AMALAN KETIKA TURUN HUJAN

AMALAN KETIKA TURUN HUJAN

Sahabat mq, saat ini kita sudah memasuki musim penghujan. Hujan merupakan suatu nikmat yang sangat dekat dengan kehidupan manusia. Dengan hujan ladang dan tumbuhan yang kita tanam bisa menjadi subur, dengan hujan kita mempunyai bnyak persediaan air dan banyak lagi manfaatnya. Selain mengandung banyak manfaat, ternyata saat hujan turun, Allahpun menyimpan banyak keberkahan didalamnya. Namun tak jarang hujanpun bisa menjadi ancaman bagi mahluk di bumi. Terlebih pada saat ini, banyaknya fenomena alam atau bencana seperti banjir bandang, dan longsor, yang diakibatkan curah hujan  yang turun sangat deras.

Tentunya fenomena alam atau bencana alam seperti itu bukan sepenuhnya akibat hujan, namun kebanyakannya faktor terbesarnya adalah dari ulah manusia itu sendiri. Yakni banyak sekali manusia pada zaman sekarang yang rakus dan culas, hanya karena ingin memenuhi kepuasan nafsunya sendiri, tidak mempertimbangkan apa dampaknya bagi alam, dan akan berdampak besar juga kepada dirinya dan orang lain. Sebagaimana firman Allah swt dalam Qur’an Surat : (QS. Ar Ruum: 41).

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya :

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Hujan sejatinya adalah  rahmat dari Allah swt yang Allah turunkan bagi mahluknya di muka bumi, hujan akan memberikan keberkahan dan banyak manfaat bagi seluruh mahluk di bumi dengan catatan manusianya sendiri dapat menjaga atas apa yang Allah karuniakan dibumi ini. Allah swt berfirman :

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُّبَارَكاً فَأَنبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

“Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.” (QS: Qaaf (50) : 9).

Sahabat mq, setelah kita mengetahui mengenai kebermanfaatan turunnya hujan, pun begitu dengan dampak negatifnya,  berikut beberapa amalan ketika hujan, yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan keberkahan Allah subhanahu wata’ala, dan terhindar dari bencana Alam.

Yang pertama, Bersyukur atas nikmat hujan

Amalan yang dapat kita lakukan saat hujan turun adalah dengan memperbanyak rasa syukur. Hal itu dicontohkan langsung oleh nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, saat hujan turun, Beliau senantiasa mengucapkan, “Allahumma shayyiban nafi’an”, yang artinya “yaa allah hujanilah dengan hujan yang bermanfaat”

Yang kedua, Berwudhu dengan air hujan

Saat turun hujan, kita disunahkan untuk berwudhu dengan air hujan, sebagaimana sabda rasulullah: “ yakni keluarlah kalian bersama kami menuju air ini, yang telah dijadikan oleh allah sebagai alat untuk bersuci!, kemudian kami bersuci dengannya”. (Hadist riwayat muslim)

Yang ketiga, Memperbanyak doa

Hujan merupakan momentum karunia yang langsung Allah turunkan untuk kehidupan hamba-hambanya. Maka dari itu, saat hujan turun kita dianjurkan untuk senantiasa memperbanyak memanjatkan doa kepada allah subhanahu wata’ala.

Nabi shalallahu alaihi wasalam bersabda, “terdapat dua doa yang tidak akan tertolak oleh Allah subhanahu wata’ala, yaitu doa setelah adzan, dan doa ketika turun hujan”. (Hadist riwayat Imam Al hakim dan Al Baihaqi).

Sahabat mq, seperti yang diketahui bahwa hujan merupakan karunia serta rahmat yang Allah turunkan bagi hambanya, didalam Al-quran Allah menyebut kata hujan sebanyak 47 kali, ini menyatakan bahwa hujan merupakan fenomena yang luar biasa, dimana Allah meminta kita untuk senantiasa mentadaburinya, salah satunya dengan memperbanyak rasa syukur.

 

CIRI ORANG YANG YAKIN KEPADA ALLAH

Orang yang ikhlas betul betul sudah tidak mencari kedudukan disisi makhluk, dan orang yang yakin kepada Allah, sudah tidak peduli apakah orang lain akan memuji atau mencaci dirinya, karena itu semua tidak ada apa apa nya, yang ada apa apa nya adalah Allah ridho atau tidak kepada dirinya.

Ketika seseorang sudah menginginkan Allah suka kepada dirinya, maka standar dirinya akan melampaui standar orang yang menginginkan makhluk menyukai dirinya. Karena seseorang yang  sukses dalam pandangan Islam itu adalah “Ahli Taqwa” yang mana nanti ujungnya atau goalnya adalah husnul khatimah, adapun gelar, pangkat, jabatn dll hanya cobaan bukanlah  tanda kesuksesan.

Orang yang yakin pada Allah pasti syukur

Orang yang yakin kepada Allah pasti bersykur, karena ia yakin semua nikmat datang dari Allah. Dan kaalau seseorang adalah ahli syukur maka pasti akan ahli terimakasih pada makhluk, yang menjadi jalan nikmat Allah. Sungguh orang yang  yakin pada Allah maka akan syukur dalam segala keadaan, karena dia yakin dengan syukurlah nikmatnya bisa bertambah.

Nikmat itu hanya Allah yang megang, hanya Allah yang bagikan, maka dengan syukur kepada Allah lah maka kemudian nikmatnya bertambah. Boleh jadi kita  mempunyai keinginan, tapi yang membuat bertambahnya nikmat bukan karena hebatnya keinginan kita, tapi karena hebatnya syukur terhadap Allah swt.

Orang yang bersukur hatinya akan yakin kepada  Allah, lisannya selalu memuji Allah, akan berterimakasih kepada yang jadi jalan nikmat, dan akan menggunakan nikmat itu untuk semakin taat.

Ciri ahli syukur adalah ibadahnya jadi semakin kuat.

