LUPA DALAM TINJAUAN AGAMA

LUPA DALAM TINJAUAN AGAMA

Sahabat MQ pasti disetiap langkah hidup kita, sebagai manusia kita pernah mengalami hal yang bersifat manusiawi yaitu lupa, Lupa merupakan sesuatu yang diluar nalar manusia, karena kita tidak bisa mengendalikannya, dan terjadi secara alami, walaupun ada faktor-faktor secara ilmiahnya, namun lupa merupakan suatu hal lumrah bagi setiap manusia. Sifat lupa tidak hanya terjadi pada orang yang sudah tua, tetapi pada kalangan pemuda, remaja bahkan anak kecilpun bisa mengalaminya.

Lupa, musibah atau anugerah ?

Terkadang mungkin ketika lupa terjadi pada diri kita, ada perasaan jengkel, terlebih jikalau posisinya dalam keadaan urgent, namun adakalanya lupa merupakan suatu anugerah bagi kita. Karena bagaimana tidak, mungkin ketika seorang perempuan tahu akan sakitnya melahirkan yaitu  rasa sakit yang biasanya hampir tak tertanggungkan, hingga risiko akan kematian. Namun rasa sakit ketika melahirkan pada perempuan Allah lupakan dalam ingatan perempuan, karena bisa saja ketika rasa sakit melahirkan terus membekas pada ingatan perempuan, maka niscaya tidak akan ada lagi perempuan yang ingin melahirkan ke dua kalinya. So, lupa itu anugerah, jika kita tau kapan itu akan menjadi anugerah.

lalu seperti apa lupa dalam tinjauan agama?

Dalam sabda Rasulullah saw dikatakan

“الإنسان محل الخطأ والنسيان”

“(manusia adalah tempatnya salah dan lupa).”

Lupa secara bahasa adalah meninggalkan, Ulama Syafi’i dan Ulama Hanbali berpendapat orang yang lupa berarti dia telah bebas dari mukalaf (pembebanan syariat ketika dia lupa). Adapaun pengaruh hukum terhadap yang lupa dibagi menjadi 2, yaitu hukum ukhrawi dan hukum duniawi.

Hukukm Lupa baik secara Ukhrowi dan Duniawi

Secara hukum ukhrawi para ulama sepakat orang yang lupa tidak dikenakan bersalah sama sekali. Dalam hukum ukhrawi di akhirat nanti jika seseornag lupa melakukan sesuatu perkara yang dilarang atau perkara yang diperintah maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak membebani, tidak dikenakkan dosa sama sekali. hal ini terdapat dalam Al Quran surah Al-Baqarah (285-286)

Di dalam pandangan syariat agama seseorang yang lupa maka di akhirat tidak berdosa, namun berbeda dengan hukum dunia yaitu konsekuensi yang harus dikerjakan/dijalani. Menurut para ulama jika itu berkaitan dengan meninggalkan perintah karena lupa, maka itu tidak gugur, namun harus dikerjakan ketika ingat.  Sebagai contoh lupa mengerjakan shalat, ketika kita lupa mengerjakan shalat secara tidak disengajamaka ketika ingat kita wajib mengerjakannya.

Lalu bagaimana Jika lupa berkaitan dengan melakukan larangan, selama bukan perusakan maka dimaafkan Allah, tapi jika ada perusakan secara hukum duniawi  maka tetap ada ganti rugi, sebagai contoh merusakan barang milik orang lain dengan tidak sengaja karena lupa. Hukum secara ukhrawi tidak berdosa,  namun hukum duniawi maka dia harus mengganti.

Nah Sahabat MQ dalam hal ini kita harus membedakan lupa dalam perintah dan lupa dalam larangan dan apakah itu lupa dalam hukum ukhrawi dan hukum duniawi. Kemudian  yang harus diperhatikan kita wajib mengetahui lupa jika dilihat dari sisi hukum syariat yang ditinggalkan dan dikerjakan, apakah itu hukumnya wajib, sunnah kemudian rukun, tentu ada hukumnya tertentu, itu artinya kita harus memahami berbagai kaidah-kaidah ilmu dalam kehidupan kita.

Sahabat MQ Hal ini menunjukan bahwa sekalipun kita lupa dan itu tabiat manusia, tetap ada konsekuensi yang harus kita jalani. Hendaklah kita  terus mencari ilmu agar  ketika Allah memberi kita lupa kita tidak lupa untuk mengerjakan  konsekuensi dari lupa tersebut. Wallahualam bissawab, semoga bermanfaat!

