HUKUM RASISME DALAM ISLAM

HUKUM RASISME DALAM ISLAM

Pengertian Istilah Rasisme Dalam Pandangan/Khazanah Keilmuan Islam

Pengertian istilah Rasisme dalam pandangan/khazanah keilmuan islam yaiutu disebut dengan al unsuriyyah yang berarti panatisme golongan atau dalam kata padanan lainnya adalah Ta’asuf, ashabiyyah, alsinnah, alwannun  yang berarti mengidentifikasikan/mengidentitaskan dirinya.

contohnya yang sedang marak sekarang-sekarang yaitu  ujaran Kebencian yang sifatnya rasisme, diantaranya : kepada orang yang berkulit hitam dilbilang “Negro,Gelap, Lutung dll”, kepada orang arab disebut “Unta Arab”, dan sebutan yang lainnya.

Islam Melarang Adanya Rasisme

Islam melarang adanya Rasisme, terlebih dengan konsep Islama Universal persaudaraan menolak perbedaan semua RAS manusia. Karena itu, sejatinya Rasisme tidak mempunyai tempat dalam islam. Karena hal tersebut dapat memicu kebencian, adanya dendam, sakit hati dan dapat memecah belah yang satu dengan yang lainnya.

Hukum Rasisme Dalam Islam

Maka dari itu Hukum Rasisme dalam Islam adalah “Haram” ,karena  dapat menyakiti, memecah belah, membuat orang saling curiga, dendam, benci, dan jauh dari harapan islam yang sejatinya islam adalah Rahmatan Lil Alaamiin yaitu Rahmat bagi seluruh alam.

Dalil Larangan Rasisme

Adapun dalil mengenai terlarangnya Rasisme yaitu pada QS. Al-Hujurat ayat 11

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Kemudian dalam Hadist yang diriwayatkan oleh imam Ahmad, yaitu ketiaka dalam khotbah terakhir Nabi Muhammad SAW yang menjunjung tinggi kemanusiaan terlepas dari warna atau ras, yaitu yang artinya: “Semua manusia adalah dari Adam dan Hawa, seorang Arab tidak memiliki keunggulan atas non-Arab maupun non-Arab memiliki keunggulan apapun lebih dari Arab; juga putih memiliki keunggulan lebih dari hitam,  juga tidak, hitam memiliki keunggulan apapun lebih putih kecuali dengan ketakwaan dan tindakan yang baik.”

Sikap Menghadapi Orang Yang Rasis

Lantas apa sikap kita ketika ada oarng yang rasis terhadap kita ?

Merujuk kepada firman Allah swt QS. Al-Qhosos ayat 55 yang artinya : “Dan apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil”.

Dalam artian kita memalingkannya, tak usah melawannya kembali dan tak perlu menyimpan dendam terhadap orang  yang telah berkata buruk atau rasis terhadap kita, dan apabila kita meladeninya maka akan semakin menjadi, dan mungkin apa bedanya kita dengan dia kalau akhirnya kita mencelanya kembali, dan level kita sama dengan dia yang berkata rasis terhadap kita.  biar perkataan buruknya tersebut menjadi amal mereka yang tentunya Allah akan balas atas perbuatannya tersebut, dan hendaknya bagi kita jangan bergaul dengan orang yang bahil, dalam artian kita jangan menjadikannya sebagai teman dekat, hanyalah sebatas teman biasa.