Punya rumah besar tidak tahu syukur, tidak akan bahagia, maka syukur jugalah yang akan mendatangkan kebahagiaan. Lantas syukur dulu atau nikmat dulu? kalau orang yang kurang yakin dia akan menunggu dulu nikmat baru bersyukur, tapi kalau orang yang sudah yakin dia akan bersyukur dulu.

orang yang yakin kepada Allah tidak akan sibuk dengan penilaian orang pada dirinya, sebab yang dia lihat adalah apa yang Allah tahu tentang dosanya. Bagaimana kita sibuk dengan penilaian orang atas kebaikan kita, sedangkan Allah melihat kebneran terhadap kita. Allah tahu kualitas  shalat yang belum khsyu’, ngaji yang belum tartil, dan hati yang jarang yakin kepada  Allah.  Maka jatuhnya orang yang yakin ke Allah akan lebih banyak bertaubat. Sungguh jika orang-orang tidak suka terhadap kita, itu bukan suatu ancaman, tapi ketika Allah benci terhadap kita, maka itu adalah petaka, dan dosalah yang membuat Allah benci.

Maka orang yang yakin kepada Allah akan lebih banyak menangisi dosanya dan jarang sibuk dengan keburukan oranglain kepada dirinya, karena dia tidak terancam dengan keburukan orang lain pada dirinya, dan itu bisa terlihat dari istighfarnya.

Apa lagi ciri orang yang yakin? dia akan sabar menghadapi situasi apapun, karena dia yakin dirinya milik Allah, Innaalillaahi wa inna ilaihi raaji’uun…

Semua yang kita miliki adalah mutlak kepemilikan Allah

Kita ini milik Allah, kita ini ciptaan Allah, Allah Maha Baik, Allah Maha Bijaksana, Allah Maha Penyayang, dan ketika Allah memberikan cobaan yang tidak cocok dengan keinginan kita, siapa yang lebih tahu yang terbaik untuk kita? kita atau yang menciptakan kita?  Maka tiada yang lebih tahu dari yang menciptakan kita, yakni Allah swt.

Allah ingin agar kita mulia dengan cara Allah. Allah ingin membersihkan kita dari dosa maka Allah kasih bala kepahitan, bergugurlah dosa dosa kita, karena dosa dosa kitalah yang mengancam kita, sedang kita nya kurang bertaubat, maka Allah kasih penghapusnya.

 

SUMBER KETAQWAAN ADALAH KEYAKINAN KEPADA ALLAH SWT

SUMBER KETAQWAAN ADALAH KEYAKINAN KEPADA ALLAH SWT

Kemuliaan itu tidak digantungkan kepada topeng duniawi. Maka penting sekali bagi kita untuk menggunakan standar kesuksesan itu yang seperti apa. Standar bagi kita sebagai orang yang beriman adalah ketaqwaan. Sederhananya begini, orang yang sukses adalah orang yang paling bertaqwa, yang hatinya yakin ke Allah  yang berbuah patuh dan pasrah ke Allah.

Menghadirkan keyakinan kepada Allah

Adapun menghadirkan keyakinan kepada Allah  swt dalam hati itu tidak mudah, dan tentunya ada tahapannya, adapun tahapannya diantaranya :

  1. Ilmul yaqin

Ilmu yaqin adalah keyakinan akan keberadaan Allah swt berdasar ilmu pengetahuan tentang sebab akibat atau melalui hukum kausalita, seperti keyakinan dari para ahli ilmu kalam. Misalnya apa saja yang ada di alam semesta ini adalah sebagai akibat dari sebab yang telah ada sebelumnya. Sedangkan sebab yang telah ada sebelumnya yang juga merupakan akibat dari sebab yang sebelumnya lagi, sehingga sampai pada satu sebab yang tidak diakibatkan oleh sesuatu sebab, yang disebabkan penyebab pertama atau causa prima, dan itulah Tuhan.

  1. Ainul yaqin

Ainul yaqin adalah keyakinan yang dialami oleh orang yang telah melewati tahap pertama, yaitu ilmu al yaqin , sehingga setiap kali dia melihat sesuatu kejadian, tanpa melalui proses sebab akibat lagi dia langsung meyakini akan wujud Allah; sebagaimana ucapan:

Sayyidina Abu Bakar As Siddiq ra.:

 

ﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺇِﻻَّ ﻭَﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺍﻟﻠﻪَ ﻓِﻴْﻪِ

“Tiadalah aku melihat sesuatu, kecuali aku melihat Allah pada sesuatu tersebut”

  1. Haqqul yaqin

Haqqul yaqin adalah keyakinan dimiliki oleh orang yang telah menyadari bahwa alam semesta ini pada hakekatnya adalah bayangan dari Penciptanya, sehingga dia dapat merasakan wujud yang sejati itu hanyalah Allah, sedangkan lainnya hanyalah bukti dari wujud yang sejati tersebut, yaitu Allah swt. (http:// wakidyusuf.wordpress.com)

Ciri orang yang Haqqul Yaqin

Jika  tingkat keyakinan kita kepada Allah sudah sampai pada haqqul yaqin maka hasilnya adalah dua ciri nya yakni, ROJA’ (harap) dan KHOUF (takut) nya hanya ke Allah. Maka makin kurang yakin maka harap dan takutnya kepada selain Allah, dan ini akan membuat capek, gelisah tiada akhir, sengsara tiada akhir, nelangsa selama lamanya. Alarmnya adalah hati kita, maka kalau kita ingin sukses yang kita kejar adalah ketaqwaan.

Topeng dunia hanyalah fatamorgana

Tidak usah minder dengan topeng dunia, karena itu sesuka Allah saja membagikannya. Jangan kagum pada orang yang dikasih dunia, biasa saja, karena itu semua milik Allah, bukan karena kehebatan dia karunia kekayaannya. Jangan kagum pada topeng dunia, karena dunia ini memang tidak ada apa apanya disisi Allah, tapi kagumlah kepada orang yang dikaruniai Allah, keyakinan, kepatuhan dan kepasrahan kepada Allah.

