PERINTAH DIWAJIBKANNYA SHALAT

PERINTAH DIWAJIBKANNYA SHALAT

Isra Mi’raj merupakan suatu peristiwa dimana Nabi Muhammad SAW diperjlankan oleh Allah swt, dari Masjidil Haram di Makah ke Masjidil Al Aqsa di Yerusalem (Isra), kemudian dilanjutkan menuju langit ke Sidratul Muntaha (Mi’raj) dengan tujuan menerima wahyu Allah SWT.

Peristiwa Isra’ dan Mi’raj terjadi pada 621 M,  dua tahun setelah wafatnya sang istri Siti Khadijah dan paman Rasulullah, Abu Thalib. Maka peristiwa isra mi’raj ini merupkan cara menghibur Allah swt kepada Rasulullah saw yang mana diakhir-akhir ini Rasulullah saw telah banyak sekali mendapat ujian dari Allah swt. Paket perjalanan  yang kemudian disebut sebagai Isra’ Mi’raj ini sejatinya adalah sebuah pesan kepada seluruh umat nabi Muhammad bahwa, segala macam cobaan yang seberat apa pun haruslah kita lihat sebagai sebuah permulaan dari akan dianugerahkannya sebuah kemuliaan kepada kita.

Peristiwa isra mi’raj merupakan peristiwa yang menakjubkan

karena pada peristiwa Isra Mi’raj Rasulullah saw melakukan perjalana dengan tempo waktu yang singkat dengan perjalanan ke dua tempat yang sangat jauh yaitu dari kota Mekah ke Yuresalem, dan yang paling menakjubkan yang secara akal fikiran manusia adalah suatu yang mustahil, yang hnaya diyakini oleh keimanan saja,  yaitu perjalanan Rasullah saw dari bumi ke langit menuju sidratul muntaha’.

Peristiwa isra mi’raj ini pula yang menjadi awal mula diperintahkannya shalat yang lima waktu,kepada nabi Muhammad saw dan kepada umatnya. Namun perintah shalat yang Allah berikan kepada nabi Muhaamd saw pada waktu itu, bukan 5 waktu yang telah kita ketahui dan jalankan sekarang, namun pada mulanya adalah 50 waktu, untuk lebih jelasnya berikut perjalanan perintah shalat yang Allah Ta’ala perintahkan kepada Rasulullah dan umatnya.

Rasulullah saw menerima perintah shalat pada peristiwa isra’ mi’raj

Dalam perjalanan isra’ mi’raj, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima perintah dari Allah swt untuk menunaikan shalat sebanyak 50 waktu. Usai menerima perintah tersebut, Rasulullah saw bertemu dengan nabi musa alaihissalam yang bertanya, “apa yang diwajibkan oleh tuhanmu kepada umatmu?” Rasulullah saw menjawab, “shalat sebanyak 50 waktu”, kemudian nabi musa alaihissalam  berkata, “kembalilah menghadap Tuhanmu, sesungguhnya umatmu tidak akan sanggup melaksanakannya”,  maka Rasulullah saw pun kembali kepada Allah swt dan meminta keringanan, sehingga jumlah kewajiban shalat menjadi separuhnya. Setelah itu, Rasulullah bertemu nabi musa alaihissalam yang kembali menyarankan untuk meminta keringanan kepada Allah swt, Rasulullah saw pun kembali menghadap Allah swt, sehingga kewajiban shalat menjadi 10 waktu. Kemudian Rasulullah saw kembali bertemu kembali dengan nabi musa alaihissalam yang masih menyarankan untuk meminta keringanan kepada Allah sawt, maka Rasulullah saw lagi-lagi menemui Tuhannya untuk memohon keringanan, sehingga kewajiban shalat menjadi lima waktu.  Kemudian Allah Ta’ala  berfirman, “inilah lima waktu shalat yang wajib, nilainya sama dengan lima puluh waktu, dan kalam-ku tidak dapat berubah”.

Setelah Rasulullah  SAW menghadap Allah SWT, beliau kembali bertemu dengan nabi musa alaihissalam yang masih menyarankan untuk mengajukan keringanan, namun berbeda dari yang sebelumnya, Rasulullah saw berkata, “aku sangat malu bertemu tuhanku”.

jika saja Rasulullah malu untuk meminta yang lebih ringan dari lima waktu apalagi kita yang hanya manusia biasa?, maka sudahkah kita mempersembahkan shalat terbaik sebagai wujud syukur pada allah dan rasul-nya?.

Sahabat mq, itulah awal mulanya diperintahkan shalat kepada Rasulullah saw dan umatnya, Allah swt dan Rasulnya tentunya sanagt tahu dan bijaksana terhadap kemampuan umatnya dalam pelaksanaan shalat, sehingga Allah swt menetpakan lebih ringkas namun tidak kalah nilainya dan pahalanya dengan shalat yang 50 waktu.

 

SHALAT ADALAH KUNCI DITERIMANYA SELURUH AMAL

SHALAT ADALAH KUNCI DITERIMANYA SELURUH AMAL

Sahabat MQ, Allo swt tahu bahwa kita ada saatnya memiliki masa masa saat jemu, karena kita ini sepenuhnya milik Alloh,  dan rasa jemu itu pun ciptaan Alloh. Alloh menciptakan manusia itu dalam keberagaman,  dan dalam keberagaman ini Alloh memberikan ladang ladang amal yang juga beragam.

