MEMANFAATKAN DAN MENSYUKURI KARUNIA ALLAH

MEMANFAATKAN DAN MENSYUKURI KARUNIA ALLAH

Allah SWT telah menciptakan kita dengan sangat sempurna, dan sebagai wujud syukur atas hal tersebut kita dituntut untuk senantiasa menggunakan segala potensi yang ada di dalam diri kita, salah satu nya adalah memunculkan kreatifitas. kreatifitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Kreatifitas biasanya akan memunculkan  inovasi, yaitu kemampuan untuk memperbaharui hal-hal yang telah ada.

mengapa kreatifitas sangat dibutuhkan?

karena tanpa adanya kreatifitas kita akan tergilas roda perubahan yang semakin cepat. nah bagaimana agar kita bisa memunculkan kreatifitas dalam diri kita yaitu dengan senantiasa menambah ilmu dan pengetahuan, disamping kesungguhan, kerja keras, kesabaran, dan kreatifitas. Dengan itu kita bisa lebih produktif dan mampu meng-create segala sesuatu menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan bernilai.

Memanfaatkan potensi dan kreativitas dengan beramal shaleh

Salah satu jalan untuk memanfaatkan potensi dan kreativitas  di dalam diri kita dengan diniatkan meraih kemuliaan dari Allah adalah dengan memperbanyak amal saleh atas potensi dan kreativitas yang kita miliki, yaitu amal yang bisa dirasakan manfaatnya oleh orang-orang sekitar kita. Orang yang hadirnya membawa manfaat niscaya dia akan menjadi orang yang dimuliakan, baik oleh yang di langit maupun di bumi. Sebaliknya siapa saja yang kehadirannya membawa mudharat, sehebat apapun dia, semua itu tidak akan membawa sedikit pun kemuliaan baginya. Dia akan dipandang hina dan jatuh kredibilitasnya di hadapan sesamanya. maka penting ya sahabat memastikan agar kehadiran kita tidak membawa apa-apa bagi lingkungan sekitar, selain keberkahan dan kemanfataan.

Indahnya perbedaan dan saling melengkapi

Potensi yang Allah berikan kepada setiap hambanya pasti berbeda-beda, namun begitulah indahnya karunia dan rahmat Allah. justru dengan segala perbedaan yang Allah karuniakan kepada setiap hambanya akan menjadi rahmat dan kebaikan jika kita saling melengkapi, bersyukur atas yang Allah karuniakan dan tidak ngedumel atas kelebihan potensi yang orang lain miliki. Maka dari itu hendaknya kita senantiasa mensyukri atas nikmat dan potensi yang Allah berikan kepada kita, sehingga akhirnya Allah memberikan keberkahan atas rasa syukur yang Allah berikan kepada kita.

Lantas, sudahkah hari ini kita mensyukuri atas nikmat dan potensi yang Allah berikan kepada kita?

atau justru kita  lebih sering membandingkan nikmat dan potensi yang ada pada orang lain? Rasulullah telah memerintahkan kita untuk senantiasa mensyukuri  apa yang kita miliki, sesungguhnya sikap syukur akan mendatangkan nikmat yang lebih besar lagi. Allah tidak akan pernah salah membagi-bagi rahmat dan karunia-Nya kepada Mahluk-mahlukNya, maka  ketika kita sakit, yakinlah bahwa masih ada orang lain yang lebih parah sakitnya daripada kita. Ketika kita dalam kondisi sulit secara ekonomi. maka yakinlah masih banyak mereka yang keadaannya tidak lebih baik dari kita. Ketika kita melihat ada orang lain yang memiiki harta dan kedudukan jauh di atas kita padahal dia tidak lebih pintar disbanding kita, maka segeralah mengingat bahwa kita telah diberi karunia yang tidak dia miliki.

Syukur mendatangkan rahmat

Mensyukuri atas nikmat dan karunia yang Allah berikan kepada kita, salahsatunya yaitu dengan kita bersedekah kepada orang yang lebih membuntuhkan, karena diblik karunia yang Allah berikan kepada kita, diluarsana banyak yang nasibnya tidak seberuntung kita, maka dari itu agar nikmat dan karunia kita menjadi berkah salah satu ungkapan rasa syukur kita, yaitu dengan bersedekah kepada orang-orang kiranya membutuhkan.

Sedekah membawa berkah

sungguh tidak akan  berkurang harta kita karena melakukan sedekah apalagi kita gemar bersedekah setiap ba’da subuh. Karena malaikat mendoakan orang yang  bersedekah setelah shalat subuh. Malaikat meminta kepada Allah SWT agar melipatgandakan ganjaran orang yang bersedekah diwaktu-waktu tersebut. Darimanakah balasan yang akan kita terima? dari jalan yang tidak disangka-sangka oleh manusia. Sungguh, Allah SWT yang terus mencukupkan rezeki untuk kita dan kita akan senantiasa diberikan ketenangan dalam hidup. yuk sahabat mq  kita sama-sama latih diri kita untuk senantiasa gemar bersedekah.

 

 

TIPS MENENANGKAN PIKIRAN DARI RASA MARAH

TIPS MENENANGKAN PIKIRAN DARI RASA MARAH

Sahabat mq, setiap orang pasti pernah mengalami emosi atau marah didalam dirinya, entah itu karena faktor orang lain, atau faktor keteledoran diri kita sendiri. Emosi adalah sebuah perasaan yang dapat diekspresikan oleh seseorang atas hal-hal yang terjadi dalam hidupnya, dan normal saja ketika seseorang memiliki rasa emosi, tapi akan menjadi tidak normal, ketika emosi itu tidak terkontrol dan diekpresikan dengan meluap-luap.

Meski emosi atau marah pernah setiap orang alami, baik itu karena hilap atau kerna sudah menjadi habit atau kebiasaan buruk, Rasulullah shalallhu alaihi wasallam melarang kita sebagai umatnya untuk tidak marah. Sebagaimana sabdanya :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَارًا قَالَ لَا تَغْضَبْ

رَوَاهُ البُخَارِي

artinya :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, seorang lelaki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah aku wasiat.” Beliau menjawab, “Janganlah engkau marah.” Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (selalu) menjawab, “Janganlah engkau marah.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 6116]

Dalam hadist diatas jelas, ketika ada seoarang sahabat rasul pada waktu itu yang ingin meminta petuah dari Rasul, dan rasulpun memberikan petuahnya untuk tidak marah, bahkan petuah itu rasul ulang dua kali. Hal ini menunjukan bahwa perasaan marah atau emosi ketika kita tidak bisa mengendalikannya maka akan mengakibatkan mala petaka, baik buat dirinya sendiri, maupun terhadap orang lain.