Makin yakin kepada Allah pasti dia harapnya hanya pada Allah

Kalau dia sudah yakin kepada Allah maka lihat akhlaqnya, dalam berbuat apapun pasti akan dia akan ikhlas (apapun perbuatan atau amlannya semata karena Allah swt). Makin yakin kepada Allah, makin ikhlas, karena orang yang sudah yakin kepada Allah mau apa cari sesuatu selain dari Allah? sedang selain Allah adalah makhluk yang tidak bisa memberikan manfaat dan mudarat tanpa izin Allah. Maka jika ergabung seluruh makhluk dan jin mau memberi sebutir nasi pada manusia, kalau Allah tidak izinkan, tidak akan jadi. Puji caci ember jatuh sama saja, hanya gelombang udara yang merambat ke telinga, ga ada apa apa nya.

 

ORANG YANG PALING MULIA DI  SISI ALLAH

ORANG YANG PALING MULIA DI SISI ALLAH

Allah lah yang menciptakan langit bumi berikut segala isinya. Tidak ada satupun yang ada di jagat ini kecuali ciptaan Allah. Dialah Allah swt yang memiliki segala-galanya, semua yang ada di alam semesta ini adalah milik Allah semata, tidak ada makhluk yang memiliki bahkan dirinya sendiri pun bukan milik kita. Dialah Allah swt yang mengurus segala galanya, tidak ada satupun makhluk yang ada di alam ini kecuali Allah yang mengurusnya setiap saat, yang menghidupkannya, yang memberi makan, memberi minum, memberi udara, tidak ada yang lepas termasuk kita, setiap saat diurus Allah.

Rahman & Rahimnya Allah swt

Dialah Allah swt yang Maha Baik, yang walaupun kita tidak baik, Allah tetap berbuat baik pada kita setiap saat. Dialah Allah swt yang Maha Adil tidak pernah menyakiti berbuat dzolim, semua keburukan yang menimpa kita adalah buah dari pilihan kita karena berbuat buruk, Allah tidak pernah berbuat buruk  pada hamba hambanya. Dialah yang Maha Pengasih Maha Penyayang, kita bisa seperti ini karena limpahan kasih sayangNya, Allah mendahukukan rahmatNya daripada azabNya.

Dialah yang mempertemukan  kita, mengumpulkan kita, memperhatikan kita. Allah menyimak semua yang terucap, mengetahui apa yang terpikir, Allah mengetahui apa yang terlintas di hati kita, Allah maha tahu, tidak ada rahasia bagi Allah. Tidak ada yang bisa terjadi di alam ini kecuali dengan izinnya, tidak ada satupun nikmat yang datang kepada kita kecuali Allah yang menghendaki, tidak ada satupun musibah yang bisa menimpa kecuali dengan izin Allah. Berbahagialah bagi orang yang yakin kepada Allah karena disanalah kebahagiaan yang hakiki, kemuliaan dan keselamatan.

Siapakah orang yang sukses?

Banyak yang mengagap sukses itu kalau punya gelar panjang, harta melimpah, kedudukan tinggi, popularitas. Kalau itu yang dianggap sukses berati Allah tidak adil. Tapi Allah Maha Adil, karena setiap orang yang membagikan rezekinya adalah Allah, sesuka Allah dalam membagikannya, tidak harus karena pintar dulu atau karena kerja keras dulu kemudian dapat rezeki.

Indikator sukses

Sejatinya dalam islam makna sukses itu tidak selalu memiliki kebahagiaan secara pandangan manusia umumnya, melainkan makna sukses dalam islam adalah ketika Allah ridho terhadapnya, dan Allah memuliakannya. Dan tidak ada yang ridhoi dan Allah muliakan disisi Allah kecuali orang yang bertaqwa. Sebagaimana dalam Qur’an Surat  AL hujurat ayat 13 :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya :

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Orang yang bertaqwa pantaslah Allah muliakan disisi Allah. karena orang yang bertaqwa ialah orang yang senantiasa menjalankan seluruh perintah Allah swt, dan menjauhi seluruh larangaNya. Mungkin sebagai gambaran kecilnya kitapun merasa senang dan akan memuliakan seseorang ketika seseorang tersebut kepada kita senantiasa taat, mematuhi apa yang kita perintahkan dan menjauhi apa yang kita larang. Maka dalam hati kita ada perasaan terkesan terhadap orang tersebut dan timbullah rasa peduli kita kepada orang tersebut. Begitupun Allah swt terhadap orang bertaqwa, atas segala ketaatannya apa yang Allah perintahkan dan Allah Larang maka Allah memuliakan orang tersebut. Maka beruntunglah orang yang bertaqwa karena kesuksean sesungguhnya ketia Allah ridha dan Allah memuliakannya. Karena ketika Allah ridha dan Allah hendak memuliakannya, apa yang Allah tidak berikan kepadanya, jangankan kebahagiaan di dunia, kebahagiaan akhiratpun Allah berikan kepada Orang yang bertaqwa.

MANFAAT MEMBANGUN KELUARG YANG BAIK

MANFAAT MEMBANGUN KELUARG YANG BAIK

Sahabat mq, memiliki hubungan yang baik dalam suatu keluarga, merupakan dambaan setiap keluarga. Karena salah satu kebahagiaan kita adalah bisa berkumpul dan berhubungan baik dengan seluruh anggota keluarga kita baik di dunia maupun di akhirat. Tak jarang ada orang yang dari segi materinya ia telah mencapai kesuksesan yang tinggi, dengan karirnya yang melesat, memiliki jabatan yang tinggi, memiliki rumah yang mewah, mobil, motor dan sarana lain terpenuhi, bahkan investasinya dimana-mana. Namun didalam hatinya ia tidak memiliki kebahagiaan secara utuh, karena ia terlampau sibuk mengurusi karirnya, mengurusi jabatannya, mengurusi apa yang telah ia diinvestasikannya, mengurusi semua capaian yang telah ia perjuangkan, tanpa ia tak sempat mengurusi keluarganya. Hingga tidak terciptalah hubungan baik dengan keluarganya. Mungkin saja istrinya sibuk dengan dunianya sendiri, atau lebih parah istrinya berselingkuh dibelakang suaminya, anak-anaknya yang kurang mendapatkan perhatian dari orang tua sehingga mencari kesenangan di luar dan melakukan hal-hal yang negatif. Semua itu mungkin saja terjadi karena tidak adanya hubungan baik antara seorang yang menjadi kepala keluarganya dengan anggota keluarganya, dikarenakan sibuk dengan hanya memikirkan karir,jabatan atau capaiannya.

