CARA MENIRU ORANG SUKSES

CARA MENIRU ORANG SUKSES

Berbicara dengan meniru, tidak selalu dikaitkan dengan suatu hal yang negatif saja, karena kata meniru itu sendiri mempunyai makna yang luas. Boleh jadi jika kita meniru karya orang lain dan mengakui itu adalah karya kita, maka yang demikian itu adalah tindakan yang tidak boleh dan yang seperti itu melanggar hak cipta dan merupakan suatu kegiatan plagiatisme. Namun yang dimaksud meniru disini adalah bagaimana kita meneladani sifat atau sikaf seseorang yang memberikan epek positif pada diri kita.

Lantas hal apa saja yang harus kita tiru ?, siapakah yang harus kita tiru ? dan bagaimana tindakan selanjutnya ketika kita meniru orang dengan niat menjadi pribadi yang baik seperti orang yang kita tiru itu?. Maka disini ada tiga urusan yang menjadi fokus pembahsan mengenai kiat meniru orang sukses. Yaitu Amati, Tiru, dan Istiqomah.

Rasulullah saw adalah role model kesuksesan di dunia maupun di akhirat

kata sukses disini tidak hanya sukses pada urusan dunia, melainkan sukses pada urusan dunia dan akhirat. Bagi umat muslim satu satunya orang yang pertama kita tiru kesukseannya baik pada urusan dunia maupun akhirat, yakni adalah baginda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Beliau lah uswatun hasanah atau sebaik-baiknya yang menjadi suri teladan bagi umat muslim. Ahlaknya yang mulia, tutur katanya yang baik, cara berkomunikasinya yang tepat serta banyak hal lain yang wajib kita tiru dari sosok nabi muhammad saw. Nabi muhammad adalah sosok seorang yang sukses tidak hanya di urusan dunia tapi beliau juga merupakan sosok yang sukses pada urusan akhirat.

Di dunia kita tahu, kalau nabi muhammad saw adalah selain seorang utusan Allah, beliau seorang priseden umat muslim, seoarang panglima perang, seorang yang memegang kunci baitul mal atau kalau sekarang adalah mnteri keuangan, beliau seorang pemimpin yang cerdas, hebat dan berpengaruh di dunia, dan banyak lagi kesuksesan beliau di dunia. Kemudian dalam urusan akhirat jelas beliaulah orang yang paling taat kepada Allaha, orang yang paling zuhud, orang yang paling qona’ah, orang yang paling berkurban dan berjuang di jalan allah, serta beliau sudah Allah kasih jaminan surga baginya.

Cara meniru orang sukses

Selain rasulullah saw, mungkin kita juga bisa meniru orang-orang yang menurut kita dipandang telah sukses dan meiliki rekam jejak yang baik dan sukses dibidangnya. Sebagai contoh ketika kita ingin meniru orang yang sukses dalam hal berbisnis maka kita harus tahu siapa orang yang sukses dalam hal berbisnis. Dulu mungkin pada zaman sahabat  yang pandai berbisnis adalah abdur rahman bin auf, said ibnu abdi waqas, talhah. Kalau dizaman sekarang kita bisa lihat ustadz yusuf mansur, aagym, dan yang lainnya. Maka setelah tahu siapa yang mau kita tiru, ikuti langkah-langkahnya yaitu dengan amati, tiru, dan istiqomah.

Maka untuk langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengamati.

Yaitu mengamati bagaimana kehidupan kesehariannya, ruhiyahnya, sikapnya, ahlaknya, pengambilan keputusannya, dan yang lainnya. Kita bandingkan dengan apa yang telah kita perbuat, mana yang belum kita lakukan, mana yang harus kita evaluasi, dan mana yang harus kita perbaiki.

Yang kedua adalah tiru langkah-langkah yang menjadi kiat suksesnya

Setelah kita mengetahui kiat-kiat apa saja yang menjadi jalan kesuksesannya, maka kita tiru dan amalkan kedalam progres ikhtiar kita. Baik dalam hal ruhiyahnya kita perbaiki, sikap dan kebiasaanya kita perbaiki semaksimal mungkin, pengambilan keputusannya, dan yang lainnya. Maksimalkan kita tiru kebiasaan kebiasaan baiknya. Bahakan kalau bisa kita maksimalkan semampu kita.

Yang ke tiga adalah istiqomah

Kiat selanjutnya adalah mengistiqomahkan diri kita terhadap hal-hal kebaikan yang sudah kita tiru. Jadi seorang yang sukses tidak semudah membalikan tangan, meskipun kita sudah tau kiat-kiatnya, sudah meniru kebiasan-kebiasan yang dilakukan orang sukses, maka selanjutnya adalah mengistiqomahkannya. Meniru kebiasan-kebiasaan orang yang sukses mungkin bisa saja kita bisa melakukannya, tapi mengistiqomahkannya dan menjadikannya sebagai habit atau kebiasaan kita itu yang dirasakan kesulitannya.

Maka dari itu meniru orang sukses itu gak salah, selama tahap-tahapnya benar dan syar’i, terlebih kalau yang menjadi pigurnya adalah orang sukses yang taat ibadahnya. Namun pada intinya yang menjadi patokan kesuksean itu adalah ketika kita senantiasa menjaga hubungan dengan Allah, dan mempunyai huibungan baik juga dengan sesama manusia.

QANA’AH

QANA’AH

 

Sahabat  mq, akan kah selama ini kita sudah merasa cukup dengan apa yang Allah berikan kepada kita ?, ataukah selama ini kita lebih banyak merasa iri dengan harta ataupun kehidupan yang orang lain miliki?, jika hal tersebut masih kita rasakan, hal itu menandakan kita belum memiliki sifat qonaah dan masih jauh dari rasa syukur.

