PERTOLONGAN ALLAH TERHADAP HAMBANYA

PERTOLONGAN ALLAH TERHADAP HAMBANYA

Kita senantiasa memohon kepada Alloh Ta’ala agar kita bisa diberikan jalan yang lurus pada setiap sholat kita. Dan sungguh yakinlah bahwa Alloh ta’ala mendengar doa kita jika kita memang khusyu dalam meminta pertolongan tersebut. Oleh karena itu Alloh Ta’ala mendengar doa kita dan mengabulkannya, walaupun caranya memang tidak kita sukai, tapi ingatlah bahwa itu adalah sebaik-baik cara oleh Alloh Ta’ala

Allah swt sangat senang jika hambanya berdo’a meminta pertolangan kepadaNya

Sejatinya tidak ada keberhasilan seorangpun tanpa pertolongan dari Allah swt. Sifat pemurahnya Allah jelas sangat beda dengan sifat pemurahnya manusia, jikalau manusia akan keberatan ketika terus menerus diminta pertolongan, sebaliknya dengan Allah swt sangat suka ketika hambanya senantiasa meminta pertolngan kepadaNya. Bahkan orang yang menolak pertolongan dari Alloh Ta’ala adalah termasuk golonga :

  1. Orang yang Ujub.

Orang ujub susah menerima pertolongan dari Alloh Ta’ala karena keinginannya adalah hanya ingin diberi kesenangan dan tidak menerima cara yang dia tidak sukai.

  1. Orang yang Sombong

Orang yang sombong pun susah dalam menerima pertolongan Alloh, karena jika dikoreksi walaupun koreksi itu adalah baik,  orang tersebut akan menolaknya.

  1. Orang yang senang dalam mencari alasan.

Jika kita senang membela diri untuk mencari alasan padahal kita salah,  maka orang ini akan susah sekali mendapatkan pertolongan Alloh Ta’ala.

Pertolongan Allah itu menyeluruh kepada setiap mahluknya

Pertolongan Allah itu tidak memandang apapun terhadap mahluknya, terlebih kepada hamba-hambanya yang taat kepadaNya, walaupun pertolongan Allah itu tidak selalu nampak atau kelihatan secara dzohir, tapi yakinlah setiap hembusan nafas kita tidak terlepas dari kasih sayang dan pertolongan Allah swt.

Jika kita hidup dengan diberi hidayah maka yang hendak  kita lakukan adalah :

  1. Sempatkan waktu untuk bisa mentafakuri diri.

Jangan terlalu sibuk terhadap urusan dunia kita,  karena kita perlu siapkan waktu untuk bisa mentafakuri diri. Dari waktu setelah sholatlah kita bisa mentafakuri diri dan mengingat akan dosa-dosa yang pernah kita lakukan.

  1. Mendatangi guru atau orang yang berilmu.

Kita harus senang mencari ilmu,  apalagi untuk zaman sekarang yang memang mudah sekali mendapatkan ilmu,  contohnya adalah dari internet untuk mendapatkannya. Tapi tetap bahwa mencari ilmu dengan mendatangi kajian adalah lebih baik.

  1. bercermin diri

Kita harus bisa melihat diri kita dengan sebenar-benarnya, dan juga memilki seseorang yang bisa melihat diri kita sendiri dengan sebenar-benarnya. Karena dengan memiliki seseorang yang bisa mengkoreksi,  kita bisa melihat kekurangan kita untuk nantinya bisa diperbaiki. Dan tidak ada salahnya kita dikritik dan dikoreksi oleh orang lain,  justru rugilah orang yang tidak mau dikritik atau dikoreksi oleh orang lain.

  1. Bijak terhadap orang yang tidak menyukai kita.

Kita bisa sikapi orang yang tidak suka kepada kita dengan bijaksana,  karena orang yang tidak suka dengan kita cenderung memiliki waktu lebih untuk melihat kesalahan-kesalahan kita dan bisa kita pakai untuk dijadikan bahan renungan kita untuk bertobat.

Adapun Jika kita diperlakukan tidak baik oleh orang lain maka yang harus kita lakukan adalah :

  1. Pelajaran agar kita tidak boleh melakukan keburukan yang sama.
  2. Bisa menjadi ladang riyadoh (latihan) untuk bisa melakukan kebaikan.
  3. Kita bisa mendapatkan ladang evaluasi diri kita.
  4. Bisa menjadi ladang amal kebaikan kepada kita.

Ketika kita dipertemukan dengan seseorang yang melakukan keburukan,  maka itu adalah bentuk suatu cara Alloh Ta’ala untuk mengingatkan kita agar tidak melakukan keburukan tersebut.  Begitu juga ketika kita diperlihatkan oleh Alloh tentang kebaikan orang lain, maka itu adalah bentuk pelajaran dari Alloh agar kita bisa meniru kebaikan tersebut.