Dibalik keterbatasan kita, Allah memberikan cara untuk tetap beribadah kepad Allah swt

Alloh memberikan amal itu beragam, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melakukan amal sholeh. Karena dibalik keterbatasan dan kemampuan kita, kita mempunyai ladang amal masing-masing.  Kadang kala ada orang yang sangat semangat ibadah sunnah, ada saat saat dilarang oleh Alloh supaya tidak fokus kepada jumlah tapi fokus kepada kualitas sholat. Jangan sampai kita hanya fokus kepada banyaknya sholat,  tetapi tidak sibuk meningkatkan kekhusyu’an sholat. Karena seringkali kita sudah benar saat menunaikan ibadah tapi terkadang hati kita tidak hadir,  dan salahnya lagi setelah sholat dengan tidak menghadirkan hatinya, seringkali kita tidak mengakui kesalahan itu.Maka setelah sholat, kita dianjurkan untuk beristighfar untuk meminta ampun atas kesalahan yang kita perbuat saat kita beribadah.

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. (Al Baqarah : 153)

Langkah utama seorang musli, saat ditimpa ujian

Saat mendapat ujian maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah sabar, sabar itu tahan diri,  tahan lisan,  tahan sikap dari apa yang tidak Alloh sukai. Setelah sabar,  maka segera lah ambil air wudhu,  dan sholatlah agar Alloh swt curahkan pertolongannya.

Sahabat mq,  mari kita tingkatkan dan sempurnakan 2 hal ini yaitu kesabaran dan sholat.

Berikut tips beberapa teknik agar bisa sempurna dalam sholat ;

  1. Yakinlah bahwa sholat adalah salah satu pembuka pertolongan dari Alloh, karena sholat adalah dzikir yang paling lengkap dan dzikir adalah jalan pembuka pertolongan Alloh dan sujud itu adalah saat – saat paling dekat dengan Alloh.
  2. Diawal harus punya target dan tekad yang kuat agar sholatnya khusuk
  3. Harus cari ilmunya
  4. Sholatnya tumaninah, hadirkan diri kita disetiap bacaan & setiap gerakan sholat.

Memaksimalkan ikhtiar dalam kebaikan

Memaksimalkan ikhtiar dalam kebaikan, adalah bagian dari ibadah, terlebih shalat merukan kunci diterimanya seluruh amal. Ketika diibaratkan dalam bilangan, shalat merupakan angka satu, sedangkan amal ibadah lain adalah angka nol, dimana angka nol angka bisa jadi bernilai ketika angka nol itu ada bilangan satuannya, dalam kasus ini adalah angka satu didepannya, meskipun angka nol dibelakang satu tersebut cuman dua, maka tetap angka tersebut mempunyai haarga nilai, yaitu nilai 100. Beda halnya dengn si nol tersebut tidak ada angka satuannya, maka seberapa banyakpun angka nol, nilai harga nol tersebut tetap tidak akan bernilai, karena bilangannyapun tersebut dibaca nol, meskipun nolnya banyak.

Begitupun dengan amal ibadah, dimana shalat itu adalah angka satu, dan amal amal yang lain adalah angka nol. Yang mana ibadah lain akan menjadi bernilai ketika amal shalatnya baik, pun sebaliknya sebanyak apapun amal ibadah kita, ketika amalan shalatnya rusak, maka amal yang lainpun sebanyak apapun tidak akan diterima, karena tidak ada nilainya dihapadapan Allah swt.

Maka dari itu agar keseluruhan amal kita diterima, mari kita senantiasa memperbaiki amal shalat kita, sehingga amalan yang lain yang kita laksanakan mempunyai nilai dihadapan Allah swt. Dengan itu sahabat mq, mari kita perbaiki sholat kita dengan TBM (Tepat waktu, Berjamaah,  di Masjid).

MERESPON POSITIF, KETIKA DIHADAPKAN DENGAN MASALAH

MERESPON POSITIF, KETIKA DIHADAPKAN DENGAN MASALAH

Peristiwa apapun yang terjadi adalah netral hukumya, yang menjadikan ia menjadi negatif atau positif hanyalah respon kita ketika menghadap peristiwa tersebut. Begitupun dengan  seseorang yang dihadapkan pada tantangan/ujian dalam keluarga, apakah kebaikan atau keburukan semuanya netral. Jika direspon dengan kelembutan hati, maka  berakibat positif, namun jika direspon dengan emosi maka berakibatnegatif.

Sebagai contoh, ketika anak sehat kemudian berlari kesana kemari direspon dengan kelembutan hati, maka efeknya akan positif, tetapi jika direspon dengan emosi, efeknyapun akan negative. Suami bekerja sampai malam direspon dengan kelembutan hati akan menjadi positif namun direspon dg emosi maka  akan terjadi hal yang negative. Isteri yang normal berkata banyak jika direspon dengan kelembutan hati akan berakibat positif, namun jika direspon dengan emosi akan berakibat negatif pula.

Lantas bagaimana agar hati lembut, agar senantiasa mempunyai respon yang positif ketika dihadapkan dengan ujian, seberat apapun itu?

Agar hati senantiasa lembut, tidak mudah berburuk sangka kepada orang, dan bertawakal kepada yang utamanya adalah memperbanyak dzikir. Dengan dzikir hati akan menjadi tenang,  dengan dzikir hati akan menjadi bersih, karena hati kita dibalut dengan asma-asma Allah. Namun jika hati kita tidak pernah atau sangat jarang berdzikir kepada Allah, maka bersiaplah hati kita membatu.

فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.

Sebuah kisah inspirasi menyikapi ujian dengan respon positif

Seorang  suami merasa bahwa karirnya sebagai seorang pegawai perusahaan swasta berada di ujung tanduk. Boss nya marah besar akibat proposal yang ia kirimkan tak sesuai dengan ajuan akhir clientnya. Bila clientnya membatalkan proyek miliaran akibat kesalahannya maka boss nya telah mewanti-wanti akan memberikan sanksi pemecatan yang akan ia terima.

