MEMANFAATKAN DAN MENSYUKURI KARUNIA ALLAH

MEMANFAATKAN DAN MENSYUKURI KARUNIA ALLAH

Allah SWT telah menciptakan kita dengan sangat sempurna, dan sebagai wujud syukur atas hal tersebut kita dituntut untuk senantiasa menggunakan segala potensi yang ada di dalam diri kita, salah satu nya adalah memunculkan kreatifitas. kreatifitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Kreatifitas biasanya akan memunculkan  inovasi, yaitu kemampuan untuk memperbaharui hal-hal yang telah ada.

mengapa kreatifitas sangat dibutuhkan?

karena tanpa adanya kreatifitas kita akan tergilas roda perubahan yang semakin cepat. nah bagaimana agar kita bisa memunculkan kreatifitas dalam diri kita yaitu dengan senantiasa menambah ilmu dan pengetahuan, disamping kesungguhan, kerja keras, kesabaran, dan kreatifitas. Dengan itu kita bisa lebih produktif dan mampu meng-create segala sesuatu menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan bernilai.

Memanfaatkan potensi dan kreativitas dengan beramal shaleh

Salah satu jalan untuk memanfaatkan potensi dan kreativitas  di dalam diri kita dengan diniatkan meraih kemuliaan dari Allah adalah dengan memperbanyak amal saleh atas potensi dan kreativitas yang kita miliki, yaitu amal yang bisa dirasakan manfaatnya oleh orang-orang sekitar kita. Orang yang hadirnya membawa manfaat niscaya dia akan menjadi orang yang dimuliakan, baik oleh yang di langit maupun di bumi. Sebaliknya siapa saja yang kehadirannya membawa mudharat, sehebat apapun dia, semua itu tidak akan membawa sedikit pun kemuliaan baginya. Dia akan dipandang hina dan jatuh kredibilitasnya di hadapan sesamanya. maka penting ya sahabat memastikan agar kehadiran kita tidak membawa apa-apa bagi lingkungan sekitar, selain keberkahan dan kemanfataan.

Indahnya perbedaan dan saling melengkapi

Potensi yang Allah berikan kepada setiap hambanya pasti berbeda-beda, namun begitulah indahnya karunia dan rahmat Allah. justru dengan segala perbedaan yang Allah karuniakan kepada setiap hambanya akan menjadi rahmat dan kebaikan jika kita saling melengkapi, bersyukur atas yang Allah karuniakan dan tidak ngedumel atas kelebihan potensi yang orang lain miliki. Maka dari itu hendaknya kita senantiasa mensyukri atas nikmat dan potensi yang Allah berikan kepada kita, sehingga akhirnya Allah memberikan keberkahan atas rasa syukur yang Allah berikan kepada kita.

Lantas, sudahkah hari ini kita mensyukuri atas nikmat dan potensi yang Allah berikan kepada kita?

atau justru kita  lebih sering membandingkan nikmat dan potensi yang ada pada orang lain? Rasulullah telah memerintahkan kita untuk senantiasa mensyukuri  apa yang kita miliki, sesungguhnya sikap syukur akan mendatangkan nikmat yang lebih besar lagi. Allah tidak akan pernah salah membagi-bagi rahmat dan karunia-Nya kepada Mahluk-mahlukNya, maka  ketika kita sakit, yakinlah bahwa masih ada orang lain yang lebih parah sakitnya daripada kita. Ketika kita dalam kondisi sulit secara ekonomi. maka yakinlah masih banyak mereka yang keadaannya tidak lebih baik dari kita. Ketika kita melihat ada orang lain yang memiiki harta dan kedudukan jauh di atas kita padahal dia tidak lebih pintar disbanding kita, maka segeralah mengingat bahwa kita telah diberi karunia yang tidak dia miliki.

Syukur mendatangkan rahmat

Mensyukuri atas nikmat dan karunia yang Allah berikan kepada kita, salahsatunya yaitu dengan kita bersedekah kepada orang yang lebih membuntuhkan, karena diblik karunia yang Allah berikan kepada kita, diluarsana banyak yang nasibnya tidak seberuntung kita, maka dari itu agar nikmat dan karunia kita menjadi berkah salah satu ungkapan rasa syukur kita, yaitu dengan bersedekah kepada orang-orang kiranya membutuhkan.

Sedekah membawa berkah

sungguh tidak akan  berkurang harta kita karena melakukan sedekah apalagi kita gemar bersedekah setiap ba’da subuh. Karena malaikat mendoakan orang yang  bersedekah setelah shalat subuh. Malaikat meminta kepada Allah SWT agar melipatgandakan ganjaran orang yang bersedekah diwaktu-waktu tersebut. Darimanakah balasan yang akan kita terima? dari jalan yang tidak disangka-sangka oleh manusia. Sungguh, Allah SWT yang terus mencukupkan rezeki untuk kita dan kita akan senantiasa diberikan ketenangan dalam hidup. yuk sahabat mq  kita sama-sama latih diri kita untuk senantiasa gemar bersedekah.