 

MANFAAT SEDIKIT BERBICARA BAGI KESEHATAN

MANFAAT SEDIKIT BERBICARA BAGI KESEHATAN

Sahabat mq, seseorang yang aktif berbicara ternyata bisa mendapatkan dampak positif atau bahkan negatif. Di satu sisi orang yang cenderung cerewet memiliki sisi humble dan sering berbagi informasi dengan orang-orang disekitarnya, namun disisi lain kecerewetan bisa berdampak negatif yakni, dapat melukai perasaan orang lain jika omongan kita mulai tak terkontrol.

Jalaludin rumi seorang filusuf islam mengatakan, berbicara merupakan sesuatu yang perlu menggunakan segala pertimbangan hati, karena tidak semua hal yang menurut kita baik perlu diomongkan. Banyak ekspresi dan kalimat yang sifatnya aurat, artinya tidak baik jika semua informasi yang kita dapat, langsung kita bicarakan tanpa mencari kebenarannya terlebih dahulu.

Didalam ajaran agama islam juga dijelaskan bahwasannya, ketika kita tidak bisa berkata yang baik dan benar, maka tidak banayak bicara itu lebih baik. Sebagaimana hadist dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Imam An-Nawawi rahimahullah menyebutkan dalam Syarah Arbain, bahwa Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Jika seseorang hendak berbicara maka hendaklah dia berpikir terlebih dahulu. Jika dia merasa bahwa ucapan tersebut tidak merugikannya, silakan diucapkan. Jika dia merasa ucapan tersebut ada mudharatnya atau ia ragu, maka ditahan (jangan bicara).”

Sahabat mq, selain dalam syariat islam dijelaskan untuk tidak banayak bicara, ketika khawatir yang dibicarakan itu tidak bermanfaat dan bahkan dapat menyakiti orang lain, ternyata  tidak banyak berbicara memiliki manfaat tersendiri bagi kesehatan badan kita,  simak informasinya berikut ini.

Info 1

Meningkatkan kesadaran

Berdiam sejenak, dapat meningkatkan kesadaran pada badan karena dapat memepertajam fokus dan konsentrasi pada otak. Hal ini tentu berguna bagi mereka yang sering tiba-tiba merasa bingung dan tidak tahu harus berbuat apa saat terlalu banyak berbicara.

 

Info 2

Regenerasi sel otak

Berdiam dengan konsentrasi penuh atau biasa disebut dengan meditasi, dapat membantu pertumbuhan sel otak. sel otak akan bekerja untuk mengingat dan memahami hal-hal yang menguntungkan bagi kita saat kita berdiam diri untuk sejenak.

Info 3

Hilangkan stress

Gelombang suara yang anda dengar dan keluarkan, akan diproses oleh sistem saraf otak. Hal ini akan menimbulkan stres jika situasi dan keadaan yang  terlalu rumit dan berisik, semakin sedikit keributan yang terdengar dan yang diproses oleh otak, maka tingkat stres pada diri akan menurun.

Info 4

Solusi bagi penderita insomnia

Sahabat mq, jika anda memiliki masalah sulit tidur atau insomnia, cobalah untuk berdiam dan menenangkan diri sejenak. Selain dapat membatu proses penyembuhan insomnia, hal ini juga dapat mengurangi kelelahan berlebih pada diri anda.

Sahabat mq, selain kita yang sudah kita ketahui manfaat tidak banyak biacara dari segi kesehatan, serta islampun memerintahkan untuk menjaga perkataan kita, dan menyarankan lebih baik diam, jika kiranya perkataan itu tidak bermanfaat, dan dapat melukai orang lain. Mari memulai berbicara dengan efektif, jangan habiskan energi kita hanya dengan ngobrol-ngobrol yang tidak ada manfaatnya, terlebih obrolan tersebut berkenaan dengan menjelekkan orang lain yang ketika orang yang kita obrolinnya mengetahui maka akan menyebabkan sakit hati dan berselisih, kemudian  hal yang demikian tersebut adalah gibah, dan sudah jelas berbuah dosa, yang mana  gibah dalam islam adalah dilarang, dan hukumnya “Haram”.

Sumber :https://stlye.tribunnews.com