Ditengah kondisinya yang seprti itu, maka saat itu yang ia rindukan untuk tempat menenangkan hati, adalah  rumah dan kehangatan istri dan anaknya. Maka saat itu pula bergegas ia pulang ke rumah berharap mendapat ketenangan.

Semua harapannya pupus, ketika hal pertama yang ia temui di rumah adalah rentetan keluhan istri tentang kenakalan buah hatinya, rumah berantakan, perabotan tak tentu arah dan tak satu pun makanan terhidang di meja makan. Saat itu ia ingin sekali marah, tapi, istrinya terlebih dahulu menghujaninya dengan tangisan cengeng, ia mengeluhkan tentang kesusahannya merawat si bungsu yang rewel karena demam dan kenakalan si sulung yang tak pernah bisa diam.

Dalam hatinya ia ingin membentak sang istri, memakinya dengan sebutan istri tak becus dan tak tahu diri. Yang ia ingin ketenangan di rumah karena telah mendapatkan masalah di kantor,  namun justru kekesalan yang ia temukan. Ia merasa rumah bukan lagi tempat untuk pulang. Namun perlahan ia menarik napas, dan menyimpan semua amarahnya, ia memeluk sang istri dan berkali kali mengucapkan kata cinta dan sabar pada wanita yang telah lima tahun ia nikahi.

Malam itu, dengan dompet yang hanya tersisa satu lembar uang berwarna merah ia mengajak keluarganya makan bakso di luar, tak jadi amarah itu ia luapkan, ia memilih untuk mendinginkan rasa panas yang meluap dan berdamai dengan keadaan.

Saat itupun istrinya senang dan anak-anaknya pun riang, karena suaminya sangat pengertian dan lantas mengajak dirinya untuk berjalan-jalan keluar. Dalam perjalanan pulangnya pun istrinya tak henti bersenandung riang dan kedua buah hatinya berceloteh riang.

Saat itu sang suami hatinya terasa lebih lapang apalagi ketika melihat kegembiraan sang istri, dan anak-anaknya, apalagi ketika sang istri mengecup keningnya berkali kali sebelum tidur dan memanjatkan do’a demi kebaikannya. Saat itu ia tak mau tahu hari esok, setidaknya malam itu ia telah menyenangkan orang yang ia sayangi.

Keesokan paginya sebuah panggilan beruntun dari bos nya mengejutkan, ia sudah menduga bos akan menghubungi namun tak mengira akan secepat itu. Dipecat, bukan lagi hal yang ia takutkan, ia lebih legowo kini.

“Rudi, ke kantor sekarang, (ucap sang bosnya dalam telepon). Gila, client kita kali ini bener-bener buat orang jantungan, kemaren dia bilang proposal yang kamu buat gak sesuai konsep eh subuh tadi dia kontak aku dan bilang kalau proposalmu itu brilian. Dia deal mau tanda tangan kontrak pagi ini, Miliaran tau gak…..!!!!!” Boss nya menjelaskan dengan berapi-api.

“Ini beneran, Boss?” ucap rudi  (ia bertanya tak percaya).

“Emang aku kelihatan bohong? (ucap bosnya) Setelah tanda tangan oke, saya tranfer bonus ke kamu tiga puluh juta….. biar kamu yakin, ha ha ha……”

Boss nya mengakhiri pembicaraan di ujung telpon dengan gelak tawa.

Sahabat MQ, dari cerita diatas, kita mendapatkan hikmahnya, bahwa hidup adalah sebuah pilihan apakah kita akan memilih memperdalam lubang masalah atau menyelesaikannya.

Bisa saja pada cerita diatas si suami memilih memaki istrinya dan melampiaskan masalah di kantornya pada sang istri dan anak, Tapi ia memilih untuk tak menambah ranting persoalan hidup. Kita tak pernah tahu doa tulus mana yang mengantarkan kita pada kesuksesan, atau rintihan duka siapa yang menyeret hidup kita pada jurang kesengsaraan.

Bila hidupmu terasa berat di tempat kerja maka buatlah ringan ditengah keluargamu. Hari dimana di tempat kerja kau merasa berat, tertekan maka ketika pulang belilah es krim dan martabak manis untuk istri dan anakmu, senyum mereka akan meringankan harimu.

Bila manusia saja tersentuh dengan kebaikanmu lalu bisa kau bayangkan Allah yang maha baik yang akan menghampiri mu. Masalah datang ketika kita hidup dan akan terus datang sejalan dengan detak jantung, tapi yang membedakannya adalah cara kita menyelesaikannya.

MEMULIHKAN SEMANGAT YANG PATAH

MEMULIHKAN SEMANGAT YANG PATAH

Setiap orang memiliki cita-cita dan harapan yang ingin digapai, cita-cita dan harapan merupakan suatu hal yang dapat menggairahkan kita untuk bekerja keras dalam menggapainya. Namun dalam perjalanannya, tentu tak semudah membalikan tangan, perlu perjuangan, pengorbanan dan keistiqomahan yang sungguh-sungguh.

Tak sedikit orang yang gagal dalam ikhtiar untuk menggapai cita-citanya, faktornya banayak sekali, baik karena lelahnya perjuangan yang tak kunjung samapi pada titik temu apa yang kita harapkan, ada yang gagal karena tergoda oleh bisikan nafsu semata, ada juga yang karena bentuk ikhtiar yang hari ke harinya sudah mulai tidak istiqomah, dan ada juga karena hilangnya keyakinan pada diri akan capaian cita-cita tersebut, serta banyak faktor yang lainnya.

