanya sibuk beramal tapi yang terpenting adalah amal kita diterima oleh Allah swt. Terbukti dalam riwayat yang shahih , yakani Abu Hurairah meriwayatkan, ia pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, ”Manusia pertama yang diadili pada hari Kiamat nanti adalah orang yang mati syahid. Orang yang mati syahid didatangkan di hadapan Allah. Kemudian ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya, dan ia mengakuinya. Allah bertanya, “Apa yang telah kamu lakukan di dunia?” Dia menjawab, “Aku berperang demi membela agamamu.”  Allah berkata, “Kamu bohong. Kamu berperang supaya orang-orang menyebutmu Sang Pemberani.” Kemudian Allah memerintahkan agar amalnya dihitung di hadapan pengadilan-NYa. Akhirnya ia dilempar ke neraka.

Seorang penuntut ilmu yang mengamalkan ilmunya dan rajin membaca al-Qur’an didatangkan dihadapan Allah.  Lalu ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya, dan ia mengakuinya.  Allah bertanya, “Apa yang telah kamu lakukan di dunia?” Dia menjawab, “Aku menuntut ilmu, mengamalkannnya, dan aku membaca al-Qur’an demi mencari ridhamu.” Allah berkata, “Kamu bohong. Kamu mencari ilmu supaya orang lain menyebutmu orang alim, dan kamu membaca al-Qur’an supaya orang lain menyebutmu orang yang rajin membaca al-Qur’an.” Kemudian Allah memerintahkan agar amalnya dihitung di hadapan pengadilan-NYa. Akhirnya ia dilempar ke neraka.

Selanjutnya, seorang yang memiliki kekayaan berlimpah dan terkenal karena kedermawanannya, didatang dihadapan Allah. Kemudian ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya, dan ia mengakuinya. Allah bertanya, “Apa yang telah kamu lakukan di dunia?”  Dia menjawab, “Semua harta kekayaan yang aku punya tidak aku sukai, kecuali aku sedekah karena-Mu.”  Allah berkata, “Kamu bohong. Kamu melakukan itu semua agar orang-orang menyebutmu orang dermawan dan murah hati.” Kemudian Allah memerintahkan agar amalnya dihitung di hadapan  pengadilan-NYa. Akhirnya ia dilempar ke neraka.

Abu Hurairah berkata, “Kemudian Rasulullah menepuk pahaku seraya berkata, “Wahai Abu Hurairah, mereka adalag manusia pertama yang merasakan panasnya api neraka Jahanam di Hari Kiamat nanti.” (HR. Muslim)

Jadi kesibukan kita tidak hanya sibuk hanya beramal tetapi harus sangat sibuk berusaha agar amal kita diterima Allah dengan senantiasa menjaga keikhlasan dan niat kita, karena seberapun kita beribadah, sebarapapun kita berjuang di jalan Allah, tidak aka nada nilainya dihadapan Allah swt, ketika terpaut di hati kita ada rasa ingin imbalan atau penghargaan dari mahluk.

Berikut ini cara menge-tester tentang amal kita ini ikhlas atau tidak:

  1. Apakah kita punya amalan yang rahasia,tidak?

Amalan yang tidak diketahui siapapun tapi diketahui Allah seperti sedekah yang rahasia, tentunya ini amalannya yang ada contohnya tapi kita harus punya amalan yang hanya Allah dan kita yang mengetahui.

  1. Ada orang tidak ada orang sama atau tidak?

Jika ada orang cenderung bagus amal kita tapi tidak ada orang cenderung tidak bagus berarti kita lebih condong karena adanya orang, coba test saja saat kita beramal ada orang dan tidak ada orang.

  1. Apakah pujian orang membuat semangat dan cacian membuat tidak semangat?

Jika hal itu terjadi maka yakin itu hanya karena pujian. Harusnya puji, caci seperti ember jatuh saja hanya getaran tidak bangga dengan dipuji tidak terluka dengan dicaci dan biasa saja jika tidak ada yang memuji.

  1. Apakah ingin diperlakukan spesial dihargai?

Jika kita merasa diri spesial dan menuntut orang lain menghargai kita, tapi saat tidak di hargai dia kecewa maka yakin itu karena makhluk.

  1. Apakah kita ingin balasan tidak dari orang atas amal sholeh kita?

Orang yang ikhlas itu tidak memikirkan kebaikannya tapi memikirkan ini diterima Allah atau tidak.

 

Salah satu kunci kebahagiaan di dalam hidup ini adalah ikhlas, dan kunci untuk mendapatkan keikhlasan adalah putus harapan dari makhluk hanya berharap dari Alloh.