Rasulullah sallahu ‘alaihi wa salam telah mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa qanaah, yaitu menerima apa yang telah allah berikan kepada kita, dan mensyukurinya. Dari Abdullah bin ‘amr bin al-‘ash, bahwa Rasulullah saw bersabda, sungguh sangat beruntung seorang yang masuk islam, kemudian mendapatkan rezeki yang secukupnya, dan Allah menganugerahkan kepadanya sifat qana’ah. (merasa cukup dan puas) dengan rezeki yang Allah berikan kepadanya.

Sahabaat mq, qona’ah berasal dari bahasa arab yaang berasal kata dari kata qona’a  yang berarti ‘cukup’, atau merasa cukup.  Banyak yang mengartikan bahwa qona’ah adalah menerima apa adanya, tanpa ada ikhtiar dan usaha selanjutnya. Hal tersebut adalah hal yang keliru, karena orang yang qona’ah itu adalah orang yang telah berikhtiar dengan maksimal, dan menerima hasil ikhtiarnya tersebut dengan rasa syukur, bagaimanapun hasil ikhtiarnya, mumuaskan atau tidak, dia akan berusaha dengan lebih baik lagi. Seseorang yang bersikap qana’ah adalah jika dia ridha,  maka qana’ah adalah meridhai apa yang allah bagikan di dunia ini, baik sedikit ataupun banyak, dan memasrahkan segala urusan kepada-nya.

Qana’ah lahir dari kesadaran diri sendiri

Sejatinya Sikap qana’ah lahir dari kesadaran diri, bahwa yang menentukan besar kecilnya rezeki, dan siapa saja yang dilapangkan maupu atau yang disempitkan rezekinya adalah kuasa dari allah swt. Sebagaimana firman-Nya yang artinya “Sesungguhnya tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang dia kehendaki, dan menyempitkannya. Sesungguhnya dia maha mengetahui lagi maha melihat akan hamba-hamba-Nya (QS. Al-israa (17):30). selain itu, sikap qana’ah lahir dari kesadaran, bahwa ukuran kemuliaan dan kekayaan seseorang, tidak terletak dari banyak sedikitnya rezeki yang dimilikinya, melainkan dari sikap qana’ah atas rezeki yang diterimanya.  Rasulullah saw bersabda, jauhilah segala yang haram, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling baik ibadahnya. Puaslah dengan setiap rezeki yang allah berikan kepadamu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling kaya/ HR. Tirmidzi, Ahmad Thabrani, Baihaqi, dan abu ya’la).

keutamaan dan hikmah memiliki sifat qonaah.  

Ada banyak keutamaan dan hikmah ketika memiliki sifat qana’ah, karena sejatinya qana’ah itu adalah sifat terpuji yang dicontohkan oleh rasulullah saw, adapun beberapa hikmah dan keutamaan memiliki sifat qana’ah yaitu sebagai berikut :

Pertama, menjadikan diri kita memiliki ketenangan hati

Dengan qana’ah akan menjadikan kita tidak mencari-cari, atau menginginkan apa yang ada di tangan orang lain, sehingga diri ini tidak akan risau dan gelisah karna kita merasa cukup dengan segala apa yang kita miliki saat ini.  selain itu, qana’ah juga membuat kita tidak mengeluhkan apa yang telah diberikan oleh allah swt.

Yang kedua,  Menjadikan kita sebagai pribadi yang selalu bersyukur

Rasulullah saw bersabda, jadilah kamu orang yang wara, karena dengan demikian kamu menjadi orang yang lebih banyak beribadah, dan jadilah kamu orang yang bersikap qana’ah, maka dengan demikian, kamu menjadi manusia yang lebih banyak bersyukur. (HR. Baihaqi).

Ketiga, akan terhindar dari sifat putus asa

Atas ujian dan cobaan yang diberikan oleh allah, sehingga kita pun akan menjadi muslim yang beruntung. Rasulullah saw bersabda, “sungguh beruntung orang yang masuk islam, mendapat rezeki secukupnya, dan ia merasa cukup dengan apa yang telah allah berikan kepada-nya (HR. Muslim).

Yang keempat, akan merasakan manisnya iman

Seperti hadis rasulullah saw, akan merasakan kemanisan (kesempurnaan) iman, orang yang rida kepada allah ta’ala sebagai rabb-nya, dan islam sebagai agamanya, serta nabi muhammad saw sebagai rasulnya (HR. Muslim).

Sahabat mq, sikap qana’ah harus direalisasikan setelah adanya  ikhtiar. Sikap qana’ah tidak diletakkan sebelum kita berikhtiar, sebab qana’ah adalah sikap menerima atau ridha, terhadap hasil yang kita dapatkan setelah kita berikhtiar.  Qana’ah akan melahirkan upaya meningkatkan kualitas diri agar kita mendapatkan hasil yang lebih baik di hari-hari berikutnya,  yang direalisasikan dengan sikap sabar dan tawakal kepada allah swt.

 

 

PENTINGNYA ILMU DALAM BERKELUARGA

PENTINGNYA ILMU DALAM BERKELUARGA

Keluarga merupakan harta yang paling berharga, karena keluargalah tempat kita untuk mendapatkan ketentraman dari Allah swt, keluarga adalah tempat merencanakan kehidupan terbaik kelak di akhirat, kehidupan bersama keluarga di surga-Nya Allah swt. Seringkali menjadi sebuah semboyan bahwa Rumahku adalah Surgaku, sudah barang tentu yang mengisi rumah adalah keluarga. Rumah kita bisa menjadi surganya kita di dunia, kalau yang mengisinya merasakan ketenraman, dan  kenyamanan. Namun sebaliknya rumah kita akan serasa bergejolak, kalau  yang mengisinya dipenuhi dengan  rasa kebencian, ketidak harmonisan, dan jauh dari Allah swt.