Tantangan  dalam mengapai cita-cita

Sahabat MQ, terkadang memupuk semangat pada diri kita, bisa dikatakan mudah, karena disana kita memiliki tujan, yakni cita-cita dan harapan-harapan kita. Biasanya ketika kita memiliki tujuan yang akan dicapai, diri kita senantiasa hendak termotivasi untuk bisa merealisasikannya. Namun yang menjadi terasa sulitnya itu adalah mengkonsistenkan atau mengistiqomahkan  semangat yang kista miliki. Naik turunnya girah (semagat) pada diri kita itu menjadi tantangan dalam proses pencapaian cita-cita dan harapan kita.

Lantas bagaimana cara mengatasi atau memupuk kembali semangat kita yang mulali turun?

Dalam mengatasi atau memupuk kembali semangat  kita yang mulai turun yang pertama adalah Luruskan dan benahi niat kita. Maka dalam pembenahan niat ini, niatkan apa yang menjadi cita-cita dan harapan kita ada nilai ibadah dan ada nilai kebaikan buat orang lain. Karena  barang siapa yang ingin berniat dengan niat yang baik dalam amalnya, harus melihat faktor pendorong yang mengajaknya untuk mengerjakan amal tersebut, sehingga dia bersungguh-sungguh yang menjadi pendorong utama adalah ridho Allah, taat kepada-Nya dan mengerjakan perintah-Nya.

Maka dengan ini niatan itu akan menjadi karena Allah –ta’ala-, kemudian setelah itu ia harus menjaga pendorong utama untuk beramal, murni karena Allah, tidak berpaling darinya di tengah-tengah amal, hati dan niatnya tidak berubah-ubah, tidak berpaling kepada selain Allah, dan tidak dihinggapi kesyirikan lainnya. Seperti dalam hikayat di zaman para sahabat berikut ini :

Kisah sang palnglima perang dalam membangkitkan semangat perjuangan

Menjelang perang mu’tah rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menujuk tiga orang panglima, mereka adalah zaid bin haritsah, ja’far bin abi thalib dan abdullah bin rawahah. Kemudian berangkatlah 3000 pasukan kaum muslimin menuju medan jihad, namun ketika rombongan sampai di ma’an, kaum muslimin mendapat kabar bahwa pasukan yang akan mereka hadapi berjumlah dua ratus ribu orang bersenjata lengkap, tentu kabar ini mengguncang semangat pasukan muslimin.

Seseorang kemudian menyampaikan usulan, “kita tulis saja surat kepada rasulullah, kita sampaikan kepada beliau jumlah musuh kita, bisa jadi beliau akan mengirimkan pasukan tambahan”, mendengar usulan tersebut, ada yang setuju dan ada pula yang tidak memberi tanggapan, hingga suasana hening sesaat.

Tiba-tiba, abdullah bin rawahah sang panglima ketiga berseru, “saudara-saudaraku, sesungguhnya apa yang tidak kalian sukai ini justru merupakan tujuan dan cita-cita keberangkatan kita, tidakkah kalian merindukan syahid? kita memerangi musuh bukan mengandalkan senjata, kekuatan atau banyaknya jumlah pasukan, melainkan kita memerangi mereka dengan mengandalkan agama yang allah swt muliakan kita karenanya. Maka dari itu, majulah dengan barokah Allah!, kita pasti memperoleh satu di antara dua kebaikan, yakni menang atau syahid!”. seluruh pasukan kembali bersemangat dan meneriakkan takbir, “Allahu akbar!”.

Sahabat mq, kisah tadi mengajarkan kita untuk melihat kembali niat dalam langkah kebaikan yang kita tempuh, yakni melakukan segala sesuatu karena dan untuk allah ta’ala. Dengan itulah kita dapat memulihkan semangat yang patah.

Sumber: kisahmuslim.com

SUDAHKAH KITA BERTAUBAT ATAS DOSA-DOSA YANG KITA LAKUKAN?

Sahabat MQ, Jika kita renungkan,  Berapa jumlah dosa yang sering kita lakukan setiap hari?, berapa kalli kita melanggar perintah Allah swt, berapa sering kita lalai terhadap perintah Allah swt ?mungkin saja jika kita mencoba untuk menghitungnya,  pasti akan sulit untuk menghitungnya.

Kita terancam oleh dosa dan perbuatan maksiat yang kita lakukan, maksiat sering dilakukan tetapi penghapusnya jarang. Maka masalah terbesar kita sebenarnya adalah kita tidak bersungguh-sungguh dalam bertobat kepada Alloh Ta’ala.

Masih yakinkah, dan layakkah kita masuk surganya Allah?

Jika berkaca kepada amal kita dan begitu banyaknya kekhilapan dan dosa-dosa yang kita lakukan, mungkin kita tidak layak untuk masuk surga, bahkan tidak pernah layak. Lantas siapkah kita masuk neraka ?, tentunya siapa yang siap, dan siapa yang mau masuk neraka?, orang jahat sekalipun pasti tidak mau masuk neraka. Bagaimana tidak,neraka merupakan tempat yang ciptakan dan Allah sediakan untuk menghukum orang-orang yang kufur dan berbuat dosa, yang siksaannya sanagat pedih dan kejam.

Mari sahabat, perbanyak istighfar. Semoga dengan istighfar kita ini, Alloh Ta’ala bisa menerima segala ampunan dari perbuatan dosa dan maksiat yang pernah kita lakukan. Kareana tidak ada yang paling kita harapkan kecuali karunia dan ampunan swt.

Bertaubat atas segala kesalahan dan kekhilapan kita

Kita adalah mahluk yang senantiasa hilap dan lupa,merupakan suatu keharusan dan kewajiban kita bertaubat dan memohon ampun kepada Allah swt. Seberapa besarpun dosa-dosa kita di masa lalu, jika kita mentaubatinya, dengan syarat bersungguh-sungguh, serta berjanji kepada diri untuk tidak mengulanginya lagi, dan menggantinya dengan amal-amal yang shaleh, maka niscaya dengan kemaha ghofur dan rahimannya Allah, Allah akan mengampuninya, karena sesungguhnya Allah adalah Zat yang maha pemurah, lagi maha pengampun.