Memiliki hubungan baik di dalam keluarga tentunya karena ada komunikasi dadalamnya, adanya rasa saling memiliki dan kepedulian antara satu sama lain. Mungkin saja memiliki karir, jabatan, dan harta yang melimpah adalah salah satu faktor kebahagiaan dalam keluarga. Namun terjalinnya suatu hubungan yang baik dalam keluarga adalah kebahagiaan yang sebenarnya. Dan ketika memiliki hubungan yang baik antara keluarga, selain menciptakan kebahagian dalam hati banyak pula manfaatnya dalam kehudupan kita, diantaranya :

Pertama, Tubuh lebih sehat

Memiliki hubungan yang baik dengan pasangan sama seperti kita memiliki support system pribadi, yang dapat membuat suasana hati senantiasa bahagia, dan merasa selalu terperhatikan. ketika hati senantiasa merasa senang, maka hormon stress dan  sedih akan jarang kita rasakan, dan hal itu akan membuat kondisi tubuh lebih sehat.

Ke dua, Berkembang menjadi pribadi lebih baik

Salah  satu kunci memiliki hubungan yang sehat adalah dengan  menjadi diri sendiri di hadapan pasangan. Dengan menjalin hubungan yang sehat, kita dan pasangan dapat lebih mampu untuk menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Dari kekurangan tersebut, kita akan dapat saling membantu untuk menjadi lebih baik, misalnya dengan menasihati jika ada yang salah, dan saling menerima kritikan yang membangun, jika diperlukan.

Ke tiga, Memperkuat jalinan kasih

Sebuah  hubungan yang baik tentu dibangun oleh sikap saling mengerti, dan menghargai. Ketika kedua hal ini sudah dapat diaplikasikan kepada pasangan, maka jalinan kasih diantara keduanya akan semakin mengakar.

Ke empat, Mengurangi stres

Ketika kita sedang ada keluh kesah akibat suatu permasalahan, kita terkadang membutuhkan seseorang untuk berbagi saran, dengan membangun hubungan yang sehat, maka kita dan pasangan dapat menjadi wadah untuk bertukar pikiran dari masalah yang sedang dihadapi, agar tidak membuat kita merasa tertekan terlebih dahulu.

Sahabat mq, keluarga merupakan muara segaligus aset pertama dan terbesar yang kita miliki, untuk menimba ilmu, memperluas amalan, sekaligus menanam kebaikan.

Rasulullah memberikan wasiat kepada umatnya untuk menjaga hubungan rumah tangga dengan menggunakan tiga fondasi utama, yaitu sakinah – ketentraman, mawaddah – saling cinta, dan rahmah – kasih sayang. Karena membangun istana surga didalam rumah tangga bukanlah suatu hal yang sulit dilakukan, apabila kita mau berihktiar dan senantiasa berdoa.

 

 

TIPS TETAP FOKUS SAAT KONSENTRASI TERBAGI

TIPS TETAP FOKUS SAAT KONSENTRASI TERBAGI

Sahabat mq, seringkali kita merasa tidak fokus ketika konsentrasi terbagi-bagi dengan beberapa pekerjaan didepan kita. Hal itu mungkin bisa jadi hal yang wajar, karena kemampuan tingkat konsentrasi seseorang dan daya kerja otak seseoarang berbeda-beda, tidak semua orang dapat fockus ketika konsentrasi kita terbagi-bagi oleh beberapa pekerjaan didepan kita. Namun yang menjadi soal justru yang membagi konsentrasi kita bukanlah tugas pekerjaan kita melainkan banyak hal yang dapat mengganggu konsentrasi kita. Terlebih dizaman sekarang yang serba digital, kita lebih sering tidak fokus dalam bekerja, karena konsentrasi kita terbagi dengan gadget kita diantaranya media sosial, toko online, game dan yang lainnya.

Kurangnya fokus nyatanya dapat berimplikasi pada kerugian, baik pada diri sendiri, terlebih jikalau kita seorang karyawan dapat membuat kerugian materiil perusahaan, salah satunya adalah terbengkalainya tugas yang tengah dikerjakan. Sehingga tenggat waktu yang sebelumnya telah ditentukan menjadi tidak tercapai.

Untuk menangani ketidak fokusan tersebut, berikut tips agar tetap fokus saat konsentrasi terbagi :

Pertama, Membuat dan menyusun rencana kerja

Sahabat mq, hal pertama yang perlu dilakukan agar anda mudah menjaga konsentrasi dan fokus dengan apa yang sedang dikerjakan, adalah membuat serta menyusun rencana pekerjaan yang akan dilakukan saat itu.  Kita dapat mulai untuk membuat susunan rencana kerja untuk satu hari dengan terstuktur dan sistematis. Dengan demikian kita akan tahu apa saja yang akan,dan harus dilakukan, serta dapat dengan mudah menentukan prioritas dan menyelesaikan pekerjaan dengan efektif dan efisien  serta mendapatkan  hasil yang maksimal.

Ke dua, Mencari tahu hal yang menyebabkan hilang fokus

Sahabat mq. hal lain yang dapat anda lakukan untuk menjaga fokus saat mengerjakan perkerjaan, adalah dengan mencari tau hal yang dapat membuat kita sering kehilangan fokus. beberapa contoh umumnya seperti faktor kelelahan, rasa lapar, kecanduan gadget, hingga masalah personal atau ketagihan akan media sosial. Kita harus benar-benar cari tahu penyebab terbesarnya yang mengakibatkan hilangnya konsentrasi dan fokus kita, sehingga setelah kita menemukannyya, hendaklah kita mengevaluasi dan meninggalkan hal tersebut, dan kembali fokus pada pekerjaan kita.