Maka dari itu, dengan emosi, seseorang dapat menunjukkan perasaan yang sedang ia rasakan pada sesuatu, akan tetapi terkadang, ada masa dimana diri menjadi sulit untuk mengendalikan emosi yang dihadapi, untuk itu, berikut tips menenangkan pikiran dari rasa marah atau emosi :

Pertama, beristigfar

Ketika seketika perasaan marah atau emosi itu muncul pada diri kita, maka solusi pertama adalah segera beristigfar, dan menyadari bahwa dirinya sudah dikuasai oleh bisikan syetan, maka kalau saja rasa marah itu di luapkan maka akan berdampak negatif baik pada diri kita ataupun orang lain.

Kedua, Mengambil wudhu

Rasulullah saw telah memberikan contoh bagaimana cara meredam kemarahan. Salah satunya dengan berwudhu. Dengan berwudhu dan berusaha mencegah wudhu, kita bisa mengendalikan emosi. Berwudhu menghindarkan kita dari perbuatan yang tidak baik, salah satunya adalah kemarahan. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan terbuat dari api. Dan api itu hanya bisa dipadamkan oleh air. Oleh karena itu, jika seorang di antara kamu marah maka berwudhulah. ” (Riwayat Abu Daud).

Ketiga, Membaca Al-qur’an atau memperbanyak dzikir

Salah satu fungsi dari membaca Al-qur’an dan berdzikir adalah menenangkan hati dan fikiran. Oleh karenanya ketika hati dan fikiran kita lagi kacau karena telah dikuasai oleh perasaan marah atau emosi, maka hendaklah kita tenagkan hati dan fikiran kita dengan dzikrullah atau membaca ayat suci Al-qur;an.

Ke empat,  Berhati-hati dalam berbicara

Salah satu hal yang harus dijaga ketika lagi emosi atau marah adalah perkataan kita, karena biasanya ketika lagi marah mudah terucap perkataan-perkataan negatif, maka untuk tidak memperburuk keadaan, hendaknya berhati-hati dalam berbicara, apabila kita sedang dalam keadaan marah.

Kelima, Menghirup udara segar

Salah satu tips menenangkan pikiran dari rasa marah yang jarang kita lakukan yitu melakukan aktivitas fisik seperti olahraga atau berjalan santai, dengan menghirup udara segar di luar, pikiran dan emosi akan terbantu untuk terkendali kembali. Selain itu, kita juga dapat memanfaatkan momen tersebut untuk menjernihkan pikiran dari hal-hal yang membuat anda marah.

Memiliki rasa marah atau emosi sesekali memang wajar, karena manusia adalah tempatnya khilaf, namun bersikap bijak ketika kita sedang marah adalah tindakan yang terpuji. Olehkarenanya sebagai umat yang memiliki suri teladan terbaik yaitu Rasululllah saw, ketika kita narah atau emosi, maka hendaklah lakukan tips-tips diatas.

 

3 GOLONGAN YANG DICINTAI ALLAH

3 GOLONGAN YANG DICINTAI ALLAH

Setiap orang yang beriman memiliki keinginan dicintai oleh Allah swt, dan tidak ada seorangpun diantara orang yang beriman yang ingin dimurkai oleh Allah swt. Jangankan dimurkai oleh Allah, dimarahi oleh teman atau tetangga misalnya, kita terkadang merasa tidak enak,  dunia merasa sempit untuk bergerak-gerik karena takut bertemu dengan orang yang memerahi kita. Padahal kalau kita hanya dimarahi oleh teman atau tetangga kita, kita bisa saja menghindar, pergi atau pindah ke tempat lain, tahun depan kita kembali lagi barangkali sudah bisa berdamai. Tapi jikalau Allah yang murka kepada kita, padahal alam ini milik Nya belaka, rasanya kemana lagi langit tempat kita bernaung, dan kemana lagi bumi tempat kita berpijak.

Setiap orang beriman ingin dicintai Allah

Setiap orang beriman ingin dicintai Allah, tapi tidak setiap orang beriman mau melakukan perbuatan-perbuatan, kalau dikerjakannya Allah akan cinta kepadanya, dan setiap orang beriman tidak  ingin dimurki Allah, tapi ada saja orang yang beriman tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan yang justru dimurkai oleh Allah swt.

Dalam suatu hadist kudsi, dimana Allah swt berfirman, melalui lisan Rasulullah saw :

أحب ثلاثاً وحبي لثلاث أشد:أحب الغني السحي .. وحبي للفقير السحي أشد.وأحب الفقير المتواضع .. وحبي للغني المتواضع أشد,وأحب الشيخ الطائع .. وحبي للشاب الطائع أشد.

Artinya :

Aku cinta kata Allah pada tiga macam golongan manusia tapi aku lebih cinta kepada tiga macam lagi. Jadi ada 3 yang dicintai Allah, tapi ada 3 hal lain yang lebih dicintai oleh Allah.

Yang pertama:

حب الغني السحي .. وحبي للفقير السحي أشد

“Aku cinta pada orang-orang kaya yang pemurah tapi aku lebih cinta orang fakir yang pemurah.”

Allah swt mencintai orang kaya yang dermawan, karena ia telah mensyukuri karunia kelebihan harta yang telah Allah berikan kepadanya, tapi sungguh Allah lebih mencintai orang yang fakir namun ia pemurah meskipun dengan ke fakirannya. Betapa mulyanya, ketika orang yang kekurangan dengan hartanya, justru ia malah lebih mementingkan kepentingan orang lain dengan memberikan apa yang ia punya, walaupun ia tahu dirinya membutuhkannya. Maka tidak lain orang yang seprti itu adalah orang yang hanya mengharapkan karunia dari Allah, dan Allahpun sangat mencintainya dengan kedermawanannya.

Golongan kedua:

وأحب الفقير المتواضع .. وحبي للغني المتواضع أشد

“Aku cinta orang fakir yang rendah hati dan cintaku lebih besar pada orang kaya yang rendah hati.”