Taubat bukan sebatas di lisan

Sahabat MQ, taubat bukan hanya sebatas lisan, tapi keinginan dan usaha sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya lagi. Dan sungguh Alloh mencintai orang yang bertobat. Jangan pernah malu untuk mengakui diri ini salah di hadapanNya. Sebagaimana Alloh Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Albaqarah [2]: 222)

Allah sangat gembira menerima taubat seorang hamba

Dalam suatu riwayat hadist bahwasannya :

“Allah Ta’ala sangat gembira menerima taubat seseorang kamu, melebihi kegembiraan seseorang yang menemukan kembali barangnya yang hilang.” (HR. Muslim)

Dalam riwayatnya lagi, yaitu hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwasannya: “Sungguh kegembiraan Allah karena taubatnya hamba-Nya melebihi kegembiraan salah seorang dari kalian terhadap hewan tunggangannya di sebuah padang pasir yang luas, namun tiba-tiba hewan tersebut lepas, padahal di atasnya ada makanan dan minuman hingga akhirnya dia merasa putus asa untuk menemukannya kembali. kemudian ia beristirahat di bawah pohon, namun di saat itu, tiba-tiba dia mendapatkan untanya sudah berdiri di sampingnya. Ia pun segera mengambil tali kekangnya kemudian berkata; ‘Ya Allah Engkau hambaku dan aku ini tuhan-Mu.’ Dia telah salah ucap karena terlalu senang.” (HR. Muslim)

Sahabatku, marilah kita memperbanyak istighfar. Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam yang tanpa dosa saja, dalam sehari bisa beristighfar sebanyak seratus kali, apalagi kita yang penuh dosa, seharusnya bisa lebih banyak lagi. Istighfar itu salah satu jalan keluar dari masalah, melapangkan saat kita dalam kesempitan, dan pembuka pintu rejeki.

“Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Alloh memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Ahmad )

TIPS MEMASAK SEMPURNA

TIPS MEMASAK SEMPURNA

Sahabat mq, memasak merupakan kegiatan sehari-hari para ibu rumah tangga, yang mana hasil dari pasakan tersebut kita hidangkan untuk orang-orang terkasih kita. Namun tak semuanya bunda dan ibu jago memasak loh?, bahkan mungkin gak sedikit para bunda yang belum bisa memasak, terlebih mungkin bagi para istri yang baru saja berumah tangga dan belum terbiasa memasak semasa hidup dengan keluarganya.

Sahabat mq, tentunya para bunda atau sebagai istri mengharapkan kegiatan memasak dapat berakhir pada masakan yang disukai oleh anggota keluarga. Yahhh selain enak, minimal hasil pasakannya tidak gosong atau tidak masih mentah. Pastinya hal itu ada tekniknya lohh yang mungkin sebagaian para bunda sudah pada mengetahuinya, namun sedikit sharing yahh bagi para istri dan bunda yang baru belajar masak, yaitu salah satu teknik masakan yang biasa dilakukan orang-orang, adalah teknik memasak melalui proses penggorengan. berikut beberapa kiat atau tips agar kegiatan menggoreng di rumah dapat menghasilkan masakan lezat dan pas di mulut.

Tips pertama Memasak bahan terkecil hingga terbesar

Sahabat mq, agar dapat menghasilkan makanan dengan tingkat kematangan yang merata, para bunda perlu memperhatikan urutan bahan masakan yang harus dimasukan pertama hingga yang terakhir. Oleh karenanya setelah memastikan suhu wajan sudah pas untuk menggoreng, sebaiknya sahabat memasukan bahan masakan dari mulai potongan bahan terkecil hingga terbesar.

Tips ke dua Menggunakan bumbu praktis

Sahabat mq, jika sahabat memiliki waktu yang terbatas untuk menggoreng, sahabat dapat menambahkan bumbu seperti cengkih, bawang putih, atau rosemary, kedalam wajan.  Bumbu-bumbu tersebut dapat memberikan rasa pada masakan, dengan waktu yang singkat. sehingga masakan akan tetap lezat meski hanya digoreng dalam waktu singkat.

Tips ke tiga Menurunkan suhu kompor

Sahabat mq, agar masakan anda dapat matang dengan pas, anda juga perlu memperhatikan suhu kompor. saat masakan hampir matang, segera kecilkan api, atau langsung matikan kompor, sehingga bahan di dalam wajan akan matang hanya dengan panas yang masih tersisa.

Tips ke empat Kendalikan suhu minyak dengan cermat

Suhu panas pada minyak juga harus diperhatikan, jangan sampai minyak suhunya terlalu  panas, agar bahan yang mau kita pasak tidak cepat matang, biarkan bumbunya meresap terlebih dahulu, oleh karena itu pastikan suhunya sesuai standar yaitu saran sih tidak boleh lebih dari 205 derajat Celcius. Lebih dari suhu itu minyak sudah mencapai titik asap. Api kompor juga harus dikendalikan. Semakin kecil api, maka minyak semakin lama panas, alhasil ketika menggoreng bahan makanan minyak yang menyerap akan lebih banyak. Terlalu besar api kompor, menyebabkan suhu meningkat dengan cepat ke titik asap.

Tips ke lima Sesuaikan banyak makanan dengan minyak

Untuk menggoreng Perbandingan makanan dan minyak goreng adalah 1:5 > 1:6. Jika minyak kurang, maka suhu dapat turun terlalu rendah. Jika makanan terlampau sedikit dari minyak, maka minyak goreng yang akan rusak.