Ke tiga, Jauhkan dari Aktifitas ‘Online’  atau aktifitas lainya yang Mengganggu Konsentrasi kita

Tak dimungkiri, salah satu penyebab hilangnya konsentrasi dan menjadi tidak fokus dalam mengerjakan sesuatu adalah aktifitas online yang mudah diakses di kantor, seperti gadget, media sosial, dan lainnya.Terlebih lagi saat ini kantor-kantor telah memfasilitasi ruang kerja dengan WiFi berkecepatan tinggi. Tak heran jika hal tersebut membuat banyak karyawan menjadi sering mengecek ponsel maupun membuka situs hiburan seperti facebook atau sekadar streaming Youtube. Oleh karenanya untuk membuat Anda menjadi lebih fokus, hindari penggunaan fasilitas online utamanya yang berkaitan dengan hiburan seperti media sosial, situs streaming, hingga situs belanja online yang belakangan juga marak digunakan untuk mencari barang diskonan.

Ke empat, Berikan hadiah atau apresiasi diri

Sahabat mq, jika kita termasuk tipikal orang yang menyukai reward, cobalah untuk memberikan hadiah pada diri kita sendiri, apabila akita dapat menyelesaikan tugas tepat waktu. Dengan memiliki reward, setidaknya hal tersebut mampu untuk memancing motivasi kita, dan seiring berjalannya waktu kita akan terbiasa mengerjakan sesuatu tepat pada waktunya.

Sahabat mq, kualitas suatu pekerjaan yang baik tentunya dapat dihasilkan ketika tubuh serta fikiran, dalam kondisi yang baik. Agar dapat secara maksimal mengerjakan sesuatu, maka kita juga perlu memahami dan bersikap tegas pada diri, untuk tidak mudah goyah pada hal-hal yang dapat membuat kita lalai, dan bekerja dengan tidak maksimal. Dan hasil yang maksimalpun tak lepas dari bagaimana cara kita mengerjakannya. Tentu saja, konsentrasi dan fokus dalam mengerjakan pekerjaan adalah kunci untuk mendapatkan hasil yang optimal. Untuk itu, lakukan cara-cara di atas untuk mendapatkan konsentrasi dan fokus yang dibutuhkan.

 

 

 

 

 

PERTOLONGAN ALLAH TERHADAP HAMBANYA

PERTOLONGAN ALLAH TERHADAP HAMBANYA

Kita senantiasa memohon kepada Alloh Ta’ala agar kita bisa diberikan jalan yang lurus pada setiap sholat kita. Dan sungguh yakinlah bahwa Alloh ta’ala mendengar doa kita jika kita memang khusyu dalam meminta pertolongan tersebut. Oleh karena itu Alloh Ta’ala mendengar doa kita dan mengabulkannya, walaupun caranya memang tidak kita sukai, tapi ingatlah bahwa itu adalah sebaik-baik cara oleh Alloh Ta’ala

Allah swt sangat senang jika hambanya berdo’a meminta pertolangan kepadaNya

Sejatinya tidak ada keberhasilan seorangpun tanpa pertolongan dari Allah swt. Sifat pemurahnya Allah jelas sangat beda dengan sifat pemurahnya manusia, jikalau manusia akan keberatan ketika terus menerus diminta pertolongan, sebaliknya dengan Allah swt sangat suka ketika hambanya senantiasa meminta pertolngan kepadaNya. Bahkan orang yang menolak pertolongan dari Alloh Ta’ala adalah termasuk golonga :

  1. Orang yang Ujub.

Orang ujub susah menerima pertolongan dari Alloh Ta’ala karena keinginannya adalah hanya ingin diberi kesenangan dan tidak menerima cara yang dia tidak sukai.

  1. Orang yang Sombong

Orang yang sombong pun susah dalam menerima pertolongan Alloh, karena jika dikoreksi walaupun koreksi itu adalah baik,  orang tersebut akan menolaknya.

  1. Orang yang senang dalam mencari alasan.

Jika kita senang membela diri untuk mencari alasan padahal kita salah,  maka orang ini akan susah sekali mendapatkan pertolongan Alloh Ta’ala.

Pertolongan Allah itu menyeluruh kepada setiap mahluknya

Pertolongan Allah itu tidak memandang apapun terhadap mahluknya, terlebih kepada hamba-hambanya yang taat kepadaNya, walaupun pertolongan Allah itu tidak selalu nampak atau kelihatan secara dzohir, tapi yakinlah setiap hembusan nafas kita tidak terlepas dari kasih sayang dan pertolongan Allah swt.

Jika kita hidup dengan diberi hidayah maka yang hendak  kita lakukan adalah :

  1. Sempatkan waktu untuk bisa mentafakuri diri.

Jangan terlalu sibuk terhadap urusan dunia kita,  karena kita perlu siapkan waktu untuk bisa mentafakuri diri. Dari waktu setelah sholatlah kita bisa mentafakuri diri dan mengingat akan dosa-dosa yang pernah kita lakukan.

  1. Mendatangi guru atau orang yang berilmu.

Kita harus senang mencari ilmu,  apalagi untuk zaman sekarang yang memang mudah sekali mendapatkan ilmu,  contohnya adalah dari internet untuk mendapatkannya. Tapi tetap bahwa mencari ilmu dengan mendatangi kajian adalah lebih baik.

  1. bercermin diri

Kita harus bisa melihat diri kita dengan sebenar-benarnya, dan juga memilki seseorang yang bisa melihat diri kita sendiri dengan sebenar-benarnya. Karena dengan memiliki seseorang yang bisa mengkoreksi,  kita bisa melihat kekurangan kita untuk nantinya bisa diperbaiki. Dan tidak ada salahnya kita dikritik dan dikoreksi oleh orang lain,  justru rugilah orang yang tidak mau dikritik atau dikoreksi oleh orang lain.

  1. Bijak terhadap orang yang tidak menyukai kita.

Kita bisa sikapi orang yang tidak suka kepada kita dengan bijaksana,  karena orang yang tidak suka dengan kita cenderung memiliki waktu lebih untuk melihat kesalahan-kesalahan kita dan bisa kita pakai untuk dijadikan bahan renungan kita untuk bertobat.