Allah mencintai orang yang fakir dan rendah hati, karena sifat rendah hati adalah kebalikan dari sifat sombong, sedangkan sombong adalah sifatnya syetan, dan ketika seseorang menjauhi sifat yang dimiliki syetan dan memiliki sifat kebalikannya, yang secara syariat dan sosial itu  adalah perbuatan yang baik, maka sungguh Allah sangat mencintai orang yang memiliki sifat tersebut. Namun Allah lebih mencintai ketika justri orang yang kaya, yang sebagian besar identiknya dengan sifat sombong, namun justru ini memiliki sifat yang rendah hati.

Dan golongan ketiga:

وأحب الشيخ الطائع .. وحبي للشاب الطائع أشد.

“Aku cinta orang tua yang bertobat dan cintaku lebih besar pada pemuda yang bertobat.”

Allah sangat merindukan orang-orang yang bertaubat, bahkan taubatnya seorang pendosa lebih Allah rindukan ketimbang dzikirnya orang yang shaleh. Maksudnya dengan kema Rahmanannya Allah, Allah memberikan harapan bagi orang-orang yang berdosa untuk memperbaiki dirinya dan bertaubat kepada Allah swt, krena sesungguhnya Allah adalah zat yang maha penerima taubat.

Terlepas dari Allah mencintai orang-orang yang bertaubat, cinta Allah lebih besar kepada pemuda yang bertaubat. Karena kalau saja masa pemuda merupakan masa dimana masa pencarian diri, masa yang masih mudah terbawa arus kesana-kesini, terlebih pergaulan zaman sekarang sangatlah bebas, hingga memungkinkan bagi para pemuda untuk jarang mengingat Allah, dan menyesali atau bertaubat atas perbuatan-perbuatan buruknya. Maka demikian, ketika ada seorang pemuda justru ia lebih mendekatkan dirinya kepada Allah dan senantiasa bertaubat atas dosa-dosanya, maka yang demikian itu kecintaan Allah lebih besar ketimbang orang  yang sudah tua yang bertaubat.

Ketiga golongan tersebut merupakan suatu hal yang sangat langka dipermukaan bumi ini, namun langka bukan berarti tidak ada. Maka beruntunglah kepada orang-orang yang masuk kepada 3 golongan tersebut.

 

 

 

MENJAGA KESEHATAN TUBUH DENGAN SHALAT

MENJAGA KESEHATAN TUBUH DENGAN SHALAT

Sahabat mq,  shalat merupakan kewajiban setiap muslim di belahan dunia manapun, shalat merupakan tihangnya agama bagi orang muslim, kemudian shalat juga merupakan syarat diterimanya amalan yang lain serta amalan yang paling pertama ditanyakan ketimbang amalan yang lain nanti di hari akhir.  Akan tetapi tahukah sahabat mq, dari sekian kelebihan ibadah shalat, ternyata shalat juga merupakan amalan ibadah yang menyehatkan, karena shalat merupakan ibadah paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia, untuk mendapatkan kesehatan dalam setiap gerakannya.

Dilihat dari sudut pandang ilmiah, shalat dijadikan sebagai gudang obat untuk berbagai jenis penyakit. berikut manfaat dari beberapa gerakan shalat bagi kesehatan :

Pertama, Gerakan takbiratul ihram

Sahabat mq, saat kita melakukan takbiratul ihram, secara tidak langsung kita sedang melakukan gerakan untuk melancarkan aliran darah, dan melatih kekuatan otot lengan. Maka dari itu saat kita mengangkat kedua tangan, otot bahu menjadi meregang, hal ini membuat aliran darah menjadi lancar karena kaya dengan oksigen. sedangkan posisi tangan yang diletakkan di bawah dada, dapat menghindarkan dari berbagai gangguan persendian khususnya pada tubuh bagian atas.

Yang ke dua, Gerakan rukuk

Sahabat mq, dalam pelaksanaan rukuk, dimana posisi  badan yang melengkung 90 derajat kedepan saat kita melakukan rukuk, bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang, atau corpus verte-brae.  Kepala yang sejajar dengan tulang belakang, dapat membuat aliran darah menjadi maksimal pada tubuh bagian bawah.

Yang ke tiga, I’tidal

Manfaat I’tidal ini untuk pencernaan yang baik, karena organ pencernaan didalam perut mengalamni pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Dan efeknya pencernaan menjadi lebih lancar.

Yang ke empat, Gerakan sujud

Sahabat mq, selain dalam sujud terakhir  dianjurkan  untuk dilamakan, ternyata ketika saat posisi sujud, aliran getah bening akan dipompa kebagian leher dan ketiak, sementara posisi jantung berada diatas otak, hal ini  menyebabkan darah kaya oksigen dapat mengalir secara maksimal, menuju otak.

Yang ke lima, Gerakan salam

Sahabat mq, gerakan memutar kepala kekanan dan kekiri saat salam,  jika dilakukan secara maksimal, dapat memberi manfaat berupa relaksasi otot sekitar leher, dan kepala.  Hal ini dapat menyempurnakan aliran darah di kepala, untuk mencegah sakit kepala, dan kekencangan kulit wajah.

Sahabat mq, tidaklah semata-mata Allah mensyariatkan sesuatu kalau syariat itu tidak terdapat manfaat, secara sekilas mungkin kita tidak akan menyadarinya, tetapi seiring berkembangnya pengetahuan dan semakin banyak orang yang melakukan penelitian, terutama pada syaria’at-syari’at islam, ternyata subhanallah sekali, ketika syari’at-syari’at islam diteliti oleh para ilmuan yang mana ilmuannya tersebut kebanyakan  adalah seoarng non muslim, ternyata beberapa syari’at-syari’at islam yang telah diteliti, ternyata terkandung banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kita petik bagi kehidupan manusia, yang mana bukan dari segi rohaninya  saja, tapi dari segi ilmu pengetahuannya dan kesehatannyapun.

Termasuk dalam pelaksanaan shalat. Mungkin sebagian orang muslim dalam melaksanakan shalat, hanyalah semata pengugur kewajiban kepada tuhannya yang telah diperintahakan dan merupakan bagian ritual ibadah seorang muslim. Tetapi ternyata sungguh beruntung bagi kita semua umat muslim, bahwa ketika kita melaksanakan shalat, tidak hanya kita mendapatkan pahala, namun sekaligus kita mendapatkan badan yang sehat.