Kasus perceraian dan ketidak harmonisan dalam berkeluarga

Seringkali kita temui dari beberapa kasus perceraian dan ketidaak harmonisan suatu keluarga, bukan dari faktor ekonomi saja, melainkan dari faktor keilmuan dalam hal berumah tangga. Menjalin bahtera rumah tangga tidak cukup dengan modal mapan saja, karena mapan tak menjamin keluarga bahagia, mapan mungkin salah satu faktor kebahagiaan bagi kalangan tertentu, namun modal utamanya adalah keilmuan dalam mengelola rumah tangga, dengan ilmu bisa membuat rumah tangga yang sederhana bisa jadi sangat bahagia. Dimana, disana suatu pasangan bisa saling memahami, saling menurunkan ego, dan mengetahui manajemen komflik ketika berada dalam ujian rumah tangga.

Ujian dalam berumah tangga

Setiap keluarga atau pasangan pasti mengalami yang namanya ujian dalam berumah tangga, baik itu komplik dengan pasangan (suami atau istri), konflik dengan orangtua atau mertua, konflik dengan saudara, bahkan konflik dengan anak. Tak semuanya bisa diselsaikan dengan uang, bisa jadi uang saat itu tidak berharga baginya, karena keharmonisan dalam berkeluarga, rasa saling memiliki, rasa saling menghormati, dan rasa saling menghargai dalam rumah tangga adalah kuci kebahagiaan.

Acapkalai seseorang yang diuji dalam rumah tangga tidak dengan ilmunya, maka rumah tangganya bukanlah kebahagian atau rasa sakinah mawaddah dan rohmah yang ia dapatkan, tapi kebencian, tuntutan demi tuntutan yang ia ajukan kepada pasangannya, dan rasa ketidak puasan dengan pelayanan dan pemberian dari pasangannya. Berbeda dengan suatu pasangan atau keluarga yang dijalani dengan ilmunya dan tungtunan syariat islam, maka tatkala pernikahan atau keluarganya diuji akan dihadapi dengan penuh rasa cinta dan ikhlas serta akan fokus kepada penyelasainnya, dengan tak saling meningkatkan ego, dan saling memahami satu sama lain. Maka ketika ujian melanda, rumah tangganya akan semakin indah disaat semuanya terlalui sudah, dan akan bertambah rasa cintanya bersama selami karunia-Nya.

Di sinilah pentingnya ilmu. Baik tentang fiqih, komunikasi, manajemen ekonomi, psikologi, dan lain sebagainya yang terangkum dalam dua bidang ilmu; Kalam Allah Ta’ala dan Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Kehiduoan belkeluarga merupakan kehidpuan yang mempunyai harapan dan cita-cita

Hidup berkeluarga itu merupakan sebuah kehidpuan yang mempunyai harapan dan cita-cita, bukan sekedar kebersamaan tapi tentang bagaimana kedepannya terlebih kehidpuan kita di akhirat kelak.  Harapannya yaitu membentuk keluarga yang bahagia dan kekal, memiliki anak dan keturunan yang shaleh dan shalehah,  serta lewat keluargalah surga kita di dunia dan di akhirat tercipta.

Dengan adanya ilmu, rumah tangga atau berkeluarga, akan berjalan sesuai dengan rute yang telah digariskan-Nya. Bahkan, ketika ada indikasi melenceng, ilmu pulalah yang memberikan petunjuk. Oleh karena itu fahamkanlah seluruh anggota keluarga kita kepada ilmu, khususnya ilmu agama. Berikanlah perhatian, dan kepedulian kepada anggota keluarga kita, ajak berdiskusi, dan libatkan anggota keluaraga sesuai dengan perannya masing-masing. Akhirnya semoga kita senantiasa membersamai keluarga kita, dimanapun, kapanpun dan dalam keadaan apapun,  Dan semoga Allah kumpulkan dengan keluarga di surga-Nya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TIPS  KENALI BERITA HOAX SOAL KESEHATAN

TIPS KENALI BERITA HOAX SOAL KESEHATAN

Sahabat mq, berita seputar kesehatan selain memang penting, juga menjadi salah satu informasi yang sering dicari oleh masyarakat. Karena sehat adalah modal kita dalam melaksanakan segala aktivitas kita, baik itu kerja, kuliah, mengurus rumah tangga, bahkan ibadah. Jika badan kita sehat, otomatis dalam melaksanak rangkaian aktivitaspun bisa lebih epektif dan produktivitaspun cenderung meningkat. Namun sayangnya walaupun informasi kesehatan saat ini sudah lebih mudah untuk didapatkan, banyak pula berita tidak benar, dan mengada-ngada yang tersebar di berbagai media. Disisi lain media memudahkan kita untuk mencari informasi dengan cepat, namun disisi lain juga banyak berita hoax yang bertebaran dan tak bertanggung jawab. Oleh karenanya berikut cara tepat mengenali berita hoax seputar kesehatan :

Pertama, Mencari sumber yang memiliki reputasi baik

Sahabat mq, carilah sumber informasi kesehatan dari organisasi atau jurnal yang memang sudah memiliki reputasi penelitian yang baik dan terpercaya.  hal ini karena, informasi dari organisasi seperti ini pasti telah ditulis dengan hati-hati, dilakukan dalam proses peninjauan yang ketat,  juga sudah diperiksa oleh para ahli yang berpengalaman.

Ke dua, Mencari lebih dari satu sumber info

Sahabat mq, untuk mendapat keyakinan tentang suatu informasi kesehatan yang sedang anda cari tahu, sebaiknya carilah penelitian dari jurnal lain tentang pembahasan yang sama, kemudian amati dengan seksama, dan bandingkan kesimpulan dari penelitian yang sudah dilakukan.

Sahabat bisa dapatkan minimal 10 jurnal penelitian dengan kesimpulan yang serupa, ketika hal itu sudah anda dapatkan, maka penelitian itu dapat anda percaya. Hal ini demi menjaga ke hati-hatian dan meyakinkan diri kita.

ke tiga, Menanyakan pada dokter

Sahabat mq, anda juga dapat memberikan dan menanyakan kebenaran dari  semua informasi kesehatan yang sudah didapatkan melalui media online kepada dokter keluarga anda atau dokter dimana sahabat berobat ketika sakit, atau bahkan sekarang lebih modern lagi bisa menanyakan di aplikasi tanya dokter. hal ini agar anda lebih dapat memahami kebenaran tentang informasi yang sedang anda pertanyakan, langsung kepada ahlinya.

