STANDAR ORANG YANG BAIK

STANDAR ORANG YANG BAIK

Tidak boleh kita berburuk sangka dan mencegah orang yang berburuk sangka kepada kita. Kita perlu terimakasih kepada orang yang membuat kita tercegah dari perbutan buruk, dan Alloh Maha Mengabulkan Doa maka bersyukur lah kalau kita memiliki teman yang dapat mengingatkan kita berbuat maksiat.

Orang yang diperbudak nafsu

Orang yang diperbudak nafsu ciri khas nya adalah orang yang jauh dengan Alloh dan cenderung tidak ingin dikoreksi. Sedangkan orang yang bukan karna nafsu adalah orang yang dekat dengan Alloh dan dia akan suka dengan orang orang yang mengoreksi dirinya.

Kalau orang sibuk membuat alasan dan mencari alasan dari koreksi orang ini ciri khas orang yang sulit untuk berubah. Dan orang yang bersyukur kepada Alloh, berterimakasih dan berusaha keras fokus ini ciri ciri orang yang cepat berubah nya. Maka cari lah kawan yang membantu kita mengingat kesalahan, keburukan diri kita, dapat membantu kita lebih baik, membantu kita menjadi tau kekurangan diri dan memotivasi kita untuk berubah lebih baik.

Pujian adalah racun

Orang pada umum nya ingin di puji dan sangat jarang mencari teman seperti itu. Manusia tidak akan membawa apapun, semuanya karunia dari Alloh. Karena manusia bergitu banyak mengharapkan pujian yang dapat merusak akhlak kita tapi kalau itu adalah pujian yang baik, itu boleh selama tidak menjadi merusak akhlak dan hati kita.

Kritik yang ideal

Kritik yang ideal itu kritik nya benar dan caranya baik, sopan dan isi nya akurat. Tapi akan Alloh swt datangkan orang yang kritik kita dengan cara yang berbeda/kurang baik tapi isi nya baik, maka kita sikapi isinya dengan syukuri dan caranya menjadi ladang amal untuk kita bersabari. Tapi kalau kritik nya jelek tapi caranya baik dan sopan kita sikapi isinya dengan disabari dan caranya disyukuri. Tapi kalau ada orang yang kirtik kita isi dan cara jelek maka kita harus double sabar.

Orang yang tidak ingin di kritik  itu ciri orang yang sombong

Kritikan memang terkadang membuat kita tidak nyaman, namun percayalah ketika adalah orang yang mengkritik, itu pertanda orang tersebut perhatian kepada kita. Karena dengan kritikan tersebut kita jadi tahuh apa yang menjadi kekurangan, dan kelemahan kita. Bagus nya kalau ada yang koreksi maka kita harus langsung hati ini kembali ke Alloh,  karna Alloh yang menggerakannya.

Standar orang yang baik adalah orang yang membantu kita menjadi lebih baik, bukan orang yang senang menyanjung-nyanjung kita yang cenderung membuat kita jadi orang munafiq karna senang dipuji dan disanjung.

Bersyukur atas nikmat teman yang senantiasa mengarahkan kita kepada ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah swt

Kemudian untuk menyeimbangkan kehidupan kita, maka carilah guru yang dapat mendekatkan kita kepada Alloh swt, membuat kita semakin yakin kepada Alloh, mengajak kita untuk menjadi lebih baik dan lebih mengenal Alloh swt, itu lah guru terbaik yang harus kita cari dan syukuri. Begitupun teman, kita harus bisa mencari teman yang mengajak kita ke jalan yang lurus dan benar, bukan teman yang menjerumuskan kita kedalam kemaksiatan.

Maka diantara yang harus kita syukuri adalah teman atau sahabat yang senantiasa mengingatkan dan membuat kita lebih dekat dan taat kepada Allah swt. Ketika dengannya semakin ingat dan dekat kepada Alloh itu lah orang orang yang sangat harus kita syukuri dan harus kita jaga, dan senantiasa kita mencoba untuk membalas budi kepadanya, karena orang yang tahu berterimakasih dan balas budi, maka akan Alloh tambah karunia nya kepadanya.