Mungkin syariatnya kesehatan datangnya hanya dari Allah subhanahuwatalla, akan tetapi usaha yang dilakukan untuk menjaga amanah itu perlu kita ikhtiarkan dengan serius, karena badan yang sehat, dapat membuat kita semakin semangat beribadah.

 

 

 

 

KEDUDUKAN PEREMPUAN DALAM ISLAM

KEDUDUKAN PEREMPUAN DALAM ISLAM

Salah satu dari misi islam, ialah mengangkat harkat dan martabat manusia, yang sebelumnya dibedakan oleh warna kulit, oleh suku bangsa dan bahasa, seluruhnya diikat oleh satu aqidah. Menghilangkan perbedaan akibat warna kulit, suku bangsa, dan bahasa. Termasuk dalam upaya itu, islam telah mengangkat harkat dan martabat perempuan.

Kedudukan perempuan sebelum islam datang

Sebelum islam datang, nasib perempuan nyaris hanya berputar di segitiga saja, yakni sumur, dapur, dan kasur. Seolah-olah wanita tidak bisa berbuat lebih banyak dari pada itu. Bahkan ditengah masyarakat jahiliyah, bayi perempuan dianggap mendatangkan aib, sehingga pada waktu itu bayi perempuan dikubur hidup-hidup. Maka katika  islam datang  dengan tegas mencanangkan suatu revolusi yang mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan. Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

اَلْمَرْأَةُ عِمَادُ الْبِلَادِ اِذَاصَلُحَتْ صَلُحَ الْبِلَادُ وَاِذَافَسَدَتْ فَسَدَ الْبِلَادُ (حديث)

 

“ Wanita adalah tiang negara jika wanitanya baik maka baiklah negara, dan bila wanita buruk maka negara juga ikut buruk”.

Karena itu wanita yang paling berperan didalam kehidupan rumah tangga, karena dalam diri wanita mempunyai peran ganda dalam kehidupan rumah tangga, yaitu mengandung, melahirkan, mendidik, mengasuh dan membesarkan. Sehingga mengapa demikian wanita disebutkan sebagai tihang nya Negara, karena dari Rahim seorang perempuanlah  generasi suatu bangsa terlahir ke dunia, dibawah kasih saying seorang ibulah seorang anak akan tumbuh besar, dan dibawah bimbingan dan didikan seorang ibulah seorang anak memiliki kepribadian yang kelak dapat menentukan terhadap maju mundurnya suatu Negara.

kisah-kisah perempuan dalam Al-qur’an

Dalam berbagai ayat Al-quranul karim menjelaskan tentang perempuan dan peranannya. Al-quran bercerita tentang siti hawa, Al-quran bercerita tentang anak perempuan nabi adam yaitu Iqlima dan labuda yang menyebabkan qabil dan habil saling bunuhu membunuh, Al-qura’an bercerita tentang siti mariyam (ibu dari nabi isya As), Al-qur’an bercerita tentang  2 putri nabi Yusuf yang akhirnya salah satunya menjadi istri dari nabi Musa As, Alqur’an menceritakan tentang ratu Balqis yang merupakan seorang wanita yang berkuasa di negeri Saba’ yang demikian besar pengaruhnya dan wawasannya, dan banyak lagi Al-qur’an menceritakan keadaan kaum perempusn, sampai-sampai dalam Al-qur’an ada suatu surah yang bernama surah An-nisa.

Al-qur’an telah menempatkan perempuan dalam suatu posisi yang mulia

Ini seluruhnya berarti bahwa Al-qur’an telah menempatkan kaum perempuan dalam suatu posisi yang mulai, dan terpuji. Alqur’an telah memeebrikan emansipasi bahwa perempuan  berhak mengejar kemajuan sebagaimana halnya kaum laki-laki. Tetapi sungguh demikian  Al-qur’an pun tetap memebrikan batasa-batasannya, sepanjang emansipasi itu tidak bertentangan dengan qodrat perempuan  itu sendiri.

Kalau emansipasi dan hak asasi sudah tidak sesuai lagi dengan qodrat kewanitaan, pada akhirnya bukan mengangkat harkat dan martabat seorang perempuan, justru malah merendahkan harkat dan martabat perempuan itu sendiri. Seperia ada sebagian besar perempuan yang mana mereka berteriak menuntut tentang persamaan hak, tetapi mereka melupa apa batasan persamaan hak itu sendiri.

Islam dengan segala konsepnya mengangkat harkat martabat kaum perempuan

Sesungguhnya islam dengan segala konsepnya mengangkat harkat martabat kaum perempuan itu, memberikan keleluasaan untuk maju bersama kaum laki-laki, sepanjang tidak menginjak-nginjak qodrat perempuan itu sendiri.  Kalau sudah sampai kepada menginjak qodrat kewanitaan, maka akan merendahkan derajat kaum perempuan.

Sebab apa ? secara fisik dan sikis, agaknya seoarang laki-laki telah diqodratkan untuk memimpin dan membimbing kaum perempuan. Laki-laki itu Allah ciptakan dengan diberi fisik yang kuat, kekar untuk memikul dan melaksanakan tugas-tugas yang berat. Sedangkan perempuan pada umumnya, adalah mahluk yang lembut dan ayu.

Namun meskipun demikian, justru islam memuliakan seorang perempuan sesuai dengan qodratnya perempuan. Yaitu perempuan untuk dijaga, dilindungi, dinafkahi, dan dimuliakan sesuai kadarnya. Karena dengan  jasa seoarang perempuanlah kelak nantia akan lahir seoarang keturunan penerus bangsa dan Negara.

 

UJIAN HIDUP

UJIAN HIDUP

Sejatinya ujian itu akan selalu ada dalam kehidupan kita, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan hidup di dunia sebagai tempat ujjian untuk menguji siapa yang bersungguh-sungguh, dan untuk mencari keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah menjadikan dunia penuh dengan ujian karena dengan ujian itu Allah ingin mengetahui dan pilah  pilih siapa orang-orang yang berhak masuk ke dalam surgaNya dan siapa yang ia akan dimasukkan ke dalam api neraka. Allah Ta’ala berfirman :

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَأَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ ﴿٢﴾وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّـهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ ﴿٣﴾

Artinya :

Apakah manusia mengira akan dibiarkan berkata: “Kami beriman”, sementara ia tidak diuji?. Sungguh Allah telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka dengan ujian itu Allah mengetahui siapa yang jujur imannya dan siapa yang dusta keimanannya. (QS. Al-Ankabut :2-3)

Jika seseorang telah berani menyatakan bahwa dirinya beriman, maka barulah akan Nampak kadar kualitas keimanan yang dimiliki seseorang.