Sahabat, ada 5 tips medapatkan hati yang ikhlas :

  1. Jangan selalu ingin diketahui semua amalan kita
  2. Jangan selalu ingin dilihat orang
  3. Jangan ingin dipuji, jangan takut dipuji
  4. Jangan ingin diperlakukan spesial
  5. Jangan ingin dibalas budi
KEMULIAAN ORANG YANG BERTEMU BULAN RAMADHAN

KEMULIAAN ORANG YANG BERTEMU BULAN RAMADHAN

Sahabat MQ, sejenak kita simak dan renungi hadits berikut ini :

Dalam shahih Imam Ahmad disebutkan : Ada dua orang yang mengunjungi Rasulullah SAW. Mereka pergi kepada beliau untuk menjadi Muslim. Mereka berdua masuk Islam di hari yang sama. Yang satu beramal lebih banyak di jalan Allah dibanding yang satunya lagi, dalam berdakwah, jihad dan sebagainya, sampai-sampai orang itu mati syahid. Temannya yang satunya, dia meninggal setahun kemudian, dan meninggalnya biasa saja, mungkin di tempat tidur atau sebagainya.

Talha bin Ubaidillah, seorang Sahabat Rasul yang sangat sholeh bermimpi. Di dalam mimpi itu dia melihat dirinya sendiri, “Aku berada di depan gerbang Surga dan aku melihat dua orang ini yang menjadi Muslim. Dan kemudian ada malaikat keluar dari surga dan memasukkan orang yang meninggal belakangan, ke dalam surga lebih dulu. Kemudian barulah sang malaikat keluar dan memasukkan temannya yang mati syahid di dunia. Kemudian sang malaikat pergi untuk ketiga kalinya, dan memberitahuku, “Talha, kembalilah, waktumu belum tiba.”

Talha pun terbangun, dia begitu terkejut dan takjub. Dia mulai menceritakan mimpinya kepada orang-orang. Dia pergi kepada Rasulullah SAW.

Rasulullah memberitahunya, “Wahai Talha, kenapa kau terkejut?”

Dia berkata, “Wahai Rasulullah, seorang syahid, seorang syuhada, yang memiliki derajat sangat tinggi, dia masuk surga, setelah orang biasa yang meninggal setahun sesudahnya?” Subhanallah.. “Bagaimana ini terjadi ya Rasulullah?”

Sebelum melanjutkan tentang hadits ini, untuk lebih detail menjelaskan apa yang Talha rasakan, bagaimana derajat orang yang syahid sehingga Talha berpikir bahwa seharusnya orang syahid yang masuk surga lebih dulu? Kedua, kenapa penting bagi Talha tentang siapa yang masuk surga lebih dulu, jika keduanya pada akhirnya masuk surga? Demi Allah, ini sangat penting.

Pertama, derajat orang yang syahid. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah akan merahmati orang yang syahid dengan 6 keistimewaan, yaitu :

  1. Dengan tetes darah pertama yang menetes dari tubuh mereka, maka Allah akan menghapuskan semua dosa mereka, dan mereka dapat melihat tempat mereka di Surga.
  2. Allah SWT menjanjikan mereka bahwa mereka tidak akan disiksa dalam kubur.
  3. Mereka tidak akan takut ketika orang-orang begitu takut dan berlarian di hari kiamat.
  4. Mereka akan diberikan mahkota kehormatan dan kemuliaan, Al-Wiqar, dengan begitu banyak permata yang menghiasinya yang salah satunya saja lebih berharga daripada seluruh dunia beserta isinya.
  5. Mereka juga akan diberikan pasangan yang paling cantik/tampan yang diciptakan Allah.
  6. Mereka dapat memberi syafaat kepada 70 anggota keluarga mereka.

Kedua, yang juga jadi pertanyaan adalah kenapa penting siapa yang masuk surga lebih dulu? Rasulullah SAW bersabda, bahwa kelompok yang pertama di surga lebih indah daripada kelompok  kedua yang masuk Surga. Kenapa?  Kelompok pertama, keindahan mereka seperti bulan. Kelompok yang kedua juga mempunyai wajah dan tubuh yang cantik/tampan, tapi keindahannya seperti bintang paling terang.

Mari kita bercita-cita dan mencari tahu apa yang pemuda itu lakukan, sehingga membuatnya menggapai tingkatan itu?

Rasulullah SAW bersabda, “Talha, kau kagum?”

Talha berkata, “Ya.”

Rasulullah bertanya padanya dan inilah jawaban indahnya. Beliau bersabda, “Wahai Talha, bukankah orang yang meninggal kemudian itu hidup satu tahun lebih lama dibanding yang syahid?”

Talha berkata, “Ya, benar.”

Beliau bersabda, “Bukankah dia menyaksikan penuh Ramadhan dan beribadah lebih banyak?”

Talha berkata, “Ya, benar Rasulullah.”

Rasulullah SAW bersabda bahwa  karena dia menyaksikan Ramadhan dan beribadah lebih banyak, itu membuat perbedaan antara dirinya dan yang mati syahid, bagaikan langit dan bumi.