Tips ke enam Melakukan teknik dengan benar

Sahabat mq, bahan makanan yang digoreng dengan benar akan terlihat pada warnanya setelah matang.  terdapat  tiga warna kematangan pada masakan yang digoreng,

Pertama, warna kuning keemasan, kemudian memudar menjadi warna emas yang lebih gelap, dan akhirnya menjadi warna cokelat titik-titik.

Sahabat mq, berikut tips-tips menggoreng sempurna, selamat mencoba dan berusahalah melakukan yang terbaik buat keluarga tercinta kita, karena  salah satu usaha untuk memberikan kepuasan kepada keluarga, dapat kita lakukan dengan cara menyajikan makanan yang sesuai dengan  selera. oleh karena itu, agar dapat memberikan kesenangan tersebut, kita dapat senantiasa  memperhatikan teknik memasak yang sesuai dan benar.

 

 

HIDUP TIDAK HANYA DI DUNIA SAJA

HIDUP TIDAK HANYA DI DUNIA SAJA

Dunia adalah ladang untuk beramal, sedangkan akhirat adalah negeri balasan, baik surga maupun neraka. Balasan kita diakhirat sesuai apa yang kita lakukan di dunia. Tidaklah semata-mata  seseorang mendapatkan balasan surga, kecuali orang tersebut melakukan amal-amal shaleh dan tidak melakukan ke musyrikan kepada Allah swt. Pun sebaliknya tidaklah semata-mata seseorang mendapatkan balasan siksa  neraka, kecuali orang tersebut melakukan kekufuran atau sering melakukan hal keburukan. Tentunya Allah swt akan membalas seseorang  terhadap apa yang ia kerjakan selama hidupnya di dunia. Allah Ta’ala berfirman :

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ * وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Artinya ;

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (QS. Az Zalzalah: 7-8).

Keadilan Dzat Yang Maha Adil

Allah swt tentunya zat yang maha Adil,tidaklah Allah swt membiarkan orang-orang kufur, orang-orang yang senantiasa berhura-hura, orang-orang yang senantiasa terlena akan dunia dan lupa beribadah kepada Allah swt, padahal tugas dari ciptakannya manusia adalah beribadah kepada Allah swt, maka mereka yang demikian akan menerima balasannya sesuai apa yang dia lakukaannya di dunia.

Tentunya Allah swt akan meng adzabnya dan memasukannya kedalam nerka-Nya yang mana itulah seburuk-buruknya balasan. Sehingga mereka akan merasakan penyesalan yang amat sangat mengenai perbuatannya selama di dunia. Merekapun memohon-mohon kepada Allah swt untuk diberikan kesempatan supaya dikembalikan lagi ke dunia, agar mereka bisa beribadah kepada Allah swt. Namun tidaklah ia bisa kembali lagi ke dunina, karena sesungguhnya itulah hari pembalasan Allah yang nyata, dan hari  penyesalan orang-orang kafir, dan musyrik.

Sungguh kita hidup tidak hanya di dunia saja, melainkan setelah kita mati nanti  kelak akan dibangkitn kembali, dan akan merasakan kehiupan yang sesungguhnya, yaitu kampung akhirat. Allah swt berfirman :

 وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ وَمَا لَهُمْ بِذَلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

Artinya ;

Dan mereka berkata,’Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa.’ Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.” (QS. Al-Jatsiyah [45]: 24).

Janganlah salah fokus dalam hidup di dunia

Sahabat MQ, Janganlah kita salah fokus dalam hidup ini, pasti akan merasa lelah dan tidak pernah merasa cukup jika kekayaan dunia yang menjadi tujuan. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sering berdoa:

اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

 “Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina.”

“Ya Alloh, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, penjagaan diri dari segala keburukan dan kekayaan hati yang selalu merasa cukup dengan pemberian-Mu”  (HR. Muslim no. 2721)

Dan hendaklah kita juga senantiasa meminta kekuatan kepada Allah swt dengan senantiasa mengawali aktivitas kita di pagi hari dengan membaca :

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, laa hawla wa laa quwwata ollaa billaah

Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemudian dia membaca doa di atas ini,maka akan disampaikan kepadanya, ‘Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi kebutuhannya, dan kamu dilindungi.’ Seketika itu setan-setan pun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya, ’Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.(HR. Abu Daud, no. 5095; Turmudzi, no. 3426; dinilai shahih oleh Al-Albani)

 

MANUSIA ADALAH MAHLUK YANG PALING SEMPURNA

MANUSIA ADALAH MAHLUK YANG PALING SEMPURNA

Manusia adalah mahluk Allah yang paling sempurna, dibanding mahluk Allah yang lainya. Memang dari sekian ribu ciptaan Allah yang ada, manusia-lah ciptaanNya yang paling sempurna, karena manusia diberikan oleh Allah segala komponen yang tidak dimiliki oleh ciptaan yang lainnya. Manusia mengemban amanah yang berat karena kesiapannya untuk menjadi seorang manusia. Kesempurnaan ciptaanmanusia Allah abadikan dalam firmannya, yakni dalam QS. Attin ayat 4 :

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Artinya:

“sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Yang membedakan manusia dengan mahluk yang lainnya

Namun yang paling dapat membdakan manusia dengan mahluk lainnya yaitu manusia diberikan akal fikiran. Dengan karunia akal dan fikiran yang Allah swt berikan kepada manusia, manusia dapat berfikir dan dapat membedakan mana yang baik dengan yang buruk baik itu untuk dirinya, maupun baik buruk dari segi aturan syariat.