SEGALA PUJIAN HANYA MILIK ALLAH DAN ATAS KARUNIA ALLAH SWT

SEGALA PUJIAN HANYA MILIK ALLAH DAN ATAS KARUNIA ALLAH SWT

Segala Pujian itu semuanya atas karunia Allah swt, dan karena Alloh menutupi aib, kekurangan, dosa, dan kejelakan diri. Mungkin orang lain memandang kita sholeh, baik, dermawan dan sebagainya, namun  itu hanya kata orang lain, tapi diri kitalah yang tahu bagaimana diri kita yang sesungguhnya. Mungkin bisa jadi sangat jauh dari kata sholeh, baik dan dermawan karna begitu banyak aib dan dosa yang Alloh tutupi dari diri kita.

Kita pun jangan sampai terlena oleh pujian makhluk karna dari pujian itu akan datang berapa banyak maksiat yang dapat mengotori hati kita.Sibuklah degan apa-apa yang Alloh suka dan Alloh pasti mengetahui nya dari pada kita sibuk dengan apa yang orang lain ketahui, karna akan cenderung membagus-baguskan topeng dari pada isi nya.

Apa yang penting bagi kita dipuji atau di koreksi?

Kebanyakan dari kita, mungkin lebih memilih untuk dipuji ketimbang dikorekai, karena secara dari nafsu, nafsu lebih mencintai pujian dari pada kritikan.  Pada hakikatnya segala yang ingin terlihat bagus oleh orang lain itu tidak perlu, namun  yang perlu itu adalah kita jadi orang baik, bagus karna ingin terlihat orang itu bukan urusan kita yang penting urusan kita itu adalah jadi Orang Baik. Kalau sudah jadi orang baik mau dicaci, dihina, disakiti tidak akan sakit hati karna semuanya bukan karna ingin dipuji, tetapi semata karena mengharap ridha sang Illahi.  Dikagumi, dipuji, dihargai, dibalas budii itu tidak perlu namun  yang kita perlukan bagiaman menjadi Orang Baik.

Bagaimana ketika amal atau kebaikankan kita tidak dipuji?

Dipuji atau tidaknya amal kita bukan jadi masalah bagi kita, karna hal itu bukan wilayah kita, yang menjadi wilayah kita adalah sikap kita disukai Alloh atau tidak. Efek dipuji dan dihina oleh makhluk untuk diri kita itu tidak ada apa-apa nya dan yang orang lain katakan kepada kita itu tetap saja semuanya atas kehendak Alloh. Dan yang paling penting kalau dipuji kita salah menyikapinya, maka akan menjadi sombong jatuhnya.

Mau bahagia?, tipsnya gak banyak kok.!

Makna bahagia itu adalah ketika hati kita memiliki ketanangan. Mungkin ada yang beranggapan kalau bahagia itu ketika memiliki harta yang melimpah, memiliki istri yang cantik, memiliki jabatan yang tinggi atau mungkin juga kita merasa bahagia ketika mendapatkan banyak pujian dari orang, terhindari dari cacian orang lain . Namun kesemuanya itu tidak akan menjadi bahagia, ketika hati kita tidak tenang.

Semua yang terjadi pasti atas izin dan ketentuan Alloh

Mau sebanyak apapun orang mengejek tapi semuanya tetap atas ketentuan Alloh. Jangan banyak berharap dan meminta kepada manusia karna semakin kita banyak berharap kepada makhluk maka akan semakin sakit hati.

Orang yang Beriman kalau dipuji itu malu karna dia yakin bahwa pujian itu tidak pantas untuk dirinya. Bayangkan saja kalau setiap dosa yang kita lakukan langsung Alloh balas pasti tidak akan ada orang yang ingin dekat dengan kita apalagi dihargai orang.

Jadi jangan merasa diri terhormat karna ilmu dan jabatan,  karna Alloh tau kita ini seperti apa, tau diri ini begitu banyak dosa nya. Terus berusaha menjadi pribadi yang senantiasa ikhlas karena Allah semata. Berikut tips  5 Rahasia agar menjadi Ikhlas :

  1. Jangan Diketahui Amalan Rahasia oleh Orang Lain
  2. Jangan Ingin Dilihat Orang Lain
  3. Jangan Ingin Dipuji
  4. Jangan Ingin Dihargai
  5. angan Ingin Dibalas Budii

Berusahalah menjadi orang yang setiap waktu nya semakin produktif dan terus lakukan PDLT  (Perbaiki Diri Lakukan yang Terbaik ) sampai ajal menjemput  menjadi baik dan Husnul Khatimah.