Mengapa orang yang beriman, justru yang diberi ujian oleh Allah swt?

Analoginya simple, bahwa orang yang mengikuti ulangan di sekolah, tentu adalah anak-anak sekolah, kalau tidak sekolah tentu saja tidak akan mendapatkan ujian sekolah. Kemudian ketika seseorang semakin tinggi kelasnya, maka semakin berat soal ujian yang diberikannya, karena menyesuaikan dengan tahap kemampuan dan kelas dari masing-masing murid.

Demikian juga dalam kehidupan beragama, justru yang beriman yang mendapat ujian dari Allah swt, semakin tinggi nilai kualitas keimanannya akan semakin berat ujian dan cobaan yang diberikannya.

Nabi Muhammad saw pernah memperingatkan dalab sabdanya :

الأنبياء ثم الأمثل فالأمثل فيبتلى الرجل على حسب دينه فإن كان دينه صلبا اشتد بلاؤه وإن كان في دينه رقة ابتلى على حسب دينه فما يبرح البلاء بالعبد حتى يتركه يمشى على الأرض ما عليه خطيئة

“(Orang yang paling keras ujiannya adalah) para nabi, kemudian yang semisalnya dan yang semisalnya, diuji seseorang sesuai dengan kadar agamanya, kalau kuat agamanya maka semakin keras ujiannya, kalau lemah agamanya maka diuji sesuai dengan kadar agamanya. Maka senantiasa seorang hamba diuji oleh Allah sehingga dia dibiarkan berjalan di atas permukaan bumi tanpa memiliki dosa.” (HR. At-Tirmidzy, Ibnu Majah, berkata Syeikh Al-Albany: Hasan Shahih)

Setiap orang Diuji berdasarkan keteguhan dan kekuatannya berpegang kepada agamanya, jadi semakin teguh kita berpegang kepada ajaran agama, semakin dekat dengan aturan-aturan agama semakin berat ujian dan cobaan yang datang menimpa kehidupan.

Allah swt menjelaskan jenis-jenis ujian yang diberikan kepada orang-orang yang beriman, dalam Qur’an surat al-baqarah ayat 155 Allah swt menjelaskan

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

 

Artinya :

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

Dalam ayat diatas bahwasannya kelak orang beriman akan diuji:

  1. Rasa takut, yang mungkin kadang-kadang tidak beralasan, namun menimbulkan kegelisahan didalam kehidupan kita. Seperti takut miskin, takut kehilangan jabata, bahakan takut akan mati.
  2. Kelaparan dan kekeringan, yang mana terkadang justru orang beriman allah uji dengan tidak dilimpahkan berupa kebutuhan kebutuhan hidupnya.
  3. Kekurangan harta, yang meliputi seluruh kekurangan yang bersangkutan dengan harta, baik bencana dari langit, tenggelam, kehilangan, raja-raja yang dholim, dan perompak jalanan yang merampas harta dan sebagainya.
  4. Kekuranga jiwa, Yakni kematian dan pembunuhan yang terjadi di medan jihad.
  5. Kekurangan buah-buahan, Yakni yang disebabkan oleh penyakit, atau pendapat lain mengatakan maknanya adalah kematian anak keturunan.

Berikut adalah ujian yang Allah timpakan kepada orang yang beriman. Ujian yang Allah berikan bukan semata untuk menghukum orang beriman, melainkan untuk memberikan tantangan akan keimanannya kepada Allah swt. Karena layaknya sebuah pohon, semakin tinggi pohonnya, maka akan semakin deras angina yang menerpanya. Lantas  jika kita gak mau diterjang angin, jadilah rumput, tapi inget rumput itu harus siap untuk diinjak.

 

KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN

KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN

Sudah menjadi keyakinan dalam kehidupan kita, bahwa segala yang ada permulaannya itu akan ada penghabisannya, setiap yang punya awal mesti punya akhir, tidak ada keabadian dalam kehidupan dunia ini. Semuanya datang dan pergi silih berganti, berubah oleh pergeseran masa dan pertukaran waktu. Demikianlah kalau kita mau renungi kehidupan dari alam di sekitar kita, sejak dari kehidupan tumbuh-tumbuhan, binatang, sampai pada kehidupan kita mahluk yang bernama manusia.

Tahapan kehidupan manusia

Lihatlah kita manusia misalnya, dimulai dari sejak kita terlahir ke alam ini, keluar dari dalam rahim  ibu, menjadi bayi yang merah tidak berdaya, untuk kemudian berangsur meningkat menjadi anak-anak, dari kehidupan anak-anak berubah lagi menjadi remaja, dengan segala keceriaan dan kelincahannya, dan dari masa remaja naik lagi menuju usia dewasa, untuk kemudian berangsur menuju hari tua, lalu setelah kita memasuki hari tua, sehari, seminggu, sebulan, setahun, hingga sampailah kita pada batas waktu yang telah ditentukan oleh Allah,yang dinamakan ajal, dan bertemulah kita dengan yang disebut Maut.

Setiap mahluk yang bernyawa akan mengalami kematian

Setiap mahluk yang bernyawa akan mengalami yang namanya kematian, karena kematian itu pasti adanya kepada setiap mahluk, bahkan malaikat pencabut nyawapun akan Allah cabut nyawanya, dan tidak ada yang kekal didunia ini keculai Allah zat yang maha kekal. Allah swt berfirman :

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّن قَبْلِكَ الْخُلْدَ ۖ أَفَإِن مِّتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ

Artinya :

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), Maka apabila jikalau mati, Apakah mereka akan kekal?” [al-Anbiyâ’/ 21:34].