Namun dalam hal ini, kita tidak boleh salah mengartikannya, karena  maksud dari kata makhluk paling sempurna disini, bukan dengan artian manusia mahluk paling benar dan paling suci. Justru karena sempurna bagi manusia artinya lengkaplah sudah segala karakter, sifat, sikap dan tindakan manusia bisa apapun itu. Sempurna kejahatannya sampai sempurna kebaikannya. Itulah kita manusia sehingga menjadi sempurna karena segala hal telah disertakan pada diri kita dalam penciptaan_Nya.

Manusia meurpakan mahluk paling kumplit dan komplek

Allah berikan manusia akal dan nafsu, setiap  hari sejak bangun tidur sampai tidur kembali terjadi pergolakan perjuangan antara bisikan akal dan nafsu. Terkadang akal menang dengan menuruti segala perintah dan larangan Allah swt, maka pada saat itu ada pada posisi yang mulia, yang mungkin bisa saja lebih mulia dari malaikat.

Karena jika malaikat hanya diberikan akal saja tidak diberikan nafsu (syahwat), maka pantaslah malaikat tidak pernah melakukan dosa, pantaslah malaikat jika terus beribadah kepada Allah swt, karena Allah swt hilangkan syahwatnya, jadi tidak ada kemauan dalam dirinya selain hanya beribadah dan menuruti perintah Allah swt.

Namaun terkadang nafsu yang menang, yang mana dalam hal ini membuat turun kemulian kita dihadapan Allah swt, dan bisa saja derajat kita sama kayak binatang, bahkan lebih rendah dari binatang, dan  lebih buas dari pada binatang.

Kenapa manusia bisa rendah dari pada binatang ?

karena jikalau binatang hanya diberikan nafsu saja oleh Allah swt, maka pantaslah ia tidak pernah malu dan tak pernah merasa bersalah jikalau melakukan hal-hal yang tak senonoh dari segi norma manusia. Dan tindakannyapun tidak akan Allah pertanggung jawabkan  kelak di akhirat.

Agama pengendali nafsu

Maka agar akal bisa mengendalikan nafsu, maka Allah swt menurunkan agama, yang mana disini fungsi agama, bukan untuk menghilangkan nafsu, tetapi mengendalikan, dan mengatur nafsu kita agar sesuai dengan  kolidornya yakni ditempatkan posisi nafsu pada tempatnya.

Sebagai misal, seorang laki-laki mempunyai ketertarikan kepada perempuan, pun sebaliknya perempuan ada ketertarikan kepada kaum laki-laki. Maka disini agama yaitu mengaturnya agar untuk menyalurkan nafsunya sesuai dengan yang disyari’atkan Allah swt, yaitu dengan cara pernikahan. Beda halnya ketika agama tidak dilibatkan dalam pengendalian nafsu,  maka ketika nafsu yang naik ketimbang akal, maka yang terjadilah perzinahan, pemerkosaan dan hal-hal buruk lainnya.

Memiliki nafsu (syahwat) itu wajar, karena sejatinya manusia Allah ciptakan dengan diberikan nafsu. Justru dengan Allah swt berikan nafsu kepada manusia, ini yang menentukan derajat manusia dihadapan Allah swt, entah itu bisa jadi mansia yang  mulia, bahkan  lebih mulia dari malaikat. Atau menjadi hina, bahkan lebih hina dari pada hewan.

 

 

STANDAR ORANG YANG BAIK

STANDAR ORANG YANG BAIK

Tidak boleh kita berburuk sangka dan mencegah orang yang berburuk sangka kepada kita. Kita perlu terimakasih kepada orang yang membuat kita tercegah dari perbutan buruk, dan Alloh Maha Mengabulkan Doa maka bersyukur lah kalau kita memiliki teman yang dapat mengingatkan kita berbuat maksiat.

Orang yang diperbudak nafsu

Orang yang diperbudak nafsu ciri khas nya adalah orang yang jauh dengan Alloh dan cenderung tidak ingin dikoreksi. Sedangkan orang yang bukan karna nafsu adalah orang yang dekat dengan Alloh dan dia akan suka dengan orang orang yang mengoreksi dirinya.

Kalau orang sibuk membuat alasan dan mencari alasan dari koreksi orang ini ciri khas orang yang sulit untuk berubah. Dan orang yang bersyukur kepada Alloh, berterimakasih dan berusaha keras fokus ini ciri ciri orang yang cepat berubah nya. Maka cari lah kawan yang membantu kita mengingat kesalahan, keburukan diri kita, dapat membantu kita lebih baik, membantu kita menjadi tau kekurangan diri dan memotivasi kita untuk berubah lebih baik.

Pujian adalah racun

Orang pada umum nya ingin di puji dan sangat jarang mencari teman seperti itu. Manusia tidak akan membawa apapun, semuanya karunia dari Alloh. Karena manusia bergitu banyak mengharapkan pujian yang dapat merusak akhlak kita tapi kalau itu adalah pujian yang baik, itu boleh selama tidak menjadi merusak akhlak dan hati kita.

Kritik yang ideal

Kritik yang ideal itu kritik nya benar dan caranya baik, sopan dan isi nya akurat. Tapi akan Alloh swt datangkan orang yang kritik kita dengan cara yang berbeda/kurang baik tapi isi nya baik, maka kita sikapi isinya dengan syukuri dan caranya menjadi ladang amal untuk kita bersabari. Tapi kalau kritik nya jelek tapi caranya baik dan sopan kita sikapi isinya dengan disabari dan caranya disyukuri. Tapi kalau ada orang yang kirtik kita isi dan cara jelek maka kita harus double sabar.