Adapun Jika kita diperlakukan tidak baik oleh orang lain maka yang harus kita lakukan adalah :

  1. Pelajaran agar kita tidak boleh melakukan keburukan yang sama.
  2. Bisa menjadi ladang riyadoh (latihan) untuk bisa melakukan kebaikan.
  3. Kita bisa mendapatkan ladang evaluasi diri kita.
  4. Bisa menjadi ladang amal kebaikan kepada kita.

Ketika kita dipertemukan dengan seseorang yang melakukan keburukan,  maka itu adalah bentuk suatu cara Alloh Ta’ala untuk mengingatkan kita agar tidak melakukan keburukan tersebut.  Begitu juga ketika kita diperlihatkan oleh Alloh tentang kebaikan orang lain, maka itu adalah bentuk pelajaran dari Alloh agar kita bisa meniru kebaikan tersebut.

SEGALA PUJIAN HANYA MILIK ALLAH DAN ATAS KARUNIA ALLAH SWT

SEGALA PUJIAN HANYA MILIK ALLAH DAN ATAS KARUNIA ALLAH SWT

Segala Pujian itu semuanya atas karunia Allah swt, dan karena Alloh menutupi aib, kekurangan, dosa, dan kejelakan diri. Mungkin orang lain memandang kita sholeh, baik, dermawan dan sebagainya, namun  itu hanya kata orang lain, tapi diri kitalah yang tahu bagaimana diri kita yang sesungguhnya. Mungkin bisa jadi sangat jauh dari kata sholeh, baik dan dermawan karna begitu banyak aib dan dosa yang Alloh tutupi dari diri kita.

Kita pun jangan sampai terlena oleh pujian makhluk karna dari pujian itu akan datang berapa banyak maksiat yang dapat mengotori hati kita.Sibuklah degan apa-apa yang Alloh suka dan Alloh pasti mengetahui nya dari pada kita sibuk dengan apa yang orang lain ketahui, karna akan cenderung membagus-baguskan topeng dari pada isi nya.

Apa yang penting bagi kita dipuji atau di koreksi?

Kebanyakan dari kita, mungkin lebih memilih untuk dipuji ketimbang dikorekai, karena secara dari nafsu, nafsu lebih mencintai pujian dari pada kritikan.  Pada hakikatnya segala yang ingin terlihat bagus oleh orang lain itu tidak perlu, namun  yang perlu itu adalah kita jadi orang baik, bagus karna ingin terlihat orang itu bukan urusan kita yang penting urusan kita itu adalah jadi Orang Baik. Kalau sudah jadi orang baik mau dicaci, dihina, disakiti tidak akan sakit hati karna semuanya bukan karna ingin dipuji, tetapi semata karena mengharap ridha sang Illahi.  Dikagumi, dipuji, dihargai, dibalas budii itu tidak perlu namun  yang kita perlukan bagiaman menjadi Orang Baik.

Bagaimana ketika amal atau kebaikankan kita tidak dipuji?

Dipuji atau tidaknya amal kita bukan jadi masalah bagi kita, karna hal itu bukan wilayah kita, yang menjadi wilayah kita adalah sikap kita disukai Alloh atau tidak. Efek dipuji dan dihina oleh makhluk untuk diri kita itu tidak ada apa-apa nya dan yang orang lain katakan kepada kita itu tetap saja semuanya atas kehendak Alloh. Dan yang paling penting kalau dipuji kita salah menyikapinya, maka akan menjadi sombong jatuhnya.

Mau bahagia?, tipsnya gak banyak kok.!

Makna bahagia itu adalah ketika hati kita memiliki ketanangan. Mungkin ada yang beranggapan kalau bahagia itu ketika memiliki harta yang melimpah, memiliki istri yang cantik, memiliki jabatan yang tinggi atau mungkin juga kita merasa bahagia ketika mendapatkan banyak pujian dari orang, terhindari dari cacian orang lain . Namun kesemuanya itu tidak akan menjadi bahagia, ketika hati kita tidak tenang.

Semua yang terjadi pasti atas izin dan ketentuan Alloh

Mau sebanyak apapun orang mengejek tapi semuanya tetap atas ketentuan Alloh. Jangan banyak berharap dan meminta kepada manusia karna semakin kita banyak berharap kepada makhluk maka akan semakin sakit hati.

Orang yang Beriman kalau dipuji itu malu karna dia yakin bahwa pujian itu tidak pantas untuk dirinya. Bayangkan saja kalau setiap dosa yang kita lakukan langsung Alloh balas pasti tidak akan ada orang yang ingin dekat dengan kita apalagi dihargai orang.

Jadi jangan merasa diri terhormat karna ilmu dan jabatan,  karna Alloh tau kita ini seperti apa, tau diri ini begitu banyak dosa nya. Terus berusaha menjadi pribadi yang senantiasa ikhlas karena Allah semata. Berikut tips  5 Rahasia agar menjadi Ikhlas :

  1. Jangan Diketahui Amalan Rahasia oleh Orang Lain
  2. Jangan Ingin Dilihat Orang Lain
  3. Jangan Ingin Dipuji
  4. Jangan Ingin Dihargai
  5. angan Ingin Dibalas Budii

Berusahalah menjadi orang yang setiap waktu nya semakin produktif dan terus lakukan PDLT  (Perbaiki Diri Lakukan yang Terbaik ) sampai ajal menjemput  menjadi baik dan Husnul Khatimah.

DENGAN DZIKIR HATI MENJADI TENANG

DENGAN DZIKIR HATI MENJADI TENANG

Dzikrullah merupakan  suatu amalan yang dapat mendatangkan maghfirullah (ampunan Allah). Allah swt memerintahkan setiap orang beriman untuk mengingat-Nya. Dalam istilah aslinya disebut dzikrullah. Sebagaimana Allah swt berfirman dalam Qs. Al-Baqarah ayat 152 dan Qs. Al-Ahzab ayat 41 :

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Artinya :

Karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepada kalian dan bersyukurlah kalian kepada-Ku serta janganlah (sekali-kali) kalian mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS al-Baqarah [2]: 152).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Artinya :
Dia berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS al-Ahzab [33]: 41).