Di dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya :

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan” [al-‘Ankabût/29:57]

Perubahan-perubahan pada diri manusia

Kalau seja kita mau merenung, perubahan-perubahan yang terjadi pada diri kita, seharusnya membuat diri kita insaf, dan sadar. Dikala remaja, kita begitu lincah, punya rambut yang hitam, ikal berderai, punya lesung di pipi, punya senyum yang indah menawan setiap orang yang melihat,punya kulit yang kencang dan bersih, maka mana kala kita memasuki hari tua, perubahan perontalpun terjadi, kulit mulai menjadi keriput, rambut yang tadinya hitam ikal berderai mulai memutih, nikmat berkurang, gigi yang tadinya utuh dan sanggup mengunyah apa saja perlahan mengurang.

Bila maut datang menjemput kita, apakah selsailah kehidupan kita sampai disitu ?

Sahabat mq, kalau saja lahir  merupakan perpindahan hidup dari alam rahim ke alam dunia, maka mati hakikatnya adalah perpindahan hidup, dari alam dunia ini ke alam kehidupan yang berikutnya, yang dinamakan dengan alam barjah.

Alangkah tidak adalinya Allah, kalau saja tidak ada lagi kehidupan setelah kematian, karena apa gunanya manusia yang beribadah dengan yang tidak beribadah, apa bedanya oarang yang senantiasa melakukan kebaikan dengan orang yang tidak pernah melakukan kebaikan, atau bahkan dengan orang yang senantiasa berlaku buruk atau dosa.

Kehidupan setelah meninggal dunia

Tapi dengan kemaha adilan dan maha kuasaanya Allah swt, maka yakinlah setalah seluruh manusia mati akan dihidupkan kembali menuju kehidupan Akhirat, yang mana inilah kehidupan sesungguhnya, kehidupan yang abadi, kehidpuan balasan bagi setiap amal manusia.

Maka bagi mereka yang selama didunia taat dan beribadah kepada Allah swt, berbahagialah bagi mereka, karena mereka akan mendapatkan balasan berupa surganya Allah swt, yang mana tidak ada kenikmatan di dunia seindah dan senikmat surga,  yang didalamnya penuh dengan kenikmatan serta tidak ada sedikitpun kekurangan didalamnya.

Dan celakalah bagi mereka yang selam hidupnya di dunia kufur terhadap Allah dan sering melakukan dosa, karena balesan bagi mereka adalah nerka, yang mana neraka merupakan seburuk-buruknya tempat yang Allah sediakan bagi mahluknya yang berdosa dan kufur kepada Allah. Mereka disiksa dengan seburuk-buruknya siksaan, dan sungguh terdapatlah pada hati mereka rasa penyesalan yang amat dalam, karena tidak melaksanaan ketaatan dan tidak mengimani Allah swt.

Sebagaiamana dalam firman Allah swt :

وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ () وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ () حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ () لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ ()

Artinya :

Dan katakanlah: “Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.” (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. [Qs.Al-Mu’minun :97-100]

 

7 HAL PENTING YANG DITANYAKAN SAAT TA’ARUF

7 HAL PENTING YANG DITANYAKAN SAAT TA’ARUF

Sahabat MQ, membahas soal pranikah merupakan sesuatu hal yang sangat penting, meninjau pernikahan merupakan suatu momen yang sangat syakral, dan momen dimana dipersatukannya dua insan yang berbeda untuk menjalin kasih dan sayang, serta hidup bersama selamanya. Namun sahabat MQ, untuk menuju pernikahan yang baik dan benar sesuai dengan syariat islam, maka sahabat haruslah melalui tahap-tahap atau langkah-langkah yang syar’i pula, karena langkah yang diambil saat kita akan menentukan untuk menikah, akan menentukan bagaimana arah pernikahan kita kedepannya, maka dari itu untuk para single lillah atau para jomblo fi sabilillah hendaklkah jangan salah mengambil langkah ketika akan menentukan untuk menikah.

Sebelum kita memutuskan untuk menikah maka hendaklah kita juga mengetahui atau mengenali siapa yang akan menjadi pasangan kita, namun tentunya bukan dengan cara pacaran, bukan dengan saling whatsapp’an ataupun dengan istilah-istilah lainnya yang didalamnya ada langkah-langkah syetan yang menjerumus kepada zina. Namun didalam isalam sudah aturannya, yakni ketika kita ingin mengenali siapa yang akan menjadai pasangan hidup kita, yaitu dengan cara Ta’aruf.

Apa itu Ta’aruf ?

Secara garis besar Ta’aruf adalah interaksi untuk saling mengenal satu sama lain, namun ketika dikaitkan dengan bagian dari proses pernikahan, ta’aruf  merupakan suatu proses untuk saling menegnal antara dua anak manusia dengan tujuan agar saling mengenal satu sama lain dan saling bertatap muka untuk sebatas saling mengerti antara satu dengan lainnya. Dalam ta’aruf juga kita bisa saling mengajukan pertanyaan dengan maksud untuk lebih menjelaskan tentang dirinya dari msing-masih pihak, dan tentang bagaimana kedepannya dalam mengemban komitmen bersama. Dan pastinya, pertemuan ini didampingi oleh wali masing-masing atau didampingi oleh orang lain. Tujuannya, agar pertemuan keduanya tidak menimbulkan fitnah atau menimbulkan hal lain yang tidak diinginkan.

Nah bagaimana agar proses taaruf bisa menjadi sarana kita agar bisa memahami calon pasangan kita, untuk itu paling tidak kita harus menanyakan 7 pertanyaan penting ini ?

  1. Bagaimana pemahaman seputar keluarga dan visi misi pernikahan ?

Kita bisa memastikan apa visi misi calon pasangan kita, bagaimana kelak rumah tangga yang akan dibangun, dsb. Dengan mengetahui tentang visi misi  kita bisa mengetahui apakah ada kesesuaian antara  visi misi   kita dengan calon pasangan kita atau tidak.

  1. Bagaimana ibadah yang dijalankannya ?

Karena tujuan pernikahan adalah untuk menjalankan ibadah, untuk itu penting kita untuk bisa mengetahui apakah  ibadanya baik atau tidak, karena dengan kekuatan ibadah akan membentuk iman yang kuat dan menajadi pondasi dalam membangun rumah tangga.

  1. Bagaimana pengetahuan tentang peran suami/istri atau hak dan kewajiban suami istri?

Ini penting untuk menjaga keselarasan dalam rumah tangga, karena kelak suami dan istri akan menjalankan peran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Bagaimana calon pasangan mengatur emosi dan konflik ?