Orang yang tidak ingin di kritik  itu ciri orang yang sombong

Kritikan memang terkadang membuat kita tidak nyaman, namun percayalah ketika adalah orang yang mengkritik, itu pertanda orang tersebut perhatian kepada kita. Karena dengan kritikan tersebut kita jadi tahuh apa yang menjadi kekurangan, dan kelemahan kita. Bagus nya kalau ada yang koreksi maka kita harus langsung hati ini kembali ke Alloh,  karna Alloh yang menggerakannya.

Standar orang yang baik adalah orang yang membantu kita menjadi lebih baik, bukan orang yang senang menyanjung-nyanjung kita yang cenderung membuat kita jadi orang munafiq karna senang dipuji dan disanjung.

Bersyukur atas nikmat teman yang senantiasa mengarahkan kita kepada ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah swt

Kemudian untuk menyeimbangkan kehidupan kita, maka carilah guru yang dapat mendekatkan kita kepada Alloh swt, membuat kita semakin yakin kepada Alloh, mengajak kita untuk menjadi lebih baik dan lebih mengenal Alloh swt, itu lah guru terbaik yang harus kita cari dan syukuri. Begitupun teman, kita harus bisa mencari teman yang mengajak kita ke jalan yang lurus dan benar, bukan teman yang menjerumuskan kita kedalam kemaksiatan.

Maka diantara yang harus kita syukuri adalah teman atau sahabat yang senantiasa mengingatkan dan membuat kita lebih dekat dan taat kepada Allah swt. Ketika dengannya semakin ingat dan dekat kepada Alloh itu lah orang orang yang sangat harus kita syukuri dan harus kita jaga, dan senantiasa kita mencoba untuk membalas budi kepadanya, karena orang yang tahu berterimakasih dan balas budi, maka akan Alloh tambah karunia nya kepadanya.

 

DO’A MERUPAKAN BENTUK KEPASRAHAN HAMBA ALLAH SWT KEPADA RAB-NYA

DO’A MERUPAKAN BENTUK KEPASRAHAN HAMBA ALLAH SWT KEPADA RAB-NYA

Sejatinya tidak ada daya dan kekuatan bagi setiap mahluk, kecuali campur tangan dan pertolongan Allah swt. Oleh karenanya setiap segala bentuk usaha yang dilakukan kita sebagai hamba Allah, jangan lupa untuk menyandarkannya kepada Allah swt. Diantaranya dengan berdo’a kepada Allah swt. Karena do’a adalah senjatanya orang muslim, dan bentuk kepasrahan kita kepada Allah serta wujud tauhid kita bahwa Allah lah yang mengurus, mengatur kita dan alam semeta ini. Tidak ada yang sangat berpengaruh di sisi Allah yang melampaui kekuatan do’a.

Sebagaimana dalam firmannya :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.( QS Al Mu’min ayat 60)

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS Al Baqarah ayat 186)

Ada fasilitas yang sangat harus kita manfaatkan yaitu fasilitas do’a. Karena kita tidak dirancang untuk menyelesaikan masalah, persoalan dengan kemampuan kita, melainkan hasil campur tangan dan pertolongan Allah swt.

Allah karuniakan beragam persoala bukan untuk diselesaikan sendiri, melainkan agar:

  1. Kita semakin dekat dengan Allah.
  2. Kita semakin sadar bahwa kita itu hamba dan Allah itu tuhan kita.
  3. Kita semakin sadar bahwa kita ini tidak berdaya dan Allah yang Maha Kuasa.

Seperti adanya virus corona, sebetulnya kejadian ini adalah untuk mengenalkan kekuasaan Allah yang menyelimuti segala galanya, dan mengenalkan kelemahan diri. Apapun yang terjadi, yang Allah sukai adalah kita benar benar memposisikan diri sebagai hamba Allah. Karena selama ini kita sering tidak jadi memposisikan diri sebagai hamba Allah, melainkan hamba gelar, hamba popularitas, hamba harta, hamba jabatan, dan  hamba topeng kita.

Apa saja sih hamba itu dihadapan Allah?

  1. Hamba itu tidak ada daya kekuatan kecuali diberikan dengan izin Allah.

Jadi harus menyadari bahwa kita ini tidak sanggup nafas kecuali Allah yang memberi nafas, kita tidak bisa menghindari maksiat kecuali Allah yang nolong, kita tidak bisa taat kecuali Allah yang bimbing.

Kita ini tidak ada daya, sedang Allah penguasa langit dan bumi, berkuasa atas segala galanya. Makin kita merasa kuat. Merasa hebat, tidak mengingat kekuasaan Allah, nah ini mulai bermasalah hidup kita. Tidak ada yang banyak uang, tidak ada yang jago, tidak ada yang hebat, pinter, yang ada hanyalah kekuasaan Allah saja.

Maka jangan pernah kita merasa aman, merasa hebat dengan apa yang kita miliki, mudah bagi Allah mengambil segalanya. Kalau mau do’anya mustajab, posisikan selalu laa hawlaa wa laa quwwata illaa billlaahil ‘aliyyil ‘adzhiim…

  1. Harus yakin bahwa kita ini tidak punya apa apa, yang ada seluruhnya milik Allah.

Bahkan tubuh inipun bukan milik kita, semua cuma titipan, dibagi oleh Allah, ditahan oleh Allah ,ini adalah amalan hati. Jadi nanti kita tidak akan takjub pada orang yang dititipi Allah, harta, pangkat, jabatan, apapun topeng dunia, karena kita tahu itu semua Allah yang bagikan.

  1. Kita ini bodoh, tidak tahu apa apa kecuali Allah yang menunjuki. Allah tahu segala galanya.

Bahkan kita tidak tahu tentang diri kita sendiri, semua ilmu datang dari Allah, dan mudah bagi Allah mengambilnya. Makanya harus selalu minta ke Allah, tanpa petunjuk dari Allah, kita tidak tahu.