Kalau kita ingin diampuni dosanya, ingin hidup bahagia, serta ingin diperlakukan spesial oleh Alloh swt, maka perbanyaklah dzikrullah. Dan ketahuilah, dzikrullah menjadi suatu perintah karna salah satu rukun iman dan rukun islam semuanya dzikir kepada Alloh.

Maka diukurnya kualitas seseorang dihadapan Allah swt yaitu  dengan banyak nya dzikirullah atau berdzikir kepada Allah swt. Dan kata Rosulullah shalallahu alaihi wa sallam, bahwasannya  orang yang tidak berdzikir, seperti orang yang antara hidup dan mati.  Maka dari itu  kita sangat perlu untuk mengevaluasi diri kita seberapa banyak dzikir kepada Alloh.

Dzikir membuat hati sakinah (tenang).

Yang membuat hati kita tenang, yakni  hanyalah Alloh swt. Oleh karenanya dengan kita memperbanyak dzikir kepada Alloh, Allah tenangkan hati kita dikala hati kita sedang  gelisah. Dengan izinNya lah Alloh membuat kita bisa berfikir lebih jernih dan jitu.

Mendengar, melihat, ingin sesuatu semuanya ciptaan Alloh maka ingat lah kepada Alloh dan meminta lah kepada Alloh. Dan tiadalah musibah yang dapat menimpa kita sekcil apapun kecuali atas izin Alloh.

Masalah terbesar kita adalah banyak mikir kurangnya berdzikir.

Banayaknya masalah dalam kehidupan kita, bisa jadi karena terlalu banyak mikir, terlalu mentuhanka ikhtiar, tapi kurang berdzikir. Tidak dilibatkannya Allah di setiap ikhtiar yang kita lakoni, maka yang ada diri kita akan setres dan galau. Oleh karenanya tanamkan didalam hati kita, disetiap langkah dan hembusan nafas kita untuk berdzikir kepada Allah swt.

Sebenarnya dalam shalatpun semua nya terkandung dzikirullah, tapi kebanyakan dari kita adalah berdzikir hanya dilisan saja, yakni berdzikir tapi dihati tidak berdzikir. Memantapkan hati ketika berdzikir itu bisa dilatih. misalnya kalau kita ingin berlatih belum bisa dzikir dengan hati maka bisa diawali dengan dzikir dengan lisan nanti akan berlanjut dzikir dengan hati.Dan kalau kita sulit berdzikir dan kurang yakin ke Alloh maka teruslah meminta kepada Alloh.

Dzikir adalah kunci keberhasilan

Penting sekali bagi kita untuk senantiasa dzikrullah, kalau kita ingin beruntung kata kunci nya adalah dzikrullah. Dzikrullah adalah mengingat Allah dan ada tingkatannya, berikut tingkatannya:

– Ada yang mengingat Allah hanya karena ilmu saja (ilmul yakin)

– Ada yang mengingat Allah dan bisa merasakan perbuatan-perbuatan Allah (ainul yakin)

– Ada yang mengingat Allah dan sangat yakin akan Allah melihat kita serta sudah melewati ilmunya dan proses muhajadah (haqul yakin)

Sahabat MQ, seyogyanya dzikir kita itu harus meningkat terus karena kalau tidak maka ketenangan hati kita akan kurang.  Ahli dzikir itu mereka akan sabar dengan apa yang terjadi karena mereka yakin apa yang menimpa pada dirinya adalah dengan izin Allah dan sudah di ukur oleh Allah serta pasti ada kebaikan di dalamnya.

Ayoo sahabat kita tingkatkan dzikirnya mulai dari dzikir lisan dan mulai sambil mentafakuri setiap perbuatan Allah dan dzikirlah dengan hati yang penuh keyakinan kepada Allah Ta’ala.

Semua ini tidak akan terjadi kecuali dengan pertolongan Allah makan teruslah berdoa

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik”

[Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu]

(HR. Abu Daud dan Ahmad, shahih).

Memaknai Kehidupan Rumah Tangga bersama Keluarga Nabi Syu’aib

Memaknai Kehidupan Rumah Tangga bersama Keluarga Nabi Syu’aib

Keluarga merupakan kelompok terkecil dalam tatanan umat. Oleh karenanya baik buruk umat sangat bergantung kepada baik buruknya keluarga. Seandainya instrumen terpenting umat ini tidak dibina dengan baik dan benar, maka mustahil mengharapkan terwujudnya kehormatan dan kemuliaan Islam.

Mengingat begitu pentingnya peranan keluarga, maka Islam memberikan perhatian yang sangat besar pada pembinaan keluarga dengan referensi yg tetap merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunah Rasul.

Dalam Al-Qur’an terdapat banyak potret keluarga, meskipun terjadi pada masa dan lingkungan yang berbeda dengan saat ini, akan tetapi tetap mengandung banyak hikmah dan pelajaran berharga yang senantiasa kekal sepanjang zaman. Salah satu pelajaran berharga tentang kehidupan berumah tangga dapat kita ambil dari keluarga Nabi Syu’aib bersama kedua puterinya dan Nabi Musa.

Lari dari Mesir untuk menghindari pengejaran tentara Fir’aun, Nabi Musa as. tiba di sebuah negeri yang bernama Madyan. Di sana ia melihat kerumunan manusia yang sedang berdesak-desakan untuk mengambil air dari sebuah sumur. Tak jauh dari kerumunan itu tampak dua orang gadis sedang berdiri menunggu hingga kerumunan itu bubar. Musa mendekati kedua gadis tersebut dan bertanya, “Kenapa dengan kalian?” Keduanya menjawab, “Kami tidak bisa mengambil air sampai mereka semua selesai, sementara ayah kami sudah sangat tua”. Tanpa pikir panjang lagi, Nabi Musa as. segera membantu kedua gadis itu untuk mengambil air.