Ke empat, Mengikuti kata hati

Sahabat mq,hal lain yang perlu anda perhatikan ketika sedang mencari informasi mengenai kesehatan adalah dengan mengikuti kata hati, verivikasi segala informasi yang sudah didapat dengan menanyakan kembali pada hati anda, apakah itu benar atau keliru. Mengikuti hati memang kelihatan tidak rasional, namun maksudnya ketika sahabat sudah melakukan proses tabayyun atau klarivikasi secara step by stepnya maka dikembalikan lagi pada keyakinan hati kita. Namun jikalau kita sudah melakukan klarivikasi sesuai langkah-langkah diatas kemungkinan besar info tersebut benar.

Sahabat mq, tentunya selain terus menjalanklan pola hidup yang baik untuk terus menjaga kesehatan, kita juga memerlukan asupan ilmu agar tidak hanya meyakini suatu hal berdasarkan dari pendapat orang lain saja, tetapi juga berdasarkan berbagai sumber penelitian yang sudah dilakukan oleh ahlinya. Alangkah baiknya juga kita mempelajari mengenai dunia kesehatan, minimalnya sahabat mempelajari seputar gaya hidup sehat, dan cara-cara pengobatan yang sederhana untuk diri kita sendiri. Terlebih sekarang banyak sekali lembaga-lembaga kesehatan baik dinas maupun swasta  yang senantiasa memberikan seminar dan kuliah umum kesehatan. Mengetahui seputar kesehatan sangatlah penting, hal ini setidaknya dapat mencegah diri dari serangan penyakit. Walaupun pada dasarnya penyakit itu datangnya dari Allah swt, namun ikhtiar adalah jalan yang disukai Allah. Minimal ikhtiar itu menjadi ibadah buat kita.

 

 

KEAGUNGAN DAN KEMULIAN RASULULLAH SAW

KEAGUNGAN DAN KEMULIAN RASULULLAH SAW

Saat ini banyak orang yang mengaku cinta kepada nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi perbuatannya tidak mencerminkan dari kecintaannya kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah mengharuskan adanya penghormatan, ketundukan dan keteladanan kepada beliau serta mendahulukan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam atas segala ucapan makhluk, serta mengagungkan Sunnah-sunnahnya.

Sebagai umatnya, kita harus mengetahui dan mengenali keagungan dan kemulian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena bagaimana kita akan mencintainya kalau kita tidak berusaha untuk mengenalnya. Mungkin saat ini kita tidak akan pernah bertemu dengan rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tapi kita bisa mengenali beliau dengan cara mempelajari kisah-kisah beliau, mempelajari sifat-sifat beliau, dan mengamalkan sunnah-sunnah beliau.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah khotamul anbiyya (penutup para nabi)

Tidak  akan ada nabi kembali yang diutus setelah nabi Muhammad saw, karena beliaulah nabi terakhir yang Allah utus ke muka bumi, dan sebagai pamungkus para nabi.  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun Allah utus bukan hanya untuk satu zaman. Bukan hanya untuk satu umat saja. Dan bukan hanya untuk satu tempat. Kenabian Muhammad meliputi seluruh zaman, seluruh tempat dan seluruh umat. Sebagaimana firman Allah swt dalam Qur’an Surat Saba ayat 28 b:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيراً وَنَذِيراً وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Dan Kami tidak Mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Nabi muhammad saw adalah rohmatan lil alaamiin

Nabi muhammad saw adalah rohmatan lil alaamiin yaitu rahmat bagi seluruh alam, yakni kehadiran dan ajaran  beliau tidak hanya dirasakan oleh bangsa arab saja, tidak hanya dirasakan oleh kaum muslimin saja, tidak pula membedakan rahmatnya terhadap jenis golongan, ras, dan sebagainya, tapi hadirnya beliau merupakan rahmat bagi seluruh golongan, kalangan, bangsa dan yang lainnya.

Bentuk konkrit bahwa nabi muhammad adalah rahmat bagi seluruh alam, yakni ajarannya memberikan nilai-ninlai kasih sayang bagi umat manusia, tertanamnya rasa saling menghormati walaupun berbeda agama, tidak membedakan manusia dari jenis atau golongannya, baik itu dari kalangan orang miskin atau kaya, laki-laki atau perempuan, buruh atau pengusaha, semuanya sama, hanya saja yang membedakan adalah ketaqwaannya kepada Allo swt.

Rasulullah saw merupakan insan terbaik dan suri teladan terbaik bagi seluruh umat manusia

Sebagaimana firman Allah swt :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasûlullâh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allâh dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allâh ( QS. Al-Ahzâb:21).

Maka tidak ada satupun di dunia ini yang lebih baik ahalaknya dari pada nabi Muhammad saw. Bahkan kemulian ahlak beliau telah nampak sebelum beliau mendapatkan risalah kenabian, yakni ketika nabi muhammad masih kecil.

Julukan yang diberikan bangsa Arab kepada nabi muhammad kecil

Pada waktu itu bangsa arab telah memberikan julukan kepda nabi Muhammad kecil dengan julukan Al-Amin yang artinya orang yang dapat dipercaya atau orang yang terpercaya. Julukan ini beliau dapatkan karena nabi muhammad saw senantiasa bersikap jujur dan terpercaya dalam kehidupan sehari-harinya.

Kemudian julukan Al-Amin semakin disematkan kepada nabi muhammad sejak beliau mulai berdagang pada usia 17 tahun. Pada waktu itu nabi muhammad telah memimpin ekspedisi dagang yang mana banyak orang quraisy yang menitipkan dagang kepada beliau. Hal itu karena ladang kejujuran nabi muhammad yang mengakibatkan orang-orang mentipkan dagang kepada beliau. Dan keran sifat Al-Aminlah yang membuat nabi muhammad sukses dalam berdagang, serta sifat inilah yang membuat siti khodizah tertarik dan menikah dengan nabi muhammad saw.

