KE SURGA BERSAMA KELUARGA

KE SURGA BERSAMA KELUARGA

Ke surga bersama dengan keluarga menjdai dambaan atau keinginan setiap orang, karena betapa beruntungnya ketika kita bisa bersama-sama masuk surga dengan orang-orang yang kita cintai. Namun tentunya hal itu tidak mudah seperti yang kita fikirkan, kita bisa bersama-sama masuk surga dengan keluarga jika kita selama di dunia saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran, namun justru kalau sebaliknya, dalam keluarganya tidak ada salaing mengingatkan dengan kata lain cuek satu sama lain, maka yang ada justru akan menjadi fitnah dan salaing mencelakakan.

Makna  keluaraga adalah

Makna  keluaraga adalah sekelompok orang atas dasar syariat hukum allah swt  membina suatau ikatan, yang bertujuan selamat di dunia dan di akhirat, saling menyelamatkan, dan saling menjaga . Hunna Libaasul Lakum Wa Antum Libasul Lahunna,  “mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka”, yakni Pakaian yang menutupi dikala panas, dan melindugi saat sejuk.

Betapa indah, dan bahagianya jika kita masuk surga bersama-bersama dengan keluarga, karena tujuan akhir dr pernikahan yakni tiada lain ingin berkumpul bersama dengan keluarga di surga.

 

Cara Mewujudkan Masuk Surga Bersama Keluarga

Adapun cara untuk mewujudkannya yaitu, jadikan keluarga tersebut sebagai ladang untuk ibadah, baik itu suami, istri, dan anak. Semuanya terdapat ladang beribadah didalamnya, seperti suami menafkahi anak dan istrinya, istri melayani suaminya serta mendidik anak-anaknya, dan anak menghormati serta berbakti kepada orang tua. Ksesmuanya dapat menajdi ibadah dengan disandarkan niat dan iklas karena Allah swt, terlebih dalam keluarga saling memotivasi atas melaksanakan kebaikan, dan mengingatkan atas larangan keburukan.

Sebagaimana firman Allah swt :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
[at-Tahrîm/66:6]

Qatâdah rahimahullah berkata, “(Menjaga keluarga dari neraka adalah dengan) memerintahkan mereka untuk bertakwa kepada Allâh dan melarang mereka dari kemaksiatan kepada Allâh Azza wa Jalla , dan mengatur mereka dengan perintah Allâh Azza wa Jalla , memerintahkan mereka untuk melaksanakan perintah Allâh Azza wa Jalla , dan membantu mereka untuk melaksanakan perintah Allâh. Maka jika engkau melihat suatu kemaksiatan yang merupakan larangan Allâh, maka engkau harus menghentikan dan melarang keluarga(mu) dari kemaksiatan itu”. (Tafsir Ibnu katsir)

Sesama keluarga harus saling mempeunyai rasa tanggung jawab

Sesama keluarga harus saling mempeunyai rasa tanggung jawab dalam hal saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketaatan, terlebih terhadap keluarganya sendiri,karena untuk membawa keluarga agar taat kepada Allah swt, bukan hanya kewajiban seoarang suami saja, tapi semua anggota keluarga mempunyai peranan untuk mengarahkan keluarganya untuk masuk surga. Dalam satu keluarga harus tertanam rasa saling peduli, namun bukan hanya sekdear peduli mengenai kebutuhannya di dunia, tapi peduli juga akan kebutuhannya di akhirat, yakni menjauhkannya dari api neraka dan mengarahkannya kepada surga.

Buku Abdullah Nashih Ulwan Menjelaskan Mengenai Bagaimana Kita Care (Peduli) Kepada Keluarga

Didalam buku Abdullah Nashih Ulwan menjelaskan mengenai bagaimana kita care (peduli) kepada keluarga yaitu dianataranya :

  1. Memperhatikan aspek iman atau aqidahnya, yakni terkait dengan Lafadz Laa Ilaaha Illallah, jauhkan dari hal-hal yang bersifat mistis dan hal-hal yang dapat mengakibatkan pemurtadan.
  2. Peduli terkait moral,dan Yaitu mengawasi dan mendidiknya dengan baik yang sesuai dengan ahlak yang dicontohkan baginda Rasulullah saw.
  3. Peduli terhadap aspek fisik, yaitu berkenaan dengan aspek kesehatan ,jasmanianya, makan dan minum yang halal atau dari hasil yang halal bukan dari hasil yang haram, melatih fisik, serta olahraganya, dan lain-lain.
  4. Rasio atau akalnya, yaitu perhatikan mengenai metode pembelajarannya, bimbing agar keluarga kita menyenangi belajar agama, dan haus terhadap ilmu, jangan sampai keluarga kita mempunyai akal yang bodoh yang buta terhadap ilmu dan agama.
  5. Kejiwaannya, yaitu hindarkan mereka dari rasa takut, minder, pemarah, hasud, iri, dengki, dan lai-lain.
  6. Aspek sosialnya,yaitu ajarkan mengenai menjaga hak orang lain, sopan santun, menghargai orang lain, tidak meremehkan orang dan yang lainnya.
  7. Seksual, yaitu maksudnya diberikanpengertian akan kebutuhan biologisnya yang telah diatur oleh norma, dan agama.

Maka dari itu, keluarga adalah teman yang melebihi daripada teman biasa. Sebagai satu ikatan darah yang berjuang bersama untuk meraih ridha Akkah di dunia dan mendapatkan surga Allah di akhirat.