 

DO’A MERUPAKAN BENTUK KEPASRAHAN HAMBA ALLAH SWT KEPADA RAB-NYA

DO’A MERUPAKAN BENTUK KEPASRAHAN HAMBA ALLAH SWT KEPADA RAB-NYA

Sejatinya tidak ada daya dan kekuatan bagi setiap mahluk, kecuali campur tangan dan pertolongan Allah swt. Oleh karenanya setiap segala bentuk usaha yang dilakukan kita sebagai hamba Allah, jangan lupa untuk menyandarkannya kepada Allah swt. Diantaranya dengan berdo’a kepada Allah swt. Karena do’a adalah senjatanya orang muslim, dan bentuk kepasrahan kita kepada Allah serta wujud tauhid kita bahwa Allah lah yang mengurus, mengatur kita dan alam semeta ini. Tidak ada yang sangat berpengaruh di sisi Allah yang melampaui kekuatan do’a.

Sebagaimana dalam firmannya :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.( QS Al Mu’min ayat 60)

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS Al Baqarah ayat 186)

Ada fasilitas yang sangat harus kita manfaatkan yaitu fasilitas do’a. Karena kita tidak dirancang untuk menyelesaikan masalah, persoalan dengan kemampuan kita, melainkan hasil campur tangan dan pertolongan Allah swt.

Allah karuniakan beragam persoala bukan untuk diselesaikan sendiri, melainkan agar:

  1. Kita semakin dekat dengan Allah.
  2. Kita semakin sadar bahwa kita itu hamba dan Allah itu tuhan kita.
  3. Kita semakin sadar bahwa kita ini tidak berdaya dan Allah yang Maha Kuasa.

Seperti adanya virus corona, sebetulnya kejadian ini adalah untuk mengenalkan kekuasaan Allah yang menyelimuti segala galanya, dan mengenalkan kelemahan diri. Apapun yang terjadi, yang Allah sukai adalah kita benar benar memposisikan diri sebagai hamba Allah. Karena selama ini kita sering tidak jadi memposisikan diri sebagai hamba Allah, melainkan hamba gelar, hamba popularitas, hamba harta, hamba jabatan, dan  hamba topeng kita.

Apa saja sih hamba itu dihadapan Allah?

  1. Hamba itu tidak ada daya kekuatan kecuali diberikan dengan izin Allah.

Jadi harus menyadari bahwa kita ini tidak sanggup nafas kecuali Allah yang memberi nafas, kita tidak bisa menghindari maksiat kecuali Allah yang nolong, kita tidak bisa taat kecuali Allah yang bimbing.

Kita ini tidak ada daya, sedang Allah penguasa langit dan bumi, berkuasa atas segala galanya. Makin kita merasa kuat. Merasa hebat, tidak mengingat kekuasaan Allah, nah ini mulai bermasalah hidup kita. Tidak ada yang banyak uang, tidak ada yang jago, tidak ada yang hebat, pinter, yang ada hanyalah kekuasaan Allah saja.

Maka jangan pernah kita merasa aman, merasa hebat dengan apa yang kita miliki, mudah bagi Allah mengambil segalanya. Kalau mau do’anya mustajab, posisikan selalu laa hawlaa wa laa quwwata illaa billlaahil ‘aliyyil ‘adzhiim…

  1. Harus yakin bahwa kita ini tidak punya apa apa, yang ada seluruhnya milik Allah.

Bahkan tubuh inipun bukan milik kita, semua cuma titipan, dibagi oleh Allah, ditahan oleh Allah ,ini adalah amalan hati. Jadi nanti kita tidak akan takjub pada orang yang dititipi Allah, harta, pangkat, jabatan, apapun topeng dunia, karena kita tahu itu semua Allah yang bagikan.

  1. Kita ini bodoh, tidak tahu apa apa kecuali Allah yang menunjuki. Allah tahu segala galanya.

Bahkan kita tidak tahu tentang diri kita sendiri, semua ilmu datang dari Allah, dan mudah bagi Allah mengambilnya. Makanya harus selalu minta ke Allah, tanpa petunjuk dari Allah, kita tidak tahu.