Tidak berapa lama setelah itu, salah seorang dari kedua gadis itu disuruh oleh ayahnya untuk  mengundang Nabi Musa as. (Gadis itu menyampaikan undangan sambil malu-malu), hal ini dibalas oleh Nabi Musa as. dengan bijak dan berwibawa, Nabi Musa as. meminta gadis itu untuk berjalan di belakangnya sehingga terjaga pandangan dan bisikan hati dari hal-hal yang dihembuskan oleh setan dan hawa nafsu. Muru`ah (harga diri) laki-laki muslimlah yang  mendorong Nabi Musa as. untuk menjaga hati dan juga ‘iffah (kesucian diri) gadis itu.

 

{فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَاءَهُ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ} [القصص : 25]

Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: “Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami”. Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu’aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu’aib berkata: “Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu”.

Ternyata ayah sang gadis bermaksud menawarkan Nabi Musa untuk menikahi salah seorang puterinya. Tawaran itu pun dibalas oleh Nabi Musa dengan penuh mulia yaitu pengabdian selama lebih kurang delapan tahun sebagai mahar dari pernikahan tersebut.

 

Dari petikan kisah ini ada beberapa pelajaran berharga yang dapat kita ambil.

PERTAMA

Nabi Syu’aib as. menjadi teladan bahwa ayah memiliki peran yang sangat penting dan besar dalam pendidikan dan pembinaan anak gadisnya sehingga puterinya dapat tumbuh menjadi muslimah shalihah yang taat, berbakti dan mampu menjaga kehormatan diri dan keluarganya.

KEDUA

Nabi Syu’aib as. menjadi teladan bahwa ayah harus mengambil sikap berani, tegas dan bijak dalam mengestafetkan tanggung jawab dunia akhirat atas puterinya kepada laki-laki shaleh dan bertanggung jawab yang layak menjadi imam bagi buah hatinya. Bukanlah sebuah aib ketika orang tua menawarkan puterinya kepada seorang pemuda yang ia kagumi pribadi dan agamanya. Bahkan itu sudah menjadi hal yang lumrah di masa Rasulullah saw. dan salafusshaleh. Diriwayatkan bahwa Umar r.a. menawarkan puterinya, Hafshah kepada Abu Bakar, tapi Abu Bakar tidak memberikan jawaban. Kemudian Umar menawarkannya kepada Utsman, tetapi Utsman mohon maaf tidak bisa menerima tawaran tersebut. Umar sempat merasa kurang enak memperoleh reaksi yang demikian dari kedua sahabatnya tersebut. Ternyata di balik usaha Umar untuk mencarikan suami yang saleh bagi puterinya, Allah swt. telah menakdirkan seorang suami terbaik dan paling ideal untuk putrinya yaitu Rasulullah saw.

✒ Nabi Syu’aib as. telah mengambil sebuah keputusan yang  berani ketika ia menikahkan salah seorang puterinya dengan seorang pemuda asing (Nabi Musa as) yang tidak memiliki apa-apa selain agama. Faktor ini pulalah yang seharusnya menjadi pertimbangan utama bagi setiap orang tua muslim dalam mencarikan jodoh untuk buah hatinya. Rasulullah saw bersabda, “Apabila datang kepadamu pemuda yang kamu sukai agamanya maka nikahkanlah ia (dengan puterimu), karena kalau tidak akan timbullah fitnah”.   Hubungan suami istri adalah hubungan sakral yang akan terjalin untuk selama-lamanya. Seandainya orang tua tidak cermat dan bijak  memilihkan calon pasangan untuk anak-anaknya maka sulit  mengharapkan mereka akan memperoleh kehidupan yang bahagia, damai dan harmonis dalam mengarungi bahtera rumah tangganya.

✒Faktor lain yang menjadi pertimbangan bagi Nabi Syu’aib as untuk menikahkan salah satu puterinya dengan Nabi Musa as. adalah bahwa Nabi Musa adalah seorang pekerja keras dan penuh tanggung jawab. Hal ini tampak dari bantuan yang diberikannya pada kedua gadis puteri Nabi Syu’aib saat mengambil air. Bahkan Nabi Musa as. memberikan mahar  dalam bentuk pengabdian kerja kepada Nabi Syu’aib as. selama delapan tahun.

KETIGA

Sikap puteri Nabi Syu’aib as. yang menerima pilihan ayahnya menjadi teladan bagi para gadis, bukanlah kuno dan tidak menghargai hak asasi jika ayah memilihkan calon suami yang shaleh dan bertanggung jawab untuk menjadi imam bagi dirinya.

KEEMPAT

Ibadah ritual yang baik, tidak cukup bila tidak diikuti dengan aplikasi nyata dari ibadah tersebut dan hubungan yang baik dengan sesama. Dua puteri Nabi Syu’aib memberikan pesan bahwa ketaatan dan aktivitas ibadah bukan berarti tidak berinteraksi dengan sesama, mereka berdua tetap berhubungan dengan kaumnya … mengantri mengambil air dengan tetap memperhatikan adab serta akhlak Islami yang mulia.

KELIMA

Kaum Nabi Syu’aib as. dikaruniai harta yang berlimpah namun mereka musyrik serta suka melakukan kecurangan dalam timbangan dan takaran. Nabi Syu’aib ‘alaihissalam mengajak mereka untuk beribadah hanya kepada Allah, melarang berbuat syirik, memerintahkan agar berbuat adil dan jujur dalam bermuamalah, mengingatkan mereka agar jangan merugikan orang lain, serta menyampaikan ancaman Allah  dengan azab yang mengepung mereka di dunia juga di akhirat nanti. Kita bisa mengambil pelajaran, di lingkungan yang bagaimanapun … sebagai hamba yang beriman kepada Allah, seyogyanya kita tetap memiliki jati diri yang utuh, istiqamah dalam ketaatan dan terus berjuang untuk menegakan kebenaran, tidak begitu saja terpengaruh oleh lingkungan !!!

Demikianlah sekelumit potret  keluarga Nabi Syu’aib sebagai keluarga teladan dalam Al-Qur’an.  Bersama kita jadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman dan sumber inspirasi utama, karena tidak ada manhaj (konsep) hidup yang lebih sempurna selain yang telah digariskan oleh Al-Qur’an dan Sunnah.

 

sumber : Kajian Rumahku surgaku-radio mqfm @umiike