Keagungan dan kemulian beliau tak lekang oleh waktu, Beliau lah suri teladan  bagi umat muslim, dan hendaklah umat muslim menjadikan nabi muhammad saw sebagaia idola dalam kehidupannya, dan menjdaikan role model dalam segal aspek pribadinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SAAT IMPIAN BELUM MENJADI KENYATAAN

SAAT IMPIAN BELUM MENJADI KENYATAAN

Setiap orang mempunyai impianya masing-masing, ada yang ingin menjdai seorang dokter, polisi, tentara, guru, pengusaha dan yang lainnya. Tentunya tak mudah bagi seseorang untuk mewujudkan mimpi tersebut, perlu perjuangan,keistiqomahan, dan semangat pantang menyerah. Adakalanya impian tersebut tercapai, dan ada juga impian tersebut belum tercapai atau belum jadi kenyataan.

Tak mudah menerimanya dengan lapang dada ketika harapan dan impian kita tidak sesuai dengan harapan kita,atau belum menjadi kenyataan, tak sedikit ada orang yang shok, menyerah dengan keadaan, bahkan prustasi. Sungguh wajar jika kita kecewa, ketika impian kita belum jadi kenyataan, namun mestinya kita jangan terlalu berlarut-larut dalam kekecewaan tersebut. Lantas bagaimana sikap kita saat impian belum menjadi kenyataan ?

Sahabat mq, saat impian kita belum menjadi kenyataan janganlah kita focus pada kegagalannya, atau terhadap hal yang belum dicapainya, namun ada baiknya kita melakukan hal hal sebagai berikut :

Pertama yang harus kita kedepankan adalah kita memahami begitu indahnya takdir dari allah swt. karena tidaklah impian kita belum terjadi semuanya adalah kehendak allah swt, dan yakini bahwa ini adalah takdir terbaik buat kita. Terbaik buat kita belum tentu terbaik menurut allah, namun terbaik menurut allah adalah barang pasti terbaik buat kita. Sebagaimana firman allah swt dalam Qur’an Surat Al-baqarah ayat 216

و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

Yang kedua, senantiasa berpositif thinking. Karena boleh jadi allah telah mempersiapkan takdir lain yang lebih baik dari yang apa kita pikirkan. Karena sesungguhnya allah memberikan sesuatu terhadap hambanya sesuai apa yang hambanya butuhkan, bukan apa yang hambanya inginkan.

Yang ketiga adalah besarkan hati, bahwasannya tugas kita hanyalah berikhtiar semaksimal mungkin, adapun hasil hanyalah allah yang menentukannya, jangan pernah kecewa atas ikhtiar terbaik yang kita lakukan, yakini bahwa selalu ada hikmah atas segala  sesuatu. Mungkin tindakan yang dilakukan sekarang belum menjadi hasil yang kita harapkan, namun jika kita sudah melakukannya dengan yang terbaik bisa jadi itu menjdai jalan membuka kebaikan-kebaikan lain yang telah allah persiapkan buat kita.

Yang keempat adalah bertaubat kepada allah swt. Boleh jadi kenapa impian kita belum terwujud meskipun kita sudah berikhtiar yang terbaik namun belum saja terwujud, itu diakibatkan oleh dosa-dosa kita kepada allah yang belum diampuni, dan harus segera ditaubati. Dan boleh jadi juga allah belum mewujudkannya, karena kitanya belum pantas untuk mendapatkannya. Maka tugas kita adalah berusaha untuk menjdai pantas dengan terus memperbaiki diri dan memantaskan diri kepada allah swt. Tak lupa juga luruskan niat, bahwa impian kita kelak merupakan bagian sarana kita untuk beribadah kepada allah dan menambah keyakinan kita bahwa allahlah yang maha kuasa dan maha mengetahui.

Sahabat mq, berikut diatas langkah-langkah ketika impian belum terwujud, maka dari itu selalu kedepankan berprasangka baik kepada allahswt, karena allah lah yang lebih mengetahui ketimbang kita,jangan pernah pantang menyerah dengan impian kita, ketika kita memutuskan itu adalah impian kita, maksimalkan ikhtiar, karena yakinlah bahwa usaha tidak akan menghianati hasil, namun tetap hati kita senantiasa dibimbing bahwasannya semuanya tidak terlepas dari campur tangan allah swt.

 

 

 

HAMBA YANG DICINTAI ALLAH

HAMBA YANG DICINTAI ALLAH

Selama ini kita terlapau sibuk berusaha untuk dicintai mahluknya, tetapi lupa untuk berusaha agar  dicintai Rabnya, yakni Allah swt. Dicintai oleh mahluk pasti ada batasnya, baik itu dibatasi oleh waktu, oleh fisik, dan keterbatsan umur mahluk tersebut. Namun tidak ketika kita dicintai oleh Allah swt, sudah tentu, hal itu tidak akan ada batasnya, karena kecintaan Allah tidak dibatasi oleh waktu, sifat, dan yang lainnya. Selama  hamba tersebut senantiasa melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Nya. Namun yang menjadi permaslahannya, apakah kita sudah layak menjadi hamba yang dicintai Allah ? lantas bagaimana caranya agar kita senantiasa dicintai oleh swt?.

Sesungguhnya, ciri kekasih Allah itu tidak takut kepada apapun dan siapapun. Jangankan tidak dicintai mahluk, dihina, dicaci, bahkan diancam dibunuh sekalipun dia tidak akan takut. Hal ini menjadikan kesedihan atas dunia menjauh dari dirinya, ketakutannya hanya satu, yaitu takut tersisih dari sisi Allah Ta’ala. Selain keyakinan penuhnya kepada Allah, dia juga pasti istiqamah, patuh kepada Allah, serta hatinya yang bersih.

Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah SAW mengemukakan, “Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Allah memanggil Jibril seraya berfirman: ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala mencintai Fulan, maka cintailah ia’.  Kemudian Jibril mencintai orang itu dan berkata kepada penghuni langit: ‘Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia’ Penghuni langit pun akhirnya mencintai orang itu. Setelah itu kecintaannya diteruskan kepada penghuni bumi.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Begitu beruntungnya bagi hamba-hamabanya yang dicintai Allah

Cinta Allah itu nyata adanya dan tidak akan mengecewakan, lain halnya ketika dicintai mahluknya, bisa saja orang yang mencintai kita suatu saat akan mengecewakan kita atau bahkan berbalik membenci atau dibenci oleh kita.

Sejatinya cinta dan kasih sayang Allah itu menyeluruh bagi seluruh mahluknya, hal itu karena maha rohman dan rahimnya Allah, kasih sayang Allah tidak memandang orang tersebut ahli ibadah, jarang ibadah atau bahkan kufur kepada Allah. Hal itu terbukti orang yang jarang beribadah atau bahkan orang yang kufur kepada Allah, Allah senantiasa memberikan mereka nikmatnya  hidup, nikmatnya kesehatan, nikmatnya materi, bahkan mungkin saja orang-orang yang jauh dari Allah kelihatan lebih sukses dan senang dengan kehidupannya. Namun satu hal yang harus diperhatikan oleh umat muslim, sesungguhnya Allah memilih hambanya untuk dicintai, bukan semata dicintai dengan dilapangkan persoalan duniawi saja, akan tetapi ketika Allah mencintai hambanya yaitu dengan Allah memberikan kemudahn baginya untuk nikmatnya beribadah sehingga dengan ibadah tersebut menghantarkannya kepada kebahagiaan yang hakiki yakni kebahagiaan di akhirat yaitu dengan diberikannya surga. Yang mana nikmatnya surga itu lebih jauh dari pada nikmatnya dunia, suatu keterangan menjelaskan bahwa perbandingan nikmat ukhrowi (surga) dengan nikmat dunia yaitu satu berbanding sembilan, bahkan kenikmatan dunia yang hanya satu Allah bagikan kepada seluruh mahluknya di dunia, tetapi nikmat surga yang sembilan, Allah hanya berikan kepada penduduk surga, yakni hamba-hamba pilhan Allah, dan hamba-hambanya yang Alloh cintai.

Hampa rasanya hidup sebagai seorang manusia, tapi Allah Ta’ala tidak menyintainya

Hina rasanya hidup bergelimang harta dan bertakhta, berpangkat tinggi dan punya pengaruh, terkenal dan banyak kawan, panjang umur dan punya pengalaman luas bila Allah tak lagi menyayanginya.

Sebab tak ada cinta dan kasih sayang yang melebihi rasa cinta dan kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Betapapun seseorang sangat besar rasa cintanya kepada harta, takhta, jabatan, anak dan istri, atau apapun yang ada di dunia ini, maka semua itu tak akan pernah bisa mengalahkan rasa cinta Allah kepadanya. Allah Ta’ala menyintai hamba-Nya melebihi hamba itu menyintai apapun yang ada di dunia ini termsuk dirinya sendiri.

 

 

 

HUKUM BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH

HUKUM BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH

Sebagai seorang muslim tentunya jujur dalam setiap kata dan perbuatan merupakan fondasi dari terciptanya akhlak mulia, dan menjadi fondasi keterpercayaan seseorang. Namun adakalanya ketika kita  ingin berusaha berkata jujur kepada siapapun, namun kita terkadang sulit untuk meyakinkan seseorang atas kejujuran kita. Untuk meyakinkan seseorang, tanpa kita sadari kita sering mendengar ucapan sumpah, sumpah digunakan untuk mencari kebenaran, baik oleh orang yang mengaku bahwa ia benar, atau orang yang meminta kebenaran dari orang lain. Misalnya, saat seseorang mengatakan sesuatu sedangkan orang tidak mempercayainya, maka ia menggunakan ucapan atau sumpah untuk memperkuat perkataannya demi meyakinkan orang lain, termasuk ucapan sumpah “Demi Allah” sering terdengar dalam keseharian kita.

Bersumpah dengan menyebut nama Allah

mengatasnamakan Allah bahwa Allah akan berbuat sesuatu, atau sebaliknya, bersumpah mengatasnamakan Allah bahwa allah tidak akan berbuat sesuatu. Contohnya adalah ketika seseorang mengucapkan “Demi Allah,  Allah pasti akan memasukkan kamu kedalam surga” atau “demi Allah, Allah pasti tidak akan memasukkan kamu kedalam surga”, itulah makna bersumpah atas nama Allah. Allah bebas bersumpah sesuai apa yang ia kehendaki, seperti yang sering allah firmankan dalam ayat-ayat alqur’an, contohnya adalah demi masa di ayat pertama surat al-asr, atau demi waktu dhuha seperti di ayat pertama surat ad-dhuha. Sedangkan kita tidak boleh bersumpah kecuali dengan nama Allah, karena bersumpah dengan kepada selain Allah merupakan salah satu bentuk tindak kemusyrikan bahkan bisa menjerumuskan kepada tindak kekufuran.

Mengucap sumpah bukanlah hal yang sepele

Tidak dibenarkan seorang muslim bersumpah untuk suatu kebohongan. sebagaimana juga dilarang bagi seorang muslim untuk memberikan sumpah palsu karena sesungguhnya hal itu termasuk ke dalam dosa besar. Sahabat mq, islam membolehkan umatnya untuk mengucapkan sumpah hanya dalam kondisi tertentu,  dan ketika kita bersumpah haruslah bertanggung jawab atas kebenaran sumpah tersebut, seperti yang Allah firmankan dalam al-qur’an surat al-maidah ayat 89, yang artinya  “dan jagalah sumpah-sumpah kalian”. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun pernah bersabda, “terdapat tiga golongan yang tidak akan Allah ajak bicara dan tidak dilihat oleh Allah pada hari kiamat, dan tidak juga Allah sucikan bagi mereka adzab yang pedih, yaitu orang yang telah beruban tapi malah berzina,    orang miskin tetapi sombong, dan pedagang yang sering bersumpah palsu atas dagangannya”.