 

 

TIPS MENENANGKAN PIKIRAN DARI RASA MARAH

TIPS MENENANGKAN PIKIRAN DARI RASA MARAH

Sahabat mq, setiap orang pasti pernah mengalami emosi atau marah didalam dirinya, entah itu karena faktor orang lain, atau faktor keteledoran diri kita sendiri. Emosi adalah sebuah perasaan yang dapat diekspresikan oleh seseorang atas hal-hal yang terjadi dalam hidupnya, dan normal saja ketika seseorang memiliki rasa emosi, tapi akan menjadi tidak normal, ketika emosi itu tidak terkontrol dan diekpresikan dengan meluap-luap.

Meski emosi atau marah pernah setiap orang alami, baik itu karena hilap atau kerna sudah menjadi habit atau kebiasaan buruk, Rasulullah shalallhu alaihi wasallam melarang kita sebagai umatnya untuk tidak marah. Sebagaimana sabdanya :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَارًا قَالَ لَا تَغْضَبْ

رَوَاهُ البُخَارِي

artinya :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, seorang lelaki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah aku wasiat.” Beliau menjawab, “Janganlah engkau marah.” Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (selalu) menjawab, “Janganlah engkau marah.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 6116]

Dalam hadist diatas jelas, ketika ada seoarang sahabat rasul pada waktu itu yang ingin meminta petuah dari Rasul, dan rasulpun memberikan petuahnya untuk tidak marah, bahkan petuah itu rasul ulang dua kali. Hal ini menunjukan bahwa perasaan marah atau emosi ketika kita tidak bisa mengendalikannya maka akan mengakibatkan mala petaka, baik buat dirinya sendiri, maupun terhadap orang lain.

Maka dari itu, dengan emosi, seseorang dapat menunjukkan perasaan yang sedang ia rasakan pada sesuatu, akan tetapi terkadang, ada masa dimana diri menjadi sulit untuk mengendalikan emosi yang dihadapi, untuk itu, berikut tips menenangkan pikiran dari rasa marah atau emosi :

Pertama, beristigfar

Ketika seketika perasaan marah atau emosi itu muncul pada diri kita, maka solusi pertama adalah segera beristigfar, dan menyadari bahwa dirinya sudah dikuasai oleh bisikan syetan, maka kalau saja rasa marah itu di luapkan maka akan berdampak negatif baik pada diri kita ataupun orang lain.

Kedua, Mengambil wudhu

Rasulullah saw telah memberikan contoh bagaimana cara meredam kemarahan. Salah satunya dengan berwudhu. Dengan berwudhu dan berusaha mencegah wudhu, kita bisa mengendalikan emosi. Berwudhu menghindarkan kita dari perbuatan yang tidak baik, salah satunya adalah kemarahan. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan terbuat dari api. Dan api itu hanya bisa dipadamkan oleh air. Oleh karena itu, jika seorang di antara kamu marah maka berwudhulah. ” (Riwayat Abu Daud).

Ketiga, Membaca Al-qur’an atau memperbanyak dzikir

Salah satu fungsi dari membaca Al-qur’an dan berdzikir adalah menenangkan hati dan fikiran. Oleh karenanya ketika hati dan fikiran kita lagi kacau karena telah dikuasai oleh perasaan marah atau emosi, maka hendaklah kita tenagkan hati dan fikiran kita dengan dzikrullah atau membaca ayat suci Al-qur;an.

Ke empat,  Berhati-hati dalam berbicara

Salah satu hal yang harus dijaga ketika lagi emosi atau marah adalah perkataan kita, karena biasanya ketika lagi marah mudah terucap perkataan-perkataan negatif, maka untuk tidak memperburuk keadaan, hendaknya berhati-hati dalam berbicara, apabila kita sedang dalam keadaan marah.

Kelima, Menghirup udara segar

Salah satu tips menenangkan pikiran dari rasa marah yang jarang kita lakukan yitu melakukan aktivitas fisik seperti olahraga atau berjalan santai, dengan menghirup udara segar di luar, pikiran dan emosi akan terbantu untuk terkendali kembali. Selain itu, kita juga dapat memanfaatkan momen tersebut untuk menjernihkan pikiran dari hal-hal yang membuat anda marah.

Memiliki rasa marah atau emosi sesekali memang wajar, karena manusia adalah tempatnya khilaf, namun bersikap bijak ketika kita sedang marah adalah tindakan yang terpuji. Olehkarenanya sebagai umat yang memiliki suri teladan terbaik yaitu Rasululllah saw, ketika kita narah atau emosi, maka hendaklah lakukan tips-tips diatas.