Subhanallah! Betapa ini membuat kita menjadi penuh harapan. Ramadhan bisa membuat kita memiliki kesempatan melampaui keutamaan orang yang syahid. Oleh karenanya menjelang beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan ramadhan yang penuh dengan kemulian, mari kita sama-sama berdo’a kepada Allah untuk senantiasa dipanjangkan umur dan dipertemukan kembali dengan bulan yang mulia tersebut, yaitu bulan Ramadhan.

LUPA DALAM TINJAUAN AGAMA

LUPA DALAM TINJAUAN AGAMA

Sahabat MQ pasti disetiap langkah hidup kita, sebagai manusia kita pernah mengalami hal yang bersifat manusiawi yaitu lupa, Lupa merupakan sesuatu yang diluar nalar manusia, karena kita tidak bisa mengendalikannya, dan terjadi secara alami, walaupun ada faktor-faktor secara ilmiahnya, namun lupa merupakan suatu hal lumrah bagi setiap manusia. Sifat lupa tidak hanya terjadi pada orang yang sudah tua, tetapi pada kalangan pemuda, remaja bahkan anak kecilpun bisa mengalaminya.

Lupa, musibah atau anugerah ?

Terkadang mungkin ketika lupa terjadi pada diri kita, ada perasaan jengkel, terlebih jikalau posisinya dalam keadaan urgent, namun adakalanya lupa merupakan suatu anugerah bagi kita. Karena bagaimana tidak, mungkin ketika seorang perempuan tahu akan sakitnya melahirkan yaitu  rasa sakit yang biasanya hampir tak tertanggungkan, hingga risiko akan kematian. Namun rasa sakit ketika melahirkan pada perempuan Allah lupakan dalam ingatan perempuan, karena bisa saja ketika rasa sakit melahirkan terus membekas pada ingatan perempuan, maka niscaya tidak akan ada lagi perempuan yang ingin melahirkan ke dua kalinya. So, lupa itu anugerah, jika kita tau kapan itu akan menjadi anugerah.

lalu seperti apa lupa dalam tinjauan agama?

Dalam sabda Rasulullah saw dikatakan

“الإنسان محل الخطأ والنسيان”

“(manusia adalah tempatnya salah dan lupa).”

Lupa secara bahasa adalah meninggalkan, Ulama Syafi’i dan Ulama Hanbali berpendapat orang yang lupa berarti dia telah bebas dari mukalaf (pembebanan syariat ketika dia lupa). Adapaun pengaruh hukum terhadap yang lupa dibagi menjadi 2, yaitu hukum ukhrawi dan hukum duniawi.

Hukukm Lupa baik secara Ukhrowi dan Duniawi

Secara hukum ukhrawi para ulama sepakat orang yang lupa tidak dikenakan bersalah sama sekali. Dalam hukum ukhrawi di akhirat nanti jika seseornag lupa melakukan sesuatu perkara yang dilarang atau perkara yang diperintah maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak membebani, tidak dikenakkan dosa sama sekali. hal ini terdapat dalam Al Quran surah Al-Baqarah (285-286)

Di dalam pandangan syariat agama seseorang yang lupa maka di akhirat tidak berdosa, namun berbeda dengan hukum dunia yaitu konsekuensi yang harus dikerjakan/dijalani. Menurut para ulama jika itu berkaitan dengan meninggalkan perintah karena lupa, maka itu tidak gugur, namun harus dikerjakan ketika ingat.  Sebagai contoh lupa mengerjakan shalat, ketika kita lupa mengerjakan shalat secara tidak disengajamaka ketika ingat kita wajib mengerjakannya.

Lalu bagaimana Jika lupa berkaitan dengan melakukan larangan, selama bukan perusakan maka dimaafkan Allah, tapi jika ada perusakan secara hukum duniawi  maka tetap ada ganti rugi, sebagai contoh merusakan barang milik orang lain dengan tidak sengaja karena lupa. Hukum secara ukhrawi tidak berdosa,  namun hukum duniawi maka dia harus mengganti.

Nah Sahabat MQ dalam hal ini kita harus membedakan lupa dalam perintah dan lupa dalam larangan dan apakah itu lupa dalam hukum ukhrawi dan hukum duniawi. Kemudian  yang harus diperhatikan kita wajib mengetahui lupa jika dilihat dari sisi hukum syariat yang ditinggalkan dan dikerjakan, apakah itu hukumnya wajib, sunnah kemudian rukun, tentu ada hukumnya tertentu, itu artinya kita harus memahami berbagai kaidah-kaidah ilmu dalam kehidupan kita.

Sahabat MQ Hal ini menunjukan bahwa sekalipun kita lupa dan itu tabiat manusia, tetap ada konsekuensi yang harus kita jalani. Hendaklah kita  terus mencari ilmu agar  ketika Allah memberi kita lupa kita tidak lupa untuk mengerjakan  konsekuensi dari lupa tersebut. Wallahualam bissawab, semoga bermanfaat!