Hal hal yang harus diperhatikan  dalam bersumpah

Pertama, janganlah terlalu mudah mengucap sumpah atau terlalu sering mengucap sumpah, sebab sumpah bukanlah hal yang sepele. Kedua, bersumpah dengan mengatasnamakan selain allah artinya adalah suatu tindak kesyirikan. Ketiga, tidak diperbolehkan bersumpah atas sesuatu yang tidak benar, atau sumpah palsu. Keempat, berhati-hati dengan sumpah kosong, yaitu sumpah yang diucapkan seseorang ketika tidak berniat untuk bersumpah terhadap sesuatu yang ia yakini, dan ternyata sesuatu itu tidak seperti yang ia yakini.  misalnya ketika dengan yakin memberikan kabar bahwa seseorang telah meninggal, dan ternyata seseorang tersebut masih hidup.

Bagaimana  dengan seseorang yang melanggar sumpahnya?

Jika seseorang bersumpah untuk melakukan sesuatu namun tidak jadi melakukannya, atau jika seseorang bersumpah untuk meninggalkan sesuatu lalu kemudian ia melakukannya, maka ia harus membayar denda untuk itu, denda ini diberikan atas sumpahnya yang tidak terlaksana dan agar ia tidak mendapat dosa atas sumpahnya itu. Sebagaimana firman Allah dalam  surat al-maidah ayat 89, yang artinya “ Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya). Sahabat mq, betapa beratnya tanggung jawab sebuah sumpah, terutama kewajiban kita di mana kita tidak boleh bersumpah selain kepada Allah. Oleh karena itu, berhati-hatilah mengucap sumpah pada hal yang tidak terlalu penting, dan jika kita tidak bisa mempertanggung jawabkan sumpah tersebut.
TANDA-TANDA HUSNUL KHOTIMAH

TANDA-TANDA HUSNUL KHOTIMAH

Sahabat mq, pernahkah terbayangkan oleh kita jika ketika kita meninggal, kita dapat mengucapkan “laa ilaaha illallah”?. Tentu saja setiap orang mendambakan jika diakhir hidupnya atau di saat sakaraatul maut lidah kita ringan mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallah, dan meninggal dalam keadaan khusnunl khotimah.

Setiap mahluk diciptakan oleh allah selalu berkaitan dengan batasan waktu, dimana ada awal disitu juga ada akhir, ketika ajal sudah menjemput maka tak ada yang mampu menghalanginya, setiap manusia berharap agar akhir hayatnya dalam keadaan baik atau lebih dikenal dengan husnul khotiman.

Lantas sahabat mq, apakah anda mengenal tanda-tanda orang yang mendapatkan husnul khotimah?

Imam suyuthi dalam kitab syarah as-shudur fi hal al-mauta wa al-kubur, mengutip sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam tirmidzi dan imam al-hakim dari sahabat anas, yang artinya “ketika Allah menghendaki hambanya menjadi baik, maka Allah akan menuntunnya, bagaimana Allah menuntunnya?, lantas nabi menjawab, allah akan menuntunnya unntuk berbuat hal-hal baik sebelum ia meninggal” ( hr tirmidzi dan al-hakim).

Dalam kitab faidhul qadir, imam al-munawi menjelaskan bawha, orang yang dikehendaki oleh allah baik akhir hayatnya akan dimudahkan untuk bertaubat dan selalu melakukan amal kebaikan.

Ada beberapa tanda orang yang meninggal dalam khusnul khotimah

Pertama, yaitu mati karena memepertahankan kehormatannya, atau hartanya ingin dirampas orang lain.

Dari sa’id bin zaid, dari nabi shallallahu ‘alaihi wa salla, beliau bersabda “siapa yang dibunuh karena membela hartanya, maka ia akan syahid, siapa yang dibunuh karena membela keluarganya, maka ia syahid, siapa yang dibunuh karena membela darahnya atau karena membela agamanya, maka ia syahid.

Yang kedua,  yaitu meninggal karena sedang menjaga wilayah perbatasan di jalan allah ta’ala.

Dalam HR muslim, jika kita berjaga sehari semalam di daerah perbatasan, lebih baik daripada puasa berserta shalat malam selama satu bulan, dan jika seandainya meninggal, maka pahalanya akan diberikan rezeki baginya, dan ia terjaga dari fitnah.

Selanjutnya sahabat mq tanda-tanda jika mendapatkan husnul khotimah yaitu, meninggal dunia dengan kening berkeringat.

Dalam kasus ini, para ulama mengatakan bahwa hal ini dapat diibaratkan bahwa betapa beratnya kematian, dan keluarnya keringat di kening tersebut pertanda bahwa sebagai penghapusan dosa atau dtinggikan derajatnya’ insya allah.

Yang terakhir, yaitu ketika meninggal dunia pada malam atau hari jumat.

Tanda ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan abdullah bin umar ra. Beliau mendengar bahwa nabi saw bersabd, “tidaklah seorang muslim meninggal dunia pada hari jumat atau malamnya,  melainkan allah akan melindunginya dari fitnah siksa kubur.

Sahabat mq, sebagai umat islam tentunya cita-cita terakhir kita sebelum menghadap sang khalik adalah mendapatkan husnul khatimah.

Selain bermodal taqwa dan terus berupaya meningkatkan kualitas ibadah kita, para ulama telah mengajarkan beragam amalan untuk menghadapi husnul khatimah.