Hal ini pentnig untuk bisa melihat apakah calon pasangan kita bisa mengendalikan diri apabila terjadi perbedaan dalam pernikahan nanti atau tidak.

  1. Bagaimana cara mengatur diri dari keuangan?

Meskipun ini sering dianggap hal yang sangat sensitive, kita harus mengetahui bagaimana calon pasangan kita dalam mengatur keuangan, karena nikah bukan hanya  persiapan mental namun juga financial, dengan mengetahuinya kita bisa mengetahui apakah calon pasangan kita  sudah siap menikah atau belum.

  1. Bagaimana hubungan yang terjalin dengan keluarga ?

Mengapa ini penting karena menikah bukan hanya menyatukan kita dan pasangan, namun mneyatukan 2 keluarga,  kita juga bisa mengenal pasangan kita dengan keluarganya, dan  memudahkan proses menuju pernikahan.

  1. Bagaimana pemahaman tentang diri, cita-cita dan juga masa depan?

Hal ini juga penting, karena kita harus mengetahui seseorang yang faham akan dirinya dan masa depannya, jika dirinya dan masa depannya juga belum faham, bagaimana dia akan memahami kita, yang mungkin kita berasal dari 2 latar belakang yang berbeda, mempunyai kebiasaan, dan watak yang berbeda.

Nah itulah sahabat MQ, beberapa pertanyaan yang setidaknya wajib disampaikan ketika sahabat akan melaksanakan ta’aruf, dan yang paling penting adalah luruskan niat agar kita senantiasa dibimbing oleh Allah swt, dan langkah-langkah niat baik kita untuk menikah berbuah ibadah serta diberikan pasangan dan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah.

MENJAGA HATI KETIKA DIUJI

MENJAGA HATI KETIKA DIUJI

Sahabat MQ,  dalam hidup ini ada pilihan dan rencana, yang itu kadang tidak terwujud sesuai harapan dan rencana kita, mengapa? karena Allah juga punya rencana terhadap hambanya, dan yang pasti akan terjadi adalah rencananya Allah.  Namun segala sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan kita itulah yang sering  kita anggap sebagai masalah dan kita sikapi dengan ketidaksabaran,  sering mengeluh, merasa kecewa, merasa diperlakukan tidak adil, merasa  diri sangat menderita.

kecenderungan kita ketika mendapatakan ujian adalah sering  mengadu pada manusia

Setelah itu biasanya kecenderungan kita sering  mengadu pada manusia, curhat pada orang yang salah dengan niat yang salah karena hanya  ingin mencari pembenaran bukan mencari solusi. Kita tidak dapat mengendalikan anggota tubuh kita agar Allah ridha, terkadang kita sering kotor hati, soudzhon, kecewa, dan  menyalahkan Allah, padahal ujian terberat kita  bukan pada saat  menghadapi ketidak sesesuaian antara harapan dan kenyataan tapi apakah kita  mampu mengendalikan hati agar tidak terjatuh dalam dosa.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْئٌ فَلاَ تَقُل:ْ لَوْ أَنِّيْ فَعَلْتُ، كَانَ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ: قَدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ

“…Jika sesuatu menimpamu, maka janganlah mengatakan, ‘Se-andainya aku melakukannya, niscaya akan demikian dan demikian.’ Tetapi ucapkanlah, ‘Sudah menjadi ketentuan Allah, dan apa yang dikehendakinya pasti terjadi… .’” [3]

Sesungguhnya apa yang terjadi kepada setiap orang, itu merupakan kehendak Allah subhanahu wa ta’aala, yang telah Allah tetapkan kepada tiap-tiap manusia. Sebesar apapun kita berkehendak, tidak akan mengubah ketetapan Allah swt, kewajban manusia hanyalah berikhtiar, dan hasilnya tetaplah Allah yang menentukan. Begitupun dengan ujian yang menimpa kita, yang jelas-jelas itu bagian dari sekenario Allah buat hambanya.

Allah menjadikan dunia penuh dengan ujian

Tidak mudah memang ketika kita dihadapkan dengan ujian, namun yakinlah setiap ujian pasti ada jalan keluarnya dan pasti ada hikmah dan pelajaran didalamnya. Allah menjadikan dunia penuh dengan ujian karena dengan ujian itu Allah ingin pilah dan pilih siapa orang-orang yang berhak masuk ke dalam surgaNya dan siapa yang ia akan dimasukkan ke dalam api neraka. Allah Ta’ala berfirman:

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَأَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ ﴿٢﴾وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّـهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ ﴿٣﴾

Artinya :

Apakah manusia mengira akan dibiarkan berkata: “Kami beriman”, sementara ia tidak diuji?. Sungguh Allah telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka dengan ujian itu Allah mengetahui siapa yang jujur imannya dan siapa yang dusta keimanannya. (QS. Al-Ankabut :2-3)

Cara kita agar  bisa menjaga hati ketika sedang menghadapi masalah

lalu apa yang seharusnya kita lakukan ?  Hal yang harsus kita lakukan yaitu milikilah  rasa takut kepada Allah dan hanya  berharap pertolongan Allah, serta tidak terpancing menyikapinya dengan kotor hati, karena itulah bukti kelulusan kita mengadapi masalah itu,  sehingga kita bisa  mendapat predikat takwa.

selanjutnya, bagaimana cara kita agar  bisa menjaga hati ketika sedang menghadapi masalah ?

  1. Kita harus lebih bayak menyingat Allah, kebaikan Allah, kemaha agungan Allah dari pada masalahnya, lebih banyak berdzikir, tidak menyalahkan orang lain.
  2. Menumbuhkan rasa cinta kepada Allah, dengan mengingat kebaikan Allah, tidak focus pada masalah.
  3. Menanamkan rasa menang, dalam memerangi nafsu dan menang dalam menaklukan bisikan syetan.
  4. Menyibukkan diri kita dnegan berbagai ketaatan, menghibur diri dengan berbuat baik, menolong dan membantu orang lain
  5. Berorientasi pada Akhirat dan berjalan menuju Allah.
  6. Memunculkan adanya rasa takut atas dosa hati, dengan terus  mensucikan hati dan meminta pertolongan kepada Allah.