Allah swt mengingatkan tentang sunatullah yang berlaku dalam kematian seseorang, ada yang wafatkan dalam keadaan husnul khotimah, dan sebaliknya sebagai su’ul khitumah. Allah swt berfirman dalam qs ar-ra’ad ayat 28  yang artinya, “yaitu orang-orang yang dimatikan oleh para malaikuat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri sambil berkata: kami sekali-kali tidak ada mengajarkan sesuatu kejahatanpun, lalu malaikat menjawab, ada sesungguhnya allah maha mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”.

Seorang nabi yang sudah mendapatkan jaminan akhiratnya, tetap selalu berusaha dan berdo’a  agar meraih husnul khotimah,  contoh yang dapat kita ambil yaitu kisah nabi yusuf as, ketika di puncak keberhasilannya menjadi salah seorang pembesar istana, ia justru bermohon agar husnul khotimah, seperti yang dikatakan dalam qs yusuf ayat 101 yang artinya “wafatkanlah aku dalam keadaan islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shalih”.

Sahabat mq, tentu husnul khotimah adalah akhir yang baik saat kematian, namun untuk menghantarkan ke tujuan mulia tersebut harus diawali dengan evaluasi amal yang bersifat berkelanjutan, karena kita tidak ada yang mengetahui dengan pasti kapan kematian akan menjemput.

 

WAKTU YANG BAIK UNTUK BERDOA

WAKTU YANG BAIK UNTUK BERDOA

 

Sahabat mq, terkadang keinginan-keinginan yang dipanjatkan melalui doa-doa masih belum juga terkabulkan. Oleh sebab itu, sahabat mq hendaknya mengetahui kapan waktu-waktu yang tepat untuk berdoa.

Allah memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan  kemuliaan yang berbeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, agar mendapatkan kesuksesan, keberuntungan, kemenangan, dan keselamatan.

Adapun waktu-waktu mustajab tersebut antara lain :

Pertama, saat sepertiga akhir malam

Sepertiga malam terkahir merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa, bahkan di waktu tersrbut merupakan waktu yang paling mustajab.  Seperti diriwayatkan di HR. Bukhari, “Allah turun ke dunia apabila tinggal sepertiga malam terakhir dan berkata, ada sesiapa yang memohon kepada ku untuk aku kabulkan?, ada sesiapa yang meminta kepadaku untuk aku berikan? Ada sesiapa yang beristighfar kepadaku untuk aku ampunkan?”.

Selanjutnya yang ke dua, yaitu ketika berbuka puasa

Dari Abdullah bin’amr bin ash radhiyallahu’anhu, bahwa dia mendengar rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pada saat berbuka puasa ada doa yang tidak ditolak”. Syaikh muhammad bin shalih al-‘utsaimin menjelaskan bahwa, asalnya waktu mustajab adalah sebelum berbuka puasa, karena inilah keadaan seseorang hamba masih berpuasa, saat badan masih sedikit lemah dan butuh makanan serta butuh dengan rabb-nya.

Yang ke tiga adalah selepas shalat fardhu

Dari abu umamah, sesungguhnya rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat ditanya mengenai doa yang paling didengar oleh allah subhanau wa ta’ala, beliau menjawab “di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu.

Kemudian, adakah lagi waktu-waktu yang mustajab untuk dikabulkannya doa?

Yang ke empat yaitu, berdo’a pada hari jumat

dari abu hurairah radhiyallahu’ anhu bahwa abul qasim shallallahu’ alaihi wa sallam bersabda, “sesungguhnya pada hari jumat, pada satu saat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada allah melainkan akan diberikan padanya. Beliau berisyarat dengan tanggannya akan sedikit waktu  tersebut, dan kemungkinan besar waktu tersebut berada pada saat imam atau khatib menaiki mimbar hingga selesai shalat jumat, atau hingga selesai shalat ashar bagi orang yang menunggu shalat maghrib”.

Selanjutnya yang ke enam, pad waktu bangun tidur

Pada malam hari bagi orang yang sebelum tidur dalam keadaan suci dan berdzikir kepada allah, dari ‘amr bin ‘anbasah radhiyallahu ‘anhu bahwa rasulullah saw bersabda, “tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari, kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan allah akan mengabulkannya”. menurut an-nihayah fi gharibil, yang dimaksud terbangun tanpa sengaja pada malam hari yaitu dengan “ta’ara minal lail”, yaitu terbangun dari tidur pada malam hari.

Dan waktu terakhir yang baik saat berdoa adalah pada saat kehujunan

Imam An-nawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu kehujanan tidak ditolak, atau jarang ditolak. Karena pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim, dari sahl bin a’ad, radhiyallahu ‘anhu bahwasanya rasulullah saw bersabda “dua doa yang tidak pernah ditolak adalah saat waktu adzan, dan doa pada waktu kehujanan.

Sahabat mq, sudah begitu lama agar doa dan harapan segera terwujud. Beberapa waktu terus menanti dan menanti, namun tak juga impian itu datang, kadang juga putus asa karena sudah seringkali memohon pada allah.

Sikap seseorang muslim adalah tetap terus berdo’a karena allah begitu dekat pada orang yang berdoa, bisa jadi terkabulnya doa tersebut tertunda, atau allah akan mengganti permintaan tadi dengan yang lainnya, pasti pilihan allah adalah yang terbaik.

Kedekatan allah pada orang yang berdoa adalah kedekatan khusus. Allah beigut dekat pada orang-orang yang berdoa dan yang beribdahan pada-nya, sebagaimana disebutkan dalam hadist bahwa, tempat yang paling dekat antara seorang hamba dengan allah adalah ketia ia sujud.

Dengan mengetahui hal ini,  seharusnya seseorang tidak meninggalkan berdoa pada rabbnya yang tidak mungkin menyia-nyiakan doa hamba-nya. Pahamilah bahwa allah benar-benar begitu dekat dengan  orang yang berdoa, artinya allah akan mudah mengabulkan doa setiap hamba. Sehingga tidak pantas seorang hamba putus asa dari janji allah yang maha mengabulkan setiap doa.