Sahabat MQ, semoga dengan keenam cara ini kita bisa menjaga hati kita ketika diuji, dan menjadi sebaik-baik nya hamba yang Allah cintai.

MUSUH-MUSUH IBLIS

MUSUH-MUSUH IBLIS

Didalam kehidupan ini, apabila orang telah mengproklamirkan bendera permusuhan kepada kita, maka kita tentunya harus waspada dan mawas diri. Demikian juga iblis dan seluruh bala tentaranya yang terdiri dari syetan-syetan, mereka telah mengibarkan bendera permusuhan kepada nabi adam  dan anak cucunya, termasuk kepada kita umat Rosulullah saw.

Akan sengsara dan celaka, jika kepada iblis dan syetan yang telah nyata-nyata mengibarkan bendera permusuhan itu, kita mengatakan toleransi, mengadakan kerja sama, dan menjadi budak yang mengperturutkan kemauan iblis dan syetan.

Siapa yang menjadi musuh-musuh syetan dalam kehidupan ini?

Suatu hari Allah memerintahkan Iblis untuk mendatangi Nabi Muhammad SAW dan menjawab semua pertanyaan yang diajukan olehnya, yang pertama Rasulullah saw bertanya “untuk apa kau datang kepadaku wahai iblis ?, kemudian iblis menjawabnya “Allah memerintahkanku untuk mendatangi dan menjawab semua pertanyaan yang kaujaukan kepadaku,” jawab Iblis.

Kemudian nabipun bertanya kembali, “siapa yang menjadi musuh-musuh mu dari kalangan umatku di bumi ini ?”

Iblis menjawabnya, musuh-musuhku diantara umatku kata iblis yaitu :

Yang pertama, nabi  Muhammad saw.

kenapa iblis mencatat nabi muhammad sebagai tokoh nomer satu dalam deretan musuh-musuhnya ?, karena keberadaan rasul adalah rahmatan lil alaamin, kemudian keberadaan beliau berfungsi menyalamatkan manusia dari kegelapan atau kesesatan menuju ke arah yang terang benerang penuh berisi petunjuk dan hidayah dari Allah swt.

Kedua, pemimpin yang adil.

Sesungguhnya iblis merasakan putus asa menghadapi pemimpin yang adil, karena tipu dayanya tidak terkena, segala tingkah ulahnya tidak diperturutkan, hinnga menderetkan imam yang adil adalah musuh iblis yang kedua, karena pemimpin yang yang adil mempunyai dampak dalam kehidupan di dunia ini, melindungi dan  menentramkan orang banyak, hingga ketika semakin aman,tentram situasi dan kondisi maka makin mudah orang melaksankan ibadah.

Ketiga, orang kaya yang rendah hati.

Iblis tidak senang ketika ada orang kaya tidak sombong, karena menjadi suatu kewajaran ketika seseorang diberikan kelebihan harta memiliki sifat sombong, merasa dirinya lebih dari yang lain. Maka ketika ada orang yang kaya dan memiliki sifat yang rendah hati, itu merupakan bukti bahwa orang tersebut adalah orang yang mempunyai keyakinan kalau semuanya itu adalah titipan dari Allah yang akan kembali lagi kepada Allah, semata ia memiliki kekayaan karena ia menjalankan amanah yang Allah titipkan kepadanya.

Keempat, pengusaha yang jujur.

Semua oarang ingin untung, tidak ada kecuali siapapun orangnya, dan itu adalah wajar. Maka seoarang pengusaha yang memliki keuntungan karena kejujurannya adalah orang yang yakin bahwa rizki sudah diatur oleh Allah, dan ketika menjemputnya dengan kebaikan maka keberkahan yang akan didapatkannya.

Kelima, orang alim yang berusaha khusyuk.

Tidak setiap orang ayang berilmu memiliki kekhusyuan dalam beribadah, karena khusyuk itu merupaka suautu ketenangan dan kepasrahan terhadap Tuhan di dalam melaksanakan ibadah.

Keenam, orang beriman yang ikhlas.

Ikhlas merupakan suatu perbuatan yang mudah dikatakan, tapi sulit dikerjakan,  karena ikhlas adalah melakukan amal saleh secara tulus tanpa pamrih manusia, melainkan hanya mengharapkan ridho Allah SWT semata.

Ketujuh, orang beriman yang berhati penyayang.

Sesungguhnya rasulullah saw adalah pribadi yang penyayang, sikap penyayangnya membuat semua orang simpati, bahakn bukan saja dihormati oleh sahabat-sahabatnya, melainkan musuhpun menghormatinya, oleh karena itu orang yang beriman dan memiliki sifat penyayang dapat menciptakan kedamaian seksama saudara, tetangga, sahabt dan yang lainnya.

Kedelapan, orang tobat yang istiqamah.

Hijrah atau taubat itu mudah, namun istiqomahlah yang sangat sulit, bahkan ada ulama yang mengatakan bahwa istiqomah itu lebih baik dari pada 10 karomah.  Maka ketika orang yang bertaubat dan istiqomah dalam taubatnya bisa dipastikan orang tersebut merupakan orang yang Allah rindukan kedatangannya dalam taubatnya.

Kesembilan, orang yang berhati-hati (wara‘) dari barang haram.

menghindari diri dari perbuatan dosa atau menjauhi hal- hal yang tidak baik dan subhat, merupakan ciri orang yang wara’, orang yang wara’ adalah orang yang memiliki rasa ketakutan yang tinggi kepada Allah, karena takut dengan ketidak hati-hatiannya membuat murkanya Allah kepada dirinya.

Kesepuluh, orang beriman yang menjaga wudhu.

Wudhu tidak hanya sebatas hikmah untuk membersihkan diri dari segala macam kotoran dan juga hadas kecil yang menempel pada tubuh. Akan tetapi, wudhu juga bisa dijadikan pengampun dosa yang sudah dilakukan sekaligus pemberi syafaat untuk kita kelak.

 Berikut diatas adalah orang-orang yang dimusuhi  oleh iblis, ketika konteks dimusihi adalah hal yang negatif, tapi justru orang yang dimusihi oleh iblis adalah termasuk orang yang beruntung, karena iblis merupakan musuh Allah, dan laknatullah yang ditugaskan untuk menggoda manusia agat tersesat, sehingga iblis mempunyai teman kelak didalam neraka.